BAB IV HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN
C. Hasil Wawancara
Dari wawancara yang telah penulis lakukan dengan 5 narasumber yaitu : KH. Zainal Abidin Anwar (Sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya), Bpk. Iskandar (Ikhwan TQN), Tira Pratama Avsari (Santri Yayasan Serba Bakti), Bpk. Rachmat (Ketua Pondok Asrama Putri), dan Bpk. Maman (Guru Kepesantrenan Yayasan Serba Bakti). Mereka mengatakan bahwa pengaruh figure Abah Anom dalam kemajuan pendidikan Pondok Pesantre Suryalaya sangat kuat, banyak terobosan dalam hal pendidikan yang telah beliau lahirkan, salah satunya adalah pendirian pendidikan yayasan serba bakti Suryalaya yang sampai saat ini tetap berjalan. Peran Pangersa Abah Anom sebagai pemimpin dan Mursyid TQN Suryalaya sangat penting dan kuat dalam aspek kemajuan pendidikan. Semuanya beliau ayomi dan arahkan, sehingga segala hal menjadi lebih lancar. Metode yang digunakan Abah Anom adalah dzikir TQN yang tetap di pegang teguh dan diamalkan hingga saat ini. Aplikasi/penerapan pendidikan TQN dalam kesehariannya masih konsisten hingga saat ini.
Wasiat Pangersa Abah Anom : Sebabnya Malas
“Thoriqoh bukan merupakan tujuan, tetapi merupakan “usaha” untuk mencapai suatu keberhasilan agar mencapai tujuan. Adapun gerak (ibadah lahir) telah di ajarkan oleh Ilmu Fiqih, Tasawuf dan Ushuluddin. Sedangkan
jiwa diobati oleh dzikir agar “kemauannya” timbul, sebab bukan tidak
mampu untuk menggarap tani, menggarap dagang, bukan tidak ingin
57
memberikan pertolongan kepada orang lain, tetapi “kemauannya” yang tidak ada dikarenakan sedang datang “malas”. Apakah yang menyebabkan malas? Dikarenakan sedang ada godaan syetan dan bujukan nafsu. Adapun godaan syetan dan bujukan nafsu berada pada perut. Oleh karena itu, dzikrullah berguna untuk memperhalus diri, untuk melepaskan kemalasan, untuk mengajarkan diri agar menjadi manusia yang mempunyai kemauan. Tanpa dzikir tidak akan bisa, dikarenakan manusia diarahkan untuk
mentaati Allah dan Rasul-Nya kepada arah “Lillahi Ta‟ala”. Itulah
sebabnya Nabi mengajarkan ketika kita akan memulai suatu pekerjaan yang
baik harus diawali dengan membaca “Bismillah”. Setiap perbuatan yang
baik apabila tidak diawali membaca Bismillah, maka perbuatan tersebut di
anggap tidak berguna”. (11 Muharam 1331 H).58
Jangan Bermusuhan
“Ingat, jangan sombong karena punya tarekat, merasa bangga karena sudah
belajar tarekat dan sudah melaksanakan dzikir, tapi hasilnya tidak digunakan. Kalau begitu, mana hasilnya dikir kalau masih suka bermusuhan saja. Kalau sudah bisa dikir tidak ada lagi pekerjaan yang lain kecuali selalu berdamai, akur, seiring-sejalan, mengamalkan tanbih. Dengan siapa lagi kita akan seiring-sejalan kalau bukan dengan teman-teman.... jangan hanya sekedar yang disini saja yang kita anggap sebagai teman, tapi kopyah yang kita pakai ini kan hasil karya yang lain semuanya juga, masak sih kita tidak mau memperlihatkan rasa berterima kasih? Oleh karena itu sangat penting
kita mau bersyukur kepada Allah.59
58
Majalah Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya “GEMMA” Edisi 09, Rajab-
Sya’ban 1435 H. h 15.
