BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
Tabel 4.2. Jumlah kepemilikan kartu keluarga kabupaten Enrekang
NO KECAMATAN JUMLAH KEPEMILIKAN
KARTU KELUARGA
PERSENTASE (%) 1
2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Maiwa Enrekang Baraka Anggeraja Alla Bungin Cendana Curio Malua Buntu Batu Masalle Baroko
8.629 11.278
6.885 8.314 7.065 1.524 3.190 4.747 2.666 4.377 4.208 3.475
13.00 17.00 10.38 12.53 10.65 2.30 4.81 7.15 4.02 6.60 6.34 5.24
JUMLAH 66.358 100
Sumber: DISDUKCAPIL KABUPATEN ENREKANG
pelayanan yang jelas dan waktu penyelesaian tepat waktu serta pegawai dalam instansi harus besikap ramah dalam memberikan pelayan. Adapun menurut Tanjung dan Subagjo (2012) mengemukakan indikator standar operasional prosedur dengan menekankan pada, kemudahan dan kejelasan, efisiensi dan efektifitas, keselarasan, keterukuran, dinamis, berorientasi kepada pengguna atau pihak yang dilayani, kepatuhan hukum, serta kepastian hukum.
Dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan data dengan 3 metode di antaranya yaitu: Observasi, Wawancara, Dokumentasi Setelah melakukan beberapa peninjauan secara ilmiah dilapangan tentang Standar Operasional Prosedur Administrasi Pelayanan Kependudukan diperoleh informasi mengenai standar pelayanan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten Enrekang sebagai berikut:
1. Kartu Keluarga
Adapun persyaratan dalam pengurusan kartu keluarga adalah sebagai berikut:
Kartu keluarga asli yang akan dipecah atau diubah.
Fotokopi surat nikah (legalisir KUA bagi yang baru nikah).
Fotokopi akta/ijazah (untuk pembentukan data).
Fotokopi surat kelahiran (bagi anak baru lahir).
Fotokopi akta kematian (bagi keluarga yang meninggal)
Asli surat keterangan pindah yang dikeluarkan Disdukcapil Kab. Enrekang (bagi yang pindah dari luar kota).
Prosedur pembuatan kartu keluarga yaitu, pemohon menyerahkan berkas persyaratan ke petugas penerima berkas, petugas memeriksa kelengkapan dan kevalidan berkas, pengentrian data dan pencetakan draf dokumen, verifikasi draf dokumen, pencetakan dokumen, penandatanganan dokumen oleh KADIS, penyerahan dokumen ke pemohon.
2. E-KTP
Adapun persyaratan pengurusan E-KTP adalah sebagai berikut:
Fotokopi kartu keluarga (KK).
Surat keterangan kehilangan dari kepolisian (jika E-KTP hilang).
E-KTP lama (bagi yang melakukan perubahan elemen data).
Prosedur pembuatan E-KTP yaitu, pemohon menyerahkan berkas persyaratan ke petugas penerima berkas, petugas memeriksa kelengkapan dan kevalidan berkas, pengentrian data dan pencetakan draf dokumen, konsolidasi data oleh pusat, pencetakan dokumen, aktivasi ktp dan penyerahan dokumen ke pemohon.
3. Persyaratan Pembuatan Kartu Identitas Anak
Adapun persyaratan pengurusan kartu identitas anak yaitu sebagai berikut:
Fotokopi akta kelahiran.
Pas foto warna ukuran 2x3 = 2 lembar (bagi anak usia 5-17 tahun kurang 1 hari).
Prosedur pembuatan kartu identitas anak yaitu, pemohon menyerahkan berkas persyaratan ke petugas penerima berkas, petugas memeriksa kelengkapan
dan kevalidan berkas, pengentrian data pencetakan draf dokumen, pencetakan dokumen, penyerahan dokumen ke pemohon.
4. Surat Keterangan Pindah Datang Antar Provinsi Kab/Kota
Adapun persyaratan pengurusan surat keterangan pindah datang antar Provinsi Kab/Kota yaitu:
Surat keterangan pindah dari domisili asal.
Fotokopi kartu keluarga (bagi yang menumpang kartu keluarga).
Fotokopi surat menikah (bagi yang sudah menikah).
