Blok II Air Hitam
3.4. Kondisi Sosial Ekonomi dan Kepemerintahan
3.4.1. Situasi Demografi Penduduk
Areal kerja PT. HKI seluruhnya berada dalam wilayah Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang.
Desa-desa yang berada pada area kerja HKI di Blok Kendawangan dan Blok Air Hitam dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel III-17 Jumlah Penduduk Desa Sekitar Areal Kerja PT. HKI Blok Kendawangan
No Desa Luas (Km²) Jumlah Penduduk
(jiwa)
Kepadatan Penduduk (orang/km²)
1 Banjar Sari 524,4 4.478 8,54
2 Pangkalan Batu 260,55 1.032 3,96
3 Selimatan Jaya 183,52 1.100 5,99
4 Mekar Utama 1.575,69 6.239 3,96
5 Kedondong 98,62 649 6,58
6 Sungai Jelayan 98,62 592 6,00
Sumber: Kecamatan Kendawangan Dalam Angka 2020
Tabel III-18 Jumlah penduduk desa sekitar areal kerja PT HKI Blok Air Hitam
No Desa Luas (Km²) Jumlah Penduduk
(jiwa)
Kepadatan Penduduk (orang/km²)
1 Air Hitam Hulu 95,78 1.954 20,40
2 Air Hitam Besar 250,25 2.377 9,50
Sumber: Kecamatan Kendawangan Dalam Angka 2020
Berdasarkan data statistic Kecamatan Kendawangan Dalam Angka tahun 2020, diketahui desa yang terluas yaitu Desa Mekar Utama dengan luas 1.575,69 km², sedangkan desa terkecil adalah Desa Sungai Jelayan dan Desa Sungai Kedondong dengan luas yang sama, yaitu 98,62 km². Kepadatan
[LAPORAN RESERTIFIKASI PHPL IUPHHK-HT PT HUTAN KETAPANG INDUSTRI]| SITUASI UMUM III-17
penduduk tertinggi ada di Desa Air Hitam Hulu dengan angka 20,40 jiwa/km² dan kepadatan penduduk terkecil yaitu Desa Mekar Utama dan desa Pangkalan Batu dengan angka kepadatan penduduk sebesar 4 jiwa/km².
Secara umum, di wilayah Kecamatan Kendawangan, berdasarkan kelompok umur penduduk, diketahui bahwa jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) adalah sebesar 11.557 (67%) dari total penduduk. Selebihnya adalah penduduk kelompok umur 0-14 tahun dan penduduk lanjut usia (>64 tahun). Berikut data jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur.
Tabel III-19 Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur dan Jenis Kelamin
No Umur (tahun) Jumlah
Laki-laki Perempuan Total
1 0 - 14 2.602 2.407 5.010
2 15 - 64 6.119 5.438 11.557
3 > 64 339 350 689
Sumber : Kecamatan Kendawangan Dalam Angka tahun 2017 dan Laporan Pemetaan Potensi Resolusi Konflik PT HKI tahun 2018.
Dari tabel di atas diketahui bahwa beban tanggungan (dependency ratio) secara umum di wilayah Kec Kendawangan sebesar 49, yang berarti setiap 100 penduduk usia produktif menanggung beban 49 penduduk yang belum dan tidak produktif.
3.4.2. Situasi Agro-ekonomi
Mata pencaharian masyarakat yang berada di dalam dan sekitar PT HKI mayoritas adalah Suku Dayak yang secara turun temurun melakukan kegiatan berladang, berburu, mencari ikan dan memungut hasil hutan serta saat ini berkebun dangan skala kecil untuk tanaman karet. Namun saat ini, sesuai perkembangan yang ada pada masyarakat di wilayah Kendawangan, terdapat pergeseran mata pencaharian. Mata pencaharian penduduk sebagian menjadi karyawan perusahaan swasta yang ada di wilayah Kendawangan baik karyawan tetap, maupun harian atau Borongan. Walaupun sudah beragam mata pencaharian yang ada, namun kegiatan bertani tetap dilakukan oleh masyarakat setempat, sehingga sebagian masyarakat setempat bermata pencaharian ganda.
Kegiatan bertani masyarakat merupakan kombinasi antara perladangan dan perkebunan rakyat.
Perladangan sebagian kecil telah ditinggalkan, namun pada sebagian masyarak adat Dayak masih melakukan kegiatan bertanam padi ladang untuk keperluan sendiri dan adat. Tradisi berladang adat Dayak masih dilakukan oleh sebagian besar masyarakat adat Dayak.
Pada umumnya usaha perkebunan rakyat pada awalnya adalah jenis tanaman karet. Namu saat kondisi harga getah karet tidak berangsur membaik di masa lalu, maka masyarakat sebagaian besar mengubah jenis tanaman, dari karet ke sawit. Saat ini jarang ada pembukaan lahan untuk membuat kebun karet, karena tanaman karet yang ada (lama) juga tidak dikelola lagi oleh pemilik.
