BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.5 Human Organization Technology (HOT) fit Model
2.5.1 Human (Manusia/SDM)
Komponen manusia menilai sistem informasi dari sisi penggunaan sistem (system use) pada frekwensi dan luasnya fungsi dan penyelidikan sistem informasi.
System use juga berhubungan dengan siapa yang menggunakan (who use it), tingkat penggunanya (level of user), pelatihan, pengetahuan, harapan dansikap menerima (acceptance) atau menolak (resistance) sistem. Komponen ini juga menilai sistem dari aspek kepuasan pengguna (user satisfaction).
Kepuasan pengguna adalah keseluruhan evaluasi dari pengalaman pengguna dalam menggunakan sistem informasi dan dampak potensial dari sistem informasi. User satisfaction dapat dihubungkan dengan persepsi manfaat (usefulness) dan sikap pengguna terhadap sistem informasi yang dipengaruhi oleh karakteristik personal.
2.5.2 Organization (Oraganisasi)
Kepemimpinan, dukungan dari top manajemen dan dukungan staf merupakan bagian yang penting dalam mengukur keberhasilan sistem. Sedangkan lingkungan organisasi terdiri dari sumber pembiayaan, pemerintahan, politik, kompetisi, hubungan interorganisasional dan komunikasi.
20 Menurut Kenneth and Jane Laudon (2005) mendefinisikan organisasi sebagai berikut :
Struktur sosial resmi yang memiliki sumber-sumber yang berasal dari lingkungan yang memiliki aturan-aturan dan prosedur internal yang harus diakui secara hukum dan memproses sumber-sumber itu agar menghasilkan output.
2.5.3 Technology (Teknologi)
Komponen teknologi terdiri dari kualitas sistem (system quality), kualitas informasi (information quality) dan kualitas layanan (service quality).Kualitas sistem dalam sistem informasi menyangkut keterkaitan fitur dalam sistem termasuk performa sistem dan user interface.Kemudahan penggunaan (ease of use), kemudahan untuk dipelajari (ease of learning), response time, usefulness, ketersediaan, fleksibilitas, dan sekuritas merupakan variabel atau faktor yang dapat dinilai dari kualitas sistem.
Kriteria yang dapat digunakan untuk menilai kualitas informasi antara lain adalah kelengkapan, keakuratan, ketepatan waktu, ketersediaan, relevansi, konsistensi, dan data entry. Sedangkan kualitas layanan berfokus pada keseluruhan dukungan yang diterima oleh service provider sistem atau teknologi. Service quality dapat dinilai dengan kecepatan respon, jaminan, empati dan tindak lanjut layanan.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Gambar 2.4: Human Organization Technology (HOT) Fit Model
22 BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif.
Menurut Sugiono (2009, 5) metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.
Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Makna adalah data yang sebenarnya, data yang pasti yang merupakan suatu nilai dibalik data yang tampak.
3.2 Lokasi Penelitian
Sesuai dengan judul penelitian, maka lokasi penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Universitas Malikussaleh, yang beralamat di Jl. Medan-Banda Aceh, Reuleut, Aceh Utara, Aceh. Alasan saya memilih lokasi ini sebagai lokasi awal karena lokasi tersebut tempat informan memanfaatkan perpustakaan dan tempat kerja informan yang akan diwawancarai.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
3.3 Informan
Informan adalah orang yang mengetahui dengan baik terhadap masalah yang diteliti dan bersedia untuk memberikan informasi kepada peneliti. Informan dalam penelitian ini adalah orang-orang yang terlibat dan memberikan informasi selengkap-lengkap nya mengenai latar belakang dan keadaan yang sebenarnya dari objek yang diteliti sehingga dapat diperoleh data yang akurat. Informan dalam penelitian ini berjumlah 3 orang yaitu pustakawan bagian sistem informasi.
Teknik pengambilan informan dilakukan secara purposive sampling yaitu teknik pengumpulan sampel dengan pertimbangan tertentu yang dianggap berkompetensi dibidang promosi atau penelitian mengumpulkan informasi dengan melakukan observasi dan wawancara terhadap pihak yang berhubungan langsung dengan kegiatan perpustakaan di Perpustakaan Universitas Malikussaleh.
