• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2.3 Analisis Deskriptif .1 Deskriptif Responden

Metode ini merupakan suatu metode analisis dimana data yang dikumpulkan pertama disusun, diklasifikasikan dan dianalisis sehingga akan memberikan gambaran yang jelas mengenai masalah yang sedang diteliti. Analisis deskriptif dalam penelitian ini merupakan uraian atau penjelasan dari hasil pengumpulan data primer berupa kuisioner yang diisi oleh

responden penelitian. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini diukur dalam skala likert untuk membedakan kinerja karyawan tetap dan karyawan outsourcing : pada PT Telkom Divisi Telkom Flexi Regional I Jl. Gaharu No. 1 Medan. Pernyataan terdiri dari 17 butir pertanyaan mengenai kinerja karyawan. Responden penelitian adalah karyawan tetap dan karyawan outsourcing PT Telkom Divisi Telkom Flexi Regional I Jl. Gaharu No. 1 Medan.

1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Karakteristik responden karyawan tetap berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 4.5, dan karakteristik responden karyawan outsourcing berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 4.6:

Tabel 4.5

Karakteristik Responden (Karyawan Tetap) Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase

Pria 29 76,3

Wanita 9 23,7

Jumlah 38 100

Sumber: Hasil Pengolahan SPSS (April 2012)

Tabel 4.6

Karakteristik Responden (Karyawan Outsourcing) Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase

Pria 19 61,3

Wanita 12 38,7

Jumlah 31 100

Tabel 4.5 dan Tabel 4.6 menunjukkan bahwa responden baik karyawan tetap maupun karyawan outsourcing mayoritas adalah pria. Dengan persentase responden karyawan tetap pria sebesar 76,3%, dan responden dari karyawan outsourcing pria sebesar 61,3%. Hal ini menunjukkan bahwa PT Telkom Divisi Telkom Flexi Regional I Jl. Gaharu No. 1 Medan lebih banyak mempekerjakan karyawan pria. Ini disebabkan karena perusahaan membutuhkan produktivitas yang tinggi dari setiap karyawan. Sedangkan karyawan wanita lebih banyak membutuhkan waktu cuti dibandingkan pria (cuti hamil, cuti menstruasi dll.), yang dapat mempengaruhi tingkat produktivitas kerja mereka.

2. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Karakteristik responden (karyawan tetap) berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada tabel 4.7, dan karakteristik responden (karyawan outsourcing) berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada tabel 4.8:

Tabel 4.7

Karakteristik Responden (Karyawan Tetap) Berdasarkan Tingkat pendidikan

Tingkat Pendidikan Frekuensi Persentase

SLTA 4 10,5

D3 11 28,9

S1 21 55,3

S2 2 5,3

Jumlah 38 100

Pada Tabel 4.7 dapat dilihat bahwa tingkat pendidikan karyawan tetap terdiri dari 4 jenjang pendidikan yaitu SLTA, D3, S1, dan S2. Mayoritas tingkat pendidikan responden adalah S1 sebesar 55,3%, sisanya yaitu D3 sebesar 28,9%, SLTA sebesar 10,5%, dan S2 sebesar 5,3%. Hal ini menunjukkan bahwa pada masa penerimaan karyawaan PT Telkom puluhan tahun yang lalu, tingkat pendidikan SLTA masih diterima menjadi karyawan tetap. Namun tetap dengan kemampuan / skill yang baik, yang sesuai dengan harapan perusahaan. Biasanya mereka menempati posisi pekerjaan di bidang teknis atau administrasi. Begitu juga dengan karyawan yang memiliki tingkat pendidikan D3. Dalam masa kerjanya, karyawan tetap banyak yang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi yaitu S1 dan S2. Mereka menyadari bahwa tingkat pendidikan dapat meningkatkan kredibilitas, daya saing perusahaan, dan memperbaiki produktivitas perusahaan.

Tabel 4.8

Karakteristik Responden (Karyawan Outsourcing) Berdasarkan Tingkat pendidikan

Tingkat Pendidikan Frekuensi Persentase

D3 17 54,8

S1 14 45,2

Jumlah 31 100

Pada Tabel 4.8 dapat dilihat bahwa tingkat pendidikan karyawan outsourcing terdiri dari D3 dan S1. Mayoritas tingkat pendidikan karyawan outsourcing adalah D3 sebesar 54,8%, sisanya yaitu S1 sebesar 45,2%. Hal ini menunjukkan bahwa peminat untuk bekerja di PT Telkom bahkan hanya sebagai karyawan outsourcing adalah orang-orang yang memiliki dasar dan tingkat pendidikan yang baik. Kebanyakan dari mereka membuat pekerjaan ini sebagai batu loncatan untuk mencari pekerjaan tetap yang lebih baik.

3. Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja

Karakteristik responden (karyawan tetap) berdasarkan masa kerja dapat dilihat pada tabel 4.9 dan karakteristik responden (karyawan outsourcing) berdasarkan masa kerja dapat dilihat pada tabel 4.10:

Tabel 4.9

Karakteristik Responden (Karyawan Tetap) Berdasarkan Masa Kerja

Masa Kerja (Tahun) Frekuensi Persentase

1-10 4 10,5

11-20 9 23,7

21-30 22 57,9

31-35 3 7,9

Jumlah 38 100

Tabel 4.9 menunjukkan mayoritas masa kerja responden adalah 21-30 tahun yaitu sebesar 57,9%, untuk masa kerja 1-10 tahun sebesar 10,5%, untuk masa kerja 11-20 tahun sebesar 23,7%, dan untuk masa kerja 31-35 tahun sebesar 7,9%. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan ini mempunyai angka turn over yang rendah, dan juga mempunyai karyawan yang loyal/setia.

Tabel 4.10

Karakteristik Responden (Karyawan Outsourcing) Berdasarkan Masa Kerja

Masa Kerja (Tahun) Frekuensi Persentase

<1 3 10,5

1-3 17 23,7

4-6 11 57,9

Jumlah 31 100

Sumber: Hasil Pengolahan SPSS (April 2012)

Semakin lama karyawan bekerja dalam suatu perusahaan, maka karyawan akan semakin menguasai dan mengerti tentang pekerjaan maupun peraturan yang ada di perusahaan. Dengan demikian kinerja karyawan akan semakin baik dan akan dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan.

4. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Karakteristik responden (karyawan tetap) berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel 4.11 :

Tabel 4.11

Karakteristik Responden (Karyawan Tetap) Berdasarkan Usia

Usia (Tahun) Frekuensi Persentase

25 – 30 3 7,9 31 – 35 2 5,3 36 – 40 7 18,4 41 – 45 9 23,7 46 – 50 11 28,9 51 – 55 6 15,8 Jumlah 38 100

Sumber: Hasil Pengolahan SPSS (April 2012)

Tabel 4.11 menunjukkan mayoritas usia responden adalah 46-50 tahun yaitu sebesar 28,9%, dan kelompok usia kedua terbanyak ialah yang berusia 41-45 tahun dengan persentase sebesar 23,7%. Sebagian besar karyawan tetap berusia di atas 36 tahun, hal ini menunjukkan bahwa PT Telkom Divisi Telkom Flexi Regional I Jl. Gaharu No. 1 Medan memiliki karyawan yang loyal / setia, serta memiliki angka turn over tenaga kerja yang rendah.

Tabel 4.12

Karakteristik Responden (Karyawan Outsourcing) Berdasarkan Usia

Usia (Tahun) Frekuensi Persentase

21 – 25 13 41,9

> 25 18 58,1

Jumlah 31 100

Sumber: Hasil Pengolahan SPSS (April2012)

Pada Tabel 4.12 dapat dilihat bahwa mayoritas responden karyawan outsourcing berusia di atas 25 tahun yaitu sebesar 58,1%, namun tidak jauh berbeda dengan responden yang berusia 21-25 tahun yaitu sebesar 41,9%. PT Telkom Divisi Telkom Flexi Regional I Jl. Gaharu No. 1 Medan banyak mempekerjakan karyawan outsourcing berusia muda karena dianggap produktif dalam bekerja walaupun belum banyak pengalaman dan tingkat kompetensi yang belum memadai. Karyawan yang berusia 25 tahun ke atas banyak dipekerjakan karena sudah memiliki pengalaman kerja yang memadai, kemampuan kerja yang cukup baik, sehingga diharapkan dapat membantu perusahaan dengan kinerja yang baik pula.

4.1.3.2Deskriptif Variabel

Setelah mengetahui karakteristik-karakteristik dari responden penelitian, berikut ini akan ditampilkan hasil olahan data primer yang merupakan gambaran dari hasil penelitian berdasarkan jawaban responden mengenai variabel Kinerja Karyawan. Dalam penelitian ini hanya digunakan 1 (satu) variabel yaitu Kinerja

Karyawan, dengan 8 indikator yang kemudian masing-masing indikator tersebut dikembangkan dan dibuat pernyataan dalam kuesioner.

