BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1.4 Hasil Uji Hipotesis dan Perkembangan Selama Kegiatan Layanan
Minat terhadap jurusan Teknik Gambar Bangunan pada siswa kelas X 1 SMK Negeri 5 Semarang tahun ajaran 2013/2014 dapat ditingkatkan melalui layanan Bimbingan Kelompok. Berikut ini akan diuraikan hasil uji hipotesis
dengan menggunakan uji wilcoxon match pairs, perkembangan selama kegiatan
layanan Bimbingan Kelompok dan hasil observasi minat terhadap jurusan Teknik Gambar Bangunan.
4.1.4.1 Hasil Uji Hipotesis
Peneliti telah menentukan hipotesis penelitian pada bab sebelumnya.
Penelitian ini menggunakan uji wilcoxon match pairs dalam menguji hipotesis
penelitian. Data penelitian yang dianalisis yaitu tingkat minat terhadap jurusan Teknik Gambar Bangunan sebelum memperoleh layanan bimbingan kelompok dan tingkat minat terhadap jurusan Teknik Gambar Bangunan setelah memperoleh layanan bimbingan kelompok. Jenis data yang dihasilkan dari penelitian ini merupakan data ordinal atau bertingkat sehingga uji hipotesis yang paling tepat
untuk data penelitian ini adalah uji wilcoxon match pairs yang termasuk dalam kategori statistika non-parametris. Berikut ini merupakan hasil uji hipotesis
menggunakan uji wilcoxon match pairs.
Tabel 4.26 Hasil Uji Hipotesis
No. Responden
(Pre Test) (Post Test)
− (Beda) Jenjang Tanda Jenjang + -1. R-6 241 269 +28 4 4 0 2. R-8 163 215 +52 7 7 0 3. R-12 214 244 +30 5 5 0 4. R-15 263 270 +7 1,5 1,5 0 5. R-18 266 273 +7 1,5 1,5 0 6. R-20 163 230 +67 10 10 0 7. R-21 199 214 +15 3 3 0 8. R-25 212 269 +57 9 9 0 9. R-26 213 267 +54 8 8 0 10. R-30 205 241 +36 6 6 0 Jumlah 55 0
Berdasarkan tabel tersebut, dapat diketahui jenjang atau = 0 dan
N = 10. Sugiyono (2007: 379) menetapkan harga-harga krisis untuk tes wilcoxon
dengan N = 10 pada taraf signifikansi 5% untuk tes satu pihak adalah = 8,
sehingga < atau memiliki arti penelitian yang berbunyi layanan
Bimbingan Kelompok mempengaruhi peningkatan minat terhadap jurusan Teknik
Gambar Bangunan pada siswa kelas X 1 SMK Negeri 5 Semarang tahun ajaran
2013/2014 diterima dan 0 penelitian yang berbunyi layanan Bimbingan
Kelompok tidak mempengaruhi peningkatan minat terhadap jurusan Teknik Gambar
Bangunan pada siswa kelas X 1 SMK Negeri 5 Semarang tahun ajaran 2013/2014
ditolak. Hasil tersebut menunjukan kesimpulan bahwa minat terhadap jurusan Teknik Gambar Bangunan pada siswa kelas X 1 SMK Negeri 5 Semarang tahun ajaran 2013/2014 dapat ditingkatkan melalui layanan Bimbingan Kelompok.
t hit ung
H 1
4.1.4.2 Perkembangan Selama Kegiatan Layanan Bimbingan Kelompok
Kegiatan layanan Bimbingan Kelompok dilaksanakan selama 8 pertemuan dengan pemberian materi yang disesuaikan guna upaya meningkatkan minat terhadap jurusan Teknik Gambar Bangunan. Berikut ini merupakan jadwal kegiatan layanan Bimbingan Kelompok.
Tabel 4.27
Jadwal Kegiatan Layanan Bimbingan Kelompok
No. Pertemuan Hari dan Tanggal Aspek yang dikembangkan Materi 1. I Kamis, 14 November 2013 Sikap umum
Mengenal lebih jauh tentang jurusan Teknik
Gambar Bangunan
2. II
Senin, 18 November
2013
Preferensi Bekerja atau Kuliah?
