• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IX. HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK PUBLIK

9.2. Hubungan antara Usia Publik Sasaran dengan Efektivitas Strategi

9.2.1 Hubungan antara Usia Publik Sasaran dengan Aspek Kognisi

Hubungan antara karakteristik usia responden dengan aspek kognisi dapat diketahui melalui uji Rank Spearman. Uji ini dilakukan untuk menganalisis apakah publik sasaran pada tingkatan usia yang berbeda memiliki aspek kognisi yang berbeda pula. Tabel 23 menyajikan hasil uji Rank Spearman antara usia publik sasaran dengan aspek kognisi serta hubungan keduanya pada responden hari kerja.

Tabel 23. Presentase Responden Hari Kerja menurut Usia Publik Sasaran dan Aspek Kognisi, Plantera Fruit Paradise Ngebruk, 2010.

Usia

Aspek Kognisi

Total Rendah Tinggi

Dewasa Awal (18-30 tahun) 100,00 0,00 100,00

Dewasa Sedang (31-50 tahun) 66,67 3,33 100,00

DewasaTua (>50 tahun) 0,00 100,00 100,00

Keterangan: r = 0,769 & Sig. (2-tailed) = 0,000**

Berdasarkan Tabel 23, didapatkan hasil signifikasi sebesar 0,000. Karena signifikasi (0,000) < 0,05, maka H0 ditolak. Jadi, dapat disimpulkan ada hubungan signifikan antara usia responden dengan aspek kognisi. Artinya, pada usia yang berbeda, responden pada hari kerja memiliki aspek kognisi yang berbeda terhadap Plantera. Koefisien yang mendekati satu (0,769) berarti hubungan antara “usia” dan “aspek kognisi” cukup erat. Kemudian untuk perbandingan pada Tabel 24 disajikan pula hasil uji Rank Spearman antara usia responden dengan aspek kognisi dan hubungan keduanya pada responden hari libur.

Tabel 24. Presentase Responden Hari Libur menurut Usia Publik Sasaran dan Aspek Kognisi, Plantera Fruit Paradise Ngebruk, 2010.

Usia

Aspek Kognisi

Total Rendah Tinggi

Dewasa Awal (18-30 tahun) 100,00 0,00 100,00

Dewasa Sedang (31-50 tahun) 60,00 40,00 100,00

DewasaTua (>50 tahun) 0,00 100,00 100,00

Keterangan: r = 0,694 & Sig. (2-tailed) = 0,001**

Pada Tabel 24, dari output didapatkan hasil signifikansi (0,001) < 0,05, maka H0 ditolak. Hal ini berarti bahwa pada responden hari libur juga ditemukan adanya hubungan antara usia dan aspek kognisi. Koefisien juga ditemukan mendekati satu (0,694) yang berarti hubungan antara “usia” dan “aspek kognisi” yang juga cukup erat. Pada responden hari libur, pada tingkatan usia yang berbeda, aspek kognisi mengenai perusahaan juga dapat berbeda.

Responden hari kerja maupun hari libur yang berusia dewasa awal memiliki sikap yang sedikit acuh terhadap Plantera sehingga keinginan mencari informasi mengenai Plantera menjadi rendah. Akibatnya, aspek kognisi yang berusia dewasa

awal menjadi rendah. Sementara itu responden berusia dewasa tua atau sedang lebih aktif mencari informasi mengenai Plantera sehingga dapat dilihat aspek kognisi pada kedua kelompok ini cukup tinggi. Secara menyeluruh, dapat dikatakan ada hubungan antara usia publik sasaran dengan aspek kognisi pada responden hari kerja maupun hari hari libur.

9.2.2 Hubungan antara Usia Publik Sasaran dengan Aspek Afeksi

Hubungan antara karakteristik usia responden dengan aspek afeksi dapat diketahui melalui uji Rank Spearman. Uji ini dilakukan untuk menganalisis apakah publik sasaran pada tingkatan usia yang berbeda memiliki aspek afeksi yang berbeda pula. Tabel 25 menyajikan hasil uji Rank Spearman antara usia publik sasaran dengan aspek afeksi serta hubungan keduanya pada responden hari kerja.

Tabel 25. Presentase Responden Hari Kerja menurut Usia Publik Sasaran dan Aspek Afeksi, Plantera Fruit Paradise Ngebruk, 2010.

Usia

Aspek Afeksi

Total Buruk Baik

Dewasa Awal (18-30 tahun) 100,00 0,00 100,00

Dewasa Sedang (31-50 tahun) 55,56 44,44 100,00

DewasaTua (>50 tahun) 0,00 100,00 100,00

Keterangan: r = 0,732 & Sig. (2-tailed) = 0,000**

Berdasarkan Tabel 25, didapatkan hasil signifikasi sebesar 0,000. Karena signifikasi (0,000) < 0,05, maka H0 ditolak. Jadi, dapat disimpulkan ada hubungan signifikan antara usia responden dengan aspek afeksi. Artinya, pada usia yang berbeda, responden pada hari kerja memiliki aspek afeksi yang berbeda terhadap Plantera. Koefisien yang mendekati satu (0,732) berarti hubungan antara “usia” dan “aspek afeksi” cukup erat. Kemudian untuk perbandingan pada Tabel 26 disajikan pula hasil uji Rank Spearman antara usia responden dengan aspek afeksi dan hubungan keduanya pada responden hari libur.

