• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

Dalam dokumen UIN ALAUDDIN MAKASSAR (Halaman 66-77)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Hasil Belajar Peserta Didik Sebelum diterapkan Scientific Approach pada Mata Pelajaran Fikih di MA DDI Mattoanging Bantaeng

rata-rata yaitu 30,48 dan standar deviasi yaitu 13,220. Melalui analisis data yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa kelas kontrol lebih memiliki rata-rata lebih besar daripada kelas ekperimen. Dalam arti kemampuan belajar fikih peserta didik kelas kontrol lebih besar dari Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti di MA DDI Mattoanging Bantaeng, dapat diperoleh dari instrumen penelitian tes hasil belajar Fikih kelas kontrol dan eksperimen sebelum diterapkannya scientific approach memiliki nilai rata-rata sebesar 41,00>30,48, nilai tersebut menunjukkan bahwa kelas kontrol lebih besar nilai rata-ratanya dari kelas eksperimen, yaitu sebagai berikut:

Tabel 4. 1 Hasil Belajar Fikih Kelas XII IPS 1 Pre-test (kelas Eksperimen)

No. Responden Nilai Pre-test

1 Ahmad Arqham Al Farizi 20

2 Ahmad Aimar 30

3 Ahmad Rifqi 30

4 Arman Nawir 30

5 Ashabul 50

6 Dicky Mappaturu 30

7 Hasnur Zulfikar 40

8 Ismail 20

9 Jabal Rahmat 20

49

10 M. Bardan Rayhan 30

11 Muh. Akbar 10

12 Muh. Iqbal Sastika 40

13 Muh. Nursyam 40

14 Muh. Ridwan 0

15 Muhammad Afdal 50

16 Murtadha Muthahhari 50

17 Nasrullah 40

18 Nirwanzah 30

19 Nur Alamsyah 40

20 Nurmutawakkil B 20

21 Rahmat 20

Hari/Tanggal, Kamis 29 Juli 2021

Tabel 4. 2 Hasil Belajar Filih Kelas XII IPS 2 Pre-test (Kelas Kontrol)

No. Responden Nilai Pre-test

1 A. Tenriajeng Asmanur 40

2 Azwajum Muthohharah 70

3 Cinta 40

4 Citra Amaliah 50

5 Fathul Jannah 30

6 Hijriani 40

7 Hilda Fachriza 50

8 Indo Ani 20

9 Marwati 30

10 Mauiza Al Mawaddah 40

11 Nur Adelia 40

12 Nur Afiza 30

13 Nur Aisyah 60

14 Nurfadilah 50

15 Nurfadillah 10

16 Nurul Hidayah 30

17 Nurzahira 60

18 Resky Auliyah 40

19 Riska Ernawati 40

20 St. Khadijah 50

Hari/Tanggal, jum’at 30 Juli 2021

Tabel 4. 1 Statistik Deskriptif Hasil Belajar Fikih Kelas XII IPS 1 & 2 Pre-test pada Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen

Kelas Mean Std. Deviasi N

Kelas Kontrol 41,00 14,105 20

Kelas Eksperimen 30,48 13,220 21

Total 35,61 14,500 41

Tanggal, Kamis 05 Agustus 2021

Bagian output ini menampilkan ringkasan statistik deskripitif dari data yang dianalisis. Dari output di atas diperoleh nilai mean atau rata-rata dari Experimental Kelas dengan jumlah peserta didik sebanyak 21 peserta didik yaitu 30,48 dan standar deviasinya yatu 13,220. Sedangkan nilai mean atau rata-rata dari Kontrol Kelas dengan jumlah peserta didik sebanyak 20 peserta didik yaitu 41,00 dan standar deviasinya yatu 14,105.

51

Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar pada mata pelajaran Fikih kelas kontrol memiliki rata-rata 41,00>30,48 daripada kelas eksperimen, sesuai dengan pre-test yang dilakukan peneliti.

2. Hasil Belajar Peserta Didik Setelah diterapkan Scientific Approach pada Mata Pelajaran Fikih di MA DDI Mattoanging Bantaeng

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti pada hari Kamis & jum’at tanggal 29-30 Juli 2021 di MA DDI Mattoanging Bantaeng, maka dapat diperoleh dari instrumen penelitian pre-test dan post-test hasil belajar Fikih kelas kontrol dan eksperimen setelah diterapkannya scientific Approach memiliki nilai rata-rata sebesar 60,50<79,52, nilai tersebut menunjukkan bahwa kelas kontrol lebih kecil nilai rata-ratanya dari kelas eksperimen, yaitu sebagai berikut:

Tabel 4. 2 Hasil Belajar Fikih Kelas XII IPS 1 Post-test pada (Eksperimen)

