BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Produk
Produk pembelajaran berupa video yang dikembangkan merupakan produk yang dibuat untuk memberikan terobosan baru dalam pembelajaran dengan menggunakan video. Perkembangan revolusi industri 4.0 memberikan banyak kemudahan kepada pendidik dan peserta didik dalam menggunakan teknologi digital seperti laptop, handphone, LCD dan akses internet dalam mencari, menemukan, dan mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan terutama dalam bidang pendidikan. Materi yang terdapat dalam video adalah simpanan dana deposito. Materi simpanan dana deposito menjelaskan tentang pengertian deposito, karakteristik deposito, sertifikat deposito, keuntungan dan kerugian deposito, serta cara menghitung jasa deposito.
Produk pembelajaran berbasis video yang dilakukan melalui beberapa tahap pengembangan. Tahap yang dilakukan dalam pengembangan media pembelajaran berbasis video sebagai berikut:
88
Deskripsi Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X AKL 3 SMK Negeri 1 Tempel tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 47 orang.
a. Deskripsi Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian terkait pengembangan media pembelajaran berbasis video pada KD 3.9 dan 4.9 terkait simpanan dana deposito pada mata pelajaran perbankan dasar kelas X SMK Negeri 1 Tempel yang beralamat di Jalan Magelang KM 17, RT 08, RW 28, Jlegongan, Kelurahan Margorejo, Kecamatan Tempel, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55552.
Penelitian pengembangan media pembelajaran berbasis video dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2020.
b. Profil Sekolah
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tempel merupakan sekolah kejuruan berbasis bisnis ekonomi yang memiliki akreditasi A. Latar belakang berdirinya SMK Negeri 1 Tempel karena masyarakat yang memberikan dorongan untuk melanjutkan studi lulusan Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) Negeri Tempel yang berdiri pada tahun 1962 di Dusun Kadisono, Margorejo, Tempel. Pada tahun 1964 di Tempel hanya terdapat satu Sekolah Menengah Atas Negeri kemudian di tahun 1964 ini pula para tokoh masyarakat dan pemerhati pendidikan
mendirikan Sekolah Menengah Lanjutan Tingkat Atas yang berbasis ekonomi dengan nama Sekolah Menengah Ekonomi Tingkat Atas (SMEA) Swasta Persiapan Negeri.
Pada 1 Januari 1967, SMEA Persiapan Negeri Tempel berstatus negeri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 281/B.3/Kedj tanggal 27 Desember 1966 yang ditandatangani oleh Drs. Waskito TS/ Kepada Direktorat Pendidikan Kejuruan (atas nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan). Pada tahun 1966 nama SMEA Tempel diubah menjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tempel sampai sekarang. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tempel selalu dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusan SMK Negeri 1 Tempel mampu bersaing dengan lulusan sekolah lainnya. Semua itu dapat dilihat dari standar mutu internasional yaitu ISO 9001 : 2008 oleh PT TUV Rheinland dengan sertifikat bernomor 01 100 096629 tahun 2009 yang diraih (Lestari, 2018). Kejuruan yang disediakan SMK Negeri 1 Tempel adalah Administasi Perkantoran, Akuntansi, Pemasaran, Teknik Komputer dan Jaringan, serta Teknik Tata Kelola Logistik.
90
c. Konsep Produk
Program yang digunakan dalam membuat media pembelajaran berupa video adalah Software Adobe Premiere Pro CC 18.
Produk software dalam pengembangan produk berbasis video tersebut memadukan antara gambar, ilustrasi, teks, video, suara (backsound).
d. Pembuatan Produk
Pembuatan produk media pembelajaran berbasis video dirancang dalam bentuk video MP4. Ada beberapa tahap yang dilakukan dalam pembuatan video pembelajaran diantaranya sebagai berikut: 1). Pembuatan video dengan skenario yang telah dirancang
a). Bagian Pembukaan
Tahap awal yang dilakukan adalah membuat pembukaan. Pembukaan dalam video pembelajaran berisi kagiatan apersepsi yang menjelaskan materi pembelajaran yang akan dibahas, manfaat mempelajari materi tersebut, dan menampilkan sasaran dari media pembelajaran berbasis video.
