BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Pelaksanaan Asuransi Pendidikan Mitra Iqra di Asuransi Bumiputra Syariah Surakarta.
a. Sejarah berdirinya Asuransi Bumiputera.
Asuransi Bumiputra 1912 didirikan pada tanggal 12 Pebruari 1912 di Magelang oleh suatu Perkumpulan Guru-guru Hindia Belanda (PGHB). Usaha asuransi jiwa tersebut dinamakan dengan Onderlinge Levensverzekering Maatschappij atau OLMij PGHB.
Adapun para perintisnya pada waktu itu adalah terdiri dari tiga orang guru masing-masing yaitu Mas Ngabei Dwidjosewojo sebagai Komisaris, kemudian Mas Karto Hadi Soebroto sebagai Direktur, dan Mas Adimidjojo sebagai Bendaharawan. Pada awalnya pendirian ini didasari adanya niat yang tulus ikhlas serta iktikat baik untuk turut serta meningkatkan kesejahteraan para anggota Persatuan Guru-guru Hindia Belanda (PGHB).
Dengan semakin berkembangnya perkumpulan Onderlinge Levensverzekering Maatschappij ini, kamudian namanya berubah menjadi Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 dengan Akta Notaris De Hondt yang berkedudukan di Yogyakarta sah menurut hukum sejak berdirinya sebagai suatu bentuk usaha untuk melakukan perbuatan hukum perdata sebagaimana hak dan kewajiban Perseroan Terbatas yang sah sebagai badan hukum berdasarkan Pasal 10 Keputusan Kerajaan Belanda tanggal 28 Maret 1870 Nomor 2 Stb 64 sesuai Surat Sekretaris Gubernur Jendral Hindia Belanda tanggal 6 April 1915.
Namun pada awal berdirinya, ternyata perkumpulan asuransi jiwa ini mengalami kesulitan-kesulitan dalam biaya, karena pemasukan uang premi tidak mencukupi untuk biaya aktivitas, baik dibidang administrasi maupun operasional, lebih-lebih dana cadangan, sehingga timbul problema, dari mana dan bagaimana pembiayaan usaha ini harus dilakukan agar dapat berjalan terus. Dengan dalih atau alasan untuk usaha sosial, maka pengurus mengajukan suatu permintaan subsidi kepada Pemerintah Hindia Belanda. Setelah diadakan pemeriksaan pembukuan dan administrasi dengan hasil yang memuaskan, maka pada bulan Oktober 1913, oleh Pemerintah Hindia Belanda diberi bantuan (subsidi) berupa uang setiap bulannya sebesar 30 Golden, pemberian bantuan ini disertai ketentuan agar OLMij PGHB tidak hanya menerima anggota dari kalangan Guru Sekolah Negeri, tetapi juga para Pegawai Gubernemen dan Pegawai Swapraja, serta nama OLMij PGHB di ubah namanya menjadi OLMij Bumiputera. Namun ternyata bantuan tersebut oleh Pemerintah Hindia Belanda diberikan hanya sampai akhir tahun 1923.82
Karena OLMij Bumiputera mulai terkenal di masyarakat, maka banyak permintaan dari berbagai golongan swasta untuk menjadi anggota pada
badan usaha asuransi jiwa ini. Dan untuk menampung minat dari masyarakat tersebut, maka dibentuk suatu maskapai bayangan yang bernama OLMij Bumiputera Merdiko.
Dengan pecahnya perang Asia Timur Raya pada tahun 1942, yang melibatkan Indonesia, maka Bumiputera mengalami masa suram. Kehadiran Jepang di Indonesia, akibat perang tersebut membawa iklim perekonomian semakin buruk, akibatnya keberhasilan yang dicapai perusahaan asuransi jiwa nasional mulai mengalami kemunduran.
Untuk menyesuaikan dengan suasana pendudukan Jepang, maka OLMij Bumiputera pada tahun 1943 dirubah namanya menjadi Perseroan Tanggung Djiwa (PTD), Perseroan Tanggung Djiwa (PTD) ini merupakan satu-satunya perusahaan asuransi jiwa nasional yang tetap bertahan. Pada masa revolusi kemerdekaan, untuk sementara Bumiputera dalam keadaan non aktif karena tidak sedikit para petugas Bumiputera turut serta mengambil bagian dalam mempertahankan kemerdekaan sebagai bagian patriot-patriot bangsa. Setelah mengalami pasang surut pada masa perang dan revolusi maka pada tahun 1950 sebagai langkah pertama dalam merehabilitasi kembali Bumiputera adalah pemeriksaan kembali tentang kekayaan, organisasi, administrasi baik kantor pusat maupun cabang- cabangnya. Dan dibawah kepemimpinan R Notohamiprodjo, sebagai ketua planning Bord disusunlah rencana kerja riil menuju modernisasi Bumiputera.
