• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rotary Dryer (RD-01)

Dalam dokumen LAMPIRAN A PERHITUNGAN NERACA MASSA (Halaman 146-168)

PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERLATAN

C.27 Rotary Dryer (RD-01)

Fungsi : Untuk mengurangi kadar metanol produk padatan DMT sampai 0,05%

Jenis alat : Direct contact type , co-current rotary dryer Alasan :

- Proses kontinu

- Direct dryer lebih ekonomis dan sederhana dalam hal konstruksi - Cocok untuk free-flowing particle atau granular

- Co-current flow dengan alasan agar gas pengering input yang masih panas berkontak dengan padatan DMT input yang masih basah. DMT memiliki tekanan uap yang cukup besar untuk menguap, sehingga padatan DMT yang sudah kering akan berkontak dengan gas pengering yang sudah relatif rendah suhunya

RD-01

Gambar C.6 Co-current Rotary Dryer

Udara pemanas masuk : 150oC Udara pemanas keluar : 50oC Banyak udara yang dibutuhkan : 4,396 kg/s

Kecepatan udara di dalam mantel rotary dryer biasanya antara 0,5-50 kg/(s.m2) (hal 12-55, Perry,1999),untuk desain alat diambil 1kg/(s.m2).

udara

Diameter rotary dryer biasanya antara 0,2-3 m (hal.12-56, Perry, 1999), sehingga desain diameter terpenuhi.

b. Menentukan panjang rotary dryer

Untuk direct rotary dryer, perbandingan panjang dan diameter (L : D) = 4 : 1 (Perry, 1999), sehingga:

L = 4 x D = 4 x 2,366 m = 9,47 m

Diambil overdesign sebesar 20 % dengan alasan safety design : L = 12 meter c. Menentukan putaran rotary cooler

Kecepatan putaran linear (v) dari rotary cooler dioperasikan antara 60-75ft/mnt (hal. 12-54, Perry,1999), untuk desain alat diambil 65 ft/mnt.

d. Hold-up padatan

Hold-up padatan berkisar 10 -15 % ( Perry, 1984 ) Diambil harga 10 %

Volume Rotary = D2L

14 = 43,96 m3 Hold up = 0,143,96m3 =4,396m3 Kecepatan umpan = 2,3372 kg/s

/ 3

1283 kg m s=

Kecepatan volumetris umpan =

Padatan = 2,3372 kg/s = 491,4815 solidkering2 ft

Dari persamaan Friedman and Marshall diperoleh :

4815

C.28 Menara Destilasi (MD-01)

Fungsi : Merecycle sisa metanol yang tidak bereaksi dengan memperoleh hasil metanol dengan kemurnian 99,4 ( % massa ) pada sisi enriching dan membuang air hasil reaksi esterifikasi pada sisi stripping

Jenis : Complete Fractionating Tray Columns Jumlah : 1 unit

Reflux : 1

Efisiensi Plate & Jumlah Actual Plate:

Estimasi e isiensi plate menggunakan kolerasi O’connell pada ig 11.13 ( Coulson,1983 ).

Relative volatility light komponent pada bagian atas Menara Distilasi : 5310

Relative volatility light komponent pada bagian bawah Menara Distilasi : 2408

Relative volatility light komponent rata-rata : 8859

average = 1.1658

Pada fig 11.13 pada Coulson,1983 bisa dibaca dengan harga  average = 1.1658

diperoleh efisiensi plate berkisar 45 %.

Kebutuhan actual plate = 11 ( termasuk reboiler partial dan condensor partial ) x 100/45 =24.4444 plate.

Dipakai 23 plate + 1 unit reboiler partial + 1 unit condensor partial.

Feed plate juga harus dikoreksi, feed 1 berupa uap masuk pada spacing antara plate 4 dan 5 , feed 2 berupa uap masuk pada spacing antara plate 11 dan 12, dan feed 3 berupa liquid masuk pada downcomer menuju plate 13

Menentukan Diameter Coloum dengan Sieve -Tray:

 Berdasarkan kecepatan uap maksimum yang diperbolehkan agar entrainment dan pressure drop kecil.

Persamaan 42 dan 43 merupakan persamaan Souder & Brown yang bisa digunakan untuk mengestimasi kecepatan uap maksimum dan diameter coloum.