Gambar 4.1 Bagian Pembukaan b) Bagian Pembuatan Materi
Tahap kedua yang dilakukan adalah pembuatan materi. Pembuatan materi terdiri dari 5 scene sebagai berikut:
(1) Scene 1
Scene 1 menjelaskan materi pembelajaran tentang pengertian simpanan dana deposito.
92
(2) Scene 2
Scene 2 menjelaskan materi pembelajaran terkait dengan ciri-ciri deposito.
Gambar 4.3 Ciri 1 Deposito (Minimal Setoran)
Gambar 4.5 Ciri 3 Deposito (Pencairan Dana)
94
Gambar 4.7 Ciri 5 Deposito (Risiko Rendah)
Gambar 4.9 Ciri 7 Deposito (Produk Kena Pajak)
(3) Scene 3
Scene 3 menjelaskan materi pembelajaran tentang perbedaan sertifikat deposito dan deposito berjangka.
Gambar 4.10 Penjelasan perbedaan sertifikat deposito dan deposito berjangka
96
(4) Scene 4
Scene 4 menjelaskan materi pembelajaran tentang keuntungan dan kerugian deposito.
Gambar 4.11 Keuntungan dan Kerugian Deposito
(5) Scene 5
Scene 5 menjelaskan materi pembelajaran tentang rumus perhitungan bunga deposito.
c). Bagian Pembuatan Ilustrasi Contoh Soal
Tahap ketiga yang dilakukan adalah pembuatan ilustrasi contoh soal. Ilustrasi tersebut bertujuan untuk memperjelas materi yang telah dipelajari serta membantu peserta didik lebih berpikir kritis dalam memahami maksud dari ilustrasi tersebut. Proses pembuatan ilustrasi contoh soal terdiri dari 2 scene sebagai berikut:
(1) Scene 1
Scene 1 menjelaskan ilustrasi contoh soal terkait jumlah penerimaan bunga yang diterima ketika penarikan dlakukan saat jatuh tempo.
Gambar 4.13 Ilustrasi Contoh Soal 1 jika Penarikan dilakukan Saat Jatuh Tempo
98
(2) Scene 2
Scene 2 menjelaskan ilustrasi contoh soal terkait jumlah penerimaan bunga yang diterima ketika penarikan dlakukan sebelum jatuh tempo.
Gambar 4.14 Ilustrasi Contoh Soal 2 jika Penarikan dilakukan Sebelum Jatuh Tempo
d). Bagian Pembuatan Pembahasan Contoh Soal
Tahap keempat yang dilakukan adalah pembuatan pembahasan contoh soal. Ilustrasi tersebut bertujuan untuk membahas soal yang telah diberikan dan mengetahui pemahaman peserta didik tentang contoh soal yang diberikan. Proses pembuatan pembahasan contoh soal terdiri dari 2 scene sebagai berikut:
(1) Scene 1
Scene 1 menjelaskan pembahasan ilustrasi contoh soal terkait jumlah penerimaan bunga yang diterima ketika penarikan dlakukan saat jatuh tempo.
Gambar 4.15 Pembahasan Contoh Soal 1 jika Penarikan dilakukan Saat Jatuh Tempo
(2) Scene 2
Scene 2 menjelaskan pembahasan contoh soal terkait jumlah penerimaan bunga yang diterima ketika penarikan dlakukan sebelum jatuh tempo.
100
Gambar 4.16 Pembahasan Contoh Soal 2 jika Penarikan dilakukan Sebelum Jatuh Tempo
e). Bagian Pembuatan Penutup
Tahap kelima yang dilakukan adalah pembuatan penutup. bagian penutup terdiri dari pembahasan ulang materi pembelajaran secara singkat, refleksi, dan ucapan terimakasih.
e. Pengumpulan Bahan
Pembuatan produk media pembelajaran berupa video dilakukan dengan mengumpulkan dan mengembangkan bahan-bahan sebagai berikut:
1) Menentukan dan memilih Mata Pelajaran yang dikembangkan dalam media pembelajaran berbasis video dengan persetujuan antara peneliti dan pendidik.
2) Menentukan Kompetensi Dasar dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis video dengan persetujuan antara peneliti dan pendidik.
3) Mencari buku-buku dan sumber referensi yang relevan terkait Perbankan Dasar Kelas X SMK yang sesuai dengan materi yang dibutuhkan.
4) Menyusun materi simpanan dana deposito yang sesuai dan tepat dengan Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi.
