PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERLATAN
C.17 Heat Exchanger (HE-03)
Fungsi : Memanaskan slurry dari CF-01
Jenis : Vaporizer Partial (Shell And Tube Heat Exchanger) Jumlah Alat : 1 unit
Data :
Q load = 3932841,4561 Watt
Umpan Cair ( shell) Pemanas (tube)
Tin = 10oC Tin = 115oC
Tout = 75 oC
Cp metanol = 2500 J/KgoC P = 1,67 atm Viskositas metanol rata-rata = 0,4cP =
0,0004 kg/ms
Spesific volume saturated liquid = 1,056 cm3 g
Konduktivitas = 0,5 Watt/m C
Spesific volume saturated vapor = 1036,85 cm3 g
Densitas slurry = 1000 kg/m3 Entalphi saturated liquid = 478,3 kJkg Entalphi saturated vapor = 2697,2
kJkg
( )
skg kg
kj
mc watt 1,772
3 , 478 2 , 2697
61
3932841,45 =
=
= Trial Ud = 107 Btu/( jam ft2 oF )
Dirancang:
shell – tube passes = 1 – 1
N = 199
OD tube = 1 in
ID shell = 21,25 in
B = 6,375 in
PT (triangular) = in
L = 20 ft
C’ = 0,25 in
Shell (n=1) Tube (n=1)
as =
hio =
Btu/(jam)(ft2)(oF)
(untuk steam)
=
= 0,1882 ft2
Gs =
=
= 123662,8615 lb/(jam)(ft2) Fig.
14 μs = 0,4 cP Fig.
28 Ds = 0,99 in
= 0,0825 ft
Res =
=
= 10539,4484
Table.
4 k =
0,289
Btu/(jam)(ft2)(oF/ft) ho = 366 Btu/(jam)(ft2)(oF)
Uc =
= 294,854 Btu/(jam)(ft2)(oF) (Table 10) a” = 0,2618 ft2/ft
A =
=
= 1041,964 ft2 UD =
= 106,24 Btu/(jam)(ft2)(oF)
RD =
= 0,006 (jam)(ft2)(oF)/Btu
Rd hitungan lebih besar dari Rd allowable sehingga perancangan HE sudah memenuhi standard.
Pressure Drop
Shell Tube
Fig. 29
f = 0,0013 ft2/in2 f = 0,0001 Fig. 26
N+1 =
=
= 37,6471
s = 0,85 s = 0,001
ΔP =
ΔP1 =
= 0,181 psi = 0,2218 psi
= 0,0001 Fig. 27
ΔP2 =
=
= 0,4 psi
ΔPT = ΔP1 +ΔP2
= 0,6218 psi (memenuhi) C.18 Furnace (FU-01)
Fungsi : Memanaskan vapor metanol ( 99,4 % massa ) dari suhu 96,87 oC menjadi 385 oC
Jenis alat : Box-type Furnace, with no air preheating
Kebutuhan panas = 5228812,7486 Watt atau 17841514,82 Btu/jam
Metode dalam mendesain box-type furnace menggunakan metode Lobo & Evans, ( Evans , Vol2 )
Overall Eficiency diperkirakan 75 % dengan no-air preheating, 25 % excess air
Fuel yang digunakan adalah fuel oil dengan lower heating value sekitar 17130 Btu/lb
Q radiasi(Qr) sebagai estimasi awal dipakai 12000 Btu/jam ft2 Menghitung kebutuhan fuel oil
Q yang dihasilkan oleh fuel (Qn)
Btu jam jam
Qn Btu 23788686,43
75
Untuk Excess air sebesar 25 % maka Flue gas yang dihasilkan adalah lbs
Menurut Evans, sekitar 70 % Q duty dipenuhi dari panas radiasi .
Sehingga besarnya panas radiasi
MBtu jam
Sehingga perlu dicari berapa suhu Cross Over ( suhu keluar dari convection section atau suhu masuk radiation section )
Cross over temperature bisa dihitung dari neraca panas.