Sehingga di lapangan terlihat adanya kebun karet yang terlantar dan tertutup semak belukar karena tak terawat. Namun ada pula yang menebang pohon karetnya dan menggantinya dengan kebun sawit.
[LAPORAN RESERTIFIKASI PHPL IUPHHK-HT PT HUTAN KETAPANG INDUSTRI]| SITUASI UMUM III-18
3.4.3. Situasi Sosial Budaya
a. Adat IstiadatDalam sejarahnya, masyarakat yang berada di sekitar HKI Blok Kendawangan merupakan masyarakat Dayak Kendawangan, kemudian pada akhir tahun 1980-an setelah bisnis kayu alam surut sebagian pendatang dari Jawa dan Banjar mulai menetap. Tambang bauksit dan pasir kwarsa mendatangkan imigran dari pulau Jawa, Sulawesi, dan Sumatra. Pembukaan perkebunan kelapa sawit awal 1990-an menyebabkan bertambahnya etnis di blok Kendawangan dengan imigran terbanyak berasal dari daerah Timor Barat, Flores, dan Sumba.
Kelompok penduduk asli yang menempati wilayah ini sebelum kedatangan pendatang adalah orang-orang dari kelompok suku Dayak. Cerita yang dituturkan oleh komunitas masyarakat dayak, menyatakan bahwa orang-orang Dayak itu semula bermukim di daerah Marau, kemudian berpindah Pangklan Batu, Kelampai, Sei Jelayan, Kedondong, dusun Klukup Blantak, Selinsing, Sukarian dan Air Merah lanjut. Di lokasi tersebut orang-orang.
Orang Melayu berasal dari Banjarmasin dan generasi keturunan mereka saat ini merupakan mayoritas warga Desa Air Hitam Hulu dan Air Hitam Besar. Kelompok penduduk asli yang menempati wilayah ini sebelum kedatangan orang-orang Melayu Banjarmasin lima generasi yang lalu adalah Suku Dayak. Diceritakan bahwa Suku Dayak semula bermukim di Bagan Dukuh—satu bantaran sungai di seberang Dusun Danau Limau, Desa Air Hitam Besar—kini bermukim dalam kelompok-kelompok tersendiri yakni Dusun Bagan Cabe di Desa Air Hitam Besar dan Desa Air Tarap dan dua dusun lainnya termasuk wilayah Desa Air Hitam Hulu, yakni Dusun Hantak dan Dusun Sukamaju. Di lokasi tersebut Suku Dayak merupakan penduduk mayoritas.
Penduduk di sekitar areal kerja PT. HKI sebagian besar menganut agama Islam dan Kristen/Katolik.
Menurut data Kecamatan Kendawangan Dalam Angka 2012, di wilayah ini terdapat 25 Masjid, 33 musholla/surau, dan 27 gereja. Penganut agama Islam selain penduduk asli Melayu juga banyak pendatang dari daerah Jawa, sedangkan penganut Agama Kristen/Katolik umumnya penduduk asli suku Dayak. Mereka biasa hidup berdampingan dengan saling menghormati antar kepercayaan masing-masing.
b. Pendidikan
Tingkat pendidikan formal masyarakat di Kecamatan Kendawangan relatif cukup baik. Hal tersebut disebabkan karena tersedianya kecukupan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah ini dari jenjang TK sampai SMA. Data jumlah sekolah di Kecamatan Kendawangan mulai dari Taman Kanak-kanak sampai SMA/sederajat dapat dilihat pada tabel di bawah.
Tabel III-20 Jumlah Sarana Pendidikan di Kecamatan Kendawangan
No Jenjang Pendidikan Jumlah Sekolah
Negeri Swasta Total
1 Taman Kanak-kanak (TK) - 6 6
2 Sekolah Dasar (SD) 42
3 45
3 Madrasah Ibtidaiyah (MI)
4 Sekolah Menengah Pertama (SMP) 10
3 10
5 Madrasah Tsanawiyah (MTs)
6 Sekolah Menengah Atas (SMA) 2
2 4
7 Madrasah Aliyah (MA)
8 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 - 1
Sumber : Kabupaten Ketapang Dalam Angka 2021
c. Kesehatan Masyarakat
[LAPORAN RESERTIFIKASI PHPL IUPHHK-HT PT HUTAN KETAPANG INDUSTRI]| SITUASI UMUM III-19
Data tenaga dan sarana kesehatan di Kecamatan Kendawangan dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel III-21 Jumlah Tenaga Kesehatan di Kecamatan Kendawangan 2012
No Tenaga Kesehatan Jumlah
1 Dokter Umum 2
2 Bidan 19
3 Perawat 35
4 Perawat Gigi 1
5 Apoteker 1
6 Tenaga Gizi 2
Jumlah 61
Sumber : Puskesmas Kecamatan Kendawangan, 2013 dan RKUPHHK HTI PT HKI tahun 2017 -2026
Tabel III-22 Sarana Kesehatan di Kecamatan Kendawangan 2012
No Sarana Kesehatan Jumlah
1 Puskesmas 1
2 Puskesmas Pembantu 12
3 Balai Pengobatan 2
4 Puskesdes
5 Posyandu 39
Jumlah 54
Sumber : Puskesmas Kecamatan Kendawangan, 2013
3.4.4. Rencana Pengembangan wilayah
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Ketapang nomor 3 tahun 2015 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Ketapang tahun 2015 – 2035 dapat dijelaskan sebagai berikut:
Struktur ruang wilayah Kabupaten meliputi: pusat kegiatan, system jaringan prasarana utama dan system jaringan prasarana lainnya.
