• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Padi dan Palawija 1 Pad

V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Dalam penelitian pemasaran buah mangga Arumanis ini analisis data yang dilakukan meliputi karakteristik usahatani buah mangga Arumanis, identitas petani responden, identitas pedagang, saluran pemasaran yang ada, lembaga pemasaran, analisis biaya, keuntungan, marjin pemasaran dan efisiensi pemasaran dari buah mangga Arumanis.

1. Karakteristik Usahatani Buah Mangga Arumanis

Tanaman buah mangga Arumanis di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan merupakan bentuk program pemerintah Kabupaten Magetan yang menjadikan Kecamatan Parang menjadi sentra penanaman buah mangga Arumanis, program ini mulai dijalankan pada tahun 1995. Tanaman buah mangga Arumanis Pohon mangga berumur 2 (dua) tahun dapat menghasilkan 5 kg buah, sedangkan pada umur 10 tahun, 100 kg buah. Hasil panen dari pohon mangga Arumanis berumur 10 tahun sebesar 170 kg/pohon. Hasil panen maksimum didapatkan setelah pohon mangga berumur lebih dari 10 tahun. Kemudian untuk 15 - 20 tahun kemudian, masih produktif, walaupun ditemukan pohon mangga yang berumur lebih dari 100 tahun yang masih produktif. Masa panen raya berkisar antara bulan Juni hingga Desember. Produktivitas tanaman buah mangga Arumanis tergantung pada kualitas bibit mangga yang ditanam, perawatan yang dilakukan yang meliputi; pemupukan, pengairan, penyemprotan bunga, pengendalian hama, bila dimungkinkan penjarangan buah, serta pemangkasan (wiwil) pasca panen yaitu dengan cara memangkas ranting- ranting tua.

2. Identitas Petani Responden

Identitas responden merupakan gambaran secara umum dan latar belakang dalam menjalankan suatu kegiatan usahatani baik yang bersifat subsisten maupun usahatani yang sudah komersil. Dalam menjalankan usahatani dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya umur dari petani itu

sendiri, tingkat pendidikan, jumlah pemilikan pohon yang diusahakan, jenis mangga yang diusahakan dan pengalaman berusahatani.

a. Umur Petani Responden

Usia produktif dan usia tidak produktif dapat mempengaruhi kegiatan yang dilakukan petani. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh data jumlah petani responden berdasarkan umur. Tabel 18. Jumlah dan Persentase Petani Responden Berdasarkan

Kelompok Umur di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan

No. Kelompok Umur Jumlah Petani (Orang) Persentase (%)

1. 35 – 39 2 6,67 2. 40 – 44 5 16,67 3. 45 – 49 5 16,67 4. 50 – 54 6 20 5. 55 – 59 4 13,33 6. 60 – 64 8 26,67 ∑ 30 100

Sumber : Analisis Data Primer, 2009

Berdasarkan Tabel 18 diketahui bahwa jumlah petani responden yaitu 30 orang yang semuanya masih berusia produktif. Pada responden usia produktif, 2 (dua) orang atau 6,67 % berada pada kisaran umur 35-39 tahun, 5 (lima) orang atau 16,67 % berumur antara 40-44 tahun, 5 (lima) orang atau 16,67% berumur 45-49 tahun, 6 (enam) orang atau 20 % berumur 50-54 tahun, dan 4 (empat) orang atau 13,33 % berumur 55-69 tahun, sedangkan kisaran umur 60-64 tahun lebih banyak yaitu 8 (delapan) orang.

Usia petani responden termasuk dalam kelompok usia yang produktif. Dimana usia ini berpengaruh terhadap produktivitas kerja petani. Dengan banyaknya petani dalam kelompok umur produktif di suatu daerah memungkinkan daerah tersebut dapat berkembang. Hal ini disebabkan petani pada umumnya lebih mudah menerima informasi dan inovasi baru serta lebih cepat mengambil keputusan dalam penerapan teknologi baru yang berhubungan dengan usahataninya. Dengan kondisi usia tersebut juga diharapkan petani mampu membaca

pasar dan memanfaatkan peluang untuk meningkatkan penerimaan usahataninya.

b. Jumlah Anggota Keluarga

Jumlah anggota keluarga akan mempengaruhi petani dalam menjual mangga Arumanisnya. Semakin banyak jumlah anggota keluarga menuntut petani untuk mendapatkan uang yang lebih cepat guna memenuhi kebutuhannya. Anggota keluarga yang aktif dalam usahatani mangga Arumanis tersebut hanya dua orang yaitu bapak dan ibu sedangkan anggota keluarga yang lain hanya membantu seperlunya saja. Berikut ini merupakan jumlah anggota kelurga dari petani responden.

