• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Kondisi awal

Untuk mengetahui kondisi awal mengenai prestasi belajar, peneliti mengambil data dari nilai hasil ulangan Matematika materi operasi hitung campuran siswa kelas IV tahun pelajaran 2012/2013. Dari data tersebut diketahui rata-rata hasil ulangan Matematika siswa kelas IV pada tahun 2013/2014 sebesar 59,72 dari 36 siswa. Siswa yang dapat mencapai kriteria ketuntasan minmal (KKM) 65 hanya terdapat 12 siswa atau sebesar 33% dan sisanya tidak mencapai KKM atau sebanyak 24 siswa.

Diagram 1. Kondisi awal siswa

dari diagram di atas dapat diketahui bahwa terdapat 33 siswa yang tuntas dan 67 siswa yang belum tuntas. Data nilai secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 16. mencapai KKM, 12 kurang dari KKM, 24 0 5 10 15 20 25 30 mencapai KKM kurang dari KKM 37

2. Siklus 1

Pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada siklus 1 ini dilaksanakan dalam 3 pertemuan. Pertemuan pertama(2jp) dengan indikator menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan bilangan bulat yang melibatkan dua operasi hitung, pertemuan kedua(2jp) dengan indikator Melakukan operasi hitung campuran yang berkaitan dengan bilangan bulat yang melibatkan dua operasi hitung. Pada setiap pertemuan siswa mengerjakan LKS secara berkelompok untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Pembelajaran dilakukan sesuai dengan pedoman rencana pelaksanaan pembelajaran. Diakhiri dengan(1jp) pada perteman ketiga untuk mengerjakan soal evaluasi secara individu.

a. Perencanaan tindakan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang berupa silabus, RPP, dan LKS yang akan digunakan. Pada pertemuan pertama proses pembelajaran Matematika lebih menekankan pada pemahaman materi cara pengerjaan soal cerita yang berkaitan dengan bilangan bulat yang melibatkan dua operasi hitung menggunakan metode permainan puzzle.

b. Pelaksanaan tindakan

Pada tahap pelaksanaan, kegiatan dilakukan dengan melaksanakan pembelajaran yang berlangsung selama dua kali pertemuan dan satu kali pertemuan untuk evaluasi. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin 26 Mei 2014 dilakukan selama 2 x 35 menit. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan adalah :

a) Do‟a dan salam pembuka

b) Guru menyampaikan apersepsi dengan menyampaikan tujuan yang ingin dicapai

2) Kegiatan Inti Eksplorasi

a) Siswa dibantu guru menjelaskan cara menghitung operasi hitung campuran bilangan bulat

b) Siswa membaca materi operasi hitung campuran bilangan bulat

c) Guru dan siwa mengerjakan contoh soal d) Siswa dibagi dalam enam kelompok Elaborasi

a) Siswa mengerjakan soal latihan

b) Siswa menyusun puzzle menjadi sebuah gambar

c) Siswa memperlihatkan gambar puzzle yang telah tersusun Konfirmasi

a) Siswa bertanya hal yang kurang jelas pada guru b) Guru menjawab pertanyaan dari siswa.

3) Kegiatan Akhir

a) Guru bersama siswa membuat kesimpulan pada materi yang telah dipelajari.

b) Refleksi

Pada pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu 28 Mei 2014 selama 2 x 35 menit atau dua jam pelajaran. Kegiatan yang dilakukan adalah :

1) Kegiatan Awal

a) Do‟a dan salam pembuka.

b) Guru memotivasi siswa dengan tebak angka.

c) Apersepsi dengan mengulang cara pengerjaan operasi hitung campuran bilangn bulat.

2) Kegiatan Inti Eksplorasi

a) Siswa membaca materi tentang operasi hitung campuran bilangan bulat.

b) siswa dibagi dalam enam kelompok. Elaborasi

a) Setiap kelompok mengerjakan soal latihan. b) Siswa menyusum puzzle menjadi sebuah gambar.

c) Masing-masing kelompok memperlihatkan puzzle yang telah tersusun.

Konfirmasi

a) Guru dan siswa bertanyajawab mengenai materi pelajaran b) Siswa menjawab pertanyaan dari siswa lain.

3) Kegiatan Akhir

a) Siswa menyimpulkan materi pelajaran dengan bimbingan Guru.

c) Salam dan do‟a penutup.

