• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Belajar

E. Hasil Wawancara Dengan Siswa Setelah Tindakan

Wawancara dilakukan setelah siklus II berakhir. Setelah diberi tindakan pembelajaran dengan menggunakan metode information search. Siswa terlebih dahulu dikelompokan menjadi kriteria rendah, sedang, dan tinggi berdasarkan tes hasil belajar pada akhir siklus. Berikut adalah hasil wawancara yang dilakukan terhadap siswa setelah dilakukannya tindakan siklus 1 dan siklus 2.8

Tabel. 4.11

Hasil wawancara responden siswa Siswa dengan hasil belajar tinggi Peneliti: apakah anda suka dengan mata pelajaran fiqih? Siswa: suka bangeeeet...

Peneliti: apakah anda senang diajarkan dengan menggunakan metode informaton search?

8

Siswa: senang karena berbeda dengan belajar seperti biasanya dan kita bisa lebih termotivasi karena belajar dengan mandiri.

Peneliti: apakah anda menyukai belajar dengan menggunakan media seperti gambar atau video?

Siswa: sangat senang, karena melihat video dan gambar itu lebih menyenangkan daripada mendengarkan guru menjelaskan.

Peneliti: apakah anda suka belajar berkelompok? Siswa: tidak terlalu suka

Peneliti: bagaimana diskusi anda ketika belajar berkelompok?

Siswa: tidak kompak, karena kebanyakan mengandalkan satu orang dalam kelompok, jadi tidak semuanya ikut diskusi.

Peneliti: apakah anda memahami materi yang diajarkan dengan menggunakan metode information search ini?

Siswa: paham, karena lebih mudah dengan open book atau mencari informasi sendiri ketimbang dijelaskan, karena mudah dilupakan.

Siswa Dengan Hasil Belajar Sedang Peneliti: apakah anda suka dengan mata pelajaran fiqih? Siswa: suka

Peneliti: apakah anda senang diajarkan dengan menggunakan metode informaton search?

Siswa: senang karena berbeda dengan belajar seperti biasanya yang hanya mendengarkan guru dan melihat buku.

Peneliti: apakah anda menyukai belajar dengan menggunakan media seperti gambar atau video?

Siswa: sangat senang, karena belajar jadi tidak bosan. Peneliti: apakah anda suka belajar berkelompok? Siswa: tidak terlalu suka

Peneliti: bagaimana diskusi anda ketika belajar berkelompok?

Siswa: tidak kompak, karena kebanyakan mengandalkan satu orang dalam kelompok, jadi tidak semuanya ikut diskusi.

Peneliti: apakah anda memahami materi yang diajarkan dengan menggunakan metode information search ini?

Siswa: paham, karena lebih mudah dengan open book atau mencari informasi sendiri ketimbang dijelaskan, karena mudah dilupakan.

Siswa Dengan Hasil Belajar Rendah Peneliti: apakah anda suka dengan mata pelajaran fiqih? Siswa: suka...

Peneliti: apakah anda senang diajarkan dengan menggunakan metode informaton search?

Siswa: senang karena berbeda dengan belajar seperti biasanya dan kita bisa lebih termotivasi karena belajar dengan mandiri.

Peneliti: apakah anda menyukai belajar dengan menggunakan media seperti gambar atau video?

Siswa: sangat senang, karena menonton lebih enak daripada belajar. Peneliti: apakah anda suka belajar berkelompok?

Siswa: suka apabila kelompoknya bebas memilih

Peneliti: bagaimana diskusi anda ketika belajar berkelompok? Siswa: biasa saja banyak bercanda.

Peneliti: apakah anda memahami materi yang diajarkan dengan menggunakan metode information search ini?

Siswa: sedikit, karena malas melihat/membaca buku dan mencari-cari makanan/minuman yang akan ditentukan hukumnya.

Berdasarkan hasil wawancara tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode information search lebih disukai siswa dalam memahami materi karena siswa menjadi sering membaca dan mengemukakan apa yang dibacanya sehingga dapat melekat dan tidak mudah lupa. Hasil belajar siswa pun mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II. Dengan demikian, hal ini menunjukan bahwa penelitian yang dilakukan oleh peneliti yakni PTK telah berhasil karena aplikasinya positif

terhadap proses pembelajaran fiqih dan hasil belajar fiqih serta sikap dan motivasi belajar fiqih siswa.