Tabel 19. Jumlah dan Persentase Petani Responden Berdasarkan Jumlah Anggota Keluarga di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan.

No. Anggota Keluarga Jumlah %

1. 2. 1 – 4 5 – 8 10 20 33,33 66,67 ∑ 30 100

Sumber: Analisis data Primer, 2009

Berdasarkan Tabel 19 bahwa jumlah anggota keluarga petani responden yang memiliki jumlah anggota terbanyak kisaran 5-8 sebanyak 20 orang atau 66,67 %. Hal ini berarti bahwa selain responden, terdapat anggota keluarga lain yang dapat diajak untuk bermusyawarah dalam pengambilan keputusan. Selain itu anggota keluarga responden tersebut dapat diikutsertakan secara aktif dalam usahatani mangga Arumanis dan pemasarannya.

c. Pendidikan Petani Responden

Pendidikan petani responden merupakan salah satu faktor penting menerima dan menerapkan teknologi baru disamping kemampuan dan ketrampilan petani itu sendiri. Di samping itu sangat mempengaruhi pola pikir dan pengambilan keputusan dalam pengolahan usahatani mangga dan pemasaran mangga yang dihasilkan.

Tabel 20. Jumlah dan Persentase Petani Responden Berdasarkan Pendidikan di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan. No. Tingkat Pendidikan Jumlah Petani (Orang) Persentase (%)

1. Tamat SD 22 73,33

2. Tamat SMP 2 6,67

3. Tamat SLTA 3 10

4. Sarjana 3 10

∑ 30 100

Sumber : Analisis data Primer, 2009

Berdasarkan Tabel 19 dapat diketahui bahwa sebagian besar petani responden adalah tamatan SD sebanyak 22 orang atau 73,33 %. Petani responden yang tamat SMP ada 2 (dua) orang atau 6,67 %, petani yang tamat SMA ada 3 (tiga) orang atau 10 % dan yang sarjana ada 3 orang atau 10 %.

Pendidikan merupakan salah satu faktor untuk keberhasilan penerapan teknologi baru pada suatu daerah yang berhubungan dengan usahatani setempat. Tingkat pendidikan formal maupun non formal sangat mempengaruhi petani dalam pengambilan keputusan mengenai pelaksanaan usahatani. Di Kecamatan Parang dapat dikatakan pendidikan masih rendah, ditandai dengan kesadaran untuk menuntut ilmu sebagian besar hanya tamatan SD. Pendidikan yang dimiliki diharapkan dapat menjadi modal bagi petani untuk memperhatikan keadaan pasar, harga yang terjadi dan pemilihan pedagang yang mau membeli buah mangga Arumanis dengan harga tinggi untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Tingkat pendidikan yang rendah ini tentu saja berpengaruh terhadap bagaimana teknik budidaya buah mangga Arumanis yang baik sehingga akan berpengaruh terhadap produktivitas buah mangga Arumanis, pemahaman petani responden mengenai bibit mangga yang ditanam, perawatan yang dilakukan yang meliputi; pemupukan, pengairan, penyemprotan bunga, pengendalian hama, bila mdimungkinkan penjarangan buah, serta pemangkasan (pipil) pasca panen yang belum sepenuhnya dilakukan oleh petani responden. Awal tahun 2008 telah

dibentuk kelompok-kelompok tani diharapkan petani dapat menyerap informasi baru sehingga dapat diaplikasikan pada usahatani buah mangganya. Akan tetapi sebagian besar petani pemilik tanaman mangga Arumanis tidak begitu aktif dalam setiap penyuluhan yang diadakan oleh ketua Gapoktan dan PPL setempat.

