Menurut Sanusi (2011: 115) teknik analisis data adalah mendiskripsikan teknik analisis apa yang digunakan oleh peneliti untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan, termasuk pengujiannya.
1. Analisis Statistik Deskriptif a. Deskriptif Variabel
Deskriptif variabel dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui apakah pendapat responden baik atau buruk terhadap pengalaman kerja, pendidikan, dan kinerja karyawan. Dilihat dari rata-rata (mean) dari masing-masing variabel. Menghitung nilai mean untuk setiap variabel. Membuat kategori nilai mean dengan
pengkategorian skor yang telah dibuat dengan menggunakan interval kelas.
Dengan demikian peneliti menggunakan nilai tertinggi adalah 5 dan nilai terendah adalah 1, maka jumlah interval dapat dihitung sebagai berikut:
๐๐ง๐ญ๐๐ซ๐ฏ๐๐ฅ =๐๐ข๐ฅ๐๐ข ๐ฆ๐๐ค๐ฌ๐ข๐ฆ๐ฎ๐ฆ โ ๐๐ข๐ฅ๐๐ข ๐ฆ๐ข๐ง๐ข๐ฆ๐ฎ๐ฆ ๐๐๐ฅ๐๐ฌ ๐ข๐ง๐ญ๐๐ซ๐ฏ๐๐ฅ
Interval =5 โ 1 5 = 0,80
Berdasarkan rentang skor 0,80 maka disimpulkan skor pada pengalaman kerja, pendidikan dan kinerja karyawan dikelompokan sebagai berikut:
Tabel III.3.
Rentang Kelas Kategori
Skala Data Kelas Kategori
1 1,00-1,79 Sangat tidak setuju
2 1,80-2,59 Tidak setuju
3 2,60-3,39 Netral
4 3,40-4,19 Setuju
5 4,20-5,00 Sangat setuju
2. Uji Asumsi Klasik a) Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk melihat apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah meiliki nilai residual yang terdistribusi normal. Jadi, uji
normalitas bukan dilakukan pada masing-masing variabel tetapi pada nilai residualnya. Uji Kolmogorov-Smirnov (Uji K-S) adalah salah satu alat uji normalitas. Persyaratan data dikatakan terdistribusi normal menurut uji K-S adalah jika angka sig, uji K-S, sig > 0,05 menunjukkan data residual berdistribusi normal, jika angka sig. โค 0,05 maka data tidak berdistribusi normal.
b) Uji Multikolinieritas
Pegujian ini bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas dan terikat. Uji multikolinieritas digunakan untuk mengetahui adanya atau tidaknya penyimpangan asusmsi klasik multikolinieritas, yaitu adanya hubungan linear antara variabel independen dalam model regresi. Persyaratan yang harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya multikolinieritas. Jika ada korelasi yang tinggi diantara variabel-variabel bebasnya, maka hubungan antara variabel bebas dan variabel terikatnya menjadi terganggu. Salah satu cara untuk mendeteksi gejala multikolinieritas adalah dengan melihat nilai tolerance value atau Variance Inflation Factor (VIF) dengan kriteria jika tolerance value > 0,10 dan VIF < 10,00 maka disimpulkan tidak terjadi gejala multikolinieritas dan jika tolerance value โค 0,10 dan VIF > 10,00 maka disimpulkan terjadi gejala multikolinieritas antara variabel pada model regresi.
c) Uji Heteroskedastisitas
Dilakukan untuk mengetahui bahwa varians dari residual tidak sama untuk semua pengamatan atau observasi. Jika varians dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yag lain tetap maka disebut heteroskedastisitas dalam modelnya, atau dengan kata lain tidak terjadi heteroskedastisitas. Dalam penelitian ini penulis menggunakan scatterplot.
Gambar III.1.
