• Tidak ada hasil yang ditemukan

I'IAKSUD DAN TUJUIN

Dalam dokumen Laporan Seminar Akademik FPTK IKIP Padang. (Halaman 33-38)

I'PTK ]XIP PA.DAJ,G

B. I'IAKSUD DAN TUJUIN

Dalam mefakukan suatu

ke-:iatan kita

ha'rus

ter-Iebih

dahulu menentukan maksud dan

tujuan' untuk

apa

kita buat. lujuan

secara sederhana

dapat diartikan

sesuatu yang

ingin dicapai.

Dengan adanya

tujuan

yang

hendak

dicapai,

maka

kita

akan dapat menyusun suatu

program yang

lebih

terencana dan

berhasil

guna'

ACapun naksud dan

tujuan

diadakannya seminar

ini

secara umum daPat disimPulkan:

1.

l'lendoron8 mahasiswa

agar

beJ'ajar

lebih giat

dan

meningkatkan kemampuan prof€ sl onalisa s

inya /

peman

tapan penguasaan nonna

ilmiah,

sehinqga

lebih

mam

pu

untuk

inengabdi kepada Almamater 4un

f5lsh Airr 2.

Merangsang mahasiswa

untuk

melakukan

kegiatan

yang

inoratif konstruktif.

J.

Memperoleh

kader

pembangunan khususnya yang datang

dari generasi

muda didalam kampus'

{.

I4elaksanakan

tri

dharma perguruan

tinqgi

khususnya

oleh

mahasiswa.

Disamping

tujuan

unrim yang hendak dicapai

'

se-minar ini juga

mempunyai

tujuan

khusus

yaltu:

I{enambah kesempatan pertermuaan

ilmiah

dikalang

an mahaslswa dan memperbanyak ragan

penelitian

yang;

dilakukan oleh

keLompok rnahasiswa

sesuai dengan

bi-dang profe stnY a .

I

I

7

i

C.

PENDEKATAN.

Dalam pembuatan sebuah

karya tulis

a.da b€bera_

pa pendekatan yan€;

bisa dilakukan diantaranya

pende-katan analitis

dan pendekatan

deskriptif,

lvlengi.n;

at

waktu seminar

kita

sangat mendesak

dan

situasi

yang kurang mengizlnkan sehin.iga penulis mendapat

kesulitan untuk

melakukan pendekatan

anali_

sis.

Mengenai usaha-usaha

profesionalisasi

mahasiswa

di jurusan

PKIa- belum ada bukunya yang khusus.

Untuk menjaSa

a6ar

makalah

1ni

dapat

bersifat ilmiah

dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya

penulis

berusaha mv;n6umpulkan

lnformasi

sebanyak mungkin guna menyusun makalah

ini

dengan melakukan pendekatan

deskriptif

denean

jalan

mengi,nterview ma_

ha'e iswa P13 dan membandingkannya dengan pengalaman

sendiri juga

didukung

oleh

mahasiswa

ataupun

d.osen

yang ada

di

Psrpusl2kaan IKIP.

Demikianlah

cara yant penulis

l_akukan

untuk

me

ngumpulkan informasi-inforrna

si

dan

lnput-input

menge

nal

masalah-masalah yang

dihadapi

mahasiswa pKK disa

tu pihak

dan

juiusan dipihak lain

terutama yan5 ber_

hubungan denEan

Profesionafisesi

mahasi swe.

D.

RUANGAN IINGKUP.

Seminar

ini tldak lain

ad.alah membicarakan ha1

ha1 yang berhrrbungan dengan proses

pendidikan.

Masa_

1ah pendidikan bukan urusan sembaranr.an,

tapi

men pa

kan masalah

besar

dan amat

penting

karena menyangkut masalah perorangan, kelompok, bangsa dan

negara.

Maka

bila kita

mernbicarakan masalah

pendidikan, itu

berar

ti

menyangkut masalah pendidika.n dan segala komponen

yang rnemppnSaruhinya. Pada hakekatnya pendidikan

me-nyangkut masalah yang mendasar

tentang

manusia

itu

senClri serta

usaha-usaha pembina.an proses pembentuk

an dan pemantapan pr ofe si -profe s

i

.

4

Pernbehasan profe sionalisa

si

dalam makalah

ini dibatasi

paCa ha1-ha1 yang berhubungan dergan

profe-sj-onalisesi.

Ivlahasiswa PKk,

ciri profesi yaitu

keah-lian

dan

ketrampilen

dan tanggung jawab

E.

?ENGERTIAN.

?rofesi telah

dirumuskan dalam sejumlah

deflni si

yang

berlainan.

Walaupun

begitu tentang

substansi

nya

tidak

berbeda.

Untuk

lebih jelasnya kita tinjau

beberapa buah

definisi

dibawah

ini.

1.

Nlenurut Homby

c.a.

Profesi

sebagai suatu pekerjaan yang memerlukan pendidikan

lanjut

dan

latihan

yang khusus'

2.

Menurut Websterr

s

New World

Dietionari'

Profesi

sebagai suatu Dekerjaan yang meminta pendidikan

tir.6Ei

dalam

1iberz1 arts atau

scien-ce

dan biasanya

rneliputi

pekeriaan

mental'

bu-kan pekeriaan manual

seperti

mengaiart

keinssi nyuran,

mengarang dan sebe g'ainya

'

l.

Plenurut Goodrs

Dictionary of Edtcation'

Profesi

sebagai suatu pekerjaan yang meminta persiapan

spesialisasi

yang

relatif

lama

diper

turuan ting5i

dan

dikuasai oleh

suatu kode

etik

Yan$ khusus.

Dari ketiEa definisi diatas, dapatlah diambil suatu

kesimpuLan bahwa

tldak

semua pekerjaan dapat

di-katakan

profesi,

karena

profesi tersebut harus

me-menuhi sYarat-sYarat:

1. Iiarus mefalui

pendidikan yang lama'

2.

Harus dda

latihan

khusus'

l.

MemPunYaj- suatu kode

etik'

Profesional-isasi

adalah

suatu

proses peruhahan

dalam

status

pekeriaan

dari

yan6 non

profesi atau

se

mi profesi

kearah

profesi

yan6 sunS6uh'

I€bih

jelas-nya

profesionalisasi

adafah pengahlian

atau

pemantap an

profesi-Profe si,

'l

BAB

]].

KOi'iDISI DA]': S]TUASI DEWASA rNr

Bentuk

daru tujuan dari

serninal yang penul

is urai an diates

maka

untuk

nnelakukan peningkatan

profesi anali sasi j-tu kita harus

memband.ingkan

terlebih

dahulu keada

an profe siona 1i sa

si

yang

terah dimiliki

or-eh mahaslswa PIGI dimasa

la1u

dan dewasa

ini.

Apakah profes i ona 1i sasi nahasj.swa

1tu

belum ada sama

sehali atau telah

acia

tapi perlu

penbngkatan ataupun

telah

sesuai

/

memenuhi kebrirtuh an nasarakat.

Untuk

melihat

sejeuh mana peningkatan

profesional

isasi

mahasiswa

di jurusan plix, kita perlu

meninjau ha1

ha1 .yang ter j

adi

sekarang .

A.

KONDISI I.IAHASISWA.

Mahasiswa sebagai

subjek didik

merupakan

faktor

utama penentu

keberhastlan

pembinaan dan pen4embang_

an kompetensinya sehingga nrenghasj.lkan seorang maha_

siswa

berpotensi,

dan

Lebih lanjutnya calon

pendidik yang

profesi

onal .

(egiatan

mahasiswa buku

teks untuk setiep

mata

kuliah

bidang

studi.

Bersasarkan pengamatan dar1..pe_

nealaman seLama

ini terlihat gejala

Srang sud.ah umum,

yaitu

rendalinya

tingkat kegiatan

mahasiswa membaca

buku

teks.

Seakan-akan sr.ldah men j adt,-kebiasaan, bah_

ua untuk

menghadapi tentamen semester mahasiswa hanya membaca bahan

kuliah

yang disampaikan

lewat

ceramah maupun yang

telah dijadikan diktat.

I{Ungkin pada be_

berapa bidang

studi

mereka

diwajibkan

eernbaca satu

atau

dua buku

tekd,

namun

jarang pula ini

mereke 1a_

kukan sebagai mana

mestinya.

Keadaan yang demikian

tidak bisa

secara

mutlak kita

salahkan karena

itu

bisa

disebabkan

oleh

mahasiswa kurang

bisa

mernrlliki buku-buku

tersebut lantaran

kurangnya

biaya

untuk membeli buku-buku

tersebut.

6.

?ada umunya

setiap kali praktek

apakah

itu, dijurusan

busana ataupun boga bahan-bahan

prktek

mahasiswa yang menyediakan.

Ini jelas

membutuhkan

blaya

yang

tidak sedikit.

Umumnya mahaslswa '

PKK 'beiasal'dari'.

daerah.

Sumber da.na hanya

dari klriman

orang

tua

semata

ber-beda denEan

jurusan lain dilingkungan

I'PTK yanq

oen-dapa$ tambahan

biaya dari TID'

dan rnereka

itu tidak

membutuhkan

biaya

yang beeasal

dari

mahasiswa

ifu sendiri untuk praktek

karena sudah dusedlakan oleh

jurusan. Dari itu

tidak.'.rada

lagi

dana

untuk

membeli buku-buku yang

dibutuhkan.

Tambahan

dari

I'IRC yang me

rupakan sarana khusus

untuk

mahasiswa FFIK mengenai sumber buku-buku

literatur

yang berhubulrBann dengan

jurusan

PKk sangat

minim.

Kalau

difihat ke

Perpusta-kaan

IKIP

buku-buku yang berhubungan den.-an

ilmu

PKK

ada

tapi

mengalami

kesufitan

dalam penterjemahan

da-ri

ba.hasa

Inggeris ke

bahasa Indonesia karena kebanyak

an

dari

buku-buku

itu

berbahasa

Inggeris

dan umumnya

mahasisua PKI( kurang menguasai bahasa

Inggeris.

.

Dalan

kegiatan intra

dan

ektra-kurikuler

kurang

terjadi

keseimbangan dimana mahasi,swa PI{{ seakan-akan

tidak

punya waktu

untuk mengikutl

kegi atan-kegiatan yang

sifatnya ektrakufikufer misalnya: mengikuti

ce-ramah-ceramah, pameran-pameran yang

sifatnya

mendukung

profesionallsasi

mahasj.swa. Wakturyang .ada hanya

di-habiskan

untuk tugas-tugas kuliah.

B.

KONDISI DOSEN.

.

Perguruan

tin€:gi

merupakan

pioner

dalam

pengem-ban3an i 1tnu pengetahuan dan

tbknologi, sekaliSus ini berartl staf pengajarlah

yang dibebankan

tugas

utana.

Dengan

kata lain

pen.embanpan

ilrqu

dan

teknologi

sa-n;'at tergantu

ng kepada kemauan dan kemampuan dosen mengembangkan

ilmu

yang diperolehnya.

7.

Membudayakan kebiasan membaca

ini

bukan saja belumbanyak

terlihat

pada mahasiswa

tetapi juga

pada

sebagaian

staf

pengajar yang

statusnya

menjadi contoh dan tokoh. yang harDs

ditiru atau diikutl. Drs.

Zai-nu1

HR.tr

cs,

dalam

perrelitiannya

yang berjudul_

nstudi pe

_

manfaatan Perpustakaan

I(Ip

padarrgr, Eenyatakan bahwa

kunjungan

staf pengajar

(kepustaka

fKIp

padang) d.an

mahasiswa sangat rendah

yaitu sekitar

1G/o

dari

popula

si (Drs.

Zainuddin i{R.L

cs 197j hil-.2J.

Disamping

j.tu

hal- yang

harus

diperhati-kan ada _ 1ah perbandingan jumlah dosen dengan rnahasiswa. lvlenu_

rut

yang

paling ideal

perbandingan

itu adalah

1:20.

Kalau

kita lihat dijurusan

pKIi perbandingan

itu

sung_

guh sangat

jauh dari ideal

dirnan

dari seluruh

banyak mahasiswa PKK hanya mempunyai

Zj

orang dosen dan

di

tambah dengan

staf

penEajar yang dikaderkan.

C.

KONDISI SARANA DAN PRASARANA.

Sarana dan Prasarana adalah semua aspek yang dipergunakan dalam melaksanakan

kurikufum.

Sarana dan

prasarana yang

telah tersedia saat ini mefiputi :

ru-ang

kuliah

dan

praktek, alat-alat praktek,

perpustaka

an,

llvlRC dan

kafetaria.

PKK yang dulunuya trengabung dengan

FIp,

ennpat

tahun bel-akangan

inj- telah berinteE;rasi

dengan f'pTK.

Jelas dari

pengintegra s i.annya

itu

pK{ belum mempunyai

sarana yang memadai

dilingkungan

yang

baru

dalam

hal

ini

I'PTK dibarrding dengan

di FIp du1u. lada saat

se-karang

ini atas

lrebijaksaaaan pirnpinan tr?TK pKK baru

Dalam dokumen Laporan Seminar Akademik FPTK IKIP Padang. (Halaman 33-38)