d. Jumlah Kepemilikan Tanaman Mangga

Jumlah kepemilikan tanaman mangga petani merupakan jumlah mangga Arumanis. Jumlah kepemilikan tanaman juga akan berpengaruh pada hasil produksi. Dari hasil wawancara dengan petani maka pemilikan tanaman mangga Arumanis dapat dikelompokkan di bawah ini :

Tabel 21. Jumlah dan Persentase Petani Responden Berdasarkan Jumlah Pemilikan Tanaman Mangga Arumanis di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan

No. Jumlah Pemilikan Mangga (Pohon) Jumlah Petani Persentase (%) 1. 18 – 27 5 16,67 2. 28 – 37 5 16,67 3. 38 – 47 5 16,67 4. 48 – 57 2 6,67 5. 58 – 67 5 16,67 6. 68 – 77 2 6,67 7. 78 – 87 3 10,00 8. 88 – 97 - - 9. ≥ 98 3 10,00 ∑ 30 100

Sumber : Analisis Data Primer, 2009

Berdasarkan Tabel 21 diketahui bahwa jumlah kepemilikan tanaman mangga Arumanis kisaran 18-27, 28-37, 38-47, dan 58-67 pohon sebanyak 5 (lima) orang atau 16,67 %. Sedangkan petani responden yang memiliki ≥ 98 pohon adalah 3 (tiga) orang. Jumlah pemilikan pohon yang produktif atau menghasilkan menentukan besarnya pendapatan petani, semakin banyak jumlah pohon mangga Arumanis yang ditanam maka pendapatan yang diterima petani besar. Dari hasil penelitian petani responden memperoleh tingkat pendapatan yang lebih besar apabila jumlah luas pertanaman dan jumlah pohon

mangga Arumanis banyak. Jumlah pohon mangga Arumanis yang ditanam tergantung dari luas lahan yang dimiliki petani mangga, rata- rata luas lahan yang dimiliki petani yaitu 0,37 Ha.

e. Luas Lahan Usahatani Mangga Arumanis

Kepemilikan lahan petani akan berpengaruh pada produksi yang dihasilkan. Lahan merupakan salah satu faktor produksi yang penting. Jika jumlah produksi yang dihasilkan banyak maka akan berpengaruh juga pada penerimaan dan pendapatan petani. Berikut ini merupakan luas lahan usahatani mangga Arumanis dari petani responden.

Tabel 22. Jumlah dan Persentase Petani Responden Berdasarkan Luas Lahan di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan.

No. Luas Tanam (Ha) Jumlah Petani (Orang) % 1. 2. 3. ≤ 0,5 0,51 ≤ 1 >1 26 4 0 86,6 13,3 0 ∑ 30 100

Sumber: Analisis Data Primer, 2009

Luas lahan tanam akan berpengaruh pada hasil produksi. Keberadaan lahan akan mempengaruhi besar kecilnya peneriaan petani, semakin luas lahan tanamnya semakin banyak pohon mangga Arumanis yang ditanam. Pada lokasi penelitian diketahui bahwa sebagian besar petani responden atau 86,6 % memiliki luas lahan ≤ 0,5 Ha. Mayoritas petani buah mangga Arumanis didaerah penelitian adalah petani kecil karena mempunyai luas lahan ≤ 0,5 ha. Sebagian besar petani menanam pohon mangga di areal persawahan, tegalan, dan pekarangan rumah.

f. Pengalaman Usahatani Mangga Arumanis

Keberhasilan usahatani mangga Arumanis tidak terlepas dari pengalaman dalam berusahatani mangga Arumanis. Dari hasil wawancara maka jumlah petani berdasarkan pengalamannya, dapat dikelompokkan seperti tercantum pada Tabel 23 berikut :

Tabel 23. Jumlah dan Persentase Petani Responden Berdasarkan Pengalaman Usahatani Mangga Arumanis di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan.