59
Majalah Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya “GEMMA” Edisi 10, Rajab- Sya’ban 1435 H. h. 36
112
BAB V PENUTUP
A KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan mengenai “Pendidikan
Berbasis Tarekat Qadiriyyah Wa Naqsyabandiyyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya : Analisis Pemikiran dan Aksi K.H.A. Shohibulwafa Tajul „Arifin
(Abah Anom)”, maka penulis menyimpulkan bahwa :
1. K.H.A. Shohibulwafa Tajul „Arifin (Abah Anom) adalah mursyid tarekat
yang memiliki peran yang menyentuh keseluruh aspek kehidupan, baik dalam segi agama, pendidikan, sosial, ekonomi dan kemasyarakatan. Dalam hal pendidikan, dibuktikan dengan adanya berbagai jenjang pendidikan formal maupun non-formal yang ada pada yayasan serba bakti, koperasi, perkumpulan Ibu-ibu, perkumpulan para remaja dan radio inayah serta majalah/buletin tentang TQN “Sinthoris”, selain itu Abah Anom juga membentuk Inabah yang merupakan metode untuk menyembuhkan para pecandu Narkoba dan kenakalan remaja dengan metode Ibadah. Selain itu
beliau juga memiliki karya-karya berupa buku antara lain: Miftahus Shudur
(Kunci pembuka dada), kitab ini terdiri dari 2 juz. Isi dari kitab ini merupakan keterangan asal mulanya “Thareqat Islam” beserta amalnnya
dzikrullah yang berdasarkan : al-Qur’an, Hadits, Ijma’, dan Qiyas. Uquudul
Jumain, merupakan tuntunan bagi para ikhwan atau akhwat didalam melaksanakan amalan Tarekat Qodiriyah Naqsabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya. Kitab ini berisi dzikir harian, khotaman, wiridan, tawassul dan
mudaawamatu dzikrillah, yang merupakan pokok sandaran tentang akhlak dalam rangka penyempurnaan kepribadian dalam hidup dan kehidupan dan
dalam rangka beribadah kepada Allah SWT.Kitab Ibadah sebagai methoda
pembinaan korban penyalahgunaan narkotika dan kenakalan remaja khusus
untuk Ikhwan TQN.
2. Aksi K.H.A. Shohibulwafa Tajul „Arifin (Abah Anom) dalam penerapan
pendidikan berbasis TQN sangat penting dan signifikan, karena beliau sebagai rujukan utama terhadap berjalannya sistem pendidikan yang ada di pondok pesantren suryalaya pada waktu, bahkan sistem tersebut masih di aplikasikan sampai saat ini. Tidak hanya itu aksi beliau dalam penerapan pendidikan berbasis TQN di suryalaya terlihat bahwa beliau adalah seorang mursyid TQN sekaligus pendidik yang mampu memberi suri tauladan bagi para murid dan santrinya. Pendidikan berbasis TQN ini memiliki ciri khas yang paling tersendiri karena menurut Abah Anom tujuan pendidikan yang paling utama adalah pembersihan hati dan mendekatkan diri kepada Allah dan ini semua dapat tercapai apabila dalam pendidikan itu mengarahkan pada pendidikan rohani.
B IMPLIKASI
Setelah penulis mengadakan penelitian dan kajian pustaka terhadap peran
dan aksi Abah Anom. Implikasinya adalah, pertama, Peran Abah Anom yang
menyentuh berbagai macam aspek kehidupan beserta aksi atau tindakan nyatanya adalah bukti nyata betapa pengaruh tasawuf khususnya tarekat dapat mendatangkan kesucian dan bersihnya hati dan membawa ketentraman hidup
bagi mereka yang mau menempuh jalan-Nya. Kedua, Pada hakikatnya
pendidikan dalam tarekat adalah pendidikan jiwa. Para ahli tarekat berkeyakinan, bahwa hakikat manusia adalah jiwanya. Dialah raja dalam tubuhnya. Sehingga apa saja yang dilakukan oleh anggota tubuhnya adalah atas perintah jiwanya, kalau jiwanya jahat maka jeleklah perbuatan yang dilakukan oleh anggota tubuhnya, demikian pula sebaliknya.
C SARAN
Adapun saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah:
1. Bagi Pondok Pesantren, peran serta aksi Abah Anom tetap diaplikasikan
serta dikembangkan dalam amaliah kehidupan sehari-hari untuk dapat
meraih ridho Allah dalam menuju Insan Kamil.
