• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.7 Hipotesis Kerja

Hipotesis kerja merupakan pedoman peneliti dan sebagai kelanjutan dari kajian teori untuk memberikan penjelasan terkait implementasi PT.P2W-KSS di Kelurahan Sunggal. Untuk membahas permasalahan penelitian digunakan teori yang dikemukakan oleh Jones yang menyatakan bahwa ada tiga pilar penilaian dari implementasi suatu program, yaitu organisasi, interpretasi dan penerapan.

27 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Bentuk Penelitian

Metode penelitian menurut Suyanto (2005:9) adalah cara atau strategi menyeluruh untuk menemukan atau memperoleh data yang diperlukan. Dalam penelitian Implementasi PT.P2W-KSS , peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian kualitatif data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Hal ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam tentang bagaimana pemberdayaan perempuan bidang sosial ekonomi yang dilakukan melalui PT.P2W-KSS yang ada di Kelurahan Sunggal Kota Medan. Dengan demikian, laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian laporan penelitian.

Menurut Moleong (2007:6) metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah.

3.2 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan. Kelurahan ini dipilih sebagai kelurahan percontohan untuk melaksanakan PT.P2W-KSS pada Tahun 2019.

28 3.3 Informan Penelitian

Untuk mendapatkan data-data dan informasi yang akan dibutuhkan dalam suatu penelitian, dapat diperoleh melalui informan penelitian. Dalam penelitian ini, informan penelitian menggunakan teknik snowball sampling, yaitu sampel didapatkan secara bergulir melalui satu responden untuk mendapatkan responden selanjutnya dan teknik purposive sampling, yaitu pengambilan informan secara tidak acak, tetapi dengan pertimbangan dan kriteria tertentu (Arikunto, 2006:20), antara lain sebagai berikut:

1. Informan merupakan subjek telah lama dan intensif menyatu dengan kegiatan atau medan aktivitas yang menjadi sasaran atau perhatian peneliti dan ini biasanya ditandai dengan kemampuan memberikan informasi mengenai suatu yang ditanya peneliti.

2. Informan merupakan subjek yang masih terikat secara penuh aktif pada lingkungan atau kegiatan yang menjadi sasaran dan perhatian peneliti.

3. Informan merupakan subjek yang dalam memberikan informasi tidak cenderung diolah atau dikemas terlebih dahulu.

Tabel 3.1 Matriks Informan

No. Status Informan Informasi yang dibutuhkan

Teknik

Informasi terkait bagaimana implementasi Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PT.P2W-KSS) di Kelurahan Sunggal, melalui:

 Organisasi

 Interpretasi

 Penerapan

Wawancara 1

29

Informasi terkait bagaimana implementasi Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PT.P2W-KSS) di Kelurahan Sunggal, melalui:

Informasi terkait bagaimana implementasi Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PT.P2W-KSS) di Kelurahan Sunggal, melalui:

 Organisasi

 Interpretasi

 Penerapan

Wawancara 1

4. Lurah Sunggal Informasi terkait bagaimana implementasi Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PT.P2W-KSS) di Kelurahan Sunggal, melalui:

Informasi terkait bagaimana implementasi Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PT.P2W-KSS) di Kelurahan Sunggal, melalui:

 Organisasi

 Interpretasi

 Penerapan

Wawancara 1

30 6. Sekretaris

TP.PKK Kelurahan Sunggal

Informasi terkait bagaimana implementasi Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PT.P2W-KSS) di Kelurahan Sunggal, melalui:

Informasi terkait bagaimana implementasi Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PT.P2W-KSS) di Kelurahan Sunggal, melalui:

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian disamping penggunaan metode yang tepat diperlukan pula kemampuan memilih dan bahkan juga menyusun teknik pengumpulan data yang relevan (Nawawi, 2005:94). Adapun teknik yang digunakan peneliti dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Teknik Pengumpulan Data Primer

Teknik pengumpulan data primer adalah teknik pengumpulan data dengan mengambil data secara langsung pada lokasi penelitian. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data primer melalui:

31 a. Observasi

Observasi adalah metode atau cara-cara menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung. Metode ini digunakan guna melihat dan mengamati secara langsung keadaan di lapangan agar peneliti memperoleh gambaran yang luas tentang permasalahan yang diteliti (Basrowi dan Suawandi, 2008:93). Aspek yang diamati peneliti meliputi, gambaran lokasi penelitian, lingkungan fisik pada umumnya, unit bantuan, proses kegiatan dalam pelaksanaan bantuan, pelaksana program dan fasilitas atau sarana lainnya yang terkait. Observasi yang dilakukan juga mengacu pada pedoman observasi yang telah disusun sebelumnya oleh peneliti.

b. Wawancara

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu oleh dua pihak yaitu pewawancara (interviewer) sebagai pengaju/pemberi pertanyaan dan yang diwawancarai (interviewe) sebagai pemberi jawaban atas pertanyaan itu (Basrowi dan Suwandi, 2008:127). Metode wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam dengan secara terstruktur.

