• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PERANCANGAN SISTEM

4.10 Cara Kerja Sistem Pelaporan Data Keadaan Morbiditas

Program Pelaporan Data Keadaan Morbiditas Pasien di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara dibuat dengan menggunakan database MySQL yang diatur dengan bantuan bahasa pemprograman PHP dan web server Apache. Dalam hal ini, database dihubungkan dengan mengaktifkan XAMPP control panel terlebih dahulu. Jalankan Apache dan MySQL dengan cara mengklik button

“start” seperti gambar dibawah ini:

Gambar 4.2 XAMPP Control Panel

Alamat web dari program yang telah dirancang didapatkan dengan cara membuka folder pengcodingan lalu klik file, Open Command Prompt. Maka akan keluar kotak dialog, aktifkan program dengan perintah php artisan serve. Seperti gambar dibawah ini:

50

Gambar 4.3 Command Prompt

Alamat web yang didapat digunakan untuk membuka program melalui web browser yang diinginkan. Selanjutnya, tampilan pertama yang muncul adalah form login, setelah itu petugas harus mengisi form login yang terdiri dari username dan password, lalu petugas menekan button “login”. Username dan password harus diisi dengan benar. Jika tidak, program tidak akan terbuka.

Tampilan form login seperti di bawah ini:

Apabila username dan password yang dimasukkan tidak benar, maka akan tampil kotak teks seperti gambar dibawah ini:

Gambar 4.5 Username/Password yang Dimasukkan Salah

Pada saat username dan password yang dimasukkan benar, maka program akan menampilkan beberapa menu, yaitu menu beranda, kategori diagnosis, registrasi pasien dan laporan.

1. Menu Beranda

Menu beranda adalah menu yang berfungsi sebagai form tampilan awal pada program pelaporan data keadaan morbiditas pasien di RS USU. Tampilan menu beranda dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

52

Gambar 4.6 Menu Beranda 2. Menu Kategori Diagnosis

Menu kategori diagnosis berfungsi untuk menambah, mengedit dan menghapus data kategori diagnosis. Pada saat mengklik menu kategori diagnosis yang pertama kali akan muncul adalah form daftar pasien seperti dibawah ini:

Gambar 4.7 Form Daftar kategori Diagnosis

Form daftar kategori diagnosis terdiri dari tabel daftar kategori pasien yang terdiri dari kode DTD, kode ICD10, deskripsi diagnosis, penyebab dan aksi

(edit dan hapus) . Pada form ini juga terdapat kolom pencarian untuk mencari kategori diagnosis yang sudah disimpan.

Tekan button “tambah kategori” untuk menginput kategori diagnosis.

Adapun data-data yang diinput yaitu Kode DTD (Daftar Tabulasi Dasar), Range ICD10, ICD10, Deskripsi Kategori dan Penyebab (Penyakit dan Kecelakaan).

Tekan button “Simpan” untuk menyimpan, tekan button “Reset” untuk mengreset dan tekan button “batal” untuk membatalkan. Apabila telah menekan button

“simpan” maka data kategori diagnosis berhasil disimpan dan akan muncul notif

“kategori berhasil disimpan” pada sudut kanan atas. Berikut gambar form tambah kategori diagnosis:

Gambar 4.8 Form Tambah Kategori Diagnosis

Setelah data kategori berhasil disimpan maka tampilan akan kembali pada form daftar kategori diagnosis.

54

3. Menu Data Pasien

Form data pasien dapat dibuka dengan mengklik menu “Data Pasien”.

Selanjutnya tampilan yang muncul adalah form pencarian data pasien seperti gambar dibawah ini:

Gambar 4.9 Form Data Pasien

Form diatas memiliki button “edit” yang digunakan untuk mengedit data pasien, “hapus” yang digunakan untuk menghapus data pasien, “tambah data”

yang digunakan untuk mengentri identitas pasien, kolom pencarian “search”

untuk mencari nama pasien yang ingin dilihat. Selanjutnya, untuk memasukkan data pasien dilakukan dengan mengklik button”tambah data pasien”, maka form tambah data pasien akan terbuka. Tampilan form tambah data pasien dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.10 Form Tambah Data Pasien

Form tambah data pasien berfungsi untuk memasukkan data identitas pasien. Identitas pasien tersebut terdiri dari nomor rekam medis, nama pasien, jenis kelamin, tanggal lahir, jenis rawat, tanggal masuk, tanggal keluar, ICD10 dan status. Petugas harus mengetik nomor rekam medis, nama pasien, tanggal lahir, tanggal masuk, tanggal keluar dan ICD10. Sedangkan untuk jenis kelamin, jenis rawat dan status petugas hanya mengklik radio button yang telah tersedia sesuai dengan data pasien. Selanjutnya, pada menu ini juga terdapat button “cari”

pada nomor rekam medis yang berfungsi untuk mencari nomor rekam medis pasien lama. Setelah mengisi nomor rekam medis lalu klik button”cari” maka apabila pasien tersebut telah terdaftar secara otomatis data nama pasien, jenis kelamin dan tanggal lahir akan terisi. Namun, apabila nomor rekam medis tersebut belum terdaftar maka akan keluar alert seperti gambar berikut ini:

56

Gambar 4.11 Alert Pasien Tidak Ditemukan

Setelah data dientri, klik button”simpan” untuk menyimpan data pasien.

Selanjutnya tampilan form pasien akan ter-refresh.

4. Menu Laporan

Menu laporan merupakan menu untuk memuat pilihan dalam menampilkan laporan yang terdiri dari data laporan data keadaan morbiditas pasien rawat inap, laporan data keadaan morbiditas pasien rawat jalan, laporan data keadaan morbiditas pasien rawat inap penyebab kecelakaan, laporan data keadaan morbiditas pasien rawat jalan penyebab kecelakaan, laporan data 10 besar penyakit rawat inap dan laporan data 10 besar penyakit rawat jalan. Semua laporan tersebut dapat ditampilkan berdasarkan periode tanggal masuk pasien.

Pada menu ini terdapat dua pilihan untuk mendownload laporan, yaitu download laporan dalam format excel atau download laporan dalam format Pdf. Tampilan form cetak laporan dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Gambar 4.12 Form Cetak Laporan

A. Laporan Data Keadaan Morbiditas Pasien Rawat Inap

Cara mencetak laporan data keadaan morbiditas pasien rawat inap adalah dengan memilih “laporan data keadaan morbiditas pasien rawat inap” pada kolom pilihan “pilih laporan”. Lalu pilih periode tanggal masuk pasien berupa periode tahunan. Selanjutnya klik button “download laporan excel” untuk format excel atau klik button “download laporan Pdf” untuk format Pdf. Untuk melakukan pencetakan laporan pada format pdf telah tersedia kotak dialog print.

Tampilan laporan dalam bentuk excel dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.13 Laporan Data Keadaan Morbiditas Pasien Rawat Inap Dalam Format Excel

58

Tampilan laporan dalam bentuk Pdf dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.14 Laporan Data Keadaan Morbiditas Pasien Rawat Inap Dalam Format Pdf

Laporan data keadaan morbiditas pasien rawat inap terdiri dari nomor DTD yang berisi kode DTD, nomor daftar terperinci yang berisi kode ICD10, golongan sebab penyakit yang berisi deskripsi diagnosis, jumlah pasien hidup dan mati menurut golongan umur dan jenis kelamin, jumlah pasien keluar hidup dan mati menurut jenis kelamin, jumlah pasien keluar hidup dan jumlah pasien keluar mati. Laporan ini dicetak dalam periode tahunan.

B. Laporan Data Keadaan Morbiditas Pasien Rawat Inap Penyebab Kecelakaan

Laporan data keadaan morbiditas pasien rawat inap penyebab kecelakaan dengan memilih “laporan data keadaan morbiditas pasien rawat inap penyebab kecelakaan” pada pilihan “pilih laporan”. Lalu pilih periode tanggal masuk pasien berupa periode tahunan. Selanjutnya klik button “download laporan excel” untuk format excel atau klik button “download laporan Pdf” untuk format Pdf. Untuk

Tampilan laporan dalam bentuk excel dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.15 Laporan Data Keadaan Morbiditas Pasien Rawat Inap Penyebab Kecelakaan Dalam Format Excel

Tampilan laporan dalam bentuk Pdf dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.16 Laporan Data Keadaan Morbiditas Pasien Rawat Inap Penyebab Kecelakaan Dalam Format Pdf

Laporan data keadaan morbiditas pasien rawat inap penyebab kecelakaan terdiri dari nomor DTD yang berisi kode DTD, nomor daftar terperinci yang berisi kode ICD10, golongan sebab penyakit yang berisi deskripsi diagnosis, jumlah pasien hidup dan mati menurut golongan umur dan jenis kelamin, jumlah pasien keluar hidup dan mati menurut jenis kelamin, jumlah pasien keluar hidup dan jumlah pasien keluar mati. Laporan ini dicetak dalam periode tahunan.

C. Laporan Data Keadaan Morbiditas Pasien Rawat Jalan

Cara mencetak laporan data keadaan morbiditas pasien rawat inap dengan memilih “laporan data keadaan morbiditas pasien rawat jalan” pada pilihan “pilih

60

Selanjutnya klik button “download laporan excel” untuk format excel atau klik button “download laporan Pdf” untuk format Pdf. Untuk melakukan pencetakan laporan pada format pdf telah tersedia kotak dialog print.

Tampilan laporan dalam bentuk excel dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.17 Laporan Data Keadaan Morbiditas Pasien Rawat Jalan Dalam Format Excel

Tampilan laporan dalam bentuk Pdf dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.18 Laporan Data Keadaan Morbiditas Pasien Rawat Jalan Dalam Format Pdf

Laporan data keadaan morbiditas pasien rawat jalan terdiri dari nomor DTD yang berisi kode DTD, nomor daftar terperinci yang berisi kode ICD10, golongan sebab penyakit yang berisi deskripsi diagnosis, jumlah pasien kasus baru menurut golongan umur dan sex, jumlah kasus baru menurut jenis kelamin, jumlah kasus

belum pernah menjadi pasien di RS. USU Laporan ini dicetak dalam periode tahunan.

D. Laporan Data Keadaan Morbiditas Pasien Rawat Jalan Penyebab Kecelakaan

Laporan data keadaan morbiditas pasien rawat jalan penyebab kecelakaan dengan memilih “laporan data keadaan morbiditas pasien rawat jalan penyebab kecelakaan” pada pilihan “pilih laporan”. Lalu pilih periode tanggal masuk pasien berupa periode tahunan. Selanjutnya klik button “download laporan excel” untuk format excel atau klik button “download laporan Pdf” untuk format Pdf. Untuk melakukan pencetakan laporan pada format pdf telah tersedia kotak dialog print.

Tampilan laporan dalam bentuk excel dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.19 Laporan Data Keadaan Morbiditas Pasien Rawat Jalan Penyebab Kecelakaan Dalam Format Excel

62

Tampilan laporan dalam bentuk Pdf dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.20 Laporan Data Keadaan Morbiditas Pasien Rawat Jalan Penyebab Kecelakaan Dalam Format Pdf

Laporan data keadaan morbiditas pasien rawat jalan penyebab kecelakan terdiri dari nomor DTD yang berisi kode DTD, nomor daftar terperinci yang berisi kode ICD10, golongan sebab penyakit yang berisi deskripsi diagnosis, jumlah pasien kasus baru menurut golongan umur dan sex, jumlah kasus baru menurut jenis kelamin, jumlah kasus baru dan jumlah kunjungan. Dikategorikan sebagai kasus baru apabila pasien belum pernah menjadi pasien di RS USU Laporan ini dicetak dalam periode tahunan.

E. Laporan Data 10 Besar Penyakit Rawat Inap

Laporan data 10 besar penyakit rawat inap dengan memilih “laporan data 10 besar penyakit rawat inap” pada pilihan “pilih laporan”. Lalu pilih periode tanggal masuk pasien berupa periode bulanan. Selanjutnya klik button “download laporan excel” untuk format excel atau klik button “download laporan Pdf” untuk format

Pdf. Untuk melakukan pencetakan laporan pada format pdf telah tersedia kotak dialog print.

Tampilan laporan dalam bentuk excel dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.21 Laporan Data 10 Besar Penyakit Rawat Inap Format Excel

Tampilan laporan dalam bentuk Pdf dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.22 Laporan Data 10 Besar Penyakit Rawat Inap Format Pdf

Laporan data 10 besar penyakit rawat inap terdiri dari kode ICD10, deskripsi penyakit, jumlah pasien keluar hidup menurut jenis kelamin, jumlah pasien keluar mati menurut jenis kelamin dan jumlah total pasien keluar hidup dan mati. Laporan ini dicetak dalam periode bulanan.

64

F. Laporan Data 10 Besar Penyakit Rawat Jalan

Laporan data 10 besar penyakit rawat jalan dengan memilih “laporan data 10 besar penyakit rawat jalan” pada pilihan “pilih laporan”. Lalu pilih periode tanggal masuk pasien berupa periode bulanan. Selanjutnya klik button “download laporan excel” untuk format excel atau klik button “download laporan Pdf” untuk format Pdf. Untuk melakukan pencetakan laporan pada format pdf telah tersedia kotak dialog print.

Tampilan laporan dalam bentuk excel dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.23 Laporan Data 10 Besar Penyakit Rawat Jalan Format Excel Tampilan laporan dalam bentuk Pdf dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Laporan data 10 besar penyakit rawat jalan terdiri dari kode ICD10, deskripsi penyakit, jumlah kasus baru menurut jenis kelamin, jumlah kasus baru dan jumlah kunjungan. Dikategorikan sebagai kasus baru apabila pasien belum pernah menjadi pasien di RS USU. Laporan ini dicetak dalam periode bulanan.

BAB V

PEMBAHASAN

5.1 Gambaran Pengelolaan Sistem Pelaporan Data Keadaan Morbiditas Pasien di RS USU

Laporan data keadaan morbiditas pasien dan data 10 besar penyakit dikelola oleh petugas rekam medis khususnya bagian pencatatan dan pelaporan.

Data didapatkan dari hasil sensus harian. Sensus rawat jalan, pengumpulan lembar sensus ke unit rekam medis dilakukan setiap kali setelah selesai pelayanan. Sensus harian rawat jalan merupakan perhitungan jumlah kunjungan pasien yang mendapatkan pelayanan rawat jalan di setiap klinik. Sedangkan sensus harian pasien rawat inap, pengumpulan sensus dilakukan pada pagi harinya, hal ini karena akhir pelayan pada rawat inap adalah jam 24.00 sehingga sensus baru bisa dikumpulkan ke unit rekam medis pada pagi harinya. Data pasien di input ke dalam sistem untuk direkap menjadi laporan.

5.2 Keuntungan Sistem Pelaporan Data Keadaan Morbiditas Pasien di RS USU

Ada beberapa keuntungan dalam penggunaan Sistem Pelaporan Data Keadaan Morbiditas Pasien di RS USU diantaranya adalah:

1. Kemudahan mengkategorikan kode penyakit ICD10 ke dalam kode DTD (Daftar Tabulasi Dasar)

Dengan adanya sistem ini, secara otomatis kode ICD10 akan terkategorikan ke dalam Kode DTD (Daftar Tabulasi Dasar). Sehingga memudahkan petugas dalam proses pengcodingan.

2. Kemudahan dalam pembuatan laporan

Penggunaan sistem ini juga dapat mempermudah dalam pembuatan laporan, dimana seluruh data sudag tertampung didalam database yang kemudian diolah menjadi informasi dengan cepat dan akurat. Dengan sistem ini petugas dapat menentukan periode waktu laporan yang diinginkan, terkhusus untuk beberapa laporan berikut ini:

1. Laporan data keadaaan morbiditas pasien rawat inap 2. Laporan data keadaaan morbiditas pasien rawat jalan

3. Laporan data keadaaan morbiditas pasien rawat inap penyebab kecelakaan

4. Laporan data keadaaan morbiditas pasien rawat jalan penyebab kecelakaan

5. Laporan data 10 besar penyakit rawat inap 6. Laporan data 10 besar penyakit rawat jalan 3. Efisiensi Sumber Daya Manusia (SDM)

Pada pengentrian data, pengolahan data dan pembuatan laporan dapat dilakukan oleh satu orang petugas saja, sehingga sumber daya manusia yang dibutuhkan lebih efisien.

68

4. Efektifitas Waktu

Sistem ini dapat membantu efisiensi waktu dalam merekap, mengolah dan menjadikan laporan menjadi lebih cepat karna cukup dengan mengentri data pasien yang dibutuhkan untuk diolah menjadi laporan data keadaan morbiditas pasien saja. Selain itu proses pencetakan laporan juga dapat dilakukan dengan cepat karena telah tersedianya laporan yang lansung dapat dicetak. Sehingga laporan dapat dikirim ke dinas kesehatan tepat waktu.

5. Keamanan Data

Data yang tersimpan dapat lebih terjamin keamananya karena sistem ini dilengkapi dengan login yang bersisi username dan password, sehingga hanya petugas terdaftar yang dapat menggunakan sistem ini.

6. Keakuratan Data

Laporan yang dihasilkan harus jelas dan bebas dari kesalahan. Dengan menggunakan sistem ini data laporan dapat dihasilkan lebih akurat.

Keakuratannya dapat dilihat dari kesamaan informasi pada saat proses penginputan data dengan hasil akhir laporan. Kesalahan dalam perekapan data tidak akan terjadi karena seluruh data pada laporan dengan waktu yang ditentukan akan ditampilkan dengan lengkap.

6.1 Kesimpulan

Pada sistem pelaporan data keadaan morbiditas pasien di RS USU telah dikembangkan laporan data keadaan morbiditas pasien rawat inap dan rawat jalan berdasarkan format laporan Petunjuk Teknis Sistem Informasi Rumah Sakit Tahun 2011 yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan yang memuat kode penyakit berdasarkan Daftar Tabulasi Dasar (DTD). Dengan adanya data keadaan morbitas pasien tersebut dapat menghasilkan laporan data 10 besar penyakit rawat inap dan rawat jalan.

6.2 Saran

Kepada pihak RS USU diharapkan untuk mengembangkan sistem ini agar dapat terhubung secara otomatis dengan sistem RS USU yaitu AISSHA dan menerapkan peraturan kepada perawat poli dan rawat inap untuk mengentri data ke dalam sistem setiap harinya agar sistem dapat dioperasikan secara totalitas, sehingga dapat terhubung secara langsung ke laporan tanpa melakukan pengentrian di ruang rekam medis.

DAFTAR PUSTAKA

_________. 2008. PHP dan MySQL Untuk Pemula. Yogyakarta: Andi;

Madiun: MADCOMS.

_________. 2015. Profil Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara.

rumahsakit.usu.ac.id/index.php/id

Al Fatta, Hanif. 2007. Analisis & Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta:

Andi.

Anggraeni,EY,. & Irviani,Rita. 2017. Pengantar Sistem Informasi. Yogyakarta:

Andi

Arbie. 2004. Manajemen Database dengan MySQL. Yogyakarta: Andi.

Barsasella, D., 2012. Sistem Informasi Kesehatan. Jakarta: Mitra Wacana Medika.

Budi, Savitri C. 2011. Manajemen Unit Kerja Rekam Medis. Yogyakarta:

Quantum Sinergis Media.

Gaol, Chr. Jimmi Lbn. 2008. Sistem Informasi Manajemen: Pemahaman dan Aplikasi. Jakarta: Grasindo.

Gavinov, IT,. & Soemantri, JFN., 2016. Sistem Informasi Kesehatan.

Yogyakarta: Nuha Medika.

Hatta, Gemala R. 2013. Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Universitas Indonesia.

Indradi S, Rono. 2017. Materi Pokok Rekam Medis.Tangerang Selatan:

Universitas Terbuka.

Menkes RI. 2011. Permenkes 1171/Menkes/Per/VI/2011 tentang Sistem Informasi Rumah sakit. Jakarta: Indonesia

Menkes RI. 2011. JUKNIS Sistem Informasi Rumah Sakit 2011. Jakarta:

Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan.

Mulyani,Sri. 2016. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit: Analisis dan Perancangan. Bandung: Abdi Sistematika.

Peranginangin, K., 2006. Aplikasi Web dengan PHP dan MySQL. Yogyakarta:

Andi.

Presiden RI. 2008. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun

Presiden RI. 2009. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Jakarta: Indonesia.

Presiden RI. 2014. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2014 tentang Sistem Informasi Kesehatan. Jakarta: Indonesia.

Presiden RI. 2015. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 93 Tahun 2015 tentang Rumah Sakit Pendidikan. Jakarta: Indonesia

Sarosa,Samiaji. 2017. Metodologi Pengembangan Sistem Informasi. Jakarta:

PT Indeks.

Subagia, Anton. 2016. Membuat Web dengan PHP 7dan Database PDO MySGLi. Jakarta: PT Alex Media Komputindo.

Sutabri,Tata. 2012. Analisis Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi.

Sutanta,Edhy. 2011. Basis Data dalam Tinjauan Konseptual. Yogyakarta:

Andi.

Utdirartatmo, F., 2002. Mengelola Database Server MySQL di Linux dan Windows. Yogyakarta: Andi.

Wahana Komputer. 2010. Panduan Belajar MySQL Database Server. Jakarta:

Media Kita.

Winarno, Wing Wahyu. 2017. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Yakub. 2012. Pengantar Sistem Informasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

72

Lampiran 1. Surat Permohonan Survei Pendahuluan dari FKM USU

Lampiran 2. Surat Izin Survei Awal Penelitian dari RS USU

74

Lampiran 3. Surat Permohonan Izin Penelitian dari FKM USU

Lampiran 4. Surat Izin Penelitian dari RS USU

76

Lampiran 5. Implementasi dan Uji Coba Sistem di RS USU

Dokumen terkait