BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3 Hasil Uji Hipotesis penelitian
Setelah dilakukan pengujian asumsi-asumsi klasik statistik dan telah terbukti data terbebas dari asumsi-asumsi klasik tersebut maka data
dalam penelitian ini telah memenuhi syarat untuk melakukan uji statistik untuk membuktikan kebenaran uji hipotesis.
4.3.1 Hasil Koefisien Determinasi (R2)
Tabel 4.5
Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 .343a .117 .021 36.622
a. Predictors: (Constant), DER, ITO, EVA, ROA, MVA b. Dependent Variable: RETURNSAHAM
Sumber data : Hasil output SPSS diolah, 2016
Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa hasil regresi secara keseluruhan. Nilai R sebesar 0,343 menunjukkan bahwa korelasi atau keeratan hubungan Return saham dengan EVA,MVA,ITO,DER dan ROA mempunyai hubungan yang tidak cukup erat yaitu sebesar 34,3 %. Menurut Sugiyono (2006), jika R berada diantara 0,40 dan 0,59 maka hubungan antar variabel independen dan variabel dependen cukup erat.
Besarnya nilai Adjusted R square adalah 0,021 atau 02,1 persen dengan demikian ini menunjukkan bahwa besarnya pengaruh variabel EVA,MVA,ITO,DER dan ROA terhadap Return sahan hanya sebesar 02,1 persen dan sisanya 97,9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Standar Error of Estimate (SEE) adalah 36,622, semakin besar SEE akan membuat model regresi kurang tepat dalam memprediksi variabel
dependen. Pengujian hipotesis secara statistik dilakukan dengan menggunakan uji t dan uji F.
4.3.2 Uji Signifikan Simultan (Uji F)
Tabel 4.6
Hasil Uji Signifikan Simultan (Uji F ) ANOVAa
Model Sum of
Squares
df Mean Square F Sig.
1
Regression 4505.183 5 901.037 .634 .675b
Residual 65393.125 46 1421.590
Total 69898.308 51
a. Dependent Variable: RETURNSAHAM
b. Predictors: (Constant), DER, ITO, EVA, ROA, MVA Sumber data : Hasil output SPSS diolah, 2016
Berdasarkan hasil pengujian signifikansi simultan (uji F) diperoleh bahwa nilai F hitung sebesar 0,634. Nilai f tabel diperoleh melalui fungsi FINV pada Microsoft Exel dengan formula = FINV(probability, deg_freedom1, deg_freedom2). Probability yang digunakan 0,05 df1=5, dan df2=46. Df1 diperoleh dari jumlah variabel independen dan dependen dikurangi 1, df2 diperoleh dari jumlah observasi dikurangi seluruh jumlah variabel. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan , diperoleh Ftabel sebesar 2,42 dan Fhitung sebesar 0,634 dan tingkat signifikan sebesar 0,675 atau dengan kata lain Fhitung < Ftabel maka Ho diterima dan Ha ditolak dan tingkat signifikan lebih besar dari 0,05 (0,67 > 0,05), hal ini berarti dapat dikatakan bahwa variabel independen yaitu EVA, MVA, ITO, DER dan ROA hipotesisnya ditolak secara bersama-sama dan tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.
4.3.3 Hasil Uji T
Tabel 4.7
Hasil Uji T
Coefficientsa
Sumber data : Hasil output SPSS diolah, 2016
Pada tabel diperoleh t hitung untuk masing-masing variabel independen. Pengujiannya adalah dengan membandingkan antara t tabel dengan t hitung. Penentuan t tabel dapat diperoleh dengan melihat df (degree of freedom) yaitu dengan n-k (52-5= 47), dengan tingkat signifikan 95 persen (α = 0.05) sehingga didapat nilai t tabel dari Microsoft Exel menggunakan fungsi TINV dengan formula = TINV (0.05,47). Dari formula tersebut diperoleh nilai t tabel sebesar 2,01174.
Berdasarkan hasil pengujian diatas dapat dijelaskan pengaruh variabel independen secara satu persatu terhadap variabel dependen yakni sebagai berikut
1. Pengaruh Economic Value Added terhadap Return saham
Hasil analisis uji t pada tabel 4.7 untuk variabel Economic Value Added yang disimbolkan dengan EVA menunjukkan nilai t hitung sebesar 1.210
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -25.901 10.146 -2.553 .014 EVA 6.859E-013 .000 .174 1.210 .232 MVA -.008 .020 -.068 -.380 .706 ITO 1.995 2.777 .126 .718 .476 ROA -2.373 2.187 -.157 -1.085 .283 DER -.509 3.469 -.022 -.147 .884
dengan signifikan sebesar 0,232. Nilai t tabel yang diperoleh sebesar 2.01174 oleh karena itu nilai Thitung < Ttabel yaitu 1.210 < 2,01174 dan nilai signifikansi 0,232 > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak hal ini berarti variabel Economic Value Added secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Return saham. Hubungan yang terjadi antara EVA dan Return saham adalah positif.
2. Market Value Added terhadap Return saham
Hasil analisis uji t pada tabel 4.7 untuk variabel Market Value Added yang disimbolkan dengan MVA menunjukkan nilai t hitung sebesar -0.380 dengan signifikan sebesar 0,706. Nilai t tabel yang diperoleh sebesar 2.01174 oleh karena itu nilai Thitung < Ttabel yaitu -0.380 < 2,01174 dan nilai signifikan 0,706 > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak hal ini berarti variabel Market Value Added secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Return saham . Hubungan yang terjadi antara MVA dengan Return saham adalah negatif.