Tabel 26. Presentase Responden Hari Libur menurut Usia Publik Sasaran dan Aspek Afeksi, Plantera Fruit Paradise Ngebruk, 2010.

Usia

Aspek Afeksi

Total Buruk Baik

Dewasa Awal (18-30 tahun) 66,67 33,33 100,00

Dewasa Sedang (31-50 tahun) 0,00 44,44 100,00

DewasaTua (>50 tahun) 0,00 100,00 100,00

Keterangan: r = 0,661 & Sig. (2-tailed) = 0,001**

Pada Tabel 26, dari output didapatkan hasil signifikansi (0,001) < 0,05, maka H0 ditolak. Hal ini berarti bahwa pada responden hari libur juga ditemukan adanya hubungan antara usia dan aspek afeksi. Koefisien juga ditemukan mendekati satu (0,661) yang berarti hubungan antara “usia” dan “aspek afeksi” yang juga cukup erat. Pada responden hari libur, pada tingkatan usia yang berbeda, aspek afeksi mengenai perusahaan juga dapat berbeda.

Responden hari kerja maupun hari libur yang berusia dewasa awal memiliki sikap yang sedikit acuh terhadap Plantera sehingga aspek afeksi mengenai Plantera cukup rendah. Sementara itu responden berusia dewasa tua atau sedang lebih tertarik terhadap hal-hal mengenai Plantera sehingga dapat dilihat aspek afeksi pada kedua kelompok ini cukup tinggi. Secara menyeluruh, dapat dikatakan ada hubungan antara usia publik sasaran dengan aspek afeksi pada responden hari kerja maupun hari hari libur.

9.2.3 Hubungan antara Usia Publik Sasaran dengan Aspek Konasi

Hubungan antara karakteristik usia responden dengan aspek konasi dapat diketahui melalui uji Rank Spearman. Uji ini dilakukan untuk menganalisis apakah publik sasaran pada tingkatan usia yang berbeda memiliki aspek konasi yang berbeda pula. Tabel 27 menyajikan hasil uji Rank Spearman antara usia publik sasaran dengan aspek konasi serta hubungan keduanya pada responden hari kerja.

Tabel 27. Presentase Responden Hari Kerja menurut Usia Publik Sasaran dan Aspek Konasi, Plantera Fruit Paradise Ngebruk, 2010.

Usia

Aspek Konasi

Total Rendah Tinggi

Dewasa Awal (18-30 tahun) 100,00 0,00 100,00

Dewasa Sedang (31-50 tahun) 44,44 55,56 100,00

DewasaTua (>50 tahun) 0,00 100,00 100,00

Keterangan: r = 0,703 & Sig. (2-tailed) = 0,001**

Berdasarkan Tabel 27, didapatkan hasil signifikasi sebesar 0,000. Karena signifikasi (0,001) < 0,05, maka H0 ditolak. Jadi, dapat disimpulkan ada hubungan signifikan antara usia responden dengan aspek konasi. Artinya, pada usia yang berbeda, responden pada hari kerja memiliki aspek konasi yang berbeda terhadap Plantera. Koefisien yang mendekati satu (0,703) berarti hubungan antara “usia” dan “aspek konasi” cukup erat. Kemudian untuk perbandingan pada Tabel 28 disajikan pula hasil uji Rank Spearman antara usia responden dengan aspek konasi dan hubungan keduanya pada responden hari libur.

Tabel 28. Presentase Responden Hari Libur menurut Usia Publik Sasaran dan Aspek Konasi, Plantera Fruit Paradise Ngebruk, 2010.

Usia

Aspek Konasi

Total Rendah Tinggi

Dewasa Awal (18-30 tahun) 100,00 0,00 100,00

Dewasa Sedang (31-50 tahun) 0,00 100,00 100,00

DewasaTua (>50 tahun) 0,00 100,00 100,00

Keterangan: r = 0,866 & Sig. (2-tailed) = 0,000**

Pada Tabel 28, dari output didapatkan hasil signifikansi (0,000) < 0,05, maka H0 ditolak. Hal ini berarti bahwa pada responden hari libur juga ditemukan adanya hubungan antara usia dan aspek konasi. Koefisien juga ditemukan mendekati satu (0,866) yang berarti hubungan antara “usia” dan “aspek konasi” yang juga sangat erat. Pada responden hari libur, pada tingkatan usia yang berbeda, aspek konasi mengenai perusahaan juga dapat berbeda.

Responden hari kerja maupun hari libur yang berusia dewasa awal seperti diketahui sebelumnya memiliki sikap yang sedikit acuh terhadap Plantera sehingga aspek konasi mengenai Plantera cukup rendah. Berdasarkan

pengamatan, responden usia dewasa awal hanya menemani atau diajak responden yang lebih tua untuk datang ke Plantera sehingga datang ke Plantera sebenarnya bukan keinginan sendiri. Responden usia dewasa muda juga tidak begitu tertarik dengan fasilitas yang disediakan Plantera. Sementara itu responden berusia dewasa tua atau sedang lebih tertarik terhadap hal-hal mengenai Plantera sehingga dapat dilihat aspek konasi pada kedua kelompok ini cukup tinggi. Secara menyeluruh, dapat dikatakan ada hubungan antara usia publik sasaran dengan aspek konasi pada responden hari kerja maupun hari hari libur.

9.3 Hubungan antara Tingkat Pendidikan Publik Sasaran dengan