H input pada suhu 225,0868 oC + 30 % panas duty
= 25046894,39 + (0,3•5228812,7486)
= 26615538,21 Watt
T cross over = 276,04oC = 528,872 oF
Radiation Section
MBtu jam MBtu jam
Qr=0.717,84 =12,489
Suhu inlet vapor = 276,04 oC = 528,872 oF Suhu outlet vapor = 385 oC = 725 oF Average suhu vapor = = 626,936 oF
Average suhu tube wall = 626,936 oF + 100 oF ( experience, by Evans ) = 652,97 oF
Sebagai estimasi awal Qr = 12000 Btu/jam ft2
Radiasi surface yang dibutuhkan 2
2
755 , 1040 12000
489 , 12
ft ft
jam Btu
MBtu jam
ARC = =
Pemilihan pipa tube :
Jumlah tube yang kecil akan menyebabkan kecepatan gas menjadi besar. Kecepatan gas yang besar akan menghasilkan koefisien konveksi yang besar. Akan tetapi kecepatan gas yang terlalu besar akan menyebabkan pressure drop terlalu besar.
Space antar tube
Dipilih : 4,5 in. OD tubes , 4 paralel passes, dan 8 in.spacing (Umum) Konfigurasi furnace :
Spacing antar tube yang lebar akan meningkatkan efisiensi radiasi tetapi cost akan meningkat karena untuk volume tube yang sama akan berisi jumlah tube yang lebih sedikit.
Furnace yang panjang akan mengurangi bengkokan pipa yang dibutuhkan, sehingga akan mengurangi total cost.
Furnace yang panjang dan lebar akan memberikan heat distribution yang uniform dan memperkecil resiko flame impingment pada tube surface.
4,5 in. OD tubes standar : Schedule number = 40 ID tube = 4,026 in.
Panjang total tube yang dibutuhkan = ft ft
Tube / pass yang dibutuhkan yaitu : tube pass s m
(Mencukupi ARC 1040,755 ft2 dan kelebihannya sebagai overdesign ) 30 tube = 27 tubewall + 3 shield tube
a = Faktor perbandingan tube bank dan cold plane = 0,92 Fig 1-18 Evans menunjukkan efisiensi absorpsi pada tube bank.
Shield tube , Cold plate area, Acp 3 77 2
Radiant tube , Cold plate area, Acp 27 693 2 812
5 ,
38 = ft
= Absorpsi pada tube bank harus dikoreksi ;
56 2
Furnace area ( Radiation section ) berdimensi 38,5 ft x 11,5 ft x 5 ft Area =238,5(11,55)211,55=1385,5ft2
Emisivity gas untuk CO2 dan H2O cukup besar dan harus diperhitungkan.
Furnace volume ( Radiation section ) = 38,5 ft x 11,5 ft x 8,5 ft =3763.375 ft3 Mean-bean Length,L 3763.375 10,3697ft
233 =
Qn Qnetto, heat aung dilepaskan fuel combustion ( Lower heating value ) QA Sensible heat dari udara pembakar
Qst Panas dari steam atau atomisasi fuel QR Panas radiasi
Qw Panas yang hilang ke lingkungan dari dinding furnace
Qg Panas yang hilang lewat flue gas meninggalkan radiation section
Qw = 2 % dari Qn ( Estimasi yang baik ) Qst diabaikan
QA diabaikan ( tidak ada preheating air )
aAcpF
Trial pertama suhu flue gas yang keluar dari radiation section = 1500 oF Pada Fig 1-8 bisa dibaca harga emisivitas = 0,42
Pada Fig 1-9 dengan =0,8216 aAcp
AR
maka dapat diperoleh Exchange Factor = F = 0.53 Pada Fig 1-10 bisa dibaca
Qn
Bandingkan harga aAcp
QR
yang diperoleh dari fig 1-11 dengan constant temperature wall = 652,97 oF
Trial kedua , suhu flue gas yang keluar dari radiation section = 1700 oF Pada Fig 1-8 bisa dibaca harga emisivitas = 0,38
Pada Fig 1-9 dengan =0,8216 aAcp
AR
maka dapat diperoleh Exchange Factor = F = 0,52 Pada Fig 1-10 bisa dibaca
Qn
Bandingkan harga aAcp
QR
yang diperoleh dari fig 1-11 dengan constant temperature wall = 652,97 oF
Dengan memplotkan hasil trial pertama dan hasil trial kedua pada fig 1.19 maka didapatkan hasil
suhu gas keluar furnace sekitar = 1680 oF Pengecekan kembali ;
Mbtu desain sudah bagus )
Convection Section