Secara historis bentuk usaha perusahaan Bumiputera 1912 mempunyai dasar-dasar idialisme sebagai berikut :
1. O.L.MIJ PGHB didirikan untuk bersatu demi meningkatkan kesejahteraan bersama.
2. Persatuan lebih ditekankan pada persatuan orang-orang bukan pada modal.
memungkinkan mampu untuk memiliki saham.
4. Naluri kekeluargaan para pendiri lebih tebal daripada naluri mendapatkan keuntungan secara pribadi.
5. Mengandung makna perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan orang-orang Bumiputera secara umum.
Dilatar belakangi alasan-alasan tersebut, maka proses kelahiran Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 berbeda dengan perusahaan mutual di negara lain. Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera berbentuk mutual sejak didirikan (Mutual Company) dan telah dikukuhkan oleh Pemerintah melalui Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 1250/KMK.013/1988 tanggal 2 Desember 1989, atau lebih di kenal dengan pakDe 20.83
b. Sejarah berdirinya Asuransi Bumiputera Syariah Surakarta.
Asuransi sistem syariah atau takaful berasal dari umat Islam yang menginginkan untuk melaksanakan kegiatan mereka berlandaskan hukum Islam. Konsekwensi dari usaha kaum mujaddid abad 19 dan 20 yang mengemukakan bahwa Islam tidak melarang membentuk aturan dan kewajiban yang berdasarkan pada ibadah dan munakahat tetapi juga untuk tujuan hidup yang komplit, termasuk dalam transaksi bisnis, salah satunya berkenaan dengan asuransi. Para ulama tidak berada dalam satu pendapat dimana asuransi itu dijinkan (halal) atau dilarang (haram). Para ulama yang berpendapat bahwa asuransi itu haram, mereka menyarankan agar asuransi tunduk pada ketentuan syariah.84 Berdasar hal tersebut maka kemudian dipikirkan dan dirumuskan bentuk asuransi yang bisa terhindar dari ketiga unsur yang diharamkan Islam yaitu gharar, maysir dan riba.
83 Panduan Materi Pendidikan dan Latihan Agen Asur ansi (Funansial Advisor Syariah) Bumiputera Asuransi Syariah Semarang, Kanwil Syariah, hlm. 7
Gagasan dan pemikiran didirikannya asuransi syariah sebenarnya sudah muncul tiga tahun sebelum berdirinya Takaful dan makin kuat setelah diresmikannya Bank Muamalat Indonesia pada tahun 1991.85 Dengan beroperasinya Bank-bank syariah, ternyata dirasakan pula
kebutuhan akan hadirnya jasa asuransi yang bardasarkan syariah. Berdasar pemikiran tersebut, maka Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia (ICMI) pada tanggal 27 Juli 1993 melalui Yayasan Abdi Bangsa bersama Bank Muamalat Indonesia dan Perusahaan Asuransi Tugu Mandiri sepakat memprakarsai pendirian asuransi takaful dengan menyusun Tim Pembentukan Asuransi Takaful Indonesia.
Seperti telah disebutkan sebelumnya, bahwa ide membentuk takaful adalah karena keinginan kaum muslimin untuk mempraktekan Islam secara menyeluruh (kaffah), dan hal ini telah menghasilkan beberapa bentuk perusahaan takaful (Asuransi Islam) yang berdiri, diantaranya adalah AJB Bumiputera 1912 Devisi Syariah.
Dan Asuransi Bumiputera syariah juga telah mempunyai Dewan Pengawas Syariah yang bertugas antara lain :
1. Memastikan dan mengawasi kesesuaian kegiatan operasionalnya sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan prinsip-prinsip syariah yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional.
2. Menilai aspek syariah terhadap pedoman operasional dan produk yang dikeluarkan.
3. Memberikan opini dari aspek syariah terhadap pelaksanaan operasional asuransi secara keseluruhan dalam laporan publikasi perusahaan asuransi.