Prosedur pembuatan surat keterangan pindah datang antar provinsi kab/kota yaitu, pemohon menyerahkan berkas persyaratan ke petugas penerima berkas, petugas memeriksa kelengkapan dan kevalidan berkas, pengentrian data dan pencetakan draf dokumen, verifikasi draf dokumen, pencetakan dokumen, penandatanganan dokumen oleh KADIS, penyerahan dokumen ke pemohon.
5. Akta Kelahiran
Adapun persyaratan pengurusan akta kelahiran yaitu:
Surat keterangan kelahiran dari Dokter/Bidan/Penolong kelahiran atau STPJM data kelahiran bagi masyarakat yang tidak bias menunjukkan keterangan kelahiran dari Bidan.
Fotokopi akta nikah/akta perkawinan (dilegalisir untuk anak pertama).
Fotokopi kartu keluarga.
Fotokopi KTP orang tua (untuk yang berusia 19 tahun kebawah diganti dengan fotokopi KTP yang bersangkutan).
Data pendukung lainnya seperti ijazah/ SK PNS jika ada.
Prosedur pembuatan akta kelahiran yaitu, pemohon menyerahkan berkas persyaratan ke petugas penerima berkas, petugas memeriksa kelengkapan dan kevalidan berkas, pengentrian data dan pencetakan draf dokumen, verifikasi draf dokumen, pencetakan dokumen, penandatanganan dokumen oleh KADIS, penyerahan dokumen ke pemohon.
6. Akta Kematian
Adapun persyaratan pengurusan akta kematian sebagai berikut:
Surat kematian dari Lurah (jika meninggal dirumah).
Surat keterangan kematian ( jika meninggal dirumah sakit).
Fotokopi KTP yang bersangkutan.
Fotokopi kartu keluarga (jika kartu keluarga tidak ada anggota lain maka lampirkan kartu keluarga asli)
Data pendukung lainnya seperti ijazah, SK PNS jika ada.
Prosedur pembuatan akta kematian yaitu, pemohon menyerahkan berkas persyaratan ke petugas penerima berkas, petugas memeriksa kelengkapan dan kevalidan berkas, pengentrian data dan pencetakan draf dokumen, verifikasi draf dokumen, pencetakan dokumen, penandatanganan dokumen oleh KADIS, penyerahan dokumen ke pemohon.
7. Akta Perkawinan
Adapun persyaratan pengurusan akta perkawinan yaitu:
Formulir F2.12.
Fotokopi surat keterangan perkawinan dari Pemuka Agama/Pendeta/Penghayat Kepercayaan (legalisir).
Fotokopi kartu keluarga.
Fotokopi KTP suami-istri.
Fotokopi akta kelahiran suami-istri.
Pas foto gandeng/berdampingan suami-istri berwarna ukuran 4x5: 3 lembar
Data pendukung lainnya seperti: fotokopi passport suami-istri (bagi WNA) dan fotokopi kartu keluarga Orang Tua/Wali kedua belah pihak.
Prosedur pembuatan akta perkawinan yaitu, pemohon menyerahkan berkas persyaratan ke petugas penerima berkas, petugas memeriksa kelengkapan dan kevalidan berkas, pengentrian data dan pencetakan draf dokumen, verifikasi draf dokumen, pencetakan dokumen, penandatanganan dokumen oleh KADIS, penyerahan dokumen ke pemohon.
8. Akta Perceraian
Adapun persyaratan pengurusan akta perceraian yaitu:
Formulir F2.12.
Penetapan pengadilan negeri tinggi/MA.
Kutipan akta perkawinana suami-istri.
Fotocopi KTP suami-istri.
Fotocopi kartu keluarga.
Prosedur pembuatan akta perceraian yaitu, pemohon menyerahkan berkas persyaratan ke petugas penerima berkas, petugas memeriksa kelengkapan dan kevalidan berkas, pengentrian data dan pencetakan draf dokumen, verifikasi draf
dokumen, pencetakan dokumen, penandatanganan dokumen oleh KADIS, penyerahan dokumen ke pemohon.
9. Legalisir
Adapun persyaratan legalisir adalah sebagai berikut:
Fotokopi kartu keluarga/KTP yang akan dilegalisir.
Kartu keluarga/KTP yang akan dilegalisir.
Prosedur legalisir yaitu, pemohon menyerahkan berkas persyaratan ke petugas penerima berkas, penandatangan dokumen oleh KADIS, penyerahan dokumen ke pemohon.