No. Pengalaman Usahatani (Tahun) Jumlah Petani (Orang) Persentase (%) 1. 5 – 11 23 76,67 2. 12 – 18 7 23,33 ∑ 30 100

Sumber : Analisis Data Primer, 2009

Berdasarkan Tabel 23 dapat diketahui bahwa pengalaman petani mangga Arumanis antara 5-11 tahun adalah 23 orang atau 76,67 % . Lama pengalaman ini dipengaruhi oleh adanya program pemerintah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Magetan pada tahun 1995 yang menjadikan Kecamatan Parang sebagai sentra penanaman buah mangga Arumanis. Pengalaman tersebut menunjukkan lamanya waktu petani/produsen dalam mengusahakan mangga serta keuletan dalam budidaya dan pemasaran mangga. Semakin lama pengalaman tersebut maka keberhasilan dalam usahatani mangga akan lebih mudah dalam pengelolaan maupun dalam pemasarannya. Berdasarkan pengalaman yang telah dimiliki oleh petani buah mangga Arumanis diharapkan untuk kedepannya petani mampu lebih baik lagi dalam menjalankan usahatani buah mangga Arumanisnya, sehingga mampu mempertahankan serta meningkatkan produktivitas dan pendapatannya.

3. Identitas Responden Lembaga Pemasaran

Pedagang/lembaga pemasaran yang terlibat pemasaran buah mangga Arumanis di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan adalah pedagang penebas, pedagang pengumpul, dan pedagang pengecer, dan pada akhir tahun 2009 ini sedang dikembangkan pengolahan manisan dari buah mangga Arumanis yang dijalankan oleh kelompok petani. Dari petani buah mangga Arumanis menjual ke pedagang/lembaga pemasaran. Layaknya suatu pengalaman dan pola pikir yang cermat yang dalam hal ini pengalaman, umur, dan pendidikan sangat mempengaruhi keberhasilan

dalam berdagang. Berdasarkan hasil penelitian pemasaran buah mangga Arumanis di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan, lembaga pemasaran yang terlibat dalam proses penyampaian buah mangga Arumanis dari petani sampai ke konsumen terdapat beberapa lembaga pemasaran. Berikut ini identitas responden lembaga perantara pemasaran buah mangga Arumanis di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan, tersaji pada Tabel 24, 25, 26, 27, dan Tabel 28 berikut :

a. Pedagang Penebas

Pedagang penebas pada umumnya mendapatkan buah mangga Arumanis langsung dari petani dengan cara sistem tebasan dan per kilogram. Berikut ini identitas responden pedagang penebas buah mangga Arumanis di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan :

Tabel 24. Identitas Responden Pedagang Penebas Buah Mangga Arumanis di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan.

Status Lembaga Pemasaran

No. Uraian

Pedagang Penebas (Orang) Persentase %

1. Umur (Tahun) a. 32 – 36 1 16,67 b. 37 – 40 0 0 c. 41 – 44 0 0 d. 45 – 48 1 16,67 e. 49 – 52 2 33,33 f. 53 – 56 2 33,33 ∑ 6 100 2. Pendidikan a. Tidak Tamat SD 0 0 b. Tamatan SD 2 33,33 c. Tamatan SMP 3 50 d. Tamatan SMA 1 16,67 e. Diploma/Sarjana 0 0 ∑ 6 100

3. Pengalaman Usaha (Tahun)

a. ≤ 3 3 50 b. 4 – 10 3 50 c. 11 – 17 0 0 d. 18 – 24 0 0 e. 25 – 31 0 0 ∑ 6 100

Berdasarkan Tabel 24 dapat diketahui bahwa umur responden pedagang penebas buah mangga Arumanis tergolong dalam usia produktif antara 32-56 tahun. Pada umur kisaran 32-36 tahun sebanyak 1 (satu) orang atau 16,67%, begitu juga kisaran umur 45-48 tahun. Sedangkan untuk kisaran umur 49-52 tahun dan 53-56 tahun yang masing-masing sebanyak 2 (dua) orang atau 33,33%. Pada usia ini pedagang penebas masih mampu bekerja dengan baik, sehingga pedagang yang usianya masih produktif.

