• Tidak ada hasil yang ditemukan

Reputasi Perusahaan

Reputasi perusahaan dinilai berdasaran perbuatan dan sebagainya sebagai sebab mendapat nama baik. Reputasi Perusahaan yang dikaji dalam penelitian ini terdiri dari artisipasi dan dukungan. Tabel 10 menyajikan data mengenai jumlah dan presentase responden berdasarkan reputasi perusahaan.

Tabel 10 Jumlah dan presentase responden berdasarkan reputasi, Tahun 2016

Reputasi Perusahaan Jumlah (orang) Presentase (%) Partisipasi

Rendah (< 9 selang rata-rata) Sedang (9 ≤ - < 17 selang rata-rata) Tinggi (≥ 17 selang rata-rata)

3 30 7 7.5 75.0 17.5 Dukungan

Rendah (< 12 selang rata-rata) Sedang (12 ≤ - < 18 selang rata-rata) Tinggi (≥ 18 selang rata-rata)

5 28 7 6.1 68.3 25.6 n=40 Partisipasi

Partisipasi dalam penelitian ini diukur berdasarkan tingkat keikutsertaan masyarakat dalam program CSR, aktif dalam proses industri, bekerjasama dengan perusahaan, mengikuti program CSR, memberi reaksi positif dan reaksi emosional yang baik terhadap perusahaan. Partisipasi di kategorikan menjadi tiga kategori berdasarkan rata-rata dan standar deviasi. Kategori presentase tertinggi 75 persen masuk dalam kategori sedang, presentase tinggi 17.5 persen dan terakhir rendah 7.5 persen. Respon masyarakat yang beragam terutama pada program-program CSR PT Krakatau Posco dan keberadaan perusahaan menimbulkan tingkat partisipasi yang berbeda. Namun karena program program CSR diadakan melihat dari segi kebutuhan masyarakat maka pasrtisipasi masyarakat mendapatkan hasil yang baik. Hal ini didukung oleh pendapat salah satu informan:

“..kami mengadakan program berdasarkan learning by doing, kami melihat kebutuhan yang ada di masyarakat, juga mengadakan program yang memang dibutuhkan oleh masyarakat seperti di bidang education, health and environment, religius, sosial, culture dan enterpreneourship..” (MIH, 33 Tahun, CSR PT Krakatau Posco)

Dukungan

Dukungan dalam penelitian ini adalah diukur dengan dukungan masyarakat terhadap mobilitas perusahaan, tidak pernah berkonflik / aksi (demo) terhadap perusahaan atau semua aktivitas perusahaan baik aktivitas produksi dan

non produksi. Kategori presentase tertinggi 68.29 persen masuk dalam kategori sedang, presentase tinggi 25.6 persen dan terakhir rendah 6.1 persen.

Dukungan yang datang dari masyarakat memang bukan hanya dukungan positif namun dukungan negatif. Seperti demo terhadap perusahaan, dengan tuntutan penghentian aktivitas perusahaan. Hal ini didukung oleh pendapat salah satu responden yang dibenarkan oleh informan:

“..saya demo ke posco sudah 2 kali pertama saat pembangunan dan kedua karna debu perusahaan, yang kedua saya mewakili masyarakat berdiskusi di dalam ruangan dengan pihak perusahaan..” (M, 45 Tahun, Ketua RT/RW)

“..isu kental di masyarakat adalah mengenai recrutement, debu dan peluang usaha, namun terakhir adalah kasus tentang debu..” (MIH, 33 Tahun, CSR PT Krakatau Posco)

Bukan hanya dukungan negatif, dukungan positif juga datang dari kalangan amsyarakat. Seperti bekerjasama dengan perusahaan. Hal ini didukung oleh pendapat salah satu responden:

“..saya pernah bekerjasama dengan PT KS Posco dalam hal pendanaaan acara, dan pembangunan Mushala, anak saya juga dapat bekerja di PT Krakatau Posco..” (SM, 42 Tahun, Ketua RT/RW)

Hubungan Antara Faktor Internal dan Faktor Eksternal dengan Reputasi Perusahaan

Hubungan antara faktor eksternal dan internal dengan reputasi PT Krakatau Posco dianalisis dengan koefisien rank Spearman ditunjukkan pada Tabel 11 berikut ini.

Tabel 11 Nilai koefisien korelasi rank Spearman antara faktor interal dan aktor eksternal dengan reputasi PT Krakatau Posco, Tahun 2016

Reputasi (rs) Partisipasi Dukungan Faktor Internal Umur -0.135 -0.118 Tingkat pendidikan 0.049 0.330* Faktor Eksternal Jarak perusahaan 0,272 0.109 Dampak Aktivitas -0.348* -0.309 Kebijakan CSR 0,651* 0.576*

ket : *signifikan pada taraf nyata 5% rs = koefisien korelasi rank Spearman

Seluruh peubah faktor internal dan faktor eksternal sebagai peubah independen diuji dengan menggunakan analissi uji rank Spearman yang dilakukan terhadap peubah dependent, yaitu reputasi perusahaan.