Scatterplot
1) Pada gambar (a) dapat dilihat bahwa titik-titik pada grafik Scatterplot menyebar secara merata tanpa membentuk pola tertentu yang artinya tidak ada masalah heteroskedastisitas.
2) Pada gambar (b-d) bapat dilihat bahwa titik-titik pada Scatterplot membentuk pola tertentu, artinya sebaran data tersebut mengalami masalah heteroskedastisitas.
3) Pada gambar (e-f) dapat dilihat bahwa titik-titik pada scatterplot membentuk pola dan beberapa diantaranya mengumpul pada titik tertentu. Bentuk tersebut mengidentifikasikan model yang digunakan tidaklah linier dan terdapat masalah heteroskedastisitas.
d) Uji Linearitas
Bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linear atau tidak secara signifikan. Uji ini biasanya digunakan sebagai persyaratan dalam analisis korelasi atau regresi linear. Pengujian pada SPSS dengan engguakan Test for Linearity dengan pada taraf signifikan 0,05. Dua variabel dikatakan mempunyai hubugan yang linear signifikan (linearity) kurang dari 0,05.
3. Analisis Regresi Linear Berganda
Digunakan untuk mengetahui apakah antara variabel bebas dengan variabel terikat mempunyai pengaruh yang berarti atau tidak, secara pengembangan dari regresi linear sederhana, yaitu sama-sama alat
yang dapat digunakan untuk melakukan prediksi permintaan yang akan datang. Berdasarkan data masalalu atau untuk mengetahui pengaruh satu atau lebih variabel bebas (independent) terhadap satu variabel tak bebas (dependent).
Persamaan regresi linear berganda ๐ = ๐ + ๐1๐1+ ๐2๐2+ ๐ Keterangan:
Y = Kinerja Karyawan a = Nilai Konstanta ๐1 = Pengalaman Kerja ๐2 = Pendidikan
๐1, ๐2 = Koefisien regresi ๐ = Error term
4. Uji Simultan (uji F)
Menurut Sunyoto (2013:134) pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah secara keseluruhan (simultan) yang diperoleh memang nyata atau secara kebetulan saja. Terdapat tahapan yang dilakukan dalam uji F, yaitu sebagai berikut:
a. Menentukan ๐ป0 = hipotesis 0 dan ๐ป๐ = hipotesis alternative
๐ป0 : ๐1 : ๐2 = 0, artinya pengalaman kerja dan pendidikan sama-sama tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
๐ป๐ : ๐1 : ๐2 minimal salah satu โ 0, artinya pengalaman kerja dan pendidikan secara bersama-sams berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
b. Menentukan tingkat signifikan (ฮฑ) dan ๐น๐ก๐๐๐๐ tingkat signifikansi (ฮฑ) dalam penelitian ini adalah 5% atau 0,05. ๐น๐ก๐๐๐๐ dapat dicari dengan menentukan besar derajat kebebasan (degree of freedom) pembilang dan derajat kebebasan (degree of freedom) penyebut.
Drajat kebebasan (degree of freedom) pembilang menggunakan k, sedangkan drajat kebebasan (degree of freedom) penyebut menggunakan n-k-1.
c. Menghitung F statistik (F hitung)
Nilai F hitung ditentukan dengan rumus sebagai berikut:
๐น = ๐ 2 (๐พ โ 1) (1 โ ๐ 2)
(๐ โ 3) Dimana:
F = Nilai F hitung
๐ 2 = Nilai koefisien korelasi ๐พ = Jumlah Variabel bebas ๐ = Jumlah sampel
d. Menentukan Kriteria Uji F
๐ป0 diterima dan ๐ป๐ ditolak, jika Fhitung โค Ftabel.
