BAB V PENUTUP
B. Saran-saran
Berdasarkan hasil kesimpulan dapat diberikan beberapa saran diantaranya yakni sebagai berikut:
1. Bagi instansi pendidikan diharapkan dapat lebih mengembangkan sistem pembelajaran dengan menggunakan media apapun seiring perkembangan teknologi yang semakin canggih untuk dapat membantu meningkatkan subtansi pendidikan dan membentuk karakter peserta didik ataupun mahasiswa 2. Hendaklah bagi seorang pengajar mengupayakan
untuk lebih dapat mengoptimalisasikan kemampuannya dalam menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan munculnya jejaring internet yang bisa diterapkan dalam segala hal, khususnya pada pendidikan. Diharapkan bagi pembelajar agar selalu termotivasi untuk lebih baik dan tidak merasa bosan atau jenuh dalam proses pembelajaran.
119
Andriani Durri, Jurnal Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh:
Mahasiswa S2 pada Sistem Pendidikan Jarak Jauh:
Pemanfaatan Internet dan Bantuan Belajar, (LPPM-Universitas Terbuka: 2005)
Asia Siti Nur, Pengaruh Media Youtube dalam Pembelajaran PAI terhadap Akhlak Siswa, (Intitut Ilmu al Qur’an Jakarta: 2014)
Chaeruman Uwes A., Mozaik Teknologi Pendidikan:
E-Learning/e-learning dalam Pendidikan Jarak Jauh, (Jakarta: Prenada Media Group: 2013)
Darmawan Deni, Metode Penelitian Kuantitatif, (Bandung:
Remaja Rosdakarya: 2014)
Esa Nur Wahyuni dan Baharuddin, Teori Belajar dan Pembelajaran, (Ar-Ruzz Media: Jogjakarta: 2010)
Darmayanti Tri, Efektivitas Intervensi Keterampilan Self-Regulated Learning dan keteladanan dalam meningkatkan kemampuan belajar mandiri dan prestasi belajar mahasiswa pendidikan jarak jauh, (Program Pascasarjana Fakultas Psikologi Universitas Indonesia:
2005)
Darmayanti Tri, dkk., E-Learning pada pendidikan jarak jauh:
konsep mengubah metode pembelajaran di perguruan tinggi Indonesia, (Jurnal Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh: LPPM-Universitas Terbuka: vol , No. 1 2007)
E-Learning Sebagai Media Pembelajaran, https://fisika79.wordpress.com/2011/05/05/e-learning-seb agai-media-pembelajaran/ diakses pada hari Minggu 20 maret 2016 jam 12:35
Jannah Miftahul, Penerapan Model Experiential Learning Materi Pendidikan Agama Islam, (Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta: 2014)
Juleha Siti, Hubungan Multimedia Interaktif Dengan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam, (Institut Ilmu AL-Qur’an Jakarta: 2014)
Lestari Siti, Kumpulan Makalah Ilmu Pendidikan Islam Tarbiyah IV A, (Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta: 2014) Mubarok Ahmad dan Nurul Badruttamam, Hidup Berhias Ilmu,
(Jakarta: Imperial Bhakti Utama: April 2011)
Munir, Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis TIK, (Bandung:
Alfabeta: 2012)
Muhammad Ahsin Sakho, dkk., Pedoman Penulisan Skripsi, Tesis dan Disertasi Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta (Edisi Revisi), (Jakarta: IIQ Pers: 2011)
Nurhayati Yati, Pengaruh Efektivitas Media Audiovisual (Televisi) Dalam Pengajaran Bahasa Arab Terhadap Prestasi Belajar, (Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta: 2005) Nurul Latifah Bilqis, Pengaruh Penerapan Quantum Learning
Terhadap Efektivitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta: 2014)
Pannen Paulina, Pengertian Sistem Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh, (Jakarta: Universitas Terbuka: 1999)
Salma Prawiradilaga Dewi, dkk., Mozaik Teknologi Pendidikan e-Learning, (Jakarta: Kencana Prenadamedia Group:
2013)
Rahmawati Ade, Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran PAI, (Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta: 2015)