2. Bagi para dewan guru, selalu konsisten dan lebih ditingkatkan lagi dalam
hal penerapan metode pendidikan yang telah diajarkan oleh Abah Anom serta mampu mengikuti perkembangan IPTEK, namun tetap dalam bingkai syariat Islam.
3. Bagi Yayasan, selalu menjaga keikhlasannya dalam membina Inabah dan
mengembangkan tarekat serta berbagai lembaga yang telah dicetuskan oleh Abah Anom di Yayasan Serba Bakti.
4. Bagi pemerintah, selalu menjaga hubungan silaturahim dengan Pondok
Pesantren Suryalaya serta diharapkan aktif selalu dalam mendukung berbagai kegiatan yang ada di Pondok Pesantren Suryalaya.
5. Bagi Para Santri, selalu tabah dan sabar dalam menuntut ilmu dan
mengamalkan ajaran TQN Abah Anom dalam kehidupan sehari-hari.
6. Bagi mahasiswa, selalu istiqomah dalam mengamalkan ajaran Islam dan
tabah terhadap godaan nafsu duniawi serta selalu berpegang teguh pada
Alba, Cecep. Tasawuf dan Tarekat Dimensi Esotoris Ajaran Islam. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. 2012.
Al-Hasanal-Husaini, Muhammad Fadhil al-Jailany. dkk. TQN Suryalaya
Membangun Peradaban Dunia. Tasikmalaya : Mudawwamah warohmah press. 2011.
Al-Rasyidin. Nizar, Samsul. Pendekatan Historis, Teoritis dan Praktis Filsafat
Pendidikan Islam. Jakarta: Ciputat Press. 2005.
Aqib, Kharisudin. Al-Hikmah Memahami Teosofi Tarekat Qadiriyyah Wa
Naqsabandiyyah. Surabaya: Dunia Ilmu. 1998.
Arifin, Muzayyin. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta : Bumi Aksara. 2010.
Bruinessen, Martin Van. Tarekat Masyarakat indonesia. Bandung : Mizan. 1998.
Jumantoro, Totok. Kamus Ilmu Tasawuf. Wonosobo : Amzah. 2012.
Kahmad, Dadang. Tarekat dalam Islam, Spiritualitas Masyarakat Modern.
Bandung: Pustaka Setia. 2002.
Kunandar. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan
profesi Guru. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. 2008.
Majalah Sinthoris Sinar tarekat Islam. Edisi 23 januari 2004/ 1 Dzulhijjah 1424 H.
Majalah Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya “GEMMA” Edisi 10,
Rajab-Sya’ban 1435 H. .
M. Solihin. Melacak Pemikiran Tasawuf di Nusantara. Jakarta: Raja Grafindo
Persada. 2005.
Mufid, Ahmad Syafi’i. Tangklukan, Abangan, dan Tarekat: kebangkitan Agama
di Jawa. Jakarta : Yayasan obor Indonesia Anggota IKAPI DKI Jakarta. 2006.
Mulyati, Sri. Mengenal & Memahami Tarekat-tarekat Muktabarah di indonesia,
seluruh komponen Keluarga besar Pondok Pesantren Suryalaya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Said, Fuad. Hakikat Tarikat Naqsabandiyah. Jakarta : Pustaka al-husna baru.
2012.
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan
R & D. Bandung : Alfabeta. 2013.
Sukmadinata, Nana Syaodih. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja
Rosdakarya. 2007.
Sunardjo, Unang. Sejarah pondok Pesantren Suryalaya. Tasikmalaya : Yayasan
Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya.
Sururin. Perempuan dalam duni Tarekat, Studi tentang Pengalaman Beragama
Perempuann Anggota Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah. Jakarta : Kemenag RI. 2012.
Tabloid Robithoh (media Islam menuju kaffah) edisi 1-30 Shafar 1429 H. / 8 Februari-8 maret 2008 M. Penerbit Yayasan Ikhlas Bandung. 2008
Tajul „Arifin, Shohibulwafa. Akhlakul Karimah, Akhlakul Mahmudah.
Tasikmalaya : Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya
Tajul „Arifin, Shohibulwafa. Ibadah. Tasikmalaya : PT MUDAWWAMAH
WAROHMAH. 2005.
Tajul „Arifin, Shohibulwafa. Miftahus Shidur. Tasikmalaya : PT
MUDAWWAMAH WAROHMAH. 2005.