๐ป0 ditolak dan ๐ป๐ diterima, jika Fhitung > Ftabel.
e. Membuat Kesimpulan
Jika ๐ป0 ditolak dan ๐ป๐ diterima maka pengalaman kerja dan pendidikan secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Jika ๐ป0 diterima dan ๐ป๐ ditolak maka pengalaman kerja dan pendidikan secara bersama-saama tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
5. Uji Parsial (uji t)
Menurut Sunyoto (2013: 134) pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah secara individu diperoleh secara nyata atau secara kebetulan saja. Dalam menguji pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen maka akan diberikan satu contoh rumusan masalah uji parsial yaitu:
โApakah pengalaman kerja berpengaruh pada kinerja karyawan ?โ
Untuk menjawab rumusan masalah tersebut makan melalui langkah-langkah uji t yaitu:
a. Menentukan Hipotesis Alternatif (๐ป๐) dan Hipotesis Nol (๐ป0) ๐ป0 : Pengalaman kerja tidak berpengaruh pada kierja karyawan.
๐ป๐ : Pengelaman kerja berpengaruh pada kinerja karyawan.
b. Menentukan Taraf Signifikansi (Level of Significance)
Tarif signifikan atau ฮฑ (alpha) yang digunakan dalam penelitian adalah 5% (0,05).
c. Menghitung t statistik (t hitung)
Uji t dihitung dengan rumus sebagai berikut:
๐ก0 =๐๐ โ ๐๐0 ๐ ๐๐
Dimana:
๐ก0 = t hitung koefisien variabel ๐๐ = koefisien regresi variabel ๐ ๐๐ = standard eror dari variabel
d. Menentukan Kriterian Uji t
๐ป0 ditolak dan ๐ป๐ diterima jika โt hitung > t hitung > t tabel atau sig. < 0,05.
๐ป0 diterima dan ๐ป๐ ditolak jika โt hitung โค t hitung โค t tabel atau sig. โฅ 0,05.
e. Membuat Kesimpulan
Jika ๐ป0 ditolak dan ๐ป๐ diterima maka pengalaman kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Jika ๐ป0 diterima dan ๐ป๐ ditolak maka pengalaman kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan
.
6. Koefisien Determinasi (๐ 2)
Selain melakukan pembuktian dengan uji F dan uji t, dalam uji regresi linear berganda ini dianalisis pula besarnya koefisien determinasi (๐ 2) yang digunakan untuk mengukur kebenaran penggunaan model regresi. Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besarnya variasi variabel independen yaitu pengalaman kerja (๐1) dan pendidikan (๐2) secara bersama-sama dapat menjelaskan variasi dalam kinerja karyawan (Y). Program yang digunakan untuk mengetahui koefisien dereminasi (๐ 2) ini adalah SPSS.
42 BAB IV
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Perusahaan
PT.Mega Multi Energi salah satu perusahaan tambang yang berdiri pada tahun 2003 dan memulai masuk ke Kalimantan Tengah sejak 2005 kemudian mendapatkan Izin Usaha Pertambangan dari Pemerintah daerah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Kemudian memulai aktivitas penambangan batu bara hingga saat ini dengan total konsesi 5.380 Ha.
Saat ini PT Mega Multi Energi memikili jumlah karyawan sebanyak 305, dengan posisi/jabatan General Maneger 1 orang, KTT 2 orang, Site Maneger 2 orang, Gov. Relation 2 orang, Finance 6 orang, Haul Jeity 35 orang, Plant 25 orang, Produksi 160, Engineering 57 orag, SHE 15 orang.
Perusahaan PT Mega Multi Energi merupakan anak dari Group Isnata Group.
B. Logo Perusahaan
Gambar IV.1.
Logo Perusahaan
C. Visi dan Misi
a. Visi : Menjadi Perusahaan Pembuat Batu bara yang Efisien dan Penambangan dengan Kualitas Batu bara sedang untuk pasar internasional.
b. Misi : PT Mega Multi Energi berfokus pada Menghasilkan Kegiatan Penambangan dengan Kualitas Batu bara sedang untuk pasar internasional.
