Blok II Air Hitam
(2) Verifikasi Lapangan
V. HASIL PENILAIAN
5.1. Masukan dan Saran dari Konsultasi Publik
Kegiatan konsultasi publik dalam rangkaian kegiatan Resertifikasi PHPL PT Hutan Ketapang Industri ini dilakukan pada tanggal 19 April 2021 secara kombinasi dengan daring dan luring. Hasil notulensi Konsultasi Publik adalah sebagai berikut:
1. Eldy Yanto (Camat Kendawangan)
- Terdapat kegiatan penambangan Emas pada sekitar areal PT HKI
- Pihak kecamatan belum memiliki informasi terkait penambangan tersebut masuk dalam areal PT HKI atau tidak
- Dari aspek lingkungan dari kegiatan penambangan yang dilakukan hanya menyisakan sisa sisa galian yang dalam dan membahayakan masyarakat.
2. Basuki Rahmat (Kepala KPH Ketapang Selatan)
- Kegiatan pengelolaan hutan oleh PT HKI harus dapat mendukung peningkatan SDM dan pendapat untuk masyarakat sekitar areal pengelolaan.
- Pihak pengelola PT HKI harus secara berlaka melakukan diskusi dengan KPH, ini bertujuan agar tidak ada kesenjangan informasi. Selain itu kegiatan tersebut bertujuan agar KPH bias memberikan solusi apabila terdapat permasalahn terhadap kegiatan pengelolaan.
3. Edwardo (Kasi Penegakan Hukum dan Pengaduan DLH Kab. Ketapang) - RKL RPL telah diserahkan tepat waktu
- Dalam arahan SK Gubernur tahun 2011, apabila sudah terlaksana, baiknya harus dilaporkan ke dinas terkait, agar dilakukan pengecekan lapangan
- Telah terdapat Izin terbaru untuk LB3
- Tidak ada aduan dari masyarakat terkait limbah dari pengelola hutan 4. BABINSA Kecamatan Kendawangan
- Pihak pengelola telah secara optimal melakukan kegiatan pemadam api pada titik api yang ada dilapangan
- Terdapat laporan dari masyarakat, tanah masyarakat berupa ladang dan sawah masuk di areal PT HKI, dengan kata lain terdapat konflik lahan pada areal pengelolaan.
5. Thomas Lukas (Ketua Adat)
- Harapannya mendukung kehidupan masyarakat adat dan mendukung perekonomian masyarakat
6. Kartono (Kepala Desa Mekar Utama)
- Pihak PT HKI telah mendukung dan mampu membantu peningkatan perekonomian masyarakat
- PT HKI telah membimbing masyarakat desa dalam budi daya madu hingga sampai pemasaran
7. Suyatmin (Desa Sungai Jelaian)
- PT HKI perlu melakukan perbaikan komunikasi dengan pemerintahan dan masyarakat agar tidak ada kesalahpahaman antar masyarakat pemangku adat, dan pihak
pemerintahan desa.
[LAPORAN RESERTIFIKASI PHPL IUPHHK-HT PT HUTAN KETAPANG INDUSTRI]| HASIL PENILAIAN V-2
- Perlu peningatan bantuan dari PT HKI untuk memperbaiki infrastruktur jalan di desa Sungai Jelayan.
8. Yuhainus (Desa Kedondong)
- Perlu bantuan untuk meningkatkan dan medukung sanggar jahit 9. Angga (Desa Banjar Sari)
- PT HKI mohon agar mengelola limbah yang ada, agar jangan sampai mencemari sumber mata air bersih yang akan dibuat.
10. Abdul Malik Nasar (Air Hitam Hulu)
- PT HKI lebih sering melakukan pemaparan terkait informasi CSR, karena desa Air Hitam Hulu lokasinya sedikit jauh.
11. Dedi Susanto (Selimatan Jaya)
- Pihak PT HKI harus tetap berkomitmen terhadap program CRS yang pada realisasinya kegiatan tersebut minim informasi dan tidak berkala
- Apabila ada undangan dari masyarakat atau pemerintah desa mohon pihak PT HKI agar bisa hadir
- Tanaman Kehidupan untuk masyarakat, hingga saat ini belum ada tindak lanjut terkait lahan kehidupan untuk masyarakat
12. Ambrosius Mikip (Tokoh Masyarakat Desa)
- PT HKI dimohon agar mendukung masyarakat dalam perekonomian dan pendidikan masyarakat
5.2. Analisa Keterkaitan dan Tindak Lanjut dari Masukan dan Saran
Berdasarkan masukan dari stake holder yang menghadiri konsultasi publik baik melewati daring maupun luring sebagaimana diuraikan pada bab 5.1., hasilnya dapat diringkas sebagai berikut:
1. Kegiatan PT HKI secara umum didukung oleh masyarakat desa yang ada di sekitar area PT HKI.
Terutama kegiatan kelola sosial yang telah terlaksana selama tahun 2016 s.d. 2020. Namun masih terdapat sebagian masyarakat yang belum mendapatkan informasi kegiatan CSR/Kelola Sosial yang dilakukan PT HKI terutama untuk Desa yang berlokasi jauh dari KBS PT HKI.
Kegiatan kelola sosial PT HKI seharusnya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
2. Komunikasi antara PT HKI dan masyarakat desa sekitar dapat ditingkatkan untuk menghindari kesalahpahaman, sehingga PT HKI seharusnya lebih rutin menghadiri undangan desa.
3. Masih ada konflik lahan dengan PT HKI dikarenakan adanya ladang/kebun dan perambahan lahan di dalam area kerja PT HKI baik oleh masyarakat sekitar maupun dari luar wilayah Kec.