5) Merancang Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
6) Menyusun soal latihan yang berdasar pada Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi.
7) Mencari referensi video yang berkaitan dengan materi simpanan dana deposito.
102
8) Menentukan konsep dan design yang akan digunakan dalam pembuatan produk video.
9) Menyusun naskah atau skenario ilustrasi materi dan latihan soal yang akan dijadikan video pembelajaran.
2. Deskripsi Hasil Observasi Penelitian
Hasil observasi dalam penelitian ini dilakukan pada 9 Maret 2020, sasaran observasi penelitian adalah 40 peserta didik dan 1 orang pendidik. Observasi dilakukan saat pengembangan produk yang berupa video pada Kompetensi Dasar 3.9 dan 4.9 Simpanan Dana Deposito. Peneliti mengamati secara langsung proses belajar mengajar yang terjadi di kelas antara pendidik dan peserta didik. Selanjutnya, hasil observasi yang telah dilakukan akan dianalisis sebagai berikut:
a. Hasil Observasi Penelitian Praktisi (Pendidik)
Tabel 4.24
Lembar Observasi Kegiatan Pembelajaran Menggunakan Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Video Pada KD 3.9
dan 4.9 Materi Simpanan Dana Deposito Mata Pelajaran Perbankan Dasar Kelas X di SMK Negeri 1 Tempel
Untuk Praktisi (Pendidik)
No Aspek yang diamati Ya Tidak Catatan
1. Pendidik menjelaskan materi dengan menggunakan media.
√ 2. Pendidik melibatkan peserta didik dalam
pembelajaran dengan cara memberi kesempatan peserta didik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di media pembelajaran berbasis video.
No Aspek yang diamati Ya Tidak Catatan
3. Pendidik memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengungkapkan pendapat terkait video/gambar dalam media pembelajaran.
√
4. Pendidik menambahkan informasi dari media pembelajaran yang disampaikan.
√ 5. Pendidik dapat menggunakan media
pembelajaran berbasis video dengan mudah.
√
6. Penggunaan media pembelajaran berbasis video mempermudah tugas pendidik dalam menyampaikan materi.
√
7. Pendidik memberikan bimbingan dan arahan selama peserta didik menggunakan media pembelajaran berbasis video.
√
Sumber: Data pengembangan penelitian yang diolah
Hasil observasi penelitian, pendidik menggunakan media pembelajaran seperti power point (PPt). Power point yang dibuat oleh pendidik berupa teks maupun video. Penggunaan power point dalam pembelajaran dapat membantu pendidik dalam mengembangkan keterampilan pendidik dalam pengajaran.
Selain itu, media ini juga dapat membantu pendidik dalam menyampaikan materi pada saat kegiatan belajar mengajar.
Pendidik melibatkan peserta didik dalam menjawab pertanyaan yaitu peserta didik menjawab soal-soal latihan yang tersedia di dalam media pembelajaran berbasis video, peserta didik memberikan contoh yang mereka ketahui terkait materi pembelajaran yang sedang dipelajari, peserta didik diberikan kesempatan mengungkapkan pendapat jika ada kesalahan/kekurangan terkait video pembelajaran sehingga media
104
pembelajaran tersebut dapat diperbaiki. Kemudian pendidik selalu menambahkan informasi penting terkait media dan materi dalam video pembelajaran.
Dengan adanya video pembelajaran ini, pendidik menjadi lebih mudah dalam melakukan proses kegiatan belajar mengajar secara mandiri dan lebih menarik. Oleh karena itu, selama media pembelajaran berbasis video ditayangkan di kelas, pendidik memberikan bimbingan dan arahan kepada peserta didik agar tidak terjadi kesalahpahaman.
b. Hasil Observasi Penelitian Peserta Didik
Tabel 4.25
Lembar Observasi Kegiatan Pembelajaran Menggunakan Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Video Pada KD 3.9
dan 4.9 Materi Simpanan Dana Deposito Mata Pelajaran Perbankan Dasar Kelas X di SMK Negeri 1 Tempel
Untuk Peserta Didik
No Aspek yang diamati Ya Tidak Catatan
1. Peserta didik diberikan kesempatan untuk
bertanya dan
mengomentari materi yang sudah diajarkan.
