• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI PUBLIK FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI PUBLIK FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2021"

Copied!
168
0
0

Teks penuh

(1)

IMPLEMENTASI PROGRAM TERPADU PENINGKATAN PERANAN WANITA MENUJU KELUARGA SEHAT DAN

SEJAHTERA (PT.P2W-KSS) DI KELURAHAN SUNGGAL KECAMATAN MEDAN SUNGGAL KOTA MEDAN

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana (S1) Ilmu Administrasi Publik Pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas

Sumatera Utara

OLEH:

CHIKA ANITA VERA TARIGAN 160903019

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI PUBLIK FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2021

(2)
(3)
(4)
(5)

i ABSTRAK

Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (PT.P2W-KSS) merupakan program pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan pada aspek pendidikan, kesehatan dan ekonomi terutama bagi keluarga miskin di desa/kelurahan. Peranan perempuan sebagai mitra sejajar pria perlu ditingkatkan agar mampu memberikan sumbangan yang besar dalam berbagai bidang pembangunan di daerah seperti di Kota Medan.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (PT.P2W-KSS) di Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan pencatatan dokumen terkait pelaksanaan PT.P2W-KSS di Kelurahan Sunggal. Adapun informan dalam penelitian ini meliputi perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan (P3APM) Kota Medan, petugas lapangan Kelurahan Sunggal dan warga binaan Kelurahan Sunggal.

Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa implementasi program akan berhasil apabila pemerintah, lintas sektor dan masyarakat berperan aktif dan bekerjasama dengan maksimal. Adanya PT.P2W-KSS di Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan sudah memberikan dampak positif bagi warga binaan, seperti meningkatnya kemampuan untuk bercocok tanam, menjahit, dan membuat kerajinan tangan. Meskipun demikian dalam pelaksanaannya masih terdapat kurangnya pengembangan potensi perempuan di Kelurahan Sunggal dikarenkan terbatasnya bantuan modal bagi warga binaan yang ingin mengembangkan potensi yang sudah dimiliki saat ini.

Kata kunci: Kebijakan Publik, Implementasi Program, PT.P2W-KSS, Pemberdayaan Perempuan

(6)

ii ABSTRACT

The Integrated Program for Increasing the Role of Women Towards Healthy and Prosperous Families (PT.P2W-KSS) is a government program to improve the quality of life for women in the aspects of education, health and economy, especially for poor families in villages / kelurahan. The role of women as equal partners of men needs to be improved in order to be able to contribute greatly in various fields of development in regions such as Medan City. This study aims to describe how the implementation of the Integrated Program for the Improvement of the Role of Women Towards a Healthy and Prosperous Family (PT.P2W-KSS) in Sunggal Village, Medan Sunggal District, Medan City.

The research method used is a qualitative research method with a descriptive approach. Data collection techniques were carried out by interviewing, observing, and recording documents related to the implementation of PT.P2W-KSS in Sunggal Village. The informants in this study included representatives of the Medan City Women's Empowerment, Child Protection and Empowerment Service (P3APM), field officers of Sunggal Village and residents of Sunggal Village.

From the research results, it can be seen that the implementation of the program will be successful if the government, across sectors and communities play an active role and cooperate optimally. The existence of PT.P2W-KSS in Sunggal Village, Medan Sunggal Subdistrict, Medan City has had a positive impact on the assisted residents, such as increasing their ability to grow crops, sew, and make handicrafts. Even so, in its implementation, there is still a lack of development of women's potential in Sunggal Kelurahan due to limited capital assistance for assisted residents who wish to develop their current potential.

Keywords: Public Policy, Program Implementation, PT. P2W-KSS, Women's Empowerment

(7)

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

“Implementasi Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PT.P2W-KSS) Di Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan”. Adapun penulisan skripsi ini diselesaikan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) pada Program Studi Ilmu Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

Penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini. Namun, penulis mengharapkan kritik serta saran yang membangun demi perbaikan skripsi ini. Penyusunan dan penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan bimbingan serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada yang terhormat:

1. Bapak Prof. Dr. Runtung, S.H., M.Hum, selaku Rektor Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

3. Bapak Dr. Tunggul Sihombing, M.A, selaku Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

4. Ibu Dra. Asima Yanty Sylvania Siahaan, M.A., Ph.D, selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

5. Ibu Dra. Februati Trimurni, M.Si, Ph.D, selaku Dosen Pembimbing Skripsi penulis yang telah membimbing dan memberikan masukan bagi penulis dalam melakukan penulisan skripsi ini dari awal hingga akhir.

6. Seluruh Dosen Program Studi Ilmu Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang telah memberikan ilmu-ilmu yang relevan selama masa perkuliahan.

(8)

iv

7. Seluruh pegawai administrasi maupun staff pada Program Studi Ilmu Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang telah membantu pengurusan administrasi penulis selama masa perkuliahan.

8. Teruntuk mendiang Bapak saya Salim Tarigan, Mamak Setiani Br.

Surbakti, Kakak Poik Tarigan, dan Abang Nurlim Tarigan, terima kasih sedalam-dalamnya untuk semua kasih sayang, doa, usaha, semangat yang telah Bapak, Mamak, Kakak dan Abang berikan untuk penulis sampai dengan sekarang ini. Terima kasih telah mengajarkan saya untuk hidup sebagai anak yang mandiri dan skripsi ini saya persembahkan untuk kalian.

9. Teruntuk sahabat-sahabat penulis Anggi Fathaturrahmah Saufi Lubis, Anggi Pratiwi, Annisa Fatin Syazwani Siregar, Avni Rahmi Putri, Dinda Ainayah, Fadilla Salwa, Radita Paradila, dan Shania Fahira Rusdi yang selama perkuliahan selalu mengisi hari-hari penulis setiap waktu dan terima kasih untuk segala manis pahit dunia kampus yang sudah kita lewati bersama selama ini.

10. Teman-teman seperjuangan Administrasi Publik 2016 yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah menemani masa-masa perkuliahan ini, terima kasih.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, dikarenakan keterbatasan ilmu penulis. Oleh karena itu, penulis dengan rendah hati memohon maaf atas kekurangan dan kelemahan yang terdapat dalam skripsi ini, Penulis berharap adanya kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan penelitian ini.

Medan, 10 Februari 2021

Chika Anita Vera Tarigan

(9)

v DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL... vii

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR LAMPIRAN ... ix

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 7

1.3 Tujuan Penelitian ... 8

1.4 Manfaat Penelitian ... 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kebijakan Publik ... 9

2.2 Implementasi Program ... 11

2.2.1 Pengertian Implementasi ... 11

2.2.2 Pengertian Program ... 14

2.2.3 Pengertian Implementasi Program ... 15

2.3 Konsep Implementasi Program ... 16

2.4 Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (PT.P2W-KSS) ... 20

2.4.1 Pengertian dan Tujuan PT.P2W-KSS ... 20

2.4.2 Mekanisme Penyelenggaraan PT.P2W-KSS ... 22

2.5 Pemberdayaan Perempuan ... 23

2.6 Definisi Konsep ... 25

2.7 Hipotesis Kerja ... 26

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Bentuk Penelitian ... 27

3.2 Lokasi Penelitian ... 27

(10)

vi

3.3 Informan Penelitian ... 28

3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 30

3.5 Teknik Analisis Data ... 32

3.6 Teknik Keabsahan Data ... 33

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian ... 35

4.1.1 Profil Kelurahan Sunggal ... 35

4.1.2 Demografi Kelurahan Sunggal ... 36

4.1.3 Visi dan Misi Kelurahan Sunggal ... 39

4.1.4 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kelurahan Sunggal ... 40

4.2 Implementasi Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (PT.P2W-KSS) Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan ... 47

