• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tangki Akumulator Hasil Recycle dari Desublimator (B-04)

Dalam dokumen LAMPIRAN A PERHITUNGAN NERACA MASSA (Halaman 71-85)

PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERLATAN

C.5 Tangki Akumulator Hasil Recycle dari Desublimator (B-04)

Fungsi : Sebagai akumulator asam tereftalat padatan hasil recycle dari desublimator

Jumlah : 1

Kondisi Penyimpanan : 30oC, 1atm Bahan Konstruksi : Carbon Steel

Bentuk : Silo dengan bagian bawah dilengkapi dengan sistem air lock , untuk mengumpan AT pada uap metanol

Kebutuhan : 297,7901 kg/jam

Massa : = 7146,962724 kg

ρ : 1510 kg/m3

Volume :

Safety factor 20%

Vt = 1,2 • V

Do = 1 3 • = 0,5267 m = 1,72794 t ≈ 2 t Tebal dinding tangki (untuk butt joint)

Tebal silinder (dt) = (Peters & Timmerhaus, 1991)

Dimana : t = tebal dinding tangki bagian silinder (in) C = Corrosion allowance = 0,125

H = tinggi tangki (ft) D = diameter tangki (ft)

Dipilih tebal dinding standar = 3/16 in (Brownell & Young, 1959) C.6 Cyclone (CN-01)

Fungsi : Memisahkan inert berupa logam-logam yang tidak tersublimasi dari uap metanol

Jenis : Reverse Flow Centrifugal separators Alasan pemilihan , Table 10.11 Coulson :

 Menghemat tempat

 Minimum particle size = 10 μm

 Minimum Loading = 2500 mg/m3

 Typical gas velocity = 10 -20 m/s

 Pressure drop = 10-70 mmH2O Data :

- Densitas gas diperkirakan 1 kg/m3 - Viskositas gas diperkirakan 0,02 cP - kuran debu logam berkisar 20 μm - Densitas partikel : 2500 kg/m3

- Flow rate gas = 18,19 kg/s = 18.19 m3/s

Dicoba 4 unit cyclones secara paralel ; Flow rate gas per cyclones

m s m s

3 3

5475 , 4 4

19 ,

18 =

= Inlet velocity =15 m/s

Area of inlet duct 2

Scaling Factor :

12

d1 Diameter rata-rata partikel yang diseparasi pada kondisi standard dengan tingkat effisiensi yang dipilih

d2 Diameter rata-rata partikel yang diseparasi pada desain dengan tingkat effisiensi yang sama

Dc1 Diameter dari standard cyclones, 8 in ( 203 mm ) Dc2 Diameter dari cyclones yang didesain

Q1 Standard Flow rate;

- Untuk high eficiency, 223 m3/jam

- Untuk high throughput design , 669 m3/jam Q2 Flow rate dari desain, m3/jam

1

 Perbedaan densitas solid-fluida pada kondisi standard, 2000 kg/m3

2

 Perbedaan densitas solid-fluida pada desain, kg/m3

1 Viskositas fluida standard ( air ,1 atm, 20oC ) , 0.018 cP

Diperoleh e isiensi sekitar 90 untuk partikel 20μm ( memenuhi )

Untuk partikel yang berukuran 5 μm, e isiensi masih bisa mencapai 50 , sedangkan untuk ukuran partikel yang lebih besar dari 30μm , e isiensi melebihi 95

Pressure drop:

Area of inlet duct, A1 = 0,5 Dc x 0,2 Dc = 0,1 x 1,741 x 1,741 m = 0,3031 m2

Cyclone surface area, As = π x Dc x (1,5 Dc + 2,5 Dc) = 3,14 x 4 x 1,7412

= 38,07 m2

= 0,628

ϕ = 0,95

Area of exit pipe =

{ [ (

)] }

{ [ ] }

C.7 Cyclone (CN-02)

Fungsi : Memisahkan padatan DMT yang mengalami dusting pada udara pengering Rotary Dryer ( RD-01 )

Jenis : Reverse Flow Centrifugal separators Alasan pemilihan , Table 10.11 Coulson :

 Menghemat tempat

- Densitas gas diperkirakan 1 kg/m3 - Viskositas gas diperkirakan 0,018 cP

- Ukuran DMT yang mengalami dusting berkisar 48-100 esh - Densitas partikel : 1283 kg/m3