√
2. Media dapat membantu peserta didik untuk lebih fokus mengikuti pembelajaran. √ 3. Peserta didik merefleksikan kesimpulan. √
4. Peserta didik lebih fokus mengikuti proses pembelajaran.
No Aspek yang diamati Ya Tidak Catatan
5. Media pembelajaran berbasis video memudahkan peserta didik untuk memahami materi.
√
6. Media pembelajaran berbasis video membantu peserta didik aktif dalam kegiatan pembelajaran.
√
7. Media pembelajaran berbasis video dapat meningkatkan motivasi peserta didik.
√
8. Media pembelajaran berbasis video dapat membantu peserta didik berpikir kritis.
√
Sumber: Data pengembangan penelitian yang diolah
Hasil observasi penelitian, siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan berpendapat dalam kegiatan pembelajaran yang berlangsung terkait media pembelajaran berbasis video. Produk media pembelajaran berbasis video membuat peserta didik menjadi fokus karena peserta didik merasa lebih menarik dan tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran. Media pembelajaran berbasis video memudahkan peserta didik untuk memahami materi karena menyenangkan dan lebih mudah dipahami.
Peneliti mengamati dan melihat siswa yang aktif dan antusias dalam mengikuti seperti mencatat hal-hal penting yang dijelaskan dalam media pembelajaran berbasis video. Media pembelajaran berbasis video dapat membantu peserta didik berpikir kritis karena peserta didik harus mengamati dan menganalisis maksud dari
106
ilustrasi-ilustrasi yang ditayangkan dalam video termasuk pada saat latihan soal. Peserta didik juga diminta untuk merefleksikan kesimpulan maupun memberikan saran/pendapat terkait media pembelajaran berbasis video yang telah dipelajari oleh peserta didik sehingga peneliti mengetahui kekurangan yang harus diperbaiki dari media yang telah dikembangkan.
3. Analisis Data
Jenis data dalam penelitian ini yaitu data primer. Data primer dibagi menjadi dua yaitu data kualitatif dan data kuantitatif.
Data kualitatif berisi saran dan komentar yang diberikan oleh para validator, praktisi, dan peserta didik untuk merevisi produk sedangkan, data kuantitatif meliputi data kuesioner atau angket kelayakan kualitas produk video yang telah diperoleh.
b. Analisis Data Ahli Materi
1) Aspek Isi pada Materi
Hasil penilaian yang diperoleh dari ahli materi selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Tabel 4.26 hasil analisis data penilaian kelayakan aspek isi pada materi oleh ahli materi:
Tabel 4.26
Analisis Data Penilaian Kelayakan Aspek Isi pada Materi oleh Ahli Materi
Kriteria Skor Item Frekuensi Persentase Sangat Baik 5 0 0% Baik 4 4 50% Cukup Baik 3 4 50% Kurang Baik 2 0 0%
Sangat Kurang Baik 1 0 0%
Jumlah 8 100%
Hasil analisis data menunjukkan bahwa penilaian kualitas dalam aspek isi pada materi sebagai berikut 4(50%) item dikatakan “baik” dan 4(50%) item dikatakan “cukup baik”. Tidak ada (0%) item yang dinilai dengan kriteria “sangat baik”, “kurang baik”, dan “sangat kurang baik”.