4.2.1 Organisasi ... 48

4.2.2 Interpretasi... 69

4.2.3 Penerapan ... 73

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 85

5.2 Saran... 87

DAFTAR PUSTAKA ... 89

(11)

vii

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Kabupaten/Kota

Tahun 2017 – 2018... 2

Tabel 3.1 Matriks Informan ... 28

Tabel 4.1 Jumlah Penduduk Kelurahan Sunggal ... 37

Tabel 4.2 Jumlah Sarana Pendidikan Kelurahan Sunggal ... 37

Tabel 4.3 Jumlah Sarana Kesehataan Kelurahan Sunggal ... 39

Tabel 4.4 Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian... 39

Tabel 4.5 Kegiatan dan Bantuan yang Didukung Oleh OPD Kota Medan Tahun 2019 ... 60

(12)

viii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Kelurahan Sunggal ... 46

Gambar 4.2 Pelatihan Kerajinan Tangan ... 55

Gambar 4.3 Pelatihan Bercocok Tanam... 56

Gambar 4.4 Pemberian Bantuan Anak Ayam ... 66

Gambar 4.5 Pemberian Bantuan Bedah Rumah ... 66

Gambar 4.6 Pendataan Warga Binaan ... 79

Gambar 4.7 Hasil Panen Warga Binaan ... 81

(13)

ix

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Pedoman Observasi Lampiran 2. Pedoman Dokumentasi Lampiran 3. Pedoman Wawancara Lampiran 4. Transkrip Observasi Lampiran 5. Transkrip Dokumentasi Lampiran 6. Transkrip Wawancara Lampiran 7. Surat Izin Penelitian

Lampiran 8. Surat Keterangan Selesai Penelitian

(14)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada dasarnya, hakekat pembangunan dilaksanakan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia tanpa membedakan suku bangsa, agama dan jenis kelamin. Hal tersebut berarti bahwa melalui pembangunan diupayakan dapat mewujudkan peningkatan kualitas hidup manusia baik laki-laki maupun perempuan. Akan tetapi masalah kemiskinan masih menjadi masalah sosial khususnya di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Masalah kemiskinan ini terus menjadi masalah yang relevan dan terus dikaji untuk menemukan solusinya.

Program pembangunan yang dilaksanakan selama ini juga selalu memberikan perhatian besar terhadap upaya pengentasan kemiskinan karena pada dasarnya pembangunan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meskipun demikian, masalah kemiskinan sampai saat ini terus-menerus menjadi masalah yang berkepanjangan, terutama di daerah Sumatera Utara. Di Sumatera Utara jumlah penduduk miskin pada tahun 2017 mencapai (1.453.87 ribu), dan pada tahun 2018 sebesar (1.324.98 ribu). Sebagai Ibukota Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan juga masih menghadapi kemiskinan dengan jumlah penduduk miskin yang cukup tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya. Adapun rincian jumlah penduduk miskin dan persentasenya dari tahun 2017-2018 di Provinsi Sumatera Utara adalah sebagai berikut:

(15)

2

Tabel 1.1 Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2017 – 2018

Kabupaten/Kota

Jumlah Penduduk Miskin (ribu)

Persentase Penduduk Miskin (%)

2017 2018 2017 2018

Nias 24.88 22.608 18.11 16.37

Mandailing Natal 48.3 42.388 11.02 9.58

Tapanuli Selatan 29.48 25.629 10.60 9.16

Tapanuli Tengah 53.05 48.534 14.66 13.17

Tapanuli Utara 33.75 29.2 11.35 9.75

Toba Samosir 18.49 15.818 10.19 8.67

Labuhanbatu 42.35 41.7 8.89 8.61

Asahan 83.67 74.137 11.67 10.25

Simalungun 91.35 80.297 10.65 9.31

Dairi 24.98 23.188 8.87 8.20

Karo 40.02 35.363 9.97 8.67

Deli Serdang 97.09 88.524 4.62 4.13

Langkat 114.41 105.455 11.15 10.20

Nias Selatan 57.95 52.74 18.48 16.65

Humbang Hasundutan 18.35 16.931 9.85 9.00

Pakpak Bharat 4.95 4.663 10.53 9.74

Samosir 18.43 16.807 14.72 13.38

Serdang Bedagai 56.93 50.486 9.30 8.22

Batu Bara 50.91 51.781 12.48 12.57

Padang Lawas Utara 27.98 26.817 10.70 10.06

Padang Lawas 24.42 23.048 9.10 8.41

Labuhanbatu Selatan 37.82 33.137 11.63 10.00

Labuhanbatu Utara 40.24 36.449 11.28 10.12

Nias Utara 39.47 36.325 29.06 26.56

Nias Barat 23.33 23.001 27.23 26.72

Sibolga 11.91 10.807 13.69 12.38

Tanjungbalai 24.69 25.301 14.46 14.64

Pematangsiantar 25.35 22.012 10.10 8.70

Tebing Tinggi 19.06 16.643 11.90 10.27

Medan 204.22 186.454 9.11 8.25

Binjai 18.23 16.069 6.75 5.88

Padangsidimpuan 17.76 16.788 8.25 7.69

Gunung Sitoli 30.08 25.913 21.66 18.44

Jumlah 1.453.87 1.324.98 10.22 9.22

(Sumber:https://sumut.bps.go.id/statictable/2019/11/13/1382/jumlah-dan

persentase-penduduk-miskin-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-sumatera-utara- 2017-dan-2018 diakses pada tanggal 10 Desember 2020)

(16)

3

Berdasarkan tabel di atas perlu adanya pembangunan nasional bagi masyarakat Indonesia guna menanggulangi kemiskinan. Pembangunan nasional tersebut merupakan serangkaian proses perubahan yang diupayakan pemerintah Indonesia bersama seluruh masyarakat Indonesia, dengan mengharapkan terwujudnya masyarakat Indonesia yang memiliki kualitas hidup lebih baik.

Pembangunan tersebut harus ditopang oleh seluruh anggota masyarakat, baik laki- laki maupun perempuan yang meliputi seluruh bidang kehidupan.

Guna mewujudkan pembangunan nasional tersebut, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan peran perempuan untuk mengembangkan potensi diri agar lebih mampu mandiri dan berkarya. Kesadaran mengenai peran perempuan mulai berkembang yang diwujudkan dalam pendekatan program perempuan dalam pembangunan. Hal ini didasarkan pada satu pemikiran mengenai perlunya kemandirian bagi kaum perempuan agar pembangunan dapat dirasakan oleh semua pihak sehingga posisinya perlu diikut sertakan dalam pembangunan nasional.

Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia Dian Kartikasari mengatakan peran perempuan di dalam negara tidak bisa dianggap kecil.

Perempuan adalah wakil negara yang sama kedudukan dan haknya dengan wakil negara lainnya. “Perempuan punya sumbangsih besar kepada negara,” kata Dian saat ditemui Tempo di Menteng, Jakarta Pusat, Dian menyebut rencana pembangunan jangka menengah nasional sudah memberikan ruang kepada perempuan. Perempuan mesti bersinergi dengan pelaku pembangunan guna mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan. Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sylvana Apituley juga menyampaikan keseriusan pemerintah meningkatkan

kapasitas perempuan Indonesia. (Sumber:

https://nasional.tempo.co/read/708530/upaya-pemerintah-meningkatkan- kualitas-perempuan/full&view diakses pada tanggal 15 Januari 2021)

(17)

4

Perwujudan kesetaraan dan keadilan gender dalam pembangunan di Indonesia tercantum dalam Inpres No. 9 Tahun 2000 tentang Pengarustamaan Gender dalam Pembangunan Nasional yang mengintruksikan pelaksanaan pengarustamaan gender ke dalam seluruh proses pembangunan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan fungsional semua instansi dan lembaga pemerintah di tingkat pusat dan daerah.