Raihah Hani, Pemanfaatan Media Teknologi Situs Web Youtube dalam Peningkatan Minat Belajar Siswa Pada Pembelajaran PAI, (Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta: 2013)
Reksiana, Pengaruh Penggunaan Media Visual Terhadap Pengajaran PAI, (Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta: 2012) Setiani Made Yudhi, dkk., E-learning pada pendidikan jarak
jauh: konsep yang mengubah metode pembelajaran di perguruan tinggi Indonesia, (LPPM-Universitas Terbuka:
2007)
Shadily Hasan, Ensiklopedia Indonesia, (Jakarta: Ichtiar baru-Van Hoeve),
Shihab M. Quraish, Tafsir Al Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al Qur’an, (Jakarta: Lentera Hati: 2012) Sudijono Anas, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta:
Rajawali Pers: 2010)
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D, (Bandung: Alfabeta: 2015)
Supranto J, Proposal Penelitian Dengan Contoh, (Jakarta:
Universitas Indonesia (UI-Press): 2004)
Syahriani Yani, Pengaruh Penggunaan Gaya Belajar Auditori terhadap Prestasi Belajar Bidang Studi PAI Siswa, (Institut Ilmu al Qur’an Jakarta: 2006)
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka)
Toha M. Anggoro, dkk., Metode Penelitian Edisi Ke-II, (Jakarta: Universitas Terbuka: 2004)
Universitas Mercu Buana, www.mercubuana.ac.id diakses pada tanggal 20 April 2016 jam 18:04 WIB
Wawancara dengan Mahasiswa Kelas Karyawan UMB Jakarta, Lutfi Novira Riady, Meruya, 12 Juni 2016
Wikipedia Bahasa Indonesia,
https://id.wikipedia.org/wiki/Prestasi diakses pada 23 mei 2016 jam 16:08
1. Sudah berapa tahun ibu menjadi dosen di Universitas Mercu Buana Jakarta? 4, 5 Tahun
2. Yang saya ketahui Universitas Mercu Buana Jakarta terdapat beberapa kampus, apa ibu mengajar di seluruh kampus UMB? Tidak seluruh kampus Universitas Mercu Buana Jakarta, hanya di kampus Meruya-Jakarta Barat
3. Mengajar matakuliah apa saja di Universitas mercu Buana Jakarta? Mengajar mata kuliah MKCU yang merupakan mata kuliah ciri universitas seperti Pendidikan Agama Islam, Kewarganegaraan, Pancasila dan Etik Universitas Mercu Buana
4. Model Pembelajaran apa saja yang Ibu gunakan dalam menyampaikan materi matakuliah Pendidikan Agama Islam? Khusus kelas karyawan model pembelajaran melalui Online dan tatap muka (Online 10 kali pertemuan dan 6 kali tatap muka termasuk UTS dan UAS). Kalau kelas Reguler menggunakan model pembelajaran secara tatap muka dalam setiap seminggu sekali
5. Zaman sekarang teknologi kan sudah semakin canggih, Apakah internet sangat membantu dan memberikan
pengaruh besar terhadap pembelajaran PAI? Ya, sangat membantu. Apalagi untuk kelas karyawan yang sangat disibukkan oleh aktivitas dan pekerjaan mereka. Forum yang disampaikan pun bisa dijawab dalam waktu senggang. Dan ada umpan balik daripada dosen dan mahasiswa (terjadi diskusi) dengan tidak menghambat kegiatan mereka serta bisa dilakukan kapan pun dan dimana pun saja. Dosen memberikan tenggang waktu satu materi untuk ditanggapi oleh mahasiswa dalam kurun waktu satu minggu
6. Saya mendengar bahwa di UMB ini untuk program kelas karyawan ada yang menggunakan sistem E-learning atau pembelajaran via elektronik, Apa hanya terdapat pada kelas karyawan? Ya, karena pertemuan tatap muka mereka hanya dilakukan 6x dalam 1 semester. Oleh karena itu, untuk mencukupi target pertemuan mereka harus menggunakan Online. Dua kali tatap muka diawal semester, dua kali tatap muka di pertengahan semester, dua kali tatap muka di akhir semester. Dan Ketentuan ini telah diatur oleh pihak kampus Universitas Mercu Buana
7. Ada berapa kelas untuk program kelas karyawan di seluruh kampus UMB? Untuk program kelas karyawan
ada banyak kelas yang diperuntukkan kelas karyawan.