Wawancara yang dilakukan juga mengaju kepada pedoman wawancara yang telah disusun sebelumnya.

2. Teknik Pengumpulan Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari catatan tertulis maupun dokumen-dokumen yang ada dilokasi penelitian sebagai sumber data kedua untuk mendukung data primer. Hal tersebut dilakukan melalui:

32 a. Studi Dokumentasi

Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu, diperoleh dengan mencari informasi berdasarkan dokumen-dokumen, foto, gambar, dan arsip perusahaan yang memiliki relevansi dengan penelitian yang ada di lokasi penelitian atau sumber-sumber lain yang terkait dengan objek penelitian.

Dokumentasi yang diambil juga mengacu pada pedoman yang telah disusun sebelumnya oleh peneliti.

b. Studi Kepustakaan

Studi kepustakaan adalah yaitu teknik pengumpulan data yang diperoleh dari buku-buku, karya ilmiah, dan pendapat para ahli yang berkompetensi, serta memiliki relevansi dengan masalah yang diteliti.

3.5 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif. Teknik analisis data kualitatif dilakukan dengan menyajikan data yang dimulai dengan menelaah seluruh data yang terkumpul, menyusunnya dalam satuan-satuan, yang kemudian dikategorikan pada tahap berikutnya, dan memeriksa keabsahan data serta menafsirkannya dengan analisis sesuai dengan kemampuan daya nalar peneliti untuk membuat kesimpulan penelitian (Moleong, 2017:247). Menurut Miles dan Huberman (2011:243) terdapat beberapa langkah dalam melakukan analisis data yaitu sebagai berikut:

1. Reduksi Data

Reduksi data dilakukan dengan merangkum, memilih hal-hal yang pokok, dan menfokuskan pada hal-hal yang penting tentang penelitian dengan mencari tema dengan pola hingga memberikan gambaran yang lebih jelas serta

33

mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data dan selanjutnya mencarinya bila diperlukan.

2. Penyajian Data

Bermakna sebagai sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan penarikan tindakan. Setelah langkah pertama selesai, maka langkah selanjutnya adalah menyajikan data dalam penelitian dengan teks yang bersifat naratif, bagan maupun dalam bentuk table sehingga memudahkan peneliti memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami.

3. Penarikan Kesimpulan

Kesimpulan awal yang dikemukakaan masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat pada tahap pengumpulan data berikutnya. Namun, apabila kesimpulan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.

3.6 Teknik Keabsahan Data

Dalam Wirawan (2012:156) untuk memastikan data/informasi lengkap dan validitasnya dan reliabilitasnya tinggi, penelitian kualitatif mempergunakan teknik triangulasi (triangulation). Triangulasi adalah suatu metode yang dipakai dalam metode yang dipakai dalam penelitian kualitatif sering juga dipakai dalam metode kuantitaif untuk mengukur validitas dan reabilitas dalam penelitian kualitatif. Triangulasi merupakan sintesis dan integrasi data dari berbagai sumber-sumber melalui pengumpulan, eksaminasi, perbandingan. dan interprestasi.

Triangulasi membantu untuk meniadakan ancaman bagi setiap validitas dan

34

reabilitas data, triangulasi tidak hanya membandingkan data dari berbagai sumber data, akan tetapi juga menggunakan berbagai teknik dan metode untuk meneliti serta memperoleh data/informasi dari fenomena yang sama.

Dalam Wirawan (2012:156) penelitian dapat dipergunakan lima jenis triangulasi, yaitu:

1. Triangulasi data adalah mempergunakan berbagai sumber data/informasi.

Dalam teknik triangulasi ini adalah mengelompokkan para pemangku kepentingan program dan mempergunakannya sebagai sumber/data informasi.

