BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian dan Pengembangan
Secara konseptual di dalam metode Research & Development menurut Borg & Gall (1983) meliputi sepuluh tahapan, yaitu: (1) tahap pengumpulan data awal, (2) tahap perencanaan, (3) tahap pengembangan produk awal, (4) tahap uji coba lapangan awal, (5) tahap melakukan revisi produk, (6) tahap melakukan uji lapangan produk utama, (7) tahap melakukan revisi produk, (8) tahapan uji kelayakan, (9) penyempurnaan produk akhir, (10) implementasi. Terkait dengan kebutuhan dalam penelitian dan kondisi lapangan, maka dilakukan adaptasi menjadi 8 tahapan, yaitu: (1) pengumpulan data awal, (2) tahapan perencanaan, (3) tahapan pengembangan produk awal, (4) tahapan uji coba lapangan awal, (5) tahapan revisi, (6) tahapan uji lapangan produk utama, (7) tahapan revisi, (8) implementasi.
1. Pengumpulan Data Awal
Langkah pertama yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data awal menggunakan teknik wawancara kepada Ibu Dra. Rr. Sulistyani Arimurti selaku guru mata pelajaran akuntansi kelas XI SMK N 7 Yogyakarta. Hasil dari wawancara menunjukkan bahwa guru masih memiliki beberapa kendala dalam pengembangan soal tes berbasis HOTS, kurangnya ketersediaan contoh soal tes berbasis HOTS
dalam mata pelajaran Akuntansi sebagai referensi guru dalam pembuatan soal tes menjadi salah satu hambatan yang ada. Selain itu, peneliti juga melakukan kajian pustaka guna mendapatkan informasi awal untuk melakukan pengembangan. Hasil studi internasional Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan prestasi literasi membaca, literasi matematika, dan literasi saint yang dicapai peserta didik Indonesia masih sangat rendah. Peserta didik Indonesia kebanyakan jatuh pada saat mengerjakan soal yang bersifat HOTS, hal ini dikarenakan para peserta didik di Indonesia hanya terbiasa mengerjakan soal-soal yang memerlukan kemampuan menghafal saja. Selain itu, peneliti juga menemukan fakta dilapangan, soal-soal yang di buat masih mengarah pada indikator Lower Order Thinking Skill (LOTS), padahal pembelajaran yang diterapkan di kelas sudah mengarah pada HOTS. Berdasarkan analisis pada pengumpulan data awal ini, peneliti sampai kepada kesimpulan bahwa perlu dilakukan penelitian pengembangan.
2. Tahapan Perencanaan
Setelah dilakukan pengumpulan data awal, maka selanjutnya dilakukan perencanaan pengembangan produk. Perencanaan dilakukan untuk melakukan spesifikasi produk. Spesifikasi produk meliputi:
a. Menentukan wilayah yang digunakan untuk penelitian. Wilayah yang di pilih peneliti yaitu SMKN 7 Yogyakarta.
b. Menentukan subjek penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMK 7 Yogyakarta.
c. Menentukan materi tes. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah jurnal khusus perusahaan dagang.
d. Menentukan tipe soal yang digunakan. Tipe soal yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes objektif tipe pilihan ganda
e. Menentukan jumlah soal tes
Soal yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 40 butir dengan 5 pilihan jawaban.
3. Tahapan Pengembangan Produk Awal
Setelah dilakukan perencanaan, maka selanjutnya dilakukan pengembangan produk awal. Pengembangan produk awal meliputi pembuatan RPP, kisi-kisi soal, penulisan soal, penelaahan soal, dan perakitan soal. Untuk validasi soal, peneliti menggunakan tiga orang ahli.
a. Pembuatan RPP
Langkah awal dalam pengembangan produk yaitu dengan melakukan penyusunan RPP berdasarkan silabus.
