BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
E. Hasil Teknik Analisis Data
a. Uji Normalitas
Uji normalitas berguna untuk mengetahui normal tidaknya penyebaran data dari masing-masing variabel penelitian. Uji normalitas menggunakan teknik One Sample Kolmogorov – Smirnov. Kaidah yang digunakan yaitu p > 0,05 maka sebaran tersebut normal, sedangkan jika p < 0,05 maka sebaran data tersebut tidak normal.
Hasil dari pengujian yang telah diperoleh dalam analisis menunjukkan bahwa skor dukungan sosial memiliki sebaran normal dengan nilai K-S Z = 0,409 dan p = 0,996 (p > 0,05). Pada skor stres, menunjukkan sebaran normal dengan nilai K-S Z = 0,819 dan p = 0,514 (p > 0,05). Hasil perhitungan yang lebih jelas dapat dilihat dalam tabel 4.8 berikut ini, sedangkan hasil selengkapnya dapat dilihat dalam lampiran.
Tabel 4.8
Hasil Uji Normalitas
Variabel Nilai K S-Z P Keterangan
Dukungan sosial 0,409 0,996 p > 0,05 (Normal)
Stres 0,816 0,514 p > 0,05 (Normal)
Dari hasil uji normalitas di atas dapat diambil kesimpulan bahwa data yang akan diteliti adalah normal sehingga data tersebut dapat digunakan untuk penelitian. Data yang dikatakan normal berarti daya yang diperoleh dapat untuk dilakukan analisis selanjutnya untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan tujuan penelitian.
b. Uji Linieritas
Uji linieritas merupakan pengujian garis regresi antara variabel bebas dengan variabel tergantung. Uji linieritas berguna untuk melihat apakah sebuah garis lurus dapat ditarik dari sebaran data variabel-variabel penelitian. Hubungan antara kedua variabel penelitian dikatakan linier jika p < 0,05 dan hubungan antara kedua variabel penelitian dikatakan tidak linier jika p > 0,05.
Analisis data untuk variabel dukungan sosial dan stres menghasilkan nilai F = 27,208 dengan p = 0,014 (p < 0,05), maka dapat dikatakan bahwa
hubungan variabel-variabel tersebut adalah linier. Hasil uji linieritas tersebut dapat dilihat pada tabel 4.9 berikut ini dan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.
Tabel 4.9 Hasil Uji Linearitas
Variabel F P
Dukungan sosial dan stres 27,208 0,014
2. Uji Hipotesis
Berdasarkan hasil analisis data, koefisien korelasi antara variabel dukungan sosial dan stres pada siswa SMP kelas akselerasi sebesar rxy
Hasil koefisien determinan R
= -0,448 dengan nilai p = 0,007 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat signifikan antara dukungan sosial dan stres pada siswa SMP kelas akselerasi. Hal tersebut berarti semakin tinggi dukungan sosial yang diperoleh para siswa SMP kelas akselerasi, maka semakin rendah kecenderungan stres pada siswa SMP kelas akselerasi, dan sebaliknya semakin rendah dukungan sosial yang diperoleh para siswa SMP kelas akselerasi, maka semakin tinggi kecenderungan stres pada siswa SMP kelas akselerasi.
2
= 0,2 menunjukkan kontribusi variabel dukungan sosial terhadap stres pada siswa SMP kelas akselerasi sebesar 20%, sedangkan sisanya (80%) dipengaruhi oleh variabel lainnya.
3. Deskripsi Data Penelitian
Dalam penelitian ini dilakukan uji tambahan guna mengetahui apakah subjek memperoleh dukungan sosial yang tinggi dan mengalami tingkat stres
yang rendah. Berikut adalah tabel yang berisi tentang data mean teoritis dan mean empiris skala dukungan sosial dan skala stres.
