BAB I PENDAHULUAN
1.5 Hipotesis
Hipotesis penelitian ini adalah Ketersediaan koleksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perpustakaan Universitas Darma Agung.
BAB II
KAJIAN TEORITIS
2.1 Ketersediaan Koleksi
Sebagaimana Sutarno (2006, 85) menjelaskan bahwa, “ ketersediaan koleksi perpustakaan yaitu kumpulan koleksi yang dimiliki perpustakaan dan memiliki jumlah koleksi yang cukup dan disediakan di perpustakaan agar koleksi dimanfaatkan oleh pemustaka.
Pengertian ketersediaan koleksi menurut Rahma dan Makmmur (2015, 1) adalah:
Ketersediaan koleksi dalam sebuah lembaga informasi (perpustakaan) mempunyai peranan sangat penting, bahkan cukup menentukan keberhasilan penyelenggaraan perpustakaan. Koleksi perpustakaan merupakan faktor mempengaruhi pemustaka untuk mengunjungi perpustakaan.
Sejalan dengan pengertian diatas, Yulia dan Sujana (2009, 1) dalam jurnal Fatin menyatakan bahwa ketersediaan koleksi adalah “koleksi yang sudah dikumpulkan, dikelola untuk dilayankan dan disebarluaskan informasinya untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka”.
Dari penjelasan di atas, dipahami ketersediaan koleksi adalah tersedianya koleksi yang dikumpulkan untuk diolah kemudian disimpan kedalam rak untuk di manfaatkan pemustaka, karena tersedianya koleksi di perpustakaan mempengaruhi pemustaka untuk berkunjung dan memanfaatkan koleksi perpustakan.
Perlu diperhatikan dalam menyediakan ketersediaan koleksi perpustakaan yaitu sebagai berikut : (sutarno, 2006, 75)
1. Kerelevanan yaitu sesuai dengan kebutuhan pemustaka.
2. Berorientasi kepada pemustaka perpustakaan.
3. kelengkapan koleksi.
4. kemutakhiran koleksi.
Pendapat lain dikemukankan oleh Rahma dan Makmur (2015, 8) ketersediaan koleksi merujuk pada prinsip-prinsip pengembangan koleksi, yaitu sebagai berikut:
a. Relevansi
b. Kelengkapan Koleksi c. Kemutakhiran
Dari penjelasan di atas diketahui, perlu diperhatikan dalam ketersediaan koleksi adalah tersedianya koleksi yang relevan serta berorientasi kepada pemustaka dan memiliki koleksi yang lengkpan dan mutkhir.
1. Relevansi koleksi
Relevansi koleksi adalah pemilihan atau pengadaan koleksi yang disesuikan dengan kurikulim dan berorientasi kepada pemustaka. Oleh sebab itu pemustaka adalah sebagai acuan dalam pemilihan koleksi perpustakaan.
Dalam skripsi Abdul Ghaffar (2017, 25) menyatakan bahwa :
Relevansi koleksi adalah kecocokan dan kesesuaian informasi yang telah diperoleh guna memenuhi kebutuhan pemustaka. Relevansi koleksi berkaitan juga dengan ketersediaan koleksi dan pemanfaatan koleksi karena jika ketersediaan koleksi lengkap maka akan dimanfaatkan dengan baik oleh pemustaka.
Pendapat lain yang menjelaskan relevansi sebagai berikut “Koleksi yang relevan artinya diharapkan mampu memenuhi kebutuhan informasi pemustaka.”(purnomo 2006, 9)
Menurut Siregar (200, 2) “relevansi adalah kesesuaian koleksi yang tersedia di perpustakaan agar dapat dimanfaatkan pemustaka sehingga tujuan dan fungsi perpustakaan dapat berjalan dengan baik.”
Penjelasan di atas dipahami, relevansi koleksi perpustakaan yaitu dapat memenuhi keinginan pemustaka sehingga terpenuhi kebutuhan informasi yang diharapkan.
2. Kelengkapan Koleksi
Kelengkapan koleksi adalah koleksi yang disediakan dalam berbagi jenis misalnya buku teks, buku teks yang disediakan di perpustakaan memiliki jenis yang berbeda sesuai dengan kurikulum perguruan tinggi.
