Pembelajaran Nahwu Dan Shorrof Dengan Pendekatan Mnemonic Learning di Marhalah Tamhidiyah Ma’had Aly Nurul Jadid Paiton Probolinggo
Hasil penelitian menunjukkan bahwa; pembelajaran Nahwu Dan Shorrof dengan pendekatan mnemonic learning di Marhalah Tamhidiyah Ma‟had Aly Nurul Jadid Paiton Probolinggo dilakukan melalui;
a. Penyediaan Learning Material
Bahan Ajar atau learning material dalam kegiatan pembelajaran di Marhalah Tamhidiyah Ma‟had Aly Nurul Jadid Paiton Probolinggo, merupakan materi ajar yang dikemas sebagai bahan untuk disajikan kepada peserta dalam kegiatan proses belajar mengajar.
Terkait dengan Bahan ajar yang dipersiapkan oleh guru di Marhalah Tamhidiyah Ma‟had Aly Nurul Jadid Paiton Probolinggo, dalam hal ini berupa deskripsi yakni berisi tentang fakta-fakta dan prinsip-prinsip yang ada dalam kitab Nahwu dan Shorrof, serta seperangkat materi yang berkaitan dengan upaya pengembangan keterampilan motorik santri dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Menurut ...”Sebelum mengajar, kami harus mempersiapkan materi terlebih dahulu, materi apa yang akan disampaikan, halaman berapa dan bagaimana cara menyampaikannya kepada santri agar mudah diterima dan dipahami oleh mereka. Terkait dengan materi Nahwu, di sini menggunakan alfiyah sebagai dasar bagi mereka untuk memahami ilmu nahwu. Sedangkan sharraf, kami menggukan kitab amtsinatul tasrifiyah yang sering digunakan oleh pesantren-pesantren untuk memahahi ilmu nahwu”.
Pembuatan learning material atau bahan ajar yang menarik dan inovatif serta mampu membangkitkan motivasi santri merupakan tuntutan bagi setiap asatidz sebagai pendidik di Marhalah Tamhidiyah Ma‟had Aly Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Hal ini disebabkan karena learning material atau bahan ajar yang tepat guna memiliki kontribusi yang besar terhadap keberhasilan pembelajaran yang dilakukan oleh guru, khususnya pada pembelajaran Nahwu dan Sharraf. Menyadari hal tersebut, dewan asatidz di Marhalah Tamhidiyah
Ma‟had Aly Nurul Jadid Paiton Probolinggo benar-benar serius dalam merencanakan dan mendesain bahan ajarnya, agar tepat guna dan efektif, sebagai wujud rasa tanggung jawab yang besar dan dedikasi yang tinggi. Hal
Pembuatan bahan ajar yang dilaksanakan oleh dewan asatidz di Marhalah Tamhidiyah Ma‟had Aly Nurul Jadid Paiton Probolinggo bertujuan membantu dan mempermudah peserta didik dalam mempelajari Nahwu dan Sharraf dengan mudah, efektif dan efisien. Selain itu, kegiatan tersebut juga ditujukan untuk menciptakan suasan pembelajaran yang lebih menarik, komunikatif dan interaktif.
“Bahan ajar yang dibuat oleh kami tiada lain adalah untuk mempermudah siswa dalam memahami dan menguasai tentang ilmu Nahwu dan Sharraf. Dengan bahan ajar yang telah didesain dengan baik, diharapkan santri senang dan tidak bosan terhadap materi yang disajikan oleh gurunya, mereka senang di kelas, komunikatif, mandiri dan mampu mencapai target yang ditentukan oleh para asatidz di sini, khususnya terkait dengan penguasan dua ilmu yang sangat khas di pesantren”, ungkap ...
Dalam penyusunan learning material atau bahan ajar, guru menggunakan sumber belajar yang sederhana, efektif dan efisien. Keberadaan sumber belajar di Marhalah Tamhidiyah Ma‟had Aly Nurul Jadid Paiton Probolinggo setidak memiliki tujuan untuk memperkaya informasi yang diperlukan oleh guru dalam menyusun learning material atau bahan ajar dan mempermudah bagi santri untuk mempelajari suatu materi atau kompetensi tertentu yang ada dalam ilmu Nahwu dan Sharraf.