Tingkat pendidikan responden pedagang penebas dalam pemasaran buah mangga Arumanis adalah tamatan SD sebanyak 2 orang atau 33,33%, tamatan SMP sebanyak 3 orang (50%) dan tamat SMA sebanyak 1 orang (16,57%). Tingkat pendidikan pada pedagang penebas yang mayoritas tamatan SMP mempengaruhi strategi penjualan ke Pedagang Pengumpul sehingga dalam menjalankan kegiatan penjualan buah mangga Arumanis pedagang penebas tidak melakukan Grading buah mangga Arumanis. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengalaman dan tidak mau mengelurakan biaya sortir serta waktu.

Lama berusaha akan mempengaruhi pengalaman mereka dalam memasarkan buah mangga Arumanis. Lama usaha pada pedagang penebas sekitar 3–10 tahun. Semakin lama pengalaman berdagang semakin mudah bagi mereka untuk mendapatkan produksi buah mangga Arumanis hal ini disebabkan karena mereka sudah dikenal oleh produsen/petani.

b. Pedagang Pengumpul

Pedagang Pengumpul pada umumnya mendapatkan buah mangga Arumanis langsung dari petani dan pedagang penebas yang mengantarkan ke tempat pedagang pengumpul, selain itu pedagang pengumpul juga melakukan peran ganda yaitu melakukan pembelian buah mangga Arumanis dengan cara tebasan dan per kilogram dari

petani. Berikut ini identitas responden Pedagang Pengumpul buah mangga Arumanis di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan :

Tabel 25. Identitas Responden Pedagang Pengumpul Buah Mangga Arumanis Di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan.

Status Lembaga Pemasaran

No. Uraian Pedagang Pengumpul

(Orang) Persentase % 1. Umur (Tahun) a. 41 – 43 1 25 b. 44 – 46 1 25 c. 47 – 49 1 25 d. 50 – 52 0 0 e. 53 – 55 0 0 f. 56 – 58 1 25 ∑ 4 100 2. Pendidikan a. Tidak Tamat SD 0 0 b. Tamatan SD 2 50 c. Tamatan SMP 1 25 d. Tamatan SMA 0 0 e. Diploma/Sarjana 1 25 ∑ 4 100

3. Pengalaman Usaha (Tahun)

a. ≤ 3 0 0 b. 4 – 10 3 75 c. 11 – 17 1 25 d. 18 – 24 0 0 e. 25 – 31 0 0 ∑ 4 100

Sumber : Analisis data Primer, 2009

Berdasarkan Tabel 25 dapat diketahui bahwa umur Pedagang Pengumpul buah mangga Arumanis tergolong dalam usia produktif antara 41-58 tahun. Pada usia ini pedagang pengumpul masih mampu bekerja dengan baik didukung dengan fisik yang kuat serta mental dalam melaksanakan peran sebagai penyalur pemasaran buah mangga Arumanis dari petani ke konsumen.

Tingkat pendidikan Pedagang Pengumpul adalah tamatan SD sebanyak 2 (dua) orang atau 50%, tamatan SMP sebanyak 1 (satu)

orang atau 25%, dan tamatan S1 sebanyak 1 (satu) atau 25%. Keseluruhan responden lembaga pemasaran sudah mengikuti pendidikan formal dengan tingkat pendidikan yang berbeda. Tingkat pendidikan akan mempengaruhi lembaga pemasaran dalam membaca informasi pasar dan perubahan teknologi yang ada dengan proses bertahap. Perbedaan tingkat pendidikan ini mempengaruhi perlakuan buah mangga Arumanis pada saat sortasi.

Lama berusaha juga akan berpengaruh terhadap pengalaman mereka dalam memasarkan buah mangga Arumanis. Lama usaha pada responden pedagang pengumpul 4-10 tahun sebanyak 3 (tiga) orang atau sebesar 75%, dan 11-17 tahun sebesar 1 (satu) atau sebesar 25%. Pengalaman Pedagang Pengumpul ini mempengaruhi strategi pemasaran dan perlakuan buah mangga Arumanis dari hasil pembelian atau tebasan.

c. Pedagang Besar

Pedagang Besar mendapatkan buah mangga Arumanis dari kiriman Pedagang Pengumpul dan volume pembeliannya besar berkisar 8 (delapan) sampai 12 ton setiap sekali transaksi. Pedagang Besar dalam penelitian ini berada di Pasar Induk Keramat Jati Jakarta Timur. Berikut ini identitas responden Pedagang Besar buah mangga Arumanis di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan :

Tabel 26. Identitas Responden Pedagang Besar Buah Mangga Arumanis Di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan.

