Dalam proses belajar hal sangat menentukan adalah kemampuan ingatan dari peserta didik, karena sebagian besar pelajaran di sekolah adalah mengingat. Mengingat memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun yang lebih penting dalam peranan proses belajar adalah kemampuan peserta didik untuk mereproduksi kembali pengetahuan yang sudah diterimanya, misalnya pada waktu ujian para peserta didik harus mereproduksi kembali pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh selama mengikuti pelajaran.
Ingatan merupakan kemampuan jiwa untuk mempelajari (learning), menyimpan (retention) dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang lampau. 45 Ingatan yang cepat artinya mudah dalam mencamkan sesuatu hal tanpa menjumpai kesukaran. Ingatan setia adalah apa yang telah diterima akan disimpan sebaik-baiknya, tidak akan berubah-ubah, jadi tetap cocok dengan keadaan waktu menerimanya. Ingatan teguh artinya dapat menyimpan kesan dalam waktu yang lama, tidak mudah lupa. Ingatan luas
45 Triadib Dharmawan, “Musik Klasik Dan Daya Ingat Jangka Pendek Pada Remaja,” Jurnal Psikologi 3, no. 2 (2015): 370–382.
artinya dapat menyimpan banyak kesan-kesan. Ingatan siap artinya mudah untuk mereproduksikan kesan yang telah diterimanya.46
Sistem ingatan manusia berdasarkan lama waktu stimulus, dibagi menjadi dua, yaitu memori jangka pendek (Short Term Memory), dan memori jangka panjang (Long Term Memory). 47 Dasar pembagian tersebut diasumsikan bahwa pemrosesan informasi pertama kali dilakukan dalam sistem penyimpanan/memori jangka pendek. Sistem penyimpanan/memori jangka pendek ini tidak beroperasi sendiri, namun selalu berhubungan dengan “pengetahuan” yang tersimpan dalam sistem memori jangka panjang.
a. Short Term Memory (Ingatan Jangka Pendek)
Memori jangka pendek mulai digunakan oleh Shiffrin dan Atkinson pada tahun 1968 dengan “Short-term Memory atau STM” dan kemudian populer dengan istilah yang berbeda, yaitu “Working Memory” yang dikenalkan oleh Baddelay dan Hitch pada tahun 1974.
Memory jangka pendek merupakan kemampuan untuk menyimpan dan memproses informasi yang diterima, yang masuk melalui indera, yang kemudian akan ditranfer atau disimpan ke ingatan yang lebih permanen, yaitu ingatan jangka panjang.48
Ingatan jangka pendek adalah suatu proses penyimpanan memori sementara di mana informasi akan disimpan selama informasi itu dibutuhkan. Sistem ingatan jangka pendek menyimpan informasi atau stimuli selama sekitar 30 detik. Dari ingatan jangka pendek ini, sebagian informasi yang terpilih akan diteruskan ke dalam ingatan jangka panjang. Jika kita mengingat kembali tentang sebuah informasi, maka informasi yang tersimpan dalam ingatan jangka panjang akan dikembalikan ke ingatan jangka pendek untuk di recall. 49
46 S.Suryabrata, Psikologi Pendidikan, (Jakarta : Raja Grafindo Perkasa, 2005).
47 B. Walgito, Pengantar Psikologi Umum, (Yogyakarta: Andi Offse, 2001).
48 Suparmi, “Studi Meta Analisa : Strategi Rehearsal Dan Memory Jangka Pendek.”
49 Raharjo, “Peningkatan Kemampuan Daya Ingat Anak Slow Learner Melalui Terapi Kognitif Pada Anak Sekolah Dasar.”
Ingatan jangka pendek (short time memory) juga dimaknai sebagai suatu sistem penyimpanan yang dapat menyimpan informasi dalam jumlah yang terbatas untuk beberapa detik. Ini adalah bagian dari ingatan, di mana informasi yang sekarang menjadi sebuah pikiran tersimpan. Pikiran seseorang secara sadar pada beberapa kejadian akan bertahan dalam ingatan jangka pendek. Ketika seseorang berhenti memikirkan sesuatu, informasi akan dibuang dari ingatan.