(

0.171 2 0.27 0.047

)

÷÷0.5

ø çç ö

è

æ 

= v

v lt L

lt

Uv

……… ( 42 )

Uv v Dc Vw

= 4 ……… ( 43 )

dengan ;

Uv = kecepatan uap maksimum , m/s lt = plate spacing , m

Dc = diameter coloum, m

Vw = maksimum vapor rate , kg/s

Jenis plate yang digunakan adalah Sieve-plate. Tipe Sieve plate merupakan tipe yang paling sederhana, paling murah ( berkisar 1/3 dari harga bubble cap ) dan pressure drop yang lebih kecil. Liquid tertahan ( tidak jatuh melalui lubang tray ) hanya karena ditahan oleh uap. Sehingga sieve tray tidak bisa digunakan untuk vapor flow rate yang rendah karena weeping akan terjadi. Weeping terjadi bila liquid jatuh melalui lubang karena uap tidak mampu menahan liquid di lubang.

Untuk Sieve tray : ( Winkle. M.V.) Diameter Coloum berkisar 1 -24 ft Plate spacing untuk Sieve tray :

 Coloum diameter ,2.5-4 ft ; 18 in

 Coloum diameter ,5 - 24 ft ; 24-36 in Di trial plate spacing = 2.5 ft = 30 in

Karena feed 1 berupa uap dan flow ratenya sangat besar dibandingkan feed 2 dan 3 maka menara dapat dibagi atas dua bagian yaitu : menara bagian atas ( plate 1 – 4 ) dan menara bagian bawah ( plate 5 – 23 )

Bagian atas menara T = 64,8569oC = 338,0069 K

BMM = 32,042 BMA = 18,02

D = 1749,7593 kmol/ jam V = 3499,5186 kmol/jam

XDM = 0,9894 YOM = 0,9736

XDA = 1-0,9894 = 0,0106 YOA = 1-0,9736 = 0,0264 XM =

= 15,4084 kg/s VM =

= 30,4239 kg/s

XA =

= 0,093 kg/s VA =

= 0,4709 kg/s

L = 15,5014 kg/s V = 30,8948

Bagian bawah menara T = 98,6256oC = 371,7756 K

BMM = 32,042 BMA = 18,02

D = 1729,6950 kmol/ jam V = 2012,1383 kmol/jam

1. Berdasarkan kecepatan uap maksimum Menara bagian atas

T = 338,01 K

L = 15,5014 Kg/s V = 30,7872 kg/s

Fraksi berat tiap komponen

xi BM,i xi * BM,i wi rho,i wi/rho,i

ft

Menara Bagian Bawah T = 372,55 K

L = 14,9717 kg/s

V = 17,616 kg/s

Fraksi Berat Tiap Komponen

xi BM,i xi * BM,i Wi rho,i wi/rho,i

2. Berdasarkan Kecepatan Flooding

 Menara bagian Atas

= 0,12 √

= 3,1489 m/s

Uf design = 3,1489 • 0,8 = 2,5191 m s

An =

Downcomer area = 12 %

Ac =

Dc = √ = 3,9283 m = 12,89 ft

 Menara bagian Bawah Lt = 0,762 m

Flv = = = 0,0306 K1 = 0,125 (Fig 11.27)

Kecepatan Flooding

= 0,125 √

= 3,4696 m/s

Uf design = 3,4696 • 0,8 = 2,7757 m s An =

Downcomer area = 12 %

Ac =

Dc = √ = 2,9844 m = 9,79 ft

 Design

Menara bagian atas menggunakan :

 Diameter coloum = 15 ft = 4, 572 meter

 Ac = 176,625 ft2 = 16,409 m2 Menara bagian bawah menggunakan :

v v L

f K

u

 

= 1

 Ac = 94,985 ft2 = 8,8244 m2

Menentukan jenis aliran :

*Menara bagian atas

QL max = 0,0195 m3/s

Dari fig 11.28 Coulson diperoleh flow pattern Single Pass (Cross Flow) Ad = 1,9691 m2

An = Ac-Ad= 14,4399 m2

Aa = Ac-2Ad = 12,4708 m2

Ah = 0.08Aa= 0,9977 m2

Ad/Ac = 0,12

dari fig 11.31 Coulson diperoleh lw/Dc =0.77 lw = 3.5204 meter = 11,55 ft

Diameter Menara, Dc = 15 ft Panjang Weir, lw = 11,55 ft Tinggi Weir ,hw =2 in Diamater hole, dh = 0.25 in Tebal plate = 3/16 in