4. Mengkaji produk dan jasa baru yang belum ada fatwanya untuk dimintakan kepada Dewan Syariah Nasional.
5. Menyampaikan laporan hasil pengawasan syariah sekurang-kurangnya setiap 6 (enam) bulan kepada direksi, komisaris, Dewan Syariah Nasional dan Bank Indonesia.86
Selain tugas, Dewan Pengawas Syariah juga mempunyai fungsi,
pertama sebagai penasehat dan pemberi saran kepada direksi, pimpinan unit usaha syariah dan pimpinan kantor cagang syariah mengenai hal-hal yang terkait dengan aspek syariah, kedua, sebagai mediator antara Lembaga Keuangan Syariah dengan Dewan Syariah Nasional dalam mengkomunikasikan usul dan saran pengembangan produk dan jasa dari Lembaga Keuangan Syariah yang memerlukan kajian dan fatwa dari Dewan Syariah Nasional.
Adapun susunan Dewan Pengawas Syariah di Asuransi Bumiputera 1912 untuk Periode 1 Agustus 2002 sampai dengan 31 Juli 2006 adalah sebagai berikut :
DR. KH.MA. Sahal Mahfudh sebagai Ketua, Prof. Dr.H. Ahmad Sukardja, SH sebagai anggota, Drs. H.A. Fatah Wibisono, MA sebagai anggota.
Sedang untuk periode 1 Agustus 2006 sampai dengan 31 Juli 2010 susunan Dewan Pengawas Syariah sebagai berikut :
DR.KH.MA. Sahal Mahfudh sebagai Ketua Dr. H. Endy M. Astiwara, MA. Sebagai anggota, Drs. H.A. Fatah Wibisono, MA sebagai anggota.87
Asuransi Bumiputera Syariah Surakarta berdiri pada tanggal 1 Januari 2007, berkantor pertama kali di Ruko Pabelan depan Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta, kemudian pada bulan September tahun 2007, Bumiputera Syariah Surakarta pindah alamat ke gedung
86 Wirdyaningsih et al, Bank dan Asuransi Islam di Indonesia, cet, kedua, Kencana Prenada Media, Jakarta 2005, hlm 84.
milik sendiri di Jalan Slamet Riyadi No. 12 Surakarta. Sedang produk asuransi pendidikan Mitra Iqra mulai dibentuk pada tanggal 12 Maret 2003 dalam Rapat Direksi sesuai dengan SK No. 10/DIR/TEK/2003, dan mulai dipasarkan tahun 2005, waktu itu masih dipasarkan melalui asuransi bumiputera konvensional, karena devisi syariah belum terbentuk. Di Surakarta, asuransi pendidikan Mitra Iqra mulai dipasarkan
kepada masyarakat Surakarta dan sekitarnya pada tahun 2005 melalui asuransi Bumiputera konvensinal, kemudian dialihkan ke Syariah bersamaan dengan berdirinya asuransi bumiputera syariah Surakarta, yaitu pada tanggal 1 Januari 2007. sejak berdirinya sampai dengan akhir tahun 2009 telah memiliki nasabah sebanyak 749 peserta.88
c. Struktur Organisasi Asuransi Bumiputera Syariah Surakarta.
Sebagai organisasi yang berbentuk Mutual, kekuasaan tertinggi di Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera1912, terletak ditangan anggota, yang dalam hal ini adalah para pemegang polis Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 itu sendiri.
Kedudukan pemegang polis asuransi jiwa bersama (AJB) Bumiputera 1912 selain sebagai pembeli jasa asuransi (klien) juga berarti sebagai pemilik perusahaan. Perwujudan kekuasaan anggota disalurkan melalui wakil-wakilnya pada lembaga tertinggi perusahaan yakni Badan Perwakilan Anggota (BPA).
