• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menurut sugiyono (2017 : 107), hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan penelitian masalah yang didasarkan atas teori yang relevan.dalam teorinya kinerja dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu efektivitas dan efisien, otoritas dan tanggung jawab, disiplin, dan inisiatif. Namun untuk peneliti hanya meneliti tentang teori pengaruh pengalaman kerja dan pendidikan terhadap kinerja karyawan.

Berdasarkan landasan teori dan penelitian sebelumnya dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

1. Pengaruh pengalaman kerja secara parsial terhadap kinerja karyawan.

Menurut Marwansyah (2014 : 135), pengalaman kerja adalah suatu pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dimiliki oleh seorang karyawan untuk mengemban tanggung jawab dari pekerjaan sebelumnya. Dalam penelitian Ratu (2017), pengalaman kerja secara simultan ataupun parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Kesimpulannya pengalaman kerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan secara simultan maupun parsial.

Sehingga dari uraian diatas maka hipotesis ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

H1 : Pengalaman Kerja berpengaruh secara parsial terhadap Kinerja karyawan.

2. Pengaruh pendidikan secara parsial terhadap kinerja karyawan.

Pendidikan merupakan bagian penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, karena baik buruknya suatu generasi dilihat dari segi pendidikan. Jika pendidikanya baik maka lahirlah generasi baik, begitupun sebaliknya. Dalam penelitian Safitri (2017), pendidikan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

Sehingga dari uraian diatas maka hipotesis ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

H2 : Pendidikan berpengaruh secara parsial terhadap Kinerja karyawan.

3. Pengalaman kerja dan Pendidikan secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

Menurut Irianto (2001:76), menyatakan bahwa “pendidikan adalah jenjang pendidikan formal yang telah ditamatkan oleh pegawai.”

Irianto juga menyatakan bahwa pendidikan merupakan fungsi sebagai penggerak kemampuan sumber daya manusia dalam meningkatkan kinerja. Bangun (2012 : 210), mengatakan bahwa perputaran pekerjaan (job rotation) merupakan pemindahan pekerjaan lainnya dalam organisasi, sehingga dapat menambah pengetahuan dan pengalaman kerja.

Sehingga dari uraian diatas maka hipotesis ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

H3 : Pengalaman kerja dan Pendidikan secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kinerja karyawan.

23 BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dimana metode ini bertujuan untuk mendapatkan data yang akurat dan dapat diukur menggunakain survei atau kuesioner. Menurut Sugiyono (2009:13) metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

B. Lokasi dan waktu penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kantor PT. Mega Multi Energi yang berlokasi di kota Muara teweh, Provinsi Kalimantan Tengah pada bulan Februari 2021.

C. Variabel Penelitian

Menurut Sugiyono (2013 : 380), variabel adalah segala sesuatu yag telah ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan dicari informasi sehingga dapat ditarik kesimpulan. Ada 6 jenis variabel penelitian, dan

dari 6 jenis variabel yang ada penelitian ini hanya menggunakan 2 variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat.

1. Identifikasi dan Definisi Variabel a. Identifikasi

1) Variabel Independen

Menurut Sugiyono (2018:64), variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, predictor, antecedent. Dalam bahasa Indonesia sering disebut variabel bebas. Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua variabel independen yaitu pengalaman kerja dan pendidikan.

2) Variabel Depeden

Variabel ini sering disebut sebagai variabel output, kriteria dan konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau terjadi akibat, karena adanya variabel bebas.

Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu Kinerja karyawan.

b. Definisi Variabel

Tabel III.1.

Definisi variabel dan Indikator Penelitia

Variabel Definisi Variabel Indikator

1. Pengalaman Kerja

Marwansyah (2014 : 135), pengalaman kerja adalah suatu pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dimiliki oleh seorang karyawan untuk mengemban tanggung jawab dari pekerjaan sebelumnya.