Besarnya panas yang disuplai secara konveksi :
MBtu jam
MBtu jam
Qc=0,317,8 =5,32 Overall heat balance :
gc
Qn Qnetto, heat yang dilepaskan fuel combustion ( Lower heating value ) QA Sensible heat dari udara pembakar
Qst Panas dari steam atau atomisasi fuel QR Panas yang disuplai secara radiasi
Qc Panas yang disuplai secara konveksi
Qw Panas yang hilang ke lingkungan dari dinding furnace
Qgc Panas yang hilang lewat flue gas meninggalkan convection section
Qw = 2 % dari Qn ( Estimasi yang baik ) Qst diabaikan
QA diabaikan ( tidak ada preheating air )
Stack heat content/ release =
( )
Suhu flue gas meninggalkan convection section = 850 oF ( Fig 1-10 )
Temperature difference :
Hot fluid , Flue gas : 1680 oF - 850 oF
Cold fluid , Uap metanol : 437,156 oF - 528,872 oF 1
T = 1680 oF – 528,872 oF = 1299,07 oF 2
T = 850 oF – 437,156 oF = 643,63 oF LMTD = 719,9763 oF
Average suhu vapor = 483,014 oF
Average suhu tube wall = 483,014 oF + 100 oF ( experience, by Evans ) = 583,014 oF
Average suhu flue gas = 483,014 oF + 719,9763 oF = 1202,99oF Suhu film flue gas = 483,014 oF + 719,9763 oF/2 =1084,51oF
Convection section :
4.5 in OD tube sebanyak 4 unit per row
Spacing 8 in secara staggered ( selang-seling )
Gross width = 4,5 x 8 = 36 in
Free width = 36 – (4 x 4,5) = 18 in = 1,5 ft
Area = 1,5 ft x 38,5ft = 57,75 ft2
Mass velocity at minimum cross section ,
s ft lb ft
lbs
G = = 2
2 0,1911 75
, 57
0356 , 11
Koefisien perpindahan panas e :
Dengan gas film temperature average = 760,3 oF, diperoleh :
hco = 3 Btu
(
jam ft2oF)
, koefisien konveksi panas bagian luar tube (fig 1.12) hr = 2,2 Btu
(
jamft2oF)
, koefisien radiasi oleh gas (fig 1.13) hrw = 6,3 Btu
(
jam ft2 oF)
, koefisien radiasi oleh dinding (fig 1.14) hi , koefisien konveksi panas bagian dalam tube diprediksi dengan persamaan empirik Sieder-Tate :
8 3
harga c untuk gas adalah : 0,021 Prandtl number terhitung = 0,86 Reynold number terhitung = 10226
kg vapor metanol = 0.0133Btu
(
jam ft oF)
f Convection section Wall Radiation Factor Acw Wall Area per row, ft2
Act Number of row x Surface area per tube
Row to row tube spacing =sin60
( )
812 ft =0,58ftho, koefisien transfer panas total bagian luar tube :
(
f)(
hco hr)
ho= 1
(
10,1349)(
32,2)
=5,9015ho= Btu
(
jamft2oF)
Uc, Overall koefisien transfer panas:
8166
Luas permukaan transfer panas bagian konveksi :
( )
Number of row 14,55
C.19 Sublimator (SB-01)
Fungsi : Menyublimasi Fresh AT dan AT hasil recycle dari Desublimator (DE-01 ) dengan uap metanol
Jenis : Pipa Berkelok U –tipe
Asam Terephthalic yang diproduksi biasanya berkisar 5-300 m. Persentase Asam Terephthalic dengan distribusi 30-150 m paling banyak dihasilkan. AT dengan average diameter 20-30 m membutuhkan waktu 1 s untuk mengalami sublimasi dengan sempurna dan AT dengan average diameter 100 m membutuhkan waktu 1-3 s untuk mengalami sublimasi dengan sempurna. Waktu yang diperlukan akan lebih banyak untuk dengan average diameter 300 m yaitu 5-6 s. ( US Patent 3,972,912 )
Kecepatan gas yang aman agar gas mampu membawa AT dengan baik dan agar tidak terjadi caking adalah 20-25 m/s
Data :
Dipakai pipa standar dengan 42 OD, Thickness = 0,375 in
2 2 0,8618 0478
, 4 1
1 m
Ai= =
s m
kg m
s kg
G 2 21,108 2
8618 , 0
19 , 18
'= =
Kecepatan gas = 21,108 m/s 1105797
Re= =
vID
Panjang pipa yang dibutuhkan =21,108 m/s x 6 s =126,6482 m = 415,5073 ft Over design 15 % , panjang = 477,8 ft ≈ 480 ft