No. Responden Nilai Post-test

1 Ahmad Arqham Al Farizi 90

2 Ahmad Aimar 80

3 Ahmad Rifqi 80

4 Arman Nawir 70

5 Ashabul 100

6 Dicky Mappaturu 70

7 Hasnur Zulfikar 70

8 Ismail 70

9 Jabal Rahmat 80

10 M. Bardan Rayhan 80

11 Muh. Akbar 90

12 Muh. Iqbal Sastika 60

13 Muh. Nursyam 70

14 Muh. Ridwan 70

15 Muhammad Afdal 100

16 Murtadha Muthahhari 100

17 Nasrullah 100

18 Nirwanzah 50

19 Nur Alamsyah 70

20 Nurmutawakkil B 90

21 Rahmat 80

Hari/Tanggal, Kamis 29 Juli 2021

Tabel 4. 5 Hasil Belajar Fikih Kelas XII IPS 2 Post-test (Kelas Kontrol)

No. Responden Nilai Post-test

1 A. Tenriajeng Asmanur 60

2 Azwajum Muthohharah 100

3 Cinta 40

4 Citra Amaliah 60

5 Fathul Jannah 50

6 Hijriani 60

7 Hilda Fachriza 70

8 Indo Ani 80

9 Marwati 60

10 Mauiza Al Mawaddah 60

11 Nur Adelia 40

12 Nur Afiza 40

53

13 Nur Aisyah 60

14 Nurfadilah 70

15 Nurfadillah 40

16 Nurul Hidayah 40

17 Nurzahira 70

18 Resky Auliyah 80

19 Riska Ernawati 50

20 St. Khadijah 80

Hari/Tanggal, Jum’at 30 Juli 2021

Tabel 4. 3 Statistik Deskriptif Hasil Belajar Fikih Kelas XII IPS 1 & 2 Pos-test pada Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen

Kelas Mean Standar Deviation N

Kelas Kontrol 60,50 16,694 20

Kelas Eksperimen 79,52 13,956 21

Total 70,24 17,957 41

Hari/Tanggal, Kamis 05 Agustus 2021

Bagian output ini pula menampilkan ringkasan statistik deskripitif dari data yang dianalisis. Dari output di atas diperoleh nilai mean atau rata-rata dari Experiment Kelas dengan jumlah peserta didik sebanyak 21 peserta didik yaitu 79,52 dan standar deviasinya yatu 13,956, sedangkan nilai mean atau rata-rata dari Kontrol Kelas dengan jumlah peserta didik sebanyak 20 peserta didik yaitu 60,50 dan standar deviasinya yatu 16,694.

Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar pada mata pelajaran Fikih pada kelas kontrol memiliki rata-rata 60,50<79,52 daripada kelas eksperimen, sesuai dengan post-test yang dilakukan peneliti.

3. Pengaruh Scientific Approach terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Fikih di MA DDI Mattoanging Bantaeng

Pada poin ke-3 ini merupakan jawaban dari rumusan masalah yang ke-3 pula, yaitu apakah terdapat pengaruh Scientific Approach terhadap Hasil Belajar peserta didik pada mata pelajaran Fikih di MA DDI Mattoanging Bantaeng, dengan melihat apakah ada perbedaan yang signifikan antara peserta didik yang diajar dengan menggunakan scientific approach dengan peserta didik yang tidak menggunakan pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran di dalam kelas tersebut.

a. Uji prasyarat

2) Uji Normalitas Data

Untuk pengujian normalitas dalam penelitian ini untuk pre-test dan post-test pada kelas kontrol dan kelas eksperimen menggunakan program IMB SPSS Statistics 26 agar mempermudah peneliti dalam mengolah data yang telah didapatkan dalam penelitiannya dan bertujuan untuk mengetahui data yang diteliti apakah data yang diperoleh dari responden berdistribusi normal ataukah tidak berdistribusi normal sama sekali, oleh karena itu dengan menggunakan metode Kolmogorov-Smirnova dan Shapiro-Wilk pada taraf signifikansi ᵅ = 0,05 untuk data yang sama yaitu sebanyak 20 orang peserta didik dari kelas XII IPS 1 yang menjadi kelas kontrol dan 21 orang dari kelas XII IPS 2 yang menjadi kelas eksperimen maka diperoleh data sebagai berikut:

55

Tabel 4. 4 Uji Normalitas Hasil Belajar Fikih Kelas XII IPS 1& 2 Menggunakan Program IMB SPSS Statistics 26 pada Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen

Uji Kelas Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statisti k

Df Sig. Statisti k

Df Sig.

Pre_test Kontrol ,178 20 ,096 ,958 20 ,499

Eksperimen ,152 21 ,200* ,935 21 ,177

Post_test Kontrol ,162 20 ,179 ,915 20 ,078

Eksperimen ,181 21 ,070 ,918 21 ,081

Hari/Tanggal, Kamis 05 Agustus 2021

Dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas bahwa jika nilai Sig.

