• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN

B. Hasil Penelitian Kuesioner

Kuisioner tersebut memperlihatkan pemahaman orang tua tentang pembinaan iman anak ditunjukkan dengan berbagai hal. Perhitungan penelitian ini menggunakan hitung manual dengan rumus jumlah jawaban per jumlah total

responden kali 100 persen. Berdasarkan data tersebut, tabel statistiknya ialah sebagai berikut:

Tabel 4.4 Hasil Kuesioner

No. Indikator Presentase %

SS S KS TS

A Pemahaman orang tua tentang pembinaan iman anak 1 Pembinaan iman anak merupakan

hal yang terpenting dalam keluarga.

73.3 23.3 3.4 - 2 Pembinaan iman anak merupakan

hal yang mudah dilaksanakan

3.3 30.0 36.7 30.0 3 Pembinaan iman anak jauh lebih

penting dan lebih sulit dari pada pembinaan iman orang dewasa

23.3 36.7 26.7 13.3

4 Ajaran Gereja Katolik tentang pembinaan iman anak sudah sangat jelas dan tegas

50.0 26.7 20.0 3.3

5 Bentuk-bentuk pembinaan iman anak masih sudah kreatif dan inovatif

3.3 43.3 33.3 20.0

6 Persoalan pembinaan iman anak jaman sekarang lebih sulit dan kompleks.

20.0 43.3 26.7 10.0

7 Pembinaan iman anak semakin terabaikan, dan kalah dari soal pendidikan.

26.6 40.0 16.7 16.7

8 Pembinaan iman anak dewasa ini sangat dipengaruhi oleh

perkembangan dunia modern.

20.0 63.3 10.0 6.7

9 Pembinaan iman anak Katolik lebih baik dari pembinaan iman anak non Katolik

13.3 26.7 46.7 13.3

10 Soal iman diserahkan pada anak ketika anak sudah dewasa

3.3 6.7 43.3 46.7 B. Penilaian terhadap Pelaksanaan

Pembinaan Iman Anak

No. Indikator Presentase %

SS S KS TS

dilaksanakan secara serius. 2 Pembinaan iman anak merupakan

tempat pembinaan iman anak yang paling tepat.

10.0 70.0 16.7 3.3

3 Dukungan umat terhadap

pelaksanaan pembinaan iman anak sudah baik.

10.0 36.7 40.0 13.3

4 Bentuk pelaksanaan pembinaan iman anak sudah baik dan ideal

3.3 43.3 50.0 3.3 5 Masalah pembinaan iman anak

bukan persoalan yang berat.

3.3 20.0 76.7 - 6 Baik tidaknya pembinaan iman anak

tergantung dari pendampingnya

- 33.3 40.0 26.7 7 Sarana dan prasarana untuk

pembinaan iman anak sudah baik.

- 40.0 40.0 20.0 8 Waktu dan tempat untuk pembinaan

iman anak sudah tepat dan baik.

6.7 46.7 23.3 23.3 9 Minat anak mengikuti pembinaan

iman anak sudah baik

6.7 40.0 26.7 26.7 10 Jumlah anak yang ikut pembinaan

iman anak sudah maksimal (80%).

6.7 10.0 60.0 23.3 C. Peran orang tua dalam

Pembinaan Iman Anak

1 Orang tua adalah penanggung jawab utama dalam pembinaan iman anak

50.0 40.0 10.0 - 2 Masih banyak orang tua yang

kurang memahami dan peduli terhadap Sekolah Minggu

20.0 46.7 33.3 -

3 Peran dan partisipasi orang tua dalam Sekolah Minggu masih rendah atau kurang maksimal

10.0 53.3 30.0 6.7

4 Paraorang tua sudah mau mendorong anak-anaknya untuk aktif ikut sekolah Minggu.

13.3 50.0 26.7 10.0

5 Orang tua harus diberi pembekalan tentang pentingnya Sekolah Minggu

33.3 43.3 20.0 3.3 6 Rekreasi keluarga pada hari Minggu - 13.3 46.7 40.0

No. Indikator Presentase %

SS S KS TS

lebih penting dari pada Sekolah Minggu

7 Orang tua harus menangung biaya atau kebutuhan Sekolah Minggu seperti sekolah formal

13.3 46.7 33.3 6.7

8 Orang tua harus dilibatkan dalam menyusun program kerja dan anggaran Sekolah Minggu.

13.3 46.7 30.0 10.0

9 Peran orang tua sangat menentukan berhasil tidaknya Sekolah Minggu

36.7 26.7 30.0 6.7 10 Peran orang tua terhadap Sekolah

Minggu harus melibatkan romo dan dewan paroki.