Berangkat dari hal tersebut di atas, dapat dipahami bahwa penyediaan learning material atau bahan ajar dalam pembelajaran Nahwu dan Sharraf melalui pendekatan mnemonik learning mutlak diperlukan, dengan berprinsip kepada efektivitas dan efisiensi. Melalui hal itu, target pembelajaran yang telah ditentukan oleh guru, pengembangan kompetensi santri yang akan dituju, akan dapat mudah tercapai secara optimal.
b. Penggunaan Irama Lagu untuk Mempermudah dan Mengingat
Penggunaan irama lagu untuk mempermudah dan mengingat dalam pembelajaran Nahwu Dan Shorrof di Marhalah Tamhidiyah Ma‟had Aly Nurul Jadid Paiton Probolinggo merupakan aktivitas yang dilakukan oleh guru dalam mendesain pembelajarannya dengan pendekatan mnemonic learning.
Menurut ...”Dalam mempelajari ilmu Nahwu dan Sharraf, mahasantri di sini kami ajak untuk menghafal bagian-bagian tertentu dari dua disiplin ilmu itu. Biasanya untuk ilmu Nahwu kami ajak mahasantri untuk menghafal nadhaman yang ada di ilmu alfiyah. Untuk menghafal itu, biasanya mereka menggubah Nadham tersebut seperi sebuah irama lagu yang lagi ngehits dan enak di dengar”.
Gubahan lagu yang digunakan oleh santri untuk mempermudah menghafal Nadham Alfiyah tersebut sesuai dengan hasil observasi66 dan dokumentasi peneliti sebagai berikut ;
ِكِلاـَم ُنبا َوُى دَّمَُمُ َلاـَق ِكِلاَم َرْـيَخ َوَّللا ِّبَِّر ُدَْحَْأ ¤
ىَفَطْصُمْلا ِِّبَِّنلا ىَلَع ًاَيِّلَصُم اَفَرــَّشْلا َينِلِمْكَتــْسُمْلا ِوـــِلآَو ¤
ْوـــَّيِفْلَأ ِفِ َللها ُْينِعَتــْسَأَو ْوَّيِوَْمُ اَِبِ ِوْحَّنْلا ُدِصاَقَم ¤
ِّرَقُـت
ِزَجْوُم ٍظْفَلِب ىَصْقَلأا ُب ¤ ِزَجْنُم ٍدْعَوِب َلْذَبْلا ُطـُسْبَـتَو
Dengan membaca tekas tersebut dan diiringi dengan intonasi dan irama lagu yang enak dan nyaman didengar, bahkan mereka menggunakan media
“kote‟an” seadanya, lebih membangkitkan semangat mahasantri untuk menghafal kaidah-kaidah Nahwu yang dianggap sangat sulit.
Gubahan lagu yang dilantunkan oleh mahasantri atas arahan dewan asatidz, memberikan kemudahan bagi mahasantri untuk menghafal dan mengingat materi yang mudah hilang. Melalui irama lagu, mereka dengan mudah
66 Hasil observasi dan dokumentasi terhadap aktivitas mahasantri di Ma’had Aly Nurul Jadid terkait dengan Nadham Alfiyah yang nyanyikan dengan berbagai irama lagu yang enak dan nyaman didengar, pada tanggal 14 Juli 2018
mengingat dan menghafal pembagian konsep yang ada pada ilmu Nahwu dan Sharraf.
Sebagaimana disampaikan oleh ...”Menurut saya, santri akan mudah menghafal dan mengingat sesuatu apabila mereka senang, bahkan bukan menghafal saja, akan tetapi lebih dari itu, mereka hafal secara koseptual, dan paham terhadap intisari yang terkandung dalam lantunan irama lagu yang mereka nyanyikan. Misalnya terkait dengan materi Mu‟rab dan Mabni, dengan lagu mereka tinggal mengingatnya, seperti;
ِنْبَمَو ٌبَرْعُم ُوْنِم ُمْسلااَو ِنْدُم ِفْوُرــُْلْا َنِم ٍوـــَبَشِل ¤
اَنَـتْئ ِج ْيَْسْا ِفِ ِّيِعْضَوْلا ِوَبَّشْلاَك اَنـــــــُى ِفَِو َتََم ِفِ ِّيِوـــَنـْعَمْلاَو ¤
َلاِب ِلْعِفْلا ِنَع ٍةَباَيِنَكَو ٍراَقِتــْفاَكَو ٍرــــُّثَأَت ¤
لاِّصُأ
اَمِلَس ْدَق اَم ِءاَْسَْلأا ُبَرْعُمَو اََسَْو ٍضْرَأَك ِفْرَْلْا ِوَبَش ْنِم ¤
Penggunaan irama lagu yang digunakan oleh maha santri tidak hanya pada ilmu Nahwu saja, akan tetapi mereka juga berusaha untuk mengahafal kaidah-kaidah yang ada dalam ilmu Sharraf, yaitu kitab amtsilatut tasrifiyah melalui irama lagu yang enak dan nyaman didengar, bahkan terkadang mereka menggunakan media sederhana, seperti meja, piring, panci untuk “kote‟an”.