Hasil pengujian dengan menggunakan uji korelasi rank Spearman pada Tabel 11 menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan nyata (p ≥ 0.05) antara faktor inernal (tingkat pendidikan) dengan partisipasi, dengan nilai koefisien sebesar 0.049. Hal ini juga menunjukan bahwa terdapat hubungan nyata (p ≤ 0.05) antara faktor internal (tingkat pendidikan) dengan reputasi perusahaan yang (diukur dengan dukungan) dengan nilai koefisien sebesar 0.330. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin baik dukungan terhadap aktivitas perusahaan. Hal ini dibuktikan oleh pendapat salah satu responden:

“..kalo untuk program CSR sendiri pesertaya adalah masyarakat dengan berbagai kalangan, diskusi atau musyawarah berlangsung emmang yang aktif adalah orang- orang yang berpendidikan tinggi, tapi tergantung kepentingan masing-masing masyarakat, oleh karenanya respon atau dukungan masyarakat pastinya beragam..” (AS, 44 Tahun, Pegawai Pemerintahan)

Hasil pengujian dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman pada Tabel 11 menunjukkan bahwa terdapat hubungan nyata (p ≤ 0.05) antara faktor eksternal (dampak aktivitas) dengan patisipasi, dengan nilai koefisien sebesar - 0,348. Hal ini menunjukkan bahwa seamkin sedikit atau berkurang dampak aktivitas perusahan terhadap lingkungan maka tingkat partisipasi masyarakat terhadap perusahaan semakin meningat atau membaik. Hal ini juga menunjukan bahwa terdapat hubungan nyata (p ≤ 0.05 antara faktor eksternal (dampak aktivitas) dengan reputasi perusahaan yang (diukur dengan dukungan) dengan nilai koefisien sebesar -0.309. Hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah dampak lingkungan (dilihat dari hasil minus) maka semakin positif dukungan yang diberikan oleh masyarakat. Hal ini didukung oleh pendapat salah satu responden :

“..masyarakat berdemo karena ada faktor, selama ini demo masyarakat karena dampak lingkungan atau debu, karena sudah keluar bukti dari perusahaan bahwa KP aman, jadi tidak berdemo dan dukungan masyarakatpun baik..” (J, 58 Tahun, Tokoh Ulama)

Hasil pengujian dengan menggunakan uji korelasi rank Spearman pada Tabel 11 menunjukkan bahwa terdapat hubungan nyata (p ≤ 0.05) antara faktor eksternal (kebijakan CSR) dengan partisipasi, dengan nilai koefisien sebesar 0,651. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik kebijakan CSR dengan memberi dukungn terhadap masyarakat maka semakin baik partisipasi yang diberikan oleh masyarakat. Hal ini juga menunjukan bahwa terdapat hubungan nyata (p ≤ 0.05) antara faktor eksternal (kebijakan CSR) dengan reputasi perusahaan yang (diukur dengan dukungan), dengan nilai koefisien sebesar 0.576. Hal ini menunjukkan bahwa bahwa semakin sedikit kebijakan yang menguntungkan perusahaan dan lebih mementingkan pihak stakeholder maka semakin baik dukungan yangdiberikan oleh masyarakat. Hal ini dibuktikan oleh pendapat salah satu informan :

“..Prgram CSR di rancang sejalan dengan program kerja divisi HR & GA adalah sebagai berikut: Dukungan terhadap stabilisasi dan optimalisasi produksi, Menciptakan Great Work Place atau Tempat Kerja yang Baik, Aman dan Nyaman, Mempertahankan dan meningkatkan Citra Perusahaan melalui kegiatan CSR, jadi memang partisipasi dan dukungan adalah hal yang menjadi tujuan..” (ADP, 30 Tahun, Supervisor PT Krakatau Posco)

Secara umum hipotesis yang menyatakan bahwa faktor internal (usia, tingkat pendidikan) memiliki hubungan nyata dengan reputasi perusahaan (partisipasi, dukungan) diterima untuk aspek tingkat pendidikan terhadap dukungan dan untuk hipotesis faktor eksternal (jarak perusahaan, aktivitas perusahaan, kebijakan CSR) memiliki hubungan nyata dengan reputasi perusahaan (partisipasi, dukungan) diterima untuk aspek dampak aktivitas terhadap partisipasi, kebijakan CSR dengan partisipasi dan kebiajkan CSR terhadap dukungan.

HUBUNGAN EFEKTIVITAS KOMUNIKASI TERHADAP

Dokumen terkait