3.4 Jenis dan Sumber Data
Jenis dan Sumber data yang digunakan penelitian ini adalah:
1. Data primer, yaitu data yang secara langsung diperoleh oleh penulis dari hasil wawancara dan observasi, pengamatan peneliti seperti sikap dan pemahaman dari subjek yang diteliti sebagai dasar utama melakukan interpretasi data,
2. Data sekunder, yaitu data yang bersumber dari buku jurnal, majalah, laporan tahunan dan dokumen lain yang berhubungan degan masalah penelitian .
24 3.5 Teknik Pengumpulan Data
Teknik dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi.
3.5.1 Wawancara
Wawancara adalah suatu metode atau cara yang digunakan untuk mendapatkan jawaban dari responden dengan cara tanya-jawab sepihak. Arikunto (2012, 44). Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam dan tersetruktur dengan menggunakan pedoman wawancara.
Dalam penelitian ini yang menjadi informan adalah pustakawan yang bekerja di Perpustakaan Universitas Medan Area. Informan merupakan orang yang dapat memberikan keterangan mengenai permasalahan dalam penelitian ini. Teknik pengambilan informan dilakukan secara purposive. Menurut Sugiyono (2010, 216) purposive sampling adalah “teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu”. Pertimbangan tertentu artinya informan akan dipilih karena dianggap paling tahu tentang apa yang diharapkan. Saya memilih mereka sebagai informan berdasarkan kemampuannya dalam pemograman komputer dan sistem informasi.
Penelitian ini dilakukan dengan menentukan jumlah informan sebanyak 3 orang untuk diwawancarai, yang kemudian bisa saja bertambah, pemilihan informan lebih menekankan pada kualitas pemahaman pada permasalahan yang diteliti.
Pemilihan informan dilakukan dengan melihat karakteristik tentu sesuai dengan pengetahuan informan di dalam informasi yang dibutuhkan.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
3.5.2 Observasi
Selain wawancara, teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan observasi. Menurut Arikunto (2002, 146) mendefinisikan bahwa observasi adalah
“kegiatan yang meliputi pemusatan terhadap objek yang menggunakan seluruh aspek indra”. Dari pengertian di atas dapat dinyatakan bahwa, observasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan cara peneliti terjun langsung ke lapangan atau ke lokasi tempat penelitian yaitu pada Perpustakan Universitas Medan Area .
3.5.3 Dokumentasi
Selain melakukan wawancara dan obserwasi penulis juga melakukan studi dokumentasi untuk menunjang kelengkapan data yaitu melalui pengumpulan berbagai sumber informasi dan melalui buku, artikel, dan jurnal ilmiah yang mendukung penelitian ini.
3.6 Analisis Dokumen
Teknik analisis dokumen yang dilakukan dalam penelitian ini adalah triangulasi, untuk memperoleh gambaran lengkap tentang isi dokumen, dan untuk mengumpulkan data sebagai informasi awal dan sekaligus sebagai acuan terhadap informasi-informasi yang diperoleh dari wawancara.
3.7 Teknik Analisis Data
Setelah data diperoleh dari wawancara, untuk memudahkan dalam analisis data maka jawaban dari informan di sortir, dihubungkan antara satu dengan yang lainnya. Analisis data dilakukan untuk menemukan makna dari setuap data yang terkumpul.
26 Menurut Sugiyono (2009, 338) “analisis data dalam penelitian kualitatif terdiri dari beberapa alur kegiatan yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan “.
1. Reduksi Data
Reduksi data dapat diartikan sebagai merangkum, memilih hal-hal pokok, kompleks, memfokuskan pada hal-hal penting, dicari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu.
Pada reduksi data penulis mengelompokkan hasil wawancara sesuai dengan kategori yang telah penulis tentukan pada pedoman wawancara yang membahas tentang integrasi sistem informasi perpustakaan pada Perpustakaan Universitas Malikussaleh.
2. Penyajian Data
Penyajian data yang akan digunakan dalam penelitian ini berbentuk teks naratif.
Untuk mempermudah pemahaman terhadap informasi yang besar jumlahnya, maka dalam penyajian data akan dilakukan penyederhanaan informasi kompleks kedalam satuan bentuk yang disederhanakan dan selektif. Penulis melakukan penyajian data dengan bentuk teks naratif yang terdapat pada BAB IV hasil dari pembahasan dari peneliti.
3. Verifikasi Data dan Penarikan Kesimpulan
Tahap selanjutnya setelah reduksi data dan penyajian data, maka dilakukan verifikasi dari kegiantan sebelumnya dan dilanjutkan kepenarikan kesimpulan.