Status Lembaga Pemasaran

No. Uraian

Pedagang Besar (Orang) Persentase % 1. Umur (Tahun) a. 45 – 46 1 50 b. 47 – 48 0 0 c. 49 – 50 0 0 d. 51 – 52 0 0 e. 53 – 54 1 50 ∑ 2 100 2. Pendidikan a. Tidak Tamat SD 0 0 b. Tamatan SD 0 0 c. Tamatan SMP 0 0 d. Tamatan SMA 1 50 e. Diploma/Sarjana 1 50 ∑ 2 100

3. Pengalaman Usaha (Tahun)

a. ≤ 3 0 0 b. 4 – 10 0 0 c. 11 – 17 1 50 d. 18 – 24 1 50 e. 25 – 31 0 0 ∑ 2 100

Sumber : Analisis data Primer, 2009

Berdasarkan Tabel 26 dapat diketahui bahwa umur Pedagang Besar buah mangga Arumanis tergolong dalam usia produktif antara 45-54 tahun. Tingkat pendidikan pedagang besar adalah tamat SMA sebanyak 1 (satu) orang (50%) dan tamat Diploma/Sarjana sebanyak 1 (satu) orang (50%). Keseluruhan responden lembaga pemasaran sudah mengikuti pendidikan formal dengan tingkat pendidikan yang berbeda. Lama usaha berdagang pada responden Pedagang Besar buah mangga Arumanis yaitu berkisar antara 11-17 tahun sebanyak 1 (satu) orang (50%) dan 18-24 tahun sebanyak 1 (satu) orang (50%). Hal inilah yang mempengaruhi strategi pemasaran buah mangga Arumanis, dimana Pedagang Besar mampu membaca kondisi pasar dan persaingan harga.

d. Agen

Agen mendapatkan buah mangga Arumanis dari Pedagang Besar dengan sistem pembayaran buka tutup. Agen dalam penelitian ini berada di Pasar Induk Keramat Jati Jakarta Timur. Berikut ini identitas responden Agen buah mangga Arumanis di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan :

Tabel 27. Identitas Responden Agen Buah Mangga Arumanis Di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan.

Status Lembaga Pemasaran

No. Uraian

Agen (Orang) Persentase % 1. Umur (Tahun) a. 39 – 42 2 22,22 b. 43 – 46 2 22,.22 c. 47 – 50 4 44,44 d. ≥ 51 1 11,11 ∑ 9 100 2. Pendidikan a. Tidak Tamat SD 0 0 b. Tamatan SD 0 0 c. Tamatan SMP 1 11,11 d. Tamatan SMA 8 88,89 e. Diploma/Sarjana 0 0 ∑ 9 100

3. Pengalaman Usaha (Tahun)

a. ≤ 3 1 11,11 b. 4 – 10 5 55,56 c. 11 – 17 3 33,33 d. 18 – 24 0 0 e. 25 – 31 0 0 ∑ 9 100

Sumber : Analisis data Primer, 2009

Berdasarkan Tabel 27 dapat diketahui bahwa umur Agen buah mangga Arumanis tergolong dalam usia produktif antara 39 - ≥51 tahun. Umur Agen buah mangga Arumanis paling banyak pada kisaran umur 47-50 tahun yaitu 4 (empat) orang atau 44,44%. Tingkat pendidikan Agen adalah tamatan SMP sebanyak 1 (satu) orang atau 11,11% dan tamatan SMA sebanyak 8 (delapan) orang atau sebesar