Berdasarkan Standar Nasional Perpustakaan (2011, 10) yang berisi persyaratan minimal jenis dan jumlah koleksi yang harus dimiliki suatu Pendidikan Tinggi yaitu :
1. Bahan pustaka (koleksi) perpustakaan yaitu “karya tulis, karya cetak dan karya rekam yang terdiri dari fiksi dan non fiksi”.
2. Bahan pustaka (koleksi) non fiksi yaitu “buku wajib mata kuliah, buku umum, refrensi laporan penelitian dan lain-lain”.
3. Judul buku pengembangan artinya setiap judul buku harus memiliki dua eksemplar dari judul.
4. Koleksi audio visual harus memiliki 2% dari jumlah total judul buku.
5. Jurnal ilmiah minimal satu judul (berlangganan).
6. Muatan local yaitu kertas karya, skripsi, disertasi, tesis, laporan penelitian, laporan pengabdian masyarakat majalah dan bulletin kampus.
Berdasarkan Standar Nasional Perpustakaan di atas diketahui bahwa pentingnya ragam koleksi di perpustakaan agar memenuhi kebutuhan informasi
sivitas akademis yang dilayaninya. Ragam koleksi seperti faktor pendukung karena memberikan informasi data, fakta, dan lain-lain.
Tujuan kurikulum perpustakaan wajib memenuhi koleksi setiap perkuliah yang diajarkan di perguruan tinggi. Selain bahan ajar wajib, perpustakaan juga harus memenuhi bahan ajar untuk menambah wawasan serta memperkaya informasi mengenai mata kuliah yang diajarkan.
Koleksi perpustakaan didapat dengan berbagai cara. Selain dengan pembelian melalui anggaran yang telah ditetapkan oleh perguruan tinggi, perpustakaan juga bisa mendapatkan koleksi dari sumbangan, hadiah, tukarmenukar, kerjasama dan terbitan sendiri.
Penyelenggara perpustakaan harus mengetahui apa saja program studi atau bidang-bidang yang diajarkan, serta perkembangan perkuliahan yang sedang berlangsung untuk menyediakan koleksi yang dibutuhkan untuk proses pembelajaran dan pengajaran oleh sivitas akademis.
Perpustakaan juga sebagai pendukung penelitian pada perguruan tinggi dalam meneliti tentu diperlukan rujukan atau literatur pendukung. Oleh karena itu, perpustakaan harus mempersiapkan riset ilmiah yang berkenaan dengan yang akan di teliti supaya berjalan dengan maksimal.
3. Kemutakhiran Koleksi
Kemutakhiran koleksi adalah koleksi perpustakaan yang dilihat dari tahun terbit, apabila koleksi perpustakaan terbit sepuluh tahun dapat dikatakan koleksi tersebut masa mutakhirnya sudah habis dan sebaliknya apabila koleksi perpustakaan terbit tahun terakhir artinya koleksi perpustakaan mutakhir.
Menurut Nurohman (2017, 17) kemutakhiran koleksi adalah “Memilih koleksi perpustakaan berdasarkan waktu haruslah koleksi yang baru di publish agar masa mutakhirnya masih lama sehingga koleksi sesuai dengan kebutuhan pemustaka inginkan.
Prinsip dasar dalam pemilihan koleksi perpustakaan yaitu
1. koleksi perpustakaan dipilih secara cermat dan sesuai dengan kebutuhan pemustaka.
2. pengadaan bahan pustaka melalui kebijakan pengembangan koleksi yang disahkan oleh perpustakaan bernaung. (Darmono 2001, 58) Penjelasan di atas dipahami bahwa kemutakhiran koleksi adalah koleksi terbaru sumber informasinya harus diupayakan sesuai perkembangan ilmu pengetahuan.
2.1.1 Tujuan Ketersediaan Koleksi
menunjang kebutuhan informasi pemustaka dan koleksi yang tersedia diperpustakaan sesuai dengan yang dibutuhkan pemustaka yang akan dilayani sehingga pemustaka memanfaaatkan koleksi perpustakaan dengan maksimal Sutarno (2006, 25).
Menurut Yulia (2009) adalah :
Tujuan ketersediaan koleksi yaitu menunjang pelaksanaan program lembaga induk. Misalnya pada perpustakaan perguruan tinggi memiliki tujuan untuk mrnunjang pelaksanaan program pembelajaran, dan pengabdian masyarakat.
Berdasrkan penjelasan diatas dapat dipahami bahwa tujuan ketersediaan koleksi adalah memenuhi kelengkapan koleksi perpustakaan untuk dapat di manfaatkan oleh pemustaka perpustakaan.