3. III
Kamis, 21 November
2013
Kesadaran
spesifik Memahami potensi diri
4. IV Senin, 25 November 2013 Kesadaran spesifik Meningkatkan penyesuaian diri terhadap
jurusan Teknik Gambar Bangunan 5.. V Kamis, 28 November 2013 Kesadaran spesifik Meningkatkan tanggung jawab terhadap keputusan
yang telah diambil
6. VI Senin, 2 Desember 2013 Kesenangan personal terhadap konten
Memantapkan diri sekolah di jurusan Teknik Gambar
Bangunan 7. VII Kamis, 5 Desember 2013 Adanya kepentingan atau signifikansi personal Menumbuhkan semangat belajar 8. VIII Senin, 9 Desember 2013
Partisipasi Kiat sukses dalam meraih
keberhasilan masa depan Kegiatan layanan Bimbingan Kelompok dari pertemuan pertama hingga pertemuan kedelapan akan dijelaskan melalui deskripsi proses kegiatan layanan
Bimbingan Kelompok. Penjelasan ini meliputi waktu pelaksanaan penelitian, proses pelaksanaan penelitian dan evaluasi dari setiap pertemuan.
1) Pertemuan I
a) Waktu
Pada pertemuan pertama ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 14 November 2013 pada pukul 11.00-12.00 WIB. Pertemuan ini dilaksanakan pada saat jam Bimbingan Konseling.
b) Proses Pelaksanaan
Pada pertemuan pertama, aspek yang dikembangkan adalah sikap umum. Materi yang yang diberikan adalah mengenal lebih jauh tentang jurusan Teknik Gambar Bangunan. Pada kegiatan ini ada 4 tahapan yang dilakukan oleh peneliti. Pertama adalah tahap pembentukan, pada peneliti selaku pemimpin kelompok membangun hubungan baik dengan anggota kelompok serta menjelaskan kegiatan apa saja yang akan dilakukan serta peraturan yang harus diikuti oleh anggota kelompok. Pada tahap ini anggota kelompok sudah terlihat mulai nyaman, namun masih agak canggung karena ini baru pertemuan yang pertama. Kedua adalah tahap peralihan, pada tahap ini pemimpin kelompok menyampaikan topik yang akan dibahas, yaitu mengenal lebih jauh tentang jurusan Teknik Gambar Bangunan. Pada tahap ini pemimpin kelompok juga menanyakan kesiapan anggota kelompok untuk mengikuti tahapan berikutnya dan semua anggota kelompok siap mengikutinya.
Ketiga adalah kegiatan, pada tahap ini anggota kelompok secara aktif mengikuti kegiatan Bimbingan Kelompok. Mereka menyampaikan
pendapat mengenai topik yang sedang dibahas. Pendapat yang muncul diantaranya adalah pemahaman tentang sistem diklat di SMK Negeri 5 Semarang yakni sistem pembelajaran dan kurikulum yang digunakan, fasilitas yang ada di jurusan Teknik Gambar Bangunan seperti ruang gambar dan laboratorium gambar, serta kompetensi yang diajarkan di jurusan Teknik Gambar Bangunan seperti membuat rancangan anggaran biaya, mekanika teknik, gambar teknik dan menggambar dengan perangkat lunak. Keempat adalah pengakhiran, pada tahap ini pemimpin kelompok melakukan evaluasi dan terminasi. Hampir semua anggota kelompok merasa senang dalam mengikuti kegiatan ini dan hampir semua anggota kelompok memahami esensi dari pertemuan ini.
c) Evaluasi
Pada pertemuan kali ini, baru ada 3 anggota yang secara aktif memberikan tanggapan dan ide-ide dalam kegiatan layanan Bimbingan Kelompok. Mereka adalah R-6, R-15 dan R-18, sedangkan anggota yang lain masih cenderung pasif dan masih malu dalam menyampaikan ide serta gagasannya. Ide-ide yang muncul diantaranya adalah pemahaman tentang sistem diklat di SMK Negeri 5 Semarang yakni sistem pembelajaran dan kurikulum yang digunakan, fasilitas yang ada di jurusan Teknik Gambar Bangunan seperti ruang gambar dan laboratorium gambar, serta kompetensi yang diajarkan di jurusan Teknik Gambar Bangunan seperti membuat rancangan anggaran biaya, mekanika teknik, gambar teknik dan menggambar dengan perangkat lunak.