2. Triangulasi peneliti. Teknik triangulasi ini digunakan oleh evaluator atau tim evaluator dalam satu proyek evaluasi. Para evaluator mempergunakan metode kualitatif yang sama, misalnya wawancara, observasi, studi kasus, kelompok kunci atau informan kunci. Temuan dari setiap evaluator dibandingkan, jika temuan dari berbagai evaluator berbeda Satu dama lain maka diperlukan studi lebih lanjut untuk menentukan perbedaan tersebut. Apakah ada kemungkinan perbedaan tersebut dapat diperkecil?

3. Triangulasi teori. triangulasi teori adalah penelitian dengan mempergunakan berbagai profesional dengan berbagai latar belakang ilmu pengetahuan untuk menilai suatu set data/informasi.

4. Triangulasi metode. Triangulasi metode adalah pemakaian berbagai metode-metode kuantitatif dan /atau metode-metode kualitatif untuk mengevaluasi program.

Jika kesimpulan dari setiap metode sama, maka validitas penelitian ditetapkan.

5. Triangulasi lingkungan. Triangulasi jenis ini mempergunakan berbagai lokasi yang berbeda, altar dan faktor-faktor lainnya yang berhubungan dengan lingkungan dimana penelitian mengambil tempat seperti waktu suatu hari, hari suatu suatu minggu atau musim dalam satu tahun.

Dalam penelitan ini penulis menggunakan jenis triangulasi data. Teknik ini untuk menguji keabsahan data yang digunakan oleh peneliti. Keabsahan data diperlukan untuk mengetahui kebenaran data yang digunakan serta memperkaya data yang digunakan oleh peneliti.

35 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian 4.1.1 Profil Kelurahan Sunggal

Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal salah satu Kelurahan dari 6 (enam) Kelurahan yang ada di Kecamatan Medan Sunggal yang merupakan wilayah paling pinggiran Kota Medan yang berbatasan dengan sungai sei Belawan. Kelurahan Sunggal merupakan Ibu Kota Kecamatan Medan Sunggal dan Kantor Camat Medan Sunggal berada di Kelurahan Sunggal.

Luas wilayah Kelurahan Sunggal + 336 Ha yang terdiri dari 14 lingkungan, adapun batas wilayah Kelurahan Sunggal sebgai berikut :

1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Lalang Kecamatan Medan Sunggal

2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Asam Kumbang Kecamatan Medan Selayang

3. Sebelah timur berbatasan dengan Kelurahan Sei Sikambing B/ Kelurahan Tanjung Rejo

4. Sebelah Barat berbatasan dengan Sei Belawan Sunggal Deli Serdang.

Tipologi Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal adalah wilayah Pemukiman dan Perdagangan yang diminati pelaku usaha dan pembeli. Seperti sebahagian contoh yakni daerah Kawasan Ringroad yang berdirinya Plaza Ringroad City Walks (RCW) yang merupakan kawasan pusat perbelanjaan dan pusat jajanan yang menjadi daya tarik pengunjung baik dari dalam dan luar Kota

36

Medan yang berkunjung ke Kelurahan Sunggal. Semenjak berdirinya Plaza Ringroad City Walks menumbuh kembangkan kawasan pemukiman di wilayah Kelurahan Sunggal pada umumnya yang meningkat pusat – pusat pertokoan dan kawasan perkantoran. Kemudian tidak asing juga bagi warga Kota Medan yakni pajak Sunggal Pekan yang menjikan ikon Kelurahan Sunggal merupakan pajak tradisional yang ramai dikunjungi berbelanja beragam suku seperti Jawa, Melayu, Mandailing dan tionghoa serta india.

Apabila dilihat sesuai dengan Batas wilayah Kelurahan Sunggal sebelah barat dengan Sei Belawan yang merupakan aliran sungai yang merupakan batas alam antara Kota Medan dengan Kabupaten Deli Serdang. Dalam hal ini, masih ada dijumpai masyarakat yang tinggal dipinggiran sungai dan tinggal dengan kondisi kehidupannya tidak layak umumnya berada di LK X, XI,XII, IV dan I, sehingga menjadikan Kelurahan Sunggal masuk dalam kategori wilayah kumuh yang menjadi prioritas pusat pembangunan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) sebagai pilot projek pembangunan baik dari segi insfrastrutur dan pengembangan sosial masyarakat.