Sumber Daya Manusia (SDM) akan menjadi kekuatan modal dasar pembangunan, dan tentu harus disertai dengan peran serta fungsinya yang akan menentukan keberhasilan dari pembangunan tersebut. Untuk itu, optimalisasi penduduk sebagai sumber daya pembangunan harus senantiasa berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup, baik laki-laki maupun perempuan agar berperan dalam pembangunan. Hal tersebut perlu kita pahami bersama karena negara menjamin pelaksanaan prinsip kesamaan (equity) sesuai dengan prioritas pembangunan yang ditetapkan. Oleh karena itu, pembangunan yang berperspektif gender berdasarkan pada prinsip utama kesamaan memperoleh akses, peran, kontrol dan manfaat serta kesempatan berpartisipasi dalam program pembangunan harus menjadi perhatian bersama.

Dilihat dari sisi demografis, penduduk Kota Medan pada tahun 2019 berjumlah 2.279.894 orang, dengan komposisi 1.125.267 orang laki-laki

dan 1.154.627 orang perempuan (Sumber:

https://medankota.bps.go.id/indicator/12/31/1/jumlah-penduduk-kota- medan-menurut-kecamatan-dan-jenis-kelamin diakses pada tanggal 18 Januari 2020).

Perempuan dengan jumlah tersebut apabila diberdayakan secara maksimal merupakan aset yang sangat berharga bagi keberlangsungan dan kemajuan pembangunan di Kota Medan. Akan tetapi dalam kenyataannya, di Kota Medan masih dihadapkan pada permasalahan perempuan yang berdampak pada semakin

(18)

5

sulitnya peran perempuan untuk eksis diberbagai sektor pembangunan, karena berbagai faktor salah satunya adalah adanya penurunan tingkat kualitas hidup yang diikuti oleh penurunan tingkat kemampuan dan potensi dalam diri perempuan.

Sejalan dengan itu dalam upaya menurunkan angka kemiskinan perlu adanya pembinaan bagi perempuan agar mampu bersaing dalam berbagai hal khususnya bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Pemerintah sebagai perencana program pembangunan mulai mencanangkan berbagai program yang tidak hanya sebagai jalan penanggulangan kemiskinan, namun juga sebagai jalan untuk pemberdayaan perempuan agar perempuan dapat berperan aktif dalam program-program pembangunan. Salah satu upaya pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan adalah melalui peningkatan peran perempuan dalam pembangunan yaitu melalui Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PT.P2W-KSS).

Program PT.P2W-KSS bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia khususnya kaum perempuan untuk dapat lebih berperan aktif dan lebih memiliki kapabilitas terutama dalam mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera.

Program ini merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan sumber daya manusia dan sumber daya alam serta lingkungan dalam mewujudkan dan mengembangkan keluarga sehat dan sejahtera untuk pembangunan masyarakat desa atau kelurahan, dengan perempuan sebagai penggeraknya.

Program ini mulai dicanangkannya pada tahun 1979, yang tercantum dalam program kerja di departemen dan lembaga non-departemen yang menangani program Peningkatan Peranan Wanita (P2W) dalam pembangunan

(19)

6

sesuai dengan bidang tugas dan fungsi masing-masing, serta peranan aktif dari Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP.PKK) dengan partisipasi berbagai potensi swasta dan LSM lainnya. Salah satu wilayah yang melaksanakan PT.P2W-KSS di Provinsi Sumatera Utara adalah Kota Medan.

Dalam pelaksanaannya Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal ditetapkan sebagai kelurahan percontohan PT.P2W-KSS pada Tahun 2019.

Sejak ditetapkan sebagai kelurahan percontohan PT.P2W-KSS Kelurahan Sunggal bekerjasama dengan TP.PKK Kelurahan Sunggal mulai mendata calon warga binaan dengan tingkat kesejahteraan tergolong rendah atau yang termasuk kategori keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera tahap I yaitu keluarga- keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasar secara minimal seperti kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan dalam PT.P2W-KSS yaitu pembinaan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh dinas terkait serta penyuluhan mengenai kesehatan, pendidikan dan perekonomian.

Dalam kinerjanya, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (P3APM) Kota Medan melakukan koordinasi dalam rangka upaya menyelaraskan program-program yang ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) khususnya dalam upaya peningkatan kualitas hidup perempuan. Untuk itu, dalam rangka penanggulangan kemiskinan melalui PT.P2W-KSS di Kota Medan ini diharapkan dapat terselenggara dan dapat memberikan ruang kepada masyarakat untuk membangun dirinya sendiri dalam bentuk mobilisasi dan pemanfaatan seluruh potensi masyarakat dan difasilitasi oleh setiap OPD terkait.

(20)

7

Di Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal sendiri, masalah yang peneliti peroleh melalui observasi sementara pada bulan maret yaitu masih kurangnya pengembangan potensi perempuan di Kelurahan Sunggal, dimana perempuan di Kelurahan Sunggal masih banyak yang tidak memiliki keahlian d a n p e n g e t a h u a n , seperti membuat kerajinan tangan, menjahit, bercocok tanam dan beternak.

Terdapat tujuh puluh orang warga binaan yang mengikuti program tersebut namun hanya sekitar empat puluh orang saja yang sudah memiliki keahlian serta pengetahuan (Sumber : Laporan Kepala Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan Dalam Rangka Kunjungan Tim Evaluasi Kelurahan Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PT.P2W-KSS) Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2019).

Untuk itu, pengembangan potensi perempuan khususnya dibidang pendidikan, kesehatan serta ekonomi menjadi hal prioritas yang dapat dilakukan untuk mencapai kesejahteraan di dalam keluarga. Dengan program tersebut diharapkan akan menjadi salah suatu daya dukung bagi perempuan untuk mengembangkan potensi di dalam dirinya. Dengan adanya pemaparan masalah di atas, maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang “Implementasi Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PT.P2W-KSS) di Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PT.P2W- KSS) di Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan?

(21)

8 1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti melalui penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan Implementasi Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PT.P2W- KSS) di Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan.

1.4 Manfaat Penelitian

Di samping tujuan yang hendak dicapai, penelitian ini juga memiliki manfaat. Adapun manfaat yang ingin dicapai oleh peneliti adalah:

1. Secara subjektif, sebagai sarana untuk melatih dan mengembangkan kemampuan berpikir dalam menulis karya ilmiah tentang pelaksanaan PT.P2W-KSS.

2. Secara praktis, sebagai masukan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam hal menangani masalah pelaksanaan PT.P2W- KSS.

3. Secara akademis, sebagai bahan masukan bagi pelengkap maupun referensi maupun bahan perbandingan bagi mahasiswa yang ingin mengadakan penelitian di bidang yang sama.

(22)

9 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kebijakan Publik

Kebijakan publik adalah kebijakan yang dibuat oleh pemerintah untuk memenuhi kepentingan publik. Studi mengenai pembuatan kebijakan publik merupakan studi yang paling dalam di dalam studi administrasi negara. Kebijakan publik didefinisikan oleh Eyestone (dalam Agustino, 2006:40) kebijakan publik adalah hubungan antara unit pemerintah dengan lingkungannya. Sedangkan menurut Fredrich (dalam Agustino, 2006:41) menjelaskan bahwa:

“Kebijakan publik adalah serangkaian tindakan atau kegiatan yang diusulkan oleh seseorang, kelompok atau pemerintah dalam suatu lingkungan tertentu dimana terdapat hambatan-hambatan (kesulitan- kesulitan) dan kemungkinan-kemungkinan (kesempatan-kesempatan) dimana kebijakan tersebut diusulkan agar berguna dalam mengatasinya untuk mencapai tujuan yang yang dimaksud atau merealisasikan suatu sasaran atau maksud tertentu”.