2.1.2 Koleksi Perpustakaan Perguruan Tinggi
Faktor utama yang harus dilengkapi pada perpustakaan karena dengan tersedianya koleksi di perpustakaan maka perpustakaan akan dimanfaatkan dengan baik. Yulia (2007) “kolekis perpustakaan adalah jenis bahan koleksi perpustakaan telah dikumpulkan, dan diolah untuk digunakan pemustaka perpustakaan.”
Sebagaimana Yulia (2009) menjelaskan bahwa koleksi perpustakaan adalah :
Koleksi perpustakaan adalah komponen utama yang harus disediakan di perpustakaan lengkap dan memadai, jika koleksi perpustakaan tidak ada maka perpustakaanpun tidakakan ada, dan jika koleksi tidak lengkap maka pemanfaatan koleksipun akan berkurang, artinya perpustakaan harus menyediakan koleksi perpustakaan yang lengkap agar pemustaka dapat memanfaatkan koleksi dengan baik.
Selanjutnya Darmono (2007) menjelaskan bahwa ada beberapa jenis kolesi perpustakaan yaitu :
1. Buku yaitu meliputi buku teks, buku penunjang, buku fiksi, buku bergambar dan buku umum.
2. Koleksi referensi yaitu termasuk almanak, direktori, ensiklopedia dan kamus.
3. Sumber geografis 4. Terbitan berkala
5. Bahan mikro yaitu microfilm dan mikrofish
6. Audio visual yaitu kaset, video, cd-rom, vcd, slide dan film.
Hasil di atas, dipahami koleksi perpustakaan adalah faktor utama perpustakaan karena tersedianya koleksi perpustakaan yang mencukupi maka pemustaka memanfaat kan koleksi perpustakaan. Dan ada beberapa jenis koleksi perpustakaan yang harus sesuai dengan kurikulum program studi.
2.2 Pemanfaatan Koleksi
Sebagaimana Lasa (2005, 317) menjelaskan “pemanfaatan koleksi adalah proses memanfaatkan koleksi dengan membaca koleksi ditempat atau meminjam koleksi keluar perpustakaan.”
Menurut Hasan, Alwi ( 2015, 711) dalam jurnal Stefanus “Pemanfaatan koleksi merupakan proses memanfaatkan koleksi yang tersdia di perpustakaan”.
Pemanfaatan koleksi adalah bagaimana pemustaka memanfaatkan koleksi-koleksi yang tersedia di perpustakaan, karena koleksi-koleksi yang tersedia di perpustakaan bukan untuk dipajang tanpa harus digunakan tetapi perpustakaan di sediakan yaitu untuk memenuhi kebutuhan pemustaka dengan ketersediaan koleksi yang lengkap, dan pemustaka memanfaatkan koleksi dengan membaca ditempat atau meminjam koleksi keluar perpustakaan.
Berdasarkan penjelasan di atas diketahui pemanfaatan koleksi yaitu bagaimana pemustaka memanfaatkan koleksi dengan baik agar dapat memenuhi kebutuhan informasi.
2.2.1 Tujuan Pemanfaatan Koleksi
Koleksi dimanfaatkan pemustaka untuk memenuhi kebutuhan informasi
“Pemanfaatan perpustakaan dipengaruhi dua faktor yaitu pertama faktor internal dan kedua faktor eksternal (steffanus, 2007)”..
Selanjutnya Handoko yang dikutip Ilmiyah (2013), menjelaskan bahwa dari segi pemustaka pemanfaatan bahan pustaka di perpustakaan dipengaruhi dari dalam diri pemustaka (faktor internl) dari luar diri pemustaka (faktor eksternal)
Faktor internal, sebagai berikut :
1. kebutuhaan yaitu kebuutuhan akan informasi.
2. motif merupakan alasan pemustaka dalam memanfaatkan koleksi perpustakaan.
3. minat yaitu keinginan yang harus dipenuhi Faktor eksternal yaitu :
1. Keterampilan pustakawan 2. kurangnya fasilitas temukembali
Penjelasan di atas diketahui pemanfaatan koleksi perpustakaan dipengaruhi faktor internal yaitu kebutuhan pemustaka akan informasi serta motif yang menjadi dorongan dan minat terhadap pemanfaatan koleksi, dan ada juga faktor eksternal yang mempengaruhi dalam memanfaatkan koleksi yaitu pelayanan yang diberikan pustakawan yang terampil dalam melayani kebutuhan pemustaka serta fasilitas pencarian temu kembali koleksi yang dibutuhkan oleh pemustaka menjadi faktor eksternal atas pemanfaatan koleksi di perpustakaan.