1. Operasi Penambangan
Memanfaatkan keahlian dalam mengolah batu bara yang sudah diambil dan mebedakan antara kualitas batu bara yang sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar.
2. Pengembangan SDM
Membangun sumber daya manusia yang berkualitas dengan berbasis pengetahuan dan bakat serta disiplin yang tinggi dengan program pelatihan yang diadakan oleh perusahaan.
D. Struktur Organisasi
Gambar IV.2.
Struktur Organisasi General Maneger
KTT
GOV
Site Maneger
Finance Haul Jetty
Plant Produksi Engineer ing
SHE
HRGA
External Afair
45 BAB V
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
Pada bab ini akan diuraikan hasil analisis penelitian dalam pembahasan mengenai pengaruh pengalaman kerja dan pendidikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Mega Multi Energi. Ada tiga variabel yang diteliti yaitu Kinerja Karyawan (Y) sebagai variabel terikat, dan Pengalaman Kerja (X1), Pendidikan (X2) sebagai variabel bebas.
Penelitian ini menggunakan data yang diperoleh dengan cara memnberikan daftar pertanyaan atau kuesioner kepada karyawan PT.
Mega Multi Energi sebanyak 100 responden, hasil penelitian ini meliputi deskipsi karakteristik responden, uji reliabilitas dan validitas kuesioner setiap variabel, analisis regresi linear berganda, uji asusmsi klasik. Hal ini akan dijelaskan lebih lanjut.
B. Uji Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas
Pengujian validitas isi atau lebih dikenal dengan istilah validitas butir instrumen adalah berkaitan dengan definisi bahwa, suatu butir instrumen penelitian dapat dikatakan valid bila mana instrumen tersebut dapat mengukur variabel yang diteliti secara tepat atau dengan kata lain ada kecocokan dengan apa yang diukur dengan tujuan pengukuran. Rumus yang digunakan untuk mengukur validitas butir
menggunakan korelasi product moment. Uji validitas dilakukan dengan membandingkan r hitung dengan nilai r tabel, dengan menggunakan taraf signifikansi (ฮฑ) sebesar 5%. Valid atau tidaknya dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Jika r hitung โฅ r tabel, maka pernyataan tersebut dinyatakan valid.
b. Jika r hitung < r tabel, maka pernyataan tersebut dinyatakan tidak valid.
Peneliti menggunakan 100 kuesioner dalam uji validitas Tabel V.1.
Hasil Uji Validitas Variabel Pengalaman Kerja
Pertanyaan r hitung r tabel Keterangan
1 0.1654 ,664** VALID
2 0.1654 ,636** VALID
3 0.1654 ,613** VALID
4 0.1654 ,736** VALID
5 0.1654 ,791** VALID
6 0.1654 ,577** VALID
Sumber: Data Hasil Penelitian Bulan Februari 2021 yang telah diolah Tabel V.2.
Hasil Uji Validitas Variabel Pendidikan
Pertanyaan r hitung r tabel Keterangan
1 0.1654 ,929** VALID
2 0.1654 ,881** VALID
3 0.1654 ,909** VALID
4 0.1654 ,320** VALID
5 0.1654 ,296** VALID
6 0.1654 ,334** VALID
Sumber: Data Hasil Penelitian Bulan Februari 2021 yang telah diolah
Tabel V.3.
Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan
Pertanyaan r hitung r tabel Keterangan
1 0.1654 ,593** VALID
2 0.1654 ,480** VALID
3 0.1654 ,702** VALID
4 0.1654 ,634** VALID
5 0.1654 ,582** VALID
6 0.1654 ,592** VALID
7 0.1654 ,531** VALID
8 0.1654 ,497** VALID
Sumber: Data Hasil Penelitian Bulan Februari 2021 yang telah diolah Berdasarkan tabel V.1, V.2, V.3 dapat disimpulkan bahwa seluruh butir pernyataan memiliki signifikansi r hitung > r tabel, dengan demikian dapat disimpukan bahwa seluruh butir pernyataan dalam penelitian ini valid.