Seperti halnya Fredrich, Anderson (dalam Agustino, 2006:41) menjelaskan juga bahwa kebijakan publik adalah serangkaian kegiatan yang mempunyai maksud atau tujuan tertentu yang diikuti dan dilaksanakan oleh seseorang atau sekelompok orang yang berhubungan dengan suatu permasalahan atau suatu hal yang diperhatikan. Islamy (2007:8) juga mendefinisikan kebijakan publik sebagai serangkaian tindakan atau kegiatan yang mempunyai tujuan tertentu, ia menyatakan bahwa kebijakan publik merupakan serangkaian tindakan yang dipilih dan dialokasikan secara sah oleh pemerintah atau negara kepada seluruh anggota masyarakat yang mempunyai tujuan tertentu demi kepentingan publik.

(23)

10

Dari beberapa pengetian tersebut, Nugroho (2006:23) menarik sebuah pemahaman mengenai kebijakan publik yaitu pertama, kebijakan publik adalah kegiatan yang buat oleh administrator negara atau administrator publik. Jadi kebijakan publik adalah segala sesuatu yang dikerjakan dan yang tidak dikerjakan oleh pemerintah. Kedua, kebijakan publik adalah kebijakan yang mengatur kehidupan bersama atau kehidupan publik, bukan kehidupan orang atau seseorang atau golongan. Kebijakan publik mengatur semua yang ada di domain lembaga admin publik. Ketiga, dikatakan sebagai kebijakan publik jika manfaat yang diperoleh masyarakat yang bukan pengguna langsung dari produk yang dihasilkan jauh lebih banyak atau lebih besar dari penggunanya langsung.

Wahab dalam bukunya yang berjudul Analisis Kebijakan: Dari Formulasi ke Implementasi Kebijaksanaan Negara mengutip pendapat Friedrich (dalam Wahab, 2005:3) mengartikan kebijakan:

“Kebijakan adalah suatu tindakan yang mengarah pada tujuan yang diusulkan oleh seseorang, kelompok atau pemerintah dalam lingkungan tertentu sehubungan dengan adanya hambatan-hambatan tertentu seraya mencari peluang-peluang untuk mencapai tujuan atau mewujudkan sasaran yang diinginkan”.

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa kebijakan publik merupakan serangkaian instruksi dari para pembuat keputusan kepada pelaksana kebijakan yang mengupayakan baik tujuan-tujuan dan cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut.

Sebagai sebuah sistem yang terdiri atas subsistem atau elemen maka kebijakan publik itu harus memiliki unsur-unsur yaitu tujuan, masalah, tuntutan, dampak, dan sarana atau alat kebijakan. Selain itu kebijkan yang baik harus memiliki sifat-sifat antara lain:

(24)

11

1. Kompleksitas: Hal ini berkaitan dengan banyak aspek yang terkait wawasan yang terpaut dan banyak pihak yang terlibat. Semakin luas kebijakan semakin kompleks atau rumit keadaannya.

2. Dinamis: Hal ini berhubungan dengan keadaan masyarakat yang dikenai kebijakan. Perbedaan suku, adat istiadat, budaya, agama dan gender membuat kebijakan harus bersifat dinamis.

3. Keputusan: Kebijakan publik pada dasarnya adalah keputusan publik sehingga sebagai keputusan publik tidak hanya berkenaan dengan pemilihan terbaik melainkan berhubungan dengan aplikasi dari keputusan itu, sehingga pengambilan keputusan publik harus sesuai dengan kriteria supaya tepat sasaran.

2.2 Implementasi Program 2.2.1 Pengertian Implementasi

Hakekat dari implementasi merupakan rangkaian kegiatan yang terencana dan bertahap yang di lakukan oleh instansi pelaksana dengan didasarkan pada kebijakan yang telah ditetapkan oleh otoritas berwenang. Menurut Mazmanian dan Sabatier (dalam Wahab, 2005:65) menjelaskan bahwa:

“Implementasi adalah memahami yang senyatanya terjadi sesudah suatu program itu dinyatakan berlaku atau dirumuskan merupakan fokus perhatian implementasi kebijakan, yakni kegiatan yang timbul sesudah disahkannya pedoman kebijakan, yang mencakup baik usaha untuk mengadministrasikannya maupun untuk menimbulkan dampak nyata pada masyarakat”.

Menurut (Nugroho, 2006:158) implementasi pada prinsipnya adalah cara yang dilakukan agar dapat mencapai tujuan yang dinginkan. Implementasi merupakan prinsip dalam sebuah tindakan atau cara yang dilakukan oleh individu

(25)

12

atau kelompok orang untuk pencapaian tujuan yang telah dirumuskan. Sedangkan menurut Van Meter dan Van Horn (1975:447) dalam buku The Policy Implementation Process: A Conceptual Framework menjelaskan bahwa:

“Implementasi adalah tindakan-tindakan yang dilakukan baik oleh individu-individu/pejabat-pejabat atau kelompok-kelompok pemerintah atau swasta yang diarahkan pada tercapainya tujuan-tujuan yang telah digariskan dalam keputusan kebijakan”.

Jadi, implementasi merupakan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pemerintah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam suatu keputusan kebijakan. Pemerintah dalam membuat kebijakan juga harus mengkaji terlebih dahulu apakah kebijakan tersebut dapat memberikan dampak yang buruk atau tidak bagi masyarakat. Hal tersebut bertujuan agar suatu kebijakan tidak bertentangan dengan masyarakat apalagi sampai merugikan masyarakat.

Berbeda dengan pendapat di atas Pressman dan Wildavsky (dalam Parsons, 2006:468) mengungkapkan implementasi adalah menjadikan orang- orang melakukan apa-apa yang diperintahkan dan mengontrol urutan tahap dalam sebuah sistem, dan implementasi adalah soal pengembangan sebuah program kontrol yang meminimalkan konflik dan deviasi dari tujuan yang ditetapkan oleh hipotesis kebijakan.

Cheema dan Rondinelli (dalam Subarsono, 2005:101) mengatakan bahwa analisis implementasi program-program pemerintah yang bersifat desentralisasi tentu memiliki empat kelompok variabel yang dapat mempengaruhi kinerja dan dampak suatu program, yakni kondisi lingkungan, hubungan antar organisasi, sumberdaya organisasi untuk implementasi program, karakteristik dan kemampuan agen pelaksana.

(26)

13

Implementasi suatu program merupakan suatu yang kompleks, dikarenakan banyaknya faktor yang saling berpengaruh dalam sebuah sistem yang tidak lepas dari faktor lingkungan yang cenderung selalu berubah. Syukur (1998:398) menjelaskan bahwa pengertian dan unsur-unsur pokok dalam proses implementasi sebagai berikut :

1. Proses implementasi program ialah rangkaian kegiatan tindak lanjut yang terdiri atas pengambilan keputusan, langkah langkah yang strategis maupun operasional yang ditempuh guna mewujudkan suatu program atau kebijaksanaan menjadi kenyataan, guna mencapai sasaran yang ditetapkan semula.

2. Proses implementasi dalam kenyataanya yang sesunguhnya dapat berhasil, kurang berhasil ataupun gagal sama sekali ditinjau dari hasil yang dicapai

“outcomes” serta unsur yang pengaruhnya dapat bersifat mendukung atau menghambat sasaran program.

3. Proses implementasi sekurang-kurangnya terdapat empat unsur yang penting dan mutlak. Pertama, implementasi program tidak mungkin dilaksanakan dalam ruang hampa. Oleh karena itu faktor lingkungan (fisik, sosial budaya dan politik) akan mempengaruhi proses implementasi program pada umumnya. Kedua, target group yaitu kelompok yang menjadi sasaran dan diharapkan akan menerima manfaat program tersebut.