1. Pengetahuan 2. Keterampilan 3. Kemampuan

2. Pendidikan

Mangkunegara (2013 : 59), pendidikan adalah suatu proses jangka panjang yang

menggunkan prosedur sistematis, dan terorganisir, yang mana tenaga kerja manajerial mempelajari pengetahuan konseptual dan teoritis untuk tujuan-tujuan umum.

1. Pendidikan Formal 2. Pendidikan Non

Formal

3. Kinerja Karyawan

Mangkunegara (2009 : 67), kinerja adalah hasil kerja karyawan secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

1. Kualitas 2. Kuantitas

3. Pelaksanaan Tugas 4. Tanggung Jawab

2. Skala Pengukuran Variabel

Skala pengukuran berguna untuk mengukur besar kecilnya nilai variabel. Variabel yang digunakan peneliti merupakan variabel tidak terukur langsung (unobserved). Oleh karena itu peneliti menggunakan skala Likert’s. Skala Likert’s digunakan untuk mengukur tanggapan atau respon seseorang tentang objek sosial. Menurut Sugiyono (2015:

165). Skala Likert’s didesain untuk menilai sejauh mana subjek setuju atau tidak setuju dengan pernyataan yang diajukan.

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan skor 1 – 5 dengan bentuk skala liket yang terdiri dari setuju (SS), setuju (S), netral (N), tidak setuju (TS), sangat tidak setuju (STS). Dengan tabel sebagai berikut:

Tabel III.2.

Tabel skala Likert

Kode Keterangan Skor

STS Sangat Tidak Setuju 1

TS Tidak Setuju 2

N Netral 3

S Setuju 4

SS Sangat Setuju 5

D. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Menurut Sugiyono (2007 : 800), populasi adalah wilayah generasi yang terdiri atas objek dan subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Populasi dalam setiap penelitian harus disebutkan secara tersurat yaitu yang berkenaan dengan besarnya anggota populasi serta wilayah penelitian yang dicakup.

Adapun jumlah populasi dalam penelitian yaitu 100 orang yang terdiri dari beberapa karyawan yang memiliki jabatan/golongan yang berbeda di PT. Mega Multi Energi.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi (sebagian atau mewakili populasi yang diteliti). Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan mewakili seluruh populasi. Adapun penentuan jumlah sampel yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah dengan Accidental Sampling, menurut Sugiyono (2009:85), Accidental Sampling adalah penentuan sampel berdasarkan kebetulan yaitu, konsumen/karyawan yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel bila dipadang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 100 orang karyawan yang akan menjadi respoden

E. Unit Analisis

Menurut Sugiyono (2013 : 298) Unit analisis merupakan objek penelitian yang fokusnya dapat bertingkat mulai dari individu, pasangan, kelompok, organisasi, dan kultur. Unit analisis yang diteliti adalah karyawan dari PT. Mega Multi Energi .

F. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah dengan Accidental Sampling, menurut Sugiyono (2009:85), Accidental Sampling adalah tehnik penentuan sampel berdasarkan kebetulan yaitu, konsumen/karyawan yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel bila dipadang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.

G. Sumber Data

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan sumber data primer, Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Menurut Sugiyono (2017: 234). Jadi sumber data penelitian ini merupakan data yang berasal dari hasil kuesioner mengenai respon dari karyawan PT. Mega Multi Energi tentang pengaruh pengalaman kerja dan tingkat pendidikan terhadap kinerja.

H. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Menurut Sugiyono (2005: 162), kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperagkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien agar peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden, dengan menggunakan skala likert dan dokumentasi sebagai teknik untuk pengumpulan data selama penelitian.

I. Teknik Pengujian Instrumen 1. Uji Validitas

Menurut Sugiyono (2009: 173), tentang validitas adalah Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Validitas item ditunjukkan dengan adanya korelasi atau dukungan terhadap item total (skor total), perhitungan dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan skor total item.

Item-item tersebut berbentuk berbentuk pernyataan yang mana valid jika r hitung lebih besar dari r tabel.