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukur yang sama pula. Untuk mengukur reliabilitas, peneliti menggunakan formula Alpha Cronbach.
Penentuan kriteria reliabel atau tidaknya, digunakan aturan sebagai berikut:
a. Jika nilai Cronbach Alpha > 0,60 maka item variabel tersebut dinyatakan reliabel.
b. Jika nilai Cronbach Alpha โค 0,60 maka item variabel tersebut dinyatakan tidak reliabel.
Tabel V.4.
Hasil Uji Reliabilitas Variabel Limit Koef. Alpha
Cronbach
Cronbachโs
Alpha Keterangan
Pengalaman Kerja 0,60 0,755 Reliabel
Pendidikan 0,60 0,763 Reliabel
Kinerja Karyawan 0,60 0,626 Reliabel
Sumber: Data Hasil Penelitian Bulan Februari 2021 yang Telah diolah Berdasarkan hasil penelitian pada tabel V.4. dapat disimpulkan bahwa nilai Cronbachโs Alpha variabel pengalaman kerja, pendidikan dan kinerja karyawan memiliki nilai > 0,60 yang berarti bahwa seluruh pernyataan yang ada di setiap variabel sudah reliabel.
C. Analisis Deskriptif
1. Analisis Deskriptif Karakteristik Responden
Dalam penelitian ini terdapat beberapa kategori responden yang bekerja sebagai karyawan PT. Mega Multi Energi, meliputi:
a. Jenis Kelamin
Berdasarkan kategori jenis kelamin, responden dibedakan menjadi dua bagian yaitu Laki-Laki dan Perempuan. Hasil analisis data kategori responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel V.5.
Kategori Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%)
Laki-Laki 71 71
Perempuan 29 29
Jumlah 100 100
Sumber: Data Hasil Penelitian Bulan Februari 2021 yang Telah Diolah Dari hasil penelitian pada tabel V.5. dapat disimpulkan bahwa kategori kategori laki-laki lebih banyak dibandingkan kategori perempuan yaitu persentasi laki-laki 71% sedangkan perempuan 29%.
b. Usia
Berdasarkan kategori usia, responden dibedakan menjadi enam bagian yaitu 20-24 tahun, 25-29 tahun, 30-34 tahun, 35-39 tahun, 40-44 tahun, >44 tahun. Hasil analisis dapat dilihat padaa tabel di bawah ini.
Tabel V.6.
Kategori Responden Berdasarkan Usia
Usia Jumlah Persentase (%)
20-24 tahun 14 14
25-29 tahun 32 32
30-34 tahun 19 19
35-39 tahun 19 19
40-44 tahun 13 13
>44 tahun 3 3
Jumlah 100 100
Sumber: Data Hasil Penelitian Bulan Februari 2021 yang Telah Diolah Dari hasil penelitian V.6. dapat disimpulkan bahwa responden dengan kategori usia 25-29 tahun persentasenya lebih
tinggi dibandingkan kategori usia yang lainnya. Responden dengan usia 20-24 tahun persentasenya sebesar 14%, usia 25-29 sebesar 32%, usia 30-34 tahun sebesar 19%, usia 35-39 tahun sebesar 19%, usia 40-44 tahun sebesar 13%, usia >44 tahun memiliki persentase sebesar3%.
c. Pendidikan Terakhir
Berdasarkan kategori pendidikan terakhir, responden dibedakan menjadi tujuh yaitu SD, SMP, SMA, Diploma, Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3). Hasil analisi data responden baerdasarkan pendidikan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel V.7.