10 Manfaat SOP
Persyaratan pelayanan ini merupakan rangkaiaan kegiatan yang perlu disiapkan pengguna layanan sebelum melakukan kegiatan pengurusan administrasi kependudukan. Pada dasarnya tujuan pelayanan publik adalah memberikan layanan yang memuaskan kepada pengguna layanan atau masyarkat, untuk mencapai kepuasan itu maka Standar operasional prosedur perlu dilakukan agar tercipta kualitas pelayanan yang baik dan teratur. Berdasrakan Tanjung dan Subagjo (2012) mengemukakan indikator standar operasional prosedur dengan menekankan pada: selain hal tersebu dalam penelitian ini peneliti juga mengambil beberapa data sekuder yang dari SOP secara langsung tentang manfaat SOP yang di terapkan adapun manfaat dari SOP yang di terapkan sebagai berikut :
Tabel 4.3 Manfaat SOP
No MANFAAT STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ADMINISTRASI PEMERINTAHAN
1 Sebagai standarisasi cara yang dilakukan aparatur dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya;
2 Mengurangi tingkat kesalahan dan kelalaian yang mungkin dilakukan oleh seorang aparatur atau pelaksana dalam melaksanakan tugas;
3 Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab individual aparatur dan organisasi secara keseluruhan;
4 Membantu aparatur menjadi lebih mandiri dan tidak tergantung pada intervensi manajemen, sehingga akan mengurangi keterlibatan pimpinan dalam pelaksanaan proses sehari-hari;
5 Meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan tugas;
6 Menciptakan ukuran standar kinerja yang akan memberikan aparatur cara konkrit untuk memperbaiki kinerja serta membantu mengevaluasi usaha yang telah dilakukan;
7 Memastikan pelaksanaan tugas penyelenggaraan pemerintahan dapat berlangsung dalam berbagai situasi;
8 Menjamin konsistensi pelayanan kepada masyarakat, baik dari sisi mutu, waktu, dan prosedur;
9 Memberikan informasi mengenai kualifikasi kompetensi yang harus dikuasai oleh aparatur dalam melaksanakan tugasnya;
10 Memberikan informasi bagi upaya peningkatan kompetensi aparatur;
11 Memberikan informasi mengenai beban tugas yang dipikul oleh seorang aparatur dalam melaksanakan tugasnya;
12 Sebagai instrumen yang dapat melindungi aparatur dari kemungkinan tuntutan hukum karena tuduhan melakukan penyimpangan;
13 Menghindari tumpang tindih pelaksanaan tugas
14 Membantu penyelesaian terhadap kesalahan-kesalahan prosedur dalam memberikan pelayanan;
15 Membantu memberikan informasi yang diperlukan dalam penyusunan standar pelayanan, sehingga sekaligus dapat memberikan informasi bagi kinerja pelayanan.
11 Jenis Pelayanan SOP
Dari beberapa data yang dapat kan oleh peneliti berkaitan dengan SOP di kabupaten enrekang dimana terdapat beberapa jeni pelayanan yang dilakukan oleh petugas dinas kependudukan dan adapun jenis pelayanan yang dilakukan sebagai berikut :
Table 4.4 SOP Jenis Pelayanan Dikabupaten Nerkang
NO SOP BENTUK PELAYANAN DI DINAS KEPENDUDUKAN YANG ADA DI KABUPATEN ENREKANG
1 Pelayanan Pendaftaran Penduduk
a SOP Pelayanan Penerbitan Biodata Penduduk;
b SOP Pelayanan Penerbitan Kartu Keluarga (KK);
c SOP Pelayanan Penerbitan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) d SOP Pelayanan Penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA);
e SOP Pelayanan Penerbitan Surat Keterangan Pindah (SKP);
f SOP Pelayanan Penerbitan Surat Keterangan Pindah Luar Negeri (SKPLN);
g SOP Pelayanan Penerbitan Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT).
2 Pelayanan Pencatatan Sipil:
a SOP Pelayanan Pencatatan Kelahiran;
b SOP Pelayanan Pencatatan Kematian;
c SOP Pelayanan Pencatatan Perkawinan;
d SOP Pelayanan Pencatatan Perceraian;
e SOP Pelayanan Pencatatan Pengangkatan Anak;
f SOP Pelayanan Pencatatan Pengakuan Anak;
g SOP Pelayanan Pencatatan Pengesahan Anak;
h SOP Pelayanan Pencatatan Perubahan Nama.
