BAB I PENDAHULUAN
1.4 Manfaat Penelitian
Di samping tujuan yang hendak dicapai, penelitian ini juga memiliki manfaat. Adapun manfaat yang ingin dicapai oleh peneliti adalah:
1. Secara subjektif, sebagai sarana untuk melatih dan mengembangkan kemampuan berpikir dalam menulis karya ilmiah tentang pelaksanaan PT.P2W-KSS.
2. Secara praktis, sebagai masukan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam hal menangani masalah pelaksanaan PT.P2W-KSS.
3. Secara akademis, sebagai bahan masukan bagi pelengkap maupun referensi maupun bahan perbandingan bagi mahasiswa yang ingin mengadakan penelitian di bidang yang sama.
9 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kebijakan Publik
Kebijakan publik adalah kebijakan yang dibuat oleh pemerintah untuk memenuhi kepentingan publik. Studi mengenai pembuatan kebijakan publik merupakan studi yang paling dalam di dalam studi administrasi negara. Kebijakan publik didefinisikan oleh Eyestone (dalam Agustino, 2006:40) kebijakan publik adalah hubungan antara unit pemerintah dengan lingkungannya. Sedangkan menurut Fredrich (dalam Agustino, 2006:41) menjelaskan bahwa:
“Kebijakan publik adalah serangkaian tindakan atau kegiatan yang diusulkan oleh seseorang, kelompok atau pemerintah dalam suatu lingkungan tertentu dimana terdapat hambatan-hambatan (kesulitan-kesulitan) dan kemungkinan-kemungkinan (kesempatan-kesempatan) dimana kebijakan tersebut diusulkan agar berguna dalam mengatasinya untuk mencapai tujuan yang yang dimaksud atau merealisasikan suatu sasaran atau maksud tertentu”.
Seperti halnya Fredrich, Anderson (dalam Agustino, 2006:41) menjelaskan juga bahwa kebijakan publik adalah serangkaian kegiatan yang mempunyai maksud atau tujuan tertentu yang diikuti dan dilaksanakan oleh seseorang atau sekelompok orang yang berhubungan dengan suatu permasalahan atau suatu hal yang diperhatikan. Islamy (2007:8) juga mendefinisikan kebijakan publik sebagai serangkaian tindakan atau kegiatan yang mempunyai tujuan tertentu, ia menyatakan bahwa kebijakan publik merupakan serangkaian tindakan yang dipilih dan dialokasikan secara sah oleh pemerintah atau negara kepada seluruh anggota masyarakat yang mempunyai tujuan tertentu demi kepentingan publik.
10
Dari beberapa pengetian tersebut, Nugroho (2006:23) menarik sebuah pemahaman mengenai kebijakan publik yaitu pertama, kebijakan publik adalah kegiatan yang buat oleh administrator negara atau administrator publik. Jadi kebijakan publik adalah segala sesuatu yang dikerjakan dan yang tidak dikerjakan oleh pemerintah. Kedua, kebijakan publik adalah kebijakan yang mengatur kehidupan bersama atau kehidupan publik, bukan kehidupan orang atau seseorang atau golongan. Kebijakan publik mengatur semua yang ada di domain lembaga admin publik. Ketiga, dikatakan sebagai kebijakan publik jika manfaat yang diperoleh masyarakat yang bukan pengguna langsung dari produk yang dihasilkan jauh lebih banyak atau lebih besar dari penggunanya langsung.
Wahab dalam bukunya yang berjudul Analisis Kebijakan: Dari Formulasi ke Implementasi Kebijaksanaan Negara mengutip pendapat Friedrich (dalam Wahab, 2005:3) mengartikan kebijakan:
“Kebijakan adalah suatu tindakan yang mengarah pada tujuan yang diusulkan oleh seseorang, kelompok atau pemerintah dalam lingkungan tertentu sehubungan dengan adanya hambatan-hambatan tertentu seraya mencari peluang-peluang untuk mencapai tujuan atau mewujudkan sasaran yang diinginkan”.
Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa kebijakan publik merupakan serangkaian instruksi dari para pembuat keputusan kepada pelaksana kebijakan yang mengupayakan baik tujuan-tujuan dan cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut.
Sebagai sebuah sistem yang terdiri atas subsistem atau elemen maka kebijakan publik itu harus memiliki unsur-unsur yaitu tujuan, masalah, tuntutan, dampak, dan sarana atau alat kebijakan. Selain itu kebijkan yang baik harus memiliki sifat-sifat antara lain:
11
1. Kompleksitas: Hal ini berkaitan dengan banyak aspek yang terkait wawasan yang terpaut dan banyak pihak yang terlibat. Semakin luas kebijakan semakin kompleks atau rumit keadaannya.
2. Dinamis: Hal ini berhubungan dengan keadaan masyarakat yang dikenai kebijakan. Perbedaan suku, adat istiadat, budaya, agama dan gender membuat kebijakan harus bersifat dinamis.
3. Keputusan: Kebijakan publik pada dasarnya adalah keputusan publik sehingga sebagai keputusan publik tidak hanya berkenaan dengan pemilihan terbaik melainkan berhubungan dengan aplikasi dari keputusan itu, sehingga pengambilan keputusan publik harus sesuai dengan kriteria supaya tepat sasaran.
2.2 Implementasi Program 2.2.1 Pengertian Implementasi
Hakekat dari implementasi merupakan rangkaian kegiatan yang terencana dan bertahap yang di lakukan oleh instansi pelaksana dengan didasarkan pada kebijakan yang telah ditetapkan oleh otoritas berwenang. Menurut Mazmanian dan Sabatier (dalam Wahab, 2005:65) menjelaskan bahwa:
“Implementasi adalah memahami yang senyatanya terjadi sesudah suatu program itu dinyatakan berlaku atau dirumuskan merupakan fokus perhatian implementasi kebijakan, yakni kegiatan yang timbul sesudah disahkannya pedoman kebijakan, yang mencakup baik usaha untuk mengadministrasikannya maupun untuk menimbulkan dampak nyata pada masyarakat”.
Menurut (Nugroho, 2006:158) implementasi pada prinsipnya adalah cara yang dilakukan agar dapat mencapai tujuan yang dinginkan. Implementasi merupakan prinsip dalam sebuah tindakan atau cara yang dilakukan oleh individu
12
atau kelompok orang untuk pencapaian tujuan yang telah dirumuskan. Sedangkan menurut Van Meter dan Van Horn (1975:447) dalam buku The Policy Implementation Process: A Conceptual Framework menjelaskan bahwa:
“Implementasi adalah tindakan-tindakan yang dilakukan baik oleh individu-individu/pejabat-pejabat atau kelompok-kelompok pemerintah atau swasta yang diarahkan pada tercapainya tujuan-tujuan yang telah digariskan dalam keputusan kebijakan”.
Jadi, implementasi merupakan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pemerintah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam suatu keputusan kebijakan. Pemerintah dalam membuat kebijakan juga harus mengkaji terlebih dahulu apakah kebijakan tersebut dapat memberikan dampak yang buruk atau tidak bagi masyarakat. Hal tersebut bertujuan agar suatu kebijakan tidak bertentangan dengan masyarakat apalagi sampai merugikan masyarakat.
Berbeda dengan pendapat di atas Pressman dan Wildavsky (dalam Parsons, 2006:468) mengungkapkan implementasi adalah menjadikan orang-orang melakukan apa-apa yang diperintahkan dan mengontrol urutan tahap dalam sebuah sistem, dan implementasi adalah soal pengembangan sebuah program kontrol yang meminimalkan konflik dan deviasi dari tujuan yang ditetapkan oleh hipotesis kebijakan.