Kategori Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Pendidikan
Terakhir Jumlah Persentase (%)
SD 11 11
SMP 16 16
SMA 56 56
Diploma 7 7
Sarjana (S1) 9 9
Magister (S2) 1 1
Doktor (S3) 0 0
Jumlah 100 100
Sumber: Data Hasil Penelitian Bulan Februari 2021 yang Telah Diolah Dari hasil penelitian tabel V.7. dapat disimpulkan bahwa responden yang paling banyak bekerja di PT Mega Multi Energi berdasarkan tingkat pendidikan terakhir yaitu SMA dimana persentasenya lebih tinggi dibandingkan dengan kategori pendidikan terakhir lainnya. Responden dengan pendidikan
terakhir SD persentasenya sebesar 11%, SMP sebesar 16%, SMA sebesar 56%, Diploma sebesar 5%, Sarjana (S1) sebesar 11%, Magister (S2) sebesar 1%, dan Doktor (S3) sebesar 0% dengan kata lain belum ada kayrawan yang memiliki pendidikan terakhir Doktor (S3).
d. Lama Bekerja
Berdasarkan kategori lama bekerja, responden dibedakan menjadi empat bagian yaitu 1-5 tahun, 6-10 tahun,11-15 tahun, dan
>15 tahun. Hasil analisis data responden dengan kategori lama bekerja dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel V.8.
Kategori Responden Berdasarkan Lama Bekerja
Lama Bekerja Jumlah Persentase (%)
1-5 tahun 23 23
6-10 tahun 57 57
11-15 tahun 16 16
>15 tahun 4 4
Jumlah 100 100
Sumber: Data Hasil Penelitian Bulan Februari 2021 yang Telah Diolah
Dari hasil penelitian tabel V.8. dapat disimpulkan bahwa responden yang bekerja selama 6-10 tahun memiliki persentase yang lebih tinggi dibandingkan kategori yang lainnya. Respoden dengan kategori lama bekerja 1-5 tahun memiliki persentase sebesar 23%, 6-10 tahun sebesar 57%, 11-15 tahun sebesar 16%, dan >15 tahun sebesar 4%.
2. Analisis Deskriptif Per Variabel
Analisis deskriptif per variabel digunakan untuk mengetahui skor rata-rata jawaban responden untuk setiap pernyataan pengalaman kerja, pendidikan, dan kinerja karyawan. Alat yang digunakan untuk mengetahui sekor rata-rata jawaban responden menggunakan MS Excel.
a. Hasil Deskriptif Variabel Pengalaman Kerja
Berdasarkan hasil kuesioner 100 responden, peneliti mendapatkan hasil deskriptif variabel pengalaman kerja dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel V.9.
Deskriptif Variabel Pengalaman Kerja
No Peryataan
Rata-rata Kategori 1
Saya memiliki pengetahuan tentang pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan.
4,53 Sangat setuju 2 Pengetahuan yang saya miliki
memudahkan saya dalam bekerja 4,45 Sangat setuju 3 Saya menguasai pekerjaan yang
diberikan kepada saya. 4,49 Sangat
setuju 4 Saya dapat menguasai peralatan kerja
yang disediakan oleh perusahaan. 4,43 Sangat setuju 5
Saya memiliki kemampuan yang sesuai dengan pekerjaan yang saya lakukan saat ini.
4,39 Sangat setuju 6 Saya mampu mengerjakan pekerjaan
sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
4,72 Sangat setuju
Total 4,50 Sangat
setuju Sumber: Data Hasil Penelitian Bulan Februari 2021 yang Telah Diolah
Berdasarkan tabel V.9. diketahui bahwa variabel pengalaman kerja memiliki total rata-rata jawaban yang diperoleh adalah 4,50. Maka berdasarkan rentang skor analisis deskriptif termasuk kedalam interval 4,20-5,00 yang berarti pengalaman kerja dikategorikan sangat setuju. Dari hasil deskriptif variabe pengalaman kerja diatas, dapat dilihat bahwa rata-rata skor tertinggi terdapat pada pernyataan ke 6 (Saya mampu mengerjakan pekerjaan sesuai denga prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan.) yaitu sebesar 4,72 sedangkan rata-rata skor terendah terdapat pada pernyataan ke 5 (Saya memiliki kemampuan yang sesuai dengan pekerjaan yang saya lakukan saat ini.) yaitu sebesar 4,39.
b. Hasil Deskriptif Variabel Pendidikan
Berdasarkan hasil kuesioner 100 responden, peneliti mendaptakan hasil deskriptif variabel pendidikan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel V.10.