2.2.2 Bentuk Pemanfaatan Koleksi
Selanjutnya Evriza (2010) menjelaskan bahwa ada beberapa bentuk pemanfaatan koleksi di Perpustakaan yaitu :
1. Peminjaman koleksi
Peminjaman dilakukan di meja sirkulasi setelah pemustaka mendapatkan bahan pustaka yang dibutuhkannya. Denagn meminjam pemustaka dapat memanfaatkan bahan pustaka lebih lama.
2. Baca di tempat
Pemustaka memiliki kelonggaran waktu sehingga dapat memanfaatkan bahan pustaka dengan baca di tempat.
3. Mencatat informasi dari buku
Pemustaka mencari buku yang dibutuhkan kemudian mencatat informasi.
4. Memperbanyak melalui fotocopy
Hasil di atas dipahami ada beberapa bentuk pemanfaatan koleksi yaitu peminjaman koleksi yang dilakukan di meja sirkulasi, baca di tempat yaitu
mengambil koleksi dari rak kemudian membacanya di meja yang telah disediakan untuk pemustaka, mencatat informasi dari buku yaitu mendapatkan informasi yang dibutuhkan pemustaka dengan cara mencatat di bukunya tujuannya jika si pemustaka mencatat di buku dan suatu hari ia membutuhkannya ia dapat membuka kembali catatnya tanpa harus kembali lagi ke perpustakaan kemudian mencari kembali buku yang ia butuhkan, dan memperbanyak fotocopy yaitu membuat salinan bahan cetak dengan menggunakan mesin fotocopy.
2.2.3 Cara Memanfaatkan Koleksi Perpustakaan
Menurut (Evriza, 2010) ada beberapa yang mempengaruhi dalam memanfaatkan koleksi berpustakaan yaitu :
1. Peminjaman Koleksi
Peminjaman koleksi adalah proses layanan yang diberikan kepada pemustaka dalam bentuk meminjamkan koleksi yang tersedia di perpustakaan dan pemustaka meminjam koleksi perpustakaan karena membutuhkan.
Proses peminjaman koleksi perpustakaan yaitu pemustaka mengambil koleksi yang dibutuhkan di rak kemudian membawanya ke meja sirkulasi bagian peminjaman, lalu pihak perpustakaan membawa pulang koleksi dengan kisaran waktu satu minggu, jika masa perpustakaan sudah habis maka pemustaka harus mengembalikan, tetapi jika pemustaka masih membutuhkan koleksi tersebut maka dapat di perpanjang di meja sirkulasi dan seterusnya. Sirkulasi artinya perputaran, dalam hal ini adalah perputaran buku atau koleksi yang di pinjam pemustaka dan di kembalikan lagi ke perpustakaan.
Berdasarkan penjelasan di atas dipahami peminjaman koleksi yaitu peredaran koleksi dimulai dari perpustakaan dan dipinjam pemustaka keluar perpustakaan untuk dibawa pulang, dengan meminjam pemustaka dapat memanfaatkan koleksi lebih lama.
2. Baca di Tempat
Pemustaka berkunjung ke perpustakaan untuk membaca buku atau meminjam koleksi perpustakaan, pemustaka yang memiliki waktu luang atau waktu kosong biasanya menghabiskan waktu untuk membaca koleksi di tempat.
Pemustaka mencari koleksi di rak buku kemudian membacanya di ruangan yang telah disediakan, saat pemustaka membaca buku dan ternyata buku yang telah di baca tidak ditemukan informasi yang dibutuhkan dan dengan waktu yang cepat pemustaka dapat mencari kembali buku di rak sampai menemukan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Keuntungan baca di tempat yaitu untuk menghindari kerusakan bahan pustaka, oleh sebab itu pemustaka yang memiliki waktu senggang lebih suka memanfaatkan koleksi dengan membaca di tempat karena terhindar dari kerusakan dan kehilangan. Memanfaatkan koleksi dengan cara baca di tempat atau di ruang perpustakaan memudahkan pemustaka untuk memilih koleksi yang di inginkan dan mendapat pengetahuan yang lebih banyak.