Tajul „Arifin, Shohibulwafa. Kitab Uquudul Jumaaan. Tasikmalaya : PT
MUDAWWAMAH WAROHMAH. 2009.
Thohir, Ajid. Gerakan Politik Kaum Tarekat: Telaah Historis Gerakan Politik
Antikolonialisme Tarekat Qadiriyah-Naqsyabandiyah di Pulau Jawa.
http://andreyuris.wordpress.com/2009/09/02/analisis-isi-content-analysis/ (online),
Dasar bingkai segilima
2. Lapisan kedua:
Kupu-kupu mempunyai:
a. Sayap empat
b. Gerat-gerat badan dua belas
c. Mata dua
d. Kaki empat
3. Lapisan ketiga:
Padi dan kapas
4. Lapisan keempat:
Tujuh belas sinar Islam
5. Lapisan kelima:
Lafadz Allah SWT
6. Lapisan keenam:
a. Kubah Masjid
b. Al-Qur’an, Al-Hadis, Ijma’ dan Qiyas
c. Lima traf Islam
7. Tahun 1905 (Masehi).
8. 7 Rajab 1323 (Hijriyah).
9. Pita berwarna kuning emas dengan pinggiran dan bertuliskan “CAGEUR BAGEUR
LAHIR BATIN”.
B.Pengertian dan Isi Bentuk
1. Dasar bingkai segi lima mencerminkan:
a. Satu azas tunggal Pancasila
b. Rukun Islam:
1) Syahadat
2) Sholat
3) Zakat
1) Menghormati orang yang lebih tinggi derajatnya, baik dhohir maupun bathin.
2) Hidup rukun, damai, rendah hati, serta bergotong royong dengan orang yang
sederajat dalam melaksanakan perintah agama dan negara.
3) Jangan menghinakan orang-orang yang keadaannya di bawah kita.
4) Harus kasih sayang dan ramah tamah terhadap fakir miskin.
Kesemuanya ini untuk menghidup suburkan dari ajaran: Syariat, Tarekat,
Hakikat, dan Ma’rifat. Dengan melahirkan tujuan, perencanaan, pelaksanaan dan
kontrol.
b. Gerat-gerat/ garis-garis badan dua belas menunjukkan huruf kalimat “LAA ILAAHA
ILLALLAH”.
c. Mata dua artinya untuk mengawasi lurus dan lancarnya “hablum minallah dan
hablum minannaas”.
d. Kumis dua artinya mengamalkan Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyyah (TQN), yang
akan menimbulkan keseimbangan lahir batin dunia akhirat, agama dan negara.
e. Garis sayap sebelas (11) dan sembilan ( 9) artinya:
1) Garis 11 menunjukkan peringatan wafatnya Sultan Auliya’ Syekh Abdul Qadir
al-Jaelani, dengan pelaksanaan manakib setiap tanggal sebelas bulan Hijriyah.
2) Garis 9 mengingat jasa para sembilan wali yang mengembangkan ajaran Islam di
Indonesia, merupakan tonggak syiar Islam.
f. Kaki empat, artinya berpijak.
Intisari dari arti kupu-kupu adalah suatu proses kehidupan/perwujudan menuju keseimbangan:
1) Binatang buas (seperti ulat).
2) Berubah wujud menjadi kepompong, di masa riyadah disebut tahalli.
3) Kepompong berubah lagi menjadi kupu-kupu, dimasa zuhud disebut Tahalli.
Dan dapat terus terbang menikmati rasa manisnya madu, merupakan lambang kebulatan hidup yang terdiri dari jasmani, akal pikiran dan perasaan, hasil di bina dari tiga ajaran yakni: Islam ilmunya Fikih, Iman ilmunya Tauhid, dan Ikhsan ilmunya Tasawuf. Sehingga bisa mencapai Tajalli.
4. Tujuh belas sudut sinar Islam, mengartikan:
Tujuh belas rakaat dari salat lima waktu sebagai tiang atau tonggak agama Islam yang memancarkan sinar keagungan dan kejayaan abadi.
17 gustus sebagai tanggal Kemerdekaan RI.
18Lafadz Allah SWT sebagai tujuan utama.