Material = Carbon Steel

* Menara bagian bawah

Q max = 0,0186 m3/s

Dari fig 11.28 Coulson diperoleh flow pattern Single Pass (Cross Flow)

Ad = 1,0589 m2

An = Ac-Ad= 7,7655 m2 Aa = Ac-2Ad = 6,7065 m2 Ah = 0.08Aa= 0,5365 m2

Ad/Ac = 0,12

dari fig 11.31 Coulson diperoleh lw/Dc =0.77 lw = 2,5817 meter = 8,47 ft

Diameter Menara, Dc = 11 ft Panjang Weir, lw = 8,47 ft Tinggi Weir ,hw = 2 in Diamater hole, dh = 0.25 in Tebal plate = 3/16 in

Material = Carbon Steel Ket :

Ad = down comer area An = net flow area Aa = active area Ah = hole area

Layout Plate : Menara bagian atas :

Digunakan cartrige-type construction dengan 2 in unperforated strip around plate edge dan 2 in wide calming zones.

* Perforated Area

dari Fig 11.32, pada lw/Dc = 0.77 - teta = 98 o

- alfa = 82 o

- Panjang rata-rata unperforated edge strips =

21,3948 m - Luas unper orated edge strips, Aup = 0,00508 • 21,3948 = 0,1087 m2 - Luas calming zone , Acz = 2•0,00508•(Dc-2•0,00508) = 0,0357 m2 - Luas total tersedia untuk perforasi , Ap =Aa - (Aup+Acz) = 12,3265 m2 - Ah/Ap = 0,809

- Ip/dh = 3.0 ( Fig 11.33 ) - Hole pitch, Ip = 0.75 in

- Luas 1 lubang = 3.1653 E-05 m2

Menara bagian bawah :

Digunakan cartrige-type construction dengan 2 in unperforated strip around plate edge dan 2 in wide calming zones.

* Perforated Area

dari Fig 11.32, pada lw/Dc = 0.77 - teta = 98 o

- alfa = 82 o

- Panjang rata-rata unperforated edge strips = 15,67 m - Luas unperforated edge strips, Aup = 0,08 m2

- Luas calming zone , Acz = 0,0261 m2

- Luas total tersedia untuk perforasi , Ap = 6,6 m2 - Ah/Ap = 0,0813

- Ip/dh = 3.0 ( Fig 11.33 ) - Hole pitch, Ip = 0.75 in

- Luas 1 lubang = 3.1653 E-05 m2 - Jumlah lubang = 16950 unit Tinggi Menara :

- Diameter coloum atas = 15 ft - Diameter coloum bawah = 11 ft - Jarak dari plate teratas = 4 ft - Jarak dari plate terbawah = 5 ft - Jumlah plate = 23

- Tebal plate = 0.1875 in

- Tinggi penyangga menara = 12.5 ft

- Tinggi head +tebal head = 90,625 in - Tinggi total = 92 ft

- H/D = 6,1

Tebal dinding dan Head Menara :

Persamaan empirik yang digunakan untuk mengestimasi thickness vessel yaitu ; P C

E f

Ri

t P

= 

6 .

0 ………( 52 ) ( Brownel & Young , 1959)

t = Thickness shell coloum, in

Spesifikasi Menara bagian atas ( plate 1-4 ):

Bahan konstruksi adalah Baja SA – 283 , grade D dengan f = 12650 psia

 Welded joint efficiency = 0.85, specified by ASME

 Tekanan operasi = 1 atm = 14.7 psia

Pada menara bagian atas, pengaruh wind load ataupun gempa akan kecil:

Untuk alasan keamanan dipakai coloum dengan thickness 5/16 in = 0.3125 in.

Spesifikasi Menara bagian bawah ( plate 5-23 ):

Bahan konstruksi adalah Baja SA – 283 , grade D dengan f = 12650 psia

 Welded joint efficiency = 0.85, specified by ASME

 Tekanan operasi = 1 atm = 14.7 psia

Torispherical head cukup kuat dan harganya cukup ekonomis.

Menentukan thickness head menggunakan persamaan empirik ;

C

Cs = Stress concentration factor = ÷÷

ø

Untuk mencegah terjadinya buckling maka harga Rk / Rc harus lebih besar dari 0.06 dan Rc = ID shell. Bahan kontruksi head terbuat dari bahan yang sama dengan dinding coloum yaitu Baja SA – 283 , grade C dengan f = 12650 psia.