Dipakai pipa 40 ft & 12 turn
Gambar C.1 Pipa berkelok sublimator
C.20 Reaktor (R-01)
Fungsi : Mengesterifikasi Asam Tereftalat dengan Metanol pada fase gas menjadi Dimetil Tereftalat dan Steam
Jenis : Fixed Bed Tubular Kondisi Operasi :
- Adiabatis
- Suhu gas reaktan masuk reaktor = 324 oC
- Batasan suhu maksimal dalam reaktor = 330 oC - Tekanan reaktan gas masuk reaktor = 1,5 atm - Mass flow rate = 18,19 kg / s
- ρ = 1 kg m3
Data kinetik yang diperoleh dari US. Patent 3.377.376 adalah :
Katalis yang digunakan adalah : Alumina A + 1 % KOH
Tekanan reaktor : 1 atm
Suhu reaksi = 650 oF = 343,33 oC
B /A ratio mol = 20
Hasil produk DMT adalah 94,5 % ( weight % ) dengan impurity MMT ( Monomethyl Terephthalate )
Bilangan asam hasil produk = 16
Waktu tinggal rata-rata = 1,2 s
Superficial vapor velocity = 0,96 ft / s Volume tangki
V = ( • t) ρ
= (9,1 kg s • 1,2s) 1kg m3
= 10,914 m3 V’ = 1,2 • 10,914
= 13,1 m3
Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki (HS : DT = 3 : 2 )
Tutup dan alas tangki berbentuk torispherical dengan tinggi head (Hh) = 1/4 D (Brownell & Young,1959)
V total = V silinder + V tutup
= 13,1 = 1,221 D3
D = 3,27 m = 10,74 t ≈ 12 t
Hs = 1,5 • 3,27 m = 4,9 m = 16,11 t ≈ 17 t Hh = ¼ • 12 t = 3 t
Tebal dinding tangki (untuk butt joint)
Tebal silinder (dt) = (Peters & Timmerhaus, 1991)
Dimana : t = tebal dinding tangki bagian silinder (in) C = Corrosion allowance = 0,125
H = tinggi tangki (ft) D = diameter tangki (ft)
Dipilih tebal dinding standar = 1/4 in (Brownell & Young, 1959)
C.21 Desublimator (DE-01)
Fungsi : Mendesublimasi Asam Tereftalat yang tidak bereaksi untuk direcycle kembali ke reaktor.
Jenis : Rotary Double Pipe Heat Exchanger with Scraper Kondisi Operasi :
Fluida pendingin mengalir di daerah annulus dan arah aliran berlawanan dengan arah gas
DE-01 Produk
gas
Gas hasil desublimasi
Padatan hasil desublimasi Pendingin
Pendingin
Gambar C.2 Rotary Double Pipe Heat Exchanger
Umpan gas (tube)
ID = 30 in = 0,762 m
⁄
Menentukan U ( koefisien total transfer panas )
hi ( koefisien konveksi transfer panas gas panas dengan dinding ) dengan menggunakan persamaan Sieder –Tate :
8 3
harga c untuk gas adalah : 0.021 Fluida Pendingin (shell)
Jenis : Metanol-Air
diameter annulus De 10,4877cm 74
ho ( koefisien konveksi transfer panas fluida pendingin dengan dinding inner pipe ) dengan menggunakan persamaan Sieder –Tate :
8 3 . 0
1
Pr Re kl c
De ho =
harga c untuk viscos liquid adalah 0.027
⁄
ho hio Uc
1 1
1 =
Uc = 0,0472 ⁄
Uc Rd =Ud1 1
Ud = 0,0405 ⁄ Ao =
L=
Ldesign = 1.2 • L = 1.2 • 14 = 16,3 m
C.22 Condensor (CD-01)
Fungsi : Mengembunkan produk DMT dari campuran uap hasil desublimator Jenis : Condensor Partial ( Horizontal Shell – Tube HE , Cross Type ) Jumlah : 2 unit
Data :
Pendingin ( shell ) Umpan dari DE-01 ( Tube )
T1 = 30oC t1 = 220oC
T2 = 60 oC t2 = 72oC
Cp = 4,186 kJ/kg oC G = 143710,6022 lb/jam ΔP yang diizinkan = max 5 psi
Q = 9446360,1462 Watt Azas Black
Q terima = Q lepas
mt x Ct x ΔTt = ms x Cs x ΔTs mt x 4,186 x (30-60) = 62144057,2519
mt = 75,2219 kg/s
= 597008,7727 lb/jam
= Trial Ud = 29 Btu/( jam ft2 oF )
Dirancang:
shell – tube passes = 1 – 1
N = 674
OD tube = 1 in
ID shell = 37 in
B = 11,1 in
PT (triangular) = in
L = 20 ft
C’ = 0,25 in
Shell (n=1) Tube (n=1)
as =
at’ = 0,516 in2 Table
10
=
at =
= 0,5704 ft2 =
= 2,41 ft2
Gs = Gt =
=
=
= 523309,3698
lb/(jam)(ft2) = 29809,4649
lb/(jam)(ft2)
Fig. μs = 0,25 cP μt = 0,02 cP Fig.