4.1.2 Demografi Kelurahan Sunggal

Kondisi penduduk Kelurahan Sunggal beragam etnis suku dan agama dan mayoritas warga di Kelurahan Sunggal adalah Islam, dimana kerukunan umat beragam di kelurahan Sunggal rukun dan damai. Dilihat dari data Kependudukan Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal sampai dengan Desember 2018 jumlah penduduk adalah 32.512 jiwa dengan jumlah KK 7664 yang terdiri dari 15.287 laki - laki dan 17.225 perempuan.

37

Adapun penyebaran penduduk di 14 lingkungan di wilayah Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Tabel 4.1 Jumlah Penduduk Kelurahan Sunggal

Lingkungan Luas wilayah (Ha)

Sumber: Dokumentasi Kelurahan Sunggal Tahun 2020 1. Potensi Sarana Pendidikan

Di Kelurahan Sunggal terdapat sarana pendidikan baik itu di kelola oleh pemerintah dan pihak swasta yang sangat membantu dalam hal dukungan untuk meningkatkan taraf pendidikan bagi warga masyarakat kelurahan sunggal, adapun sarana pendidikan di kelurahan sunggal sebagai berikut :

Tabel 4.2 Jumlah Sarana Pendidikan Kelurahan Sunggal

No Tingkat Pendidikan Jumlah (unit)

1. TK/TPA/PAUD 20

2. SD 9

3. SLTP 6

4. SLTA 3

38

4 Perguruan Tinggi -

5 Bimbingan Belajar 4

Sumber: Dokumentasi Kelurahan Sunggal Tahun 2020 2. Potensi Sarana Kesehatan Masyarakat

Kesehatan merupakan salah satu hak dasar masyarakat yang tercakup di dalamnya masalah pangan/gizi serta kesehatan jasmani. Pemerintah Kota Medan melalui program-program kegiatan salah satunya bidang kesehatan masyarakat telah banyak dilaksanakan melalui Orgaisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai dengan tupoksinya.

Dalam melaksanakan peningkatan program Kesehatan Masyarakat Pemerintah Kelurahan Sunggal memiliki 1 Puskesmas Pembantu dapat dijadikan melayani kesehatan masyarakat tingkat kelurahan selain dari itu terdapatnya 15 posyandu yang berada di masing-masing lingkungan yang memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat untuk tahap awal dengan peran serta dari kader – kader posyandu dan PKK Kelurahan.

Dalam memberikan Pelayanan Kesehatan untuk masyarakat di Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal, Pemerintah Kelurahan dan kader – kader Posyandu dan PKK yang dibina oleh Ka. Puskesmas Sunggal dan Pustu Sunggal dengan melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan rutin antara lain :

a. Pembinaan posyandu di setiap lingkungan dengan rangkaian kegiatan posyandu dengan melaksanakan penimbangan balita dan imunisasi.

b. Pembinaan posbindu dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan metabolik.

c. Penyuluhan gizi dan kesehatan untuk ibu hamil/menyusui dan balita.

d. Pelayanan safari KB bagi pasangan usia subur.

e. Mengikuti kegiatan Kampung KB yang dipusatkan di Kelurahan Sunggal

39

f. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan foging untuk memberantas DBD di setiap lingkungan.

g. Penyuluhan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) bagi Ibu-ibu PKK dan masyarakat.

h. Menyelenggarakan Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun

Tabel 4.3 Jumlah Sarana Kesehataan Kelurahan Sunggal

No. Jenis Jumlah

1. Puskesmas Pembantu 1

2. Poliklinik/Balai Pengobatan 6

3. Apotik 7

4. Posyandu 15

5. Toko Obat 3

6. Praktek Dokter/Bidan 10

7. Rumah Sakit 2

8. Puskesmas Medan Sunggal 1

Sumber: Dokumentasi Kelurahan Sunggal Tahun 2020 3. Potensi Ekonomi Masyarakat

Tabel4.4 Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian

No. Mata Pencaharian Jumlah

1. Pegawai Negeri Sipil (PNS) 77

2. Pegawai Swasta 136

3. TNI/POLRI 56

4. Dokter 15

5. Pedagang 435

6. Buruh 281

Sumber: Dokumentasi Kelurahan Sunggal Tahun 2020

Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa mayoritas masyarakat Kelurahan Sunggal bekerja sebagai pedagang yaitu sebanyak 435 orang, kemudian buruh sebanyak 281 orang dan terakhir sebagai pegawai swasta sebanyak 136 orang.