*Menara bagian atas :

8 untuk alasan keamanan dipakai t untuk = 3/8 =0.375 in .

*Menara bagian bawah :

8

Saluran masuk

Diameter pipa yang lebar akan menyebabkan capital cost menjadi besar sedangkan bila diameter pipa yang kecil akan menyebabkan friction cost meningkat. Diameter pipa yang optimum menurut Coulson, 1983 adalah ;

- Untuk carbon steel :

Dipakai carbon steel ; G = 12,8571 Kg /s dan  ( densitas feed ) sekitar 1 Kg / m3. Doptimum=282(12,8571)0.52(1)0.37 =1064.15mm=42inchi

Diameter pipa standar yang dipakai adalah = 42 in OD, dengan thickness 0.375 in ( Brownel and Young,1959).

Feed 2

Dipakai carbon steel ; G = 2.9127 Kg /s dan  ( densitas feed ) sekitar 1 Kg / m3. Doptimum=282(2.9127)0.52(1)0.37 =491.68mm=20inchi

Diameter pipa standar yang dipakai adalah = 20 in OD, dengan thickness 0.375 in ( Brownel and Young,1959).

Feed 3

Dipakai carbon steel ; G = 0.1141 Kg /s dan  ( densitas feed ) sekitar 850 Kg / m3. Doptimum=282(0.1141)0.52(850)0.37 =7.52mm=0.3inchi

Diameter pipa standar yang dipakai adalah 0.25 NPS = 0.364 in. ID, dengan Schedule Number = 40 ( Brownel and Young,1959)

C.29 Reboiler (RE-01)

Fungsi : Menguapkan sebagian hasil bawah dari Menara distilasi ( MD-01 ) untuk dikembalikan ke MD-01

Jenis : Kettle Reboiler Jumlah : 2 unit

Data :

Umpan dari RD-01 ( shell ) Steam jenuh

T1 = 98,6256 oC t1 = 112,7778 oC = 385,9278 K T2 = 99,308oC Tekanan = 1,5631 atm G = 61086,16568 lb/jam Latent heat : 2221,75 kJ/kg

ΔP yang diizinkan = max 5 psi

Q = 16454916,0107 Watt = 59031410,1666 kJ/jam = 55950975,4976 Btu/jam Azas Black

Q terima = Q lepas

mt x Ct x ΔTt = ms x U

16454916,0107 = ms x 2221,75

ms = 7,3805 kg/s

= 58576,3303 lb/jam

Karena tube–passes = 2 maka LMTD harus dikoreksi : 0207

Dari Fig 18 Kern, Ft; faktor koreksi mendekati harga 1

Trial Ud = 290 Btu/( jam ft2 oF )

L = 16 ft

 Diameter shell diambil 2 kali dari diameter bundle

 Weir lebih tinggi 5 in dari diameter bundle

Diameter bundle = 37,3747 38

Mengecek harga Rd dan Q flux maksimum

Tube side ; steam pemanas Jumlah tube passes = 2 sehingga

hr

Asumsi untuk steam menurut Kern 1950 adalah hio = 1500

oF ft jam

Btu 2

Shell side ; Vaporization process

Perpindahan panas secara konveksi pada bagian shell side berlangsung secara konveksi alamiah. Besarnya harga konveksi ini bisa dilihat pada Fig 15.11 ( Kern,1950 ).

Harga konveksi adalah sebanding dengan selisih suhu dinding dan suhu fluida dan untuk mempermudah perhitungan diambil harga 20 oF.

oF ft jam

ho=1000 Btu 2 terbaca pada grafik Fig 15.11

Ud dan Panjang tube

Rd hitungan sudah memenuhi kriteria.

Q flux

Menurut Kern , heat flux maksimum untuk water adalah 30.000 Btu/jam ft2 Harga terhitung lebih kecil dari heat flux maksimum.

Pressure drop

 Shell side

Pressure drop pada shell side sangat kecil dan diabaikan.