19Kubah masjid sebagai lambang Islam.
Satu kitab al-Quran adalah kitab suci agama Islam. Satu kitab Hadis adalah sumber hukum Islam.
Lima traf adalah lima waktu sebagai kewajiban umat Islam yaitu: Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya.
20 Tahun 1905 adalah tahun jadi Pondok Pesantren Suryalaya.
21 Tanggal 7 Rajab 1323 hari jadi Pondok Pesantren Suryalaya.
22 Pita berwarna kuning emas dengan pinggiran dan bertuliskan “CAGEUR
BAGEUR LAHIR BATIN” moto untuk ciri manusia seutuhnya.
C.Arti Warna
1. Merah lambang berani karena benar.
2. Putih lambang kesucian, kejujuran, dan keikhlasan yang menjadi sifat dan dasar tujuan
Pondok Pesantren Suryalaya.
3. Kuning emas, lambang keagungan kekal, teguh dan abadi.
4. Hijau lambang kemakmuran dan kesuburan dalam kehidupan secara lahir dan batin.
D.Pengertian Keseluruhan
Bahwa Pondok Pesantren Suryalaya sebagai wadah potensi anak didik /santri dalam pembinaan agama Islam di dalam keluarga besar Pontren Suryalaya dengan berjiwa Pancasila dan semangat 1945 disertai kesadaran dan rasa tanggung jawab, hendak mendarmabaktikan diri kepada agama, bangsa dan negara melalui pembinaan/pendidikan yang sebaik-baiknya bersama dengan agama dan negara di bumi negara republik Indonesia.
Aktifitas santri
Kegiatan tahlilan
3. Siapa pendiri Pontren Suryalaya?
4. Kapan Abah Anom mulai memimpin dan mengembangkan ajaran TQN di Pontren
Suryalaya?
5. Seberapa besar pengaruh sosok figure Abah Anom terhadap kemajuan pendidikan di
Pontren Suryalaya?
6. Bagaimana peran pemikiran Abah Anom dalam menerapkan pendidikan berbasis
TQN di Pontren Suryalaya?
7. Metode apa yang digunakan Abah Anom dalam menerapkan ajaran TQN di Pontren
Suryalaya?
8. Menurut anda, ada berapa karya Abah Anom yang berhubungan dengan pendidikan
TQN, sebutkan apa saja?
9. Sampai saat ini, bagaimanakah aplikasi/penerapan pendidikan TQN dalam
kesehariannya?
10.Apa yang anda kagumi dari sosok Abah Anom?
1. Kapan Pondok Pesantren (Pontren) Suryalaya didirikan? Pondok Pesantren Suryalaya Berdiri 5 september 1905
2. Apa yang melatarbelakangi berdirinya Pontren Suryalaya?
Yang melatarbelakangi berdirinya Pontren Suryalaya adalah Abah Sepuh ketika itu ingin mengamalkan ilmu tarekatnya karena menurut beliau ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah, untuk itulah beliau mendirikan Pondok Pesantren Suryalaya yang pada awal pendiriannya hanya kegiatan mengaji biasa, hingga saat ini menjadi pesantren yang berkembang pesat. Pesantren Suryalaya diharapkan dapat memberikan cahaya Islam bagi manusia seperti halnya matahari menyinari jagat raya ini. Atau dengan harapan, mudah-mudahan pesantren ini maju terus dan tidak ada yang mampu menghalanginya seperti halnya matahari tidak aka nada satu makhluk pun yang mampu menghentikannya.
3. Siapa pendiri Pontren Suryalaya?
Pondok Pesantren Suryalaya didirikan oleh Syekh Abdullah Mubarok (Abah Sepuh)
4. Kapan Syaikh Abah Anom dilahirkan? Dan latar belakang pendidikan beliau?
Syaikh Abah Anom dilahirkan pada tanggal 1 Januari 1915, sepuluh tahun setelah pendirian Pesantren Suryalaya. Beliau mengikuti pendidikan umum di Sekolah Dasar Zaman Belanda (Vevorleg School) di Ciamis (1923-1929), masuk Madrasah Tsanawiyah di Ciawi Kabupaten Tasikmalaya (1929-1931). Pada umur 18 tahun,
beliau telah diberi wewenang Abah Sepuh untuk memberikan talqin. Ia kemudian
belajar Agama Islam di Pesantren yang berbeda-beda di Jawa Barat seperti di Cicariang (daerah Cianjur), kemudian di Pesantren Gentur dan Jambudipa, kemudian di Pesantren Cireungas Cimalati (daerah Sukabumi) di mana beliau memperoleh ilmu hikmah dan tarekat.
