• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan pada penelitian ini dimulai dengan analisis pada dua akun sosial media yang telah dibuat sebelumnya. Analisis ini untuk memberikan gambaran tentang proses pembentukan informasi tentang pemilihan umum yang dilakukan melalui media sosial. Pada bagian ini juga dijelaskan jenis unggahan konten informasi yang disukai oleh pemilih pemula yang terdapat pada akun media social yang dibuat. Bagian kedua dari penelitian ini Akan membahas tentang hasil survey yang dilakukan. Hasil survey ini digunakan untuk memotret perilaku memilih, keterlibatan dan ketertarikan pemilih muda dalam proses politik yang terjadi di Tulungagung di ranah daring. Jawaban atas rumusan masalah dituliskan dalam pembahasan pada masing masing bagian yakni disela Analisa.

A. Analisis Media Sosial

Selain bertanya kepada para responden, penelitian ini juga membuat sejumlah akun media Sosial. Akun media Sosial ini dibuat untuk melihat aktivitas warga net yang notabene generasi muda secara lebih komprehensif.

Media Sosial yang dibuat ini akan dilihat interaktivitas dalam akun tersebut.

Interaktivitas itu dilihat mulai dari pertumbuhan jumlah pertemuan maupun pengikut, unggahan konten informasi, interaksi yang tercipta dalam sebuah konten informasi yang diunggah. Ada dua akun yang dibuat pada dua platform berbeda. Akun pertama adalah 'Ayo Nyoblos' yang dibuat pada platform Facebook. Akun Kedua adalah @politiksehatanak yang berjalan pada platform Instagram. Instagram dan Facebook dipilih karena keduanya merupakan media sosial yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia khususnya Tulungagung. Dua akun ini dibuat pada bulan April sebelum dimulai proses pemilihan umum dan masih aktif hingga saat ini.

Interaktivitas kedua akun media Sosial tersebut akan dianalisis sendiri dan dihubungkan dengan hasil survey. Analisis penggabungan dengan hasil survey akan disisipkan dalam deskripsi hasil analisa atas dua akun ini.

45 Facebook merupakan platform media sosial dengan jumlah pengguna terbesar di dunia. Pada penelitian ini, peneliti membuat akun bernama ayo nyoblos. Pertumbuhan jumlah pertemanan pada akun ini tidak terlalu signifikan. Hal ini terlihat dari jumlah pertemanan yang hanya kurang dari 100 akun. Tepatnya pertemanan yang terbentuk hanya sekitar 50an akun.

Akun Ini memilih rentangan pertemanan yang tinggi. Usia pemilihan akun yang terkoneksi berada diantara usia pemilih muda dan pemilih dewasa.

Jumlah unggahan konten informasi pada akun ini juga terbilang minim.

Interaktivitas akun pengguna lain pada konten informasi yang disampaikan juga sangat minim. Hampir semua unggahan tidak mendapatkan komentar dari akun lain. Akun yang menyukai konten informasi yang diunggah juga sedikit. Meskipun akun ini memiliki rentangan usia pemilik akun pertemanan yang lebar, namun akun yang menyukai unggahan konten informasi mayoritas berasal dari kalangan pemilih muda.

Akun Kedua berjalan pada platform Instagram. Platform ini lebih dikenal dan disukai oleh kalangan pemilih muda. Akun ini dibuat pada bulan April 2018. Pertumbuhan pengikut akun inipun juga sangat signifikan.

Hingga akhir Juli 2018 akun ini telah diikuti lebih dari 5000 pengikut dan hanya mengikuti 50an akun saja. Artinya ketertarikan warga net pada akun Instagram ini sangat besar. Pengikut dari akun ini juga cukup variatif berdasarkan akun milik personal, organisasi di Tulungagung, hingga komunitas. Artinya akun ini dianggap menarik oleh masyarakat Tulungagung.

Konten informasi yang diunggah pun juga variatif. Sayangnya interaktivitas yang terbangun pun juga minim. Jumlah akun yang menyukai dan berkomentar tak ubahnya seperti akun yang berada pada Facebook.

Berdasarkan hasil analisa pada kedua akun media sosial yang sengaja dibuat selama proses pemilihan umum terlihat jika trend masyarakat dalam bermedia sosial telah bergeser. Publik tulungagung cenderung berubah dari menggunakan Facebook menjadi pengguna aktif Instagram yang terlihat dari pesatnya Jumlah pengguna instagram yang menyukai akun tersebut. Dari data

46 kedua akun social media yang dibuat, akun facebook hanya disukai oleh 59 akun lain. Sedangkan Instagram disukai oleh 4253 akun lain. Jumlah ini terdiri dari perorangan, Lembaga dan sejumlah media local di Tulungagung terpantau ikut menyukai akun ini. Hal ini menunjukkan telah terjadi pergeseran pola komunikasi di ranah daring dari yang awalnya menggunakan facebook ke Instagram.

Dari pertumbuhan jumlah akun ini sekaligus dapat disimpulkan Ada usaha dari masyarakat tulungagung untuk mencari informasi tentang politik melalui media sosial. Instagram adalah platform media sosial yang disukai untuk mencari informasi tentang preferensi politik. Hal ini relevan drngan hasil survey dimana pemilihan pemula tulungagung menyukai dan mencari informasi preferensi politiknya melalui media sosial. Ini terlihat dari sejumlah pertanyaan survey tentang kesukaan mereka mengikuti perdebatan atau tidak mengikuti melalui media sosial.

47

48 Penelitian ini juga melihat jenis unggahan seperti apa yang disukai oleh warga net yang notabene adalah pemilih muda. Gambar diatas merupakan konten informasi yang diunggah ke akun media social dalam penelitian ini. Informasi yang sama diunggah untuk dua akun sekaligus.

Konten informasi tersebut adalah yang memiliki interaktivitas terbesar dalam pemilihan ini. Ada tiga konten informasi pada unggahan diatas. Ketiganya memiliki jumlah interaktivitas berupa likes dan komen terbanyak. Dua dari tiga konten tersebut berisi tentang informasi di politik dengan lingkup berbeda. Jumlah interaktivitas terbanyak terlihat pada konten konten nasional.

Disusul dengan konten di lingkup provinsi dan terakhir adalah konten local tulungagung sendiri. Artinya keinginan masyarakat tulungagung untuk mencari informasi politik itu besar. Namun besarnya keiginan tersebut hanya untuk konten informasi yang sudah banyak mereka ketahui sebelumnya.

Dalam penelitian ini terlihat dari jumlah interaktivitas yang tinggi untuk konten nasional dan provinsi. Sedangkan untuk konten konten local mereka belum terlalu peduli. Hal ini bida disebabkan minimnya informasi politik local yang menyediakan informasi untuk mereka akses.

B. Survey Pemilih Muda

Penelitian ini menggunakan data kuantitatif berupa hasil survey.

Survey ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran umum pendapat pemilih muda atas proses demokrasi. Survey dilakukan dengan bertanya pada responden.