Ketiga, adanya program yang dilaksanakan. Keempat, unsur pelaksanaan atau implementer, baik organisasi atau perorangan yang bertanggung jawab dalam pengelolaan, pelaksanaan dan pengawaasan implementasi tersebut.

(27)

14

Dari penjelasan mengenai implementasi di atas, peneliti menarik kesimpulan bahwa implementasi merupakan proses pelaksanaan dari suatu program, baik itu di lingkungan pemerintah, masyarakat, organisasi atau sekolah yang hasilnya dapat dilihat dari perbandingan pencapaian target dengan tujuan awal, sehingga dalam implementasi ini sangat memungkinkan banyak hal yang sifatnya teknis sebagai upaya dari pencapaian tujuan tersebut.

2.2.2 Pengertian Program

Secara umum pengertian program adalah penjabaran dari suatu rencana, dalam hal ini program merupakan bagian dari perencanaan dan sering pula diartikan bahwa program adalah kerangka dasar dari pelaksanaan suatu kegiatan.

Westra (1989:236) mengatakan bahwa program adalah rumusan yang memuat gambaran pekerjaan yang akan dilaksanakan beserta petunjuk cara-cara pelaksanaanya. Sementara Siagian (dalam Westra, 1989:124) mengatakan bahwa penyusunan program adalah penjabaran suatu rencana yang telah ditetapkan sedemikian rupa sehingga program kerja itu memiliki ciri-ciri operasional tertentu.

Suatu program yang baik harus memiliki ciri-ciri seperti tujuan yang dirumuskan secara jelas, penentuan peralatan yang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut, suatu kerangka kebijkasanaan yang konsisten atau proyek yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan program seefektif mungkin, pengukuran ongkos- ongkos yang diperkirakan dan keuntungan-keuntungan yang diharapakan akan dihasilkan program tersebut, hubungan dengan kegiatan lain dalam usaha pembangunan dan program pembangunan lainnya, berbagai upaya dibidang manajemen untuk melaksanakan program tersebut.

(28)

15

Ahli lainnya, yaitu Jones (1996:295) berpendapat bahwa program adalah unsur pertama yang harus ada demi terciptanya suatu kegiatan. Jones juga menjelaskan bahwa di dalam program dibuat beberapa aspek, yaitu mengenai tujuan kegiatan yang akan dicapai, kegiatan yang diambil dalam mencapai tujuan, aturan yang harus dipegang atau prosedur yang harus dilalui, perkiraan anggaran yang dibutuhkan dan strategi pelaksanaan.

Melalui program maka segala bentuk rencana akan lebih terorganisir dan lebih mudah untuk dioperasionalkan. Hal ini sesuai dengan pengertian program yang diuraikan oleh Korten (dalam Jones, 1996:232) bahwa program adalah kumpulan proyek-proyek yang berhubungan yang telah dirancang untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang harmonis dan secara integratif untuk mencapai sasaran kebijaksanaan tersebut secara keseluruhan.

Dengan demikian peneliti dapat menyimpulkan bahwa program adalah tindakan yang didasarkan pada model teoritis yang jelas, yakni sebelum menentukan masalah sosial yang ingin diatasi dan memulai melakukan intervensi, maka sebelumnya harus ada pemikiran yang serius terhadap bagaimana dan mengapa masalah itu terjadi dan apa yang menjadi solusi terbaik, jadi dalam menentukan suatu program harus dirumuskan secara matang sesuai dengan kebutuhan agar dapat mencapai tujuan melalui partisipasi dari pelaksana programnya.

2.2.3 Pengertian Implementasi Program

Program merupakan unsur pertama yang harus ada demi tercapainya kegiatan implementasi. Unsur kedua yang harus dipenuhi dalam proses implementasi program yaitu adanya kelompok masyarakat yang menjadi sasaran

(29)

16

program, sehingga masyarakat dilibatkan dan membawa hasil dari program yang dijalankan dan adanya perubahan dan peningkatan dalam kehidupannya. Tanpa memberikan manfaat kepada masyarakat maka dikatakan program tersebut telah gagal dilaksanakan. Berhasil atau tidaknya suatu program diimplementasikan tergantung dari unsur pelaksanaannya. Riggs (2005:54) mengatakan dalam pelaksanaannya, baik itu organisasi maupun perorangan bertanggungjawab dalam pengelolaan maupun pengawasan dalam proses implementasi. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa implementasi program adalah tindakan-tindakan yang dilaksanakan oleh individu-individu atau pejabat-pejabat terhadap suatu objek atau sasaran yang diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, melalui adanya organisasi, interpretasi dan penerapan.

Untuk mencapai tujuan implementasi program secara efektif, pemerintah harus melakukan aksi atau tindakan yang berupa penghimpunan sumber dana dan pengelolaan sumber daya alam dan manusia. Ratmiko (2005:4) mengungkapkan bahwa hasil yang diperoleh dari aksi pertama dapat disebut input kebijakan, sementara aksi yang kedua disebut sebagai proses implementasi kebijakan. Untuk mengoperasionalkan implementasi program agar tercapainya suatu tujuan serta terpenuhinya misi program diperlukan kemampuan yang tinggi pada organisasi pelaksanaannya.

2.3 Konsep Implementasi Program

Implementasi merupakan suatu proses yang sangat penting ketika berbicara penerapan program baik itu yang bersifat sosial atau dalam dunia pendidikan. Implementasi program merupakan lakang-langkah pelaksanaan kegiatan dalam upaya mencapai tujuan dari program itu sendiri, Jones (dalam

(30)

17

Rohman, 2009:101) menyebutkan implemetasi program merupakan salah satu komponen dalam suatu kebijakan untuk mencapai suatu tujuan.

Jones (1996:4) mengemukakan bahwa implementasi adalah suatu proses interaktif antara suatu perangkat tujuan dengan tindakan atau bersifat interaktif dengan kegiatan-kegiatan kebijaksanaan yang mendahuluinya, dengan kata lain implementasi merupakan kegiatan yang dimaksudkan untuk mengoperasikan sebuah program dengan pilar-pilar organisasi, interpretasi dan pelaksanaan.

Menurut Jones (dalam Suryana, 2009: 28) ada tiga pilar dalam mengoperasikan program yaitu :

1.Organisasi

Organisasi adalah aktivitas untuk membentuk badan-badan, unit-unit, beserta metode-metode yang diperlukan guna mencapai tujuan-tujuan yang terkandung di dalam kebijakan. Organisasi juga merupakan kesatuan orang-orang yang melakukan pekerjaan dalam ruang lingkup administrasi dalam hal ini juga diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas sebagai tenaga pelaksana dan perlengkapan atau alat-alat kerja serta didukung dengan perangkat hukum yang jelas agar dapat mendukung terlaksananya kebijakan tersebut. Struktur oganisasi yang jelas diperlukan dalam mengoperasikan program sehingga tenaga pelaksana dapat terbentuk dari sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas. Dalam hal ini, program PT.P2W-KSS harus memiliki struktur organisasi yang jelas dan teratur.

Sumber daya manusia yang berkualitas berkaitan dengan kemampuan aparatur dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Tugas aparat pelaksana program yang utama adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat yang dipercayakan

(31)

18

kepadanya untuk mencapai tujuan negara. Agar tugas-tugas pelaksana program dapat dilaksanakan secara efektif maka setiap aparatur dituntut memiliki kemampuan yang memadai sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.

2.Interpretasi

Interpretasi adalah mereka yang bertanggungjawab dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan atau ketentuan yang berlaku, harus dilihat apakah pelaksanaannya telah sesuai dengan petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang. Maksudnya di sini agar program dapat dilaksanakan sesuai dengan peraturan atau ketentuan yang berlaku, harus dilihat apakah pelaksanaannya telah sesuai dengan petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang. Sesuai dengan peraturan berarti setiap pelaksanaan kebijaksanaan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku baik peraturan tingkat pusat, propinsi, dan kabupaten.