2) Pertemuan II
a) Waktu
Pada pertemuan kedua ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 18 November 2013 pada pukul 14.00-15.00 WIB. Pertemuan ini dilaksanakan setelah pulang sekolah.
b) Proses Pelaksanaan
Pada pertemuan kedua, aspek yang dikembangkan adalah preferensi. Materi yang yang diberikan adalah bekerja atau kuliah? Seperti pertemuan sebelumnya, pada ada kegiatan ini ada 4 tahapan yang dilakukan oleh peneliti. Pertama adalah tahap pembentukan, pada peneliti selaku pemimpin kelompok membangun hubungan baik dengan anggota kelompok serta menjelaskan kegiatan apa saja yang akan dilakukan serta peraturan yang harus diikuti oleh anggota kelompok. Pada tahap ini anggota kelompok sudah terlihat mulai nyaman dan mulai tidak canggung lagi. Kedua adalah tahap peralihan, pada tahap ini pemimpin kelompok menyampaikan topik yang akan dibahas, yaitu bekerja atau kuliah? Pada tahap ini pemimpin kelompok juga menanyakan kesiapan anggota kelompok untuk mengikuti tahapan berikutnya dan semua anggota kelompok siap mengikutinya.
Ketiga adalah kegiatan, pada tahap ini anggota kelompok secara aktif mengikuti kegiatan layanan Bimbingan Kelompok. Mereka menyampaikan pendapat mengenai topik yang sedang dibahas. Pendapat yang muncul diantaranya adalah pemahaman tentang arah karir seperti bekerja pada suatu perusahaan kontraktor dan posisi pekerjaan lulusan
jurusan Teknik Gambar Bangunan seperti, drafter, pelaksana lapangan, surveyor dan desainer gambar bangunan. Keempat adalah pengakhiran, pada tahap ini pemimpin kelompok melakukan evaluasi dan terminasi. Hampir semua anggota kelompok merasa senang dalam mengikuti kegiatan ini dan hampir semua anggota kelompok memahami esensi dari pertemuan ini.
c) Evaluasi
Pada pertemuan kali ini, ada 4 anggota yang secara aktif memberikan tanggapan dan ide-ide dalam kegiatan layanan Bimbingan Kelompok. Mereka adalah R-6, R-8, R-15 dan R-18, sedangkan anggota yang lain masih cenderung pasif dan masih malu dalam menyampaikan ide serta gagasannya. Ide-ide yang muncul adalah pemahaman tentang arah karir seperti bekerja pada suatu perusahaan kontraktor dan posisi
pekerjaan lulusan jurusan Teknik Gambar Bangunan seperti, drafter,
pelaksana lapangan, surveyor dan desainer gambar bangunan.
3) Pertemuan III
a) Waktu
Pada pertemuan ketiga ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 21 November 2013 pada pukul 11.00-12.00 WIB. Pertemuan ini dilaksanakan pada saat jam Bimbingan Konseling.
b) Proses Pelaksanaan
Pada pertemuan ketiga, aspek yang dikembangkan adalah kesadaran spesifik. Materi yang yang diberikan adalah memahami potensi diri. Seperti pertemuan sebelumnya, pada ada kegiatan ini ada 4
tahapan yang dilakukan oleh peneliti. Pertama adalah tahap pembentukan, pada peneliti selaku pemimpin kelompok membangun hubungan baik dengan anggota kelompok serta menjelaskan kegiatan apa saja yang akan dilakukan serta peraturan yang harus diikuti oleh anggota kelompok. Pada tahap ini anggota kelompok sudah terlihat mulai nyaman dan tidak canggung lagi. Kedua adalah tahap peralihan, pada tahap ini pemimpin kelompok menyampaikan topik yang akan dibahas, yaitu memahami potensi diri. Pada tahap ini pemimpin kelompok juga menanyakan kesiapan anggota kelompok untuk mengikuti tahapan berikutnya dan semua anggota kelompok siap mengikutinya.
