• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ANALISIS IDENTITAS KULTURAL

3.2 Analisis Identitas Kultural

3.2.1 Ide (Nilai-Nilai Budaya)

Sebagai orang Cina Janice sudah tentu percaya terhadap filosofi dan nilai-nilai budaya Cina seperti Fengshui dan Yin Yang. Istilah Fengshui dikenal juga dengan nama Hongshui arti harfiahnya adalah angin dan air, melalui ilmu bedah rumah ini diyakini bahwa kebahagiaan dan keberuntungan manusia penghuninya di masa mendatang dipengaruhi olehnya. Tak ada yang aneh dan salah dalam ilmu ini apabila ia memang sekadar mengatur tata letak rumah yang ideal sehingga prinsip keseimbangan alam yang dianutnya benar-benar sesuai denga n fakta di lapangan bisa dibuktikan; misalnya bagaimana mengatur posisi, atau jendela agar tidak berhadapan langsung dengan matahari sehingga rumah sering terasa panas terutama di musim kemarau panjang dan orang-orang di dalamnya menjadi mudah emosi dan me nyebabkan rumah tangga atau juga bisnis hancur. Fengshui bisa tidak sejalan dengan pola pikir Islam saat dia melakukan nomorisasi hari- hari dalam satu minggu yang dikalkulasikan sedemikian rupa dan merujukan nomor-nomor tersebut pada hubunga n sesama manusia (biasanya menyangkut pasangan hidup dan bisnis). Apabila hasil nomornya bagus maka hubungan bisa sejalan, sebaliknya hubungan segera diakhiri, perbuatan ya ng sama bisa kita lihat dalam sistem yang berlaku pada primbon masyarakat Jawa. Bahkan setiap hari bulan dan

tahun pada almanak dibuat sebagai permodelan ramal demi menentukan hari baik dan tahun baik untuk melakukan perbuatan. Perlu ditekankan di sini hal tersebut tidak lebih dari sekadar takhayul orang Cina dan orang Jawa sesuai dengan kepercayaan dan tradisinya masing- masing; sedangkan konsepYin Yang berasal dari filsafat Tionghoa dan metafisika kuno yang menjelaskan setiap benda di alam semesta memiliki polaritas abadi berupa dua kekuatan utama yang selalu berlawanan tapi selalu melengkapi. Yin bersifat pasif, sedih, gelap, feminisme, responsif, dan dikaitkan dengan malam. Yang bersifat aktif, terang maskulin, agresif, dan dikaitkan denga n siang. Yin disimbolkan dengan air, sedangkan Yang disimbolkan dengan api( wikipedia.com ). Misalnya ketika ibu mertuanya datang dari Jakarta dengan segala harta benda yang dimilikinya, Janice merasa keberatan ketika ibu mertuanya membawa ranting-ranting kering yang tadinya adalah bunga mawar pemberian suaminya. Hal tersebut terlihat pada kutipan berikut:

(97) Misalnya ketika ia membawa ranting-ranting kering. Kutanya kenapa? Jawabnya, ranting-ranting itu tadinya adalah bunga-bunga mawar dan berbagai bunga lainnya yang diberikan suaminya ketika masih hidup. Oh. Haruskah kukatakan kepadanya bahwa menurut Feng Shui Cina, bunga, atau ranting kering tidak boleh dipajang atau disimpan di dalam rumah karena akan membawa energi buruk. Benda-benda mati yang tidak memiliki energi hidup Cuma akan mengundang vibrasi uruk ke dalam rumah.(hlm 21)

Dari kutipan di atas terlihat bahwa Janice percaya terhadap Fengs hui yang memang merupakan kepercayaan orang Cina. Kutipan itu pun menunjukan adanya perbentukan nilai budaya Cina dengan nilai budaya Jawa. Menurut orang Jawa membawa sisa-sisa barang pemberian suami merupakan penghormatan terhadap orang yang memberi.

Dalam kehidupan rumah tangganya pun Janice merasa energi Yin Yang-nya tidak dalam proporsi seimbang. Untuk mencapai keseimbangan tersebut seorang suami istri haruslah berhubungan badan. Hal tersebut terlihat pada kutipan berikut :

(98) Energiku kacau balau. Kata ma, dari kecil energiku besar. Energi yang dimaksud ma adalah Chi atau Qi atau tenaga dalam. Tetapi memang pada dasarnya energi seorang perempuan lebih besar daripada pria. Dan bagi perempuan dewasa, diperlukan seks sebaga i penyaluran energi kearah positif.