88,89%. Tingkat pendidikan ini mempengaruhi strategi pemasaran dan mengakses informasi serta kondisi pasar. Keseluruhan responden lembaga pemasaran sudah mengikuti pendidikan formal dengan tingkat pendidikan yang berbeda. Lama usaha berdagang pada responden Agen buah mangga Arumanis di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan yaitu ≤ 3 tahun sebanyak 1 satu orang atau 11,11%, antara 4- 5 tahun sebanyak 5 (lima) orang (55,56%), dan antara 11-17 tahun sebanyak 3 orang (33,33%). Tingkat pengalaman ini mempengaruhi strategi pemasaran yang digunakan.

e. Pedagang pengecer

Pedagang pengecer mendapatkan buah mangga Arumanis dari Agen. Pedagang pengecer dalam penelitian ini berada di daerah Jakarta dan sekitarnya. Berikut ini identitas responden pedagang pengecer buah mangga Arumanis di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan :

Tabel 28. Identitas Responden Pedagang Pengecer Buah Mangga Arumanis Di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan.

Status Lembaga Pemasaran

No. Uraian

Pedagang Pengecer (Orang) Persentase % 1. Umur (Tahun) a. 22 – 27 0 0 b. 28 – 33 0 0 c. 34 – 39 6 15,79 d. 40 – 45 16 42,11 e. 46 – 51 9 23,68 f. 52 – 57 7 18,42 ∑ 38 100 2. Pendidikan a. Tidak Tamat SD 0 0 b. Tamatan SD 2 5,26 c. Tamatan SMP 9 23,68 d. Tamatan SMA 19 50 e. Diploma/Sarjana 8 21,05 ∑ 38 100

3. Pengalaman Usaha (Tahun)

a. ≤ 3 0 0 b. 4 – 10 36 94,74 c. 11 – 17 2 5,26 d. 18 – 24 0 0 e. 25 – 31 0 0 ∑ 38 100

Sumber : Analisis data Primer, 2009

Berdasarkan Tabel 28 dapat diketahui pedagang pengecer berjumlah banyak yaitu 38 responden, hal ini dikarenakan jumlah kegiatan pemasaran buah mangga Arumanis melibatkan banyak pedagang pengecer, baik pedagang pengecer didalam Kabupaten Magetan maupun pedagang pengecer diluar Kabupaten Magetan yaitu daerah Jakarta dan sekitarnya. Umur pedagang pengecer buah mangga Arumanis tergolong dalam usia produktif antara 22-57 tahun. Sebagian besar pedagang pengecer berumur antara 40-45 tahun yaitu sebanyak 16 orang atau 42,11%. Tingkat pendidikan pedagang besar adalah tamatan SD sebanyak 2 (dua) orang atau 5,26%, tamatan SMP

sebanyak 9 (Sembilan) orang ataun 23,68%, tamatan SMA sebanyak 19 orang (50%), sedangkan tamatan Diploma/Sarjana sebanyak 8 (delapan) orang atau 21,05%. Keseluruhan responden lembaga pemasaran sudah mengikuti pendidikan formal dengan tingkat pendidikan yang berbeda. Lama usaha berdagang pada responden pedagang pengecer buah mangga Arumanis di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan yaitu berkisar antara 4-10 tahun sebanyak 36 orang (94,74%) dan 11-17 tahun sebanyak 2 (dua) orang atau 5,26%. Tingkat pendidikan dan pengalaman berdagang ini mempengaruhi bagaimana cara memasarkan buah mangga Arumanis dan mampu mengikuti kondisi pasar.

f. Konsumen Buah Mangga Arumanis

Konsumen buah mangga Arumanis adalah orang-orang yang membeli buah mangga Arumanis untuk dikonsumsi sendiri. Konsumen buah mangga Arumanis diperoleh menggunakan pendekatan (proxy) dari pedagang pengecer (konsumen luar Kabupaten Magetan). Berdasarkan hasil penelitian konsumen buah mangga Arumanis dikonsumsi dalam skala rumah tangga. Biasanya volume pembeliannya dalam jumlah kecil berkisar antara 2-10 kg. Konsumen akhir buah mangga Arumanis pada saluran I dan II adalah konsumen dalam Kabupaten Magetan dan sekitarnya yaitu Ngawi, Madiun, dan Ponorogo. Sedangkan konsumen pada saluran III dan IV adalah konsumen luar Kabupaten Magetan yaitu konsumen di daerah Jakarta dan sekitarnya.