Ketiga adalah kegiatan, pada tahap ini anggota kelompok secara aktif mengikuti kegiatan layanan Bimbingan Kelompok. Mereka menyampaikan pendapat mengenai topik yang sedang dibahas. Pendapat yang muncul diantaranya adalah pemahaman mereka tentang apa itu potensi diri yaitu kemampuan, keterampilan dan bakat; pemahaman tentang macam-macam potensi diri dimana sebagian besar dari mereka
baru mengetahui potensi intelektual (IQ) saja dan mereka
mengungkapkan kekuatan, kekurangan, peluang serta ancaman yang ada pada diri mereka melalui analisis SWOT. Keempat adalah pengakhiran, pada tahap ini pemimpin kelompok melakukan evaluasi dan terminasi. Hampir semua anggota kelompok merasa senang dalam mengikuti kegiatan ini dan hampir semua anggota kelompok memahami esensi dari pertemuan ini.
c) Evaluasi
Pada pertemuan kali ini, ada 5 anggota yang secara aktif memberikan tanggapan dan ide-ide dalam kegiatan layanan Bimbingan Kelompok. Mereka adalah R-6, R-8, R-15, R-18 dan R-20, sedangkan anggota yang lain masih cenderung pasif dan masih malu dalam menyampaikan ide serta gagasannya. Ide-ide yang muncul adalah pemahaman mereka tentang apa itu potensi diri yaitu kemampuan, keterampilan dan bakat; pemahaman tentang macam-macam potensi diri dimana sebagian besar dari mereka baru mengetahui potensi intelektual (IQ) saja dan mereka mengungkapkan kekuatan, kekurangan, peluang serta ancaman yang ada pada diri mereka melalui analisis SWOT.
4) Pertemuan IV
a) Waktu
Pada pertemuan keempat ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 25 November 2013 pada pukul 14.00-15.00 WIB. Pertemuan ini dilaksanakan setelah pulang sekolah.
b) Proses Pelaksanaan
Pada pertemuan keempat, aspek yang dikembangkan adalah kesadaran spesifik. Materi yang yang diberikan adalah meningkatkan penyesuaian diri terhadap jurusan Teknik Gambar Bangunan. Seperti pertemuan sebelumnya, pada ada kegiatan ini ada 4 tahapan yang dilakukan oleh peneliti. Pertama adalah tahap pembentukan, pada peneliti selaku pemimpin kelompok membangun hubungan baik dengan anggota kelompok serta menjelaskan kegiatan apa saja yang akan dilakukan serta
peraturan yang harus diikuti oleh anggota kelompok. Pada tahap ini anggota kelompok sudah terlihat mempunyai hubungan baik dan terjalin interaksi yang baik. Kedua adalah tahap peralihan, pada tahap ini pemimpin kelompok menyampaikan topik yang akan dibahas, yaitu meningkatkan penyesuaian diri terhadap jurusan Teknik Gambar Bangunan. Pada tahap ini pemimpin kelompok juga menanyakan kesiapan anggota kelompok untuk mengikuti tahapan berikutnya dan semua anggota kelompok siap mengikutinya.
