BAB VI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
Mardiasmo (2018 ; 98) mengatakan bahwa “anggaran adalah suatu pekerjaan yang pada suatu pihak mengandung jumlah pengeluaran yang setinggi-tingginya yang mungkin diperlukan untuk membiayai kepentingan Negara pada masa depan dan pihak yang lain perkiraan pendapaan (penerimaan) yang mungkin akan diterima dalam masa tertentu.”
Tabel 4.1
Anggaran dan Realisasi Belanja Operasi pada Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang
T.A 2016-2020
No Tahun Anggaran
(Rp)
Realisasi (Rp)
1 2016 707,040,121,137.00 665,508,874,587.00 2 2017 707,508,330,458.00 667,326,043,707.00 3 2018 717,941,985,575.00 690,870,509,277.60 4 2019 760,417,874,932.00 713,251,271,965.42 5 2020 750,838,707,715.00 697,915,103,852.37 Rata-rata 728,749,403,963.40 686,974,360,677.88 Median 717,941,985,575.00 690,870,509,277.60 Maksimum 760,417,874,932.00 713,251,271,965.42 Minimum 707,040,121,137.00 665,508,874,587.00 Sumber : Data Diolah Penulis (2021)
Berdasarkan tabel diatas, dapat kita lihat bahwa rata-rata anggaran dan realisasi belanja operasional pada Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Enrekang adalah sebesar Rp 728,749,403,963.40, dan Rp 686,974,360,677.88, nilai median
sebesar Rp 717,941,985,575.00, dan Rp 690,870,509,277.60, nilai maksimum sebesar Rp 760,417,874,932.00, dan Rp 713,251,271,965.42, nilai minimum sebesar Rp 707,040,121,137.00, dan Rp 665,508,874,587.00
Grafik Anggaran dan Realisasi Belanja Operasi pada Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang
T.A 2016-2020
Tabel 4.2
Anggaran dan Realisasi Belanja Modal pada Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang
T.A 2016-2020
No Tahun Anggaran
(Rp)
Realisasi (Rp)
1 2016 402,667,852,324.00 329,905,317,517.00 2 2017 239,221,872,318.00 200,088,477,045.00 3 2018 212,301,479,614.00 160,111,439,072.00 4 2019 230,273,065,363.00 163,396,969,835.00 5 2020 270,438,941,099.00 224,033,079,623.80 Rata-rata 270,980,642,143.60 215,507,056,618.56 Median 239,221,872,318.00 200,088,477,045.00
Maksimum 402,667,852,324.00 329,905,317,517.00 Minimum 212,301,479,614.00 160,111,439,072.00 Sumber : Data Diolah Penulis (2021)
Berdasarkan tabel diatas, dapat kita lihat bahwa rata-rata anggaran dan realisasi belanja modal pada Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Enrekang adalah sebesar Rp 270,980,642,143.60 dan Rp 215,507,056,618.56 , nilai median sebesar Rp 239,221,872,318.00 dan Rp 200,088,477,045.00 , nilai maksimum sebesar Rp 402,667,852,324.00 dan Rp 329,905,317,517.00, dan nilai minumum sebesar Rp 212,301,479,614.00 dan Rp 160,111,439,072.00.
Grafik Anggaran dan Realisasi Belanja Modal pada Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang
T.A 2016-2020
Tabel 4.3
Anggaran dan Realisasi Belanja Tak Terduga pada Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang
T.A 2016-2020
No Tahun Anggaran
(Rp)
Realisasi (Rp)
1 2016 750,000,000.00 227,700,000.00
2 2017 250,000,000.00 70,050,000.00
3 2018 750,000,000.00 230,399,818.18
4 2019 750,000,000.00 183,444,100.00
5 2020 15,300,000,000.00 8,450,600,961.36 Rata-rata 3,560,000,000.00 1,832,438,975.91
Median 750,000,000.00 227,700,000.00
Maksimum 15,300,000,000.00 8,450,600,961.36
Minimum 250,000,000.00 70,050,000.00
Sumber : Data Diolah Penulis (2021)
Berdasarkan tabel diatas, dapat kita lihat bahwa rata-rata anggaran dan realisasi belanja tak terduga pada Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Enrekang adalah sebesar Rp 3,560,000,000.00 dan Rp 1,832,438,975.91, nila median sebesar Rp 750,000,000.00 dan Rp 227,700,000.00, nilai maksimum sebesar Rp 15,300,000,000.00 dan Rp 8,450,600,961.36, dan nilai minumum sebesar Rp 250,000,000.00 dan Rp 70,050,000.00
Grafik Anggaran dan Realisasi Belanja Tak Terduga pada Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang
T.A 2016-2020
Tabel 4.4
Anggaran dan Realisasi Belanja Transfer pada Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang
T.A 2016-2020
No Tahun Anggaran
(Rp)
Realisasi (Rp)
1 2016 95,697,305,265.00 95,693,619,712.00 2 2017 147,661,783,400.00 120,115,529,618.00 3 2018 155,290,547,100.00 155,273,276,917.00 4 2019 173,785,805,596.00 173,785,804,596.00 5 2020 170,948,336,358.00 170,948,336,358.00 Rata-rata 148,676,755,543.80 143,163,313,440.20 Median 155,290,547,100.00 155,273,276,917.00 Maksimum 173,785,805,596.00 173,785,804,596.00 Minimum 95,697,305,265.00 95,693,619,712.00
Sumber : Data Diolah Penulis (2021)
Grafik Anggaran dan Realisasi Belanja Transfer pada Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang
T.A 2016-2020
2. Analisis Data
a. Analisis Varians Belanja
Analisis varians adalah analisis terhadap perbedaan atau selisih antara realisasi belanja dengan anggaran belanja.