40 4.1.3 Visi dan Misi Kelurahan Sunggal 1. Visi

Visi Kelurahan Sunggal yaitu "Menjadi Kota Masa Depan yang Multikultural, Berdaya Saing, Humanis, Sejahtera dan Religius".

2. Misi

Misi Kelurahan Sunggal yaitu guna mewujudkan kerjasama, kreatifitas dan inovasi, kebhinekaan, penanggulangan kemiskinan, multikulturalisme, tata ruang kota yang konsisten, peningkatan kesempatan kerja serta mengembangkan Kota Medan sebagai Smart City.

4.1.4 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Kelurahan Sunggal

Berdasarkan Peraturan Walikota Nomor 33 Tahun 2017 tentang Rincian Tugas dan Fungsi Kecamatan dan Kelurahan, adapun tugas pokok dan Fungsi Kelurahan Sebagai berikut:

1. Lurah

Lurah adalah Perangkat Kecamatan yang bertanggung dan jawab kepada Camat, berdasarkan Peraturan Walikota Medan Nomor 33 Tahun 2017 Pasal 23 yakni:

Lurah mempunyai tugas membantu Camat dalam melaksanakan sebagian urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Camat. Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, kelurahan menyelenggarakan fungsi :

a. Pelaksanaan kegiatan pemerintahan kelurahan;

b. Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat;

c. Pelaksanaan pelayanan masyarakat;

d. Pemeliharaan ketenteraman dan ketertiban umum;

41

e. Pemeliharaan sarana dan prasarana serta fasilitas pelayanan umum; dan

f. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Camat sesuai dengan tugas dan fungsinya.

2. Sekretariat

Sekretariat dipimpin oleh Sekretaris, yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Lurah. Sekretariat mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Lurah, lingkup kesekretariatan yang meliputi pengelolaan administrasi umum, keuangan dan penyusunan program. Dalam melaksanakan tugas pokok, sekretariat menyelenggarakan fungsi:

a. Penyusunan rencana, program, dan kegiatan kesekretariatan;

b. Pengkoordinasian penyusunan perencanaan program kelurahan;

c. Pelaksanaan dan penyelenggaraan pelayanan administrasi kesekretariatan kelurahan yang meliputi administrasi umum, kepegawaian, keuangan, dan kerumatanggaan kelurahan;

d. Pengelolaan dan pemberdayaan sumber daya manusia, pengembangan organisasi, dan ketatalaksanaan;

e. Pelaksanaan koordinasi penyelenggaraan tugas-tugas kelurahan;

f. Penyiapan bahan pembinaan, pengawasan dan pengendaliaan;

g. Pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kesekretariatan;

h. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Lurah sesuai dengan tugas dan fungsinya.

3. Seksi Tata Pemerintahan

Seksi Tata Pemerintahan dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Lurah dengan tugas pokok melaksanakan

42

sebahagian tugas pokok lurah lingkup tata pemerintahan. Dalam melaksanakan tugas pokok, seksi tata pemerintahan menyelenggarakan fungsi:

a. Penyusunan rencana, program, dan kegiatan seksi tata pemerintahan;

b. Penyusunan petunjuk teknis lingkup tata pemerintahan;

c. Penyelenggaraan pelayanan administrasi kependudukan;

d. Pelaksanaan proses pelayanan administrasi lainnya ligkup tata pemerintahan;

e. Penyiapan bahan pembinaan kegiatan sosial politik, ideologi Negara, dan kesatuan bangsa;

f. Pelaksanaan kegiatan pencatatan monografi kelurahan;

g. Membantu pelaksanaan tugas-tugas dibidang keagrariaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

h. Membantu pelaksanaan tugas-tugas dibidang pemungutan Pajak Bumi dan bagunan (PBB);

i. Penyiapan bahan koordinasi dalam penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kelurahan;

j. Penyiapan bahan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan tugas;

k. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Lurah sesuai dengan tugas dan fungsinya.

4. Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum

Seksi ketentraman dan ketertiban umum dipimpin oleh Kepala Seksi, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Lurah melalui Sekretaris. Kepala seksi ketenteraman dan ketertiban umum mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Lurah lingkup ketenteraman dan ketertiban umum. Dalam

43

melaksanakan tugas kepala seksi ketenteraman dan ketertiban umum menyelenggarakan fungsi:

a. Perencanaan program dan kegiatan seksi ketenteraman dan ketertiban umum dengan mempedomani rencana umum kota, rencana strategis, dan rencana kerja kelurahan untuk terlaksananya sinergitas perencanaan;

b. Penyusunan bahan kebijakan, standar operasional prosedur, dan standar lainnya lingkup seksi ketenteraman dan ketertiban umum untuk terselenggaranya aktivitas dan tugas secara optimal;

c. Pembagian tugas, pembimbingan, penilaian, penghargaan, dan penegakan/pemrosesan kedisiplinan Pegawai ASN (reward and punishment) dalam rangka untuk kelancaran tugas lingkup seksi ketenteraman dan ketertiban umum berdasarkan atas peraturan perundang-undangan;

d. Penyusunan bahan pembinaan dan koordinasi lingkup ketenteraman dan ketertiban umum sesuai dengan rencana kerja agar terlaksananya tertib administrasi;

e. Pelaksanaan pelayanan masyarakat lingkup ketenteraman dan ketertiban umum sesuai dengan peraturan perundang- undangan untuk terlaksananya pelayanan prima;

f. Pelaksanaan tugas-tugas bantuan pengawasan dan pengamanan penyaluran bantuan akibat bencana alam dan bencana lainnya sesuai arahan pimpinan untuk kelancaran tugas;

g. Penyusunan bahan pengendalian, evaluasi, dan penilaian lingkup seksi ketenteraman dan ketertiban umum meliputi unsur pelaksanaan perencanaan,

44

unsur pelaksanaan perumusan kebijakan, unsur pelaksanaan tugas, dan unsur-unsur lainnya berdasarkan atas peraturan perundang-undangan;

h. Penyusunan bahan pelaksanaan kebijakan lainnya berdasarkan atas peraturan perundang-undangan;

i. Penyampaian laporan hasil pelaksanaan tugas sebagai pertanggungjawaban kepada Lurah; dan

j. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Lurah terkait dengan tugas dan fungsinya.

5. Seksi Pembangunan

Seksi Pembangunan dipimpin oleh Kepala Seksi, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Lurah melalui Sekretaris. Kepala Seksi Pembangunan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Lurah lingkup pembangunan, Dalam melaksanakan tugas Kepala Seksi Pembangunan menyelenggarakan fungsi:

a. Perencanaan program dan kegiatan Seksi Pembangunan dengan mempedomani rencana umum kota, rencana strategis, dan rencana kerja kelurahan untuk terlaksananya sinergitas perencanaan;

b. Penyusunan bahan kebijakan, standar operasional prosedur, dan standar lainnya lingkup Seksi Pembangunan untuk terselenggaranya aktivitas dan tugas secara optimal;

c. Pendistribusian tugas, pembimbingan, penilaian, penghargaan, dan penegakan/pemrosesan kedisiplinan Pegawai ASN (reward and punishment) dalam rangka untuk kelancaran tugas lingkup Seksi Pembangunan berdasarkan atas peraturan perundang-undangan;

45

d. Penyusunan bahan pembinaan kegiatan perekonomian sesuai dengan peraturan yang berlaku dan rencana kerja dalam rangka peningkatan kehidupan perekonomian masyarakat;

e. Penyusunan bahan pembinaan kegiatan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan peraturan yang berlaku dan rencana kerja agar tercapainya sasaran dan tujuan pemberdayaan masyarakat;

f. Penyusunan bahan kegiatan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum di lingkungan kelurahan sesuai rencana kerja untuk kelancaran penggunaan fasilitas pelayanan umum yang ada;

g. Pelaksanaan pelayanan masyarakat lingkup perekonomian, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan untuk terlaksananya pelayanan prima;

h. Pemantauan pelaksanaan tugas-tugas bantuan pengawasan terhadap penyaluran bantuan sosial sesuai arahan pimpinan untuk kelancaran tugas;

i. Penyusunan bahan pengendalian, evaluasi, dan penilaian lingkup Seksi Pembangunan meliputi unsur pelaksanaan perencanaan, unsur pelaksanaan perumusan kebijakan, unsur pelaksanaan tugas, dan unsur-unsur lainnya berdasarkan atas peraturan perundang-undangan;

j. Penyusunan bahan pelaksanaan kebijakan lainnya berdasarkan atas peraturan perundang-undangan;

k. Penyampaian laporan hasil pelaksanaan tugas sebagai pertanggungjawaban kepada Lurah; dan

l. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Lurah terkait dengan tugas dan fungsinya.

46

Adapun struktur organisasi Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal adalah sebagai berikut:

Adapun struktur organisasi Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal adalah sebagai berikut: