BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.8 Hasil Pengujian Stabilitas Fisik
4.8.2 Hasil Pengukuran pH
Pengukuran pH dilakukan selama 12 minggu pada suhu kamar setiap 1 minggu. Data hasil pengukuran pH dan grafik pengaruh lama penyimpanan terhadap pH nanoemulgel dan emulgel dapat dilihat pada Tabel 4.15 dan Gambar 4.12.
Tabel 4.15 Data pengukuran pH nanoemulgel dan emulgel pada penyimpanan selama 12 minggu
F1:Nanoemulgel kombinasi ekstrak daun pegagan dan rimpang kunyit (6000rpm) F2:Nanoemulgel kombinasi ekstrak daun pegagan dan rimpang kunyit (9000rpm) F3:Nanoemulgel kombinasi ekstrak daun pegagan dan rimpang kunyit
(12000rpm)
F4:Nanoemulgel kombinasi ekstrak daun pegagan dan rimpang kunyit (15000rpm)
Gambar 4.12 Grafik lama penyimpanan terhadap pH sediaan nanoemulgel dan emulgel kombinasi ekstrak rimpang kunyit dan daun pegagan Pada Gambar 4.12 menunjukkan bahwa selama penyimpanan semua sediaan baik nanoemulgel maupun emulgel yang disimpan pada suhu kamar selama 12 minggu menunjukkan penurunan pH tetapi tidak begitu signifikan tetapi nilai pH yang dihasilkan masih memenuhi syarat pH kulit yaitu 4,5-6,5 (Dewi dkk, 2014). Nilai pH yang terlalu asam dapat menyebabkan iritasi pada kulit sedangkan pH yang terlalu basa dapat menyebabkan kulit kering (Genatrika, dkk., 2016). Penurunan pH yang terlalu signifikan dapat menyebabkan sediaan menjadi encer sehingga dapat menyebabkan sediaan menjadi tidak stabil (Tsabitah, dkk., 2020).
4.8.3 Hasil Pengukuran Viskositas
Pengukuran viskositas dilakukan selama 12 minggu pada suhu kamar setiap 1 minggu. Data hasil pengukuran viskositas dan grafik pengaruh lama penyimpanan terhadap viskositas nanoemulgel dan emulgel dapat dilihat pada Tabel 4.16, Tabel 4.17 Gambar 4.13 dan Gambar 4.14.
Pengukuran pH
Tabel 4. 16 Data pengukuran viskositas nanoemulgel pada penyimpanan selama Tabel 4. 17 Data pengukuran viskositas emulgel pada penyimpanan selama 12
minggu
F1:Nanoemulgel kombinasi ekstrak daun pegagan dan rimpang kunyit (6000rpm) F2:Nanoemulgel kombinasi ekstrak daun pegagan dan rimpang kunyit (9000rpm) F3:Nanoemulgel kombinasi ekstrak daun pegagan dan rimpang kunyit
(12000rpm)
F4:Nanoemulgel kombinasi ekstrak daun pegagan dan rimpang kunyit (15000rpm)
Gambar 4.13 Grafik pengaruh lama penyimpanan terhadap viskositas
nanoemulgel kombinasi ekstrak daun pegagan dan rimpang kunyit
Gambar 4.14 Grafik pengaruh lama penyimpanan terhadap viskositas emulgel kombinasi ekstrak daun pegagan dan rimpang kunyit
Pengukuran viskositas dilakukan setiap 1 minggu. Hasil pengukuran viskositas dapat juga dilihat pada Gambar 4.13 dan Gambar 4.14. Dari hasil yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa semakin lama sediaan semakin menurun viskositasnya.
Uji viskositas dibutuhkan oleh suatu sediaan untuk melihat sifat alir dari sediaan ketika diaplikasi ke kulit. Sediaan dengan viskositas terlalu rendah
Hasil Pengukuran Viskositas Nanoemulgel
menyebabkan waktu kontak dengan kulit tidak cukup lama sehingga aktivitas bahan aktif menjadi tidak optimal. Sebaliknya viskositas yang besar dapat meningkatkan waktu retensi pada tempat aplikasi (Adi dan Ardiansyah, 2020).
