• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Selayang Pandang Muhammadiyah di Kabupaten Kepulauan Selayar 1. Sejarah berdiri dan Berkembangnya.

Sejarah lahirnya Muhammadiyah di Kabupaten Kepulauan Selayar merupakan sebuah perjuangan yang begitu mendalam, salah satu tokoh yang pertama membawa lahirnya Muhammadiyah di Selayar adalah A.G.H. Hayyung pada tahun 1928 di kampung joong, Persyarikatan memiliki 54 orang yang terdiri dari 7 orang di Joong, 20 orang di Gantarang Lohe, dan diBonto Boila dan Kerajaang 4 orang.pada tahun 1929 A.G.H. Hayyung berangkat ke Jakarta untuk mengikuti kongres Muhammadiyah ke-18, dan setelah pulang dari Jakarta, kemudian kembali ke Selayar dan mendirikan kembali di Tambolongan pada tanggal 15 Agustus tahun 1930. Jadi pada kesimpulannya adalah bahwa Muhammadiyah di Selayar berdiri pada tanggal 17 Agustus tahun 1927.

Pada tahun 1928 Muhammadiyah Selayar di pimpin oleh KH.

Hayyung selama 10 tahun, dengan hadirnya beberapa cabang Muhammadiyah di Kabupaten Kepulauan Selayar Pimpinan Daerah Muhammadiyah mampu berdiri dengan mapan sebagai organisasi yang bergerak untuk mengembangkan amal usahanya dibidang pendidikan dan dakwah agar masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar terhindar

dari praktek pembodohan, serta generasi Selayar bisa mengalami perkembangan. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kepulauan Selayar sepanjang perjalanannya telah mengalami beberapa pergantian pemimpin dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 5

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kepulauan Selayar

No Periode Nama Jabatan Sumber Data : Sekretariat PDM Kab. Kep. Selayar

Tabel 6 8 Cabang Muhammadiyah Taka Bonerate 9 Cabang Muhammadiyah Pasimasunggu

10 Cabang Muhammadiyah Pasimasunggu Timur 11 Cabang Muhammadiyah Pasilambena

12 Cabang Muhammadiyah Benteng 13 Cabang Muhammadiyah Bontosunggu 14 Cabang Muhammadiyah Bontoharu

Sumber Data : Sekretariat PD Muhammadiyah Kab. Kep. Selayar

Tabel 7

6 Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Muhammadiyah 7 Tapak Suci Putra Muhammadiyah

Sumber Data : Sekretariat PD Muhammadiyah Kab. Kep. Selayar

2. Visi dan Misi Muhammadiyah Kabupaten Kepulauan Selayar a. Visi

Muhammadiyah Kabupaten Kepulauan Selayar, dengan segenap potensi yang dimilikinya berikut komitmen gerakan dan kepribadiannya bertekad untuk menjadi Gerakan Islam Transformatif, yaitu gerakan yang mampu membumikan nilai-nilai Islam yang bersifat universal dan komprehensif ke dalam seluruh aspek kehidupan (kaffah), sehingga menjadi rahmatan lil’alamin menuju terciptanya Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

b. Misi :

1. Menanamkan dan memperteguh keyakinan, ‘aqidah tauhid yang murni.

2. Menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran dan ketaatan dalam beribadah dan bermu’malah sesuai dengan tuntunan dan tuntutan syari’ah.

3. Mengembangkan dan menyebarluaskan pemahaman serta meningkatkan penghayatan ajaran Islam yang bersumber kepada Al Quran dan Sunnah Rasul guna merespon persoalan-persoalan kehidupan.

4. Mewujudkan nilai-nilai Islami dalam bersikap dan bertindak di tengah-tengah realitas kehidupan (pribadi, keluarga dan masyarakat).