Pada pertemuan ketiga digunakan untuk mengerjakan soal evaluasi materi operasi hitung campuran bilangan bulat yang melibatkan dua operasi hitung. Baik berupa soal cerita maupun soal berupa bilangan. c. Observasi

Setelah dilakukan evaluasi yang dilakukan oleh seluruh siswa kelas IV yang berjumlah 36 siswa pada siklus 1, hasil yang diperoleh siswa dapat dilihat pada diagram di bawah ini :

Diagram 2. Hasil evaluasi siklus I

Berdasarkan tabel diatas, terdapat 16 siswa yang tuntas atau mencapai KKM. Apabila ketuntasan digambarkan dalam diagram, maka akan tampak seperti di bawah ini

Diagram 3. Hasil siklus I 1 8 11 12 4 0 2 4 6 8 10 12 14

Nilai 40 Nilai 50 Nilai 60 Nilai 70 Nilai 80 j u m l a h tuntas, 16 belum tuntas, 20

tuntas belum tuntas 0 5 10 15 20 25

Dari keseluruhan siswa terdapat 56 % yang belum tuntas dan 44 % yang tuntas. Dengan kata lain dari 36 siswa masih terdapat 20 siswa yang belum mencapai KKM yang ditetapkan yaitu 65.

d. Refleksi

Selama pembelajaran pada siklus 1, ditemukan beberapa hal yaitu : 1) Setelah melihat hasil evaluasi, terdapat peningkatan prestasi

belajar tetapi belum mencapai target yang diharapkan. 2) Siswa kurang memahami perintah soal.

3) Dalam mengerjakan soal cerita masih mengalami kesulitan dalam memahami soal.

4) Pada saat bekerja kelompok siswa yang sudah mengerti sulit untuk bekerjasama.

5) Beberapa anak yang kurang mengerti, membuat gaduh di kelas dan bermain puzzle tanpa mengerjakan soal.

6) Pada saat pengerjaan LKS dari 6 kelompk hanya 2 kelompok yang dapat menyelesaikan puzzle dengan benar sesuai jawaban soal.

Berdasarkan refleksi di atas, pembelajaran belum mencapai target yang diinginkan. Hal ini tampak pada nilai rata-rata siswa 62,8 dan masih di bawah KKM yaitu 65. Oleh karena itu peneliti memutuskan untuk melanjutkan penelitian pada siklus 2.

3. Siklus 2

Perencanaan penelitian tindakan kelas pada siklus 2 dilakukan dalam 3 pertemuan. Pertemuan pertama dengan indikator menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan bilangan bulat yang melibatkan tiga operasi hitung. Pertemuan kedua dengan indikator melakukan operasi hitung yang berkaitan dengan bilangan bulat yang melibatkan tiga operasi hitung. Kemudian dilanjutkan dengan pertemuan ketiga yaitu mengerjakan soal evaluasi yang berjumlah 10 nomor.

b. Pelaksanaan tindakan

Pada tahap pelaksanaan, dilakukan dengan melaksanakan pembelajaran selama tiga kali pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin 2 Juni 2014 dan dilaksanakan selama 2 x 35 menit. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah :

1) Kegiatan Awal

a) Do‟a dan salam pembuka.

b) Mengajak siswa menyanyikan lagu Indonesia Merdeka. 2) Kegiatan Inti

Eksplorasi

a) Siswa dibantu guru mencoba menjelaskan cara menghitung operasi hitung campuran bilangan bulat dengan tiga operasi hitung.

b) Siswa membaca materi operasi hitung csmpuran bilangan bulat dengan tiga operasi hitung.

c) Guru dan siswa mengerjakan contoh soal. Elaborasi

b) Siswa menyusun puzzle menjadi sebuah gambar. c) Siswa memperlihatkan puzzle yang telah tersusun.

Konfirmasi

a) Siswa bertanya hal yang kurang jelas pada guru. b) Guru menjawab pertanyaan siswa.

c) Siswa menjawab pertanyaan dari siswa lain. 3) Kegiatan Akhir

a) Siswa dan guru menyimpulkan materi pelajaran. b) Refleksi.

c) Salam dan do‟a penutup.

Pertemuan kedua pada siklus kedua dengan indikator menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan bilangan bulat yang melibatkan tiga operasi hitung. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah :

1) Kegiatan Awal

a) Do‟a bersama dan mengecek kehadiran siswa. b) Mengajak siswa menyanyikan lagu Padamu Negeri.

c) Apersepsi dengan menunjukkan gambar-gambar yang menarik. 2) Kegiatan Inti

Eksplorasi

a) Mungulas kembali materi operasi hitung campuran bilangan bulat yang melibatkan tiga operasi hitung.

b) Siswa dibagi dalam enam kelompok.

c) Guru membagi lembar kerja siswa kepada masing-masing kelompok.

Elaborasi

a) Siswa mengerjakan soal sesuai dengan petunjuk. b) Siswa menyusun kepingan puzzle.

c) Siswa memperlihatkan puzzle yang telah tersusun. Konfirmasi

a) Guru dan siswa bertanya jawab mengenai materi yang diajarkan.

b) Siswa menjawab pertanyaan dari siswa lain. 3) Kegiatan Akhir

a) Menyimpulkan materi yang dipelajari. b) Refleksi.

c) Salam dan do‟a penutup.