Penurunan viskositas dapat juga dilihat pada Gambar 4.13 dan Gambar 4.14 yang salah satu penyebabnya yaitu sifat karbopol yang higroskopis sehingga mampu menyerap uap air yang menyebabkan nanoemulgel dan emulgel mengalami penurunan viskositas. Faktor lain yang dapat menyebabkan viskositas turun adalah pH. Penurunan pH sediaan menyebabkan terjadi sineresis yaitu molekul air yang terjebak dalam matriks keluar/lepas dari matriks, karena matriks gel yang terbentuk belum sempurna terbentuk sehingga menyebabkan terjadinya penurunan nilai viskositas (Ariani dan Wulandari, 2021). Menurut Hukum Stokes, semakin lama penyimpanan maka ukuran partikel semakin besar yang menyebabkan nilai viskositas menurun karena jarak antara partikel-partikel meningkat (Fitriansyah dan Gozali, 2014). Berdasarkan penelitian sebelumnya juga menunjukkan semakin tinggi penambahan konsentrasi ekstrak maka semakin tinggi viskositasnya atau sediaannya semakin kental dan daya sebarnya semakin menurun (Wuryandari, Sugihartini, Kintoko, 2019)
4.8.4 Hasil Pengukuran Distribusi Ukuran Partikel
Pengukuran ukuran partikel dilakukan di Laboratorium Nanomedicine Fakultas Farmasi, Universitas Sumatera Utara dengan menggunakan alat FRITSCH Analysette 22 NanoTec Particle Size Analizer pada suhu kamar.
Diperoleh hasil rata-rata dari pengukuran ukuran partikel nanoemulgel dan emulgel serta grafik perubahan ukuran partikel nanoemulgel dan emulgel pengaruh lama penyimpanan dapat dilihat pada Tabel 4.18 dan Gambar 4.15.
Formula Mingg u Ke-
Suhu Waktu Presentase Distribusi Rata- rata
F1:Nanoemulgel kombinasi ekstrak daun pegagan dan rimpang kunyit (6000rpm) F2:Nanoemulgel kombinasi ekstrak daun pegagan dan rimpang kunyit (9000rpm) F3:Nanoemulgel kombinasi ekstrak daun pegagan dan rimpang kunyit
(12000rpm)
F4:Nanoemulgel kombinasi ekstrak daun pegagan dan rimpang kunyit (15000rpm)
Gambar 4.15 Pengaruh lama penyimpanan terhadap ukuran partikel nanoemulgel kombinasi ekstrak daun pegagan dan rimpang kunyit
Ukuran Partikel Nano Emulgel
Rata - rata ukuran partikel (μm)
Pada Tabel 4.18 dapat dilihat hasil distribusi ukuran partikel nanoemulgel kombinasi ekstrak daun pegagan dan rimpang kunyit yang disimpan pada suhu kamar selama 12 minggu. Tabel 4.18 menunjukkan bahwa sediaan nanoemulgel F4 mempunyai ukuran partikel yang lebih kecil dibandingkan dengan nanoemulgel F1, F2, dan F3. Rata-rata ukuran partikel pada F1, F2, F3, dan F4 pada awal pembuatan berturut-turut adalah 212 nm, 249 nm, 63 nm, 55 nm sedangkan pada emulgel adalah 624 nm. Ukuran partikel selama penyimpanan 12 minggu meningkat seiring dengan waktu lama penyimpanan. Sediaan nanoemulgel memiliki nilai rata-rata yang berbeda tetapi masih berada diantara jangkauan yang diterima dalam untuk ukuran nanoemulgel. Peningkatan ukuran partikel selama penyimpanan terjadi karena adanya pengaruh gravitasi dalam sistem dispersi koloid dapat mengakibatkan partikel saling menempel satu sama lain dan membentuk agregat dengan ukuran yang meningkat secara berturut-turut (Attwood, 2002).
Semakin kecil suatu ukuran partikel akan meningkatkan luas permukaan kontak, semakin tinggi luas permukaan kontak maka semakin cepat bahan obat masuk dan terabsorpsi ke dalam kulit sehingga dapat menghasilkan efek yang diinginkan dengan optimal (Furi dan Coniwanti, 2012; Ulaen dkk., 2013).
Ukuran partikel yang kecil dapat diperoleh dengan pengadukan yang memiliki energi pengadukan lebih kuat atau waktu pengadukan yang lebih lama (Salager, dkk., 2001). Ukuran partikel yang kecil, sekitar 10-500 nm sehingga memiliki luas permukaan yang besar dan tegangan antar muka yang rendah serta mampu mnenembus kulit dengan mudan. Komponen yang sangat berpengaruh terhadap formulasi nanoemulgel antara lain fase minyak, surfaktan dan ko
surfaktan. Sedangkan gel merupakan system semipadat yang terdiri dari suspense yang dibuat dari partikel organic atau anorganik yang terpenetrasi oleh suatu cairan (Bouchemal, 2004). Nanocarrier seperti nanoemulgel yang memiliki ukuran partikel atau droplet <500 nm diaplikasikan pada permukaan kulit untuk memberikan efek lokal pada kulit , dermal ataupun transdermal (Montenegro,2014).