• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI

A. E-learning

1. Pengertian e-Learning

Manusia yang daya nalarnya berfungsi dengan baik selain bisa mengenal dirinya sendiri tentu dapat mengenali lingkungan sekitar. Apapun yang dilihat dan dirasa dapat membentuk sebuah konsep alam dan kehidupan. Konsep tersebut berkembang menuju pada kesempurnaan melalui ajaran yang diterima, baik secara internal maupun eksternal.

Saat ini, pengetahuan manusia tentang alam telah berkembang seiring perkembangan zaman. Ilmu dan teknologi yang sedemikian canggih mampu menerobos luar angkasa. Manusia memiliki kemampuan tinggi dapat menalar dengan baik terhadap proses kehidupan.

Pengetahuan yang semakin berkembang dapat mengantarkan manusia untuk mengenal hukum-hukum pasti dan teliti dalam menguasai alam raya ini.

Gambaran nyata dapat terlihat jelas pada ilmu-ilmu fisika, kimia maupun astronomi. Ilmu-lmu tersebut mengungkapkan bahwa alam raya ini tercipta secara teratur dan terkontrol dengan hukum-hukum pasti. Sebagai contoh:

pada ilmu pengetahuan astronomi yang memperkenalkan teraturnya gerakan bintang-bintang pada garis edar masing-masing.1

Pemaparan diatas membuktikan bahwa sebagai manusia yang berakal dapat mendalami ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagaimana seruan Allah swt. dalam firman-Nya pada surah Thâhâ ayat 114:





































“Maka Maha Tinggi Allah swt., Maha Raja Yang Haq dan janganlah engkau tergesa-gesa dalam membaca Al-Qur’an sebelum disempurnakan untukmu pewahyuannya dan katakanlah: Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu.” (QS.

Thâhâ [20]:114).

M. Quraish Shihab dalam tafsir al-Misbah menafsirkan Maka Maha Tinggi Allah swt., ketinggian-Nya yang tidak dapat dijangkau oleh nalar dan tidak dapat dilukiskan oleh kata-kata serta tak dapat disentuh kerajan-Nya. Kehebatan dalam tuntunan dan perintah Allah swt. agar janganlah engkau tergesa-gesa dalam membaca al Qur’an sebelum

1 Ahmad Mubarok dan Nurul Badruttamam, Hidup Berhias Ilmu, (Jakarta: PT Imperial Bhakti Utama, April 2011), hal. 1-5

disempurnakan pewahyuannya oleh malaikat jibril justeru didalamnya terdapat pengetahuan-pengetahuan yang harus dikuasai. Maka daripada itu, Allah swt. memerintahkan agar berdo’a dan katakanlah: Tuhan Pemelihara dan Pembimbingku, tambahkanlah ilmu kepadaku baik melalui wahyu-wahyu-Mu yang disampaikan oleh malaikat maupun melalui apa yang terbentang dari ciptaan alam raya ini.2

Penemuan-penemuan mutakhir yang tak lepas dari kehidupan kita dalam kehidupan sehari-hari yakni keberadaan teknologi. Pada era modern ini sudah tidak diragukan lagi bahwa kemajuan teknologi telah memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan. Dalam perkembangan lingkungan, setiap orang memiliki teknologi dalam genggamannya sebagai contoh Laptop dan Handphone yang dilengkapi dengan fitur-fitur menarik.

Perkembangan Teknologi Informasi dan Teknologi (TIK) yang semakin canggih pun berjalan begitu cepat menjadikan kita sebagai manusia dapat menerima pendidikan darimana saja melalui alat elektronika.

Berbagai teknologi dan aplikasi juga dikembangkan untuk

2 M. Quraish Shihab, Tafsir Al Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al Qur’an, (Jakarta: Lentera Hati:2012), hal. 680-681 cetakan ke-v

mendukung dan mempermudah segala aktivitas kehidupan manusia khususnya dalam dunia pendidikan. Kehadiran teknologi tersebut juga membawa perubahan yang begitu besar dalam kehidupan. Maka tidak ada pilihan lain kepada dunia pendidikan untuk ikut serta memanfaatkan untuk aktivitas belajar mengajar.

Era informasi dimana teknologi informasi dan komunikasi telah menjadi alat komunikasi yang instan, muncul satu terninologi baru dalam pendidikan jarak jauh yakni e-Learning. Salah satu sistem media pembelajaran yang dapat memudahkan bagi pendidik dan peserta didik dalam proses kegiatan belajar mengajar berlangsung.

E-Learning merupakan metode pembelajaran yang berfungsi sebagai pelengkap daripada metode pembelajaran tatap muka. Singkatnya, e-Learning menggunakan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran.

Sistem e-Learning memberikan peserta didik dapat mengatur durasi mata kuliah dalam mempelajari materi yang diberikan dan mampu menyerap serta mengembangkan pengetahuan dan keahlian dalam lingkungan yang telah dibentuk khusus. Perbedaan pembelajaran tatap muka dengan e-Learning adalah pada pembelajaran tatap muka guru dianggap sebagai orang

yang serba tahu dalam menyalurkan ilmu pengetahuan kepada pelajarnya. Sedangkan dalam e-Learning fokus utamanya adalah pelajar.