- Flow rate gas = 4.396 kg/s = 4,396 m3/s Dicoba 1 unit cyclones secara paralel ;

Flow rate gas per cyclones

m s

Inlet velocity =15 m/s

Area of inlet duct 2

Scaling Factor :

12

d1 Diameter rata-rata partikel yang diseparasi pada kondisi standard dengan tingkat effisiensi yang dipilih

d2 Diameter rata-rata partikel yang diseparasi pada desain dengan tingkat effisiensi yang sama

Dc1 Diameter dari standard cyclones, 8 in ( 203 mm ) Dc2 Diameter dari cyclones yang didesain

Q1 Standard Flow rate;

- Untuk high eficiency, 223 m3/jam

- Untuk high throughput design , 669 m3/jam Q2 Flow rate dari desain, m3/jam

1

 Perbedaan densitas solid-fluida pada kondisi standard, 2000 kg/ m3

2

 Perbedaan densitas solid-fluida pada desain, kg/ m3

1 Viskositas fluida standard ( air ,1 atm, 20oC ) , 0.018 cP hampir semua DMT akan terpisahkan

Pressure drop:

Area of exit pipe =

{ [ (

)] }

{ [ ] }

C.8 Cyclone (CN-03)

Fungsi : Memisahkan padatan AT yang sedikit basah hasil desublimasi pada ( DE-01 )

Jenis : Reverse Flow Centrifugal separators Alasan pemilihan , Table 10.11 Coulson :

 Menghemat tempat

 Minimum particle size = 10 μm

 Minimum Loading = 2500 mg/m3

 Typical gas velocity = 10 -20 m/s

 Pressure drop = 10-70 mmH2O Data :

- Densitas gas diperkirakan 1 kg/m3 - Viskositas gas diperkirakan 0,02 cP

- Ukuran AT yang basah berkisar 10 – 100 m - Densitas partikel : 1500 kg/m3

- Flow rate gas = 9,06 kg/s = 9,06 m3/s Dicoba 2 unit cyclones secara paralel ;

Flow rate gas per cyclones 4,53 2

06 ,

9 3

=

= m s

Inlet velocity =15 m/s

Scaling Factor :

12

d1 Diameter rata-rata partikel yang diseparasi pada kondisi standard dengan tingkat effisiensi yang dipilih

d2 Diameter rata-rata partikel yang diseparasi pada desain dengan tingkat effisiensi yang sama

Dc1 Diameter dari standard cyclones, 8 in ( 203 mm ) Dc2 Diameter dari cyclones yang didesain

Q1 Standard Flow rate;

- Untuk high eficiency, 223 m3/jam

- Untuk high throughput design , 669 m3/jam Q2 Flow rate dari desain, m3/jam

1

 Perbedaan densitas solid-fluida pada kondisi standard, 2000 kg/m3

2

 Perbedaan densitas solid-fluida pada desain, kg/m3

1 Viskositas fluida standard ( air ,1 atm, 20oC ) , 0.018 cP

Fig 10.46 harus dikoreksi dengan factor scaling. Cara scaling sudah tersedia di Coulson,1983

Ukuran Padatan,m Efisiensi , %

10 70

20 90

30 92.5

40 95

50 96

75 97

100 98

Pressure drop:

Area of inlet duct, A1 = 0,5 Dc x 0,2 Dc = 0,1 x 1,738 x 1,738 = 0,302 m2

Cyclone surface area, As = π x Dc x (1,5 Dc + 2,5 Dc) = 3,14 x 4 x 1,7382

= 37,94 m2

= 0,628

ϕ = 0,95

Area of exit pipe =

{ [ (

)] }

{ [ ] }

C.9 Vaporizer (VP- 01)

Fungsi : Menghasilkan uap metanol jenuh ( suhu 79 oC dan tekanan 1.7 atm ) dengan memanfaatkan panas dari combustion gas dari Furnace FU- 01

Jenis : Forced-circulation Vaporizer Data :

Spesifikasi fluida pada shell-side :