14 14 Fig.
28 Ds = 0,99 in Dt = 0,81 in Table.
10
= 0,0825 ft = 0,0675 ft
Res =
Ret =
=
=
= 71360,3686 = 41573,1174
Table.
4 k =
0,067
Btu/(jam)(ft2)(oF/ft)
hi = 294,448
Btu/(jam)(ft2)(oF) ho = 247,5 Btu/(jam)(ft2)(oF) hio =
=
= 238,503
Btu/(jam)(ft2)(oF)
Uc =
= 121,45 Btu/(jam)(ft2)(oF) (Table 10) a” = 0,2618 ft2/ft
A =
=
= 3529,064 ft2 UD =
= 28,757 Btu/(jam)(ft2)(oF)
RD =
= 0,026 (jam)(ft2)(oF)/Btu
Rd hitungan lebih besar dari Rd allowable sehingga perancangan HE sudah memenuhi standard.
Pressure Drop
Shell Tube
Fig. 29
f = 0,0013 ft2/in2 f = 0,0001 Fig. 26
N+1 =
=
= 21,62
s = 1 s = 0,85
ΔP =
ΔP1 =
= 2,75 psi = 0,0006 psi
= 0,0001 Fig. 27
ΔP2 =
=
= 0,0005 psi
ΔPT = ΔP1 +ΔP2
= 0,0011 psi (memenuhi)
C.23 Condensor (CD-02)
Fungsi : Mengembunkan sebagian metanol dari udara pengering yang berasal dari Rotary Dryer RD-01
Jenis : Condensor Partial ( Horizontal Shell – Tube HE , Cross Type ) Jumlah : 1 unit
Data :
Umpan dari RD-01 ( shell ) Pendingin ( Tube )
T1 = 122oF t1 = 5oF
Tdew = 55,124oF t2 = 32oF T2 = 23 oF Cp = 0,81 Btu/lb oF G = 36836,7324 lb/jam
Cp = 0,24 Btu/lb oF
ΔP yang diizinkan = max 5 psi Q = 453183,4 Watt = 1532381,8573 Btu/jam Azas Black
Q terima = Q lepas
mt x Ct x ΔTt = ms x Cs x ΔTs
mt x 0,81 x (32-5) = 1532381,8573
mt = 70067,7575 lb/jam
Desuperheating area Condensing Area
Q = •Cp•ΔT
= 36836,7324 • 0,24 • (122-55,124)
Q = • + •
= 406,896•511,6079+ 89,096•1085,55
= 591238,0244 Btu/jam = 672158,5212 Btu/jam
Weigthed Temperature = 31,9063 oF Trial Ud = 15 Btu/( jam ft2 oF )
ID shell = 25 in
B = 37 in
PT (triangular) = in
L = 12 ft
C’ = 0,25 in
Shell (n=1) Tube (n=4)
as =
at’ = 0,516 in2 Table
10
=
at =
= 1,9014 ft2 =
= 0,566 ft2
Gs = Gt =
=
=
= 19373,5919
lb/(jam)(ft2) = 123998,4894
lb/(jam)(ft2) Fig.
14 μs = 0,02 cP μt = 3 cP Fig.