Pada tahap ini peneliti akan melakukan proses interpretasi data-data yang telah
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
dikumpulkan dengan metode wawancara dan dokumentasi sambil terus menerus melakukan pencocokan terhadap kesimpulan yang akan dibuat.
3.7.1 Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan bagian kegiatan integral dari kegiatan analisis data. Kegiatan pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi.
3.8 Penarikan Kesimpulan
Menarik kesimpulan verifikasi dari berbagai temuan data yang diperoleh selama proses berlangsung. Data akan diverifikasi setelah reduksi data dan penyajian data yang kemudian akan dilakukan penarikan kesimpulan.
Pada tahap ini peneliti akan melakukan proses menginterpretasikan data-data yang telah dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi sambil terus melakukan pencocokan terhadap kesimpulan yang akan dibuat.
3.9 Keabsahan Data
Untuk menghindari kesalahan dan kekeliruan data hasil wawancara dan dokumentasi yang telah terkumpul, perlu dilakukan pengecekan (pemeriksaan) keabsahan data.Pengecekan keabsahan data pada penelitian ini dilakukan dengan triangulasi dan ketekunan pengamatan.
3.9.1 Triangulasi
Triangulasi yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai
28 pembanding terhadap data itu. Metode triangulasi merupakan salah satu metode paling umum di pakai dalam uji validitas penelitian kualitatif, triangulasi dilakukan berdasarkan wawancara dengan informan dan studi dokumentasi oleh peneliti dalam mengamati kejadian fakta yang terdapat dilapangan. Adapun teknik triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Triangulasi Data
Menggunakan berbagai sumber data seperti dokumen, hasil wawancara dan hasil observasi yang peneliti lakukan pada Perpustakaan Universitas Malikussaleh.
2. Triangulasi Teori
Penggunaan teori yang berlainan untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan sudah memenuhi syarat. Pada peneliti ini berbagai teori telah dijelaskan pada bab II untuk dipergunakan dan menguji terkumpulnya data tersebut.
3. Triangulasi Metode
Penggunaan berbagai metode untuk penelitian suatu hal, seperti metode wawancara dan metode observasi. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan metode wawancara yang ditunjang dengan metode observasi pada saat wawancara dilakukan.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
4.1 Karakteristik Informan
Informan dalam penelitian ini adalah administrator dan operator SIPRUS UNIMAL yaitu pustakawan. Berikut karakteristik informan :
Tabel 4.1 : Karakteristik Informan
No Kode Informan Informan Tingkat Pendidikan
1. I1 Pustakawan Strata 1 (S-1)
2. I2 Pustakawan Strata 1 (S-1)
3. I3 Pustakawan Strata 1 (S-1)
4.2 Kategori
Berdasarkan wawancara dan pedoman wawancara, penulis menyusun sebuah kerangka awal analisis sebagai acuan dan pedoman dalam melakukan pemilihan data yang relevan dengan pokok pembicaraan dan menunjukkan hubungan antara bagian-bagian yang diteliti sehingga menghasilkan beberapa kategori. Penulis dapat menurunkan beberapa kategori yang berkaitan dengan HOT. Adapun kategori tersebut adalah sebagai berikut :
30 4.2.1 Penggunaan Sistem
Penggunaan sistem dimaksudkan disini adalah bagaimana pengguna khususnya pustakawan menggunakan sistem informasi Perpustakaan Universitas Malikussaleh. Jumlah pustakawan yang menggunakan sistem berjumlah 3 orang.
Dari pernyataan ketiga pustakawan dalam penggunaan sistem, ada juga hal-hal yang bisa dinilai dari penggunaan sistem tersebut antara lain :
1. Frekuensi
Frekuensi disini adalah suatu ukuran yang dapat dilihat atau dinilai dalam penggunaan sistem. Dari pernyataan ketiga pustakawan mengenai tingkat penggunanaan dalam sistem informasi yang ada di perpustakaan di dapat hasil sebagai berikut:
I1 : Mempermudah dalam menelusur buku dan administrasinya.
I2 : Semakin bagus, tapi yang kurang bagi saya karena tenaga pustakawan kurang.
I3 : Sangat bagus, karena membantu pengguna dalam mencari kebutuhan informasinya.
Dari pernyataan di atas dapat diketahui bahwa penggunaan sistem dari frekuensinya dilakukan sangat bagus dan memperlancar pada kinerja pustakawan.
