PROSES PEMBELAJARAN AKADEMI KEBIDANAN BUSTANUL ULUM LANGSA TAHUN 2004-2005.
Nama Responden : Tgl Pelaksanaan Ujian :
Semester :
1. Pertanyaan – pertanyaan dibawah ini menanyakan proses pembelajaran dan manajemen administrasi akademik
2. Isilah kuesioner dibawah ini dengan memberi tanda (√) jika sesuai dengan pernyataan yang menurut saudara(i )paling sesuai.
Jawaban 5 4 3 2 1 Pernyataan Sangat Tangap Tanggap Cukup Tanggap Kurang Tanggap Tidak Tanggap KOMPONEN PROSES PEMBELAJARAN
A. Tujuan Pembelajaran
1) Tercapainya TIK menyangkut kemampuan kognitif meliputi:
mengetahui, memahami, mengaplikasikan, menganalisis,
mensintesis dan mengevaluasi.
2) Tercapainya TIK menyangkut kemampuan afektif yaitu, kemampuan menerima, merespon, menghargai, mengorganisasikan dan mewatak.
3) Tercapainya TIK menyangkut kemampuan psikomotor berupa, kemampuan menirukan, manipulasi, menyeksamakan, mengartikulasi dan menaturalisasi.
B.Kegiatan Belajar mengajar
1) Penyusunan rencana program pembelajaran meliputi: Memahami garis – garis besar program pembelajaran (GBPP), Analisa Materi Pembelajaran (AMP) dan Membuat Program Tahunan Program Semester, Silabus dan Satuan Pembelajaran; serta Membuat rencana pembelajaran.
2) Melaksanakan kegiatan pembelajaran meliputi: 1) Mengelola kelas dengan mendayagunakan segala fasilitas yang ada, 2) menciptakan suasana belajar yang kondusif baik sebagai kelompok belajar maupun individual yang memungkinkan subjek belajar dapat mengembangkan potensinya
3) Evaluasi Pembelajaran melalui hasil belajar yaitu: kegiatan pembelajaran, tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan serta hasil yang telah diperoleh oleh subjek belajar, yaitu adanya perubahan perilaku baru.
C. Metode pembelajaran
1) Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian mahasiswa sebagaimana yang diharapkan
2) Memiliki sistem pendekatan kegiatan pembelajaran berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat
3) Memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik kegiatan pembelajaran yang dianggap paling tepat dan efektif.
4) Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh dosen dalam melakukan evaluasi kegiatan
D. Alat Bantu Pembelajaran
1) Alat Bantu pandang dengar(AVA
2) Laboratorium
3) Bahan Habis pakai E. Evaluasi Pembelajaran
1) Awal program
2) Proses
3) Akhir program
Lampiran 3
KUESIONER PENELITIAN
MANAJEMEN ADMINISTRASI AKADEMIK AKADEMI KEBIDANAN BUSTANUL ULUM LANGSA TAHUN 2004-2005.
Nama Responden :
Tgl observasi :
Semester :
PETUNJUK
3. Pertanyaan – pertanyaan dibawah ini menanyakan situasi manajemen administrasi akademik
4. Isilah kuesioner dibawah ini dengan memberi tanda (√) jika sesuai dengan pernyataan yang menurut saudara(i )paling sesuai.
Jawaban Pernyataan 5 4 3 2 1 SANGAT SERING SERING CUKUP SERING TIDAK SERING SANGAT TIDAK SERING Manajemen Administrasi Akademik
A. Perencanaan Akademik
1) Pengorganisasian materi pelajaran.
2) Perencanaan tentang proses belajar mengajar.
3) Perencanaan tentang pembaharuan dan pengembangan metode.
4) Perencanaan tentang pembiayaan pendidikan.
5) Perencanaan tentang kegiatan – kegiatan lainnya yang mendukung pelaksanaan pengajaran. termasuk penyediaan sarana dan fasilitas yang diperlukan
6) Perencanaan tentang penyediaan sarana dan fasilitas yang diperlukan.
B.Pengorganisasian akademik
1) Pembuatan struktur.
2) Penempatan tenaga kerja (pendidik).
3) Pemberian tugas.
4) Menetapkan hak dan kewajiban agar terdapat kesesuaian tindakan dalam usaha kerja sama.
5) Menentukan metode kerja.
6) Menyusun alat–alat dan
menggerakkan tenaga kerja atau pembahagian tanggung jawab dan wewenang
C. Pelaksanaan Akademik
1) Pengarahan lisan dan tulisan
2) Koordinasi sesui dengan uraian kegiatan.