Tabel 4.10
Data Teoritis dan Data Empiris
Variabel N T SD P Mean
Teoritis Empiris Dukungan sosial
30 30,835 12,339 0,00 185 234,53 Stres 46,907 27,385 0,00 77,5 69,47
Nilai P pada skala dukungan sosial sebesar 0,00. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara mean teoritis dan empiris pada skala dukungan sosial. Mean teoritis adalah rata-rata skor pada alat ukur penelitian. Mean teoritis diperoleh dari angka titik tengah skor alat ukur penelitian. Mean empiris adalah rata-rata skor dalam penelitian. Skala dukungan menunjukkan mean empiris 234,53 lebih tinggi dibandingkan mean teoritis 185. Hal tersebut menunjukkan subjek penelitian pada kenyataannya memiliki dukungan sosial yang lebih tinggi.
Nilai P pada skala Stres sebesar 0.00. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara mean teoritis dan empiris pada skala Stres. Skala Stres menunjukkan mean empiris 69,47 lebih rendah dibandingkan mean teoritis 77,5 Hal tersebut menunjukkan subjek penelitian pada kenyataannya memiliki stres yang lebih rendah.
4. Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Stres
Hubungan antara jenis-jenis dukungan sosial dengan stres diuji dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment dari Carl Pearson melalui program SPSS for windows 16.0. Taraf signifikansi dalam penelitian ini menggunakan taraf signifikansi 0,01 atau yang biasa disebut dengan taraf signifikansi one tailed. Hasil uji korelasi yang telah dilakukan disajikan sebagai berikut:
Tabel 4.11
Hubungan Antara Jenis Dukungan Sosial Dan Stres Stres
Emosional Pearson Correlation Sig. (1-tailed) N
-.443(**) .007 30
Informasi Pearson Correlation Sig. (1-tailed) N
-.396(*) .015 30
Instrumental Pearson Correlation Sig. (1-tailed) N
-.444(**) .007 30
Penghargaan Pearson Correlation Sig. (1-tailed) N
-.400(*) .014 30
* Korelasi pada taraf signifikansi 0.05 (1-tailed) ** Korelasi pada taraf signifikan 0.01 (1-tailed)
Berdasarkan hasil analisis di atas menunjukkan koefisien korelasi antara dukungan emosional dengan stres sebesar -0,443 dengan nilai p = 0,007 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara dukungan emosional dan stres. Hubungan antara dukungan informasi dengan stres sebesar -0,396 dengan nilai p = 0,015 (p < 0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan negatif antara dukungan informasi dan stres. Hubungan antara dukungan instrumental dengan stres diketahui sebesar -0,444 dengan p = 0,007
(p < 0,05). Hubungan tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara dukungan instrumental dan stres. Pada dukungan penghargaan, diketahui ada hubungan dengan stres sebesar -0,4 dengan p = 0,014 (p < 0,05). Hubungan tersebut menunjukkan bahwa diperoleh hubungan negatif antara dukungan penghargaan dan stres.
5. Sumbangan Jenis Dukungan Sosial Terhadap Stres
Untuk mengetahui sumbangan masing-masing jenis dukungan sosial terhadap stres, peneliti menggunakan bantuan SPSS for windows 16.0 yang hasilnya dapat dilihat pada tabel 4.12 berikut.
Tabel 4.12
Sumbangan Jenis Dukungan Sosial Terhadap Stres Jenis Dukungan Sumbangan Efektif
Emosional -0,292
Informasi -0,008
Instrumental -0,266
Penghargaan 0,089
Berdasarkan hasil perhitungan sumbangan efektif di atas, berikut jenis-jenis dukungan yang memberikan sumbangan dalam menurunkan stres sesuai urutan dari yang terbesar sampai yang terkecil. Dukungan emosional memberikan sumbangan terbesar dengan koefisien sebesar 0,292. Selanjutnya dukungan instrumental sebesar 0,266 dan dukungan informasi sebesar 0,008. Berbeda halnya dengan dukungan penghargaan yang ternyata meningkatkan stres sebesar 0,089. Dengan demikian, semakin tinggi dukungan emosional, dukungan instrumental dan dukungan informasi maka semakin rendah stres
siswa. Sementara pada dukungan penghargaan, semakin tinggi dukungan maka semakin tinggi pula stres siswa.