Adapun susunan selengkapnya mengenai struktur organisasi yang ada di Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera Syariah Surakarta adalah sebagai berikut : Ibu Eny Kusmayawati, S.Sos. sebagai Kepala Cabang menggantikan Bapak M. Khoiri Sukur, Ibu Afi Roziatun sebagai Kepala Unit Administrasi dan Keuangan merangkap kasir, Ibu Rahma
88 Wawancara dengan Afi Raziatun, Kepala Urusan Administrasi dan Keuangan pada tanggal 10 Desember 2009
Chairiyah Radi sebagai Staf layanan, sedang jabatan Kepala Unit Operasional dan Supervisor sampai saat ini masih kosong. Adapun struktur organisasi AJB Bumiputera sebagai berikut :
STRUKTUR ORGANISASI AJB BUMIPUTERA 1912 Sidang Badan Perwakilan Anggota Dewan Komisaris Direksi Sekretariat BPA/DEKOM Aktuaris Perusahaan Sekretariat Perusahaan Dev.Mng Dana Dep. Keuangn Dep. Umum Dvs.As.Jwa Syariah Dep.Pengn dl Intern Dep. Pertanggun gan
STRUKTUR ORGANISASI KANTOR WILAYAH ASURANSI BUMIPUTERA SYARIAH
Dep. Keagenan Devisi Properti Dep. SDM Dep. Akuntansi Dev. As Jw Perorangan Dep. Konservasi Dep. Mngm Resiko Dvs As Jw Perkumpln Dep. Prncn Perusahaan Dep. Aktuaria Dep. Klaim
Kantor Wilayah Asuransi Jiwa Perorangan
Kantor Wilayah Asuransi Jiwa Syariah
Kantor Wilayah Asuransi Jiwa Kumpulan
Dep. Teknologi Informasi Dep. Hukum
Kepala Wilayah
Kabag Pemasaran Kabag. PSDM
Staf TOA Staf. Markt
Intelegent Staf. Keagenan Staf .TTA Staf. T.I Staf. Instr rktur Kasir Sekretaris Staf . SPP Staf. Produksi Kabag. Admntrs dan
Keuangan
Sumber data : Panduan Materi Pendidikan dan Latihan Agen Asuransi Bumiputera Syariah
STRUKTUR ORGANISASI ASURANSI BUMIPUTERA SYARIAH CABANG SURAKARTA
Sumber data : Panduan Materi Pendidikan dan Latihan Agen Asuransi Bumiputera Syariah
d. Pelaksanaan Asuransi Pendidikan Mitra Iqra.
Asuransi pendidikan Mitra Iqra adalah salah satu produk dari
Kepala Cabang
Kepala Unit Adm dan Keuangan
Kasir Staf. Layanan Supervisor Agen
Produksi/Debit Kepala Unit
asuransi Bumiputra Syariah Surakarta yang diperuntukkan untuk membantu pendidikan anak yang direncanakan lebih awal.89
Asuransi pendididkan mitra iqra dirancang untuk memprogram pendidikan anak secara syariah mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak sampai dengan anak menjadi Sarjana Strata 1 (S1), sekaligus berfungsi untuk menata kesejahteraan keluarga agar kelak apabila orang tua si anak meninggal dunia, anak tersebut pendidikan dan kesejahteraannya tidak akan terlantar atau terabaikan.90
Didalam asuransi pendidikan mitra iqra, peserta memiliki dua kemungkinan, yakni kemungkinan pertama, peserta hidup sampai masa kontrak berakhir, dan kemungkinan kedua, peserta meninggal dunia sebelum masa kontrak berakhir. Apabila peserta asuransi mitra iqra mengalami seperti kemungkinan pertama, yaitu hidup atau diberi umur panjang sampai masa kontrak berakhir dan pembayaran preminya lancar, maka pembayaran klaim yang berasal dari rekening tabungan peserta dan porsi bagi hasil, akan diterima oleh peserta yang bersangkutan kemudian digunakan untuk membiayai pendidikan anak. Akan tetapi apabila peserta mengalami kemungkinan yang kedua, yaitu meninggal dunia sebelum masa kontrak berakhir, maka pembayaran klaim berupa rekening tabungan peserta, porsi bagi hasil dan dana kebajikan yang diambil dari tabungan tabarru akan diterima oleh ahli warisnya untuk biaya pendidikan setelah ditinggal mati orang tuanya.
Adapun pelaksanaan asuransi pendidikan Mitra Iqra sebagai berikut :