Sejalan dengan penjelasan diatas dapat dipahami bahwa baca di tempat memudahkan pemustaka untuk memanfaatkan koleksi yang tersedia di perpustakaan, misal pemustaka mengambil satu buku dari rak untuk dibaca di meja yang telah disediakan dan ternyata buku yang diambil tidak sesuai dengan
yang ia butuhkan maka dengan mudahnya mencari kembali buku yang ada di rak yang sesui dengan yang ia butuhkan.
3. Mencatat Informasi Dari Buku
Kebutuhan pemustaka akan informasi tidak dapat dipungkiri semangkin beragam. Setiap pemustaka pasti memerlukan informasi sesuai kebutuhannya, dengan cara mencatat informasi dari buku agar terpenuhi kebutuhan pemustaka.
Menurut Evriza (2010) pemustaka mencatat informasi dari buku yang telah dipinjam kemudian mencari informasi yang dibutuhkan disetiap lembaran buku jika sudah ditemukan selanjutnya disalin dikertas yang telah disediakan.
Uraian di atas diketahui mencatat informasi dari buku memudahkan pemustaka dalam memanfaatkan koleksi yang tersedia diperpustakaan dengan cara mengambil beberapa buku dari rak kemudian dibaca, jika pemustaka menemukan informasi yang ia butuhkan maka ia akan mencatatnya di kertas yang sudah disiapkan, selanjutnya mencari kembali informasi yang ia butuhkan, jika informasi yang dibutuhkan sudah terpenuhi maka ia akan bergegas keluar perpustakaan tanpa harus meminjam buku perpustakaan karena ia sudah mencatat semua informasi yang dibutuhkannya dari buku.
4. Memperbanyak Melalui Fotokopy
Menurut F. Rahayuningsih (2007, 89) menyatakan “Memperbanyak fotokopi membantu pemustaka untuk keperluan studi.”
Perpustakaan perlu berhati-hati memperbanyak melalui fotokopi karena reproduksi bahan pustaka akan bersinggungan dengan undang-undang hak cipta. perpustakaan sebaiknya membuat aturan tentang seberapa banyak yang boleh di fotokopi dan koleksi apa saja yang boleh di fotokopi, jika pihak perpustakaan tidak memperbolehkan koleksi di fotokopi maka koleksi tidak akan bisa di fotokopi. (Akbar, 2010)
Koleksi langka atau koleksi yang sudah tua tetapi informasinya masih dibutuhkan memang biasanya tidak boleh di pinjam keluar perpustakaan karena ketakutan perpustaka jika koleksi tersebut akan rusak.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat dipahami bahwa memperbanyak fotokopi dapat mempermudah pemustaka memanfaatkan koleksi perpustakaan, karena diperpustakaan ada koleksi yang tidak boleh dipinjamkan karena keadaan koleksi yang sudah tidak dapat dipinjamkan dan koleksi langka juga tidak boleh dipinjam keluar perpustakaan, maka dari itu perpustakaan menyediakan fotokopi, supaya pemustaka yang membutuhkannya dapat memfotokopi buku tersebut.
2.2.4 Frekuensi Pemanfaatan Koleksi
Sebagaimana Wikipedia menjelaskan bahwa “Frekuensi adalah kekerapan atau keseringan pemustaka memanfaatkan koleksi yang tersedia di perpustakaan dilihat dari sirkulasi peminjaman.”
Setiap pemustaka memiliki frekuensi yang berbeda-beda untuk memanfaatkan koleksi. Semua tergantung pemustaka yang membutuhkan informasi. Frekuensi ketersediaan koleksi adalah indikator untuk melihat sejauhmana pemanfaatan koleksi di perpustakaan.
Setiap pemustaka memanfaatkan koleksi dapat dilihat dari data sirkulasi yang tinggi dan juga banyaknya bahan pustaka keluar dari rak dan terletak di meja baca yang menunjukkan bahwa koleksi dibaca di ruang baca. Data peminjaman bahan pustaka dapat meningkat setiap tahun apabila banyak pemustaka memanfaatkan koleksi dengan melakukan peminjaman.Data sirkulasi dapat menjadi salah satu indikator pemanfaatan bahan pustaka oleh pemustaka.Apabila
setiap tahun peminjaman yang dilakukan oleh pemustaka semakin menurun, maka penyelenggara Perpustakaan harus mengkaji kembali ketersediaan dan kerelevanan bahan pustaka yang mereka layankan kepada pemustaka.