Dalam kitab tersebut dijeslakan bahwa untuk mengingat posisi fi‟il madhi, mudhari‟, masdar dan seterusnya, diperlukan daya ingat dan santri yang luar biasa, mengingat banyaknya kaidah-kaidah yang hampir sama dalam Ilmu Sharraf. Oleh karena itu, santri di Marhalah Tamhidiyah Ma‟had Aly Nurul Jadid Paiton Probolinggo sudah terbiasa dengan mengahfal kaidah Sharraf dengan diiringi oleh lagu-lagu yang enak didengar dan tidak membosankan.
c. Pembuatan Akronim
Akronim dalam pembelajaran Nahwu dan Sharraf di Marhalah Tamhidiyah Ma‟had Aly Nurul Jadid Paiton Probolinggo merupakan bentuk dari pendekatan mnemonik learning yang disajikan oleh guru dalam setiap kegiatan pembelajaran untuk mempermudah mahasantri dalam mengingat dan menguasai suatu bahasan tertentu.
Akronim dalam perspektif para asatidz di Marhalah Tamhidiyah Ma‟had Aly Nurul Jadid Paiton Probolinggo dipahami sebagai suatu “singkatan” dari beberapa kata atau gabungan dari beberapa huruf atau suku kata yang memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk mengingat kata-kata tersebut.
Dalam kegiatan pembelajaran Nahwu di Marhalah Tamhidiyah Ma‟had Aly Nurul Jadid Paiton Probolinggo, ust. Lalu Baihaqi menjelaskan tentang pentingnnya mengingat materi melalui singkatan, menurutnya “siswa perlu diberi kemudahan untuk untuk mengingat atau menghafal sesuatu melalu singkatan.
Dengan singkatan yang mudah dan sering didengar, memori siswa akan lebih mudah menerima dan mengingat. Pentingnya Akronim tersebut, oleh beliau disajikan melalui konsep Akronim dalam menghafal tanda-tanda I‟rab, sebagai berikut ;
Konsep pembelajaran Nahwu dengan menggunakan pendekatan m-nemonic learning di Marhalah Tamhidiyah Ma‟had Aly Nurul Jadid Paiton Probolinggo yang disajikan melalui pembuatan akronim, dapat disajikan dari data
hasil observasi peneliti terhadap kegiatan pembelajaran yang disampaikan oleh Ust. Lalu Baihaqi di kelas sebagai berikut ;
Dari hal tersebut di atas, dapat diketahui bahwa untuk mempermudah mengingat dan memahami tanda i'rab pada ilmu Nahwu, cukup mengingat nama-nama dari orang-orang terkenal yang menjadi akronim dari masing-masing tanda tersebut.
Ustadz Lalu kemudian memberikan penjelasan lebih lanjut melalui gambar sebagai berikut ;
Sedangkan dalam pembelajaran Sharraf, dewan asatidz di Marhalah Tamhidiyah Ma‟had Aly Nurul Jadid Paiton Probolinggo juga menggunakan
Akronim untuk memudahkan mahasantri dalam mengingat tentang macam-macamnya bina‟. Hal tersebut dapat kami dokumentasikan dari kegiatan pembelajaran di kelas sebagai berikut;
Dari hal tersebut di atas, dapat pahami bahwa kata atau kalimat yang disusun secara akrostik akan memperkuat daya ingat mahasantri dengan cara mengingatkan mereka dengan huruf pertama atau dari suatu hal penting yang perlu diingat lagi. Teknik ini merupakan tekhnik dengan cara memberikan kode pada informasi yang diterima oleh peserta didik guna dipanggil kembali.
a. Penguatan Melalui Keyword
Teknik membuat kata kunci, kata ganti, atau hubungan kata.
b. Concept Maps technique
Concept maps atau peta konsep merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran Nahwu Dan Shorrof dengan pendekatan mnemonic learning di Marhalah Tamhidiyah Ma‟had Aly Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Peta konsep dalam hal ini merupakan gambar yang memaparkan struktur konsep tentang Ilmu Nahwu dan Sharraf, keterkaitan antar konsep dari suatu gambaran yang
dihubungkan dengan suatu kata penghubung sehingga membentuk suatu proposisi.