Cheema dan Rondinelli (dalam Subarsono, 2005:101) mengatakan bahwa analisis implementasi program-program pemerintah yang bersifat desentralisasi tentu memiliki empat kelompok variabel yang dapat mempengaruhi kinerja dan dampak suatu program, yakni kondisi lingkungan, hubungan antar organisasi, sumberdaya organisasi untuk implementasi program, karakteristik dan kemampuan agen pelaksana.
13
Implementasi suatu program merupakan suatu yang kompleks, dikarenakan banyaknya faktor yang saling berpengaruh dalam sebuah sistem yang tidak lepas dari faktor lingkungan yang cenderung selalu berubah. Syukur (1998:398) menjelaskan bahwa pengertian dan unsur-unsur pokok dalam proses implementasi sebagai berikut :
1. Proses implementasi program ialah rangkaian kegiatan tindak lanjut yang terdiri atas pengambilan keputusan, langkah langkah yang strategis maupun operasional yang ditempuh guna mewujudkan suatu program atau kebijaksanaan menjadi kenyataan, guna mencapai sasaran yang ditetapkan semula.
2. Proses implementasi dalam kenyataanya yang sesunguhnya dapat berhasil, kurang berhasil ataupun gagal sama sekali ditinjau dari hasil yang dicapai
“outcomes” serta unsur yang pengaruhnya dapat bersifat mendukung atau menghambat sasaran program.
3. Proses implementasi sekurang-kurangnya terdapat empat unsur yang penting dan mutlak. Pertama, implementasi program tidak mungkin dilaksanakan dalam ruang hampa. Oleh karena itu faktor lingkungan (fisik, sosial budaya dan politik) akan mempengaruhi proses implementasi program pada umumnya. Kedua, target group yaitu kelompok yang menjadi sasaran dan diharapkan akan menerima manfaat program tersebut.
Ketiga, adanya program yang dilaksanakan. Keempat, unsur pelaksanaan atau implementer, baik organisasi atau perorangan yang bertanggung jawab dalam pengelolaan, pelaksanaan dan pengawaasan implementasi tersebut.
14
Dari penjelasan mengenai implementasi di atas, peneliti menarik kesimpulan bahwa implementasi merupakan proses pelaksanaan dari suatu program, baik itu di lingkungan pemerintah, masyarakat, organisasi atau sekolah yang hasilnya dapat dilihat dari perbandingan pencapaian target dengan tujuan awal, sehingga dalam implementasi ini sangat memungkinkan banyak hal yang sifatnya teknis sebagai upaya dari pencapaian tujuan tersebut.
2.2.2 Pengertian Program
Secara umum pengertian program adalah penjabaran dari suatu rencana, dalam hal ini program merupakan bagian dari perencanaan dan sering pula diartikan bahwa program adalah kerangka dasar dari pelaksanaan suatu kegiatan.
Westra (1989:236) mengatakan bahwa program adalah rumusan yang memuat gambaran pekerjaan yang akan dilaksanakan beserta petunjuk cara-cara pelaksanaanya. Sementara Siagian (dalam Westra, 1989:124) mengatakan bahwa penyusunan program adalah penjabaran suatu rencana yang telah ditetapkan sedemikian rupa sehingga program kerja itu memiliki ciri-ciri operasional tertentu.
Suatu program yang baik harus memiliki ciri-ciri seperti tujuan yang dirumuskan secara jelas, penentuan peralatan yang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut, suatu kerangka kebijkasanaan yang konsisten atau proyek yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan program seefektif mungkin, pengukuran ongkos-ongkos yang diperkirakan dan keuntungan-keuntungan yang diharapakan akan dihasilkan program tersebut, hubungan dengan kegiatan lain dalam usaha pembangunan dan program pembangunan lainnya, berbagai upaya dibidang manajemen untuk melaksanakan program tersebut.