F. Keterbatasan Penelitian

Selama penelitian berlangsung, penulis mengamati semua kejadian yang terjadi selama proses pembelajaran dan penulis menyadari dan menyimpulkan beberapa hal terkait dengan kekurangan atau bisa dikatakan keterbatasan dalam penerapan metode information search dalam pembelajaran. Yang pertama adalah jika melihat cara belajar siswa sebelumnya yang terbiasa dengan penerimaan stimulus saja dari guru atau biasa disebut spoon feeding, menjadikan siswa/i belum terbiasa dengan metode information search ini yang membutuhkan pembiasaan belajar mandiri sehingga kondisi KBM pada awalnya masih diluar kontrol atau perlu pembiasaan. Jadi untuk menerapkan metode information search ini lebih mudah diterapkan pada siswa yang terbiasa belajar mandiri. Kemudian yang kedua adalah metode ini tentunya tidak dapat diterapkan dalam semua pembahasan teori. Dan yang ketiga adalah kondisi pembelajaran terkesan tidak serius atau berisik karena memang siswa dituntut untuk aktif berbicara dan berdiskusi mengenai materi yang dibahas.

67

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, dengan melihat deskripsi data hasil serta pengujian hipotesis dengan mengacu pada rumusan masalah yang telah ditemukan, maka beberapa kesimpulan dari hasil penelitian adalah sebagai berikut:

1. Penerapan metode information search dalam meningkatkan hasil belajar pada penelitian ini terdiri dari dua siklus yang tiap siklusnya terdapat empat tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Tahap yang pertama adalah tahap perencanaan yaitu penulis membuat perencanaan pembelajaran (RPP) dengan menggunakan metode information search, kemudian diterapkan pada tahap pelaksanaan pembelajaran di kelas yang diobservasi oleh observer yang sekaligus sebagai guru pamong. Setelah itu barulah dilanjutkan pada pada tahap refleksi dengan berlandaskan pada hasil observasi. Penelitian dilanjutkan pada siklus dua yang tahap pelaksanaanya sama dengan siklus pertama namun dibuat sedikit inovasi pada siklus II. Pada siklus II observasi yang dilakukan oleh observer menunjukan peningkatan pada efektifitas pembelajaran siswa/i.

2. Peningkatan hasil belajar yang telah didapat dari proses pembelajaran menggunakan information search adalah sebagai berikut dengan perincian nilai rata-rata pretest I, 69,4, pretes II rata-ratanya 71,7. Postest I rata-ratanya 81,2, postest II rata-ratanya 85,7. Peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari nilai normali gain, yakni N-gain I 0,3 N-gain II 0,46 atau bisa dibulatkan menjadi 0,5 yang termasuk dalam kategori sedang. Hal ini mungkin dikarenakan oleh salah satu faktor belum terbiasanya siswa/i dalam belajar mandiri sehingga pencapaian nilai gain belum ke dalam kategori tinggi meskipun indikator keberhasilan telah tercapai.

B. Saran

Selaku penulis sekaligus pengamat, dalam hal ini ada beberapa saran yang sifatnya konstruktif yang bisa kami berikan demi kemajuan dan perkembangan pembelajaran pendidikan agama Islam. Adapun saran-saran yang dapat diberikan adalah:

1. Dalam memberikan pendampingan atau biasa dikenal pengajaran seharusnya dilakukan secara persuasif dan di kemas dengan format yang semenarik mungkin agar mereka merasa senang sehingga datang dengan sukarela.

2. Sekolah harus mengembangkan metode dan cara dalam pembelajaran agar siswa mempunyai kompetensi yang cukup dalam memahami PAI secara komprehensif agar tidak bersifat kognitif semata. Sehingga dukungan moril dan materiil dari pihak sekolah sangat dibutuhkan dalam perkembangan mental dan akhlah peserta didiknya.

3. Serta pendekatan emosional guru dan siswa lebih dapat terbina dengan tetap ada batas-batas tertentu sehingga momok seorang guru dan kegiatan pembelajaran bukanlah makhluk yang menakutkan di mata siswa.

Dokumen terkait