3. Inventory Turn over terhadap Return saham
Hasil analisis uji t pada tabel 4.7 untuk variabel Inventory Turn over yang disimbolkan dengan ITO menunjukkan nilai t hitung sebesar 0,718 dengan signifikan sebesar 0,476. Nilai t tabel yang diperoleh sebesar 2.01174 oleh karena itu nilai Thitung < Ttabel yaitu 0,718 < 2,01174 dan nilai signifikan 0,476 > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak hal ini berarti variabel Inventory Turn over secara parsial tidak berpengaruh
signifikan terhadap Return saham. Hubungan yang terjadi antara ITO dengan Return saham adalah positif.
4. Debt to Equity Ratio terhadap Return saham
Hasil analisis uji t pada tabel 4.7 untuk variabel Debt to Equity Ratio yang disimbolkan dengan DER menunjukkan nilai t hitung sebesar -0,147 dengan signifikan sebesar 0,884. Nilai t tabel yang diperoleh sebesar 2.01174 oleh karena itu nilai Thitung < Ttabel yaitu -0,147 < 2,01174 dan nilai signifikan 0,884 > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak hal ini berarti variabel Debt to Equity Ratio secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Return saham. Hubungan yang terjadi antara DER dengan Return saham adalah negatif.
5. Return On Asset Terhadap Return saham
Hasil analisis uji t pada tabel 4.7 untuk variabel Return On Asset yang disimbolkan dengan ROA menunjukkan nilai t hitung sebesar -1,085 dengan signifikan sebesar 0,283. Nilai t tabel yang diperoleh sebesar 2.01174 oleh karena itu nilai Thitung < Ttabel yaitu -1,085 < 2,01174 dan nilai signifikan 0,283 > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak hal ini berarti variabel Return On Asset secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Return saham. Hubungan yang terjadi antara ROA dengan Return saham adalah negatif.
4.3.4 Hasil Analisis Regresi Berganda
Analisis regresi berganda dari pengaruh Pengaruh Economic Value Added (EVA), Market Value Added (MVA), Inventory TurnOver (ITO), Return on Asset (ROA) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap return saham pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia memiliki hasil sebagai berikut
Tabel 4.8
Hasil Analisis Regresi Berganda Coefficientsa
a. Dependent Variable: RETURNSAHAM
Sumber data : Hasil output SPSS diolah, 2016
Berdasarkan hasil regresi pada tabel 4.8 diperoleh persamaan model regresi sebagai berikut :
RETURNSAHAM = -25,901 + 6,865 (EVA) – 0,008 (MVA) +1,995 (ITO) -2,373 (ROA) – 0,509 (DER)
Keterangan :
RETURNSAHAM : Variabel dependen yaitu return sahan a : Konstanta Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -25.901 10.146 -2.553 .014 EVA 6.859E-013 .000 .174 1.210 .232 MVA -.008 .020 -.068 -.380 .706 ITO 1.995 2.777 .126 .718 .476 ROA -2.373 2.187 -.157 -1.085 .283 DER -.509 3.469 -.022 -.147 .884
EVA : Variabel independen yaitu Economic Value Added MVA : Variabel independen yaitu Market Value Added
ITO : Variabel independen yaitu Inventory Turn Over ROA : Variabel independen yaitu Return on Asset DER : Variabel independen yaitu Debt to Equity Ratio Koefisien-koefisien dalam persamaan regresi linier berganda memiliki arti sebagai berikut :
1. Konstanta(a) sebesar -25,901 menunjukkan bahwa variabel independen yaitu Economic Value Added yang disimbolkan dengan EVA, Market Value Added yang disimbolkan dengan MVA, Inventory Turn Over yang disimbolkan dengan ITO, Return on Asset yang disimbolkan dengan ROA, Debt to Equity Ratio yang disimbolkan dengan DER nilainya adalah nol, maka Return saham yang disimbolkan dengan RETURNSAHAM bernilai negatir sebesar 25,901.
2. Koefisien regresi Economic Value Added(EVA) sebesar 6,865 menunjukkan bahwa setiap kenaikan rasio EVA sebesar 1 satuan akan berpengaruh positif diikuti oleh kenaikan Return saham sebesar 6,865 dengan asumsi variabel lain tetap.
3. Koefisien regresi Market Value Added sebesar - 0,008 menunjukkan bahwa setiap kenaikan rasio MVA sebesar 1 satuan akan berpengaruh negative diikuti oleh Return saham sebesar 0,008 dengan asumsi variabel lain tetap.
4. Koefisien regresi Inventory TurnOver sebesar 1,995 menunjukkan bahwa setiap kenaikan rasio ITO sebesar 1 satuan akan berpengaruh positif terhadap Return saham sebesar 1,995 dengan asumsi variabel lain tetap
5. Koefisien regresi Return on Asset sebesar -2,373 menunjukkan bahwa setiap kenaikan rasio ROA sebesar 1 satuan akan berpengaruh negatif diikuti oleh Return saham sebesar 2,373 dengan asumsi variabel lain tetap
6. Koefisien regresi Debt to Equity Ratio sebesar -0,509 menunjukkan bahwa setiap kenaikan rasio DER sebesar 1 satuan akan berpengaruh negative diikuti oleh Return saham sebesar 0,509 dengan asumsi variabel lain tetap