b. Pembuatan kisi-kisi soal
Setelah melakukan pembuatan RPP, maka selanjutnya melakukan pembuatan kisi-kisi soal.
c. Penulisan soal
Berdasarkan kisi-kisi yang telah disusun di atas, langkah selanjutnya adalah melakukan penulisan soal.
d. Penelaahan soal
Setelah penulisan soal selesai maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian kualitas produk yang dikembangkan. Untuk tahapan ini peneliti menggunakan tiga ahli dalam melakukan penilaian produk yang dikembangkan. Ketiga ahli tersebut yaitu Y.M.V. Mudayen, S.Pd., M.Sc, Dr. Y. Karmin, M.Pd, dan Arif Firdaus, S.Pd. Setelah produk yang dikembangkan ditelaah maka selanjutnya akan dilakukan perbaikan produk sesuai dengan komentar dan saran dari para ahli yang melakukan penilaian pada tahap sebelumnya.
1) Validasi Instrumen Tes HOTS
Dalam menilai validitas isi produk instrumen tes objektif yang dibuat, peneliti menggunakan tiga expert judgment untuk melihat apakah produk yang dibuat telah memenuhi kelayakan sebagai instrumen tes yang baik. Tiga orang ahli yang menilai produk pengembangan adalah dosen ahli materi, dosen ahli bahasa, dan guru pengampu mata pelajaran akuntansi. Penilaian dilakukan berdasarkan beberapa aspek yang telah ditentukan. Kriteria penilaian produk diperoleh dari hasil
konversi data kuantitatif dengan skala lima seperti yang ada berikut ini.
Tabel 4.1 Konversi Nilai Skala Lima Berdasarkan Penilaian Acuan Patokan (PAP)
Kategori Interval Skor Sangat Baik X > Xi + 1,80Sdi
Baik Xi+0,60Sdi< X ≤ Xi + 1,80Sdi Cukup Baik Xi – 0,60Sdi < X ≤ Xi + 0,60Sdi Kurang Baik Xi – 0,60Sdi < X ≤ Xi - 0,60Sdi Sangat Kurang Baik X ≤ Xi – 1,80SDi
Keterangan:
Xi : Rerata ideal = 1 2
⁄ (skor maksimal ideal + skor minimal ideal)
Sdi : Simpangan baku ideal = 1 6
⁄ (skor maksimal ideal – skor minimal ideal)
Berdasarkan rumus konversi data di atas, maka setelah didapatkan data-data kuantitatif, untuk mengubahnya ke dalam data kualitatif pada pengembangan ini diterapkan konversi sebagai berikut:
Skor maksimal = 5 Skor minimal = 1 Xi ½ (5+1) = 3 Sdi (1 6 ⁄ (5-1)) = 0,67 Kriteria Sangat Baik = X > 3 + (1,8 x 0,67) = X > 3 + 1,21 = X > 4,21
Baik = 3 + (0,6 x 0,67) < X ≤ 4,21 Cukup Baik = 3 – 0,40 < X ≤ 3 = 2,60 < X ≤ 3,40 Kurang Baik = 3 – (1,8 x 0,67) < X ≤ 2,60 = 3 – 1,23 < X ≤ 2,60 = 1,79 < X ≤ 2,60 Sangat Kurang Baik = X ≤ 1,79
Berdasarkan perhitungan di atas, maka konversi data kuantitatif ke data skala lima tersebut dapat disederhanakan sebagai berikut ini.
Tabel 4.2 Hasil Konversi Data Kuantitatif ke Data Skala Lima
Interval Skor Kriteria
X > 4,21 Sangat Baik
3,40 < X ≤ 4,21 Baik
2,60 < X ≤ 3,40 Cukup Baik 1,79 < X ≤ 2,60 Kurang Baik
X ≤ 1,79 Sangat Kurang Baik Sumber: Data Primer, Diolah 2018
Tabel 4.2 di atas selanjutnya akan digunakan sebagai pedoman dalam konversi skor pada semua aspek ke dalam penilaian dengan skala lima.