Deskriptif Variabel Pendidikan
No Peryataan
Rata-rata Kategori 1
Pendidikan formal yang saya tempuh memberikan pengetahuan tentang kerja yang saat ini saya kerjakan.
3,14 Netral
2
Melalui pendidikan formal, saya mendpatkan keterampilan yang bisa digunakan dalam bekerja.
3,48 Setuju
3
Pendidikan membuat saya lebih mengerti tentang pekerjaan yang sedang saya laksanakan dengan mudah.
3,22 Netral
4
Perusahaan memfasilitasi saya untuk melakukan pendidikan nonformal untuk menunjang pekerjaan saya.
4,6 Sangat setuju 5
Pelatihan yang diberikan perusahaan bermanfaat untuk pekerjaan yang saya jalani.
4,8 Sangat setuju 6 Saya mendapatkan kesempatan untuk
menambah keterampilan saya melalui pelatihan.
4,83 Sangat setuju
Total 4,01 Setuju
Sumber: Data Hasil Penelitian Bulan Februari 2021 yang Telah Diolah Berdasarkan tabel V.10. diketahui bahwa variabel pendidikan memiliki total rata-rata jawaban yang diperoleh adalah 4,01. Maka berdasarkan rentang skor analisis deskriptif termasuk kedalam interval 3,40-4,19 yang berarti pendidikan dikategorikan setuju. Dari hasil deskriptif variabe pendidikan diatas, dapat dilihat bahwa rata-rata skor tertinggi terdapat pada pernyataan ke 6 (Saya mendapat kesempatan untuk menambah keterampilan bekerja saya melalui pelatihan.) yaitu sebesar 4,83 sedangkan rata-rata skor terendah terdapat pada pernyataan ke 1 (Pendidikan formal yang
saya tempuh memberikan pengetahuan tentang kerja yang saat ini saya kerjakan.) yaitu sebesar 3,14.
c. Hasil Deskriptif Variabel Kinerja Karyawan
Berdasarkan hasil kuesioner 100 responden, peneliti mendaptakan hasil deskriptif variabel pendidikan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel V.11.
Deskriptif Variabel Kinerja Karyawan
No Peryataan
Rata-rata Kategori 1 Saya melakukan pemenuhan target
pekerjaan yang ditetapkan perusahaa. 4,68 Sangat setuju 2
Saya berusaha/sebaik mungkin memberikan kualitas kerja untuk perusahaa.
4,75 Sangat setuju 3
Saya tidak keberatan apabila bekerja melebihi jam yang telah ditentukan oleh perusahaan.
2,93 Netral 4 Saya mampu menyelesaikan seluruh
pekerjaan saya. 4,47 Sangat
setuju 5
Saya mampu menyelesaikan tugas dengan standar yang ditetapkan perusahaan.
4,61 Sangat setuju 6
Saya selalu berhati-hati dalam melaksanakan pekerjaan demi meminimalisir kesalahan dalam kerja.