g. Tugas dan Fungsi Lembaga Pemasaran Buah Mangga Arumanis di Kecamatan parang Kabupaten Magetan

Dalam rangka proses penyampaian hasil produksi dari petani sebagai produsen sampai ke konsumen. Lembaga pemasaran memiliki arti penting dalam proses penyampaian barang dari produsen ke konsumen. Hubungan antara produsen dan pedagang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak, produsen memerlukan jasa pedagang untuk memasarkan barang produksinya dan pedagang memerlukan produsen

sebagai penyedia barang dagangan. Selain itu konsumen juga memerlukan produsen dan pedagang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Lembaga pemasaran adalah badan usaha atau individu yang menyelenggarakan pemasaran, menyalurkan jasa dan komoditi dari produsen sampai kepada konsumen akhir. Serta mempunyai hubungan dengan badan usaha atau individu lainnya. Tugas lembaga pemasaran adalah menjalankan fungsi pemasaran serta memenuhi kebutuhan konsumen (Sudiyono, 2002). Berdasarkan hasil penelitian maka tugas dan fungsi lembaga pemasaran buah mangga Arumanis yang ada di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan tersaji pada Tabel 29 berikut :

Tabel 29. Tugas dan Fungsi Lembaga Pemasaran Buah Mangga Arumanis Yang Ada di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan

No. Lembaga Pemasaran Tugas dan Fungsi Lembaga Pemasaran 1. Pedagang Penebas -Melakukan fungsi pembelian dengan sistem tebasan

dan penjualan

-Melakukan fungsi pengangkutan

-Melakukan fungsi pelancar yaitu penanggungan resiko rusak

2. Pedagang Pengumpul -Melakukan fungsi pembelian dengan sistem tebasan maupun per kilogram dan penjualan

-Melakukan fungsi pengepakan, pemeraman, pengangkutan dan penyimpanan sementara -Melakukan Grading pada buah mangga Arumanis -Melakukan fungsi pelancar yang meliputi

penanggungan resiko rusak, dan menyampaikan informasi kepada pihak yang membutuhkan (konsumen dan pedagang besar)

3. Pedagang Besar -Melakukan fungsi pembelian dan penjualan -Melakukan fungsi penyimpanan sementara -Melakukan fungsi pelancar yang meliputi

penanggungan resiko rusak, dan menyampaikan informasi kepada pihak yang membutuhkan (Agen) 4. Agen -Melakukan fungsi pembelian, penjulan, dan

penyimpanan sementara

-Melakukan fungsi pelancar yang meliputi

penanggungan resiko rusak dan penyampaian informasi kepada pihak yang membutuhkan (pedagang pengecer) 5. Pedagang Pengecer -Melakukan fungsi pembelian dan penjualan

-Melakukan fungsi pengangkutan dan penyimpanan sementara

-Melakukan fungsi pelancar yang meliputi penanggungan resiko rusak, dan menyampaikan informasi kepada pihak yang membutuhkan (konsumen)

Berdasarkan hasil penelitian pemasaran mangga Arumanis di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan lembaga pemasaran yang terlibat untuk memperlancar penyampaian mangga Arumanis dari petani sampai ke konsumen terdapat beberapa lembaga pemasaran yaitu:

1. Pedagang Penebas

Pedagang penebas adalah pedagang atau orang yang melakukan pembelian mangga Arumanis yang mendatangi langsung petani dan membeli semuanya dengan menebas buah mangga Arumanis yang masih berbunga di pohon atau buah mangga Arumanis yang sudah siap dipanen. Penebas ini biasanya berasal dari desa setempat. Dalam melakukan kegiatan pemasaran yaitu hanya pemanenan dan pengangkutan, serta penjualan. Penebas setelah melakukan pemanenan biasanya menjual langsung ke padagang pengumpul langganan tiap tahunnya, yang bertujuan untuk mengurangi resiko. Resiko yang ditanggung oleh penebas yaitu penyusutan berat mangga dan

Dokumen terkait