2) Hasil Penilaian Pertama Produk Pengembangan
Ahli pertama yang menjadi validator dalam produk penelitian pengembangan instrumen penilaian ini adalah Y.M.V. Mudayen, S.Pd., M.Sc. Beliau merupakan dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Ekonomi. Dengan alasan itulah,
peneliti memilih beliau sebagai validator, mengingat kompetensi dan pengalaman beliau dalam bidang akuntansi.
Data dari hasil validasi tahap I diperoleh dengan cara memberikan kuesioner yang berisikan aspek materi dan aspek evaluasi pembelajaran. Selanjutnya validator melakukan penilaian dengan mengisi kuesioner. Selain itu, validator memberikan beberapa komentar dan saran untuk memperbaiki produk yang dikembangkan.
Data hasil validasi diperoleh pada tanggal 8 Maret 2018. Hasil penilaian produk instrumen tes yang dikembangkan dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.3 Aspek Materi
Penilaian Validator Pertama Tahap I
No. Indikator Skala Penilaian Kriteria
1 2 3 4 5 1 Kesesuaian materi soal tes dengan
Kompetensi Dasar (KD) HOTS
2 Kesesuaian materi soal tes dengan
indikator pencapaian KD HOTS
3 Kesesuaian materi soal tes dengan
tujuan pembelajaran
4 Kesesuaian materi soal tes dengan konsep materi ditinjau dari aspek keilmuan
Jumlah 1 1 2
Total Penilaian Aspek Materi 13
Rerata Skor Penilaian 3,25 Baik
Tabel 4.4
Aspek Evaluasi Pembelajaran Penilaian Validator Pertama Tahap I
No. Indikator Skala Penilaian Kriteria 1 2 3 4 5
1 Kesesuaian soal tes dengan KD HOTS
2 Tingkat kesulitan dan keabstrakan
konsep dengan perkembangan kognitif peserta didik SMK kelas XI
3 Soal tes mengukur dimensi pengetahuan faktual dan konseptual
4 Indikator instrumen tes berbasis
HOTS yang dikembangkan berdasarkan indikator menurut Krathworl (2001) dengan menggunakan kata kerja operasional untuk mengukur dimensi pengetahuan
5 Soal tes tidak mengandung penafsiran ganda
6 Soal yang disajikan sesuai dengan
dimensi proses kognisi untuk berpikir tingkat tinggi yaitu Analisis (C4), Penilaian (C5), dan Penciptaan (C6)
Jumlah 3 1 2
Total Penilaian Aspek Evaluasi Pembelajaran
17
Rerata Skor Penilaian 2,83 Cukup baik
Sumber: Data Primer, Diolah 2018
Berdasarkan penilaian tahap I, perolehan skor yang didapatkan menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan tergolong cukup baik dengan perolehan rerata skor keseluruhan aspek sebesar 3,04. Namun produk tersebut masih memerlukan beberapa perbaikan pada aspek evaluasi pembelajaran, dimana beberapa soal tes masih pada tingkat LOTS, pada bagian aspek bahasa, redaksi soal perlu diperbaiki agar sesuai dengan analisis yang dimaksud. Pada bagian kisi-kisi, sebaiknya
ditambahkan kolom informasi yang menunjukkan level keterampilan berpikir HOTS.
Berikut ini data hasil penilaian tahap II setelah dilakukan beberapa perbaikan.