Sesuai dengan petunjuk pelaksana berarti pelaksanaan kebijaksanaan dari peraturan sudah dijabarkan cara pelaksanaannya pada kebijaksanaan yang bersifat administratif, sehingga memudahkan pelaksana dalam melakukan aktifitas pelaksanaan program. Sesuai petunjuk teknis berarti kebijaksanaan yang sudah dirumuskan dalam bentuk petunjuk pelaksana dirancang lagi secara teknis agar memudahkan dalam operasionalisasi program. Para pelaksana harus mampu menjalankan program sesuai dengan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksana agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Dalam hal ini, program harus memiliki petunjuk teknis yang dapat dijadikan pedoman oleh para pelaksana program. Agar program PT.P2W-KSS dan tujuannya dapat tercapai secara optimal.

(32)

19 3.Penerapan

Penerapan pelaksanaan kebijakan publik merupakan suatu proses aktif dan selalu berubah. Hal ini tidak hanya menunjuk pada sebuah kemungkinan kecil terhadap penerapan suatu peraturan, tetapi juga menunjukkan bahwa mereka yang membuat upaya semacam itu akan menghadapi permasalahan dalam organisasinya. Penerapan ini adalah suatu varian dengan konsep administrasi yang menekankan pada terciptanya tujuan kebijakan yang efektif dan efisien.

Penerapan peraturan/kebijakan berupa petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis telah berjalan sesuai dengan ketentuan. Dalam hal ini perlu adanya prosedur kerja yang jelas, program kerja serta jadwal kegiatan disiplin.

Prosedur kerja yang jelas yaitu prosedur kerja yang sudah ada harus memiliki prosedur kerja agar dalam paelaksanaannya tidak tejadi tumpang tindih, sehingga tidak bertentangan antara unit kegiatan yang terdapat di dalamnya.

Program kerja yaitu program kerja harus sudah terprogram dan terencana dengan baik, sehingga tujuan program dapat irealisasikan dengan efektif. Jadwal kegiatan yaitu program yang sudah ada harus dijadwalkan kapan dimulai dan diakhiri suatu program agar mudah dalam mengadakan evaluasi. Dalam hal ini yang diperlukan adanya tanggal pelaksanaan dan rampungnya sebuah program sudah ditentukan sebelumnya. Perlu adanya pembuatan prosedur kerja yang jelas agar program kerja dapat berjalan sesuai dengan jadwal kegiatan sehingga tidak berbenturan dengan program lainnya. Hal ini sangat dibutuhkan dalam penjalanan program, prosedur kerja yang jelas dapat membantu pelaksana program menjalankan tugasnya mengelola sebuah pekerjaan, yang mengandung pengertian tentang apa, untuk apa, dan bagaiman pekerjaan harus diselesaikan

(33)

20

Kesimpulannya program merupakan interpretasi dari sebuah kebijakan pemerintah yang berisi kumpulan instruksi, yang dibuat untuk memperbaiki permasalahan yang sedang berkembang. Program harus ada dalam mengimplementasikan suatu kebijakan agar hal tersebut dapat berjalan dengan tersistematik dan sesuai dengan tujuan awal dari program tersebut.

2.4 Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PT.P2W-KSS)

2.4.1 Pengertian dan Tujuan PT.P2W-KSS

Program terpadu dalam hal ini merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan secara tersendiri tetapi dilaksanakan secara terkoordinasi dan saling menunjang dengan kegiatan yang lainnya untuk mencapai tujuan dari program tersebut. PT.P2W-KSS adalah program pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan pada aspek pendidikan, kesehatan dan ekonomi terutama bagi keluarga miskin di desa/kelurahan. Peranan perempuan sebagai mitra sejajar pria perlu ditingkatkan agar mampu memberikan sumbangan yang besar dalam berbagai bidang pembangunan di daerah khususnya Kota Medan.

PT.P2W-KSS merupakan program peningkatan perempuan yang menggunakan pola pendekatan lintas bidang pembangunan secara terkoordinasi yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga guna mencapai tingkat hidup yang berkualitas dengan upaya yang diarahkan pada peningkatan kesejahteraan hidup keluarga yang lebih baik. Program ini merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan potensi dalama diri perempuan untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera untuk pembangunan masyarakat di desa/kelurahan dengan perempuan sebagai penggeraknya.

(34)

21

Sasaran PT.P2W-KSS adalah perempuan dengan tingkat kesejahteraan tergolong rendah dan atau yang masuk dalam katagori keluarga miskin, keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera Tahap I, dan menurut hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS). Jangkauan PT.P2W-KSS meliputi kelurahan dengan prioritas rawan sosial ekonomi, kesehatan dan pendidikan; yang ditetapkan oleh Surat Keputusan Walikota Medan tentang Penetapan Kelurahan Percontohan PT.P2W-KSS tahun 2019 adalah Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal.

Adapun tujuan dari PT.P2W-KSS adalah untuk meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan dalam rangka mewujudkan keluarga berkualitas, meningkatkan status kesehatan perempuan, meningkatkan status pendidikan perempuan, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan dalam usaha ekonomi produktif, meningkatkan partisipasi perempuan dalam pelestarian lingkungan hidup, meningkatkan peran aktif perempuan dalam pengembangan masyarakat, serta meningkatkan peran aktif perempuan dalam pemahaman wawasan kebangsaan.

Untuk mencapai tujuan tersebut perlu adanya strategi operasionalisasi kebijakan PT.P2WKSS yang diprioritaskan pada kelurahan rawan pendidikan, rawan kesehatan dan rawan ekonomi (3R) dengan cara sebagai berikut :

1. Meningkatkan komitmen melalui perencanaan program dan anggaran sektor terkait, organisasi kemasyarakatan, Perguruan Tinggi, Lembaga Swadaya Masyarakat, dunia usaha dan masyarakat keseluruhan;

2. Memantapkan keterpaduan dan koodinasi pelaksanaan PT.P2W-KSS dengan memanfaatkan berbagai forum dan pertemuan-pertemuan rutin maupun insidental dengan SKPD terkait;

(35)

22

3. Memanfaatkan hasil pemetaan keluarga sejahtera pada daerah rawan sosial ekonomi, kesehatan dan pendidikan yang dilakukan oleh SKPD lainnya;

4. Memfasilitasi dan melakukan advokasi untuk membangun kemandirian masyarakat dalam pelaksanaan PT.P2W-KSS, serta memantau dan mengevaluasi pelaksanaan PT.P2W-KSS untuk keberlanjutan program.

2.4.2 Mekanisme Penyelenggaraan PT.P2W-KSS

Dengan kewenangan pemerintah pusat dan provinsi sebagai daerah otonom, mekanisme penyelenggaraan PT.P2W-KSS di pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan adalah sebagai berikut :

1. Tingkat Nasional

Dalam mengkoordinasikan pengelolaan pembangunan pemberdayaan perempuan termasuk Kesejahteraan dan Perlindungan Anak (KPA) di tingkat Pemerintah, Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dibantu oleh Kelompok Kerja Tetap Pemberdayaan Perempuan (Pokjatap PP) sebagai bagian dari Forum Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP) dan Forum Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan (PPEP) yang dibentuk dengan Keputusan Menteri Pemberdayaan Perempuan.

2. Tingkat Provinsi

Gubernur adalah penanggungjawab umum selaku koordinator pelaksanaan PT.P2W-KSS dalam pembangunan di daerah dengan tugas menyelenggarakan koordinasi program kegiatan semua instansi/dinas terkait serta lembaga non- pemerintah. Dalam melaksanakan tugasnya Gubernur dibantu oleh Tim Pengelola PT.P2W-KSS Propinsi yang diketuai oleh Pejabat yang ditunjuk oleh Gubernur.