Rumus :

𝑟𝑥𝑦= 𝑛 ∑ 𝑋𝑖𝑋𝑖−(∑ 𝑋𝑖).(∑ 𝑋𝑖)

√[𝑛 ∑ 𝑋𝑖2−(∑ 𝑋𝑖)2][𝑛 ∑ 𝑋𝑖2−(∑ 𝑌𝑖)2]

Dimana :

𝑟𝑥𝑦 = koefisien korelasi antara skor butir n = jumlah responden

𝑋𝑖 = skor butir pada nomor butir ke-i 𝑌𝑖 = skor total responden ke-i

Uji validitas dilakukan dengan membandingkan r hitung dengan nilai r tabel. Dengan menggunakan taraf signifikan (α) sebesar 5%, valid atau tidaknya dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Jika r hitung ≥ r tabel, maka pernyataan tersebut dinyatakan valid.

b. Jika r hitung < r tabel, maka pernyataan tersebut dinyatakan tidak valid.

2. Uji Reabilitas

Menurut Sugiyono (2012: 268) reabilitas berkenaan dengan derajad konsistensi dan stabilitas data atau temuan. Tinggi rendahnya reabilitas, secara emperik ditunjukan oleh satu angka yang disebut nilai koefisien reabilitas. Reabilitas yang tinggi ditunjukan dengan nilai rxx mendekati angka 1. Dalam melakukan penngujian reabilitas instrumen penulis menggunakan rumus Alpha Cronbach karena instrumen penelitian ini berbentuk angket dan skala bertingkat. Sehingga setelah uji validitas maka akan dilakukan uji reabilitas, dikarenakan item yang dinyatakan valid saja yang diuji reabilitasnya.

Rumus :

𝑟𝑎𝑐 = ( 𝑘

𝑘 − 1) . (1 −∑ 𝑆𝑏𝑢𝑡𝑖𝑟2 𝑠𝑡2 )

Keterangan :

𝑟𝑎𝑐 = reabilitas instrumen

𝑘 = banyaknya butir

𝑠𝑡2 = varian skor total

∑ 𝑆𝑏𝑢𝑡𝑖𝑟2 = jumlah varian butir

Kriteria reriabel atau tidaknya, digunakan ketentuan sebagai beriut:

a. Jika nilai Cronbach Alpha > 0,06 maka item variabel tersebut dinyatakan reliabel.

b. Jika nilai Cronbach Alpha ≤ 0,06 maka item variabel tersebut dinyatakan tidak reliabel.

J. Teknik Analisis Data

Menurut Sanusi (2011: 115) teknik analisis data adalah mendiskripsikan teknik analisis apa yang digunakan oleh peneliti untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan, termasuk pengujiannya.

1. Analisis Statistik Deskriptif a. Deskriptif Variabel

Deskriptif variabel dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui apakah pendapat responden baik atau buruk terhadap pengalaman kerja, pendidikan, dan kinerja karyawan. Dilihat dari rata-rata (mean) dari masing-masing variabel. Menghitung nilai mean untuk setiap variabel. Membuat kategori nilai mean dengan

pengkategorian skor yang telah dibuat dengan menggunakan interval kelas.

Dengan demikian peneliti menggunakan nilai tertinggi adalah 5 dan nilai terendah adalah 1, maka jumlah interval dapat dihitung sebagai berikut:

𝐈𝐧𝐭𝐞𝐫𝐯𝐚𝐥 =𝐍𝐢𝐥𝐚𝐢 𝐦𝐚𝐤𝐬𝐢𝐦𝐮𝐦 − 𝐍𝐢𝐥𝐚𝐢 𝐦𝐢𝐧𝐢𝐦𝐮𝐦 𝐊𝐞𝐥𝐚𝐬 𝐢𝐧𝐭𝐞𝐫𝐯𝐚𝐥

Interval =5 − 1 5 = 0,80

Berdasarkan rentang skor 0,80 maka disimpulkan skor pada pengalaman kerja, pendidikan dan kinerja karyawan dikelompokan sebagai berikut:

Tabel III.3.