1. Deskrpitif Penilaian Terhadap Indikator Kualitas Pekerjaan Tabel 4.13

Distribusi Jawaban Responden (Karyawan Tetap) Terhadap Indikator Kualitas Pekerjaan No Item Butir Pernyataan SS S KS TS STS Total F % F % F % F % F % F % 1 Hasil kerja teliti 4 10,5 22 57,9 11 28,9 1 2,7 0 0 38 100 2 Dipercaya melakukan tugas penting 3 7,9 26 68,4 9 23,7 0 0 0 0 38 100 Sumber: Data Primer diolah peneliti (Maret 2012)

Tabel 4.14

Distribusi Jawaban Responden (Karyawan Outsourcing) Terhadap Indikator Kualitas Pekerjaan

No Item Butir Pernyataan SS S KS TS STS Total F % F % F % F % F % F %

1 Hasil kerja teliti 1 3,2 9 29 18 58,1 3 9,7 0 0 31 100 2 Dipercayakan

melaku-kan tugas penting 2 6,5 12 38,7 16 51,6 1 3,2 0 0 31 100 Sumber: Data Primer diolah peneliti (Maret 2012)

Berdasarkan tabel 4.13 dan 4.14 dapat dilihat bahwa:

a. Pada pernyataan pertama, dari 38 responden karyawan tetap mayoritas menyatakan setuju bahwa hasil kerja mereka selalu teliti, yaitu sebesar 57,9%. Sedangkan responden karyawan outsourcing yang menyatakan setuju terhadap pernyataan tersebut hanya 29%. Kebanyakan dari mereka menyatakan kurang setuju bahwa hasil kerja mereka selalu

teliti, dengan persentase sebesar 58,1%. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan tetap selalu berusaha menjaga performa kerja mereka tetap baik dengan memberikan hasil kerja yang teliti. Sedangkan bagi karyawan outsourcing sendiri, kebanyakan dari mereka merasa belum percaya diri akan hasil kerja mereka, mereka menyatakan bahwa hasil kerjanya tidak selalu teliti. Ini karena mayoritas karyawan outsourcing belum memiliki pengalaman kerja yang banyak dan dalam pekerjaan terkadang mereka masih merasa kesulitan dan sering dibantu oleh karyawan tetap yang lebih senior.

Sehingga diketahui bahwa hasil kerja karyawan tetap lebih teliti dibandingkan karyawan outsourcing.

b. Pada pernyataan kedua, dari 38 responden karyawan tetap mayoritas menyatakan setuju bahwa mereka sering dipercayakan untuk melakukan tugas penting, yaitu dengan persentase sebesar 68,4%. Sedangkan dari 31 responden karyawan outsourcing, paling banyak menyatakan kurang setuju bahwa mereka sering dipercayakan untuk melakukan tugas penting, dengan persentase sebesar 51,6%. Namun berbeda tipis dengan yang menyatakan setuju yaitu sebesar 38,7%. Hal ini menunjukkan bahwa baik karyawan tetap maupun karyawan outsourcing tetap menjaga kualitas kerja mereka sehingga mereka sering dipercayakan untuk melakukan tugas penting. Namun diketahui bahwa lebih banyak karyawan tetap yang sering dipercaya melakukan tugas penting dibandingkan dengan karyawan outsourcing.

2. Deskriptif Penilaian Terhadap Indikator Kejujuran Karyawan Tabel 4.15

Distribusi Jawaban Responden (Karyawan Tetap) Terhadap Indikator Kejujuran Karyawan No Item Butir Pernyataan SS S KS TS STS Total F % F % F % F % F % F % 3 Dipercayakan mengerjakan tugas yang membutuhkan kejujuran 9 23,7 27 71,1 2 5,3 0 0 0 0 38 100 4 Dapat dipercaya 5 13,2 32 84,2 1 2,6 0 0 0 0 38 100 Sumber: Data Primer diolah peneliti (Maret 2012)

Tabel 4.16

Distribusi Jawaban Responden (Karyawan Outsourcing) Terhadap Indikator Kejujuran Karyawan

No Item Butir Pernyataan SS S KS TS STS Total F % F % F % F % F % F % 3 Dipercayakan mengerjakan tugas yang membutuhkan kejujuran 3 9,7 21 67,7 5 16,1 2 6,5 0 0 31 100 4 Dapat dipercaya 3 9,7 23 74,2 4 12,9 1 3,2 0 0 31 100 Sumber: Data Primer diolah peneliti (Maret 2012)