15
Ahli lainnya, yaitu Jones (1996:295) berpendapat bahwa program adalah unsur pertama yang harus ada demi terciptanya suatu kegiatan. Jones juga menjelaskan bahwa di dalam program dibuat beberapa aspek, yaitu mengenai tujuan kegiatan yang akan dicapai, kegiatan yang diambil dalam mencapai tujuan, aturan yang harus dipegang atau prosedur yang harus dilalui, perkiraan anggaran yang dibutuhkan dan strategi pelaksanaan.
Melalui program maka segala bentuk rencana akan lebih terorganisir dan lebih mudah untuk dioperasionalkan. Hal ini sesuai dengan pengertian program yang diuraikan oleh Korten (dalam Jones, 1996:232) bahwa program adalah kumpulan proyek-proyek yang berhubungan yang telah dirancang untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang harmonis dan secara integratif untuk mencapai sasaran kebijaksanaan tersebut secara keseluruhan.
Dengan demikian peneliti dapat menyimpulkan bahwa program adalah tindakan yang didasarkan pada model teoritis yang jelas, yakni sebelum menentukan masalah sosial yang ingin diatasi dan memulai melakukan intervensi, maka sebelumnya harus ada pemikiran yang serius terhadap bagaimana dan mengapa masalah itu terjadi dan apa yang menjadi solusi terbaik, jadi dalam menentukan suatu program harus dirumuskan secara matang sesuai dengan kebutuhan agar dapat mencapai tujuan melalui partisipasi dari pelaksana programnya.
2.2.3 Pengertian Implementasi Program
Program merupakan unsur pertama yang harus ada demi tercapainya kegiatan implementasi. Unsur kedua yang harus dipenuhi dalam proses implementasi program yaitu adanya kelompok masyarakat yang menjadi sasaran
16
program, sehingga masyarakat dilibatkan dan membawa hasil dari program yang dijalankan dan adanya perubahan dan peningkatan dalam kehidupannya. Tanpa memberikan manfaat kepada masyarakat maka dikatakan program tersebut telah gagal dilaksanakan. Berhasil atau tidaknya suatu program diimplementasikan tergantung dari unsur pelaksanaannya. Riggs (2005:54) mengatakan dalam pelaksanaannya, baik itu organisasi maupun perorangan bertanggungjawab dalam pengelolaan maupun pengawasan dalam proses implementasi. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa implementasi program adalah tindakan-tindakan yang dilaksanakan oleh individu-individu atau pejabat-pejabat terhadap suatu objek atau sasaran yang diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, melalui adanya organisasi, interpretasi dan penerapan.
Untuk mencapai tujuan implementasi program secara efektif, pemerintah harus melakukan aksi atau tindakan yang berupa penghimpunan sumber dana dan pengelolaan sumber daya alam dan manusia. Ratmiko (2005:4) mengungkapkan bahwa hasil yang diperoleh dari aksi pertama dapat disebut input kebijakan, sementara aksi yang kedua disebut sebagai proses implementasi kebijakan. Untuk mengoperasionalkan implementasi program agar tercapainya suatu tujuan serta terpenuhinya misi program diperlukan kemampuan yang tinggi pada organisasi pelaksanaannya.
2.3 Konsep Implementasi Program
Implementasi merupakan suatu proses yang sangat penting ketika berbicara penerapan program baik itu yang bersifat sosial atau dalam dunia pendidikan. Implementasi program merupakan lakang-langkah pelaksanaan kegiatan dalam upaya mencapai tujuan dari program itu sendiri, Jones (dalam
17
Rohman, 2009:101) menyebutkan implemetasi program merupakan salah satu komponen dalam suatu kebijakan untuk mencapai suatu tujuan.
Jones (1996:4) mengemukakan bahwa implementasi adalah suatu proses interaktif antara suatu perangkat tujuan dengan tindakan atau bersifat interaktif dengan kegiatan-kegiatan kebijaksanaan yang mendahuluinya, dengan kata lain implementasi merupakan kegiatan yang dimaksudkan untuk mengoperasikan sebuah program dengan pilar-pilar organisasi, interpretasi dan pelaksanaan.