Rentang Kelas Kategori

Skala Data Kelas Kategori

1 1,00-1,79 Sangat tidak setuju

2 1,80-2,59 Tidak setuju

3 2,60-3,39 Netral

4 3,40-4,19 Setuju

5 4,20-5,00 Sangat setuju

2. Uji Asumsi Klasik a) Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk melihat apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah meiliki nilai residual yang terdistribusi normal. Jadi, uji

normalitas bukan dilakukan pada masing-masing variabel tetapi pada nilai residualnya. Uji Kolmogorov-Smirnov (Uji K-S) adalah salah satu alat uji normalitas. Persyaratan data dikatakan terdistribusi normal menurut uji K-S adalah jika angka sig, uji K-S, sig > 0,05 menunjukkan data residual berdistribusi normal, jika angka sig. ≤ 0,05 maka data tidak berdistribusi normal.

b) Uji Multikolinieritas

Pegujian ini bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas dan terikat. Uji multikolinieritas digunakan untuk mengetahui adanya atau tidaknya penyimpangan asusmsi klasik multikolinieritas, yaitu adanya hubungan linear antara variabel independen dalam model regresi. Persyaratan yang harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya multikolinieritas. Jika ada korelasi yang tinggi diantara variabel-variabel bebasnya, maka hubungan antara variabel bebas dan variabel terikatnya menjadi terganggu. Salah satu cara untuk mendeteksi gejala multikolinieritas adalah dengan melihat nilai tolerance value atau Variance Inflation Factor (VIF) dengan kriteria jika tolerance value > 0,10 dan VIF < 10,00 maka disimpulkan tidak terjadi gejala multikolinieritas dan jika tolerance value ≤ 0,10 dan VIF > 10,00 maka disimpulkan terjadi gejala multikolinieritas antara variabel pada model regresi.

c) Uji Heteroskedastisitas

Dilakukan untuk mengetahui bahwa varians dari residual tidak sama untuk semua pengamatan atau observasi. Jika varians dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yag lain tetap maka disebut heteroskedastisitas dalam modelnya, atau dengan kata lain tidak terjadi heteroskedastisitas. Dalam penelitian ini penulis menggunakan scatterplot.

Gambar III.1.

Scatterplot

1) Pada gambar (a) dapat dilihat bahwa titik-titik pada grafik Scatterplot menyebar secara merata tanpa membentuk pola tertentu yang artinya tidak ada masalah heteroskedastisitas.

2) Pada gambar (b-d) bapat dilihat bahwa titik-titik pada Scatterplot membentuk pola tertentu, artinya sebaran data tersebut mengalami masalah heteroskedastisitas.

3) Pada gambar (e-f) dapat dilihat bahwa titik-titik pada scatterplot membentuk pola dan beberapa diantaranya mengumpul pada titik tertentu. Bentuk tersebut mengidentifikasikan model yang digunakan tidaklah linier dan terdapat masalah heteroskedastisitas.

d) Uji Linearitas

Bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linear atau tidak secara signifikan. Uji ini biasanya digunakan sebagai persyaratan dalam analisis korelasi atau regresi linear. Pengujian pada SPSS dengan engguakan Test for Linearity dengan pada taraf signifikan 0,05. Dua variabel dikatakan mempunyai hubugan yang linear signifikan (linearity) kurang dari 0,05.

3. Analisis Regresi Linear Berganda

Digunakan untuk mengetahui apakah antara variabel bebas dengan variabel terikat mempunyai pengaruh yang berarti atau tidak, secara pengembangan dari regresi linear sederhana, yaitu sama-sama alat

yang dapat digunakan untuk melakukan prediksi permintaan yang akan datang. Berdasarkan data masalalu atau untuk mengetahui pengaruh satu atau lebih variabel bebas (independent) terhadap satu variabel tak bebas (dependent).