D. Pengawasan Akademik
1) Mengukur prestasi yang telah dicapai institusi
2) Membandingkan hasil yang dicapai dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya
3) Memperbaiki kelemahan sesuai penyebabnya
E. Laporan / evaluasi akademik
1) Absensi
2) Laporan prestasi belajar
3) Kegiatan subjek belajar
Lampiran 4
KUESIONER PENELITIAN
MUTU LULUSAN AKADEMI KEBIDANAN BUSTANUL ULUM LANGSA TAHUN 2004-2005.
Nama Responden :
Mata Kuliah :
Tingkat III / semester :
PETUNJUK
1. Pertanyaan – pertanyaan dibawah ini menanyakan lulusan berdasarkan hasil belajar pada akademi kebidanan Bustanul Ulum Langsa tahun 2004-2005. 1. Isilah kuesioner dibawah ini dengan memberi tanda (√) jika sesuai dengan
klasifikasi hasil ujian yang menurut saudara(i )paling sesuai.
Jawaban
5 4 3 2 1 Pernyataan
Sangat
Baik Baik Cukup Baik Kurang
Baik
Tidak Lulus Mutu Lulusan
A. Hasil ujian (Penilaian hasil belajar dinyatakan dengan menggunakan huruf A, B, C, D dan E.
1) Ujian formatif
2) Ujian tengah semester.
3) Ujian akhir semester.
4) Ujian akhir program. B. Pelaksanaan tugas 1) Penulisan makalah. 2) Diskusi 3) Seminar 4) Pembuatan laporan 5) Pembuatan rancangan
C. Karakteristik profesi Bidan
1) Pra konsepsi, KB, dan Ginekologi.
2) Asuhan dan Konseling selama kehamilan.
3) Asuhan selama persalinan dan kelahiran
4) Asuhan pada nifas dan menyusui
5) Asuhan pada bayi baru lahir
6) Asuhan pada bayi dan balita
7) Kebidanan
8) n asuhan pada ibu/wanita dengan gangguan reproduksi
KATA – KATA PEMBUKAAN
Bismillahirrahmannirrahim, Assalammualaikum wr.wb.
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua, Yang saya hormati,
Bunda Prof. Dr. Jurmaini Mainuddin, MA selaku ketua komisi pembimbing,
Bapak Drs. Marwan Harahap, M.Eng dan Bapak dr. Dayeng.S. Sp.OG selaku anggota komisi pembimbing.
Yang saya hormati,
Bapak prof. Dr. Sumadio Hadisyahputra,Apt dan Bapak Prof.dr. Delfi luthan Sp.OG selaku komisi pembanding
Yang saya hormati,
Bapak dan Ibu para dosen dan tamu undangan Dan yang saya muliakan,
teman – teman mahasiswa PM-IKM Sps USU
Terima kasih saya sampaikan kepada Bapak dan Ibu komisi pembimbing dan komisi pembanding, yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk dapat mempresentasekan proposal penelitian saya., dengan judul
KATA-KATA PENUTUP
Demikian penyampaian proposal penelitian saya, meskipun saya sudak sangat maksimal mendapatkan bimbingan, saya yakin dan percaya proposal penelitian saya ini masih sangat banyak kelemahannya, semuanya itu semata-mata karena keterbatasan dan kekurangan saya.
Karenanya dengan segala kerendahan hati, mohon kiranya kepada Bapak dan ibu-ibu terutama komisi pembanding, sudilah kiranya memberikan masukan dan saran, sehingga proposal penelitian ini menjadi lebih baik adanya.
Demikian yang dapat saya sampaikan, atas kesediaan Bapak, saya ucapkan banyak terima kasih.
sehingga dapat digunakan untuk :
a. Pemilihan media dan alat pengajaran bagi tenaga pengajar dalam mempersiapkan dan mengembangkan proses belajar mengajar.
b. Penilaian akan ketersediaan ABBM di institusi pendidikan tenaga kesehatan penilaian ini dapat digunakan dalam Pengelolaan Sistem Informasi Pendidikan Tenaga Kesehatan (SIPTK).
c. Perencanaan dalam pengadaan dan pemenuhan kebutuhan ABBM bagi institusi pendidikan tenaga kesehatan.
d. Penilaian akreditasi institusi pendidikan kesehatan.
Ruang lingkup Standar ABBM Diploma III kebidanan ini meliputi alat bantu pandang dengar /Audio Visual Aids (AVA), peralatan laboratorium dan bahan habis pakai.