Cokelat, yin- yang. Di dalam ajaran taoisme, disebutkan bahwa perempuan itu yin, sedang pria yang. Mereka saling melengkapi dengan berhubunga n badan. Jika tidak, keduanya akan rugi, terutama si pria. Mengapa? Ada istilah Cina yang disebut gao-chao, atau gelombang tinggi atau pasang untuk mengistilahkan orgasme perempuan. Maksudnya, seorang perempuan akan menjadi lebih kuat kalau terjadi orgasme, sedangkan pria justru sebaliknya semakin melemah. Dalam aturan Tao, pria sebaiknya jangan orgasme atau mengeluarkan sperma sebelum si perempuan orgasme, jika tidak perempuan itu ‘membunuh’ chi si pria. Karena kuatnya potensi seksual perempuan maka disebutkan dalam kitab Tao bahwa perempuan itu adalah tempat berkumpulnya kekuatan ala m.

Tidak heran jika seorang atlet pria dilarang berhubungan badan atau mengeluarkan sperma sebelum bertanding. Karena ini hukum alam. Bahwa pria bisa jadi superior dalam kehidupan sehari- hari, menjadi kepala rumah tangga, bekerja dan bertanggung jawab unt uk keluarga. Tetapi alam berbicara lain. Yang yang meletup- letup harus dialiri dan diredakan oleh Yin.

Yin itu perempuan. Gelap. Pasif. Bulan. Hujan. Ganjil. Bumi. Air. Dingin. Musim dingin. Harimau.

Yang itu pria. Terang. Aktif. Matahari. Sinar matahari. Genap. Akhirat. Gunung. Musim panas. Api. Panas. Naga.

Supaya mendapatkan energi alam maka yang harus menyerap energi yin. Yin menyeimbangkan yang. Yin pun seimbang. Ketika perempuan dan pria bercinta dengan benar maka api dan air bertemu dalam proporsi ya ng seimbang. Malah yin dan yang bersama-sama adalah Tao atau “jalan” menuju harmoni alam dunia-akhirat.(hlm 74)

Dari kutipan di atas dapat terlihat bahwa Janice sanga t percaya dengan perlunya keseimbangan antara yin dan yang dalam kehidupan. Dan untuk

memperoleh keseimbangan tersebut seorang suami isteri haruslah bercinta dengan benar. Jika tidak maka energi keduanya terutama si perempuan akan kacau balau hal ini merupakan ajaran Taoisme. Seperti itulah yang kini sedang dialami oleh Janice yang percaya sepenuhnya terhadap ajaran Taoisme. Taoisme pada asasnya adalah satu aliran pemikiran dalam falsafah Cina. Pada masa yang sama ia juga dipraktikan sebagai satu bentuk agama dalam masyarakat Cina. Dengan itu wujud apa yang dikatakan sebagai agama dao (dalam bahasa Cina: Daojiao), yakni taoisme dari segi agama; dan juga mazhab dao (bahasa Cina: daojia), yakni taoisme dari segi falsafah ( wikipedia.com).

Untuk mencapai keseimbangan itu Janice memutuskan untuk berlatih yoga, karena ia percaya bahwa dengan berlatih yoga energinya tersalurkan. Hal tersebut terdapat dalam kutipan berikut:

(99) aku yin, mas Set yang. Tapi yin dan yang tidak lagi bertemu dalam proporsi seimbang. Jika ya bertemu, sebentar, tidak dikeluarkan maksimal dan tidak ada klimaks di sisiku. Energiku berantakan punyanya juga mungkin lari ke mana.

Aku tak bisa begini terus. Setiap hari aku uring- uringan sendiri, rasanya air yin meletup- letup, mendidih dari kuali diriku, tapi tidak bisa keluar karena ditutup. Aku harus mencari alternativ penyaluran energiku. Ma yang melihatku kusam berkata,”cobalah tai chi, atau yoga, atau olah pernafasan lain.”

Aku memilih yoga. Berasal dari kata yuj atau dalam bahasa inggris to yoke, artinya menggabungkan atau menjadikan satu. Sejak 5000 tahun yang lalu, yoga merupakan pembentukan disiplin mental dan spiritual dengan alam sekeliling.(hlm 75)

Dari kutipan di atas, tampak bahwa energi Janice tidak dalam proporsi yang seimbang. Kemudian ia memutuskan untuk mengikuti latihan yoga yang ia percayai dapat menyalurkan energinya.