Menurut Jones (dalam Suryana, 2009: 28) ada tiga pilar dalam mengoperasikan program yaitu :
1.Organisasi
Organisasi adalah aktivitas untuk membentuk badan-badan, unit-unit, beserta metode-metode yang diperlukan guna mencapai tujuan-tujuan yang terkandung di dalam kebijakan. Organisasi juga merupakan kesatuan orang-orang yang melakukan pekerjaan dalam ruang lingkup administrasi dalam hal ini juga diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas sebagai tenaga pelaksana dan perlengkapan atau alat-alat kerja serta didukung dengan perangkat hukum yang jelas agar dapat mendukung terlaksananya kebijakan tersebut. Struktur oganisasi yang jelas diperlukan dalam mengoperasikan program sehingga tenaga pelaksana dapat terbentuk dari sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas. Dalam hal ini, program PT.P2W-KSS harus memiliki struktur organisasi yang jelas dan teratur.
Sumber daya manusia yang berkualitas berkaitan dengan kemampuan aparatur dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Tugas aparat pelaksana program yang utama adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat yang dipercayakan
18
kepadanya untuk mencapai tujuan negara. Agar tugas-tugas pelaksana program dapat dilaksanakan secara efektif maka setiap aparatur dituntut memiliki kemampuan yang memadai sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.
2.Interpretasi
Interpretasi adalah mereka yang bertanggungjawab dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan atau ketentuan yang berlaku, harus dilihat apakah pelaksanaannya telah sesuai dengan petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang. Maksudnya di sini agar program dapat dilaksanakan sesuai dengan peraturan atau ketentuan yang berlaku, harus dilihat apakah pelaksanaannya telah sesuai dengan petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang. Sesuai dengan peraturan berarti setiap pelaksanaan kebijaksanaan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku baik peraturan tingkat pusat, propinsi, dan kabupaten.
Sesuai dengan petunjuk pelaksana berarti pelaksanaan kebijaksanaan dari peraturan sudah dijabarkan cara pelaksanaannya pada kebijaksanaan yang bersifat administratif, sehingga memudahkan pelaksana dalam melakukan aktifitas pelaksanaan program. Sesuai petunjuk teknis berarti kebijaksanaan yang sudah dirumuskan dalam bentuk petunjuk pelaksana dirancang lagi secara teknis agar memudahkan dalam operasionalisasi program. Para pelaksana harus mampu menjalankan program sesuai dengan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksana agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Dalam hal ini, program harus memiliki petunjuk teknis yang dapat dijadikan pedoman oleh para pelaksana program. Agar program PT.P2W-KSS dan tujuannya dapat tercapai secara optimal.
19 3.Penerapan
Penerapan pelaksanaan kebijakan publik merupakan suatu proses aktif dan selalu berubah. Hal ini tidak hanya menunjuk pada sebuah kemungkinan kecil terhadap penerapan suatu peraturan, tetapi juga menunjukkan bahwa mereka yang membuat upaya semacam itu akan menghadapi permasalahan dalam organisasinya. Penerapan ini adalah suatu varian dengan konsep administrasi yang menekankan pada terciptanya tujuan kebijakan yang efektif dan efisien.
Penerapan peraturan/kebijakan berupa petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis telah berjalan sesuai dengan ketentuan. Dalam hal ini perlu adanya prosedur kerja yang jelas, program kerja serta jadwal kegiatan disiplin.
Prosedur kerja yang jelas yaitu prosedur kerja yang sudah ada harus memiliki prosedur kerja agar dalam paelaksanaannya tidak tejadi tumpang tindih, sehingga tidak bertentangan antara unit kegiatan yang terdapat di dalamnya.