5. Membangun Manajemen organisasi yang baik dan berorientasi serta didesain pada kebersamaan, keutuhan dan keterbukaan.

3. Keadaan Muhammadiyah Kabupaten Kepulauan Selayar Periode 2010-2015

Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang merupakan sebuah wadah perjuangan untuk menghimpun dan menggerakkan serta membina potensi kader dalam rangka untuk meningkatkan peran dan tanggung jawabnya sebagai kader Persyarikatan Muhammadiyah, kader umat dan kader bangsa, sehingga akan terlahir kader yang memiliki kerangka berfikir ilmu amaliah dan kader amal amaliah yang sesuai dengan kepribadian muhammadiayah dan menjalin hubungan silaturrahim antara semua kader muhammadiyah, karena dengan kerjasama dan membangun konsep kebersamaanlah yang akan mengembangkan gerakan muhammadiyah di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Muhammadiyah adalah persyarikatan yang merupakan gerakan Islam. Maksud gerakan adalah dakwah Islam amar’ma’ruf nahi munkar pada bidang yang pertama terbagi pada dua golongan; kepada yang telah Islam bersifat pembaharuan (tajdid), yaitu mengembalikan ajaran -ajaran Islam yang murni, yang kedua kepada yang belum Islam bersifat seruan dan ajakan untuk memeluk agama Islam, adapun dakwah amar ma’ruf nahi mungkar. Sedangkan pada bidang yang kedua adalah

kepada masyarakat, bersifat perbaikan dan bimbingan serts peringatan.

Kesemua itu dilaksanakan bersama dengan bermusyawarah atas dasar taqwa dan mengharap keridlaan Allah semata.

Memperhatikan uraian tersebut diatas; apakah Muhammadiyah, dasar amal usaha Muhammadiyah, maka Muhammadiyah memiliki dan wajib memelihara sifat-sifatnya, terutama yang terjalin dibawah ini:

Beramal dan berjuang untuk perdamaian dan kesejahteraan.

Memperbanyak kawan dan mengamalkan ukhuwah Islamiyah Lapang dada, luas pandangan dengan memegang teguh ajaran Islam.

Bersifat keagamaan dan kemasyarakatan.

Mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan seta tokoh teladan yang baik. Amar ma’ruf nahi mungkar dalam segala lapangan serta menjadi teladan yang baik. Aktif dalam perkembangan masyarakat, dengan maksud adalah bahwa isilah pembangunan sesuai dengan ajaran Islam, membantu pemerintah serta kerjasama dengan golongan lain dalam memelihara dan membangun Negara maupun kabupaten terkhusus Kabupaten Kepulauan Selayar dalam rangka untuk mencapai suatu masyarakat adil dan makmur yang diridloi oleh Allah.

Secara administrasi, dapat kita lihat bahwa muhammadiyah Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki satu Pimpinan Daerah Muhammadiyah dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Tabel 8

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kepulauan Selayar Periode 2010 - 2015

No Nama Jabatan

1 H. Saiful Arif, SH Ketua

2 H. Andi Ahmad, S.Pd.I Wakil ketua

3 Drs. Gazali, MM.Pd Wakil Ketua

4 Muh. Husni, S.Ag Wakil ketua

5 Nandar Jamaluddin, S.Pd Wakil ketua

6 Drs. Abdullah Sekretaris

7 Drs. Ruknuddin, MM Wakil Sekretaris

8 Drs. Saharuddin, MM Bendahara

9 Jamaluddin Efendi, S.Ag Wakil bendahara

Sumber Data : Sekretariat PDM Kepulauan Selayar

B. Peranan Kader Muhammadiyah dalam pengembangan amal usaha bidang pendidikan dan pengajaran di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Sejak berdirinya muhammadiyah di Kabupaten Kepulauan Selayar, maka tentunya dapat di tafsirkan bahwa para kader Muhammadiyah memiliki peranan yang sangat penting dalam pengembangan amal usaha bidang pendidikan maupun pengajaran, hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya kader-kader Muhammadiyah yang mengurusi tentang pendidikan atau banyaknya kader-kader Muhammadiyah yang memiliki profesi sebagai tenaga pendidik atau menjadi tenaga pengajar di sekolah-sekolah.

Peranan kader muhammadiyah bidang pendidikan dan pengajaran selalu beriorentasi pada perpaduan antara sistem pendidikan umum dan sistem pesantren, dalam dunia pendidikan Muhammadiyah telah melakukan

aktifitasnya dalam bentuk madrasah dan pesantren dengan memasukkan kurikulum pendidikan dan pengajaran ilmu pengetahuan umum dan modern serta memasukkan kurikulum keislaman dengan keMuhammadiyahan.

Dari beberapa penjelasan di atas tentang peranan kader Muhammadiyah dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan dan pengajaran di Kabupaten Kepulauan Selayar maka tentunya sudah sangat berperan karena kader-kader Muhammadiyah sudah banyak yang terlibat secara penuh didalamnya untuk mengembangkan amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan dan pengajaran.

Sebagaimana yang telah dinyatakan oleh Guru SMA Muhammadiyah Benteng yakni Nur Rahmat Jaya, S.Pd.I mengatakan bahwa :

Kader-kader Muhammadiyah memiliki peranan yang sangat penting dalam mengembangkan amal usaha bidang pendidikan dan pengajaran, karena banyaknya kader-kader Muhammadiyah yang memiliki keterlibatan secara aktif atau secara langsung sebagai tenaga pengajar atau pendidik di dalam lingkungan Muhammadiyah yakni di Sekolah Muhammadiyah. (19 November 2013)

Dari beberapa argumentasi di atas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa kader-kader Muhammadiyah telah memiliki peranan yang sangat baik atau sangat signifikan karena para kader sangat antusias dalam memberikan sumbangsi pemikiran maupun tenaganya dalam rangka untuk pengembangan amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan dan pengajaran di Kabupaten Kepulauan Selayar sebagaimana, ini dapat di lihat pada tabulasi angket No 1 sebagai berikut :

Tabel 9

Pernyataan kader Muhammadiyah tentang peranan kader Muhammadiyah dalam pengembangan amal usaha bidang pendidikan dan pengajaran No Kategori Jawaban Frekuensi (F) Persentase (%)

1 Sangat berperan 3 12

2 Berperan 13 52

3 Cukup berperan 6 24

4 Tidak berperan 3 12

Jumlah 25 100

Sumber data : Tabulasi Angket No 1

Tabel di atas menunjukkan bahwa 3 persen yang menyatakan sangat berperan, kemudian 13 orang atau 52 persen yang menyatakan tidak berperan sedangkan 6 orang atau 24 persen menyatakan cukup berperan dan 3 orang atau 12 persen yang menyatakan sangat berperan tentang peranan kader-kader Muhammadiyah dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan dan pengajaran di Kabupaten Kepulauan Selayar. Dari pernyataan responden pada tabel di atas dapat di ambil sebuah kesimpulan bahwa peranan kader-kader Muhammadiyah dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan dan pengajaran di Kabupaten Kepulauan Selayar berperan atau memiliki peranan yang baik atau dapat memberikan pengaruh secara positif dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan dan pengajaran di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Salah satu langkah konkrit yang dapat di jadikan rujukan bahwa kader Muhammadiyah memiliki peranan dalam mengembangkan amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan dan pengajaran adalah adanya sekolah-sekolah Muhammadiyah yakni mulai dari TK sampai Perguruan tinggi, sehingga kader Muhammadiyah turut aktif dalam mengembangkan amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan, sebagaimana yang tertuang dalam cita-cita Muhammadiyah secara keseluruhan.

Para kader Muhammadiyah melalui amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan dan pengajaran di Kabupaten Kepulauan Selayar bisa melakukan kerjasama dengan baik antara kader dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah dalam rangka untuk pengembangan amal usaha bidang pendidikan dan pengajaran di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Sebagaimana yang telah dinyatakan oleh Kepala Sekolah Muhammadiyah Benteng yakni H. Muh. Nasir, S.Ag adalah bahwa :

Kader Muhammadiyah dan pengurus Muhammadiyah serta simpatisan maupun pemerintah harus senantiasa mengadakan koordinasi sehingga dapat melahirkan atau mewujudkan suatu lembaga pendidikan yang memiliki kualitas seperti yang dicita-citakan oleh Muhammadiyah.

(19 November 2013)

Dari pernyataan diatas menandakan bahwa kader-kader Muhammadiyah di Kabupaten Kepulauan Selayar selalu memberikan kontribusi yang besar terhadap pengembangan amal usaha Muhammadiyah dibidang pendidikan dan pengajaran sebagaimana dilihat pada tabulasi angket no. 2 sebagai berikut :

Tabel 10

Pernyataan kader Muhammadiyah dalam memberikan kontribusi dalam pengembangan amal usaha bidang pendidikan dan pengajaran

No Kategori Jawaban Frekuensi (F) Persentase (%)

1 Sangat Sering 2 8

2 Sering 18 72

3 Kurang 4 16

4 Tidak pernah 1 4

Jumlah 25 100

Sumber data : Tabulasi Angket No 2

Tabel di atas menunjukkan bahwa 2 orang 8 persen yang menyatakan sangat sering, kemudian 18 orang atau 72 persen yang menyatakan sering sedangkan 4 orang atau 16 persen menyatakan kurang dan 1 orang atau 4 persen yang menyatakan tidak pernah dalam memberikan koordinasi dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan dan pengajaran di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Dari pernyataan responden pada tabel di atas dapat di ambil sebuah kesimpulan bahwa kader-kader Muhammadiyah selalu dapat berkoordinasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan dan pengajaran di Kabupaten Kepulauan Selayar.

PD Muhammadiyah Kabupaten Kepulauan Selayar mempunyai gerakan yang berorientasi pada pengembangan amal usaha Muhammadiyah dibidang pendidikan sehingga yang terstigma di pemikiran kader

Muhammadiyah adalah bagaimana mengembangkan amal usaha Muhammadiyah dibidang pendidikan dan pengajaran, dapat dibuktikan bahwa hampir semua sekolah yang ada di kabupaten Kepulauan Selayar ada kader Muhammadiyah sebagai tenaga Pendidik, ini menandakan bahwa kader Muhammadiyah memiliki peranan yang sangat signifikan dalam mengembangkan amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan dan pengajaran.

Sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Drs. Ruknuddin, MM sebagai Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Benteng bahwa :

Kader-kader Muhammadiyah memiliki konstribusi aktif serta memiliki peranan yang cukup signifikan dalam mengembangkan amal Usaha Muhammadiyah bidang pendidikan dan pengajaran di Kabupaten Kepulauan Selayar.(20 November 2013)

Gerakan Muhammadiyah Kabupaten Kepulauan Selayar dalam mengembangkan amal usaha bidang pendidikan menemukan momentum sebagai pelopor, karena banyak kader-kader Muhammadiyah yang mempunyai orientasi yang mengarah pada pengembangan amal usaha bidang pendidikan dan pengajaran di kabupaten Kepulauan Selayar.

Kader Muhammadiyah harus memiliki kesiapan diri yang matang dalam rangka untuk mengembangkan amal usaha Muhammadiyah di Kabupaten Kepulauan Selayar, agar amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan dan pengajaran mengalami perkembangan, sehingga Muhammadiyah Kabupaten Selayar bisa bersain dengan Muhammadiyah kabupaten lain.

Sebagaimana yang telah dinyatakan Guru SMP Muhammadiyah oleh Dra. Sitti. Ruhana adalah sebagai berikut bahwa :

Para kader-kader Muhammadiyah harus memiliki persiapan diri, moril dan materi untuk mengembangkan amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan dan pengajaran, agar amal usaha Muhammadiyah dibidang pendidikan mengalami peningkatan atau perkembangan.

(20 November 2013)

Peran kader-kader muhammadiyah di bidang pendidikan sekarang ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan, karena orientasi gerakan Muhammadiyah Kabupaten Kepulauan Selayar di fokuskan pada pengembangan amal usaha bidang pendidikan. Sehingga para kader Muhammadiyah Kabupaten Kepulauan Selayar tetap eksis di sekolah yang jadi amal usaha Muhammadiyah maupun diluar sekolah Muhammadiyah dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 11

Pernyataan kader Muhammadiyah dalam membangun kerjasama dengan PDM dalam pengembangan amal usaha bidang pendidikan dan pengajaran No Kategori Jawaban Frekuensi (F) Persentase (%)

1 Sangat sering 7 28

2 Sering 15 60

3 Kurang sering 2 8

4 Tidak pernah 1 4

Jumlah 25 100

Sumber data : Tabulasi Angket No 3

Tabel diatas menunjukkan bahwa 7 orang 28 persen yang menyatakan sangat sering, kemudian 15 orang atau 60 persen yang

menyatakan sering sedangkan 2 orang atau 8 persen menyatakan kurang sering dan 1 orang atau 4 persen yang menyatakan tidak pernah dalam membangun kerjasama dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan dan pengajaran di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Dari pernyataan responden pada tabel diatas dapat di ambil sebuah kesimpulan bahwa kader-kader Muhammadiyah selalu dapat membangun kerjasama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan dan pengajaran di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Berdasarkan tabulasi angket di atas dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa kader Muhammadiyah memiliki peranan yang sangat signifikan atau berperan aktif dalam pengembangan amal usaha bidang pendidikan dan pengajaran di Kabupaten Kepulauan Selayar.

C. Tantangan dan Peluang Kader Muhammadiyah dalam Pengembangan Amal Usaha Bidang Pendidikan dan Pengajaran di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Adapun tantangan yang dihadapi oleh kader Muhammadiyah dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan dan pengajaran adalah karena adanya komunikasi yang kurang aktif antara kader Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah inilah yang membuat kader Muhammadiyah kurang bergerak atau berpeluang untuk mengembangkan amal usaha Muhammadiyah di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Nur Alim selaku Guru di SD Muhammadiyah adalah sebagai berikut :

Bahwa adanya komunikasi dan koordinasi yang minim antara kader Muhammadiyah dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah sehingga kader Muhammadiyah kurang memiliki peluang untuk mengembangkan amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan dan pengajaran di Kabupaten Kepulauan Selayar.( 21 November 2013)

Disisi lain yang menjadi tantangan bagi kader Muhammadiyah dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah dalam bidang pendidikan dan pengajaran adalah adanya beban pengajar diatas 24 jam yang menyebabkan kurang efektifnya dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan, serta pimpinan amal usaha yang sangat kurang atau tidak jeli dalam memahami terhadap kualitas pendidik atau pengajar.

Menurut Muhammad Irfan, S.Pd selaku Guru di SD Muhammadiyah mengatakan bahwa :

Salah satu yang menjadi tantangan bagi kader Muhammadiyah dalam pengembangan amal usaha muhammadiyah bidang pendidikan dan pengajaran adalah kurangnya dorongan atau motivasi dari pihak orang tua siswa serta masih adanya pengajar yang bukan kader Muhammadiyah.