Persamaan regresi linear berganda 𝑌 = 𝑎 + 𝑏1𝑋1+ 𝑏2𝑋2+ 𝑒 Keterangan:

Y = Kinerja Karyawan a = Nilai Konstanta 𝑋1 = Pengalaman Kerja 𝑋2 = Pendidikan

𝑏1, 𝑏2 = Koefisien regresi 𝑒 = Error term

4. Uji Simultan (uji F)

Menurut Sunyoto (2013:134) pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah secara keseluruhan (simultan) yang diperoleh memang nyata atau secara kebetulan saja. Terdapat tahapan yang dilakukan dalam uji F, yaitu sebagai berikut:

a. Menentukan 𝐻0 = hipotesis 0 dan 𝐻𝑎 = hipotesis alternative

𝐻0 : 𝑏1 : 𝑏2 = 0, artinya pengalaman kerja dan pendidikan sama-sama tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

𝐻𝑎 : 𝑏1 : 𝑏2 minimal salah satu ≠ 0, artinya pengalaman kerja dan pendidikan secara bersama-sams berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

b. Menentukan tingkat signifikan (α) dan 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 tingkat signifikansi (α) dalam penelitian ini adalah 5% atau 0,05. 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 dapat dicari dengan menentukan besar derajat kebebasan (degree of freedom) pembilang dan derajat kebebasan (degree of freedom) penyebut.

Drajat kebebasan (degree of freedom) pembilang menggunakan k, sedangkan drajat kebebasan (degree of freedom) penyebut menggunakan n-k-1.

c. Menghitung F statistik (F hitung)

Nilai F hitung ditentukan dengan rumus sebagai berikut:

𝐹 = 𝑅2 (𝐾 − 1) (1 − 𝑅2)

(𝑛 − 3) Dimana:

F = Nilai F hitung

𝑅2 = Nilai koefisien korelasi 𝐾 = Jumlah Variabel bebas 𝑛 = Jumlah sampel

d. Menentukan Kriteria Uji F

𝐻0 diterima dan 𝐻𝑎 ditolak, jika Fhitung ≤ Ftabel.

𝐻0 ditolak dan 𝐻𝑎 diterima, jika Fhitung > Ftabel.

e. Membuat Kesimpulan

Jika 𝐻0 ditolak dan 𝐻𝑎 diterima maka pengalaman kerja dan pendidikan secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

Jika 𝐻0 diterima dan 𝐻𝑎 ditolak maka pengalaman kerja dan pendidikan secara bersama-saama tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

5. Uji Parsial (uji t)

Menurut Sunyoto (2013: 134) pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah secara individu diperoleh secara nyata atau secara kebetulan saja. Dalam menguji pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen maka akan diberikan satu contoh rumusan masalah uji parsial yaitu:

“Apakah pengalaman kerja berpengaruh pada kinerja karyawan ?”

Untuk menjawab rumusan masalah tersebut makan melalui langkah-langkah uji t yaitu:

a. Menentukan Hipotesis Alternatif (𝐻𝑎) dan Hipotesis Nol (𝐻0) 𝐻0 : Pengalaman kerja tidak berpengaruh pada kierja karyawan.

𝐻𝑎 : Pengelaman kerja berpengaruh pada kinerja karyawan.

b. Menentukan Taraf Signifikansi (Level of Significance)

Tarif signifikan atau α (alpha) yang digunakan dalam penelitian adalah 5% (0,05).

c. Menghitung t statistik (t hitung)

Uji t dihitung dengan rumus sebagai berikut:

𝑡0 =𝑏𝑖 − 𝑏𝑖0 𝑠𝑏𝑖

Dimana:

𝑡0 = t hitung koefisien variabel 𝑏𝑖 = koefisien regresi variabel 𝑠𝑏𝑖 = standard eror dari variabel

d. Menentukan Kriterian Uji t

𝐻0 ditolak dan 𝐻𝑎 diterima jika –t hitung > t hitung > t tabel atau sig. < 0,05.