Jumlahnya kurang tahu persis berapanya, dikarenakan setiap jurusan dan setiap fakultas UMB menyediakan kelas karyawan. Misalnya, untuk mata kuliah PAI di jurusan PR ada empat sampai 5 kelas dengan jumlah mahasiswa per kelas sekitar 45 sampai 55 mahasiswa.
Untuk matakuliah lain bisa berbeda lagi dalam jumlah kelasnya karena pemilihan kelas disesuaikan dengan keinginan mahasiswa dalam memilih matakuliah dan dosennya. Perkuliahan kelas karyawan dilakukan pada sabtu-minggu yang dimulai dari jam 07:00-21:30
8. Apakah sistem e-learning hanya dikhususkan pada matakuliah PAI dalam kelas karyawan? Alasannya?
Pada dasarnya sistem e-learning berlaku untuk seluruh mata kuliah baik MKCU maupun matkul kejurusan.
Jadi, e-learning memang khusus diperuntukkan bagi kelas karyawan dari semester pertama sampai semester akhir. Sedangkan kelas regular dilaksanakan dari senin-jum’at dengan tatap muka
9. Bagaimana pembelajaran PAI untuk kelas regular?
Apakah bisa menggunakan e-learning terhadap kelas regular? Untuk kelas regular dilakukan tatap muka dari senin-jumat sesuai matakuliah yang diambil oleh
mahasiswa. Jadi, proses pembelajarannya untuk PAI dilakukan 1x dalam seminggu dan biasanya matakuliah MKCU dilakukan pada hari jum’at.
10. Selain itu apakah seluruh kampus UMB menggunakan sistem E-learning? Iya bagi kelas karyawan, dan semua peraturan disamakan
11. Bagaimana sistem pembelajaran E-learning UMB?
Konsep pembelajaran e-learning dimulai dari pihak jurusan memberikan pengarahan terhadap mahasiswa mengenai metode menggunakan e-learning. Kemudian seiap mahasiswa memiliki akun tersendiri yang digunakan untuk menjawab forum dan kuis. Kemudian pihak jurusan memberikan rancangan pembelajaran atau silabus kepada dosen dan dosen memberikan kepada mahasiswa. Didalam rancangan pembelajaran dijelaskan indikator pencapaian, materi, model pembelajaran (diskusi, tatap muka, kuis, forum).
Kemudian dijelaskan pada setiap pertemuan ada yang tatap muka dan ada yang online. Kemudian pada pertemuan pertama dosen memberikan kontrak kuliah, dalam kontrak kuliah akan diladakan 6x tatap muka dan 10 kali. Dalam tatap muka metode pmebelajarannya adalah diskusi yang materi dan kelompok ditentukan
oleh dosen. Materi diskusi diambil dari materi2 yang ada pada pertemuan online. Kemudian untuk online dosen memberikan arahan bahwa ada dua hal yang menjadi tanggung jawab mahasiswa yakni menjawab forum dan kuis (kuis bisa berupa pertanyaan essay, pertanyaan ganda atau pertanyaan true/false). Jika mahasiswa tidak menanggapi forum maka ditidak dihitung absen. Kemudian jika terlambat menjawab (dilakukan pada minggu berikutnya maka tidak dihitung kolom nilai “disiplin”. Dan jika jawaban mahasiswa copy paste maka tidak dihitung nilai kolom “ tanggung jawab”.
12. Apa keuntungan dan kekurangan menggunakan sistem E-learning? Apakah sistem E-learning menjadikan pembelajaran lebih efektif & kondusif daripada pembelajaran tatap muka?
Pada dasarnya bkeuntungan bagi dosen dan mahasiswa dapat dilakukan dalam waktu kondisional. Dalam hal pemahaman materi, mahasiswa ataupun dosen dapat mencari referensi yang lebih banyak dan luas.
Kemudian mahasiswa bisa mendalami dengan cara memperluas bacaan sesuai forum yang diberikan oleh dosen. Materi2 yang ada didalam forum dan kuis
selanjutnya akan didiskusikan dalam tatap muka.