14 Fig.
28 Ds = 0,99 in Dt = 0,81 in Table.
10
= 0,0825 ft = 0,0675 ft
Res =
Ret =
=
=
= 33023,168 = 1152,8785 Fig.
28 jH = 170 jH = 4 Fig.24
Table.
4 k =
0,014
Btu/(jam)(ft2)(oF/ft)
k =
0,33
Btu/(jam)(ft2)(oF/ft) Prandtl = 0,75 Prandtl =
ho = √ hi = √
= 26,21 Btu/(jam)(ft2)(oF) = 51,0786
Btu/(jam)(ft2)(oF) hio =
=
= 41,3737
Btu/(jam)(ft2)(oF)
Uc =
=
= 16,0456 Btu/(jam)(ft2)(oF) (Table 10) a” = 0,2618 ft2/ft
A =
=
= 3309,152 ft2 UD =
=
= 14,5135 Btu/(jam)(ft2)(oF)
RD =
=
= 0,0066 (jam)(ft2)(oF)/Btu
Rd hitungan lebih besar dari Rd allowable sehingga perancangan HE sudah memenuhi standard.
Pressure Drop
Shell Tube
Fig. 29
f = 0,0016 ft2/in2 f = 0,0002 Fig. 26
N+1 =
=
= 6,48
ΔP =
ΔP1 =
= 0,86 psi = 0,0465 psi
= 0,0015 Fig. 27
ΔP2 =
=
= 0,024 psi
ΔPT = ΔP1 +ΔP2
= 0,0465 psi + 0,024 psi
= 0,0705 psi (memenuhi) C.24 Condensor (CD-03)
Fungsi : Mengembunkan sebagian hasil atas dari Menara Distilasi MD-01 untuk dikembalikan ke MD-01 sebagai reflux
Jenis : Condensor Partial ( Horizontal Shell – Tube HE , Cross Type Jumlah : 1 unit
Data :
Umpan dari MD-01 ( shell ) Pendingin ( Tube ) T1 = 65,1674oC t1 = 25oC = 77oF T2 = 64,8569 oC t2 = 40oC = 104oF G = 61086,16568 lb/jam Cp = 4,184 kJ/kg oC
ΔP yang diizinkan = max 5 psi
Q = 17289136,9073 Watt = 62144057,2519 kJ/jam Azas Black
Q terima = Q lepas
mt x Ct x ΔTt = ms x Cs x ΔTs
mt x 4,184 x (40-25) = 62144057,2519
mt = 275,0516 kg/s
= 2182985,549 lb/jam
=
Trial Ud = 150 Btu/( jam ft2 oF )
58901195,3943
Dirancang:
shell – tube passes = 1 – 2
N = 664
OD tube = 1 in
ID shell = 25 in
B = 37 in
PT (triangular) = in
L = 20 ft
C’ = 0,25 in
Shell (n=1) Tube (n=2)
as =
at’ = 0,516 in2 Table
10
=
at =
= 1,9014 ft2 =
= 1,19 ft2
Gs = Gt =
=
=
= 32077,2877
lb/(jam)(ft2) = 919259,3258
lb/(jam)(ft2) Fig.
14 μs = 1 cP μt = 0,5 cP Fig.
14 Fig.
28 Ds = 0,99 in Dt = 0,81 in Table.
10
= 0,0825 ft = 0,0675 ft
Res =
Ret =
=
=
= 40,0676 = 51280,9955
Table.
4 k =
0,13
Btu/(jam)(ft2)(oF/ft)
hi = 1000 Btu/(jam)(ft2)(oF)
Fig
12.9 ho = 325 Btu/(jam)(ft2)(oF) hio =
=
= 810Btu/(jam)(ft2)(oF)
Uc =
= 231,9383 Btu/(jam)(ft2)(oF) (Table 10) a” = 0,2618 ft2/ft
A =
=
= 3476,704 ft2 UD =
= 147,2872 Btu/(jam)(ft2)(oF)
RD =
= 0,0025 (jam)(ft2)(oF)/Btu
Rd hitungan lebih besar dari Rd allowable sehingga perancangan HE sudah memenuhi standard.