Setelah mencoba berlatih sendiri denga n panduan dari VCD ia tidak merasa puas karena ia merasa kesulitan untuk berlatih sendiri. Kemudian ia memutuskan untuk mengikuti latihan yoga di sebuah kelas yoga. Ia teringat pria yang menabraknya ketika olahraga. Ia mengetahui pria yang bernama Eric itu adalah seorang instruktur yoga. Ia pun merasakan adanya perbedaan setelah berlatih dengan Eric. Hal tersebut terlihat dalam kutipan berikut:

(100) Berkat Eric, eh maksudku yoga, kini aku lumayan. Dalam arti aku tidak begitu uring- uringan lagi. Malah bisa dibilang, latihan yoga tiga kali seminggu setelah jam kantor membuatku tambah segar bugar.. pulang ke rumah, mendengar omelan si ibu soal perempuan malam, yang pulang setelah magrib. Tapi aku tidak peduli. Aku bahkan bisa tersenyum ke arahnya. Aku juga tidak terlampau lelah mengobrol dan bermain dengan Boy dan Mei-Mei. Mas Set melihat perobahanku dengan positif. Ia tidak berkata banyak, tapi mungkin ia bersyukur paling tidak satu di antara kami tidak stress berat dan bisa mengawasi jalannya keluarga.(hlm 78)

Dari kutipan di atas, terlihat bahwa energi Janice mulai seimbang. Ia tidak uring- uringan lagi seperti saat dulu ketika energinya tidak dalam posisi seimbang. Kini ia menjadi lebih santai dalam menjalankan kehidupan rumah tangganya.

Segalanya menjadi berubah ketika tanpa terencana Janice dan Eric melakukan hubungan badan. Perbuatan itu mereka lakukan ketika kelas sepi karena latihan telah usai. Tanpa terasa waktu telah berlalu dan Janice menjadi semakin tak terkendali hanya untuk mengejar keseimbangan energi yang sempurna. Seusai latihan mereka selalu bercinta. Hal tersebut terlihat pada kutipan berikut:

(101) Tidak terasa detik jadi menit, menit jadi jam, jam jadi hari, hari jadi bulan, bulan jadi tahun….Ah, jika diukur belum setahun, tapi sudah berganti tahun. Waktu sepertinya cepat berlalu karena Eric. Pertemuan terasa cepat. Karena itu, kini aku mengikuti tidak hanya

kelas lain. Segala yoga, asthanga, hatha, atau apalah namanya, yang pentinga asal ketemu dia. Dari seminggu dua kali, jadi seminggu empat kali, belum ditambah beberapa kali makan siang. Aku berangkat kerja cepat untuk menghindari kecurigaan Mas Set dan terutama si Ibu itu.

Setiap selesai latihan yoga, kami bercinta di lantai yang keras tapi berubah menjadi kasur berbulu angsa. Membawa kami terbang menelusuri semesta dalam satu keterpaduan yin yang.(hlm 79-80)

Dari kutipan di atas tampak bahwa energi Janice menjadi seimbang setelah bercinta dengan Eric. Tidak seperti saat bercinta dengan Setyo. Kepercayaan Janice tentang keseimbangan antara Yin Yang sangatlah kuat.

Suatu hari, kerinduan Janice kepada Eric memuncak padahal Eric sedang berada di Jepang. Janice merasa energinya menjadi kembali tidak seimbang. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi menemui Eric di Jepang, walaupun ia sadar bahwa tindakan itu tidak sesuai dengan norma, karena ia merasa energinya bertambah ketika ia bercinta dengan Eric dan hal itu sudah lama tak mereka lakukan. Janice percaya bahwa hanya bercinta dengan Eric- lah ia merasa energinya unsur bertambah dan menjadi semakin kuat. Hal tersebut terlihat pada kutipan berikut:

(102) Cokelat, aku rela melakukan apa saja untuknya. Aku mencandunya. Sepertinya getaran hebat di dalam dadaku terlepas dan energiku bertambah setiap bertemu dan bercinta dengannya. Aku harus menemuinya Cokelat, kalau tidak aku akan kehilangan oksigen dan nafasku akan satu-satu dan mungkin berhenti.

Aku mungkin sudah gila. Aku ini perempuan bersuami, mana punya anak dua pula. Apa yang kupikirkan? Menemuinya…di Jepang. Aku gila kali ya? Tapi kami tidak lagi rutin bertemu. Aku merindukanya. Setelah hampir setahun rutin bertemu, lalu tiba-tiba tidak bertemu. Aku harus bertemu.

Sepertinya aku memeng gila. Bukan untuk meninggalkan suami, Cokelat.Rasanya tak ada pengaruhnya…tetapi yang kumaksud, meninggalkan anak-anakku? Lalu rumah ini siapa yang mengatur.

Ah, biarkan saja kan ada si ibu ningrat itu yang tahu segala-galanya… rumah akan baik-baik saja.

Aku harus menemui jantungku, yang memompa oksigen bagi kehidupanku. Aku berteguh, harus menemuinya, Cokelat. Harus.(hlm 89-90)

Dari kutipan di atas, tampak bahwa Janice rela melakukan apa saja demi mencari energinya yang hilang, walaupun harus meninggalkan anak dan suaminya dan ia sadar bahwa hal itu adalah tindakan yang tidak benar. Ia rela berselingkuh demi mendapatkan energi Yin Yang-nya lagi.