Rencana pengembangan wilayah yang ada di wilayah Kecamatan Kendawangan diantaranya adalah pengembangan Pusat Pelayangan Lingkungan yang berada di Air Hitam Besar.
Pengembangan jalan kolektor primer K2 di ruas jalan Pesaguan – Kendawangan; jaringan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan pada Ketapang – Kendawangan dan Kendawangan – Marau; Pembangkit Listrik Tenaga Diesel, Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin.
Berdasarkan Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten di wilayah Kec. Kendawangan, dapat dijelaskan sebagai berikut:
Rencana pola ruang wilayah Kabupaten meliputi rencana kawasan lindung dan kawasan budidaya.
Untuk wilayah Kecamatan Kendawangan dalam RTRWK termasuk dalam penataan untuk Kawasan Hutan Lindung, Kawasan Yang Memberikan Perlindungan terhadap Kawasan Bawahannya (kawasan bergambut baik di kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan dan kawasan resapan air); kawasan sempadan pantai; Kawasan Sempadan Sungai, Kawasan sekitar Danau, Kawasan Kearifan Lokal (Kawasan Pelestarian Tanaman Kerbau Jalang); kawasan suaka alam, pelestarian dan cagar budaya ( Cagar Alam Muara Kendawangan), Kawasan rawan Bencana Alam (tanah longsor, rawan gelombang pasang, rawan abrasi); kawasan lindung Geologi.
Di samping masuk dalam penataan kawasan lindung, wilayah Kec. Kendawangan juga masuk
[LAPORAN RESERTIFIKASI PHPL IUPHHK-HT PT HUTAN KETAPANG INDUSTRI]| SITUASI UMUM III-20
wilayah kawasan budidaya hutan produksi, kawasan peruntukan pertanian; kawasan peruntukan perikanan tangkap dan budidaya perikanan; kawasan peruntukan pertambangan; kawasan peruntukan industri; kawasan peruntukan pariwisata; kawasan peruntukan lainnya (Markas komando TNI AL).
Pemerintah juga menetapkan kecamatan Kendawangan sebagai Kawasan Strategis Provinsi berupa Kawasan Strategis dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi dengan adanya industri pertambangan, perkebunan dan industri di wilayah tersebut. Dalam hal ini terdapat kawasan potensial cepat tumbuh Kendawangan – Sungai Gantang dan kawasan minapolitan.
3.4.5. Situasi Kepemerintahan Lokal
Kecamatan Kendawangan merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Ketapang yang memiliki 19 desa dan 73 dusun. Pemerintahan dipimpin oleh camat dibantu Kapolsek dan Danramil untuk menjaga ketertiban dan keamanan wilayah.
Pemerintahan desa di wilayah Kecamatan Kendawangan terdiri dari unsur Kepala Desa, Sekretaris Desa dan perangkat desa yang terdiri dari Kepala Urusan, Kepala Dusun dan Kepala Adat (Damung). Di samping itu sebagai perwakilan masyarakat desa maka dibentuk Badan Perwakilan Desa.
Situasi pemerintahan desa pada desa-desa yang ada di sekitar areal kerja PT HKI menunjukkan kelembagaan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
3.4.6. Situasi Penegakan Hukum
Kegiatan pembalakan liar tercatat masih sering dilakukan di kawasan area kerja PT HKI dalam skala kecil, karena potensi yang ada pada area kerja PT HKI juga tidak besar. Penegakan hukum dilakukan secara internal oleh PT HKI, karena kegiatan pembalakan dilakukan oleh penduduk secara sporadis.
Menurut informasi penduduk setempat, pelaku kegiatan pembalakan berasal dari luar wilayah desa sekitar.
Di samping kegiatan pembalakan liar, kegiatan lain yang melanggar hukum adalah jual beli lahan dalam areal kerja PT HKI yang diklaim penduduk setempat yang kemudian dijual oleh pihak luar.
Untuk keberadaan perambahan lahan di dalam area PT HKI, telah dilakukan proses hukum terhadap beberapa pelaku perambahan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.