Tabel 4.5 Aspek Materi
Penilaian Tahap II Produk Pengembangan
No. Indikator Skala Penilaian Kriteria
1 2 3 4 5 1 Kesesuaian materi soal tes dengan
Kompetensi Dasar (KD) HOTS
2 Kesesuaian materi soal tes dengan
indikator pencapaian KD HOTS
3 Kesesuaian materi soal tes dengan
tujuan pembelajaran
4 Kesesuaian materi soal tes dengan konsep materi ditinjau dari aspek keilmuan
Jumlah 1 3
Total Penilaian Aspek Materi 15
Rerata Skor Penilaian 3,75 Baik
Tabel 4.6
Aspek Evaluasi Pembelajaran Penilaian Tahap II Produk Pengembangan
No. Indikator Skala Penilaian Kriteria 1 2 3 4 5
1 Kesesuaian soal tes dengan KD HOTS
2 Tingkat kesulitan dan keabstrakan
konsep dengan perkembangan kognitif peserta didik SMK kelas XI
3 Soal tes mengukur dimensi pengetahuan faktual dan konseptual
4 Indikator instrumen tes berbasis
HOTS yang dikembangkan berdasarkan indikator menurut Krathworl (2001) dengan menggunakan kata kerja operasional untuk mengukur dimensi pengetahuan
No. Indikator Skala Penilaian Kriteria 1 2 3 4 5
5 Soal tes tidak mengandung penafsiran ganda
6 Soal yang disajikan sesuai dengan
dimensi proses kognisi untuk berpikir tingkat tinggi yaitu Analisis (C4), Penilaian (C5), dan Penciptaan (C6)
Jumlah 1 5
Total Penilaian Aspek Evaluasi Pembelajaran
23
Rerata Skor Penilaian 3,83 Baik
Sumber: Data Primer, Diolah 2018
3) Hasil Penilaian Kedua Produk Pengembangan
Ahli kedua yang menjadi validator dalam produk penelitian pengembangan instrumen penilaian ini adalah Dr. Y. Karmin, M.Pd. Beliau merupakan dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Bahasa, Universitas Sanata Dharma. Dengan alasan itulah, peneliti memilih beliau sebagai validator, mengingat kompetensi dan pengalaman beliau dalam bidang bahasa.
Data dari ahli kedua diperoleh dengan cara memberikan kuesioner yang berisikan aspek bahasa. Selanjutnya validator melakukan penilaian dengan mengisi kuesioner. Selain itu, validator memberikan beberapa komentar dan saran untuk memperbaiki produk yang dikembangkan.
Data hasil validasi diperoleh pada tanggal 18 Maret 2018. Hasil penilaian produk instrumen tes yang dikembangkan dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.7 Aspek Bahasa
Penilaian Validator Kedua Tahap I
No. Indikator Skala Penilaian Kriteria
1 2 3 4 5 1 Soal tes sesuai dengan EYD
2 Soal tes tidak berbelit-belit 3 Soal tes menggunakan kosakata baku
4 Soal tes menggunakan bahasa umum 5 Soal tes memiliki batasan pertanyaan
dan jawaban yang jelas
6 Soal tes menggunakan bahasa yang
komunikatif, sederhana, dan mudah dipahami
Jumlah 2 3 1
Total Penilaian Aspek Bahasa 17
Rerata Skor Penilaian 2,83 Cukup baik
Sumber: Data Primer, Diolah 2018
Berdasarkan penilaian tahap I, perolehan skor yang didapatkan menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan tergolong cukup baik dengan perolehan rerata skor 2,83. Namun instrumen tes yang dikembangkan tersebut masih memerlukan beberapa perbaikan pada indikator kesesuaian dengan EYD, dimana masih terdapat kesalahan dalam penggunaan kata berimbuhan dan penggunaan kalimat masih belum baku. Berikut ini data hasil penilaian setelah dilakukan perbaikan.