> 0,05 maka data berdistribusi normal. Sedangkan jika nilai Sig. < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal. Sedangkan teknik untuk uji normalitas ini yaitu Shapiro Wilk dan Kolmogrov Smirnov. Perbedaan dari keduanya adalah sebegai berikut:

a) Shapiro Wilk digunakan untuk mengetahui sebaran data acak suatu sampel kecil dengan sampel tidak lebih dari 50 sampel (𝑁 < 50).

b) Kolmogorov Smirnov, uji normalitas ini menghasilkan performa yng baik untuk ukuran data 20-1000, sehingga pada umunya uji normalitas ini digunakan untuk ukuran data diatas 50 sampel (20 ≤ 𝑁 ≤ 1000).

Dari hasil output IMB SPSS Statistics 26 di atas diperoleh bahwa nilai siginifikan (Sig.) hasil (Sig.) dari test Kelas eksperimen 0.200 (Sig. > α), pre-test kelas kontrol 0.096 (Sig. > α), post-pre-test Kelas eksperimen 0.070 (Sig. > α), dan post-test Kelas kontrol 0.070 (Sig. > α). Sehingga dapat disimpulkan bahwa masing-masing data baik data di kelas eksperimen maupun di kelas kontrol berdistribusi normal. Untuk itu, asumsi uji normalitas telah terpenuhi. Dengan demikian data penelitian tersebut dapat dilakukan uji ANCOVA. Selanjutnya melakukan uji homogenitas dan uji ANCOVA.

Tabel 4. 5 Between-Subjects Factors Pada Kelas XII IPS 1 & 2

No. Value Label N

1 Kelas Kontrol 20

2 Kelas Eksperimen 21

Hari/Tanggal, Kamis 05 Agustus 2021

Output di atas menjelaskan tentang hasil dari subjek-subjek yang di teliti.

Dari output di atas dapat dilihat bahwa variabel Kelas eksperimen berjumlah 21 data sedangkan variabel Kelas Kontrol berjumlah 20 data. Hal tersebut sesuai dengan hasil data penelitian yang telah disajikan di atas.

3) Uji Homogenitas Data

Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah sampel penelitian berasal dari populasi yang homogen atau tidak. Uji homogenitas pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program IMB SPSS Statistics 26 melalui metode Levene statistic pada taraf signifikansi ᵅ = 0,05.

57

Tabel 4. 6 Uji Homogenitas Skor Hasil Belajar Fikih Kelas XII IPS 1 & 2 Peserta Didik dengan Program IMB SPSS Statistics 26 Test of homogenity of variances

F df1 df2 Sig.

,322 1 39 ,574

Hari/Tanggal, Kamis 05 Agustus 2021

Dari tabel di atas dapat digunakan untuk mengetahui masing-masing varian dari variabel dependen adalah homogen atau heterogen. Dasar pengambilan keputusan dalam uji homogenitas adalah sebagai berikut:

a) Jika nilai sig. > 0,05 maka varian variabel post-test adalah sama atau homogen b) Jika nilai sig. < 0,05 maka varian variabel post-test adalah tidak sama atau

heterogen

Dari output di atas diperoleh bahwa nilai sig. adalah sebesar 0,7574 >

0,05, artinya bahwa varian variabel post-test adalah sama atau homogen. Karena varian homogen maka artinya persyaratan dalam ANCOVA sudah terpenuhi.

b. Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis ini bertujuan untuk menetapkan ada tidaknya peningkatan yang signifikan antara hasil belajar peserta didik yang tidak diajar dengan penerapan scientific approach dan yang diajar dengan penerapan scientific approach. Hasil uji prasyarat menunjukkan bahwa semua data terdistribusi normal dan data dari kedua kelas mempunyai varians dari gain yang homogen. Sehingga nilai uji hipotesisnya dengan menggunakan IMB SPSS Statistics 26 dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4. 7 Uji Hipotesis Hasil Belajar Fikih Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen menunjukkan jumlah kuadrat (JK), kolom ketiga menunjukkan derajat kebebasan, kolom keempat menunjukkan rata-rata kuadrat (KT), kolom kelima menunjukkan F hitung, dan kolom keenam menunjukkan nilai signifiknasi (Sig.).

Dasar pengambilan keputusan dalam uji ANCOVA adalah sebagai berikut:

1. Jika nilai Sig. < 0,05 maka ada perbedaan Kelas berdasarkan variabel faktor 2. Jika nilai Sig. > 0,05 maka tidak ada perbedaan Kelas berdasarkan variabel faktor

Dari output di atas maka diperoleh hasil dari hipotesis awal yang dipaparkan di atas dapat dilihat pada variabel Kelas di atas diperoleh nilai Sig.

59

sebesar 0,000 < 0,05, artinya terdapat pengaruh Scientific Approach terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran fikih di MA DDI Mattoanging Bantaeng. Jadi dapat disimpulkan bahwa Ha diterima.

Dalam dokumen UIN ALAUDDIN MAKASSAR (Halaman 66-77)

Dokumen terkait