Berdasarkan tabel 4.15 dan 4.16 dapat dilihat bahwa:

a. Pada pernyataan pertama, dari 38 responden karyawan tetap diketahui bahwa sebagian besar dari mereka menyatakan setuju bahwa mereka selalu dipercayakan mengerjakan tugas yang membutuhkan kejujuran di dalamnya, yaitu sebesar 71,1%. Begitu pula dengan 31 orang responden karyawan outsourcing, mayoritas dari mereka yaitu sebanyak 67,7% menyatakan setuju atas pernyataan tersebut.

b. Pada pernyataan kedua, dari 38 responden diketahui bahwa hampir seluruh responden menyatakan setuju dan sangat setuju jika mereka dapat dipercaya oleh atasan dan rekan kerja mereka. Hanya 2,6% yang menyatakan kurang setuju. Begitu pula dengan responden karyawan outsourcing, dari 31 orang karyawan diketahui bahwa sebagian besar menyatakan setuju dan sangat setuju terhadap pernyataan tersebut .Hanya 12,9% menyatakan kurang setuju.

Maka dari kedua pernyataan ini diketahui bahwa baik karyawan tetap maupun karyawan outsourcing selalu menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam bekerja dan selalu menjaga kepercayaan atasan dan rekan kerja mereka. Mereka menyadari bahwa kejujuran merupakan hal yang sangat penting dalam menjalin hubungan kerjasama dan dalam melakukan pekerjaan.

3. Deskriptif Penilaian Terhadap Indikator Kehadiran Tabel 4.17

Distribusi Jawaban Responden (Karyawan Tetap) Terhadap Indikator Kehadiran

No Item Butir Pernyataan SS S KS TS STS Total F % F % F % F % F % F % 5 Selalu hadir sebelum jam kerja, pulang setelah semua pekerjaan selesai 3 7,9 28 73,7 6 15,8 1 2,6 0 0 38 100 6 Merasa bersalah jika datang terlambat 5 13,2 30 78,9 3 7,9 0 0 0 0 38 100 Sumber: Data Primer diolah peneliti (Maret 2012)

Tabel 4.18

Distribusi Jawaban Responden (Karyawan Outsourcing) Terhadap Indikator Kehadiran

No Item Butir Pernyataan SS S KS TS STS Total F % F % F % F % F % F % 5 Selalu hadir sebelum jam kerja, pulang setelah semua pekerjaan selesai 2 6,5 19 61,3 10 32,2 0 0 0 0 31 100 6 Merasa bersalah jika datang terlambat 3 9,7 23 74,2 5 16,1 0 0 0 0 31 100

Sumber: Data Primer diolah peneliti (Maret 2012)

Berdasarkan tabel 4.17 dan 4.18 dapat dilihat bahwa:

a. Pada pernyataan pertama, dari 38 responden karyawan tetap diketahui bahwa sebesar 73,7% karyawan tetap menyatakan setuju bahwa mereka selalu hadir sebelum jam kerja dan pulang setelah semua pekerjaan selesai. Begitu juga dengan 31 responden karyawan outsourcing, diketahui bahwa sebesar 61,3% dari mereka menyatakan setuju bahwa mereka selalu hadir sebelum jam kerja dan pulang setelah semua pekerjaan selesai. Namun ada sebanyak 32,2% karyawan yang kurang setuju atas pernyataan tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa baik karyawan tetap maupun karyawan outsourcing memiliki kedisiplinan dalam hal jam kerja, dan memiliki rasa tanggung jawab untuk menyelesaikan tugasnya bahkan lewat dari jam kerja. Namun masih ada sebagian dari karyawan outsourcing yang belum memiliki kedisiplinan tersebut.

b. Pada pernyataan kedua, sebanyak 78,9% karyawan dari 38 responden karyawan tetap menyatakan setuju bahwa mereka merasa bersalah jika datang terlambat. Dan sebagian besar karyawan outsourcing yaitu 74,2% dari 31 orang, juga menyatakan setuju dengan pernyataan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa mereka merasa jam kerja itu sangat penting untuk menyelesaikan semua pekerjaan tepat pada waktunya. Dan mereka menyadari bahwa akan ada sangsi yang mereka terima jika terus datang terlambat / tidak tepat waktu.

4. Deskriptif Penilaian Terhadap Indikator Sikap Tabel 4.19

Distribusi Jawaban Responden (Karyawan Tetap) Terhadap Indikator Sikap

No Item Butir Pernyataan SS S KS TS STS Total F % F % F % F % F % F %

Dokumen terkait