1. Akad dalam asuransi Mitra Iqra’.
Akad menurut Muslehuddin (dalam Khoiril Anwar) yaitu
89 Wawancara dengan Afi Raziatun, Kepala Urusan Administrasi dan Keuangan, tanggal 10 Desember 2009
perpaduan antara penawaran (ijab) dan penerimaan yang merupakan suatu cara yang efektif untuk melakukan akuisisi terhadap kepemilikan dan pemindahan harta benda.91
Sedang akad yang digunakan dalam asuransi pendidikan mitra iqra Surakarta dalam pembagian keuntungan adalah akad bagi hasil (mudharabah) yang menggabungkan antara unsur tabungan dan unsur tolong menolong (ta’awun).92 Yaitu tolong menolong pada sesama peserta asuransi. Ketika ada peserta yang terkena musibah (meninggal dunia), maka peserta lain akan ikut membantu dengan cara memberikan derma atau iuran kebajikan atau dana tabarru kepada keluarga, seperti yang telah dialami oleh keluarga Bambang Heru Winarno, peserta dengan Nomor polis 2063013653, masa kontrak 17 tahun, berakhir 30 April 2023, yang meninggal pada bulan Agustus 2009, telah memperoleh klaim pada tanggal 19 Februari 2010. Dan keluarga L. Lilik Eko Purwanto, peserta dengan Nomor polis 2053048388, masa kontrak 17 tahun, berakhir 30 Mei 2022, meninggal pada bulan Mei 2009, dan telah memperoleh klaim pada tanggal 30 September 2009.
(Sumber data : Kantor Cabang Syariah Surakarta)
2. Premi.
Premi adalah kewajiban pihak tertanggung kepada pihak penanggung yang berupa pembayaran uang dengan jumlah tertentu secara periodik. Pembayaran premi pada dasarnya adalah kewajiban pemegang polis, pembayaran bisa dilakukan dengan cara melalui, lewat agen, peserta langsung datang ke kantor asuransi, ataupun
91 Khoiril Anwar, opcit, hlm 33
92 Panduan Materi Diklat, op.cit. hlm 27, (wawancara dengan M. Khoiri Sukur, Kepala Cabang Asuransi Syariah Surakarta, tanggal 8 Desember 2009)
dikirim lewat rekening Bank yang telah ditunjuk. Premi dalam asuransi pendidikan mitra iqra Surakarta terdiri dari :
a. Premi Tabarru’.
Yaitu sejumlah premi yang dihibahkan oleh peserta (dana shadaqah, dana infaq) untuk saling tolong menolong (ta’awun) menanggulangi musibah kematian (resiko meninggal) diantara sesama peserta apabila ada yang meninggal dunia dalam masa asuransi.93 Tabarru merupakan bagian premi yang diikhlaskan, atau disumbangkan untuk tujuan tolong menolong kepada sesama peserta asuransi.94
b. Premi Tabungan.
Adalah besarnya bagian premi setelah dikurangi premi tabarru dan premi biaya yang digunakan oleh perusahaan untuk diinvestasikan secara syariah dan hasil keuntungan dari investasi akan dibagi antara peserta (shahibul mal) dengan perusahaan (mudharib) dengan perbandingan keuntungan 70% untuk peserta dan 30% untuk perusahaan asuransi.95
c. Premi Biaya.
Adalah sejumlah premi yang dialokasikan oleh peserta kepada mudharib/pengelola atau perusahaan untuk mengelola keuangan peserta agar aman, menguntungkan dan halal sehingga peserta tidak rugi.96
Premi yang harus disetor di asuransi pendidikan mitra iqra
93 Panduan Materi Pendidikan dan Latihan, hlm 26
94 Wawancara dengan Afi Raziatun, Kepala Urusan Administrasi dan Keuangan, tanggal 10 Desember 2009
95 Panduan Materi, op.cit., hlm. 25 96 Ibid. hlm. 26
Surakarta besarnya minimal Rp. 250.000,-/triwulan sedang maksimalnya tidak terbatas.97
Contoh perincian preminya sebagai berikut : - Masa asuransi : 6 Juli 2005 s/d 5 Juli 2022. - Manfaat Awal : Rp. 17.000.000,-
- Jumlah premi : Rp. 250.000,- - Premi tabungan tahun I Rp. 115.500,- - Premi biaya tahun I Rp. 97.500,- - Premi tabarru Rp. 37.000,- (Sumber data kantor cabang syariah Surakarta)
