• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini berupa Penelitian Tindakan Kelas, mengacu pada model Penelitian Tindakan Kelas menurut Kemmis dan Mc Taggart. Perencanaannya menggunakan sistem spiral refleksi diri yang dimulai dengan rencana, tindakan, pengamatan, refleksi, perencanaan kembali yang menjadi dasar untuk pemecahan masalah pada pembelajaran operasi hitung campuran menggunakan metode permainan puzzle.

Gambar 1. Model Siklus PTK B. Setting Penelitian

1. Tempat penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Tidar 4 Magelang yang beralamat di Jl.Beringin VNo.1 Kota Magelang.

2. Subjek penelitian

Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas IV SD NegeriTidar 4 Kota Magelang semester genap tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 36 siswa

REFLEKSI TINDAKAN PENGAMATAN SIKLUS II PERENCANAAN REFLEKSI TINDAKAN PENGAMATAN SIKLUS I PERENCANAAN 26

3. Objek penelitian :

Objek pada penelitian ini adalah peningkatanprestasi belajar mengenai materi operasi hitung campuran bilangan bulat siswa kelas IV SD Negeri Tidar 4 Magelang.

4. Waktu penelitian:

Jadwal kegiatan yang dilakukan pada penelitian ini dimulai dengan penyusunan kerangka yang kemudian dipersentasikan. Setelah kerangka disetujui maka peneliti membut proposal penelitian yang diajukan pada dosen pembimbing sebagai bahan bimbingan selanjutnya. Setelah proposal disetujui oleh dosen pembimbing maka peneliti diperbolehkan untuk mempersiapkan dan melakukan penelitian dan kemudian membuat laporan. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2013/2014 yaitu pada bulan Meisampai dengan Juni 2014.

C. Rencana Tindakan 1. Persiapan

a. Peneliti melakukan permintaan ijin kepada kepala sekolah SD Tidar 4 Kota Magelanguntuk melakukan penelitian di SD tersebut.

b. Peneliti melakukan wawancara dengan guru kelas IV untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi siswa dan penentuan kondisi awal.

c. Perumusan masalah, setelah melakukan observasi peneliti mengetahui masalah yang terjadi dan merumuskannya sebagai bahan penelitian.

d. Perumusan hipotesis, peningkatan prestasi belajar operasi hitung campuran bilangan bulat dilakukan dengan metode permainan puzzle

2. Rencana Tindakan Setiap Siklus

Siklus 1 terdiri dari 3 pertemuan yang dijabarkan sebagai berikut:

Pertemuan 1 digunakan untuk menjelaskan cara pengerjaan soal cerita materi operasi hitung campuran dengan dua operasi hitung. Pertemuan ke 2 digunakan untuk menjelaskan cara pengerjaan soal operasi hitung campuran dengan dua operasi hitung. Pertemuan ketiga digunakan untuk mengerjakan soal evaluasi.

a.Rencana tindakan

1) Membuat silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), Kisi-kisi soal, dan Soal Evaluasi.

2) Mempersiapkan media pembelajaran. b.Pelaksanaan tindakan

Pertemuan 1

Pertemuan pertama pada siklus 1 diawali dengan do‟a, salam pembuka, dan absensi. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “ Satu Nusa satu Bangsa “ untuk membangkitkan semangat siswa. Melakukan apersepsi dengan mencongak.

Kegiatan yang dilakukan pada pertemuan 1 :

1) Siswa dibantu guru mencoba menjelaskan cara menghitung operasi hitung campuran bilangan bulat

2) Siswa membaca materi tentang operasi hitung campuran bilangan bulat 3) Penjelasan materi tentang operasi hitung campuran bilangan bulat 4) Guru dan siswa mengerjakan contoh soal

5) Siswa dibagi dalam 6 kelompok

6) Guru membagikan materi beserta soal latihan kepada masing-masing kelompok

8) Siswa menyusun puzzle menjadi sebuah gambar 9) Siswa memperlihatkan puzzle yang telah tersusun 10)Siswa bertanya hal yang kurang jelas kepada guru 11)Guru menjawab pertanyaan dari siswa

12)Siswa menjawab pertanyaaan dari siswa lain Pertemuan 2

Pada pertemuan kedua, selain diawali dengan do‟a, salam dan memotivasi siswa peneliti melakukan apersepsi dengan mengingat kembali materi cara pengerjaan hitung campuran. Kegiatan yang dilakukan antara lain:

1) Siswa dibantu guru mencoba menjelaskan cara menghitung operasi hitung campuran bilangan bulat

2) Siswa membaca materi tentang operasi hitung campuran bilangan bulat 3) Penjelasan Materi tentang operasi hitung campuran bilangan bulat 4) Siswa dibagi dalam 6 kelompok

5) Guru membagikan materi beserta soal latihan kepada masing-masing kelompok

6) Setiap kelompok mengerjakan soal latihan 7) Siswa menyusun puzzle menjadi sebuah gambar

8) Masing-masing kelompok memperlihatkan puzzle yang telah tersusun 9) Siswa bertanya hal yang kurang jelas kepada guru

10)Guru menjawab pertanyaan dari siswa 11)Siswa menjawab pertanyaaan dari siswa lain Pertemuan 3

Peneliti menggunakan pertemuan ketiga ini untuk mengevaluasi siswa. Mengetahui sejauh mana siswa mampu menyelesaikan soal. Pertama siswa

mendapat lembar soal yang sudah disiapkan kemudian mengerjakan soal evaluasi secara mandiri. Siswa mengerjakan soal dengan waktu yang ditentukan. Setelah selesai guru dan siswa bersama-sama membahas soal yang telah dikerjakan.

c. Observasi

kegiatan observasi dilakukan oleh peneliti pada waktu berlangsungnya kegiatan belajar. Observasi yang dilakukan adalah mencatat hasil belajar siswa.

d. Refleksi

Peneliti menyimpulkan proses pembelajaran belum berjalan baik dan siswa kekurangan waktu untuk menyelesaikan puzzle. Hasil pengerjaan soal belum mencapai target karenahanya 44,4% siswa yang tuntas. Data tersebut digunakan untuk menilai apakah pelaksanaan tindakan tersebut lebih efektif dan efisien untuk menemukan daftar permasalahan yang muncul pada saat tindakan. Berdasarkan data diatas peneliti memutuskan untuk melanjutkan ke siklus II. Peneliti harus menjelaskan langkah-langkah pengerjaan soal dengan jelas dan mengontrol kerjasama antar siswa dalam kelompok. Hal tersebut diharapkan dapat memacu siswa untuk menggunakan waktu dengan baik sehingga tepat waktu dalam pengerjaan soal.

Siklus II

a. Rencana tindakan

1) Membuat silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), Kisi-kisi soal, dan Soal Evaluasi.

b. Pelaksanaan tindakan Pertemuan 1

Pertemuan pertama siklus II ini diawali dengan do‟a, salam pembuka dan absensi. Kemudian mengulas kembali materi yang lalu mengenai operasi hitung campuran dan cara pengerjaannya. Kegiatan yang dilakukan adalah :

1) Siswa dibantu guru mencoba menjelaskan cara menghitung operasi hitung campuran bilangan bulat dengan tiga operasi hitung

2) Siswa membaca materi tentang operasi hitung campuran bilangan bulat 3) Penjelasan materi tentang operasi hitung campuran bilangan bulat

dengan tiga operasi hitung

4) Guru dan siswa mengerjakan contoh soal 5) Siswa dibagi dalam 6 kelompok

6) Guru membagikan materi beserta soal latihan kepada masing-masing kelompok

7) Siswa mengerjakan soal latihan

8) Siswa menyusun puzzle menjadi sebuah gambar 9) Siswa memperlihatkan puzzle yang telah tersusun 10)Siswa bertanya hal yang kurang jelas kepada guru Pertemuan 2

Pada pertemuan kedua ini seperti pertemuan sebelumnya, diawali dengan do‟a, salam dan absensi. Guru juga memotivasi siswa dan apersepsi dengan mencongak. Kegiatan yang dilakukan pada pertemuan kedua siklus II ini antara lain:

1) Siswa dibantu guru mencoba menjelaskan cara menghitung operasi hitung campuran bilangan bulat dengan tiga operasi hitung

2) Siswa membaca materi tentang operasi hitung campuran bilangan bulat 3) Penjelasan materi tentang operasi hitung campuran bilangan bulat

dengan tiga operasi hitung

4) Guru dan siswa mengerjakan contoh soal 5) Siswa dibagi dalam 6 kelompok

6) Guru membagikan materi beserta soal latihan kepada masing-masing kelompok

7) Siswa mengerjakan soal latihan

8) Siswa menyusun puzzle menjadi sebuah gambar 9) Siswa memperlihatkan puzzle yang telah tersusun 10)Siswa bertanya hal yang kurang jelas kepada guru 11)Guru menjawab pertanyaan dari siswa