Ketiga adalah kegiatan, pada tahap ini anggota kelompok secara aktif mengikuti kegiatan layanan Bimbingan Kelompok. Mereka menyampaikan pendapat mengenai topik yang sedang dibahas. Pendapat yang muncul diantaranya adalah pemahaman mereka tentang apa itu penyesuaian diri yaitu adaptasi dengan lingkungan. Anggota kelompok mengungkapkan hambatan penyesuaian diri dengan guru, mata pelajaran, teman sebaya dan lingkungan sekolah. Anggota kelompok saling memberi masukan tentang cara yang mungkin dilakukan untuk mengatasi hambatan penyesuaian diri dengan guru, mata pelajaran, teman sebaya dan lingkungan sekolah. Keempat adalah pengakhiran, pada tahap ini pemimpin kelompok melakukan evaluasi dan terminasi. Hampir semua anggota kelompok merasa senang dalam mengikuti kegiatan ini dan hampir semua anggota kelompok memahami esensi dari pertemuan ini. c) Evaluasi
Pada pertemuan kali ini, ada 6 anggota yang secara aktif memberikan tanggapan dan ide-ide dalam kegiatan layanan Bimbingan
Kelompok. Mereka adalah R-6, R-8, R-12, R-15, R-18 dan R-20, sedangkan anggota yang lain masih cenderung pasif dan masih malu dalam menyampaikan ide serta gagasannya. Ide-ide yang muncul adalah pemahaman mereka tentang apa itu penyesuaian diri yaitu adaptasi dengan lingkungan. Anggota kelompok mengungkapkan hambatan penyesuaian diri dengan guru, mata pelajaran, teman sebaya dan lingkungan sekolah. Anggota kelompok saling memberi masukan tentang cara yang mungkin dilakukan untuk mengatasi hambatan penyesuaian diri dengan guru, mata pelajaran, teman sebaya dan lingkungan sekolah.
5) Pertemuan V
a) Waktu
Pada pertemuan kelima ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 28 November 2013 pada pukul 11.00-12.00 WIB. Pertemuan ini dilaksanakan pada saat jam Bimbingan Konseling.
b) Proses Pelaksanaan
Pada pertemuan kelima, aspek yang dikembangkan adalah kesadaran spesifik. Materi yang yang diberikan adalah meningkatkan tanggung jawab terhadap keputusan yang telah diambil. Seperti pertemuan sebelumnya, pada ada kegiatan ini ada 4 tahapan yang dilakukan oleh peneliti. Pertama adalah tahap pembentukan, pada peneliti selaku pemimpin kelompok membangun hubungan baik dengan anggota kelompok serta menjelaskan kegiatan apa saja yang akan dilakukan serta peraturan yang harus diikuti oleh anggota kelompok. Pada tahap ini anggota kelompok sudah terlihat nyaman dan kompak. Kedua adalah
tahap peralihan, pada tahap ini pemimpin kelompok menyampaikan topik yang akan dibahas, yaitu meningkatkan tanggung jawab terhadap keputusan yang telah diambil. Pada tahap ini pemimpin kelompok juga menanyakan kesiapan anggota kelompok untuk mengikuti tahapan berikutnya dan semua anggota kelompok siap mengikutinya.
Ketiga adalah kegiatan, pada tahap ini anggota kelompok secara aktif mengikuti kegiatan layanan Bimbingan Kelompok. Mereka menyampaikan pendapat mengenai topik yang sedang dibahas. Pendapat yang muncul diantaranya adalah pemahaman mereka tentang apa itu tanggung jawab yaitu melaksanakan tugas yang diterima. Anggota kelompok mengungkapkan apa saja yang menjadi tanggung jawab siswa. Anggota kelompok saling mengungkapkan apa saja yang telah mereka lakukan dan akan mereka lakukan untuk melaksanakan tanggung jawab mereka setelah memutuskan masuk di jurusan Teknik Gambar Bangunan. Keempat adalah pengakhiran, pada tahap ini pemimpin kelompok melakukan evaluasi dan terminasi. Hampir semua anggota kelompok merasa senang dalam mengikuti kegiatan ini dan hampir semua anggota kelompok memahami esensi dari pertemuan ini.
c) Evaluasi
Pada pertemuan kali ini, anggota kelompok sudah mulai berani beradu pendapat dan saling melengkapi pendapat yang satu dengan yang lainnya. Ada 7 anggota yang secara aktif memberikan tanggapan dan ide-ide dalam kegiatan layanan Bimbingan Kelompok. Mereka adalah R-6, R-8, R-12, R-15, R-18, R-20 dan R-26, sedangkan anggota yang lain
masih cenderung pasif dan masih malu dalam menyampaikan ide serta gagasannya. Ide-ide yang muncul adalah pemahaman mereka tentang apa itu tanggung jawab yaitu melaksanakan tugas yang diterima. Anggota kelompok mengungkapkan apa saja yang menjadi tanggung jawab siswa. Anggota kelompok saling mengungkapkan apa saja yang telah mereka lakukan dan akan mereka lakukan untuk melaksanakan tanggung jawab mereka setelah memutuskan masuk di jurusan Teknik Gambar Bangunan.