𝐻0 diterima dan 𝐻𝑎 ditolak jika –t hitung ≤ t hitung ≤ t tabel atau sig. ≥ 0,05.

e. Membuat Kesimpulan

Jika 𝐻0 ditolak dan 𝐻𝑎 diterima maka pengalaman kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

Jika 𝐻0 diterima dan 𝐻𝑎 ditolak maka pengalaman kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan

.

6. Koefisien Determinasi (𝑅2)

Selain melakukan pembuktian dengan uji F dan uji t, dalam uji regresi linear berganda ini dianalisis pula besarnya koefisien determinasi (𝑅2) yang digunakan untuk mengukur kebenaran penggunaan model regresi. Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besarnya variasi variabel independen yaitu pengalaman kerja (𝑋1) dan pendidikan (𝑋2) secara bersama-sama dapat menjelaskan variasi dalam kinerja karyawan (Y). Program yang digunakan untuk mengetahui koefisien dereminasi (𝑅2) ini adalah SPSS.

42 BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Perusahaan

PT.Mega Multi Energi salah satu perusahaan tambang yang berdiri pada tahun 2003 dan memulai masuk ke Kalimantan Tengah sejak 2005 kemudian mendapatkan Izin Usaha Pertambangan dari Pemerintah daerah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Kemudian memulai aktivitas penambangan batu bara hingga saat ini dengan total konsesi 5.380 Ha.

Saat ini PT Mega Multi Energi memikili jumlah karyawan sebanyak 305, dengan posisi/jabatan General Maneger 1 orang, KTT 2 orang, Site Maneger 2 orang, Gov. Relation 2 orang, Finance 6 orang, Haul Jeity 35 orang, Plant 25 orang, Produksi 160, Engineering 57 orag, SHE 15 orang.

Perusahaan PT Mega Multi Energi merupakan anak dari Group Isnata Group.

B. Logo Perusahaan

Gambar IV.1.

Logo Perusahaan

C. Visi dan Misi

a. Visi : Menjadi Perusahaan Pembuat Batu bara yang Efisien dan Penambangan dengan Kualitas Batu bara sedang untuk pasar internasional.

b. Misi : PT Mega Multi Energi berfokus pada Menghasilkan Kegiatan Penambangan dengan Kualitas Batu bara sedang untuk pasar internasional.

1. Operasi Penambangan

Memanfaatkan keahlian dalam mengolah batu bara yang sudah diambil dan mebedakan antara kualitas batu bara yang sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar.

2. Pengembangan SDM

Membangun sumber daya manusia yang berkualitas dengan berbasis pengetahuan dan bakat serta disiplin yang tinggi dengan program pelatihan yang diadakan oleh perusahaan.

D. Struktur Organisasi

Gambar IV.2.

Struktur Organisasi General Maneger

KTT

GOV

Site Maneger

Finance Haul Jetty

Plant Produksi Engineer ing

SHE

HRGA

External Afair

45 BAB V

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

Pada bab ini akan diuraikan hasil analisis penelitian dalam pembahasan mengenai pengaruh pengalaman kerja dan pendidikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Mega Multi Energi. Ada tiga variabel yang diteliti yaitu Kinerja Karyawan (Y) sebagai variabel terikat, dan Pengalaman Kerja (X1), Pendidikan (X2) sebagai variabel bebas.

Penelitian ini menggunakan data yang diperoleh dengan cara memnberikan daftar pertanyaan atau kuesioner kepada karyawan PT.

Mega Multi Energi sebanyak 100 responden, hasil penelitian ini meliputi deskipsi karakteristik responden, uji reliabilitas dan validitas kuesioner setiap variabel, analisis regresi linear berganda, uji asusmsi klasik. Hal ini akan dijelaskan lebih lanjut.