Banyak responden yang memilih sangat setuju bahwa pembinaan iman anak merupakan hal yang terpenting dalam keluarga (73,3%). Sebesar 36.7% orang tua kurang setuju bahwa pembinaan iman anak merupakan hal yang mudah dilaksanakan. Sebesar 36.7% setuju bahwa pembinaan iman anak jauh lebih penting dan lebih sulit dari pada pembinaan iman orang dewasa. Sebesar 50% sangat setuju bahwa ajaran Gereja Katolik tentang pembinaan iman anak sudah sangat jelas dan tegas. Sebesar 43.3% setuju bahwa bentuk-bentuk pembinaan iman anak masih sudah kreatif dan inovatif.

Sebesar 43,3% setuju bahwa persoalan pembinaan iman anak jaman sekarang lebih sulit dan kompleks. Sebesar 40,0% setuju bahwa pembinaan iman anak semakin terabaikan, dan kalah dari soal pendidikan. Sebesar 63,3% setuju pembinaan iman anak dewasa ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan dunia modern. Sebesar 46.7% kurang setuju bahwa pembinaan iman anak Katolik lebih baik dari pembinaan iman anak non Katolik. Dan sebesar 46,7% tidak setuju bahwa soal iman diserahkan pada anak ketika anak sudah dewasa.

Kuisinoner juga membahas mengenai penilaian umat terhadap pelaksanaan pembinaan iman anak ditunjukkan dengan berbagai hal yaitu: banyak responden yang memilih sangat setuju sebesar 46.7% bahwa sekolah minggu harus ada dan dilaksanakan secara serius.Sebesar 70.0% bahwa Sekolah Minggu merupakan tempat pembinaan iman anak yang paling tepat. Sebesar 40.0% kurang setuju bahwa dukungan umat terhadap pelaksanaan Sekolah Minggu sudah baik.Sebesar 50% kurang setuju bahwa bentuk pelaksanaan Sekolah Minggu

sudah baik dan ideal.Sebesar 76.7% kurang setuju bahwa masalah Sekolah Minggu bukan persoalan yang berat,

Sebesar 40.0% kurang setuju bahwa baik tidaknya Sekolah Minggu tergantung dari pendampingnya. Sebesar 40.0% kurang setuju bahwa sarana dan prasarana untuk Sekolah Minggu sudah baik.Sebesar 46.7% setuju bahwa waktu dan tempat untuk Sekolah Minggu sudah tepat dan baik. Sebesar 40% setuju bahwa minat anak mengikuti Sekolah Minggu sudah baik. Dan sebesar 60% kurang setuju bahwa jumlah anak yang ikut Sekolah Minggu sudah maksimal.

Hal yang ditunjukkan pada kuisioner berikutnya ialah mengenai Peran orang tua dalam pembinaan iman anak ditunjukkan dengan berbagai hal yaitu banyak responden yang memilih sangat setuju sebesar 50.0% bahwa orang tua adalah penanggung jawab utama dalam pembinaan iman anak. Sebesar 46.7% setuju bahwa masih banyak orang tua yang kurang memahami dan peduli terhadap pembinaan iman anak. Sebesar 53.3% setuju bahwa peran dan partisipasi orang tua dalam pembinaan iman anak masih rendah atau kurang maksimal. Sebesar 50.0% setuju bahwa para orang tua sudah mau mendorong anak-anaknya untuk aktif ikut pembinaan iman anak.Sebesar 43.3% setuju bahwa orang tua harus diberi pembekalan tentang pentingnya pembinaan iman anak.

Sebesar 46.7% kurang setuju bahwa rekreasi keluarga pada hari Minggu lebih penting dari pada pembinaan iman anak.Sebesar 46.7% setuju bahwa orang tua harus menangung biaya atau kebutuhan pembinaan iman anak seperti sekolah formal.Sebesar 46.67% setuju bahwa orang tua harus dilibatkan dalam menyusun program kerja dan anggaran pembinaan iman.Sebesar 36.7% sangat setuju bahwa

peran orang tua sangat menentukan berhasil tidaknya pembinaan iman anak.Dan sebesar 46.7% setuju bahwa peran orang tua terhadap pembinaan iman anak harus melibatkan romo dan dewan paroki.

Kesimpulan dari hasil kuesioner adalah orang tua mendukung pembinaan iman anak, tetapi karena kesibukan masing-masing orang tua maka mereka tidak sempat mendampingi pembinaan iman anak.

Dokumen terkait