Program kerja yaitu program kerja harus sudah terprogram dan terencana dengan baik, sehingga tujuan program dapat irealisasikan dengan efektif. Jadwal kegiatan yaitu program yang sudah ada harus dijadwalkan kapan dimulai dan diakhiri suatu program agar mudah dalam mengadakan evaluasi. Dalam hal ini yang diperlukan adanya tanggal pelaksanaan dan rampungnya sebuah program sudah ditentukan sebelumnya. Perlu adanya pembuatan prosedur kerja yang jelas agar program kerja dapat berjalan sesuai dengan jadwal kegiatan sehingga tidak berbenturan dengan program lainnya. Hal ini sangat dibutuhkan dalam penjalanan program, prosedur kerja yang jelas dapat membantu pelaksana program menjalankan tugasnya mengelola sebuah pekerjaan, yang mengandung pengertian tentang apa, untuk apa, dan bagaiman pekerjaan harus diselesaikan
20
Kesimpulannya program merupakan interpretasi dari sebuah kebijakan pemerintah yang berisi kumpulan instruksi, yang dibuat untuk memperbaiki permasalahan yang sedang berkembang. Program harus ada dalam mengimplementasikan suatu kebijakan agar hal tersebut dapat berjalan dengan tersistematik dan sesuai dengan tujuan awal dari program tersebut.
2.4 Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PT.P2W-KSS)
2.4.1 Pengertian dan Tujuan PT.P2W-KSS
Program terpadu dalam hal ini merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan secara tersendiri tetapi dilaksanakan secara terkoordinasi dan saling menunjang dengan kegiatan yang lainnya untuk mencapai tujuan dari program tersebut. PT.P2W-KSS adalah program pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan pada aspek pendidikan, kesehatan dan ekonomi terutama bagi keluarga miskin di desa/kelurahan. Peranan perempuan sebagai mitra sejajar pria perlu ditingkatkan agar mampu memberikan sumbangan yang besar dalam berbagai bidang pembangunan di daerah khususnya Kota Medan.
PT.P2W-KSS merupakan program peningkatan perempuan yang menggunakan pola pendekatan lintas bidang pembangunan secara terkoordinasi yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga guna mencapai tingkat hidup yang berkualitas dengan upaya yang diarahkan pada peningkatan kesejahteraan hidup keluarga yang lebih baik. Program ini merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan potensi dalama diri perempuan untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera untuk pembangunan masyarakat di desa/kelurahan dengan perempuan sebagai penggeraknya.
21
Sasaran PT.P2W-KSS adalah perempuan dengan tingkat kesejahteraan tergolong rendah dan atau yang masuk dalam katagori keluarga miskin, keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera Tahap I, dan menurut hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS). Jangkauan PT.P2W-KSS meliputi kelurahan dengan prioritas rawan sosial ekonomi, kesehatan dan pendidikan; yang ditetapkan oleh Surat Keputusan Walikota Medan tentang Penetapan Kelurahan Percontohan PT.P2W-KSS tahun 2019 adalah Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal.
Adapun tujuan dari PT.P2W-KSS adalah untuk meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan dalam rangka mewujudkan keluarga berkualitas, meningkatkan status kesehatan perempuan, meningkatkan status pendidikan perempuan, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan dalam usaha ekonomi produktif, meningkatkan partisipasi perempuan dalam pelestarian lingkungan hidup, meningkatkan peran aktif perempuan dalam pengembangan masyarakat, serta meningkatkan peran aktif perempuan dalam pemahaman wawasan kebangsaan.