(22 November 2013)

Adapun peluang bagi kader Muhammadiyah dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah adalah karena adanya kesempatan dan kesediaan sebagai kader Muhammadiyah serta kerjasama yang terbangun antara semua pihak yang terlibat dalam lingkup Muhammadiyah sehingga kader Muhammadiyah memiliki peluang dalam mengembangkan amal usaha Muhammadiyah di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Sebagaimana yang telah dinyatakan oleh Drs. Gazali, MM selaku Kepala Sekolah adalah sebagai berikut :

Bahwa adanya kerjasama yang baik antara kader-kader Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah maupun para guru yang telah mengajar di sekolah yang menjadi amal usaha Muhammadiyah sehingga amal usaha Muhammadiyah dapat berkembang dengan baik.

(22 November 2013)

Kemudian juga dapat dilihat kategori jawaban pada tabel berikut tentang kerjasama antara kader Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah dalam pengembangan amal usaha bidang pendidikan dan pengajaran di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Tabel 12

Pernyataan kader Muhammadiyah tentang turut aktif dalam memberikan sumbangsi pemikiran dan tenaga dalam pengembangan amal usaha bidang

pendidikan dan pengajaran

No Kategori Jawaban Frekuensi (F) Persentase (%)

1 Sangat aktif 5 20

2 Aktif 17 68

3 Kurang aktif 2 8

4 Tidak aktif 1 4

Jumlah 25 100

Sumber data : Tabulasi Angket No 4

Tabel diatas menunjukkan bahwa 5 orang 20 persen yang menyatakan sangat aktif, kemudian 17 orang atau 68 persen yang menyatakan aktif sedangkan 2 orang atau 8 persen menyatakan kurang aktif dan 1 orang atau 4 persen yang menyatakan tidak aktif dalam memberikan

sumbangsi pemikiran dan tenaga dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan dan pengajaran di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Dari pernyataan responden pada tabel diatas dapat di ambil sebuah kesimpulan bahwa kader-kader Muhammadiyah selalu dapat memberikan sumbangsi pemikiran maupun tenaga dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan dan pengajaran di Kabupaten Kepulauan Selayar. Berdasarkan tantangan dan peluang di atas kader Muhammadiyah telah berusaha dalam memberikan sumbangsi pemikiran dan tenaga dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan, hal ini dapat dilihat dari pernyataan kader dari angket No 3 yang penulis sebarkan:

Tabel 13

Pernyataan kader Muhammadiyah dalam pengembangan amal usaha bidang pendidikan dan pengajaran di Kabupaten Kepulauan Selayar

No Kategori Jawaban Frekuensi (F) Persentase (%)

1 Sangat Berkembang 2 8

2 Berkembang 15 60

3 Kurang berkembang 6 24

4 Tidak berkembang 2 8

Jumlah 25 100

Sumber data : Tabulasi Angket No 5

Tabel diatas menunjukkan bahwa 2 orang 8 persen yang menyatakan sangat berkembang, kemudian 15 orang atau 60 persen yang menyatakan berkembang sedangkan 6 orang atau 24 persen menyatakan kurang berkembang dan 2 orang atau 8 persen yang menyatakan sangat

berkembang dalam dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan dan pengajaran di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Dari pernyataan responden pada tabel diatas dapat di ambil sebuah kesimpulan bahwa kader-kader Muhammadiyah selalu dapat berperan aktif dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan dan pengajaran di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Dari beberapa pernyataan dan tabulasi angket di atas dapat di tarik sebuah kesimpulan bahwa tantangan yang dihadapi oleh kader Muhammadiyah dalam pengembangan amal usaha bidang pendidikan dan pengajaran adalah adanya komunikasi yang kurang aktif antara kader dan pengurus Muhammadiyah atau PD Muhammadiyah, sehingga berakibat pada kurang optimalnya gerakan yang dilakukan oleh kader Muhammadiyah dalam mengembangkan amal usahanya yakni dibidang pendidikan.

Peluang yang dimiliki oleh kader Muhammadiyah dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan dan pengajaran di Kabupaten Kepulauan Selayar adalah terjalinnya hubungan atau kerjasama yang baik antara keder Muhammadiyah dan PD Muhammadiyah atau kader yang terlibat dalam kepengurusan. Disamping itu ada juga yang menjadi peluang bagi kader Muhammadiyah dalam pengembangan amal usaha bidang pendidikan dan pengajaran adalah tetap lancarnya proses belajar mengajar karena murid dan guru tetap semangat untuk saling berinteraksi.

D. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi tantangan dalam pengembangan amal usaha bidang Pendidikan dan pengajaran di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Dalam rangka untuk mencapai tujuan Muhammadiyah ada beberapa upaya yang dilakukan dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah yakni sebaagai berikut :

1) Senantiasa membina anggota untuk menjadi kader persyarikatan Muhammadiyah, kader umat, dan kader bangsa yang senantiasa setia terhadap keyakinan dan cita-cita Muhammadiyah.

2) Membina anggota untuk senantiasa tertib dalam ibadah, tekun dalam studi, dan mengamalkan ilmu pengetahuannya untuk melaksanakan ketakwaannya dan pengabdiannya kepada Allah SWT.

3) Mengajak Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Pemerintah setempat untuk mempergiat, mengefektifkan dan menggembirakan dakwah islam dan dakwah amar ma’ruf nahi munkar kepada masyarakat.

Selain dari beberapa upaya-upaya di atas yang senantiasa dilakukan oleh kader Muhammadiyah dalam bentuk pengembangan amal usaha Muhammadiyah dalam bidang pendidikan dan pengajaran di Kabupaten Kepulauan Selayar maka tentunya ada beberapa usaha-usaha lain yang dapat memberikan manfaat atau dapat memberikan dorongan bagi para kader-kader serta dapat berguna yang tentunya bisa atau dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

1) Melakukan perkaderan dengan berbasis pada penanaman nilai-nilai Islam sesuai dengan pandangan Muhammadiyah yakni pembinaan aqidah, ibadah, akhlak, dan muamalat duniawi.

2) Senantiasa melakukan pelatihan-pelatihan sehingga kader memiliki kemampuan manajemen organisasi, penguasaan manajemen gerakan, manajemen ide, dan kemampuan dalam mengadvokasi dan pengambilan keputusan serta dapat memiliki kemampuan manajemen pengembangan masyarakat.

Salah satu bentuk upaya yang dilakukan oleh kader-kader Muhammadiyah dalam mengembangkan amal usaha bidang pendidikan di Kabupaten Kepulauan Selayar adalah melakukan pendekatan kepada pengelola amal usaha Muhammadiyah sehingga terbuka ruang untuk berperan dalam mengelola amal usaha bidang pendidikan dan pengajaran, dan juga dapat menjadi pendukung dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan dan pengajaran.

Kader Muhammadiyah mempunyai atau memiliki fungsi yang harus dijalankan sesuai dengan kemampuannya masing-masing yakni dengan memanfaatkan kinerjanya dengan baik serta memiliki keyakinan yang kuat bahwa kader Muhammadiyah memiliki kemanpuan dalam rangka untuk pengembangkan amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan dan pengajaran di Kabupaten Kepulauan Selayar, sebagaimana dapat dilihat pada tabulasi angket berikut :

Tabel 14

Pernyataan Kader Muhammadiyah dalam membantu Muhammadiyah dalam pengembangan amal usaha bidang pendidikan dan pengajaran

No Kategori Jawaban Frekuensi

(F)

Persentase (%)

1 Sangat membantu 1 4

2 Membantu 20 80

3 Kurang membantu 3 12

4 Tidak membantu 1 4

Jumlah 25 100

Sumber data : Tabulasi Angket No 6

Tabel di atas menunjukkan bahwa 1 orang 4 persen yang menyatakan sangat membantu, kemudian 20 orang atau 80 persen yang menyatakan

Tabel di atas menunjukkan bahwa 1 orang 4 persen yang menyatakan sangat membantu, kemudian 20 orang atau 80 persen yang menyatakan

Dokumen terkait