B. Uji Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas

Pengujian validitas isi atau lebih dikenal dengan istilah validitas butir instrumen adalah berkaitan dengan definisi bahwa, suatu butir instrumen penelitian dapat dikatakan valid bila mana instrumen tersebut dapat mengukur variabel yang diteliti secara tepat atau dengan kata lain ada kecocokan dengan apa yang diukur dengan tujuan pengukuran. Rumus yang digunakan untuk mengukur validitas butir

menggunakan korelasi product moment. Uji validitas dilakukan dengan membandingkan r hitung dengan nilai r tabel, dengan menggunakan taraf signifikansi (α) sebesar 5%. Valid atau tidaknya dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Jika r hitung ≥ r tabel, maka pernyataan tersebut dinyatakan valid.

b. Jika r hitung < r tabel, maka pernyataan tersebut dinyatakan tidak valid.

Peneliti menggunakan 100 kuesioner dalam uji validitas Tabel V.1.

Hasil Uji Validitas Variabel Pengalaman Kerja

Pertanyaan r hitung r tabel Keterangan

1 0.1654 ,664** VALID

2 0.1654 ,636** VALID

3 0.1654 ,613** VALID

4 0.1654 ,736** VALID

5 0.1654 ,791** VALID

6 0.1654 ,577** VALID

Sumber: Data Hasil Penelitian Bulan Februari 2021 yang telah diolah Tabel V.2.

Hasil Uji Validitas Variabel Pendidikan

Pertanyaan r hitung r tabel Keterangan

1 0.1654 ,929** VALID

2 0.1654 ,881** VALID

3 0.1654 ,909** VALID

4 0.1654 ,320** VALID

5 0.1654 ,296** VALID

6 0.1654 ,334** VALID

Sumber: Data Hasil Penelitian Bulan Februari 2021 yang telah diolah

Tabel V.3.

Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan

Pertanyaan r hitung r tabel Keterangan

1 0.1654 ,593** VALID

2 0.1654 ,480** VALID

3 0.1654 ,702** VALID

4 0.1654 ,634** VALID

5 0.1654 ,582** VALID

6 0.1654 ,592** VALID

7 0.1654 ,531** VALID

8 0.1654 ,497** VALID

Sumber: Data Hasil Penelitian Bulan Februari 2021 yang telah diolah Berdasarkan tabel V.1, V.2, V.3 dapat disimpulkan bahwa seluruh butir pernyataan memiliki signifikansi r hitung > r tabel, dengan demikian dapat disimpukan bahwa seluruh butir pernyataan dalam penelitian ini valid.

2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukur yang sama pula. Untuk mengukur reliabilitas, peneliti menggunakan formula Alpha Cronbach.

Penentuan kriteria reliabel atau tidaknya, digunakan aturan sebagai berikut:

a. Jika nilai Cronbach Alpha > 0,60 maka item variabel tersebut dinyatakan reliabel.

b. Jika nilai Cronbach Alpha ≤ 0,60 maka item variabel tersebut dinyatakan tidak reliabel.

Tabel V.4.

Hasil Uji Reliabilitas Variabel Limit Koef. Alpha

Cronbach

Cronbach’s

Alpha Keterangan

Pengalaman Kerja 0,60 0,755 Reliabel

Pendidikan 0,60 0,763 Reliabel

Kinerja Karyawan 0,60 0,626 Reliabel

Sumber: Data Hasil Penelitian Bulan Februari 2021 yang Telah diolah Berdasarkan hasil penelitian pada tabel V.4. dapat disimpulkan bahwa nilai Cronbach’s Alpha variabel pengalaman kerja, pendidikan dan kinerja karyawan memiliki nilai > 0,60 yang berarti bahwa seluruh pernyataan yang ada di setiap variabel sudah reliabel.

C. Analisis Deskriptif

1. Analisis Deskriptif Karakteristik Responden

Dalam penelitian ini terdapat beberapa kategori responden yang bekerja sebagai karyawan PT. Mega Multi Energi, meliputi:

a. Jenis Kelamin

Berdasarkan kategori jenis kelamin, responden dibedakan menjadi dua bagian yaitu Laki-Laki dan Perempuan. Hasil analisis data kategori responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel V.5.

Kategori Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%)

Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%)

Dokumen terkait