Berdasarkan penjelasan di atas dipahami frekuensi pemanfaatan koleksi selalu atau seberapa sering pemustaka menggunakan koleksi perpustakaan baik di dalam perpustakaan atau di luar perpustakaan dapat dilihat dari data sirkulasi.
2.2.5 Kebutuhan Pemakai Koleksi Perpustakaan
Berdirinya perpustakaan bertujuan memenuhi keinginan setiap pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan. Kebutuhan informasi ada pada diri seseorang karena rasa ingin tahu. Keingintahuan mendorong seseorang memenuhi kepuasan rasa ingin tahunya dan diwujudkan melalui pemanfaatan koleksi di perpustakaan.
(UU RI No 43 Tahun 2007.)
Menurut Sutarno (2004) “pemustaka adalah orang yang memanfaatkan layanan di perpustakaan. Pemustaka berkunjung ke perpustakaan pasti membutuhkan informasi yang harus di penuhi dengan cara memanfaatkan koleksi yang ada di perpustakaan.”
Sejalan penjelasan di atas dipahami, kebutuhan informasi pemustaka dapat di penuhi dengan menggunakan koleksi yang sudah tersedia di perpustakaan.
BAB III
METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian
Metode yang digunakan metode survey dengan menyebar angket yang berisikan pernyataan-pernyataan yang dijawab responden sebagai sampel penelitian untuk mendapatkan jawaban dari pemecahan masalah mengenai pengaruh ketersediaan koleksi terhadap pemanfaatan koleksi . Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan “analisis regresi linier sederhana.”
3.2 Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan di Perpustakaan Universitas Darma Agung, Jalan Dokter TD Pardede No. 21, Medan.
3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi
Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Universitas Darma Agung Medan yang terdaftar sebagai anggota aktif Perpustakaan Universitas Darma Agung Medan. Berdasarkan hasil wawancara dan data daftar anggota aktif Perpustakaan Universitas Darma Agung Medan berjumlah 1,675 orang yang berasal dari beberapa Fakultas.
Tabel 3.1
Jumlah Anggota Aktif Perpustakaan Universitas Darma Agung Medan Tahun 2018
No Fakultas Jumlah
1. Ekonomi 230
2. Fisip 270
3. Hukum 181
4. Keguruan 320
5. Keperawatan 153
6. Pertanian 210
7. Sastra 130
8. Teknik 181
Total 1,675
Sumber : laporan tahunan Perpustakaan UDA 3.3.2 Sampel
Karena jumlah populasi besar peneliti tidak sanggup mengambil keseluruhan populasi maka peneliti menentukan jumlah sampel berpedoman pada rumus Slovin yaitu :
Penjelasan :
n = Ukuran sampel N = Ukuran populasi
e = Persen ketidak telitian yaitu 10%
Sesuai rumus di atas sampel yang diambil sebagai berikut :
= 98,52 (dibulatkan menjadi 99 orang).
Rumus Slovin diperoleh sampel 99 orang. Menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling
Untuk menentukan besar strata sampel menggunakan rumus sampling fraction perstratum sbb:
Keterangan :
f1 = sampling fraction stratum
besarnya sub sampel per stratum yaitu : n1 = f1.n
n1 = sub sampel per stratum
Tabel 3.2
Penentuan Sampel Berdasarkan Strata
No Fakultas Jumlah Mahasiswa Populasi Sampel
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Angket, memberikan daftar pernyataan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti kepada responden.
2. Studi kepustakaan, data dikumpulkan melalui literature dan dokumen yang bersangkutan.
3.5 Jenis dan Sumber Data
Data penelitian bersumber dari :
1. Data primer merupakan data pokok yang dijadikan sebagai sumber data diperoleh dari penyebaran angket kepada responden peneliti.
2. Data sekunder adalah didapat melalui buku, dokumen dan jurnal dan semua ini untuk mendukung data primer
3.6 Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional dari masing-masing variabel adalah 1. Variabel ketersediaan koleksi (X)
Ketersediaan koleksi yaitu kesiapan koleksi yang telah dikumpulkan, dikelola kemudian dilayankan kepada pemustaka Perpustakaan Universitas Darma Agung Medan untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka.