Sebagian besar model memori menganalogikan memori jangka pendek sebagai sebuah ember. Apabila ember tersebut tidak bocor, ember tersebut akan penuh dengan cepat hingga airnya luber, tidak lagi mampu menampung apapun yang ada didalamnya. Memori jangka pendek hanya mampu menampung informasi dalam jumlah terbatas.50
Memori jangka pendek memiliki kapasitas yang kecil sekali, namun sangat besar peranannya dalam proses memori, yang merupakan tempat dimana kita memproses stimulus yang berasal dari lingkungan kita. Kemampuan penyimpanan informasi yang kecil tersebut sesuai dengan kapasitas pemrosesan yang terbatas. Memori jangka pendek berfungsi sebagai penyimpanan transitori yang dapat menyimpan informasi yang sangat terbatas dan mentransformasikan serta menggunakan informasi tersebut dalam menghasilkan respon atas suatu stimulus.51
Informasi yang disimpan pada Short Term Memory, hanya dipertahankan selama informasi tersebut masih dibutuhkan. Informasi yang individu dapatkan melalui indera banyak sekali, tetapi tidak semua informasi tersebut akan masuk kedalam memori, bahkan orang cenderung cepat lupa terhadap informasi- informasi yang baru diterimanya.
50 Wade, C., & Tavris, C. Psikologi edisi 9 jilid 1, (Jakarta: Penerbit Erlangga, 2008).
51 Dharmawan, “Musik Klasik Dan Daya Ingat Jangka Pendek Pada Remaja.”
Menurut Solso (2008) sebagaimana dikutip oleh Sujarwo,52 penyebab kegagalan mengingat pada Short Term Memory diantaranya displacement, interference, decay.
1) Displacement, yaitu kegagalan mengingat yang disebabkan karena informasi yang lama digantikan dengan informasi yang baru saja diterima.
2) Interference, yaitu proses lupa yang terjadi karena informasi yang satu mengganggu proses mengingat informasi yang lain. Bisa terjadi bahwa informasi yang baru diterima mengganggu proses mengingat informasi yang lama, tetapi bisa juga terjadi sebaliknya.
Bila informasi yang baru diterima menyebabkan sulit mencari informasi yang sudah ada dalam memori maka terjadilah interferensi retroaktif. Jika informasi yang disimpan dalam memori mengganggu proses mengingat informasi baru ini disebut interferensi proaktif, misalnya ketika individu mengalami kesulitan dalam mempelajari bahasa baru.
3) Decay, teori ini beranggapan bahwa memori menjadi semakin aus dengan berlalunya waktu ketika tidak pernah diulang kembali.
Setiap informasi yang disimpan akan meninggalkan jejak (memory trace), jejak-jejak ini akan rusak atau bahkan menghilang jika tidak pernah dipakai lagi.
b. Long Term Memory (Ingatan Jangka Panjang)
Ingatan jangka panjang (Long Term Memory) adalah bagian dari sistem ingatan seseorang, di mana informasi disimpan dalam periode waktu yang lama. Ingatan jangka panjang mempunyai kapasitas yang besar, menyimpan informasi yang sangat lama. Kenyataannya, banyak teori yang meyakini bahwa individu tidak pernah melupakan informasi dalam ingatan jangka panjang; lebih, individu hanya kehilangan kemampuan untuk menemukan informasi dalam ingatan.