 Jenis fluida : metanol 99,4 % massa

 Suhu inlet metanol liquid pada HE : 25 oC / 77 oF

 Suhu outlet metanol vapor + liquid pada HE : 79 oC / 174,2 oF

 Tekanan : 1,7 atm

 Fraksi terevaporasi : 80 %

 Mass flow rate metanol liq inlet : 1,0362 kg/s = 8221,6501 lb/jam

 Mass flow rate metanol liq fresh : 0,8290 kg/s

 Mass flow rate metanol recycle : 0,2072 kg/s

 Suhu mix inlet : 35,8 oC / 96,44 oF

 Latent heat : 2216 kJ/kg

Spesifikasi fluida pada Tube-side :

 Jenis fluida : gas hasil pembakaran dari Furnace FU-01

 Tekanan sistem : 1 atm

 Mass flow rate : 6,608 lb/s = 23788,69 lb/jam

 Suhu inlet pada HE : 275,3 oC / 527,5 oF

 Cp gas : 1050 J/kgoC = 0,2508 Btu/lboF

Panas yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu dan menguapkan metanol:

Btu jam Q=3477915,2407

F

Preheating Area :

Tujuan : untuk memanaskan metanol dari suhu 96,44 oF sampai suhu 174,2 oF.(

sensible heat ). Dari neraca panas diketahui pemanas gas masuk pada preheating area pada suhu 343,1533 oF dan keluar pada suhu 235,987 oF. Panas yang terlibat pada preheating area adalah

( )

F

LMTD pada preheating area :

F

Vaporizing Area :

Tujuan : untuk menguapkan metanol pada suhu 174,2 oF dan tekanan 1,7 atm. ( latent heat ). Dari neraca panas diketahui pemanas gas masuk pada preheating area pada suhu 527,5oF dan keluar pada suhu 343,1533 oF. Panas yang terlibat pada preheating area adalah 2838599,7291 Btu/jam.

LMTD pada vaporizing area :

Hot fluid Cold Fluid Diff.

527,5 Higher Temperature 96,44 431,0427 oF

F

Weigthed Temperature = 261,867 oF Spesifikasi tube :

i. 1 in OD tube

ii. 0,810 in ID tube, 13 BWG ( Birminghan Wire Gage ) iii. Surface per lin ft = 0,2618 ft2/ft

iv. Flow area per tube = 0,516 in2 v. 1,25 in triangular pitch vi. Diameter ekivalen = 0,99 in

Dicoba harga Ud = 50 Btu/(jam ft2oF) Dicoba jumlah vaporizer = 1 unit Dicoba panjang tube = 8 ft

Jumlah Luas perpindahan panas yang dibutuhkan per Reboiler adalah :

2

Jumlah tube yang dibutuhkan jika panjang tube = 8 ft ; tubes

Dipakai 131 tubes ( standar ) Jumlah tube-pass = 1

Surface/HE = 274.3664 ft2 Clearance = 0,25 in

343,1533 Lower Temperature 96,44 246,7133 oF

Shell Passes = 1 Baffle space = 3,45 in

Mengecek harga Rd dan Q flux maksimum Tube side ; Gas panas Prandtl number =0,73

( )

Shell side ; Vaporization process

Perpindahan panas secara konveksi pada bagian shell side berlangsung secara konveksi paksaan.

08266 2

Ud dan Panjang tube

oF

oF

Rd hitungan sudah memenuhi kriteria.

Q flux

Menurut Kern , heat flux maksimum = 20000 Btu/jam ft2 Harga terhitung lebih kecil dari heat flux maksimum.

Pressure drop

 Shell side Preheating area :

Efek friksi = 0,0025 dilihat pada grafik Fig 29 Kern Spesific gravity = 0,8

Panjang preheating area = ft 1,4706ft 07

Gs Jumlah fluida pendingin, 2

ft

De Diameter ekivalen, in

s Specific gravity

f Friction factor dibaca pada Fig 29 Kern

(

P

)

=0,0258psi Vaporizing area :

Efek friksi = 0,0025 dilihat pada grafik Fig 29 Kern Spesific gravity inlet = 0,8

Specific gravity outlet rata-rata = 0,00054 Specific gravity rata-rata = 0,4

Panjang preheating area = 6,5294 ft Number of crosses = 22,7111

Total pressure drop pada shell side = 0,2630

 Tube-side

Dalam dokumen LAMPIRAN A PERHITUNGAN NERACA MASSA (Halaman 71-85)

Dokumen terkait