Indikator ketersediaan koleksi (variabel X) adalah : a. Relevansi koleksi
b. Kelengkapan Koleksi c. Kemutakhiran Koleksi
2. Variabel pemanfaatan koleksi (Y)
Pemanfaatan koleksi adalah proses atau cara pemustaka menggunakan koleksi yang sudah tersedia di Perpustakaan Universitas Darma Agung, dan memanfaatkan koleksi yang sesuai dibutuhkan pemustaka.
Indikator pemanfaatan koleksi (variabel Y) adalah : a. Peminjaman koleksi
b. Baca di tempat
c. Mencatat informasi dari buku d. Memperbanyak melalui fotokopi 3.7 Skala Pengukuran Variabel
Pengukuran variabel ketersediaan koleksi dan pemanfaatan koleksi dilakukan dengan menggunakan Skala Likert.
Tabel 3.3
Berdasarkan Skala Likert
No Keterangan Skor
1 Sangat Setju 5
2 Setuju 4
3 Kurang Setuju 3
4 Tidak Setuju 2
5 Kurang Setuju 1
Sumber : Sugiyono (2008, 39)
3.8 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen
3.8.1 Uji Validitas Instrumen
Kemampuannya dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Untuk menentukan validitas digunakan validitas butir pernyataan dengan cara menguji coba angket. Untuk menguji validitas data penelitian menggunakan rumus Korelasi Produk Moment yang dikembangkan oleh Person adalah sebagai berikut:
∑ ∑ ∑
√ ∑ ∑ ∑ ∑
Keterangan :
r = Koefisien korelasi dari produk moment n = Sampel dalam jumlah individu
∑ xy = Total perkalian antara variabel x dan y
∑x2 = Total kuadrat variabel x
∑y2 = Jumlah kuadrat variabel y x = Angka mentah untuk variabel X y = Angka mentah untuk variabel Y
Pengukuran uji validitas yaitu :
Jika r hitung > r tabel maka instrument dinyatakan valid Jika r hitung < r tabel maka instrument dinyatakan tidak valid
3.8.2 Uji Reliabilitas Instrumen
Uji reliabilitas digunakan untuk angket butir pernyataan dikatakan reliable atau handal apabila jawaban dari responden terhadap pernyataan adalah konsisten (Danang, 2011). Untuk menguji reliabilitas peneliti menggunkaan rumus koefisien Cronbach’s Alpha
Rumus yang digunakan dalam menghitung koefisien Cronbach’s Alpha sebagai berikut :
[
] [∑
]
Keterangan:
r = Koefisien reliabilitas instrumen (Cronbach’s Alpha) k = Banyaknya butir pernyataan atau soal.
∑σi2 = Total varian butir σt2 = Total varian
Pernyataan valid dalam uji valid dan reliable yaitu :
Jika nilai Cronbach’s Alpha > 0,60 maka pernyataan reliable.
Jika nilai Cronbach’S Alpha < 0,60 maka pernyataan tidak reliable.
3.9 Analisis Data
3.9.1 Analisis data deskriptif
Data dikumpulkan selanjutnya dianalisis menggunakan metode deskriptif, yaitu dengan cara penyusunan dan pengelompokkan data kemudian dianalisis berdasarkan rumus :
Keterangan : P = Persen
f =Banyaknya responden n = Total responden
Dalam menginterpretasikan presentase peneliti menggunakan metode yaitu
1 - 25% : Sebagian kecil 26 – 49% : Hampir setengah 50% : Setengah
51 – 75% : Sebagian besar 76 – 99% : Pada umumnya 100% : Seluruhnya
3.9.2 Analisis Regresi Linier Sederhana
Mengukur pengaruh ketersediaan koleksi perpustakaan terhadap pemanfaatan koleksi, menggunakan analisis regresi linier sederhana yaitu :
Ŷ = a + bX Keterangan :
Ŷ = Pemanfaatan koleksi a = Konstanta
b = Koefisien regresi X = Ketersediaan Koleksi
3.9.3 Uji Signifikansi Secara Parsial (Uji-t)
Jika nilai signifikan lebih kecil 0,05 (5%) maka variabel ketersediaan koleksi berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan koleksi, dengan criteria
Apabila nilai probabilitas signifikan lebih kecil dari 0,05 (5%) maka variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Adapun criteria yaitu :
Ha diterima jika t hitung > t tabel, artinya koefisien regresi variabel ketersediaan koleksi berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan koleksi pada Perpustakaan
Ha diterima jika t hitung > t tabel, artinya koefisien regresi variabel ketersediaan koleksi berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan koleksi pada Perpustakaan