Tabel 4.8 Aspek Bahasa
Penilaian Validator Kedua Tahap II
No. Indikator Skala Penilaian Kriteria
1 2 3 4 5 1 Soal tes sesuai dengan EYD 2 Soal tes tidak berbelit-belit 3 Soal tes menggunakan kosakata baku 4 Soal tes menggunakan bahasa umum 5 Soal tes memiliki batasan pertanyaan
dan jawaban yang jelas
No. Indikator Skala Penilaian Kriteria 1 2 3 4 5
6 Soal tes menggunakan bahasa yang komunikatif, sederhana, dan mudah dipahami
Jumlah 1 5
Total Penilaian Aspek Bahasa 23
Rerata Skor Penilaian 3,83 Baik
Sumber: Data Primer, Diolah 2018
4) Hasil Penilaian Ketiga Produk Pengembangan
Ahli ketiga yang menjadi validator dalam produk penelitian pengembangan instrumen penilaian ini adalah Arif Firdaus, S.Pd. Beliau merupakan guru mata pelajaran akuntansi SMK Emanuel Pontianak. Dengan alasan itulah, peneliti memilih beliau sebagai validator, mengingat kompetensi dan pengalaman beliau dalam mengajar mata pelajaran akuntansi khusus di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Data dari ahli ketiga diperoleh dengan cara memberikan kuesioner yang berisikan aspek materi, aspek evaluasi pembelajaran, dan aspek bahasa. Selanjutnya validator melakukan penilaian dengan mengisi kuesioner. Selain itu, validator memberikan beberapa komentar dan saran untuk memperbaiki produk yang dikembangkan.
Data hasil validasi diperoleh pada tanggal 29 April 2018. Hasil penilaian produk instrumen tes yang dikembangkan dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.9 Skor Aspek Materi
Penilaian Validator Ketiga Tahap I
No. Indikator Skala Penilaian Kriteria
1 2 3 4 5 1 Kesesuaian materi soal tes dengan
Kompetensi Dasar (KD) HOTS
2 Kesesuaian materi soal tes dengan
indikator pencapaian KD HOTS
3 Kesesuaian materi soal tes dengan
tujuan pembelajaran
4 Kesesuaian materi soal tes dengan konsep materi ditinjau dari aspek keilmuan
Jumlah 2 1 1
Total Penilaian Aspek Materi 11
Rerata Skor Penilaian 2,75 Cukup baik
Tabel 4.10
Skor Aspek Evaluasi Pembelajaran Penilaian Validator Ketiga Tahap I
No. Indikator Skala Penilaian Kriteria 1 2 3 4 5
1 Kesesuaian soal tes dengan KD HOTS
2 Tingkat kesulitan dan keabstrakan
konsep dengan perkembangan kognitif peserta didik SMK kelas XI
3 Soal tes mengukur dimensi pengetahuan faktual dan konseptual
4 Indikator instrumen tes berbasis
HOTS yang dikembangkan berdasarkan indikator menurut Krathworl (2001) dengan menggunakan kata kerja operasional untuk mengukur dimensi pengetahuan
5 Soal tes tidak mengandung penafsiran ganda
6 Soal yang disajikan sesuai dengan
dimensi proses kognisi untuk berpikir tingkat tinggi yaitu Analisis (C4), Penilaian (C5), dan Penciptaan (C6)
No. Indikator Skala Penilaian Kriteria 1 2 3 4 5
Total Penilaian Aspek Evaluasi Pembelajaran
18
Rerata Skor Penilaian 3 Cukup baik
Tabel 4.11 Skor Aspek Bahasa
Penilaian Validator Ketiga Tahap I
No. Indikator Skala Penilaian Kriteria
1 2 3 4 5 1 Soal tes sesuai dengan EYD
2 Soal tes tidak berbelit-belit 3 Soal tes memiliki batasan pertanyaan
dan jawaban yang jelas
4 Soal tes menggunakan bahasa umum
Jumlah 1 2 1
Total Penilaian Aspek Bahasa 12
Rerata Skor Penilaian 3 Cukup baik
Sumber: Data Primer, Diolah 2018
Berdasarkan penilaian tahap I, perolehan skor yang didapatkan menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan tergolong cukup baik dengan perolehan rerata skor keseluruhan aspek sebesar 2,92, namun produk tersebut memerlukan beberapa perbaikan pada aspek materi, beberapa soal masih kurang sesuai dengan tujuan pembelajaran, stimulus yang digunakan masih kurang menarik. Pada aspek bahasa banyak terdapat kesalahan dalam penggunaan kata depan dan kata berimbuhan. Berikut ini data hasil penilaian tahap II setelah dilakukan perbaikan.