12)Siswa menjawab pertanyaaan dari siswa lain Pertemuan 3

Pertemuan ketiga ini digunakan peneliti untuk mengerjakan soal evaluasi siklus II. Hal ini dilakukan untuk mengukur prestasi belajar siswa. Bagaimana hasilnya, apakah sudah mencapai target yang diinginkan atau belum.

c. Observasi

Kegiatan observasi dilakukanoleh peneliti pada waktu berlangsungnya kegiatan belajar. Observasi yang dilakukan adalah mencatat peristiwa yang terjadi selama pelaksanaan tindakan.

d. Refleksi

Peneliti menyimpulkan hasil pengamatan atau observasi berupa catatan dan data dari hasil pelaksanaan tindakan tentang jalannya pembelajaran dan kendala-kendala yang dihadapi. Data tersebut digunakan untuk menilai apakah pelaksanaan tindakan tersebut lebih efektif dan efisien. Berdasarkan data penelitian hasil evaluasi menunjukkan 83,3 % siswa sudah tuntas. Hal ini menunjukkan bahwa target akhir sudah tercapai dan peneliti memutuskan untuk berhenti pada siklus II.

D. Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian 1. Teknik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes tertulis. Adapun jenis data yang diperlukan adalah nilai matematika.

2. Instrumen penelitian

Instrumen prestasi belajar berupa soal matematika, terdiri dari 5 soal cerita dan 5 soal isian. Adapun kisi-kisi soal adalah sebagai berikut.

Tabel 2. Kisi-kisi soal

No Materi Pokok Indikator Siklus No soal

1 Operasi hitung

campuran

Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan bilangan bulat yang melibatkan dua operasi hitung

1 1 -5

Melakukan operasi hitung yang berkaitan dengan bilangan bulat yang melibatkan dua operasi hitung

1 1 -5

Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan bilangan bulat yang melibatkan tiga operasi hitung

Melakukan operasi hitung yang berkaitan dengan bilangan bulat yang melibatkan tiga operasi hitung

2 1 -5

E. Validitas Instrumen

Validitas suatu instrument adalah suatu derajat yang menunjukkan dimana suatu tes mengukur apa yang hendak diukur (Syaodih, 2008:156). Instrumen dinyatakan valid jika instrumen yang digunakan dapat mengukur apa yang seharusnya diukur. Guru melakukan evaluasi untuk mengetahui apakah siswa menguasai pengetahuan telah diberikan, sehingga guru dapat membuat tes yang cocok dengan tujuan pengajaran yang telah ditetapkan.

Validasi instrumen pada penelitan ini dilakukan dengan expert judgementyaitu konsultasi dengan dosen pembimbing dan dosen yang ahli pada bidang Matematika.Instrumen yang divalidasi meliputi silabus, RPP, LKS, dan soal evaluasi. Validasi pada silabus, RPP dan LKS dinyatakan baik dan dapat digunakan untuk penelitian dengan sedikit revisi. Pada Validasi soal evalasi dinyatakan valid, bahasa soal dapat dipahami dan soal dapat digunakan tanpa revisi.

F. Analisis Data

Data dari hasil tes setiap siklus, skor diubah ke dalam nilai dan di analisis dengan rumus sebagai berikut:

N = S x 100 SM

N = Nilai

S = Skor yang diperoleh siswa SM = Skor maksimal

Rata-rata nilai siswa dari hasil tes evaluasi dapat diketahui dengan rumus sebagai berikut:

Rata-rata nilai siswa (N) = Jumlah nilai dari seluruh siswa (∑N) Jumlah siswa (n)

N = (∑N)

n

N = Rata-rata nilai siswa

(∑N) = Jumlah nilai dari seluruh siswa n = Jumlah siswa

Cara menghitung persentase ketuntasan :

Cara menghitung persentase ketidaktuntasan :

G. Kriteria Keberhasilan

Kondisi awal prestasi belajar siswa dan target akhir yang diharapkan dari siklus I dan siklus II adalah sebagai berikut:

Tabel 3. Indikator pencapaian kondisi awal, siklus I, dan siklus II

Peubah Indikator Kondisi

awal Target Akhir Siklus I Siklus II Prestasi belajar Matematika Nilai rata-rata siswa dalam materi operasi hitung 59,72 65 65

campuran Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM = 65 33% 75 % 75 %

BAB IV

Dokumen terkait