4,85 Sangat setuju 7 Saya bertanggung jawab atas
pekerjaan yang saya lakukan. 4,87 Sangat setuju 8
Saya menaati peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh Sumber: Data Hasil Penelitian Bulan Februari 2021 yang Telah Diolah
Berdasarkan tabel V.11. diketahui bahwa variabel kinerja karyawan memiliki total rata-rata jawaban yang diperoleh adalah
4,5. Maka berdasarkan rentang skor analisis deskriptif termasuk kedalam interval 4,20-5,00 yang berarti kinerja karyawan dikategorikan sangat setuju. Dari hasil deskriptif variabel pengalaman kerja diatas, dapat dilihat bahwa rata-rata skor tertinggi terdapat pada pernyataan ke 7 (Saya bertanggung jawab atas pekerjaan yang saya lakukan.) yaitu sebesar 4,87 sedangkan rata-rata skor terendah terdapat pada pernyataan ke 3 (Saya tidak keberatan apabila bekerja melebihi jam yang telah ditentukan oleh perusahaan.) yaitu sebesar 2,93.
D. Analisis Statistik 1. Uji Asumsi Klasik
a) Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk melihat apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak. Uji Kolmogorov-Smirnov (Uji K-S) adalah salah satu alat uji normalitas. Persyaratan data dikatakan terdistribusi normal menurut uji K-S adalah jika angka sig, uji K-S, sig > 0,05 menunjukkan data residual berdistribusi normal, jika angka sig. โค 0,05 maka data tidak berdistribusi normal. Berikut merupakan hasil uji normalitas yang diperoleh peneliti.
Tabel V.12.
Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 100
Normal Parametersa,b
Mean 0,0000000
Std.
Deviation 2,57640619
Most Extreme Differences
Absolute 0,086
Positive 0,074
Negative -0,086
Test Statistic 0,086
Asymp. Sig. (2-tailed)c 0,062
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
Sumber: Data Hasil Penelitian Bulan Februari 2021 yang telah diolah
Dari hasil pengujian normalitas yang disajikan pada tabel V.12. dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal, dengan nilai signifikansinya > 0,05 (0,062 > 0,05).
b) Uji Multikolinearitas
Pegujian ini bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas dan terikat.
Persyaratan yang harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya multikolinieritas. Salah satu cara untuk mendeteksi gejala multikolinieritas adalah dengan melihat nilai tolerance value atau Variance Inflation Factor (VIF) dengan kriteria jika tolerance value > 0,10 dan VIF < 10,00 maka disimpulkan tidak terjadi gejala multikolinieritas dan jika tolerance value โค 0,10 dan VIF >
10,00 maka disimpulkan terjadi gejala multikolinieritas antara variabel pada model regresi.
Tabel V.13.
Hasil Uju Multikolinearitas Coefficientsa
Error Beta Toleran
ce VIF
a. Dependent Variable: Total_Kinerja Karyawan
Sumber: Data Hasil Penelitian Bulan Februari 2021 yang Telah Diolah
Dari hasil pengujian multikolinearitas yang disajikan pada tabel V.13. dapat disimpulkan tidak ada multikolinearitas antara variabel bebas tersebut, dengan nilai Variance Inflation Factor (VIF) setiap variabel bebas < 10,00.
c) Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah varian dan redisual tidak sama untuk semua pengamatan atau observasi. Dalam penelitian ini untuk mengetahui terjadi atau tidak heteroskedastisitas digunakan Scatterplot. Jika varian dan residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap maka disebut homoskedastisitas. Dapat dikatakan tidak terjadi masalah
heteroskedastisitas jika titik-titik pada grafik scatterplot menyebar secara nyata.
Gambar V.1.
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Sumber: Data Hasil Penelitian Bulan Februari 2021 yang Telah Diolah.
Dari hasil uji heteroskedastisitas yang disajikan pada gambar V.1. dapat disimpulkan bahwa residual yang diuji dalam penelitian ini tidak mengalami heteriskedastisitas. Dimana titik-titik pada grafik scatterplot menyebar merata tanpa membentuk
Dari hasil uji heteroskedastisitas yang disajikan pada gambar V.1. dapat disimpulkan bahwa residual yang diuji dalam penelitian ini tidak mengalami heteriskedastisitas. Dimana titik-titik pada grafik scatterplot menyebar merata tanpa membentuk