I " = jumlah siswa
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
3. Hasil Penelitian Siklus II
Pada pelaksanaan siklus II ini peneliti berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan pada pra siklus I maupun siklus I, pada pelaksanaan siklus II ini diperoleh hasil sebagai berikut:
Hasil tes
Hasil implementasi tindakan siklus II, dengan digunakan strategi index card match dalam pembelajaran diperoleh data sebagaimana disajikan pada tabel berikut:
Tabel 4.7 Hasil Tes Siklus II
N O N a m a S is w a L /P N ila i K e t e r a n g a n 1 A je n g S u lis ty o n in g r u m P 9 5 T 2 A n ti S a fitr i P 100 T 3 D e v i A y u P 9 5 T 4 E n ik A in i S a 'a d a h P 7 0 T 5 F a d ila t u r R o b ia h P 9 0 T 6 F a r id M T s a n i L 9 0 T 7 F a t k h u r o k h im L 5 0 T T 8 H a s n a h a m id a a P 9 5 T 9 J o k o s u p ra tio L 8 0 T 10 K u k u h y u n ia r s o . L 6 5 T 11 L in d a s afitri P 8 5 T
12 M . A ji m u ly o n u g r o h o L 6 5 T 13 M . A u lia fir d a u s L 7 5 T 14 M . S y a fi'i L 6 5 T 15 M u h a m m a d Y u s u f L 7 5 T 16 M .A ji H id a y a t u lla h L 6 5 T 17 N ih a y a tu l P 8 5 T 18 N o m o W ic a k s a n a L 7 0 T 19 R is a la tu l M u ’a w a n a h P 9 5 T 2 0 R iz q i P u ji N u g r o h o L 7 0 T 21 S e k a r K in a n ti P 9 5 T 2 2 S e k a r D in a S a fitr i P 7 5 T 2 3 W a r d a t u l J a n a h P 6 5 T 2 4 W ifq i M u h a m a d L 8 5 T 2 5 W iji In d a h K P 6 0 T T 2 6 Z a e n a l A b id in L 9 0 T 2 7 D z ik r in a F a t im a h P 7 0 T Jum lah 2 1 2 0 R ata-rata 7 8 ,5 2 K atagori B a ik Keterangan: T :Tuntas TT :Tidak Tuntas
Tabel 4.8 Rekapitulasi Nilai Evaluasi Siklus II
U r a ia n F r e k u e n s i P r o s e n t a s e J u m la h N ila i T u n tas 2 5 9 2 ,5 9 % 2 0 7 0 T id a k tuntas 2 7 ,4 1 % 1 1 0 Ju m lah 2 7 100% 2 1 2 0 R ata-rata 7 8 ,5 2 K a teg o ri B a ik Rentang nilai: A. 86-100 (amat baik) B. 70 - 85 (baik) C. 5 6 -6 9 (cukup) D. 41-55 (kurang) E. < 40 (sangat kurang)
65
Dari hasil evaluasi pada siklus T1 terhadap 27 siswa diperoleh data seperti pada tabel diatas, siswa yang tuntas sebanyak 25 orang (92,59%), sedangkan siswa yang belum tuntas sebanyak 2 orang (7,41%), dengan rata-rata kelas adalah 78,52. Dari data tersebut dapat dilihat rata-rata kelas mengalami kenaikan dari siklus I.
b. Hasil observasi keaktifan siswa
Setelah diamati dan dicatat keaktifan siswa oleh pengamat (peneliti) diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 4.9 Rekapitulasi Keaktifan Siswa Siklus II
N O K o m p o n e n J u m la h S k a la p e n ila ia n
S is w a % A B C D E
I K ehad iran s is w a 2 7 100 V
2 B ertan ya p a d a guru ten ta n g
m ateri y a n g b elu m jela s 19 7 0 ,3 7
j
3 B eru sa h a m en ja w a b
p ertan yaan guru 15 5 5 ,5 6
V 4 B era n i m e n g em u k a k a n p en d a p a t/g a g a sa n 21 7 7 ,7 8 R ata-rata p e rsen ta se 7 5 ,9 3 K ategori A k t if Keterangan: A. 81 % - 100% (sangat aktif) B. 61 % - 8 0 % (aktif) C. 41% - 60% (kurang Aktif)
D. 21 % - 40% (sangat kurang aktif) E. 0 - 20%(pasif)
Dari tabel di atas dapat diamati bahwa pada siklus II ini nilai rata- rata keaktifan siswa sudah mengalami peningkatan dari siklus I yaitu dari 67,59% (aktif) menjadi 75,93% (aktif).