Di asuransi pendidikan mitra iqra Surakarta, premi peserta yang disetor ke perusahaan asuransi paling rendah Rp. 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah)/ tri wulan, dan paling tinggi Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah)/ tri wulan atas nama pemegang polis Icha Nur Hanna (Nomor polis 2,093E+11), dengan Manfaat Awal sebesar Rp. 204.000.000,- dengan pengecekan kesehatan Medical chek up (MDC), dengan masa kontrak 17 tahun berakhir tanggal 12 Februari 2026. (Sumber data daftar portofolio Kantor Cabang Syariah Surakarta) Bagi peserta yang ikut asuransi pendidikan mitra iqra di Surakarta
dengan Manfaat Awal sampai dengan Rp. 50.000.000,-(lima puluh juta rupiah), maka akan dilakukan pengecekan atau direcek oleh pihak supervisor, sedang sampai dengan Rp. 100.000.000,-(seratus juta rupiah) dilakukan pengecekan oleh Kepala Cabang, dan yang besarnya diatas Rp. 100.000.000,-(seratus juta rupiah) pengecekan dilakukan oleh Kepala Wilayah, sedang diatas Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar), pengecekan dilakukan oleh Kepala Devisi atau
97 Wawancara dengan Afi Roziatun, Kepala Urusan Administrasi dan Keuangan, pada tanggal 10 Desember 2009
diwakilkan yang setingkat.98
Dan bagi peserta asuransi pendidikan mitra iqra yang panjang umur sampai berahirnya akad, akan memperoleh Dana Tahapan Pendidikan yang diberikan sesuai dengan jadwal yang telah tertera dalam Polis sebagai berikut :
- Taman Kanak-kanak (TK) usia 4 tahun, peserta akan menerima 10% x Manfaat Awal,
- Sekolah Dasar (SD), usia 6 tahun, peserta menerima 10% x Manfaat Awal,
- Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), usia 12 tahun, peserta akan menerima sebesar 20% x Manfaat Awal.
- Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SMA) usia 15 tahun peserta akan menerima 25% x Manfaat Awal.
- Perguruan Tinggi (PT.1), usia 18 tahun menerima 35% x Manfaat Awal.
- Perguruan Tinggi (PT.2) usia 19 tahun menerima Dana Tahapan Pendidikan 25% x Sisa Nilai Tunai.
- Perguruan Tinggi (PT.3) usia 20 tahun memperoleh 35% x Sisa Nilai Tunai.
- Perguruan Tinggi (PT.4) usian 21 tahun menerima 50% x Sisa Nilai Tunai.
- Perguruan Tinggi (PT.5) usia 22 tahun menerima 100% x Sisa Nilai Tunai.
Sedang bagi peserta yang meninggal dunia sebelum berahirnya akad atau kontrak, peserta akan menerima dana sebagai berikut : a. Santunan kebajikan.
b. Nilai Tunai (Premi tabungan + Mudharabah)
c. Dana Tahapan Pendidikan sebagai berikut :
- Taman Kanak-kanak (TK) usia 4 tahun menerima 10% x Manfaat Awal.
- Sekolah Dasar (SD) usia 6 tahun menerima 10% x Manfaat Awal.
- Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP) usia 12 tahun menerima 20% x Manfaat Awal.
- Sekolah Lanjutan Atas (SLTA) usia 15 tahun menerima 25% x Manfaat awal.
- Perguruan Tinggi. 1 (PT.1) usia 18 tahun menerima 35% x Manfaat Awal.
- Perguruan Tinggi 2 (PT.2) usia 19 tahun menerima 15% x Manfaat Awal.
- Perguruan Tinggi 3 (PT.3) usia 20 tahun menerima 20% x Manfaat Awal.
- Perguruan Tinggi 4 (PT.4) usia 21 tahun menerima 20% x Manfaat Awal.
- Perguruan Tinggi 5 (PT.5) usia 22 tahun menerima 25% x Manfaat Awal. 99
Dan apabila peserta berhenti sebelum akad berahir, maka peserta hanya bisa mengambil Nilai Tunai (Premi tabungan + Mudharabah) apabila masih ada.
Peserta boleh berhenti sementara (cuti) untuk membayar premi dengan syarat :
- Apabila dalam rentang waktu atau masa cuti, ternyata peserta mendapatkan dana Tahapan endidikan, maka peserta wajib melunasi terlebih dahulu premi yang belum terbayar, baru
kemudian bisa mendapatkan dan Tahapan Pendidikan.
- Apabila peserta saat cuti bayar premi ternyata meninggal dunia, selama masih ada premi tabarru’ maka :
- Ahli waris menerima Santunan Kebajikan. - Nilai Tunai (bila masih ada).
- Dana Tahapan Pendidikan tidak berlaku.100
Adapun cara pembayaran premi di Pendidikan Mitra Iqra, dari jumlah peserta 749 dibagi menjadi 4 kelompok yaitu :
1. Tri wulan sebanyak 622 orang peserta, 2. Setengah tahunan sebanyak 58 orang peserta, 3. Tahunan sebanyak 68 orang peserta, dan 4. Bayar sekaligus dimuka 1 orang peserta.