Tabel 4.3 Analisis Varians Belanja Tahun Anggaran Belanja
(Rp)
Realisasi Belanja
(Rp) % Kriteria
2016 1,206,155,278,726.00 1,091,335,511,816.00 90.48 Baik 2017 1,094,641,986,176.00 987,600,100,370.00 90.22 Baik
2018 1,086,284,012,289.00 1,006,485,625,084.78 92.65 Baik 2019 1,165,226,745,891.00 1,050,617,490,496.42 90.16 Baik 2020 1,207,525,985,172.00 1,101,347,120,795.53 91.21 Baik Rata-Rata 1,151,966,801,650.80 1,047,477,169,712.55 90.95 Baik Sumber: Data diolah Penulis (2021)
Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa rata-rata anggaran belanja tahun 2016-2020 sebesar Rp 1,151,996,801,650.80 dengan tingkat realisasi belanja sebesar Rp 1,047,477,169,712.55 rasio varians belanja sebesar 90,95%. Varians ini masuk dalam kategori selisih disukai (Favourable varians) karena realisasi belanja tidak melebihi anggaran yang ditetapkan. Hasil ini juga mendukung pendapat yang dikemukakan oleh Mahmudi (2010;157) yaitu pemerintah daerah dikatakan memiliki Kinerja Keuangan Belanja yang baik apabila realisasi belanja tidak melebihi dari yang ditargetkan. Realisasi tertinggi terjadi pada tahun 2020 yaitu Rp 1,101,347,120,975.53 dengan tingkat rasio varians belanja sebesar 91,21%, sedangkan realisasi terendah terjadi pada tahun 2017 yaitu Rp 987,600,100,370.00 dengan tingkat rasio varians belanja sebesar 90,22%.
b. Analisis Pertumbuhan Belanja
Analisis pertumbuhan belanja bermanfaat untuk mengetahui perkembangan belanja dari tahun ke tahun.
Tabel 4.4
Perhitungan Pertumbuhan Belanja pada Pemerintah
Daerah Kabupaten Enrekang
Tahun Realisasi Pertumbuhan
Belanja (%) Kriteria 2016 1,091,335,511,816.00 20.84 Positif 2017 987,600,100,370.00 -9.51 Negatif 2018 1,006,485,625,084.78 1.91 Positif 2019 1,050,617,490,495.42 4.38 Positif 2020 1,101,347,120,795.53 4.83 Positif Rata-Rata 1,047,477,169,712.35 4.49 Positif Sumber : Data Olahan tahun 2016-2019
Secara umum, Analisis Pertumbuhan Belanja Daerah menunjukkan bahwa Kinerja Keuangan Belanja pada Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang mengalami pertumbuhan positif. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata pertumbuhan yang positif yaitu 4,49%. Pertumbuhan tertinggi jatuh pada tahun 2016 yaitu 4,83%, sedangkan pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 2017 yaitu -9,51%. Dengan demikian kinerja keuangan pada Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang periode 2016-2020 dilihat dari segi pertumbuhan belanja dikatakan sudah baik.
c. Analisis Keserasian Belanja
1. Analisis Belanja Operasi terhadap Total Belanja
Tabel 4.5 Belanja Operasi terhadap Total Belanja
Tahun
2016 665,508,874,587.00 1,206,155,278,726.00 55.18 Cukup Serasi 2017 667,326,043,707.00 1,094,641,986,176.00 60.96 Serasi 2018 690,870,509,277.60 1,086,284,012,289.00 63.60 Serasi
2019 713,251,271,965.42 1,165,226,745,891.00 61.21 Serasi 2020 697,915,103,852.37 1,207,525,985,172.00 57.80 Cukup Serasi rata-rata 686,974,360,677.88 1,151,966,801,650.80 59.75 Cukup
Serasi Sumber : Data Olahan tahun 2016-2020
Dari tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang dari tahun 2016-2020 dalam hal belanja operasi terhadap total belanja dapat dikatakan cukup serasi, hal ini dapat dilihat dari rata-rata rasio belanja operasinya yaitu sebesar 59,75% realisasi belanja operasi sebesar Rp 686,974,360,677.88 dibandingkan dengan rata-rata total belanja sebesar Rp 1,151,966,801,650.80 . Hal ini menunjukkan sebagian besar belanja digunakan untuk belanja operasi terutama untuk Belanja Pegawai dan Belanja Barang dan Jasa.