Hasil analisis data penilaian kelayakan aspek isi pada materi dapat dilihat pada gambar diagram 4.18 di bawah ini:
Gambar 4.18 Diagram Batang Hasil Analisis Data Penilaian Kelayakan Aspek Isi pada Materi oleh Ahli Materi
108
2) Aspek Pembelajaran
Berikut tabel 4.27 hasil analisis data penilaian kelayakan aspek pembelajaran oleh ahli materi:
Tabel 4.27
Analisis Data Penilaian Kelayakan Aspek Pembelajaran oleh Ahli Materi
Kriteria Skor Item Frekuensi Persentase Sangat Baik 5 0 0% Baik 4 4 80% Cukup Baik 3 1 20% Kurang Baik 2 0 0%
Sangat Kurang Baik 1 0 0%
Jumlah 5 100%
Hasil analisis data penilaian kelayakan kualitas produk media pembelajaran berbasis video oleh ahli materi menunjukkan bahwa penilaian kualitas dalam aspek pembelajaran sebagai berikut 4(80%) item dikatakan “baik” dan 1(20%) item dikatakan “cukup baik”. Tidak ada (0%) item yang dinilai dengan kriteria “sangat baik”, “kurang baik”, dan “sangat kurang baik”. Hasil analisis data penilaian kelayakan aspek pembelajaran dapat dilihat pada gambar diagram 4.19 di bawah ini:
Gambar 4.19 Diagram Batang Hasil Analisis Data Penilaian Kelayakan Aspek Pembelajaran oleh Ahli Materi
c. Analisis Data Ahli Media
1) Aspek Penyajian
Penilaian yang diperoleh dari ahli media dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berikut tabel 4.28 hasil analisis data penilaian kelayakan aspek penyajian oleh ahli media:
Tabel 4.28
Analisis Data Penilaian Kelayakan Aspek Penyajian oleh Ahli Media
Kriteria Skor Item Frekuensi Persentase Sangat Baik 5 0 0% Baik 4 2 100% Cukup Baik 3 0 0% Kurang Baik 2 0 0%
Sangat Kurang Baik 1 0 0%
110
Hasil analisis data penilaian menunjukkan bahwa penilaian kualitas dalam aspek penyajian sebagai berikut 2(100%) item dikatakan “baik”. Tidak ada (0%) item yang dinilai dengan kriteria “sangat baik”, “cukup baik”, “kurang baik”, dan “sangat kurang baik”. Hasil analisis data penilaian kelayakan aspek penyajian dapat dilihat pada gambar diagram 4.20 di bawah ini:
Gambar 4.20 Diagram Batang Hasil Analisis Data Penilaian Kelayakan Aspek Penyajian oleh Ahli Media
2) Aspek Tampilan
Tabel 4.29 merupakan hasil analisis data penilaian kelayakan aspek tampilan oleh ahli media:
Tabel 4.29
Analisis Data Penilaian Kelayakan Aspek Tampilan oleh Ahli Media
Kriteria Skor Item Frekuensi Persentase Sangat Baik 5 0 0% Baik 4 2 50% Cukup Baik 3 2 50% Kurang Baik 2 0 0%
Sangat Kurang Baik 1 0 0%
Jumlah 4 100%
Hasil analisis data penilaian menunjukkan bahwa penilaian kualitas dalam aspek tampilan sebagai berikut 2(50%) item dikatakan “baik” dan 2(50%) item dikatakan “cukup baik”. Tidak ada (0%) item yang dinilai dengan kriteria “sangat baik”, “kurang baik”, dan “sangat kurang baik”. Analisis data penilaian kelayakan aspek tampilan dapat dilihat pada diagram 4.21 di bawah ini:
Gambar 4.21 Diagram Batang Hasil Analisis Data Penilaian Kelayakan Aspek Tampilan oleh Ahli Media
112
3) Aspek Pemrograman
Tabel 4.30 merupakan hasil analisis data penilaian kelayakan aspek pemrograman oleh ahli media:
Tabel 4.30
Analisis Data Penilaian Kelayakan Aspek Pemrograman oleh Ahli Media
Kriteria Skor Item Frekuensi Persentase Sangat Baik 5 1 25% Baik 4 3 75% Cukup Baik 3 0 0% Kurang Baik 2 0 0%
Sangat Kurang Baik 1 0 0%
Jumlah 4 100%
Hasil analisis data penilaian menunjukkan bahwa penilaian kualitas dalam aspek pemrograman sebagai berikut 1(25%) item dikatakan “sangat baik” dan 3(75%) item dikatakan “baik”. Tidak ada (0%) item yang dinilai dengan kriteria “cukup baik”, “kurang baik”, dan “sangat kurang baik”. Hasil analisis data penilaian kelayakan aspek pemrograman dapat dilihat pada gambar diagram 4.22 di bawah ini:
Gambar 4.22 Diagram Batang Hasil Analisis Data Penilaian Kelayakan Aspek Pemrograman oleh Ahli Media
d. Analisis Data Ahli Bahasa
1) Aspek Komunikatif
Hasil penilaian yang diperoleh dari ahli bahasa dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berikut tabel 4.31 analisis data penilaian kelayakan aspek komunikatif oleh ahli bahasa:
Tabel 4.31
Analisis Data Penilaian Kelayakan Aspek Komunikatif oleh Ahli Bahasa
Kriteria Skor Item Frekuensi Persentase Sangat Baik 5 2 66,67% Baik 4 1 33,33% Cukup Baik 3 0 0% Kurang Baik 2 0 0%
Sangat Kurang Baik 1 0 0%
114
Hasil analisis data penilaian menunjukkan bahwa penilaian kualitas dalam aspek komunikatif sebagai berikut 2(66,67%) item dikatakan “sangat baik” dan 1(33,33%) item dikatakan “baik”. Tidak ada (0%) item yang dinilai dengan kriteria “cukup baik”, “kurang baik”, dan “sangat kurang baik”. Hasil analisis data penilaian kelayakan aspek komunikatif dapat dilihat pada gambar diagram 4.23 di bawah ini:
Gambar 4.23 Diagram Batang Hasil Analisis Data Penilaian Kelayakan Aspek Komunikatif oleh Ahli Bahasa
2) Aspek Keterbacaan
Tabel 4.32 merupakan hasil analisis data penilaian kelayakan aspek keterbacaan oleh ahli bahasa:
Tabel 4.32
Analisis Data Penilaian Kelayakan Aspek Keterbacaan oleh Ahli Bahasa
Kriteria Skor Item Frekuensi Persentase Sangat Baik 5 5 83,33% Baik 4 1 16,67% Cukup Baik 3 0 0% Kurang Baik 2 0 0%
Sangat Kurang Baik 1 0 0%
Jumlah 6 100%
Hasil analisis data penilaian menunjukkan bahwa penilaian kualitas dalam aspek keterbacaan sebagai berikut 5(83,33%) item dikatakan “sangat baik” dan 1(16,67%) item dikatakan “baik”. Tidak ada (0%) item yang dinilai dengan kriteria “cukup baik”, “kurang baik”, dan “sangat kurang baik”. Analisis data penilaian kelayakan aspek keterbacaan dapat dilihat pada gambar diagram 4.24 di bawah ini:
Gambar 4.24 Diagram Batang Hasil Analisis Data Penilaian Kelayakan Aspek Keterbacaan oleh Ahli Bahasa
116
3) Aspek Lugas
Tabel 4.33 merupakan hasil analisis data penilaian kelayakan aspek lugas oleh ahli bahasa:
Tabel 4.33
Analisis Data Penilaian Kelayakan Aspek Lugas oleh Ahli Bahasa
Kriteria Skor Item Frekuensi Persentase Sangat Baik 5 1 50% Baik 4 1 50% Cukup Baik 3 0 0% Kurang Baik 2 0 0%
Sangat Kurang Baik 1 0 0%
Jumlah 2 100%
Hasil analisis data penilaian menunjukkan bahwa penilaian kualitas dalam aspek lugas sebagai berikut 1(50%) item dikatakan “sangat baik” dan 1(50%) item dikatakan “baik”. Tidak ada (0%) item yang dinilai dengan kriteria “cukup baik”, “kurang baik”, dan “sangat kurang baik”. Hasil analisis data penilaian kelayakan aspek lugas dapat dilihat pada gambar diagram 4.25 di bawah ini:
Gambar 4.25 Diagram Batang Hasil Analisis Data Penilaian Kelayakan Aspek Lugas oleh Ahli Bahasa
4) Aspek Kesesuaian dengan Tingkat Perkembangan Peserta
Didik
Tabel 4.34 merupakan hasil analisis data penilaian kelayakan aspek lugas oleh ahli bahasa:
Tabel 4.34
Analisis Data Penilaian Kelayakan Aspek Kesesuaian dengan Tingkat Perkembangan Peserta Didik oleh Ahli Bahasa
Kriteria Skor Item Frekuensi Persentase Sangat Baik 5 1 50% Baik 4 1 50% Cukup Baik 3 0 0% Kurang Baik 2 0 0%
Sangat Kurang Baik 1 0 0%
118