Sedangkan dalam pelaksanaan proses belajar, diawali oleh pembukaan pelajaran yang diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk menciptakan suasana belajar yang dapat membuat mental mahasiswa siap
berlangsung kegiatan. Komponen kegiatan antara lain : menarik perhatian, membuat kaitan dengan materi yang disajikan, menimbulkan motivasi dan memberi acuan melalui berbagai usaha seperti mengemukakan tujuan, dan masalah pokok yang dibahas (Depkes RI, 2002).
Kegiatan selanjutnya adalah menjelaskan, yang dapat diartikan sebagai usaha menyampaikan informasi atau bahan ajar, yang mencakup : a) merencanakan, menganalisa secara sistematis bahan ajar yang disampaikan, b) menyajikan dengan jelas dan menggunakan ilustrasi yang secara induktif dan deduktif dan memberi tekanan pada hal yang kritikal atau mendasari serta adanya umpan balik (Depkes RI, 2002).
Dalam proses kegiatan belajar berlangsung, maka tidak terlepas dari diskusi, tanya jawab atau metode pembelajaran lain yang digunakan, dan pada tahap akhir pembelajaran adalah penutupan pelajaran, yaitu sebagai upaya yang dilakukan pendidik untuk memberikan gambaran umum terhadap materi yang dibahas dalam kegiatan pembelajaran.
Untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum pendidikan Diploma III Kebidanan, harus ditunjang dengan 3 (tiga) jenis ABBM, yang terdiri dari :
3. Alat Bantu Pandang Dengar (AVA) 4. Peralatan Laboratorium
Beberapa komponen yang harus dipenuhi dalam menciptakan bidan yang berkualitas dan profesional adalah tenaga dosen, kurikulum, sarana dan prasarana. Tenaga dosen (SDM) dari segi kualifikasi, strata dan jumlahnya harus memadai. Pendidikan Tinggi Depdiknas menetapkan tenaga pengajar (dosen) yang mengajar pada Program Diploma III harus memiliki pendidikan minimal satu tingkat di atasnya dengan pendidikan minimal Strata I dibidang kebidanan di setiap institusi.
Sedangkan jumlah tenaga dosen di Akademi Kebidanan Bustanul Ulum sebanyak 70 orang, dengan perincian 17 orang sebagai dosen tetap, dengan kualifikasi pendidikan 5 orang (29,4%) pendidikan dasar kebidanan, 4 orang (23,5%) pendidikan DIV Bidan Pendidik, 3 orang (17,6%) pendidikan Kesehatan Masyarakat dan sisanya sarjana agama (IAIN), sedangkan jumlah dosen tidak tetap sebanyak 53 orang dengan kualifikasi pendidikan 8 (22,85%) pendidikan dasar kebidanan, selebihnya pendidikan Kesehatan Masyarakat, D-III keperawatan, ekonomi, D-III gizi, D-III analis dan manajemen. Berdasarkan data tersebut, dapat diketahui bahwa ratio dosen tetap dengan mahasiswa hanya 1: 14 (15 dosen mengajarkan 220 mahasiswa), seyogyanya berdasarkan Kepmenkes RI No.H.K.00.064.302863, perbandingan dosen tetap adalah 1:7, ini menunjukkan bahwa kualifikasi dan jumlah dosen tetap di Akademi Kebidanan masih kurang,
Ciri-Ciri Pembelajaran
Menurut Roestiyah (1989) Widyawati (2002) menyatakan ciri-ciri pembelajaran adalah aktivitas utama dalam belajar:
a. Peserta didik dapat belajar tanpa kehadiran guru melalui berbagai sumber belajar lainnya.
b. Perhatian dan motivasi belajar peserta didik berkembang dengan baik karena aktivitas belajar dapat disesuikan dengan tingkat kemampuan dan perkembangannya.
c. Belajar tidak dibatasi oleh ruang dan waktu karena kegiatan belajar dapat berlangsung di luar kelas, di sekolah maupun di luar sekolah dengan atau melalui berbagai media atau sumber yang ada.
Demikian percepatan perkembangan kemajuan peserta didik akan
dipengaruhi oleh belajar yang dilakukan, minat dan motivasi peserta didik tersebut.
Orang-orang yang berprestasi tidak bersikap untung-untungan, mereka lebih menyukai untuk memecahkan masalah daripada sekedar memperoleh hasil kerja secara untung-untungan.