c. Hasil observasi kegiatan guru
Setelah diamati dan dicatat oleh pengamat dalam kegiatan pembelajaran diperoleh data bahwa kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru pada siklus II ini sudah mengalami banyak peningkatan. Nilai rata-rata kinerja dikategorikan sangat baik.
Hasil refleksi
Setelah peneliti bersama rekan pengamat melakukan pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran di kelas, selanjutnya diadakan refleksi atas segala tindakan yang telah dilakukan pada siklus II, dan diperoleh hasil refleksi sebagai berikut.
1) Dalam mengawali proses pembelajaran di kelas, semua siswa mengikuti pembelajaran sampai selesai. Pada saat guru melakukan tanya jawab tentang silsilah Nabi Muhammad SAW yang telah diberikan sebelumnya, seoagian besar siswa mengacungkan tangan dan dapat menjawab pertanyaan dengan benar.
2) Dalam mengikuti pelajaran rata-rata keaktifan siswa sudah banyak mengalami peningkatan dari siklus II, yaitu dari 67,59% menjadi 75,93%.
3) Setelah diadakan evaluasi pada akhir siklus II diperoleh hasil belajar dengan nilai rata-rata 78,52 dan ketuntasan 92,59%. Ini berarti ketuntasan kelas sudah tercapai karena sudah memenuhi indikator keberhasilan yaitu 75%. Oleh karena itu tidak perlu diadakan siklus berikutnya.
r
67
Dengan melihat refleksi di atas, pembelajaran pada siklus II telah berhasil karena keaktifan siswa pada siklus II telah mencapai 75,93 (aktif), hasil belajar rata-rata 78,52 dengan ketuntasan 92,59% dan kinerja guru sudah sangat baik.
B. Pembahasan
Peneliti bersama guru mendiskusikan hasil pengamatan pada setiap siklus dan diperoleh data seperti pada tabel berikut.
Tabel 5.0 Rekapitulasi Keaktifan Siswa pada Pra Siklus, Siklus I, II
N O K o m p o n e n P r a S ik lu s S ik lu s I S ik lu s II
F % F % F %
1 K ehad iran sisw a 2 7 100 2 7 100 2 7 1 0 0
2 B ertan ya pada guru te n ta n g m ateri y a n g b e lu m jelas
11 4 0 ,7 4
13 4 8 ,1 5 19 7 0 ,3 7 3 B eru sa h a m en ja w a b pertan yaan
guru 9 3 3 ,3 3 15 5 5 ,5 5 15 5 5 ,5 6 4 B eran i m e n g em u k a k a n p en d a p a t/g a g a sa n 7 2 5 ,9 2 18 6 6 ,6 7 21 7 7 ,7 8 R ata-rata p ersen ta se 4 9 ,9 9 6 7 ,5 9 7 5 ,9 3 K ategori k u ra n g a k t if A k t if A k t if Ketegangan: A. 81 % - 100% (sangat aktif) B. 61 % - 8 0 % (aktif) C. 41 % - 60% (kurang Aktif) D. 21 % - 40% (sangat kurang aktif) E. 0 - 20% (pasif)
Pada awal pembelajaran pra siklus , guru memberikan penjelasan tentang kejadian luar biasa yang mengiringi kelahiran Nabi Muhammad SAW dan pemberian tugas. Dalam pra siklus ini siswa belum sangat aktif dalam segala hal dan rata-rata keaktifan siswa hanya sebesar 49,99% (kurang aktif). Pada siklus I, menjelaskan tentang sejarah kelahiran Nabi SAW, kemudian pokok materi
diulang kembali dengan menggunakan strategi index card match . Dalam siklus I ini keaktifan siswa mengalami peningkatan yaitu 67,59%. Pada siklus ini keaktifan sisvva belum memenuhi indikator. Sedangkan pada siklus II, guru mengulang materi pra siklus dan siklus I secara menyeluruh, Tanya jawab dan memberikan tes akhir. Dari hasil yang telah dilakukan, bahwa tingkat keaktifan siswa naik menjadi 75,93%. Ini berarti bahwa untuk keaktifan siswa sudah memenuhi indikator keberhasilan yaitu rata-rata > 70%.