Artinya sistem informasi di Perpustakaan Universitas Malikussaleh sangat membantu dan memperlancar pustakawan meningkatkan kinerjanya.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2. Luas fungsi sistem
Luas fungsi sistem yang dimaksud disini adalah bagaimana tingkat kemampuan sistem tersebut berjalan. Dari wawancara dengan ketiga pustakawan mengenai kompetensi atau kemampuan dalam sistem informasi maka hasilnya sebagai berikut :
I1 : Masing-masing sudah memiliki kemampuannya tersendiri per bagiannya dalam sistem informasi.
I2 : Bisa masuk kemana aja, yang di maksud disini karena saya basic ilmu perpustakaan, saya bisa saja masuk ke bagian-bagian yang ada di perpustakaan.
I3 : Kalau mengenai kemampuan, per bidangnya masing-masing memiliki kompetensinya.
Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan sistem dari luas fungsinya di lihat dari per bidangnya. Adapun kompetensinya dilihat dari kemampuan masing-masing, dan pelatihan tentang pengetahuan sistem informasi.
3. Penyelidikan
Penyelidikan disini yaitu menyelidiki atau menemukan suatu program dalam penggunaan sistem yang digunakan oleh pustakawan. Dalam wawancara dengan ketiga pustakawan mengenai pengetahuan dalam menggunakan sistem informasi di perpustakaan, maka hasilnya sebagai berikut :
I1 : Tidak, karena aplikasi sudah tinggal di gunakan. Kecuali SLiMS baru di rancang sendiri.
I2 : Tidak, karena bisa dari pengetahuan diluar dan bisa dari ilmu sendiri.
32 I3 : Tidak, tapi tinggal memakainya. Lihat-lihat dari kebutuhan perpustakaanya.
Contohnya: penambahan fitur.
Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa, penyelidikan dari suatu program penggunaan sistem yaitu tidak di rancang sendiri, tetapi pihak perpustakaan tinggal memakai sesuai dengan kebutuhannya.
4. Pelatihan
Pelatihan yang dimaksud di sini yaitu menilai dari penggunaan sistem yang digunakan oleh pustakawan dalam pengoperasian sistem. Dari hasil wawancara mengenai kompetensi dalam menggunakan sistem informasi di perpustakaan di dapat hasil sebagai berikut :
I1 : Karena sebelumnya diterapkan ke pengguna dan kami mengadakan pelatihan bagi petugas di perpustakaan UNIMAL.
I2 : Sudah ada latihan, dan saya pun memiliki basic ilmu perpustakaan.
I3 : Sudah, tapi kan yang pustakawan ada beberapa orang, jadi ketika mereka ada pelatihan, maka mereka berbagi pengetahuan mereka kepada petugas lainnya.
Agar menambah wawasan tentang ilmu perpustakaan.
Dari penjelasan para informan di atas maka dapat diketahui bahwa dalam penggunaan sistem informasi pustakawan tidak ada mengalami kendala terhadap sistem informasi, karena juga ada menggelar suatu pelatihan agar menambah wawasan tentang ilmu perpustakaan. Jadi yang tidak memiliki bidang ilmu perpustakaan juga di latih dan di beri pengetahuan tentang ilmu perpustakaan.
5. Pengetahuan Penggunaan Sistem
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Pengetahuan penggunaan sistem disini yaitu menilai sistem dari segi pustakawan dalam menggunakan sistem perpustakaan yang sedang berjalan Apakah memperlancar dalam memenuhi kebutuhan informasi. Dari hasil wawancara ketiga pustakawan mengenai pengetahuan dalam menggunakan sistem informasi di perpustakaan sebagai berikut :
I1 : Iya, karena dalam pencarian informasi lebih mudah dan cepat serta menghemat waktu untuk pekerjaan.
I2 : Memperlancar dan sangat membantu.
I3 : Ya memperlancar. Namanya sudah memakai senayan. Ya tentunya sangat membantu pengguna dalam kinerjanya.
Dari penjelasan di atas maka dapat diketahui bahwa sistem informasi di perpustakaan memperlancar dan sangat membantu dalam pemenuhan kebutuhan informasi.
6. Harapan
Harapan disini yaitu menilai penggunaan sistem yang ada, menilai dari harapan dari pustakawan tentang perpustakaan tersebut. Dari hasil wawancara ketiga pustakawan mengenai harapan dalam menggunakan sistem informasi di perpustakaan sebagai berikut :
I1 : Mempermudah pekerjaan dalam mencari kebutuhan informasi.
I2 : Harapannya harus lebih bagus.
Contohnya : Mahasiswanya lebih aktif berkunjung ke perpustakaan.
34 I3 : Harapannya semakin berkembang. Terus dikembangkan sistem informasinya.
Dari penjelasan di atas maka dapat diketahui bahwa, harapan dari pustakawan tentang perpustakaan semakin bagus, berkembang, dan lebih di tingkatkan lagi penggunaan sistemnya agar dapat memperlancar kinerja yang dilakukan setiap hari.
7. Sikap menerima dan menolak sistem
Sikap menerima dan menolak sistem disini yaitu pendapat khususnya pustakawan dalam menggunakan sistem tersebut. Apakah mudah dan dapat dimengerti. Dari hasil wawancara ketiga pustakawan mengenai pengalaman dalam menggunakan sistem informasi di perpustakaan sebagai berikut :
I1 : Penggunaan sistem simple dan fleksibel jadi sangat mudah dalam menelusur informasi.
I2 : Ada juga yang bingung dengan sistem tersebut. Tapi karena adanya pustakawan akan membantu pengguna dalam mencari kebutuhan informasi.
I3 : Sangat mudah dan dimengerti.
Dari penjelasan di atas maka dapat diketahui bahwa sistem mudah digunakan dan dapat dipahami oleh pustakawan.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
4.2.2 Kepuasan Pengguna
Kepuasan pengguna disini menilai tanggapan yang dimiliki pustakawan dalam penggunaan sistem yang berjalan saat ini. Yang akan dibahas dalam kepuasan pengguna yaitu bagaimana pengalaman pengguna menggunakan sistem yang telah ada apakah pustakawan sudah merasa puas dalam menggunakan sistem tersebut.
Dalam menilai sistem dari segi kepuasan pengguna ada hal-hal yang harus diketahui yaitu sebagai berikut :
1. Persepsi pengguna
Persepsi pengguna disini yaitu tanggapan dari pengguna mengenai penggunaan terhadap sistem informasi yang selama ini digunakan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil wawancara mengenai pengalaman dalam menggunakan sistem informasi di perpustakaan sebagai berikut :
I1: Mempermudah dalam menelusur buku dan fitur/ menu sederhana.
I2: Semakin bagus, tapi yang kurang bagi saya karena tenaga pustakawan kurang.
I3 : Sangat bagus, karena membantu pengguna dalam mencari informasi.
Dari penjelasan para informan di atas maka dapat diketahui bahwa dalam penggunaan sistem informasi sangat bagus, karena sangat membantu dalam kinerja pustakawan.
36 2. Manfaat pengguna
Manfaat pengguna disini yaitu hasil yang didapat dari penggunaan sistem yang digunakan saat ini. Dari pernyataan ketiga pustakawan mengenai pengalaman dalam menggunakan sistem informasi di perpustakaan sebagai berikut :
I1 : Sangat bermanfaat bagi pengguna. Apalagi dalam memenuhi kebutuhan informasi.
I2 : Iya bermanfaat, membantu pengguna dalam pemenuhan kebutuhan informasi.
I3 : Sangat bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan informasi bagi pengguna.
Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa manfaat dari pengguna perpustakaan yaitu sangat membantu pustakawan dalam memenuhi kebutuhan pengguna. Maka sistem yang dipakai para pustakawan sangat mebantu dalam kinerjanya. Dan juga sangat berguna bagi pustakawan dalam menggunakan sistem yang ada saat ini.
4.2.3 Struktur Organisasi
Struktur organisasi disini yaitu menilai sistem dari segi manajemen yang terdapat di dalam suatu organisasi yang berjalan di perpustakaan. Ada hal-hal yang perlu kita ketahui untuk menilai sistem dari struktur organisasinya yaitu sebagai berikut :
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
1. Perencanaan atau tujuan
Perencanaan atau tujuan disini adalah rencana (planning) dari dari penggunaan sistem informasi perpustakaan kedepannya. Hal tersebut dapat dilihat dari pernyataan ketiga informan mengenai tujuan dari penerapan sistem informasi di perpustakaan sebagai berikut :
I1: Tujuan dan perencanaan informasi yaitu memperlancar, membantu dan ketersediaan informasi, buku, lebih akurat.
I2 : Dapat diketahui oleh pihak lain tentang sistem yang sudah diterapkan di perpustakaan. Diharapkan mahasiswa berkunjung di perpustakaan. Dan diharapkan mahasiswa luar pun bisa berkunjung ke perpustakaan.
I3 : Tujuannya dalam sistem informasi itu terus berkembang dan memperlancar pengguna ataupun pustakawan dalam kinerja atau tugas mereka.
Dari penjelasan di atas maka dapat diketahui bahwa dalam perpustakaan terdapat planning yaitu tujuan yang akan dicapai selama periode tertentu dan apa yang harus dilakukan untuk mencapainya. Maka tujuannya adalah di kembangkan lagi dan terus di tingkatkan dari sistem informasi.
2. Manajemen
Manajemen disini yaitu yang berubungan dengan sistem informasi yang ada di perpustakaan. Hal tersebut dapat dilihat dari pernyataan ketiga informan mengenai sistem informasi perlu diterapkan di perpustakaan sebagai berikut :
I1 : Manajemen mempunyai per bagian dan mempunyai uraian tugas masing-masing dalam unit bagian di perpustakaan.
38 I2 : Di lihat dari manajemennya sistem informasi memiliki fitur-fitur sederhana di perpustakaan.
I3: Kalau mengenai manajemennya lebih jelas, di tanya aja sama kepala perpustakaannya. Karena manajemennya sesuai dengan fitur yang tersedia di sistem informasi.
Dari penjelasan di atas dalam sebuah sistem terdapat fitur-fitur yang berhubungan dengan perpustakaan seperti opac, judul buku, peminjaman, pengembalian.
Seperti kita ketahui bahwa fitur tersebut tidak cukup, pustakawan ingin menambah fitur lagi sesuai dengan fitur yang berlaku sekarang seperti sistem senayan yang memiliki fitur yang memadai.
3. Komunikasi atau kerja sama sistem
Komunikasi disini maksudnya adalah apakah ada kendala dari segi komunikasi dari sistem informasi di perpustakaan. Hal tersebut dapat dilihat dari pernyataan ketiga informan mengenai tujuan dari penerapan sistem informasi di perpustakaan sebagai berikut :
I1 : Kalau masalah kendala tidak ada, kecuali kendala teknis.
I2 : Tidak ada kendala.
I3 : Tidak ada kendala.
Dari penjelasan di atas maka, belum ada kendala dalam komunikasi sistem yang ada di perpustakaan. Maka dapat kita lihat bahwa komunikasi merupakan suatu penyampaian atau penerimaan informasi antara anggota organisasi untuk mencapai kesamaan pengertian mengenai tugas dan wewenang untuk mencapai tujuan.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
4.2.4 Kualitas Sistem
Kualitas sistem dimaksud disini adalah bagaimana kualitas suatu sistem informasi perpustakaan yang berjalan saat ini. Pada hakikatnya seperti yang kita ketahui bahwa dalam menggunakan suatu sistem hendaklah pertama sekali kita melihat kualitas dari suatu sistem tersebut. Ada beberapa hal yang dapat dilihat untuk dapat menilai kualitas sistem tersebut yaitu :
1. Kemudahan pengguna kualitas sistem
Yaitu pengguna menilai kualitas sistem yang sedang berjalan saat ini. Hal tersebut dapat dilihat dari pernyataan informan mengenai kemudahan dalam memenuhi informasi yang dibutuhkan melalui teknologi informasi sebagai berikut:
I1 : pengguna mudah dalam memakai sistem informasi di perpustakaan.
I2 : sangat mudah, karena ketika pengguna tidak mengerti pustakawan membantu pengguna dalam mencari informasi yang dibutuhkan.
I3 : kalau masalah mudah dalam menggunakan sistem, pengguna sangat mudah, dan tidak ada kendala bagi pengguna terhadap sistem informasi.
Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa kualitas dari suatu sistem tersebut sangat mudah dan membantu dalam penggunaannya. Dapat kita ketahui juga bahwa dalam menggunakan suatu sistem pengguna hendaknya memperhatikan apakah sistem tersebut memudahkan atau menyulitkan.
40 2. Waktu dan Respon
Maksudnya disini adalah menilai kualitas sistem dari segi waktu dan respon dalam penggunaanya. Hal ini dapat dilihat dari pernyataan ketiga informan
Maksudnya disini adalah menilai kualitas sistem dari segi waktu dan respon dalam penggunaanya. Hal ini dapat dilihat dari pernyataan ketiga informan