Orang yang bermotif prestasi, menyukai pada kadar resiko moderat (berada diantara orang-orang yang gemar mengambil resiko kegagalan yang terlalu tinggi dan orang-orang konservatif yang tidak suka mengambil resiko dalam sesuatu usaha) karena mereka memprediksi bahwa upaya dan kemampuannya memungkinkan untuk berhasil, ketimbang ganjaran keberhasilan.
Perguruan tingi menetapkan jumlah SKS yang harus ditempuh dengan berpedoman pada kisaran beban studi bagi masing-masing program sebagaimana yang ditetapkan.
Menurut Makmun (1998) dalam Suhila (2002) menyebutkan 9 langkah dalam prosedur penilaian dan pengukuran kemampuan keprofesian yaitu:
1) Identifikasi alternatif keputusan yang akan diambil. 2) Rumusan tujuan dan sasaran yang akan dicapai. 3) Penetapan metode dan teknik yang akan dicapai.
4) Pengecekan ada tidaknya instrumen, dan bila tidak ada, maka pengembangan instrumen yang diperlukan menguji cobakan kehandalan instrument.
5) Pengukuran, pengumpulan data dan informasi yang diperlukan. 6) Pencatatan, penyusunan, penganalisaan, dan interpretasi data. 7) Penetapan kriteria dan acuan norma.
8) Penilaian dan penyimpulan hasil analisis data.
9) Penetapan keputusan yang terbaik atau menguntungkan
Penilaian dan pengukuran kemampuan keprofesiannya diadakan untuk keperluan pembuatan keputusan apakah yang bersangkutan dapat diusulkan untuk diterima atau ditolak bagi promosi dalam jenjang keprofesiannya. Dalam rangka
pengembangan dan pembinaan kualifikasi kemampuan keprofesian, juga diperlukan penilaian dan pengukuran kemampuan keprofesian, yang terutama disebabkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tuntutan kebutuhan yang berubah, yang menuntut peningkatan mutu keprofesiannya secara
terus-Adapun kemampuan yang harus dimiliki Bidan yaitu: Bidan mempunyai persyaratan pengetahuan dan keterampilan dari ilmu-ilmu sosial, kesehatan masyarakat dan etik yang membentuk dasar bagi asuhan yang bermutu tinggi sesuai dengan budaya, untuk wanita, bayi baru lahir dan keluarganya, kemampuan tersebut meliputi : (Depkes RI, 2003).
1) Pra Konsepsi, KB, dan Ginekologi
Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, pendidikan kesehatan yang tanggap terhadap budaya dan pelayanan menyeluruh di masyarakat dalam rangka untuk meningkatkan kehidupan keluarga yang sehat, perencanaan kehamilan, penyakit kandungan dan kesiapan menjadi orang tua.
2) Asuhan dan Konseling Selama Kehamilan
Bidan memberikan asuhan antenatal bermutu tinggi untuk mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan yang meliputi: deteksi dini dari kelainan pada kehamilan, pengobatan atau rujukan dari komplikasi tersebut.
3) Asuhan Selama Persalinan dan Kelahiran
Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, tanggap terhadap budaya setempat selama persalinan, memimpin suatu persalinan yang bersih dan aman, menangan situasi kegawatdaruratan tertentu untuk mengoptimalkan
kesehatan wanita dan bayinya yang baru lahir. 4) Asuhan pada Nifas dan Menyusui
Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi pada ibu nifas dan menyusui dan tanggap terhadap budaya setempat, serta mengenal komplikasi pada masa nifas.
5) Asuhan pada Bayi Baru Lahir
Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, komprehensif pada bayi baru lahir sehat sampai dengan 1 bulan.
6) Asuhan pada Bayi dan Balita
Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, komprehensif pada bayi dan balita sehat (1 bulan-5 tahun).
7) Kebidanan Komunitas
Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi dan komprehensif pada keluarga, kelompok dan masyarakat sesuai dengan budaya setempat. 8) Asuhan pada Ibu/Wanita dengan Gangguan Reproduksi
Melaksanakan asuhan kebidanan pada wanita/ibu dengan gangguan sistem reproduksi.
a. yang diformulasikan menjadi indeks prestasi kumulatif (IPK), dengan kategori: Terpuji, jika IPK 3,51- 4 (A), Sangat Memuaskan, jika IPK 3 – 3,50 (B), Memuaskan, jika IPK 2,76 – 2,99 (C), Cukup Memuaskan, jika IPK 2,0 – 2,75 (D) dan Tidak Memuaskan, jika IPK < 2,0 (E).