5. Kapan Abah Anom mulai memimpin dan mengembangkan ajaran TQN di Pontren
Suryalaya?
Mulai tahun 1950, yakni setelah sepeninggalnya Almarhum Abah Sepuh, maka kepemimpinan pesantren Suryalaya diserahkan dan dilanjutkan oleh Abah Anom.
Suryalaya sangat besar karena melalui pemikiran dan berbagai aksi yang dilakukan oleh beliau pendidikan yang berbasis TQN di Suryalaya berkembang, Beliau adalah tempat mengadu seluruh ikhwan, guru maupun santri yang ada di Suryalaya.
7. Bagaimana peran pemikiran Abah Anom dalam menerapkan pendidikan berbasis
TQN di Pontren Suryalaya?
Peran pemikiran Abah Anom dalam menerapkan pendidikan berbasis TQN di Pontren Suryalaya sangat kuat dan semua ikhwan TQN di ayomi oleh beliau, segala hal selalu lancar karena arahan dan petunjuk beliau. Kebaikan budipekerti dan sifatnya membuat semua ikhwan maupun santri begitu kagum pada beliau.
8. Metode apa yang digunakan Abah Anom dalam menerapkan ajaran TQN di Pontren
Suryalaya?
Metode yang digunakan Abah Anom dalam menerapkan ajaran TQN di Pontren Suryalaya adalah dzikir TQN, yang selalu dipegang teguh, dilestarikan dan diamalkan.
9. Menurut anda, ada berapa karya Abah Anom yang berhubungan dengan pendidikan
TQN, sebutkan apa saja?
Karya-karya Abah Anom diantaranya adalah: Pertama, Miftahus Shudur (Kunci
pembuka dada), kitab ini terdiri dari 2 juz. Isi dari kitab ini merupakan keterangan
asal mulanya “Thareqat Islam” beserta amalnnya dzikrullah yang berdasarkan : al-
Qur’an, Hadits, Ijma’, dan Qiyas. Kedua, Uquudul Jumain, merupakan tuntunan bagi
para ikhwan atau akhwat didalam melaksanakan amalan TQN Pondok Pesantren
Suryalaya. Ketiga, Kitab akhlaqul karimah / akhlaqul mahmudah berdasarkan
mudaawamatu dzikrillah, yang merupakan pokok sandaran tentang akhlak dalam rangka penyempurnaan kepribadian dalam hidup dan kehidupan dan dalam rangka
beribadah kepada Allah SWT. Keempat, Kitab Ibadah sebagai methoda pembinaan
korban penyalahgunaan narkotika dan kenakalan remaja khusus untuk Ikhwan TQN.
10.Sampai saat ini, bagaimanakah aplikasi/penerapan pendidikan TQN dalam
kesehariannya?
Samapai saat ini aplikasi pendidikam TQN dalam kesehariannya masih berjalan dengan baik dan konsisten sesuai yang dijalankan pada masa ketika Abah Anom masih ada.
yang mendalam. Beliau telah mengalami kesulitan dalam kehidupannya tetapi ia sangat sabar, berani dan rendah hati.
12.Apa harapan anda ke depan untuk Pontren Suryalaya ini?
Harapan saya kedepan untuk pontren suryalaya adalah semoga Pontren Suryalaya dapat terus berkembang dan melestarikan ajaran TQN serta dapat tetap istiqomah dalam menjalankan ajaran TQN. Serta menjadi Pontren yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang berjiwa dan berkarakter islami.