Tabel 4.12 Skor Aspek Materi
No. Indikator Skala Penilaian Kriteria 1 2 3 4 5
1 Kesesuaian materi soal tes dengan Kompetensi Dasar (KD) HOTS
2 Kesesuaian materi soal tes dengan
indikator pencapaian KD HOTS
3 Kesesuaian materi soal tes dengan
tujuan pembelajaran
4 Kesesuaian materi soal tes dengan
konsep materi ditinjau dari aspek keilmuan
Jumlah 4
Total Penilaian Aspek Materi 16
Rerata Skor Penilaian 4 Baik
Tabel 4.13
Skor Aspek Evaluasi Pembelajaran Penilaian Validator Ketiga Tahap II
No. Indikator Skala Penilaian Kriteria 1 2 3 4 5
1 Kesesuaian soal tes dengan KD HOTS
2 Tingkat kesulitan dan keabstrakan
konsep dengan perkembangan kognitif peserta didik SMK kelas XI
3 Soal tes mengukur dimensi pengetahuan faktual dan konseptual
4 Indikator instrumen tes berbasis HOTS yang dikembangkan berdasarkan indikator menurut Krathworl (2001) dengan menggunakan kata kerja operasional untuk mengukur dimensi pengetahuan
5 Soal tes tidak mengandung penafsiran ganda
6 Soal yang disajikan sesuai dengan
dimensi proses kognisi untuk
No. Indikator Skala Penilaian Kriteria 1 2 3 4 5
berpikir tingkat tinggi yaitu Analisis (C4), Penilaian (C5), dan Penciptaan (C6)
Jumlah 1 5
Total Penilaian Aspek Evaluasi Pembelajaran
23
Rerata Skor Penilaian 3,83 Baik
Tabel 4.14 Skor Aspek Bahasa
Penilaian Validator Ketiga Tahap II
No. Indikator Skala Penilaian Kriteria
1 2 3 4 5 1 Soal tes sesuai dengan EYD 2 Soal tes tidak berbelit-belit 3 Soal tes memiliki batasan pertanyaan
dan jawaban yang jelas
4 Soal tes menggunakan bahasa umum
Jumlah 4
Total Penilaian Aspek Bahasa 16
Rerata Skor Penilaian 4 Baik
Sumber: Data Primer, Diolah 2018 e. Perakitan soal
Setelah dilakukan perbaikan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan perakitan soal.
4. Tahapan Uji Coba Awal
Produk pengembangan yang sudah melalui tiga tahapan validasi ahli, selanjutnya akan dilakukan uji coba untuk mendapatkan informasi tentang kualitas produk yang dikembangkan. Uji coba dilakukan pada
peserta didik kelas XI Akuntansi SMK Negeri 7 Yogyakarta. Kegiatan uji coba produk sepenuhnya dilaksanakan dengan pendampingan dari guru mata pelajaran akuntansi. Uji coba lapangan awal dilakukan dengan melalui tiga tahapan, yaitu tahapan one to one, kelompok kecil, dan kelompok besar. Tahapan uji coba awal digunakan untuk penyempurnaan produk dengan memberikan angket penilaian. Setelah melakukan perbaikan, selanjutnya dilaksanakan tahapan uji lapangan produk utama yang digunakan untuk analisis butir secara empirik.