Setelah akhir proses pembelajaran pada setiap siklus, guru mengadakan post tes, dengan hasil seperti pada tabel berikut:
Tabel 5.1 Rekapitulasi Hasil Belajar Siswa pada Pra Siklus, Siklus I, II
U r a ia n P r a S ik lu s S ik lu s I S ik lu s II F % F % F % T u n ta s 10 3 7 ,0 4 19 7 0 ,3 7 2 5 9 2 ,5 9 T id a k tuntas 17 6 2 ,9 6 8 2 9 ,6 3 2 7,41 Ju m lah 2 7 100 2 7 100 2 7 100 R ata2 6 0 ,0 0 7 2 ,0 4 7 8 5 2
Dari hasil tindakan pada tabel di atas menunjukkan bahwa pada. Pada pra siklus yaitu nilai rata-rata 60,00 dan nilai ketuntasan kelas yaitu 37,04%. Pada siklus I nilai rata-rata kelas meningkat yaitu sebesar 72,04 dan nilai ketuntasan kelas sebesar 70,37%. Sedangkan pada siklus II, nilai rata-rata kelas sebesar 78,52 dan nilai ketuntasan kelas sebesar 92,59%. Ini berarti penelitian ini sudah memenuhi indikator keberhasilan yaitu ketuntasan belajar siswa > 7 5 %.
Dengan hasil seperti pada tabel di atas maka dapat disimpulkan bahwa dengan Strategi index card match dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa sekaligus dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran SKI.
69
BAB V
P E N U T U P
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pelaksanaan penelitian tindakan kelas di kelas III MI Negeri Krincing Kecamatan Secang Kabupaten Magelang tahun pelajaran 2009/2010 dapat disimpulkan:
1. Penggunaan strategi index card match mempunyai pengaruh positif yaitu dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran SKI pada materi pokok sejarah kelahiran Nabi dan sislilahnya dibuktikan dengan kenaikan rata-rata keaktifan siswa per siklus. Rata-rata keaktifan siswa ada pra siklus (49,99%) dikategorikan kurang aktif pada siklus I (67,59%) mengalami kenaikan meskipun dalam kategori aktif tetapi belum berhasil mencapai 70, dan pada siklus II mengalami peningkatan dengan kategori aktif (75,93%). Jadi strategi index card match dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa dalam pembelajaran SKI di MI Negeri Krincing Kecamatan Secang Kabupaten Magelang.
2. Penggunaan strategi index card match dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran SKI khususnya materi pokok sejarah kelahiran Nabi dan sislilahnya. Ini ditunjukkan dengan perolehan rata-rata kelas selalu mengalami peningkatan untuk tiap silkusnya. Pada pra siklus dikategorikan cukup (60%) pada siklus I mengalami peningkatan angka rata-rata kelas
dengan kategori baik (72,04%) sedangkan pada siklus II rata-rata kelas juga dikategorikan baik (78,52%).
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan peneliti terhadap kegiatan penelitian yang telah dilakukan, maka terdapat beberapa saran bagi guru, siswa, serta sekolah di antaranya sebagai berikut:
1. Bagi Guru
Dalam pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran SKI selain menggunakan metode ceramah atau penugasan sebaiknya juga dapat menggunakan strategi index card match terutama menyangkut materi yang membutuhkan metode ini agar prestasi belajar siswa dapat meningkat.
2. Bagi Siswa
Dalam proses pembelajaran sebaiknya siswa tidak malu bertanya kepada guru tentang materi yang belum jelas agar paham terhadap materi pelajaran yang diajarkan oleh guru serta tingkatkan dalam belajarnya agar memperoleh hasil yang maksimal.
3. Bagi Sekolah
Hendaknya menyiapkan dana dan fasilitas untuk para guru yang akan melakukan penelitian tindakan kelas di kelasnya masing-masing agar terwujud sekolah yang bermutu dan berkualitas dalam menghadapi kemajuan di dunia pendidikan.