Kendawangan.
4. Kebakaran lahan yang terjadi selama beberapa tahun terakhir diakibatkan oleh pembukaan lahan dengan cara bakar oleh masyarakat di ladang/lahan kebun masing-masing. Namun dapat dipadamkan oleh tim PT HKI.
5. Program Tanaman Kehidupan belum terealisasi hingga tahun 2020.
6. Keberadaan pertambangan tanpa izin di sekitar area PT HKI.
Terkait dengan kegiatan penilaian kinerja PHPL PT HKI (resertifikasi), maka dari masukan yang didapatkan pada kegiatan Konsultasi Publik ini akan dianalisa keterkaitan dan ditindak lanjuti oleh tim Auditor dengan penilaian kinerja PHPL.
No Masukan Kriteria terkait Tindak lanjut
2. Kegiatan PT HKI secara umum didukung oleh
Kegiatan kelola sosial/CSR PT HKI termasuk aspek penilaian
Auditor Sosial akan melakukan verifikasi lebih detail terkait sosialisasi,
[LAPORAN RESERTIFIKASI PHPL IUPHHK-HT PT HUTAN KETAPANG INDUSTRI]| HASIL PENILAIAN V-3
No Masukan Kriteria terkait Tindak lanjut
masyarakat desa yang ada di sekitar area PT HKI.
Terutama kegiatan kelola sosial yang telah terlaksana selama tahun 2016 s.d.
2020. Namun masih terdapat sebagian masyarakat yang belum mendapatkan informasi kegiatan CSR/Kelola Sosial yang dilakukan PT HKI terutama untuk Desa yang berlokasi jauh dari KBS PT HKI.
Kegiatan kelola sosial PT HKI seharusnya dapat meningkatkan
perekonomian masyarakat.
pada Kriteria Prasyarat dan Kriteria Sosial
perencanaan dan realisasi serta pemantauan dan evaluasi kegiatan kelola sosial PT HKI di desa.
Auditor Prasyarat akan melakukan penilaian secara keseluruhan implementasi visi misi perusahaan terutama pada bidang sosial.
3. Komunikasi antara PT HKI dan masyarakat desa sekitar dapat ditingkatkan untuk menghindari
kesalahpahaman, sehingga PT HKI seharusnya lebih rutin menghadiri undangan desa.
Kegiatan kelola sosial/CSR PT HKI termasuk aspek penilaian pada Kriteria Sosial dan Prasyarat
Auditor Prasyarat dan Sosial akan melakukan verifikasi lebih lanjut terkait kegiatan sosialisasi rencana kegiatan dan dokumentasi penyelesaian konflik yang terjadi
4. Masih ada konflik lahan dengan PT HKI dikarenakan adanya ladang/kebun dan perambahan lahan di dalam area kerja PT HKI baik oleh masyarakat sekitar maupun dari luar wilayah Kec.
Kendawangan.
Konflik lahan merupakan salah satu aspek penilaian pada Kriteria Prasyarat dan Kriteria Sosial
Auditor Sosial akan melakukan verifikasi lebih lanjut terhadap keberadaan konflik lahan yang ada hingga tahun 2020.
Auditor Prasyarat akan melakukan verifikasi terhadap kepastian lahan dan penguasaan lahan PT HKI sampai dengan tahun 2020.
5. Kebakaran lahan yang terjadi selama beberapa tahun terakhir diakibatkan oleh pembukaan lahan dengan cara bakar oleh masyarakat di ladang/lahan Prasyarat dan Kriteria Ekologi
Auditor Ekologi akan melakukan verifikasi lebih lanjut terhadap rekaman dokumentasi kejadian kebakaran lahan dalam area PT HKI.
Auditor Prasyarat akan menilai implementasi visi misi PT HKI dalam bidang lingkungan
6. Program Tanaman
Kehidupan belum terealisasi hingga tahun 2020.
Program tanaman kehidupan merupakan salah satu penilaian pada Kriteria Produksi dan Kriteria Sosial
Auditor Produksi akan memverifikasi perencanaan hingga realisasi program tanaman kehidupan di lapangan.
Auditor Sosial akan memverifikasi perencanaan dan kesepakatan PT HKI dengan masyarakat desa sekitar.
7. Keberadaan pertambangan tanpa izin di sekitar area PT HKI.
Keberadaan kegiatan lain dengan atau tanpa izin merupakan salah satu penilaian Kriteria Prasyarat
Auditor Prasyarat akan memverifikasi lebih lanjut tentang informasi adanya tambang tanpa izin di sekitar area kerja PT HKI dan dampaknya terhadap kegiatan operasional PT HKI
[LAPORAN RESERTIFIKASI PHPL IUPHHK-HT PT HUTAN KETAPANG INDUSTRI]| HASIL PENILAIAN V-4
5.3. Hasil Penilaian Indikator pada Kriteria Prasyarat
Indikator 1.1. Kepastian Kawasan Pemegang IUPHHK-HTI
Kepastian status areal pemegang IUPHHK-HTI terhadap penggunaan lahan, tata ruang wilayah, dan tata guna hutan memberikan jaminan kepastian areal yang diusahakan.
Kegiatan penataan batas merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam kerangka memperoleh pengakuan eksistensi areal IUPHHK-HT, baik oleh masyarakat pengguna lahan lainnya maupun oleh instansi terkait.
Pal batas merupakan salah satu bentuk rambu yang memberikan pesan bahwa areal yang berada di dalamnya telah dibebani oleh izin.
Verifier 1.1.1. Ketersediaan dokumen legal dan administrasi tata batas (PP/ SK IUPHHK-HT,