52 Bhinnety, “Struktur Dan Proses Memori.”
Kemampuan untuk mengingat masa lalu dan menggunakan informasi tersebut untuk dimanfaatkan saat ini merupakan fungsi dari memori jangka panjang. Sistem memori jangka panjang memungkinkan kita untuk seolah‐olah hidup dalam dua dunia, yaitu dunia masa lalu dan saat sekarang ini, dan oleh karenanya memungkinkan kita untuk memahami mengalirnya tanpa henti dari pengalaman langsung. Hal‐hal yang paling istimewa dari memori jangka panjang adalah kapasitasnya yang tidak terbatas dan durasinya yang seolah‐olah tak pernah berakhir.
Menurut Bower (1975) sebagaimana dikutip oleh Bhinnety53, terdapat 54beberapa macam informasi yang tersimpan dalam memori jangka panjang, meliputi:
1) Model spasial dari alam di sekeliling kita, struktur simbolis yang berkaitan dengan gambaran tentang suatu rumah, kota, negara, atau planet dan informasi tentang di mana obyek‐obyek penting terletak dalam peta kognitif tersebut
2) Pengetahuan hukum-hukum fisika, kosmologi, sifat obyek dan segala sesuatu yang terkait dengannya
3) Keyakinan kita terhadap orang, diri sendiri, dan tentang bagaimana berperilaku dalam situai sosial yang bervariasi,
4) Nilai-nilai dan tujuan sosial yang kita cari
5) Ketrampilan motorik dalam mengemudi, bersepeda dan sejenisnya;
ketrampilan menyelesaikan masalah untuk berbagai situasi;
rencana-rencana kita untuk mencapai sesuatu,
6) Keterampilan perseptual dalam memahami bahasa atau menginterpretasikan lukisan atau musik
Informasi‐informasi dalam sistem memori jangka panjang tersimpan secara terorganisir dalam berbagai cara. Informasi baru yang masuk ke memori jangka panjang tidak memerlukan pembuatan suatu jaringan baru, namun disimpan dalam organisasi yang telah ada.
53 Sujarwo and Oktaviana, “Pengaruh Warna Terhadap Short Term Memory Pada Siswa Kelas VIII SMP N 37 Palembang.”
54 Bhinnety, “Struktur Dan Proses Memori.”
Kapasitas dan durasi memori jangka panjang secara umum tidak terbatas, namun terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan kelupaan atau ketidak berhasilan untuk memunculkan informasi yang telah tersimpan di memori jangka panjang. 55
Dalam menyelidiki ingatan dalam perspektif psikologi belajar, memberikan beberapa metode untuk meneliti masalah ingatan, yaitu ; a. Metode waktu belajar, yaitu metode untuk menyelidiki kemampuan
ingatan dengan cara melihat sejauh mana waktu yang diperlukan oleh subyek untuk menguasai materi dengan baik.
b. Metode Belajar Kembali, yaitu metode untuk menyelidiki ingatan dengan cara mempelajari kembali materi yang pernah sampai dengan kriteria tertentu.
c. Metode Rekonstruksi, yaitu suatu metode di mana subyek disuruh untuk merekonstruksi kembali materi yang telah diberikan sampai kriteria tertentu. Contoh, subyek merekonstruksi kembali susunan gambar yang telah terpotong-potong.
d. Metode Pengenalan, yaitu suatu metode dengan cara mengenali kembali materi yang telah diberikan kepada subyek. Subyek diberikan suatu materi kemudian untuk mengetahui sejauhmana materi dapat diingat maka deberikan bentuk pilihan ganda untuk memilih yang benar.
e. Metode Mengingat, yaitu metode untuk mengingat kembali materi yang telah diberikan. Misalnya subyek disuruh menjawab soal dengan bentuk isian atau essay.
f. Metode Asosiasi berpasangan,yaitu metode untuk mengingat materi-materi yang diberikan dalam bentuk pasangan, hal ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan mangingat terhadap pasangan stimulus yang diberikan.56
55 Ibid.
56 A. Woolfolk, Educational Psychology. Edisi Pertama. Penerjemah Sutjipto, H.P.
(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009)