6) Pertemuan VI
a) Waktu
Pada pertemuan keenam ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 2 Desember 2013 pada pukul 14.00-15.00 WIB. Pertemuan ini dilaksanakan setelah pulang sekolah.
b) Proses Pelaksanaan
Pada pertemuan keenam, aspek yang dikembangkan adalah kesenangan personal terhadap konten. Materi yang yang diberikan adalah memantapkan diri sekolah di jurusan Teknik Gambar Bangunan. Seperti pertemuan sebelumnya, pada ada kegiatan ini ada 4 tahapan yang dilakukan oleh peneliti. Pertama adalah tahap pembentukan, pada peneliti selaku pemimpin kelompok membangun hubungan baik dengan anggota kelompok serta menjelaskan kegiatan apa saja yang akan dilakukan serta peraturan yang harus diikuti oleh anggota kelompok. Pada tahap ini anggota kelompok sudah terlihat nyaman dan kompak. Kedua adalah tahap peralihan, pada tahap ini pemimpin kelompok menyampaikan topik yang akan dibahas, yaitu memantapkan diri sekolah di jurusan Teknik
Gambar Bangunan. Pada tahap ini pemimpin kelompok juga menanyakan kesiapan anggota kelompok untuk mengikuti tahapan berikutnya dan semua anggota kelompok siap mengikutinya.
Ketiga adalah kegiatan, pada tahap ini anggota kelompok secara aktif mengikuti kegiatan layanan Bimbingan Kelompok. Mereka menyampaikan pendapat mengenai topik yang sedang dibahas. Pendapat yang muncul diantaranya adalah pandangan mereka mengenai penyebab
terpaksa atau salah mengambil jurusan. Anggota kelompok
mengungkapkan kenyataan tentang jurusan Teknik Gambar Bangunan. Keempat adalah pengakhiran, pada tahap ini pemimpin kelompok melakukan evaluasi dan terminasi. Hampir semua anggota kelompok merasa senang dalam mengikuti kegiatan ini dan hampir semua anggota kelompok memahami esensi dari pertemuan ini.
c) Evaluasi
Pada pertemuan kali ini, anggota terlihat aktif dan merespon dengan baik materi yang dibahas. Ada 8 anggota yang secara aktif memberikan tanggapan dan ide-ide dalam kegiatan layanan Bimbingan Kelompok. Mereka adalah R-8, R-12, R-18, R-20, R-21, R-25, R-26 dan R-30, sedangkan anggota yang lain masih cenderung pasif dan masih malu dalam menyampaikan ide serta gagasannya. Ide-ide yang muncul adalah pandangan mereka mengenai penyebab terpaksa atau salah mengambil jurusan. Anggota kelompok mengungkapkan kenyataan tentang jurusan Teknik Gambar Bangunan.
7) Pertemuan VII
a) Waktu
Pada pertemuan ketujuh ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 5 Desember 2013 pada pukul 11.00-12.00 WIB. Pertemuan ini dilaksanakan pada saat jam Bimbingan Konseling.
b) Proses Pelaksanaan
Pada pertemuan ketujuh, aspek yang dikembangkan adalah adanya kepentingan atau signifikansi personal. Materi yang yang diberikan adalah menumbuhkan semangat belajar. Seperti pertemuan sebelumnya, pada ada kegiatan ini ada 4 tahapan yang dilakukan oleh peneliti. Pertama adalah tahap pembentukan, pada peneliti selaku pemimpin kelompok membangun hubungan baik dengan anggota kelompok serta menjelaskan kegiatan apa saja yang akan dilakukan serta peraturan yang harus diikuti oleh anggota kelompok. Pada tahap ini anggota kelompok sudah terlihat nyaman dan kompak. Kedua adalah tahap peralihan, pada tahap ini pemimpin kelompok menyampaikan topik yang akan dibahas, yaitu menumbuhkan semangat belajar. Pada tahap ini pemimpin kelompok juga menanyakan kesiapan anggota kelompok untuk mengikuti tahapan berikutnya dan semua anggota kelompok siap mengikutinya.