12 Tujuan, Sasaran
Selain data sekuder yang di atas yang didpatkan oleh peneliti peneliti juga mencatumkna tujuan dan sasaran SOP yang di terapkan di dinas kependudukan di kabupaten nerekang adapaun tujuan sarsaranya sebagai berikut
Tabel 4.5
Tujuan, Sasaran, Slogan
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten ENREKANG Tujuan Meningkatkan kualitas penyelenggaraan
administrasi kependudukan
Sasaran 1. Meningkatnya kualitas penyelenggaraan administrasi kependudukan.
2. Meningkatnya akuntabilitas kinerja Perangkat Daerah Slogan/Motto
Pelayanan
Melayani Sepenuh Hati Dengan Hati-hati dan Tidak Sesuka Hati
Adapun kedudukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi serta tata kerja dinas daerah diatur lebih lanjut dalam Peraturan Bupati Enrekang Nomor 29 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Dan Fungsi Serta
Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Enrekang . Di dalam Bab VIII Pasal 151 s.d pasal 178 mengatur tentang kedudukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi serta tata kerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten enrekang .
1. Kemudahan dan Kejelasan
Kemudahan dan kejelasan artinya prosedur-prosedur yang distandarkan dapat dengan mudah dimengerti dan diterapkan. Dengan kejelasan prosedur dan persyaratan dalam penyelenggaraan pelayanan administrasi kependudukan sehingga dapat dengan mudah diakses oleh semua piahak yang membutuhkan.
Dalam hal ini standar operasional prosedur dan persyaratan dalam pelayanan administrasi kependudukan yang ada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang yang diinformasikan baik melalui papan pengumuman serta website resmi ataupun petugas pelayanan memberikan arahan langsung kepada masyarakat. Berdasarkan dari uraian diatas maka wawancara yang dilakukan penulis kepada informan berinisial AH mengatakan bahwa:
“SOP kita sosialisasikan kepada masyarakat, disamping kami memiliki pamplet yang dipasang baik dalam ruangan maupun diluar rungan serta terdapat website resmi, itu semua untuk mempermudah atau membantu masyarakat dalam pengurusan dokumen” (wawancara, AH, 30 desember 2021).
Hal senada juga dikatakan oleh salah satu informan yang mengatakan:
“Iya yang saya lihat prosedur dan persyaratan sudah diinformasikan melalui poster yang dipasang didalam ruangan kantor Disdukcapil” (wawancara, IA, 30 desember 2021).
Berdasarkan hasil wawancara diatas bahwa Standar Operasional Prosedur Administrasi Pelayanan Kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Catatan
Sipil Kabupaten Enrekang sudah diinformasikan baik kepada masyarakat baik melalui pamplet yang terpasang didalam maupun diluar ruangan serta diinformasikan melalui website resmi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang.
Adapun kejelasan waktu, kejelasan waktu yang dimaksud dalam Standar Operasional Prosedur Administrasi Pelayanan Kependudukan adalah jangka waktu yang dibutuhkan untuk proses penyelesaian administrasi kependudukan.
Waktu penyelesaian administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang disesuaikan standar pelayanan yaitu 1 hari proses penyelesaian, dan telah diinformasikan melalui penyelenggara pelayanan di Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang. Berdasarkan kejelasan waktu, adapun salah satu informan yang mengatakan bahwa:
“Waktu penyelesaian berdasarkan SOP maksimal 1 hari kerja dan bisa selesai dalam waktu 1 jam tergantung dari dokumen yang dibuat misalnya pembuatan kartu keluarga, jika tidak ada kendala dan itu sudah diinformasikan sebelumnya” (wawancara, Jl, 30 desember 2021).
Hal senada juga dikatakan oleh informan berinisial BD yang membenarkan hal ini dengan mengatakan bahwa:
“ya waktu penyelesaian memang selesai 1 hari, kalau sudah menyerahkan persyaratan dan diberi resi pengambilan besoknya kita disuruh datang lagi ke kantor untuk mengambilnya”
(wawancara, Na, 30 desember 2021).
Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan yang dilakukan penulis bahwa kejelasan waktu penyelesaian administrasi kependudukan berdasarkan SOP yaitu 1 hari kerja dan bisa selesai dalam beberapa jam tergantung dari dokumen yang dibuat seperti pembuatan kartu keluarga, sudah diinformasikan oleh
penyelenggara pelayanan. Tetapi akan lama jika ada kendala teknis dan itu semua sudah diinformasikan sebelumnya dan tersebut telah menunjukan hal baik karna para petugas dapat meyelesaikan tugasnya dengan cepat.
Adapaun hasil obesrvasi yang didapatkan oleh peneliti berkaiatan dengan hasil penelitian peneliti memanfaatkan data sekuder yaitu SOP sebagai batokan dalam penuilsan skripsi ini yang mengatakan bahwa BAB I pendahuluan tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) Administrasi Kependudukan Di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang yang terdapat di Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, dijelaskan bahwa administrasi kependudukan adalah rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dalam penerbitan dokumen dan data kependudukan melalui pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, pengelolaan informasi administrasi kependudukan dengan memberikan pelayanan kepada publik.
Dimana isi tersebut menjelaskan bahwa Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagai instansi pelaksana yang diberi kewenangan melaksanakan pelayanan Administrasi Kependudukan dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam pengelolaan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil dengan online secara nasional, diharapkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang dapat memberikan pelayanan informasi kependudukan yang tepat waktu, tepat administrasi, tepat aturan dan tepat sasaran serta terpadu sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam memacu terselenggaranya tertib administrasi kependudukan. Pemanfaatan teknologi informasi untuk memperlancar, mempermudah dan mempercepat proses pembuatan KTP-el, Kartu
Keluarga dan pencetakan kutipan akta pencatatan sipil secara nasional.
Pemanfaatan teknologi informasi administrasi kependudukan merupakan salah satu upaya dalam rangka membangun dan mengelola data base kependudukan yang dapat dimanfaatkan sebagai bank data yang lengkap, akurat, aman dan dapat diakses secara cepat dan terpadu. Dengan tersedianya sarana dan prasarana serta terbangunnya sistem informasi administrasi kependudukan secara nasional diharapkan dapat mewujudkan tujuan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang .
2. Efisiensi dan Efektifitas
Efisiensi dan efektifitas merupakan prosedur yang distandarkan singkat dan cepat dalam proses pencapaian target pekerjaan dan memerlukan sumber daya paling sedikit. Pelayanan akan efisien apabila birokrasi pelayanan dapat menyediakan pelayanan seperti biaya dan waktu pelayanannya yang meringankan masyarakat pengguna layanan, salah satu ukuran penting dalam efisiensi dan efektivitas pelayanan adalah kedisiplinan pegawai dalam pelaksanakan tugasnya.
Petugas pelayanan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi, karena tanpa kedisiplinan pegawai, keefisienan dan keefektivan pelayanan tidak akan tercapai.
Berkaitan dengan hal tersebut dari hasil penelitian yang dilakukan penulis mengenai waktu pelayanan pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang yaitu hari senin sampai dengan hari jumat melakukan pelayanan dari jam 8.00 wita sampai 16.00 wita. Dari uraian tersebut adapun tangggapan dari informan mengatakan:
“Setiap pegawai harus mengerti tentang aturan yang berlaku dalam melaksanakan tugasnya dengan adanya aturan tersebut maka akan
meningkatkan kedisiplinan pegawai. Disini kami memiliki aturan jam kerja, dimana jam masuk kantor jam 7.30 tetapi pelayanan dimulai jam 8.00 sampai jam 16.00. kami sebagai pihak pemimpin selalu berusaha agar kedisiplinan pegawai selalu terjaga”
(wawancara, Jl, 30 desember 2021).
Hal serupa juga dikatakan informan bahwa:
“Jam masuk kantor jam 7.30 tetapi pelayanan dimulai jam 8.00 sampai jam 16.00 setiap hari senin sampai jumat, petugas pelayanan sudah mengikuti aturan tersebut dan sudah dikatakan disiplin dalam pelaksanaan tugas” (wawancara, FI, 30 desember 2021).