Pelaksanaan pada pertemuan ketiga siklus kedua ini pada prinsipnya sama dengan siklus satu, yaitu diisi dengan pengerjaan soal evaluasi untung mengetahui tingkat kemampuan siswa.

c. Observasi

Nilai rata-rata ulangan ulangan siswa yang diperoleh pada siklus dua adalah 72,22. Pada penelitian ini indikator keberhasilan penelitian nilai rata-rata ulangan siswa adalah 65. Dengan demikian penelitian ini sudah dikatakan berhasil dan tidak dilanjutkan untuk siklus berikutnya. Nilai ulangan siswa tampak dalam diagram dibawah ini, data secara lengkap dapat dilihat pada lampiran.

Diagram 4. hasil evaluasi siklus II

Berdasarkan data di atas terdapat 30 siswa yang mencapai KKM dan dikatakan tuntas. Hal tersebut berarti terdapat 6 siswa yang belum mencapai KKM. Data nilai siswa secara keseluruhan dapat dilihat pada lampiran.

Diagram 5. Ketuntasan siklus II

Terdapat 83 % siswa yang sudah tuntas dan hanya terdapat 17 % siswa yang belum tuntas dari 36 siswa kelas IV.

d. Refleksi

Selama pembelajaran pada siklus dua, ditemukan beberapa hal yaitu : 1) Pembelajaran sudah terlihat aktif, siswa sangat antusias dalam

mengikuti pelajaran. 0 6 18 10 2 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20

Nilai 50 Nilai 60 Nilai 70 Nilai 80 Nilai 90

30 6 0 10 20 30 40 tuntas belum tuntas nilai

2) Siswa dapat bekerjasama dengan baik dalam satu kelompok. 3) Penggunaan permainan puzzle memacu siswa untuk

mengerjakan semua soal dengan benar dan menjadi pemenang permainan.

4) Pengacakan anggota kelompok berdasarkan tingkat kemampuan siswa sangat diperlukan untuk memacu siswa yang kurang.

5) Hasil yang dicapai sudah mencapai target.

Berdasarkan hasil refleksi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa secara umum proses pembelajaran pada siklus 2 sudah dikatakan berhasil yaitu telah mencapai nilai rata-rata 72,22. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan hasil evaluasi yang sudah mencapai target yang diharapkan yaitu 65. Mengingat keberhasilan yang dicapai maka penelitian dihentikan sampai siklus 2.

B. Pembahasan

Dari kegiatan penelitian yang telah dilakukan, terlihat adanya peningkatan prestasi belajar siswa. Peningkatan prestasi hasil belajar siswa terlihat setelah dilakukan penelitian tindakan kelas yang tergambar sebagai berikut :

Dari hasil pengumpulan data yang telah dilakukan, terlihat adanya peningkatan prestasi siswa belajar siswa. Data awal sebelum adanya tindakan nilai rata-rata siswa adalah 59,72. Dari 36 siswa hanya yang mencapai KKM. Setelah diadakan penelitian, pada siklus I nilai rata-rata ulangan siswa adalah 62,78. Siswa yang mendapat nilai sama dengan atau lebih besar dari KKM adalah 16 siswa. Siswa yang mendapat nilai dibawah KKM pada akhir siklus I ada 20 siswa atau 56% dari jumlah siswa. Adanya beberapa siswa yang mendapat rata-rata dibawah KKM ini

disebabkan karena siswa kurang memperhatikan penjelasan guru dan kurang dapat bekerjasama yang mengakibatkan mereka kurang dapat mengerjakan soal yang diberikan guru. Kondisi seperti inilah yang membuat guru harus memotivasi siswa dalam belajar.

Pada siklus II, peneliti tidak mengubah kelompok siswa dalam kegiatan pembelajaran. Pada siklus II ini guru hanya memberikan pengarahan kepada siswa dan membimbing siswa dalam berproses kerjasama menyelesaikan soal-soal dalam kelompok secara optimal. Jika dibandingkan dengan siklus I hasil rata- rata nilai siklus II mengalami peningkatan. Pada siklus II ini sudah terlihat 30 siswa yang mendapat rata-rata nilai sama dengan atau lebih besar dari KKM atau 83% dari jumlah siswa. Pembelajaran pada siklus II ini hasil rata-rata yang diperoleh sudah mencapai indikator keberhasilan. Kondisi di atas dapat digambarkan pada diagram di bawah ini:

Diagram 6: perbandingan kondisi awal, siklus I dan siklus II 59.72 59.72 65 65 62.78 72.22 Siklus I Siklus II n i l a i s i s w a

Dari hasil penelitian diatas dapat dilihat terjadi peningkatan yang ditandai dengan naiknya nilai rata-rata ulangan siswa dari kondisi awal 59,72 mencapai 62,78 pada siklus I dan pada siklus II mencapai 72,22. Dengan demikian penelitian membuktikan bahwa hasil hipotesis dengan penggunaan permainan puzzle dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam materi pembelajaran operasi hitung campuran bilangan bulat.

BAB V

Dokumen terkait