Peta konsep yang disajikan oleh para asatidz di Marhalah Tamhidiyah bukan hanya menggambarkan konsep-konsep yang penting tentang ilmu Nahwu dan Sharraf, melainkan juga menghubungkan antara konsep yang satu dengan yang lainnya, sehingga akan tergambar suatu gambaran yang utuh dan memiliki makna antara gambaran yang satu dengan yang lainnya.
Mapping concept sebagai bagian dari pembelajaran yang menggunakan pendekatan mnemonic learning yang dilakukan oleh para asatidz di Marhalah Tamhidiyah dalam pembelajaran Nahwu disajikan seperti dokumen berikut;
Begitu juga dengan peta konsep pada pembelajaran Sharraf yang biasa digunakan oleh para asatidz di Marhalah Tamhidiyah Ma‟had Aly Nurul Jadid.
Peta konsep yang disajikan oleh para asatidz pada materi Sharraf dengan pendekatan mnemonic learning sesuai dengan hasil dokumentasi peneliti, sebagai berikut;
Dari dokumen peta konsep tersebut di atas, menunjukkan bahwa;
pembelajaran Nahwu yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan mnemonic learning memberikan kemudahan bagi peserta didik (mahasantri) dalam memahami suatu konsep dan keterkaitannya. Hal ini menunjukkan bahwa mapping concept mampu mempermudah pembelajaran dan menyederhanakan materi yang banyak menjadi lebih simple, sehingga siswa lebih mudah dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru. Dengan demikian mahasantri dapat mengorganisasi konsep pelajaran Nahwu yang telah dipelajari berdasarkan makna dan hubungan antara komponen yang satu dengan yang lainnya.
“Sebagai alat peraga untuk menunjukkan hubungan antara konsep yang satu dengan konsep yang lainnya pada pembelajaran Nahwu dan Sharraf di Marhalah Tamhidiyah, peta konsep dengan pendekatan mnemonic learning merupakan bagan skematik guna menggambarkan pengertian konseptual seseorang (guru maupun peserta didik) dalam suatu rangkaian pernyataan”, ukap Ust. Lalu Baihaqi.
Dalam praktiknya, pembelajaran Nahwu dan Sharraf di Marhalah Tamhidiyah Ma‟had Aly Nurul Jadid melalui peta konsep yang dilaksanakan
dengan pendekatan mnemonic learning dibuat oleh para asatidz dan mahasantri.
Hal ini untuk mempermudah pemahaman mereka terhadap konsep yang telah didapat dan dijabarkan ke dalam struktur-struktur yang berkaitan.
Melalui pembelajaran peta konsep dengan pendekatan mnemonic learning pada pembelajaran Nahwu dan Sharraf akan mendorong para asatidz dan maha santri untuk menghubungkan konsep-konsep selama belajar, pengetahuan yang telah mereka terima sehingga tercapai tujuan pembelajaran, yaitu pembelajaran yang bermakna dan berkesan kepada peserta didik, khususnya di Marhalah Tamhidiyah Ma‟had Aly Nurul Jadid Paiton Probolinggo dengan pendekatan mnemonic learning selanjutnya adalah peta konsep.
Keefektifan Pembelajaran Nahwu Dan Shorrof Dengan Pendekatan Mnemonic Learning Dalam Meningkatkan Daya Ingat Mahasantri
Penelitian ini menggunakan Sign Test (Uji Tanda). Alasan memilih ini karena jenis data ordinal dan masuk kategori non parametrik. Sampel yang digunakan ada satu, yaitu dependent sample. Artinya menggunakan satu kelompok dengan memberi test tulis kepada mahasantri.
Dari penerapan mnemonic learning yang dilakukan pada pembelajaran Nahwu dan Sharraf, menunjukkan bahwa pendekatan mnemonic learning dalam meningkatkan daya ingat mahasantri di Ma‟had Aly Nurul Jadid memiliki keefektifan yang sangat tinggi.
Berdasarkan output “Test Statistics” dalam uji Mann-Whitney di atas, diketahui bahwa Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,000 lebih kecil dari < nilai probabilitas 0,05. Oleh karena itu, sebagaimana dasar pengambilan keputusan uji Mann-Whitney di atas, dapat disimpulkan bahwa “Ha diterima”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Nahwu dan Shorrof dengan pendekatan mnemonic learning dalam meningkatkan daya ingat mahasantri di Ma‟had Aly Nurul Jadid memiliki keefektivan yang sangat tinggi