Indikator lain dalam melihat keefisienan dan evektifitas pelayanan adalah mengenai kecepatan dalam menyelesaikan tugas, kepastian waktu dan kecepatan waktu dalam memberikan layanan kepada masyarakat dapat dikategorikan berjalan dengan baik apabila tidak ada gangguan tekhnis. Hal ini dibenarkan oleh salah sutu informan yang mengatakan:
“ Semua penyelesaian bisa dalam 1 hari tanpa mengulur-ulur waktu pihak kami akan berusaha menyelesaikan dalam waktu yang telah ditentukan yaitu dalam 1 hari kerja. Namun akan lebih lama jika ada pihak yang bersangkutan untuk penandatanganan tidak hadir ditempat ataupun terdapat kendala lainnya” (wawancara, Fh, 30 desember 2021).
Begitupun hasil wawancara yang penulis lakukan kepada informan mengatakan:
“kemarin saya melakukan pengurusan akta kelahiran dan hari ini saya sudah mengambil akta kelahiran yang sudah jadi, saya langsung ke loket dengan memberikan resi pengambilan dan saya tidak dimintai biaya sedikitpu” (wawancara, IA, 30 desember 2021).
Berdasarkan hasil wawancara diatas, Standar Operasional Prosedur menunjukkan waktu penyelesaian 1 hari kerja dan tidak ada pungut biaya. Dengan demikian keefektifan dan keefisienan sudah terlaksana dalam Standar
Operasional Prosedur Administrasi Kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enekang dalam hal dalam menerapkan inplementasi SOP telah berjalan denagan baik sehingga membuahkan hasil kinerja yang baik karena para petugas konsisten dengan efisien dan efektif dalam bekerja terutama menerapkan waktu bekerja
3. Keselarasan
Keselarasan merupakan prosedur-prosedur yang distandarkan harus selaras dengan prosedur standar lain yang terkait, prosedur yang distandarkan mengandung standar kualitas dan mutu baku tertentu yang dapat diukur pencapaian keberhasilannya. Berdasarkan wawancara dengan informan yang mengatakan:
”Iya SOP adalah serangkaian aksi spesifik atau khusus yang dilakukan berdasarkan ketentuan jika terdapat prosedur standar lain yang saling berkaitan maka itu harus saling selaras agar tindakan yang dilakukan dengan cara baku tersebut tidak saling bertentangan sehingga memperoleh hasil yang sama” (wawancara , IA ,30 desember 2021).
Berdasarkan wawancara diatas maka Standar Operasional Prosedur Administrasi pelayanan Kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kabupaten Enrekang selaras dengan prosedur standar lain yang terkait.
Pendapat dari pegawai lain juga di ungkapkan sala satu informan tentang keselarsan inflementasi Standar Operasional Prosedur mengatakan :
keselarsan inflementasi Standar Operasional Prosedur saya rasa sudah sangat baik karena sampai sejau ini tidak ada masalah tentang prosedur lainya kerena semua prosedur yang telah di terapkan saling mendukung sehingga SOP dapat bejalan dengan baik (wawancara, Jl, 30 desember 2021).
dari hasil wawancara denga sala satu informan dimana berpendapat bahwa keselarasan SOP yang di terapkan telah berjalan dengan baik dan juga prosedu prosedur lainya juga saling mendukung sehingga SOP yang di terapkan dapat bejalan dengan baik selama ini
Pendapat dari pegawai lain juga di ungkapkan sala satu informan tentang keselarasan inflementasi Standar Operasional Prosedur mengatakan :
keselarsan inflementasi Standar Operasional Posedur sudah sangat baik karenaapa bila ada masalah yang tentang prosedur lainya yang tidak bisa selaras maka akan di tindak lanjuti dengan cepat atau evaluasi sehingga sampai sejau ini bisa berjalan dengan baik (wawancara, Na, 30 desember 2021).
dari hasil wawancaar yang telah di dapatkan dimana dengan sala satu informan berpendapat bahwa SOP yang di terapkan selama ini sudah sangat baik bahkan dapat selaras dengan prosedur prosedur lainya karena apa bila ada maslaha akan di evaluasi dengan cepat sehingga sampai sejau ini dapat berjalan dengan baik dana juga beberapa prosedur dapat bejalan dengan selarasa
4. Keterukuran
Keterukuran merupakan proses dan hasil pekerjaan dapat diukur kuantitas dan kualitasnya. Keterukuran adalah pedoman atau prinsip untuk pemuat SOP dalam menyusun SOPnya. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan mengatakan bahwa:
“Ya SOP pelayanan sudah sesuai dengan prosedur yang tetapkan di Disdukcapil Kab. Enrekang sehingga diharapkan masyarakat dapat merasa puas karena penerapan standar operasional prosedur pelayanan yang digunakan sesuai dengan waktu dan alur yang ditetapkan dan akan selalu diterapkan dan ditingkatkan untuk kepuasan masyrakat” (wawancara, AH 30 desember 2021).