Waktu : 16 mei 2013 (09.30 WIB)
1. Kapan Pondok Pesantren (Pontren) Suryalaya didirikan?
Pondok Pesantren Suryalaya Berdiri 5 september 1905
2. Apa yang melatarbelakangi berdirinya Pontren Suryalaya?
Yang melatarbelakangi berdirinya Pontren Suryalaya adalah Abah Sepuh ketika itu ingin mengamalkan ilmu tarekatnya karena menurut beliau ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah, untuk itulah beliau mendirikan Pondok Pesantren Suryalaya yang pada awal pendiriannya hanya kegiatan mengaji biasa, hingga saat ini menjadi pesantren yang berkembang pesat. Pesantren Suryalaya diharapkan dapat memberikan cahaya Islam bagi manusia seperti halnya matahari menyinari jagat raya ini. Atau dengan harapan, mudah-mudahan pesantren ini maju terus dan tidak ada yang mampu menghalanginya seperti halnya matahari tidak aka nada satu makhluk pun yang mampu menghentikannya.
3. Siapa pendiri Pontren Suryalaya?
Pondok Pesantren Suryalaya didirikan oleh Syekh Abdullah Mubarok (Abah Sepuh)
4. Kapan Syaikh Abah Anom dilahirkan? Dan latar belakang pendidikan beliau?
Syaikh Abah Anom dilahirkan pada tanggal 1 Januari 1915, sepuluh tahun setelah pendirian Pesantren Suryalaya. Beliau mengikuti pendidikan umum di Sekolah Dasar Zaman Belanda (Vevorleg School) di Ciamis (1923-1929), masuk Madrasah Tsanawiyah di Ciawi Kabupaten Tasikmalaya (1929-1931). Pada umur 18 tahun,
beliau telah diberi wewenang Abah Sepuh untuk memberikan talqin. Ia kemudian
belajar Agama Islam di Pesantren yang berbeda-beda di Jawa Barat seperti di Cicariang (daerah Cianjur), kemudian di Pesantren Gentur dan Jambudipa, kemudian di Pesantren Cireungas Cimalati (daerah Sukabumi) di mana beliau memperoleh ilmu hikmah dan tarekat.
5. Kapan Abah Anom mulai memimpin dan mengembangkan ajaran TQN di Pontren
Suryalaya?
Mulai tahun 1950, yakni setelah sepeninggalnya Almarhum Abah Sepuh, maka kepemimpinan pesantren Suryalaya diserahkan dan dilanjutkan oleh Abah Anom.
sangat besar karena beliau berperan sebagai pemimpin dan Mursyid TQN Pondok Pesantren Suryalaya. Beliau selalu menjadi rujukan dalam menyelesaikan berbagai masalah maupun terobosan baru dalam lingkup pendidikan yang ada di lingkungan Suryalaya, sehingga masyarakat merasa selalu diayomi oleh Pangersa Abah.
7. Bagaimana peran pemikiran Abah Anom dalam menerapkan pendidikan berbasis
TQN di Pontren Suryalaya?
Peran pemikiran Abah Anom dalam menerapkan pendidikan berbasis TQN di Pontren Suryalaya sangat kuat dan semua ikhwan TQN di ayomi oleh beliau, segala hal selalu lancar karena arahan dan petunjuk beliau.
8. Metode apa yang digunakan Abah Anom dalam menerapkan ajaran TQN di Pontren
Suryalaya?
Metode yang digunakan Abah Anom dalam menerapkan ajaran TQN di Pontren Suryalaya adalah dzikir TQN, yang selalu dipegang teguh, dilestarikan dan diamalkan.
9. Menurut anda, ada berapa karya Abah Anom yang berhubungan dengan pendidikan
TQN, sebutkan apa saja?
Karya beliau yang paling utama yang berhubungan dengan pendidikan TQN adalah
kitab Miftah al-Sudur,
10.Sampai saat ini, bagaimanakah aplikasi/penerapan pendidikan TQN dalam
kesehariannya?
Aplikasi/penerapan pendidikan TQN dalam kesehariannya masih konsisten sampai saat ini.
11.Apa yang anda kagumi dari sosok Abah Anom?
Yang saya kagumi dari sosok Abah Anom adalah akhlakul karimah, selalu tersenyum, menerima tamu tanpa membedaka-bedakan status sosialnya, memberi keyakinan dalam hati dengan niat ikhlas, krena beliau lingkungan jadi adem ayem.
12.Apa harapan anda ke depan untuk Pontren Suryalaya ini?
Harapan saya kedepan untuk pontren Suryalaya adalah Pontren Suryalaya lebih