HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Hasil Tahap Analysis (Analisis)
Analisis yang dilakukan dalam pengembangan perangkat pembelajaran materi segiempat dengan pendekatan problem based learning untuk siswa SMP kelas VII adalah analisis kebutuhan, analisis kurikulum, dan analisis karakteristik siswa. Hasil dari tahap analisis-analisis tersebut akan dijelaskan sebagai berikut.
a. Analisis Kebutuhan
Analisis kebutuhan dilakukan dengan melakukan analisis terhadap hasil UN Matematika SMP tahun ajaran 2014/2015 dan melakukan wawancara dengan guru matematika VII B SMP N 16 Yogyakarta. Berdasarkan data daya serap siswa pada UN Matematika SMP tahun ajaran 2014/2015 diperoleh data bahwa dari 4 materi yang diujikan, materi geometri memiliki daya serap terendah dibandingkan dengan materi lainnya. Berdasarkan data
tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan konsep geometri masih kurang dan perlu ditingkatkan. Data daya serap siswa ini selengkapnya dapat dilihat pada tabel 1 halaman 3.
Salah satu kajian dalam geometri SMP adalah materi segiempat. Berdasarkan hasil tanya jawab dengan guru matematika di SMP N 16 Yogyakarta diketahui bahwa masih ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan matematika pada materi segiempat terutama jika berbentuk soal cerita.
Melihat hasil analisis kebutuhan seperti yang telah disampaikan di atas, maka perlu dilakukan suatu upaya agar kemampuan pemecahan masalah siswa khususnya pada materi segiempat dapat meningkat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menyusun perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKS materi segiempat yang sesuai dengan kebutuhan siswa, yaitu RPP dan LKS yang dirancang khusus untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah materi segiempat.
b. Analisis Kurikulum
Analisis kurikulum bertujuan untuk membuat dasar perencanaan pengembangan perangkat pembelajaran. Setiap komponen yang tercantum dalam perangkat pembelajaran yang dikembangkan harus sesuai dengan kurikulum.
Analisis kurikulum dilakukan dengan menganalisis Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran matematika kelas VII. Dari
analisis ini peneliti ingin mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah memang kompetensi yang penting dan wajib dikuasai siswa. Selanjutnya, secara khusus analisis dilakukan pada SK dan KD materi segiempat.
Pada Standar Isi KTSP ditentukan bahwa untuk pelajaran matematika di SMP terdapat 17 SK yang harus dikuasai siswa. Dari 17 SK tersebut, 15 SK memuat kompetensi kemampuan pemecahan masalah. Kemudian dari 17 SK dijabarkan menjadi 59 KD. Dari 59 KD tersebut, 27 KD memuat kompetensi kemampuan pemecahan masalah.
Dari hasil analisis SK-KD di atas maka dapat diketahui bahwa kemampuan pemecahan masalah adalah salah satu kompetensi penting yang harus dikuasai siswa. Selain itu, Standar Isi KTSP yang ditetapkan dalam Permendiknas No. 22 Tahun 2006 secara eksplisit menyebutkan bahwa tujuan dari pembelajaran matematika adalah agar siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah.
Hal tersebut berarti bahwa dalam pembelajaran materi segiempat, guru juga perlu memfasilitasi siswa agar dapat memahami konsep segiempat dan mampu menggunakan konsep tersebut dalam pemecahan masalah. Materi segiempat terdapat pada SK ke-6 untuk materi kelas VII. Materi segiempat dibagi menjadi 4 KD. Dari 4 KD tersebut, terdapat 1 KD yang relevan dengan kemampuan pemecahan masalah, yaitu pada materi keliling dan luas bangun segiempat. Oleh karena itu, pada materi ini guru dapat membuat kegiatan pembelajaran yang berorientasi pada kegiatan pemecahan masalah. Kegiatan
ini dapat terfasilitasi melalui LKS. Hasil analisis kurikulum selengkapnya dapat dilihat pada lampiran A1.
c. Analisis Karakteristik Siswa
Analisis karakteristik siswa dilakukan untuk mengetahui karakteristik siswa SMP kelas VII yang nantinya akan menggunakan LKS yang dikembangkan. Analisis ini dilakukan melalui observasi dan tanya jawab dengan guru matematika di SMP N 16 Yogyakarta. Secara umum siswa kelas VII SMP N 16 Yogyakarta berusia 12-13 tahun. Siswa pada usia tersebut, menurut John Piaget dalam teori kognitifnya (Sugihartono, 2007: 108), baru saja beralih dari tahap operasional konkret menuju tahap operasional formal. Dengan kata lain siswa sedang mengalami masa transisi dalam proses berpikir, yaitu dari konkret menuju abstrak. Pada tahap ini, siswa rentan mengalami kesulitan dalam belajar.
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika kelas VII diperoleh beberapa keterangan berkaitan dengan karakteristik siswa kelas VII, yaitu sebagai berikut.
1) Kemampuan matematika siswa berbeda-beda, ada yang berkemampuan tinggi, rendah, sedang.
2) Siswa masih kesulitan dalam membuat model matematika dari soal cerita.
3) Guru sudah mengupayakan agar siswa belajar secara mandiri (mampu menemukan konsep matematika sendiri), namun siswa masih terbiasa
dengan pemaparan dan penjelasan materi dari guru, mencatat, dan mengerjakan latihan soal
Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka dapat diketahui bahwa karakteristik siswa SMP kelas VII pada umumnya adalah secara kognitif masih berada pada tahap peralihan berpikir dari konkrit ke abstrak. Karakteristik siswa SMP kelas VII secara khusus, yaitu karakteristik siswa kelas VII B SMP N 16 Yogyakarta adalah memiliki tingkat kemampuan pemecahan masalah yang beragam dan sebagian siswa masih tergolong kurang aktif dalam mengembangkan pengetahuannya.
Melihat hasil analisis tersebut maka guru perlu memilih pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. Problem based learning merupakan suatu pendekatan yang menekankan pada kegiatan pemecahan masalah dalam pemelajaran. Siswa belajar bersama dalam kelompok diskusi untuk menyelesaikan suatu masalah dan menyajikannya. Pembelajaran ini dirasa sesuai dengan karakteristik siswa. Kegiatan diskusi memungkinkan siswa dengan kemampuan beragam untuk saling bertukar informasi dan pengetahuan. Pendekatan ini juga mendukung siswa untuk menjadi pembelajar yang aktif dan mandiri. Oleh karena itu, RPP dan LKS dengan pendekatan problem based based learning sangat cocok dengan karakteristik siswa.
Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, analisis kurikulum, dan analisis karakteristik siswa maka diperlukan pengembangan perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKS materi segiempat dengan pendekatan problem based
learning untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa SMP kelas VII.