Ketiga adalah kegiatan, pada tahap ini anggota kelompok secara aktif mengikuti kegiatan layanan Bimbingan Kelompok. Mereka menyampaikan pendapat mengenai topik yang sedang dibahas. Pendapat yang muncul diantaranya adalah pemahaman mereka tentang apa itu
semangat belajar yaitu motivasi yang mendorong untuk belajar. Anggota kelompok mengungkapkan pendapat mereka mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi semangat belajar, yaitu lingkungan, kemampuan diri dan sarana pendukung. Anggota juga memberikan pendapatnya tentang apa itu gaya belajar beserta jenis-jenisnya. Sebagian dari mereka sudah mengetahui bagaimana gaya belajar visual, auditorik dan kinestetik sehingga mereka menjelaskan kepada anggota kelompok yang lain. Keempat adalah pengakhiran, pada tahap ini pemimpin kelompok melakukan evaluasi dan terminasi. Hampir semua anggota kelompok merasa senang dalam mengikuti kegiatan ini dan hampir semua anggota kelompok memahami esensi dari pertemuan ini.
c) Evaluasi
Pada pertemuan kali ini, semua anggota secara aktif memberikan tanggapan dan ide-ide dalam kegiatan layanan Bimbingan Kelompok. Mereka adalah R-6, R-8, R-12, R-15, R-18, R-20, R-21, R-25, R-26 dan R-30. Tidak ada anggota yang pasif dan malu dalam menyampaikan ide serta gagasannya. Ide-ide yang muncul adalah pemahaman mereka tentang apa itu semangat belajar yaitu motivasi yang mendorong untuk belajar. Anggota kelompok mengungkapkan pendapat mereka mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi semangat belajar, yaitu lingkungan, kemampuan diri dan sarana pendukung. Anggota juga memberikan pendapatnya tentang apa itu gaya belajar beserta jenis-jenisnya. Sebagian dari mereka sudah mengetahui bagaimana gaya
belajar visual, auditorik dan kinestetik sehingga mereka menjelaskan kepada anggota kelompok yang lain.
8) Pertemuan VIII
a) Waktu
Pada pertemuan kedelapan ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 9 Desember 2013 pada pukul 14.00-15.00 WIB. Pertemuan ini dilaksanakan setelah pulang sekolah.
b) Proses Pelaksanaan
Pada pertemuan kedelapan, aspek yang dikembangkan adalah partisipasi. Materi yang yang diberikan adalah kiat sukses dalam meraih keberhasilan masa depan. Seperti pertemuan sebelumnya, pada ada kegiatan ini ada 4 tahapan yang dilakukan oleh peneliti. Pertama adalah tahap pembentukan, pada peneliti selaku pemimpin kelompok membangun hubungan baik dengan anggota kelompok serta menjelaskan kegiatan apa saja yang akan dilakukan serta peraturan yang harus diikuti oleh anggota kelompok. Pada tahap ini anggota kelompok sudah terlihat nyaman dan kompak. Kedua adalah tahap peralihan, pada tahap ini pemimpin kelompok menyampaikan topik yang akan dibahas, yaitu kiat sukses dalam meraih keberhasilan masa depan. Pada tahap ini pemimpin kelompok juga menanyakan kesiapan anggota kelompok untuk mengikuti tahapan berikutnya dan semua anggota kelompok siap mengikutinya.
Ketiga adalah kegiatan, pada tahap ini anggota kelompok secara aktif mengikuti kegiatan layanan Bimbingan Kelompok. Mereka menyampaikan pendapat mengenai topik yang sedang dibahas. Pendapat
yang muncul diantaranya adalah pemahaman mereka tentang hakikat pribadi yang sukses, yaitu tanggung jawab, kreatif dan tidak mudah putus asa. Anggota kelompok mengungkapkan pendapat mereka mengenai sifat-sifat orang sukses, yaitu berani mengambil resiko, memiliki keteguhan hati dan percaya diri. Anggota juga memberikan pendapatnya tentang kunci kesuksesan yaitu, mencari pengalaman berorganisasi dan