Hasil analisis data penilaian menunjukkan bahwa penilaian kualitas dalam aspek kesesuain dengan tingkat perkembangan peserta didik sebagai berikut 1(50%) item dikatakan “sangat baik” dan 1(50%) item dikatakan “baik”. Tidak ada (0%) item yang dinilai dengan kriteria “cukup baik”, “kurang baik”, dan “sangat kurang baik”. Hasil analisis data penilaian kelayakan aspek kesesuaian dengan tingkat perkembangan peserta didik dapat dilihat pada gambar diagram 4.26 di bawah ini:
Gambar 4.26 Diagram Batang Hasil Analisis Data Penilaian Kelayakan Aspek Kesesuaian dengan Tingkat Perkembangan
Peserta Didik oleh Ahli Bahasa
5) Aspek Keruntutan dan Keterpaduan Alur Pikir
Tabel 4.35 merupakan hasil analisis data penilaian kelayakan aspek Keruntutan dan Keterpaduan Alur Pikir oleh ahli bahasa:
Tabel 4.35
Analisis Data Penilaian Kelayakan Aspek Keruntutan dan Keterpaduan Alur Pikir oleh Ahli Bahasa
Kriteria Skor Item Frekuensi Persentase Sangat Baik 5 2 100% Baik 4 0 0% Cukup Baik 3 0 0% Kurang Baik 2 0 0%
Sangat Kurang Baik 1 0 0%
Jumlah 2 100%
Hasil analisis data penilaian menunjukkan bahwa penilaian kualitas dalam aspek keruntutan dan keterpaduan alur pikir sebagai berikut 2(100%) item dikatakan “sangat baik”. Tidak ada (0%) item yang dinilai dengan kriteria “baik”, “cukup baik”, “kurang baik”, dan “sangat kurang baik”. Hasil analisis data penilaian kelayakan aspek keruntutan dan keterpaduan alur pikir dapat dilihat pada gambar diagram 4.27 di bawah ini:
Gambar 4.27 Diagram Batang Hasil Analisis Data Penilaian Kelayakan Aspek Keruntutan dan Keterpaduan Alur Pikir oleh
120
e. Analisis Data Praktisi
1) Aspek Materi
Hasil penilaian yang diperoleh dari praktisi dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berikut tabel 4.36 analisis data penilaian kelayakan aspek materi oleh praktisi:
Tabel 4.36
Analisis Data Penilaian Kelayakan Aspek Materi oleh Praktisi Kriteria Skor Item Frekuensi Persentase Sangat Baik 5 10 83,33% Baik 4 2 16,67% Cukup Baik 3 0 0% Kurang Baik 2 0 0%
Sangat Kurang Baik 1 0 0%
Jumlah 12 100%
Hasil analisis data penilaian menunjukkan bahwa penilaian kualitas dalam aspek materi sebagai berikut 10(83,33%) item dikatakan “sangat baik” dan 2(16,67%) item dikatakan “baik”. Tidak ada (0%) item yang dinilai dengan kriteria “cukup baik”, “kurang baik”, dan “sangat kurang baik”. Analisis data penilaian kelayakan aspek materi dapat dilihat pada gambar diagram 4.28 di bawah ini:
Gambar 4.28 Diagram Batang Hasil Analisis Data Penilaian Kelayakan Aspek Materi oleh Praktisi
2) Aspek Bahasa
Tabel 4.37 merupakan hasil analisis data penilaian kelayakan aspek bahasa oleh praktisi:
Tabel 4.37
Analisis Data Penilaian Kelayakan Aspek Bahasa oleh Praktisi
Kriteria Skor Item Frekuensi Persentase Sangat Baik 5 2 33,33% Baik 4 4 66,67% Cukup Baik 3 0 0% Kurang Baik 2 0 0%
Sangat Kurang Baik 1 0 0%
Jumlah 6 100%
Hasil analisis data penilaian menunjukkan bahwa penilaian kualitas dalam aspek bahasa sebagai berikut 2(33,33%) item dikatakan “sangat baik” dan 4(66,67%) item dikatakan “baik”. Tidak ada (0%) item yang dinilai dengan kriteria “cukup baik”, “kurang baik”, dan “sangat kurang baik”.
122
Analisis data penilaian kelayakan aspek bahasa dapat dilihat pada gambar diagram 4.29 di bawah ini:
Gambar 4.29 Diagram Batang Hasil Analisis Data Penilaian Kelayakan Aspek Bahasa oleh Praktisi
3) Aspek Penyajian
Tabel 4.38 merupakan hasil analisis data penilaian kelayakan aspek penyajian oleh praktisi:
Tabel 4.38
Analisis Data Penilaian Kelayakan Aspek Penyajian oleh Praktisi Kriteria Skor