(36)

23 3. Tingkat Kabupaten/Kota

Bupati/Walikota adalah penangungjawab umum selaku koordinator pelaksanaan PT.P2W-KSS dalam pembangunan di daerah dengan tugas menyelenggarakan kordinasi program kegiatan semua instansi/dinas terkait serta lembaga non-pemerintah. Dalam melaksanakan tugasnya Bupati/

Walikota dibantu oleh Tim Pengelola PT.P2W-KSS Kabupaten/Kota yang diketuai oleh Wakil Bupati/Walikota atau oleh Sekretaris Daerah.

4. Tingkat Kecamatan

Camat adalah penanggungjawab umum selaku koordinator pelaksana PT.P2W-KSS dengan tugas menyelenggarakan koordinasi program kegiatan semua instansi/dinas terkait serta lembaga non-pemerintah. Dalam melaksanakan tugasnya, Camat dibantu oleh TP.PKK Kecamatan yang diketuai oleh Sekretaris Kecamatan.

5. Tingkat Desa/Kelurahan

Kepala Desa/Lurah adalah penangungjawab umum selak koordinator pelaksanaan PT.P2W-KSS di tingkat desa/kelurahan. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Desa/Lurah dibantu oleh TP.PKK Kelurahan.

2.5 Pemberdayaan Perempuan

Pemberdayaan diartikan sebagai upaya untuk memberikan kemampuan atau keberdayaan. Proses pemberdayaan dalam konteks aktualisasi diri berkaitan dengan upaya untuk meningkatkan kemampuan individu dengan menggali segala potensi yang dimiliki oleh individu tersebut baik menurut kemampuan keahlian (skill) ataupun pengetahuan (knowledge).

(37)

24

Pemberdayaan perempuan menjadi strategi penting dalam meningkatkan peran perempuan dalam meningkatkan potensi diri agar lebih mampu mandiri dan berkarya. Kesadaran mengenai peran perempuan mulai berkembang yang diwujudkan dalam pendekatan program perempuan dalam pembangunan. Hal ini didasarkan pada satu pemikiran mengenai perlunya kemandirian bagi kaum perempuan, supaya pembangunan dapat dirasakan oleh semua pihak.

Pemberdayaan dapat dilakukan melalui pembinaan dan peningkatan keterampilan perempuan melalui PT.P2W-KSS di Kelurahan Sunggal.

Pemberdayaan perempuan berarti memberikan kekuatan dan kemampuan terhadap potensi yang dimiliki kaum perempuan agar dapat diaktualisasikan secara optimal. Prijono dan Praka (1996:200) mengungkapkan bahwa:

“Pemberdayaan perempuan adalah suatu proses kesadaran dan pembentukan kapasitas (capacity building) terhadap partisipasi yang lebih besar, kekuasaan dan pengawasan pembuatan keputusan yang lebih besar dan tindakan transformasi agar menghasilkan persamaan derajat yang lebih besar antara perempuan dan laki-laki”.

Strategi pemberdayaan dapat dilakukan melalui pendekatan individu, kelompok atau organisasi yang meliputi usaha menyadarkan, mendukung, mendorong, serta membantu mengembangkan potensi yang terdapat dalam diri perempuan. Seperti halnya Vitayala (2010:125) menjelaskan bahwa pemberdayaan perempuan adalah upaya memperbaiki status dan peran perempuan dalam pembangunan bangsa, sama halnya dengan kualitas peran dan kemandirian organisasi perempuan.

Pemberdayaan perempuan sebagai kebijakan pemerintah bertujuan untuk memampukan perempuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan secara aktif.

Pedoman kebijakan yang diarahkan pada pemberdayaan perempuan, dengan

(38)

25

maksud memperbaiki status dan peran perempuan dalam pembangunan bangsa melalui kebijakan nasional yang dilakukan oleh suatu institusi yang mampu untuk memperbaiki kualitas peran dan kemandirian organisasi perempuan seraya melanjutkan upaya pemberdayaan perempuan, keluarga, dan kesejahteraan sosial.

Dari pengertian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa pemberdayaan perempuan adalah upaya perempuan untuk memperoleh akses dan kontrol terhadap sumber daya, kesehatan maupun ekonomi agar perempuan dapat mengatur diri dan meningkatkan rasa percaya diri untuk mampu berperan serta berpartisipasi aktif dalam memecahkan masalah. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu pemberdayaan khusus untuk perempuan melalui program pemerintah salah satunya yaitu PT.P2W-KSS.

2.6 Definisi Konsep

Konsep merupakan istilah dan defenisi yang digunakan untuk menggambarkan secara abstrak mengenai kejadian, keadaan, kelompok atau individu yang menjadi perhatian ilmu sosial (Singarimbun,2009:32). Untuk mendapatkan batasan-batasan yang lebih jelas mengenai indikator-indikator yang akan diteliti maka peneliti mengemukakan definsi konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Kebijakan publik adalah pengalokasian nilai-nilai kekuasaan untuk seluruh masyarakat yang keberadaannya mengikat, sehingga hanya pemerintah yang dapat melakukan suatu tindakan kepada masyarakat dan tindakan tersebut merupakan bentuk dari pengalokasian nilai-nilai kepada masyarakat.

2. Implementasi program adalah tindakan-tindakan yang dilaksanakan oleh aparat pemerintah terhadap suatu objek atau sasaran yang diarahkan untuk

(39)

26

mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, melalui proses organisasi, interpretasi, dan penerapan.

3. Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PT.P2W-KSS) adalah salah satu program pemerintah dalam peningkatan peranan wanita dalam pembangunan yang berupaya untuk mengembangkan sumber daya manusia dan sumber daya alam guna mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera dalam rangka pembangunan masyarakat di kelurahan dengan perempuan sebagai penggeraknya.

4. Pemberdayaan perempuan adalah upaya perempuan untuk memperoleh akses dan kontrol terhadap sumber daya, kesehatan maupun ekonomi agar perempuan dapat mengatur diri dan meningkatkan rasa percaya diri untuk mampu berperan serta berpartisipasi aktif dalam memecahkan masalah.

2.7 Hipotesis Kerja

Hipotesis kerja merupakan pedoman peneliti dan sebagai kelanjutan dari kajian teori untuk memberikan penjelasan terkait implementasi PT.P2W-KSS di Kelurahan Sunggal. Untuk membahas permasalahan penelitian digunakan teori yang dikemukakan oleh Jones yang menyatakan bahwa ada tiga pilar penilaian dari implementasi suatu program, yaitu organisasi, interpretasi dan penerapan.

(40)

27 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Bentuk Penelitian

Metode penelitian menurut Suyanto (2005:9) adalah cara atau strategi menyeluruh untuk menemukan atau memperoleh data yang diperlukan. Dalam penelitian Implementasi PT.P2W-KSS , peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian kualitatif data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Hal ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam tentang bagaimana pemberdayaan perempuan bidang sosial ekonomi yang dilakukan melalui PT.P2W-KSS yang ada di Kelurahan Sunggal Kota Medan. Dengan demikian, laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian laporan penelitian.

Menurut Moleong (2007:6) metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah.

3.2 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan. Kelurahan ini dipilih sebagai kelurahan percontohan untuk melaksanakan PT.P2W-KSS pada Tahun 2019.

(41)

28 3.3 Informan Penelitian

Untuk mendapatkan data-data dan informasi yang akan dibutuhkan dalam suatu penelitian, dapat diperoleh melalui informan penelitian. Dalam penelitian ini, informan penelitian menggunakan teknik snowball sampling, yaitu sampel didapatkan secara bergulir melalui satu responden untuk mendapatkan responden selanjutnya dan teknik purposive sampling, yaitu pengambilan informan secara tidak acak, tetapi dengan pertimbangan dan kriteria tertentu (Arikunto, 2006:20), antara lain sebagai berikut:

1. Informan merupakan subjek telah lama dan intensif menyatu dengan kegiatan atau medan aktivitas yang menjadi sasaran atau perhatian peneliti dan ini biasanya ditandai dengan kemampuan memberikan informasi mengenai suatu yang ditanya peneliti.