 Tube-side

g

IDtube = Diameter dalam tube, feet n = Jumlah tube pass

L = Panjang tube, feet

s = Specific gravity rata-rata antara vapor dan liquid f = Friction factor, diperoleh pada Fig 26

C.30 Blower (BL-01)

Fungsi : Menaikkan tekanan dari uap metanol hasil atas dari MD-01 Jenis : Centrifugal Blower

Jumlah : 1 unit

Jenis uap = Uap metanol dan sedikit air

Fraksi massa metanol = 99,4 %

Mass-Flow rate gas, m = 15,5012 kg/s 34,16464 lb/s

Suhu inlet, Ti = 64,856 oC

Tekanan inlet, Pi = 1 atm

Tekanan outlet, Po = 1,75 atm

Cp campuran gas = 50 J/gmol oC

R, tetapan gas ideal = 8,314 J/gmol oC

γ = = 1,2

Compression ratio (r= = 1,75

Suhu outlet = 97,8183 oC Densitas = 0,0721 lb/ft3 Volumetric-Flow rate gas = 28450,5225 ft3/menit

rpm = 3000

Efisiensi = 75 %

Brake Horse Power (hp) = 1443,85849 hp

Brake Horse Power 1500 hp

C.31 Fan (F-01)

Fungsi : Mengalirkan gas panas hasil furnace untuk dijadikan pemanas pada HE-02

Jenis : Centrifugal Exhaust Fan Jumlah : 1 unit

Titik (1), Furnace Titik (2), output fan

Suhu, oC 440 440

Suhu , K 713,15 713,15

Tekanan, atm 1 1

Velocity, m/s 0 50

Density, kg/m3 0,5468 0,5468

Mass flow-rate, kg/s 5 5,0000

Q, m3/s 9,1439 9,1439

Pressure head ,m 18908,3206 18908,3206

Velocity head,m= 0 127,5510

Friction loss by HE-02, m ( ) = 9647,1024 Pressure drop Friction loss by VP-03, m ( ) = 7203,1698 Pressure drop Head total, m = 16977,8231

Head total, ft = 5174,8405

Q, ft3/s = 322,9145

-Ws, hp (

= 103,7108

Effisiensi = 0,7 Mc.Cabe

-Ws, hp = 148,1583

Motor standard, hp = 150 Ludwig

C.32 Fan (F-02)

Fungsi : Mengalirkan udara pengering dari unit utilitas ke HE-02 dan RD-01 Jenis : Centrifugal Exhaust Fan

Jumlah : 1 unit

Suhu, oC 25 25

Suhu , K 298,15 298,15

Tekanan, atm 1 1

Velocity, m/s 0 50

Density, kg/m3 1,3079 1,3079

Mass flow-rate, kg/s 4,3960 4,3960

Q, m3/s 3,3610 3,3610

Pressure head ,m 7905,0912 7905,0912

Velocity head,m 0 127,5510

Friction loss by HE-02, m ( ) = 806,6420 Pressure drop Friction loss by RD-01, m ( ) = 1075,5226 Pressure drop Friction loss by CN-02, m ( ) = 15,9998

Friction loss by CD-02, m ( ) = 209,2662 Head total, m = 2234,9817

Head total, ft = 681,2224

Q, ft3/s = 118,6941

-Ws, hp (

= 12,0034

Effisiensi = 0,70 Mc.Cabe

-Ws, hp = 17,1477

Motor standard, hp = 20 Ludwig

C.33 Fan (FAN-03)

Fungsi : Mengalirkan produk gas ke MD-01 melalui DE-01, CN-03, dan CD-01 Jenis : Centrifugal Fan

Jumlah : 2 unit

Titik (1), Unit Utilitas Titik (2), output fan

Suhu, oC 220 220

Suhu , K 493,15 493,15

Tekanan, atm 1 1

Velocity, m/s 30 30

Density, kg/m3 0,7908 0,7908

Mass flow-rate, kg/s 9,0993 9,0993

Q, m3/s 9,0993 9,0993

Pressure head ,m 11,5071 11,5071

Velocity head,m 13075,2833 13075,2833

Friction loss by DE-01, m ( ) = 1778,9501 Friction loss by CN-03, m ( ) = 7,7298 Friction loss by CD-01, m ( ) = 61,1233 Head total, m = 1847,8032

Head total, ft = 563,2104

Q, ft3/s = 406,3697

-Ws, hp (

= 20,5416

Effisiensi = 0,70 Mc.Cabe

-Ws, hp = 29,3451

Motor standard, hp = 30 Ludwig

Dalam dokumen LAMPIRAN A PERHITUNGAN NERACA MASSA (Halaman 146-168)

Dokumen terkait