Sehingga bagi dosen (pengampu e-learning) memiliki banyak keuntungan yang bisa didapatkan karena dosen dan mahasiswa bisa mendapatkan ilmu lebih luas dan referensi lebih banyak. Akan tetapi ada sebagian mahasiswa yang merasa kekurangan dalam sistem ini.
Pada dasarnya yang dikeluhkan hanya masalah tehnis seperti website untuk MKCU susah dibuka karena jaringan lambat. Akan tetapi hal tersebut dikarenakan provider yang digunakan oleh mahasiswa jaringannya lambat. Apabila ada Maintenane webste MKCU maka pihak kampus memberikan pengumuman terlebih dahulu. Kekurangan selanjutnya lebih pada metode belajar mahasiswa itu sendiri, karena ada sebagian mahasiswa yang lebih mudah memahami ilmu pengetahuan dengan cara tatap muka langsung dosen.
Sehingga kegelisahan yang dirasakan oleh mahasiswa dapat disampaikan dan ditanggapi langsung dalam satu waktu. Jika pertanyaan itu efektif atau tidak maka tidak semua efektif, jika dilihat dari kekurangan dan kelebihan serta kesibukan mahasiswa yang mempunyai pejerjaan maka dikatakan lebih efektif.
13. Apakah menggunakan sistem E-learning lebih menghemat biaya dan lebih murah karena tidak harus bolak-balik ke kampus? Pada dasarnya yang dirasakan oleh dosen dan mahasiswa itu sama dalam penghematan biaya dalam satu kali seminggu untuk ke kampus. Kemudian dalam jaringan untuk menjawab forum atau kuliah online rata-rata mahasiswa tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya karena dalam menjawab forum atau kuis bisa dilakukan dalam 30 menit-satu jam
14. Nah, untuk peralatan On-Line, apakah membutuhkan biaya yang banyak? Seperti harus beli pulsa internet atau lain-lain. Jika ditanyakan peralatan, maka media untuk menjawab perkuliahan online yaitu berupa computer atau laptop, handphone atau tablet. Untuk masalah pulsa internet tidak terlalu banyak mengeluarkan biata karena 1x pertemuan menanggapi perkuliahan tidak menghabiskan kuota internet sampai 100 MB
15. Bagaimana sistem UTS ataupun UAS?
Sistem UTS dilakukan pada tatap muka ke empat dalam materi pembelajaran ke 8. Soal-soal diambil dari materi pada pertemuan pertama-ketujuh (online dan
tatapmuka). Kalau UAS dilakukan pada tatap muka ke 6 dalam materi pembelajaran minggu ke 16, sedangkan soal-soal diambil dari pertemuan ke 9-15.
16. Sejauh menyampaikan pembelajaran PAI dengan menggunakan media elektronik, bagaimana pengaruhnya tehadap prestasi mahasiswa? Apakah prestasi menjadi lebih unggul dengan sistem E-learning? Prestasi mahasiswa pada dasarnya prestasi belajar dengan menggunakan e-learning sama seperti prestasi belajar di kelas regular. Jadi, antara mahasiswa yang satu dan lainnya memiliki perbedaan nilai.
Khususnya dikelas karyawan,. Penilaian didasarkan pada absensi, disiplin, tanggung jawab, keaktifan dalam diskusi baik online atau tatap muka dan nilai ujian.
Pada umumnya prestasi belajar ,enggunakan e-learning rata-rata diatas 75. Hal ini dikarenakan ada factor semangat belajar sehingga membuat prestasi mereka bagus
17. Bagaimana respon mahasiswa ketika pembelajaran menggunakan elektronik? Pada dasarnya mahasiswa di UMB kisaran umur dari 18-30an, sehingga hal ini membuat mereka menganal gadget baik laptp maupun android. Oleh karena itu mereka sudah tak asing dalam
menggunakan perangkat atau media pembelajaran online
18. E-learning ini bukan konvensional dimana dosen dan mahasiswa tidak bertatap muka secara langsung, apakah sering ada mahasiswa tidak hadir atau beberapa mahasiswa yang mungkin On Line hanya untuk absen tapi tidak memperhatikan pembelajaran? Pada umumnya, untuk pertemuan tatap muka mahasiswa rata2 hadir dan hanya beberapa 1 atau 2 yang tidak hadir. Kemudian untuk pertemuan online, absensi akan dihitung apabila mahasiswa menanggapi forum dan kuis, sehingga jikanama tidak tertera dalam forum dan kuis maka tidak dihitung absennya
19. Bagaimana kesan Anda sebagai seorang dosen PAI dengan sistem E-learning? Kesan saya sangat bagus sekali dengan pembelajaran ini, karena dosen dalam memberikan materi tidak menggunakan metode pembelajaran yang monoton (tatap muka dan online).