Pada saat pelaksanaan, peneliti memberikan penjelasan terlebih dahulu kepada para peserta didik tujuan dari kedatangan peneliti dan tata cara pengerjaan. Uji lapangan produk utama dilaksanakan pada tanggal 7 s/d 9 agustus 2018.
a. Penilaian One to one
Pada tahapan ini, peneliti menggunakan 3 orang peserta didik untuk memberikan penilaian terhadap soal tes yang dikembangkan. Ketiga orang ini terdiri dari peserta didik yang memiliki kemampuan tinggi, kemampuan sedang, dan kemampuan rendah. Berikut ini hasil penilaian yang diberikan oleh peserta didik.
Tabel 4.15 Skor Aspek Materi Penilaian Tahap one to one
No. Indikator Skala Penilaian Kriteria
1 2 3 4 5 1 Kesesuaian materi soal tes dengan
Kompetensi Dasar (KD) HOTS
2 Kesesuaian materi soal tes dengan indikator pencapaian KD HOTS
No. Indikator Skala Penilaian Kriteria 1 2 3 4 5
3 Kesesuaian materi soal tes dengan tujuan pembelajaran
4 Kesesuaian materi soal tes dengan konsep materi ditinjau dari aspek keilmuan
Jumlah 12 32
Total Penilaian Aspek Materi 44
Rerata Skor Penilaian 3,67
Tabel 4.16
Skor Aspek Evaluasi Pembelajaran Penilaian Tahap one to one
No. Indikator Skala Penilaian Kriteria 1 2 3 4 5
1 Kesesuaian soal tes dengan KD HOTS
2 Tingkat kesulitan dan keabstrakan konsep dengan perkembangan kognitif peserta didik SMK kelas XI
3 Soal tes mengukur dimensi pengetahuan faktual dan konseptual
4 Indikator instrumen tes berbasis
HOTS yang dikembangkan berdasarkan indikator menurut Krathworl (2001) dengan menggunakan kata kerja operasional untuk mengukur dimensi pengetahuan
5 Soal tes tidak mengandung penafsiran ganda
6 Soal yang disajikan sesuai dengan
dimensi proses kognisi untuk berpikir tingkat tinggi yaitu Analisis (C4), Penilaian (C5), dan Penciptaan (C6)
Jumlah 12 56
Total Penilaian Aspek Evaluasi Pembelajaran
68
Tabel 4.17 Skor Aspek Bahasa Penilaian Tahapan one to one
No. Indikator Skala Penilaian Kriteria
1 2 3 4 5 1 Soal tes sesuai dengan EYD 2 Soal tes tidak berbelit-belit 3 Soal tes memiliki batasan pertanyaan
dan jawaban yang jelas
4 Soal tes menggunakan bahasa umum
Jumlah 12 32
Total Penilaian Aspek Bahasa 44
Rerata Skor Penilaian 3,67
Sumber: Data Primer, Diolah 2018
Hasil penilaian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan tergolong baik dengan rerata skor penilaian dari keseluruhan aspek sebesar 3,706.
b. Penilaian Kelompok Kecil
Setelah melakukan uji coba one to one, selanjutnya peneliti melakukan uji coba kelompok kecil, yang terdiri atas 12 orang peserta didik. Peserta didik diminta untuk memberikan penilaian terhadap soal tes yang sedang dikembangkan dengan mengisi lembar kuesioner. Berikut ini hasil penilaian yang diberikan oleh peserta didik.