Setelah sampai di sebuah hotel di Kyoto akhirnya mereka bertemu walau harus mencuri-curi waktu karena Eric tidak ingin orang lain tahu tentang keberadaan Janice. Akhirnya mereka bercinta dan Janice merasakan energinya kembali kuat. Dan ia seolah lupa dengan keadaannya yang telah bersuami dan memiliki anak dua ia melakukan itu demi mencapai keseimbangan ernegi Yin Yang-nya. Itu disebabkan karena begitu kuatnya kepercayaan Janice terhadap filosofi Yin Yang dan ia rela untuk melakukan apa saja demi keseimbangan energinya tersebut. Hal tersebut terlihat pada kutipan berikut:

(103) Cokelat, tadi malam kami bercinta lagi dan lagi. Aku masih ingat gaya bercinta a-z yang sempat kubaca saat menunggunya. Aku praktikan, dan kami bahkan menemukan gaya-gaya baru. Berhenti sebentar, menatap langit- langit, memandang satu sama lain, berciuman dan kembali memulai babak baru. Tenaga kami seperti kuda, yang tiada putus capeknya, dan berhenti hanya jika hendak makan rumput.

Aku-dia. Kanan-kiri. Depan-belakang. Atas-bawah. Berdiri-duduk-jongkok-tidur-telentang-tengkurap. Lurus- melengkung. Menyala-meredup.

Yin menemukanYang, air dan api dalam keseimbangan alam. Menerap dan diserap, memakan dan dimakan, chi menyatu membentuk bulatan dan berputar bersama alam….(hlm 98)

Janice merasa puas dan senang berada di Jepang bersama Eric. Dan anehnya ia tidak merasa rindu dengan keluarganya di Singapura. Ia tidak merasa rindu dengan suami dan anak-anaknya.

Sebagai orang Cina Janice percaya akan adanya karma dalam kehidupan. Jika seseorang melanggar norma maka ia atau keluarganya akan mendapatkan balasan atas perbuatannya tersebut. Ketika ibunya terkena SARS Janice merasa karma telah menghukumnya. Ia merasa ibunya sakit akibat dari perbuatan buruknya selama ini. Hal tersebut terlihat pada kutipan berikut:

(104) Karma. Susan berbicara seperti Ma. Keluargaku percaya karma, sebab akibat. Sebagai penganut ajaran taoisme dan segala paham tradisional Cina lainnya, Ma percaya jika orang berbuat di luar norma manusia normal yang terhormat maka bentuk balasan akan berbalik ke dirinya atau ke keluarganya.

Filosofi berbuat baik Cina menyebutkan lima hal terpenting: ren

(suka menolong dan tidak egois), yi (adil), lee (sopan atau tata unsur), hsin (jujur), dan ji (bijaksana). Sebelum menikah Ma pernah mengatakan, dalam hubungan suami istri kelima hal tadi juga penting agar terjadi harmoni atau keseimbangan. Jika seseorang melanggar salah satu prinsip itu, apalagi dilakukan secara sadar, maka dirinya atau mungkin keluarganya akan terkena akibatnya. Aku takut Ma sakit karena perbuatanku. Aku egois dan tidak jujur pada Mas Set, suamiku. Kakiku rasanya gemetar. Kurasakan bumi mengguncangku, memberiku karma.(hlm 117-118)

Dari kutipan di atas, tampak bahwa keluarga Janice percaya bahwa perbuatan buruk akan mendapatkan balasannya. Ia takut ibunya sakit karena perbuatan buruknya selama ini yaitu tidak jujur kepada Setyo dan berselingkuh denga n Eric.

Karma kedua yang diterimanya sebagai akibat perbuatannya adalah kabar mengenai diberhentikannya Setyo dari pekerjaanya sebagai akibat ekonomi

(105) Aku menghela nafas, mengeluarkan apa yang kutahan barusan ketika Mas Set menyampaikan hal buruk ini. Aku berdiri menuju kamar mandi, meninggalkan Mas Set yang kini duduk di tempat tidur dengan tatapan kosong ke arah tembok.

Karma kedua setekah Ma sakit. Alam berbalik membalas padaku.(hlm 122)

Dari analisis berdasarkan unsur ide (nilai- nilai budaya) di atas, terlihat bahwa sebagai orang Cina ia sangat menghormati filosofi Cina dan berbagai aturan tradisionalnya. Dapat disimpulkan bahwa unsur ide (nilai- nilai budaya) dala m diri Janice lebih didominasi oleh ide-ide yang berlatarbelakangkan kepercayaan Cina.

Dokumen terkait