Keuntungan selanjutnya, dosen dapat memberikan referensi yang lebih banyak epada mahasiswa.
Kemudian dosen juga dapay emengembangkan ilmu atau materi sesuai dengan pertanyaan mahasiswa sesuai dengan penanggapan dalam forum
20. Apa pesan-pesan yang bisa disampaikan terhadap para dosen atau guru yang lain untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas mahasisa/peserta didik agar lebih unggul dalam prestasi serta menjadi insanul kamil (manusia yang sempurna) seiring perkembangan zaman yang semakin serba lebih modern? Pembelajaran e-learning yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja seharusnya dosen lebih banyak menggunakan referensi yang akan disampaikan kepada mahasiswa. Oleh karena itu, diharapkan para dosen dapat lebih banyak memberikan ilmu pengetahuan yang dikembangkan dari materi pembelajaran kepada mahasiswa. Hal ini karena fleksibelnya waktu yang didapat dari e-learning.
Sistem e-learning ini sangat membantu orang2 yang ketrebatasan waktu untuk mendapat kan ilmu di bangku perkuliahan. Oleh karena itu, sebaiknya kampus2 lain juga ikut serta menerakan system ini dalam mewujudkan cita2 negara Indonesia mencerdaskan kehidupan bangsa.
(Tati Khafidotur Rofingah/12311139) Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta
ANGKET
“Pengaruh Sistem E-learning Terhadap Prestasi Belajar (Studi Analisis Pada Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas Karyawan Di Universitas Mercu Buana Jakarta”
Data skor untuk variabel X (Sistem E-learning)
No. Pernyataan STS TS N S SS
1. Saya merasa tertantang dalam belajar, ketika disampaikan melalui sistem e-learning
2. Materi yang diberikan dalam sistem e-learning sangat menarik dan lebih leluasa dalam internet
3. Sistem e-learning sangat tidak membantu wawasan saya bertambah
4. Menggunakan pembelajaran dengan sistem e-learning
yang mengoptimalkan internet dapat meningkatkan kemampuan kognitif saya 5. Sistem e-learning sangat
memberikan daya Tarik istimewa karena dapat dilakukam secara Online 6. Pembelajaran melalui
jejaring internet, saya banyak mempelajari pembelajaran Pendidikan Agama Islam lebih banyak wawasan yang perlu dikaji 7. Pembelajaran yang berbasis
internet membuat saya tidak dapat memahami materi yang disampaikan karena sehingga prestasi belajar menjadi tidak baik
8. Saya senang menggunakan sistem e-learning karena waktu bisa kondisional serta biaya yang terjangkau
9. Pembelajaran dengan menggunakan sistem
e-learning yang
mengoptimalkan jejaring
internet sangat
menguntungkan pada prestasi belajar saya
10. Sistem e-learning tidak memberikan manfaat lebih kepada saya karena belajar pada pada waktu kondisional 11. Menurut saya, penyampaian materi yang disampaikan melalui sistem e-learning dikelas sangat tidak efektif dan kondusif
12. Penggunaan sistem e-learning dikelas saya dalam pembelajaran PAI
dapat menunjang
tercapainya tujuan pembelajaran
13. Setelah mengikuti
pembelajaran dengan menggunakan sistem e-learning, saya dapat memahami materi dan menerima materi tersebut dengan baik
14. Saya merasa sangat cepat bosan dalam belajar dengan menggunakan sistem e-learning
15. Pembelajaran dengan sistem e-learning menjadikan prestasi belajar merosot drastis
16. Sistem e-learning sangat tidak efektif dalam pencapaian prestasi belajar lebih unggul
17. Dengan menggunakan pembelajaran sistem e-learning akan lebih akan lebih bernilai efisien terhadap waktu dan biaya