Tabel 4.18 Skor Aspek Materi Penilaian Kelompok Kecil
No. Indikator Skala Penilaian Kriteria
1 2 3 4 5 1 Kesesuaian materi soal tes dengan
Kompetensi Dasar (KD) HOTS 2 Kesesuaian materi soal tes dengan
indikator pencapaian KD HOTS
No. Indikator Skala Penilaian Kriteria 1 2 3 4 5
3 Kesesuaian materi soal tes dengan
tujuan pembelajaran
4 Kesesuaian materi soal tes dengan konsep materi ditinjau dari aspek keilmuan
Jumlah 14 34
Total Penilaian Aspek Materi 178
Rerata Skor Penilaian 3,71
Tabel 4.19
Skor Aspek Evaluasi Pembelajaran Penilaian Kelompok Kecil
No. Indikator Skala Penilaian Kriteria 1 2 3 4 5
1 Kesesuaian soal tes dengan KD HOTS
2 Tingkat kesulitan dan keabstrakan konsep dengan perkembangan kognitif peserta didik SMK kelas XI
3 Soal tes mengukur dimensi pengetahuan faktual dan konseptual
4 Indikator instrumen tes berbasis
HOTS yang dikembangkan berdasarkan indikator menurut Krathworl (2001) dengan menggunakan kata kerja operasional untuk mengukur dimensi pengetahuan
5 Soal tes tidak mengandung penafsiran ganda
6 Soal yang disajikan sesuai dengan dimensi proses kognisi untuk berpikir tingkat tinggi yaitu Analisis (C4), Penilaian (C5), dan Penciptaan (C6)
Jumlah 27 45
Total Penilaian Aspek Evaluasi Pembelajaran
261
Rerata Skor Penilaian 3,62 Cukup baik
Skor Aspek Bahasa Penilaian Kelompok Kecil
No. Indikator
Skala Penilaian Kriteria 1 2 3 4 5
1 Soal tes sesuai dengan EYD 2 Soal tes tidak berbelit-belit 3 Soal tes memiliki batasan pertanyaan
dan jawaban yang jelas
4 Soal tes menggunakan bahasa umum
Jumlah 30 18
Total Penilaian Aspek Bahasa 162
Rerata Skor Penilaian 3,37
Sumber: Data Primer, Diolah 2018
Berdasarkan hasil penilaian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan tergolong baik dengan rerata skor penilaian dari keseluruhan aspek sebesar 3,567.
c. Kelompok Besar
Setelah melakukan uji coba kelompok kecil, selanjutnya peneliti melakukan uji coba kelompok besar yang terdiri atas 32 orang siswa. Peserta didik diminta untuk memberikan penilaian terhadap soal tes yang sedang dikembangkan dengan mengisi lembar kuesioner. Berikut ini hasil penilaian yang diberikan oleh peserta didik.
Tabel 4.21 Skor Aspek Materi Penilaian Kelompok Besar
No. Indikator Skala Penilaian Kriteria 1 2 3 4 5
1 Kesesuaian materi soal tes dengan
Kompetensi Dasar (KD) HOTS 2 Kesesuaian materi soal tes dengan
indikator pencapaian KD HOTS
3 Kesesuaian materi soal tes dengan tujuan pembelajaran
4 Kesesuaian materi soal tes dengan konsep materi ditinjau dari aspek keilmuan
Jumlah 58 70
Total Penilaian Aspek Materi 454
Rerata Skor Penilaian 3,54
Tabel 4.22
Skor Aspek Evaluasi Pembelajaran Penilaian Kelompok Besar
No. Indikator Skala Penilaian Kriteria 1 2 3 4 5
1 Kesesuaian soal tes dengan KD HOTS
2 Tingkat kesulitan dan keabstrakan konsep dengan perkembangan kognitif peserta didik SMK kelas XI
3 Soal tes mengukur dimensi pengetahuan faktual dan konseptual
4 Indikator instrumen tes berbasis
HOTS yang dikembangkan berdasarkan indikator menurut Krathworl (2001) dengan menggunakan kata kerja operasional untuk mengukur dimensi pengetahuan
5 Soal tes tidak mengandung penafsiran ganda
6 Soal yang disajikan sesuai dengan dimensi proses kognisi untuk berpikir tingkat tinggi yaitu Analisis (C4), Penilaian (C5), dan Penciptaan (C6)
Jumlah 11
6
No. Indikator Skala Penilaian Kriteria 1 2 3 4 5
Total Penilaian Aspek Evaluasi Pembelajaran