(Sumber data : Daftar P ortofolio Kantor cabang Syariah Surakarta). Di Mitra Iqra Surakarta, dana tahapan pendidikan yang sudah
diterimakan kepada peserta, sejak berdiri hingga akhir tahun 2009, adalah dana tahapan pendidikan untuk tingkat Taman Kanak-kanak (TK) dan tingkat Sekolah Dasar ( SD). (Sumber data : Kantor cabang syariah Surakarta)
3. Masa Kontrak.
Masa kontrak yang telah ditetapkan dalam asuransi pendidikan mitra iqra adalah minimal 2 tahun dan maksimal 17 tahun, dengan usia pemegang polis maupun peserta minimal 17 tahun, atau kurang dari 17 tahun tetapi sudah menikah. Sedang umur saat mulai asuransi ditambah masa asuransi maksimal 65 tahun. Sedang usia peserta non medical maksimal 53 tahun dan dalam kondisi sehat. Mitra iqra Surakarta sampai akhir tahun 2009 telah memiliki nasabah sebanyak
749 peserta, ternyata yang masih aktif membayar premi sampai akhir 2009 sebanyak 461 peserta, sedang yang tertunda atau sudah tidak membayar premi meskipun sudah diingatkan melalui surat peringatan, tetap tidak membayar sebanyak 288 orang peserta. Dari 749 peserta masa kontrak yang dilakukan berbeda-beda, dengan perincian sebagai berikut :
- 2 tahun sebanyak 1 peserta. - 3 tahun sebanyak 7 peserta. - 4 tahun sebanyak - peserta. - 5 tahun sebanyak 2 peserta. - 6 tahun sebanyak 9 peserta. - 7 tahun sebanyak 1 peserta. - 8 tahun sebanyak 12 peserta - 9 tahun sebanyak 7 peserta - 10 tahun sebanyak 21 peserta - 11 tahun sebanyak 12 peserta - 12 tahun sebanyak 19 peserta - 13 tahun sebanyak 8 peserta - 14 tahun sebanyak 105 peserta - 15 tahun sebanyak 28 peserta - 16 tahun sebanyak 265 peserta
- 17 tahun sebanyak 252 peserta
(Sumber data : Daftar portofolio Kantor cabang syariah Surakarta)
4. Penerbitan Polis.
Polis adalah perjanjian asuransi yang dilakukan antara penanggung resiko (perusahaan) dengan tertanggung (peserta) yang dilakukan secara tertulis, yang memuat hak dan kewajiban masing-masing pihak. Polis sebagai dasar perjanjian antara pemegang polis dengan
perusahaan asuransi, polis dapat diterbitkan apabila kelengkapan syarat sahnya perjanjian asuransi sudah terpenuhi, dan dengan diterbitkannya polis berarti pemegang polis sudah resmi menjadi peserta dan sudah mendapatkan proteksi dari pihak perusahaan
Persyaratan diterbitkannya polis asuransi pendidikan mitra iqra tersebut antara lain :
b. Surat permintaan telah ditandatangani dan diisi dengan lengkap, c. Titipan premi pertama telah dibayar,
d. Menyerahkan copy identitas diri seperti KTP,
e. Mengisi dan menandatangani daftar pertanyaan mengenai data diri, riwayat pekerjaan, riwayat kesehatan, pada formulir yang telah disediakan (Surat Pernyataan Tambahan),
f. Sudah dilakukan rechek oleh pejabat yang berwenang (supervisor/Pimpinan operasional/Pimpinan Cabang/Wilayah), g. Apabila uang pertanggungan yang disepakati melebihi batas UP
Non Medical atau usia tertanggung diatas 50 tahun maka surat permintaan harus dilengkapi dengan hasil medical chek up.101 5. Klaim.
Klaim dibayarkan setelah persyaratan telah lengkap diterima dan disetujui oleh perusahaan. Pembayaran klaim dilakukan di kantor pusat, kantor cabang, perwakilan yang ditunjuk oleh perusahaan. Untuk pembayaran klaim Dana Tahapan Pendidikan (Manfaat Awal) asuransi pendidikan Mitra Iqra Surakarta, apabila pembayaran premi lancar, maka otomatis Dana Tahapan Pendidikan akan diberikan sesuai