Pelajar dalam e-Learning lebih mandiri pada waktu tertentu dan bertanggung jawab dalam pembelajarannya.

Suasana pembelajaran e-Learning akan memaksa pelajar untuk dapat memainkan peranan yang lebih aktif dalam pembelajaran karena pelajar yang membuat perancangan dan mencari materi dengan usaha serta inisiatif sendiri.3

Definisi e-Learning merujuk pada buku panduan pembelajaran elektronik (Kemendikbud, 2011) e-Learning merupakan sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan. Dijelaskan pula bahwa istilah “e” atau singkatan dari elektronik dalam e-Learning digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha-usaha pengajaran lewat teknologi elektronik internet.

Sebagaimana yang dinyatakan oleh Smaldino dkk., bahwa e-Learning merupakan proses belajar yang

3 “E-Learning Sebagai Media Pembelajaran”

https://fisika79.wordpress.com/2011/05/05/e-learning-sebagai-media-pembe lajaran/ diakses pada hari Minggu 20 maret 2016 jam 12:35

memanfaatkan sumber belajar berupa alat elektronik dengan bantuan komputer namun tidak selalu berhubung dengan internet. Pendapat serupa juga dinyatakan oleh Darmayanti, e-Learning merupakan salah satu bentuk pendidikan yang mempunyai karakteristik berbeda dalam bentuk penyampaian pembelajaran daripada tatap muka.4

E-Learning juga diartikan sebagai sebuah konsep yang terjadi pada proses pembelajaran dengan penerapan ICT (Information and Communication Technology) yang menggunakan media berbasis internet. Istilah e-Learning sendiri memiliki istilah lain seperti online learning, virtual classroom dan virtual learning.5 Disamping sulit untuk mencari definisi yang jelas tentang e-Learning, namun yang jelas, e-Learning merupakan pendayagunaan teknologi elektronik untuk pembelajaran.

Dohmen mendefinisikan e-Learning sebagai suatu bentuk pembelajaran mandiri yang terorganisasi secara sistematis dimana konseling penyajian materi pembelajaran

4 Tri Darmayanti, Efektivitas Intervensi Keterampilan Self-Regulated Learning dan keteladanan dalam meningkatkan kemampuan belajar mandiri dan prestasi belajar mahasiswa pendidikan jarak jauh, (Program Pascasarjana Fakultas Psikologi Universitas Indonesia: 2005) hal. 14

5 Tri Darmayanti, dkk., E-Learning pada pendidikan jarak jauh:

konsep mengubah metode pembelajaran di perguruan tinggi Indonesia, (Jurnal Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh: LPPM-Universitas Terbuka:

vol , No. 1 2007), hal. 101

serta pemantauan keberhasilan peserta didik dilakukan oleh sekelompok tenaga pengajar yang memiliki tanggung jawab berbeda dan pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh dengan menggunakan media.

Senada dengan Dohmen, Moore dan Holmeberg mengungkapkan bahwa e-Learning merupakan suatu metode pembelajaran dimana proses pengajaran terjadi secara terpisah dari proses belajar, sehingga komunikasi antara tenaga pengajar dan siswa harus difasilitasikan melalui bahan cetak, media elektronik dan media-media lain.

MacKenzie, Christenzen dan Rigby mengatakan bahwa e-Learning merupakan suatu metode pembelajaran yang menggunakan korespondensi sebagai alat pengajar dengan pembelajar, ditambah adanya interaksi antar siswa dalam pembelajaran tersebut. Menurut French Law, e-Learning adalah sistem pendidikan yang tidak mempersyaratkan adanya tenaga pengajar di tempat seorang belajar, namun memungkinkan terdapat pertemuan-pertemuan di waktu tertentu. Clark dan Mayer mengatakan bahwa e-Learning merupakan metode pembelajaran yang disampaikan dengan menggunkan computer melalui CD-ROM, internet atau intranet.

Mengacu dari beberapa definisi yang telah dikemukakan di atas, secara umum dapat peneliti simpulkan bahwa sistem pendidikan jarak jauh atau yang biasa disebut dengan e-Learning adalah pendidikan yang didasarkan pada keterpisahan antara peserta didik/pembelajar dan pengajar yang mengaburkan pada jarak, ruang dan waktu, memanfaatkan adanya paket bahan belajar yang dirancang secara sistematis, digunakannya sistem telekomunikasi untuk menghubungkan pembelajar dan sumber-sumber ajar ataupun pengajar, tidak terjadinya kontak dalam bentuk tatap muka langsung kecuali pada waktu-waktu tertentu, serta adanya pemantauan yang intensif dari suatu organisasi pendidikan.

2. Fungsi, Tujuan dan Manfaat E-Learning

Dokumen terkait