Untuk mencapai tujuan tersebut perlu adanya strategi operasionalisasi kebijakan PT.P2WKSS yang diprioritaskan pada kelurahan rawan pendidikan, rawan kesehatan dan rawan ekonomi (3R) dengan cara sebagai berikut :
1. Meningkatkan komitmen melalui perencanaan program dan anggaran sektor terkait, organisasi kemasyarakatan, Perguruan Tinggi, Lembaga Swadaya Masyarakat, dunia usaha dan masyarakat keseluruhan;
2. Memantapkan keterpaduan dan koodinasi pelaksanaan PT.P2W-KSS dengan memanfaatkan berbagai forum dan pertemuan-pertemuan rutin maupun insidental dengan SKPD terkait;
22
3. Memanfaatkan hasil pemetaan keluarga sejahtera pada daerah rawan sosial ekonomi, kesehatan dan pendidikan yang dilakukan oleh SKPD lainnya;
4. Memfasilitasi dan melakukan advokasi untuk membangun kemandirian masyarakat dalam pelaksanaan PT.P2W-KSS, serta memantau dan mengevaluasi pelaksanaan PT.P2W-KSS untuk keberlanjutan program.
2.4.2 Mekanisme Penyelenggaraan PT.P2W-KSS
Dengan kewenangan pemerintah pusat dan provinsi sebagai daerah otonom, mekanisme penyelenggaraan PT.P2W-KSS di pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan adalah sebagai berikut :
1. Tingkat Nasional
Dalam mengkoordinasikan pengelolaan pembangunan pemberdayaan perempuan termasuk Kesejahteraan dan Perlindungan Anak (KPA) di tingkat Pemerintah, Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dibantu oleh Kelompok Kerja Tetap Pemberdayaan Perempuan (Pokjatap PP) sebagai bagian dari Forum Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP) dan Forum Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan (PPEP) yang dibentuk dengan Keputusan Menteri Pemberdayaan Perempuan.
2. Tingkat Provinsi
Gubernur adalah penanggungjawab umum selaku koordinator pelaksanaan PT.P2W-KSS dalam pembangunan di daerah dengan tugas menyelenggarakan koordinasi program kegiatan semua instansi/dinas terkait serta lembaga non-pemerintah. Dalam melaksanakan tugasnya Gubernur dibantu oleh Tim Pengelola PT.P2W-KSS Propinsi yang diketuai oleh Pejabat yang ditunjuk oleh Gubernur.
23 3. Tingkat Kabupaten/Kota
Bupati/Walikota adalah penangungjawab umum selaku koordinator pelaksanaan PT.P2W-KSS dalam pembangunan di daerah dengan tugas menyelenggarakan kordinasi program kegiatan semua instansi/dinas terkait serta lembaga non-pemerintah. Dalam melaksanakan tugasnya Bupati/
Walikota dibantu oleh Tim Pengelola PT.P2W-KSS Kabupaten/Kota yang diketuai oleh Wakil Bupati/Walikota atau oleh Sekretaris Daerah.
4. Tingkat Kecamatan
Camat adalah penanggungjawab umum selaku koordinator pelaksana PT.P2W-KSS dengan tugas menyelenggarakan koordinasi program kegiatan semua instansi/dinas terkait serta lembaga non-pemerintah. Dalam melaksanakan tugasnya, Camat dibantu oleh TP.PKK Kecamatan yang diketuai oleh Sekretaris Kecamatan.
5. Tingkat Desa/Kelurahan
Kepala Desa/Lurah adalah penangungjawab umum selak koordinator pelaksanaan PT.P2W-KSS di tingkat desa/kelurahan. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Desa/Lurah dibantu oleh TP.PKK Kelurahan.
2.5 Pemberdayaan Perempuan
Pemberdayaan diartikan sebagai upaya untuk memberikan kemampuan atau keberdayaan. Proses pemberdayaan dalam konteks aktualisasi diri berkaitan dengan upaya untuk meningkatkan kemampuan individu dengan menggali segala potensi yang dimiliki oleh individu tersebut baik menurut kemampuan keahlian (skill) ataupun pengetahuan (knowledge).
24
Pemberdayaan perempuan menjadi strategi penting dalam meningkatkan peran perempuan dalam meningkatkan potensi diri agar lebih mampu mandiri dan
Pemberdayaan perempuan menjadi strategi penting dalam meningkatkan peran perempuan dalam meningkatkan potensi diri agar lebih mampu mandiri dan