Adapun hasil wawancara yang mengatakan
“Iya kita sudah merasa puas dengan pelayanan yang diberikan, prosedur dan persyaratannya sudah di informasikan melalui poster yang terpasang dalam ruangan kantor DISDUKCAPIL”
(wawancara, IA 30 desember 2021).
Berdasarkan hasil wawancara tersebut maka bisa dikatakan bahwa Standar Operasional Prosedur Administrasi pelayanan pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang mengandung standar kualitas mutu tertentu yang dapat diukur pencapaian keberhasilannya.
Pedanapat lain juga di ungkan sala satu informan tentang Keterukuran inplementasi SOP mengatakan :
selama ini telah berjalan dengan baik hal ini dapat dilihat darik kinerja para petugas mulai dari carapelayanan sampai dengan proses pembuatan yang dilakukan oleh para petugas dan hal tersebut memang telah di atur dalam SOP seperti sopan melakukan pelayanan dan harus di selesaikan secapat munkin bila ada masayarakat yang datang mengurus (wawancara, Jl, 30 desember 2021).
Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan informan diman informan tersebut berpendapat bahwa akar kinerja dapat berjalan dengan baik maka para pegawai dapat mengikuti aturan telah di tetapkan seperti cara pelayanan dan penergetan dalam melakukan pelayanan sehingga dapat mengurangi resiko para masayrakat mengeluh tas pelayanan yang dilakukan dan hal ini menunjukan bahwa keterukuran inplementasi SOP telah berjalan dengan baik karna sampai sejaui ini 5. Dinamis
Dinamis merupakan prosedur yang distandarkan sesuai dengan kebutuhan peningkatan kualitas pelayanan yang berkembang dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Dinamis menekankan pada kebijakan, institusi dan struktur
yang mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang tidak pasti sehingga tujuan yang hendak dicapai dapat terwujud secara efektif dan efisien. Terdapat beberapa contoh penyelenggara pelayanan yang dikatakan menerapkan konsep dinamis dengan menerapkan pelayanan bersifat online. Dari uraian tersebut adapun tangggapan dari informan beriniisial HS mengatakan:
“ya sekarang kita bisa online jadi masyarakat bisa memilih untuk melakukan layanan tatap muka atau secara online, ada aplikasi kita bikin untuk memperlancar pengurusan dokumen jadi masyarakat sudah bisa cetak mandiri dokumennya dirumah tetapi ada beberapa dokumen yang tidakbisa di cetak sendiri seperti KTP dan kartu keluarga, dan di setiap kecamatan sudah bisa ditempati untuk mengurus dokumen” (wawancara, Na 30 desember 2021).
Berdasarkan hasil wawancara diatas dengan adanya layanan bersifat online sehinga memudahkan masyarakat dalam pengurusan administrasi kependudukan Hal ini dibenarkan informan berinisial BD yang mengatakan bahwa:
“Iya kita hanya perlu mempersiapkan persyaratan dokumen yang kita butuhkan kemudian dikirim lewat WA, kemudian kita dikirimkan hasilnya dalam bentuk Pdf untuk kita cetak sendiri”
(wawancara, FI 30 desember 2021).
Berdasarkan hasil wawancara di atas bahwa Standar Operasional Prosedur dalam bentuk pelayanan online sudah memberikan kemudahan pada masyarakat dalam melakukan pengurusan administrasi kependudukan.
Pedanapat lain juga di ungkan sala satu informan tentang Dinamis inplementasi SOP mengatakan :
Sampai sejau ini dinamis impelementasi SOP telah berkembang dengan baik dimana di ketahui bahwa teknologi sampai sejau ini selalu abdet dalam melakukan perkemabnagan sedang dalam pengurusan yang dilakukan tidak bisa pungkiri bahwa sangat membutuhkan perlatan teknologi dan semakin canggih teknologi maka semakin baik juga hasil kinerja sebuah istansi maka dari para istansi juga harus bisa mengabdet tentang mengikuti perkemabangan teknologgi guna mempermudah dan