Pressure Drop
Shell Tube
Fig. 29
f = 0,0013 ft2/in2 f = 0,0002 Fig. 26
N+1 =
=
= 6,48
s = 0,001 s = 1
ΔP =
ΔP1 =
= 1,4 psi = 0,0465 psi
= 0,0015 Fig. 27
ΔP2 =
=
= 0,024 psi
ΔPT = ΔP1 +ΔP2
= 0,0465 psi + 0,024 psi
= 0,0705 psi (memenuhi) C.25 Crystalizer (CR-01)
Fungsi : Mengkristalisasi produk DMT dan sisa AT yang tidak bereaksi dari hasil kondensasi CD-01
Jenis : Agitated Jacket-Vessel with Draft-Tube Jumlah Alat : 2 unit
Gambar C.4 Agitated Jacket-Vessel Crystalyzer with Draft-Tube Data :
Q load = 711039 Watt
Umpan Gas ( Inner vessel) Pendingin (jacket)
Tin = 73oC Tin = 5oC
Tout = 10 oC Tout = 25oC
Cp metanol = 2500 J/kgoC Cp air = 4.187 J/goC Viskositas metanol rata-rata=0,4 cP =
0,0004 kg/ms Viskositas air = 0,01 g/cm s Konduktivitas = 0,5 Watt/m C Konduktivitas = 0,35 Btu/jam oF ft
Densitas slurry = 1000 kg/m3
U ( koefisien overall transfer panas ) menurut ( Perry ,1984) untuk Agitated – Tank Crystalyzer berkisar 50 – 200
F
Menghitung kebutuhan air pendingin :
( )
s Luas penampang aliran air pendingin dalam annulus
= 672,3132 cm2
Diameter ekivalen = ODinnervessel aliran
Kecepatan aliran air pendingin dalam jacket
a’ = 12,6296 cm s
harga c untuk viscos liquid adalah 0.027
⁄
Menentukan harga koefisien perpindahan panas overall ,Uc
hio
Ao , Luas permukaan transfer panas berdasarkan luas bagian luar dari inner vessel :
Ao =
Menghitung Power motor untuk menggerakkan pengaduk :
Jenis pengaduk adalah tipe down-pumping axial-flow impeller, yang menurut Mc.Cabe lebih menghemat energi dibandingkan dengan yang jenis radial untuk pengadukan vessel. Dipakai jenis Pitched-blade turbine ( 45o )
Number of power bisa dilihat pada fig 1.31 ( Nagata,1975 ) ,Np = 1,2
Diameter pengaduk = 3 ft
Tinggi blade = 3ft/8 = 4,5 in
Jumlah pengaduk = 2, Untuk H/D = 1 dibutuhkan 1 set pengaduk.
Power yang dibutuhkan gc Da Da = Diameter impeller gc = gravitasional conversion N = kecepatan putaran pengaduk
Diperoleh hitungan Power = 4,76 hp
Dengan perkiraan efisiensi motor berkisar 75 % , power standar motor yang dibutuhkan 7,5 hp
Estimasi Waktu Kristalisasi ( Mc. Cabe,1985 )
Metode estimasi waktu kristalisasi ini hanya berlaku untuk sistem Mixed Supension – Mixed Product Removal ( MSMPR ). Ukuran kristal yang
diinginkan adalah berkisar 20 Mesh = 0,833 mm. Dengan bantuan bilangan tak
G = kecepatan growth kristal, diestimasi secara kasar dengan order 10-4 m/h
= waktu growth yang dibutuhkan
Pada Fig 28-16, ( Mc.Cabe 1985 ) bisa dilihat dZ
dXm yang optimum terjadi pada
Z=3. Pada Z=3, akan terbentuk kristal dengan ukuran L yang paling banyak.
jam jam
Slurry = 18967,8163 kg/jam =
jam
Volume tangki = 67,24 m3
Waktu tinggal= t 3,545 jam yang berasal dari condenser CD-01 sudah terdapat kristal dan adanya seed
Diameter pipa pemasukan atau pengeluaran Feed hasil Recycle dari TS-03
Dipakai carbon steel G = 0,01258 kg/s
Diameter pipa standar yang dipakai dengan NPS = 1/8 in, Schedule Number
=40, dengan thickness 0,068 in ( Brownel and Young,1959) Feed hasil Condenser CD-01
Dipakai carbon steel G = 5,2502 kg/s
( densitas feed ) sekitar 1000 kg/m3
=40, dengan thickness 0,154 in ( Brownel and Young,1959) Outlet
Dipakai carbon steel G = 5,2627 kg/s
=40, dengan thickness 0,154 in ( Brownel and Young,1959)