• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4 Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil regresi diatas, dapat terlihat bagaimana pengaruh Economic Value Added (EVA), Market Value Added (MVA), Inventory TurnOver (ITO), Return on Asset (ROA) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap return saham pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2015, hipotesis pertama yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1 Pengaruh Economic Value Added terhadap Return saham

Hasil analisis uji t pada tabel 4.7 untuk variabel Economic Value Added yang disimbolkan dengan EVA menunjukkan nilai t hitung sebesar 1.210 dengan signifikan sebesar 0,232. Nilai t tabel yang

diperoleh sebesar 2.01174 oleh karena itu nilai Thitung < Ttabel yaitu 1.210 < 2,01174 dan nilai signifikansi 0,232 > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Hubungan yang terjadi antara EVA dan Return saham adalah positif. EVA yang positif menandakan perusahaan mampu menciptakan nilai bagi pemilik modal karena perusahaan mampu menghasilkan tingkat pengembalian yang melebihi tingkat modalnya. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh bambang (2011) yang mengungkapkan bahwa EVA berpengaruh positif tetapi tidak signifikan dan penelitian yang dilakukan oleh Susilowati (2011) juga mengatakan hal yang sama bahwa EVA dan MVA tidak berpengaruh terhadap Return saham.

2 Market Value Added terhadap Return saham.

Hasil analisis uji t pada tabel 4.7 untuk variabel Market Value Added yang disimbolkan dengan MVA menunjukkan nilai t hitung sebesar -0.380 dengan signifikan sebesar 0,706. Nilai t tabel yang diperoleh sebesar 2.01174 oleh karena itu nilai Thitung< Ttabelyaitu -0.380 < 2,01174 dan nilai signifikan 0,706 > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Hubungan yang terjadi antara MVA dengan Return saham adalah negatif. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Daniel (2013) yang mengatakan bahwa MVA terhadap Return saham berpengaruh

positif dan signifikan dan hasil hipotesis penelitian sebelumnya juga ditolak.

3 Inventory Turn Over terhadap Return saham

Hasil analisis uji t pada tabel 4.7 untuk variabel Inventory Turn over yang disimbolkan dengan ITO menunjukkan nilai t hitung sebesar 0,718 dengan signifikan sebesar 0,476 Nilai t tabel yang diperoleh sebesar 2.01174 oleh karena itu nilai Thitung < Ttabel yaitu 0,718 < 2,01174 dan nilai signifikan 0,476 > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Hubungan yang terjadi antara ITO dengan Return saham adalah positif. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Wibisono (2015) tidak sejalan dengan hasil penelitian yg dilakukannya, wibisono mengatakan bahwa ITO terhadap Return saham tidak berpengaruh positif dan juga tidak signifikan.

4 Debt to Equity Ratio terhadap Return saham

Hasil analisis uji t pada tabel 4.7 untuk variabel Debt to Equity Ratio yang disimbolkan dengan DER menunjukkan nilai t hitung sebesar -0,147 dengan signifikan sebesar 0,884. Nilai t tabel yang diperoleh sebesar 2.01174 oleh karena itu nilai Thitung < Ttabel yaitu -0,147 < 2,01174 dan nilai signifikan 0,884 > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Hubungan yang terjadi antara DER dengan Return saham adalah negatif. Hal ini tidak sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Yulris (2012) penelitiannya

menghasilkan DER berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return saham.

5 Return On Asset Terhadap Return saham

Hasil analisis uji t pada tabel 4.7 untuk variabel Return On Asset yang disimbolkan dengan ROA menunjukkan nilai t hitung sebesar -1,085 dengan signifikan sebesar 0,283. Nilai t tabel yang diperoleh sebesar 2.01174 oleh karena itu nilai Thitung < Ttabel yaitu -1,085 < 2,01174 dan nilai signifikan 0,283 > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Hubungan yang terjadi antara ROA dengan Return saham adalah negatif. Dalam hal ini penelitian yang dilakukan oleh Susilowati (2011) menghasilkan penelitian yang sama bahwa ROA berpengaruh negatif dan tidak signifikan sedangkan Yulris (2012) mengatakan bahwa ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return saham.

6 Pengaruh Economic Value Added (EVA), Market Value Added (MVA), Inventory TurnOver (ITO), Return on Asset (ROA) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap return saham.

Berdasarkan hasil pengujian signifikansi simultan (uji F) diperoleh Ftabel sebesar 2,42, dan Fhitung sebesar 0,634 dan tingkat signifikan sebesar 0,675 atau dengan kata lain Fhitung < Ftabel maka Ho diterima dan Ha ditolak dan tingkat signifikan lebih besar dari 0.05 (0,67 > 0,05), hal ini berarti dapat dikatakan bahwa variabel independen yaitu EVA, MVA, ITO, DER dan ROA hipotesisnya

ditolak secara bersama-sama atau simultan variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijabarkan sebelumnya, maka kesimpulan yang dapat diambil antara lain adalah

1. Berdasarkan hasil pengujian signifikansi simultan (uji F) diatas maka kesimpulannya adalah diperoleh hasil bahwa Ftabel sebesar 2,42, dan Fhitung sebesar 0,634 dan tingkat signifikan sebesar 0,675 atau dengan kata lain Fhitung < Ftabel maka Ho diterima dan Ha ditolak dan tingkat signifikan lebih besar dari 0.05 (0,67 > 0,05) hal ini berarti dapat dikatakan bahwa variabel independen yaitu EVA, MVA, ITO, DER dan ROA hipotesisnya ditolak secara bersama-sama.

2. Berdasarkan hasil pengujian signifikansi parsial (uji T) diatas diperoleh bahwa

a. Variabel Economic Value Added yang disimbolkan dengan EVA secara parsial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Return sahan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2012-2015 dan hipotesis yang diajukan ditolak.

b. Variabel Market Value Added yang disimbolkan dengan MVA menunjukkan secara parsial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Return sahan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2012-2015 dan hipotesis yang diajukan ditolak.

c. Variabel Inventory Turn over yang disimbolkan dengan ITO secara parsial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Return sahan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2012-2015 dan hipotesis yang diajukan ditolak.

d. Variabel Debt to Equity Ratio yang disimbolkan dengan DER secara parsial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Return sahan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2012-2015 dan hipotesis yang diajukan ditolak.

e. Variabel Return On Asset yang disimbolkan dengan ROA secara parsial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Return saham pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2012-2015 dan hipotesis yang diajukan ditolak.

Dokumen terkait