2. Analisis Belanja Modal terhadap Total Belanja
Tabel 4.6 Belanja Modal terhadap Total Belanja Tahun
2016 329,905,317,517.00 1,206,155,278,726.00 27.35 kurang Serasi 2017 200,088,477,045.00 1,094,641,986,176.00 18.28 Tidak Serasi 2018 160,111,439,072.00 1,086,284,012,289.00 14.74 Tidak Serasi 2019 163,396,969,835.00 1,165,226,745,891.00 14.02 Tidak Serasi 2020 224,033,079,623.80 1,207,525,985,172.00 18.55 Tidak Serasi Rata-Rata 215,507,056,618.56 1,151,966,801,650.80 18.59 Tidak Serasi Sumber : Data Diolah Penulis (2021)
Berdasarkan hasil analisis belanja modal terhadap total belanja diatas, dapat disimpulkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang pada tahun 2016-2020 dalam hal belanja modal terhadap total belanja
dikatakan tidak serasi, karena rata-rata rasio belanja modalnya yaitu sebesar 18,59%, dimana dari rata-rata realisasi belanja modal sebesar Rp 215,507,056,618.56 dibandingkan dengan rata-rata total belanja daerahnya sebesar Rp 1,151,966,801,650.80. Rasio belanja modal mengalami penurunan berkisar antara 27-14%. Sebagian besar belanja modal digunakan untuk belanja modal tanah, gedung dan bangunan, jalan, irigasi dan jaringan.
Rasio keserasian belanja Kabupaten Enrekang tahun 2016-2020 terlihat pada grafik berikut:
Berdasarkan grafik diatas, keseluruhan dari tahun 2016-2020 Pemerintah Kabupaten Enrekang mengalokasikan rata-rata 59,75%
digunakan untuk belanja operasional dan 18,59% digunakan untuk belanja modal. Untuk pengalokasian belanja operasinya mengalami peningkatan pada tahun 2016-2018 dan menurun pada tahun 2019-2020 dari sisi jumlah dan presentase sedangkan untuk pengalokasian belanja modal pada tahun
2016-2019 mengalami penurunan dan pada tahun 2020 mengalami peningkatan dari sisi jumlah dan persentase.
d. Analisis Efisiensi Belanja
Rasio dalam Analisis Efisiensi Belanja ini digunakan untuk mengukur tingkat penghematan anggaran yang dilakukan pemerintah daerah.
Tabel 4.7
Perhitungan Rasio Efisiensi Belanja pada Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang
Tahun 2016 1,091,335,511,816.00 1,206,155,278,726.00 90.48 Kurang efisien 2017 987,600,100,370.00 1,094,641,986,176.00 90.22 Kurang efisiensi 2018 1,006,485,625,084.78 1,086,284,012,289.00 92.65 Kurang efisiensi 2019 1,050,617,490,496.42 1,165,226,745,891.00 90.16 Kurang efisien 2020 1,101,347,120,795.53 1,207,525,985,172.00 91.21 Kurang efisiensi Rata-Rata 1,047,477,169,712.55 1,151,966,801,650.80 90.95 Kurang efisiensi Sumber : Data Diolah Penulis (2021)
Analisis Efisiensi Belanja Daerah menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang telah melakukan efisiensi belanja untuk tahun 2016-2020. Hal ini ditunjukkan dengan Realisasi Anggaran Belanja yang tidak terdapat angka melebihi anggaran yang telah ditetapkan. Hasil ini mendukung pendapat Mahmudi (2010:166) yaitu “jika angka yang dihasilkan dari rasio kurang dari 100% maka dinilai telah melakukan efisiensi anggaran”. Dilihat dari tabel diatas, rasio efisiensi belanja yang
terendah terdapat pada tahun 2019 dengan persentase 90,16%, sedangkan rasio efisiensi belanja tertinggi terletak pada tahun 2016 dengan persenase sebesar 90,48%.
Semakin kecil nilai rasio berarti semakin efisien. Tetapi belum tentu dalam hak ini Pemerintah Daerah mempunyai kinerja yang baik karena bisa jadi Pemerintah Daerah melakukan penghematan sehingga realisasi belanjanya kurang maksimal atau bisa juga karena terdapat anggaran belanja yang tidak terealisasikan. Pemerintah Daerah juga dapat membuat anggaran yang besar sehingga realisasi belanjanya tidak mencapai anggaran yang ditetapkan.