2. Informan merupakan subjek yang masih terikat secara penuh aktif pada lingkungan atau kegiatan yang menjadi sasaran dan perhatian peneliti.

3. Informan merupakan subjek yang dalam memberikan informasi tidak cenderung diolah atau dikemas terlebih dahulu.

Tabel 3.1 Matriks Informan

No. Status Informan Informasi yang dibutuhkan

Teknik Pengumpulan

Data

Jumlah Informan 1. Kepala Bidang

Pemberdayaan Perempuan Dinas P3APM Kota Medan

Informasi terkait bagaimana implementasi Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PT.P2W-KSS) di Kelurahan Sunggal, melalui:

 Organisasi

 Interpretasi

 Penerapan

Wawancara 1

(42)

29 2. Kepala Seksi

Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas P3APM Kota Medan

Informasi terkait bagaimana implementasi Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PT.P2W-KSS) di Kelurahan Sunggal, melalui:

 Organisasi

 Interpretasi

 Penerapan

Wawancara 1

3. Staff Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas P3APM Kota Medan

Informasi terkait bagaimana implementasi Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PT.P2W-KSS) di Kelurahan Sunggal, melalui:

 Organisasi

 Interpretasi

 Penerapan

Wawancara 1

4. Lurah Sunggal Informasi terkait bagaimana implementasi Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PT.P2W-KSS) di Kelurahan Sunggal, melalui:

 Organisasi

 Interpretasi

 Penerapan

Wawancara 1

5. Ketua TP.PKK Kelurahan Sunggal

Informasi terkait bagaimana implementasi Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PT.P2W-KSS) di Kelurahan Sunggal, melalui:

 Organisasi

 Interpretasi

 Penerapan

Wawancara 1

(43)

30 6. Sekretaris

TP.PKK Kelurahan Sunggal

Informasi terkait bagaimana implementasi Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PT.P2W-KSS) di Kelurahan Sunggal, melalui:

 Organisasi

 Interpretasi

 Penerapan

Wawancara 1

7. Pengurus Kelompok Warga Binaan PT.P2W-KSS Kelrahan Sunggal

Informasi terkait bagaimana implementasi Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PT.P2W-KSS) di Kelurahan Sunggal, melalui:

 Organisasi

 Interpretasi

 Penerapan

Wawancara 3

8. Warga Binaan PT.P2W-KSS Kelurahan Sunggal

Kebermanfaatan PT.P2W- KSS Kelurahan Sunggal

Wawancara 6

Sumber: Dokumentasi Peneliti

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian disamping penggunaan metode yang tepat diperlukan pula kemampuan memilih dan bahkan juga menyusun teknik pengumpulan data yang relevan (Nawawi, 2005:94). Adapun teknik yang digunakan peneliti dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Teknik Pengumpulan Data Primer

Teknik pengumpulan data primer adalah teknik pengumpulan data dengan mengambil data secara langsung pada lokasi penelitian. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data primer melalui:

(44)

31 a. Observasi

Observasi adalah metode atau cara-cara menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung. Metode ini digunakan guna melihat dan mengamati secara langsung keadaan di lapangan agar peneliti memperoleh gambaran yang luas tentang permasalahan yang diteliti (Basrowi dan Suawandi, 2008:93). Aspek yang diamati peneliti meliputi, gambaran lokasi penelitian, lingkungan fisik pada umumnya, unit bantuan, proses kegiatan dalam pelaksanaan bantuan, pelaksana program dan fasilitas atau sarana lainnya yang terkait. Observasi yang dilakukan juga mengacu pada pedoman observasi yang telah disusun sebelumnya oleh peneliti.

b. Wawancara

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu oleh dua pihak yaitu pewawancara (interviewer) sebagai pengaju/pemberi pertanyaan dan yang diwawancarai (interviewe) sebagai pemberi jawaban atas pertanyaan itu (Basrowi dan Suwandi, 2008:127). Metode wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam dengan secara terstruktur.

Wawancara yang dilakukan juga mengaju kepada pedoman wawancara yang telah disusun sebelumnya.

2. Teknik Pengumpulan Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari catatan tertulis maupun dokumen-dokumen yang ada dilokasi penelitian sebagai sumber data kedua untuk mendukung data primer. Hal tersebut dilakukan melalui:

(45)

32 a. Studi Dokumentasi

Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu, diperoleh dengan mencari informasi berdasarkan dokumen-dokumen, foto, gambar, dan arsip perusahaan yang memiliki relevansi dengan penelitian yang ada di lokasi penelitian atau sumber-sumber lain yang terkait dengan objek penelitian.

Dokumentasi yang diambil juga mengacu pada pedoman yang telah disusun sebelumnya oleh peneliti.

b. Studi Kepustakaan

Studi kepustakaan adalah yaitu teknik pengumpulan data yang diperoleh dari buku-buku, karya ilmiah, dan pendapat para ahli yang berkompetensi, serta memiliki relevansi dengan masalah yang diteliti.

3.5 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif. Teknik analisis data kualitatif dilakukan dengan menyajikan data yang dimulai dengan menelaah seluruh data yang terkumpul, menyusunnya dalam satuan-satuan, yang kemudian dikategorikan pada tahap berikutnya, dan memeriksa keabsahan data serta menafsirkannya dengan analisis sesuai dengan kemampuan daya nalar peneliti untuk membuat kesimpulan penelitian (Moleong, 2017:247). Menurut Miles dan Huberman (2011:243) terdapat beberapa langkah dalam melakukan analisis data yaitu sebagai berikut:

1. Reduksi Data

Reduksi data dilakukan dengan merangkum, memilih hal-hal yang pokok, dan menfokuskan pada hal-hal yang penting tentang penelitian dengan mencari tema dengan pola hingga memberikan gambaran yang lebih jelas serta

Referensi

Dokumen terkait

DAMPAK PROGRAM REHABILITASI SOSIAL RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RS-RTLH) TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS HIDUP KELUARGA MISKIN DI KELURAHAN BANDAR UTAMA KECAMATAN TEBING TINGGI KOTA

Kondisi membiarkan pengungsi tinggal di pengungsian (shelter) selama ± 1,2 tahun sangat tidak manusiawi, maka diskresi kebijakan harus ditempuh karena telah

Juga untuk mengumpulkan data tentang sejauh apa kebiasaan, kebiasaan, ekonomi, dan sistem mata pencaharian, pesta tahunan untuk menyambut perantau, pola pikir penduduk dan

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Efektivitas Organisasi Dalam Mendukung Keterbukaan Informasi Publik Melalui Sistem Informasi Rekapitulasi (SIREKAP)

Bukan hanya gotong-royong Semata pemerintah Desa juga memberikan insentif kepada masyarakat yang ikut dalam proses pembangunan di desa Sipan pertama pembangunan

“…kalau kami lebih fokus pada program, proses penggalangan isu yang menjelaskan ke indonesiaan, kepemudaan dan etnisitas, maksud dari tadi yang saya jelaskan yang

Syukur Alhamdulillah saya sampaikan kehadirat ALLAH SWT yang melimpahkan rahmat, hidayahserta karunia-Nya yang tak terhingga, sehingga dapat menyelesaikan penelitian dan

Skripsi ini berisi penelitian mengenai pengaruh komunikasi pembangunan lingkungan oleh Remaja Masjid Pencinta Alam (REMPALA) terhadap partisipasi masyarakat dalam membangun