BAB IV PENUTUP
4.2 Saran
Studi ini hanyalah sebuah penelitian mengenai identitas kultural tokoh Janice Wong dan menggunakan pendekata sosiologi sastra, maka bagi peneliti selanjutnya dapat mengkaji dari segi psikologi sastra sehinnga dapat mengetahui identitas kultural tokoh Janice Wong secara lebih mendalam.
DAFTAR PUSTAKA
Damono, Sapardi Djoko. 1979. Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas.
Jakarta. Pusat Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan
Junus, Umar. 1986. Sosiologi Sastra Persoalan Teori dan Metode. Kualalumpur: Dewan Bahasa Dan Pustaka Kementrian Malaysia
Sudjiman, Panuti. 1992. Memahami Cerita Rekaan. Jakarta: Pustaka Jaya
Susilo, Budi. 1994. “Mentalitas Dan Pembanguna n Masyarakat Modern”, dalam
Jangan Tangisi Tradisi, ed. Johanes Mardimin. Yogyakarta: Penerbit Kanisius
Taum, Yoseph Yapi.2002. Panduan Analisis Struktur Novel/ Cerpen. Yogyakarta. Prodi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma.
Koentjaraningrat. 1986. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Penerbit Aksara Baru
---. 2000. Kebudayaan, Mentalitas Pembangunan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Nurgiyantoro, Burhan. 1998. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gama Press Foster, E.M. 1970. Aspect of The Novel. Harmondswort: Penguinbook
Hadi, Hardono.1996. Jatidiri Manusia Berdasar Filsafat Organisme Whitehead. Yogyakarta Kanisius
Abrams, M.H.1981. A Glossary of Literary Term. New york: Halt, Rinehart and Winston
Argawati, Nur.2000.” Konflik Batin Tokoh Anti untuk Memenuhi Kebutuhan
Aktualisasi Diri ( rumah k. Seribu )”.Skripsi Sarjana Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta
Esten, Mursal. 1990. Kesusastraan: Pengantar Teori dan Sejarah. Bandung.
Penerbit Angkasa
Fananie, Jaenuddin. 2002. Telaah Sastra. Surakarta. Muhammadiyah University Press
Purwadarminto, WJS, 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta. PN Balai Pustaka
---, 2007. Sejarah Taoisme. www.wikipedia.com. Didownload pada tanggal 12 september 2007
SINOPSIS
Cerita ini berawal ketika Janice bertemu dengan Bernice di dalam penjara. Di sana Janice meminta tolong kepada Bernice untuk menyampaikan sebuah buku kepada seseorang bernama Eric. Karena kasiha n, Bernice pun menyanggupinya. Ketika pulna rasa keingintahuan Bernice timbul. Ia ingin mengetahui isi dari buku harian sahabatnya itu. Dengan hati gundah akhirnya Bernice membuka buku itu, walaupun ia tahu bahwa hal tersebut merupakan sindakan yang salah. Cerita tentang kehidupan Janice pun dimulai. Semua berawal ketika terlihat seorang ibu-ibu tua dengan keranjangnya. Ternyata ibu-ibu- ibu-ibu tua itu adalah Nami mertua Janice. Janice sebenarnya merasa keberatan dengan kedatangan Nami, tetapi Setyo mencoba memberi pengertian kepadanya. Disuatu pagi tanpa sebab tiba-tiba Nami marah kepada Janice. Janice pun pura-pura tidak mendengar omelannya karena sedang mengurus kedua anaknya. Nami sering menyindir Janice dengan menggunakan bahsa Jawa. Nami sebenarnya masih keturunan ningrat. Dulunya ia adalah seorang peragawati terkenal yang sering mondar- mandir keluar negeri. Dan ketika hidup bersama Janice Nami seolah-olah tidak bisa menerima kenyataan bahwa ia harus hidup pas-pasan. Nemi merasa tidak puas dengan fasilitas yang ada di apartemen Janice.
Pada suatu pago 50 kardus berisi barang-barang nami tiba dari Jakarta. Isi kardus itu merupakan barang-barang pribadi Nami. Bahkan ranting keringpun ia bawa ke Singapura. Katanya dulunya itu adalah bunga mawar pemberian suaminya. Janice dibuat pusing oleh hal tersebut. Ia merasa apartemennya sudah kecil, jadi ia bingung untuk menempatkan barang-barang tersebut. Kadang Nami suke seenaknya masuk kamar Janice dan meminjam hairdryer. Sudah tentu Janice kurang suka hal tersebut.
Suatu ketika Nami diajak makan malam di rumah Ma, ibu Janice. Janice bersama Ma pun mempersiapkan segala sesuatunya ala Indonesia. Dari tidak memakai daging babi sampai penataan meja dengan sendok dan garpu. Tapi Nami terlihat enggan menyantap hidangan yang telah disediakan Janice dan Ma. Janice
Karena kebutuhan ekonomi, Janice memutuskan untuk kembali bekerja. Untuk mengurusi rumahnya Janice memutuskan untuk mengambil pembantu. Pilihanya jatuh kepada Ipah, seorang gadis dari Parung. Ipah dulunya adalah seorang penari Jaipong. Ipah pergi ke Singapura karena di di kampungnya dianggap perempuan yang suka menggoda suami orang.
Tanpa janice ketahui Setyo sering bepergian ke Bintan bersama temannya. Ternyata sesampainya di Bintan, bukan uran bisnis yang di tuju. Oleh temannya setyo diajak bermain perempuan. Tidak hanya di Bintan saja, dulu juga pernah sampai Hongkong, Thailand, dan Jepang. Setyo pun tidak dapat berbuat apa-apa.
Sampai pada suati ketika Setyo bercerita bahwa keadaan ekonomi Singapura sedan tidak bagus. Hal itu membuat Setyo jadi murung. Ketika diajak berhubungan badan pun Setyo menolak dengan alasan capek. Hal itu membuat Janice tidak bisa menyalurkan dan menyaeimbangkan energinya. Ia percaya bahwa bercinta merupaka penyaluran energi yang paling baik. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk berlatih Yoga. Pertama ia hanya berlatih di rumah denga panduan VCD yang ia beli, tetapi karena merasa masih kurang ia pun memutuskan untuk mengambil kelas Yoga. Ia angat ketika sedang jogging di taman ia bertemu denga seorang instruktur yoga. Namanya Eric.ketika datang ke kelasnya ternyata Eric masih mengenalnya. Tanpa ia sadari waktupun telah berlalu. Merekan jadi sering bertemu dan berlatih berbagai macam Yoga. Bahkan setiap selesai latihan mereka berhubungan seks. Dengan hal itu Janice merasa bahnwa energinya kembali imbang. Walaupun ia sadar bahwa hal itu salah karena sama dengan menghianati Setyo
Pada suatu ketika mereka berpisah untuk jangka waktu yang cukup lama. Janice merasakan kerinduan yang mendalam kepada Eric. Janice mendengar kabar bahwa Erik sedang berada di Jepang. Dan denga n alasan pekerjaan Janice pergi ke Jepang hanya untuk menemui Eric. Akhirnya merekapun bertemu di sebuah hotel di Jepang. Mereka saling melepas kerinduan dengan pergi bersama. Di sana Erik mengungkapkan bahwa ia akan menikah dengan seorang wanita. Janice pun cemburu, tetapi Eric mencoba memberi pengertian bahwa hubungan mereka tidak
Pada suatu ketika Asia diguncang isu SARS (Severe Acute Respiratory syndrome). Pada suatu malam Janice mendengar kabar bahwa Ma terseang penyakit tersebut. Janice merasa bahwa karma sedang menghampirinya. Ia merasa bahwa apa yang menimpa Ma adalah balasan dari perbuatannya selama ini. Setyo pun diberhentikan dari pekerjaannya secara terhormat. Janice jadi semakin takut. Pada suatu malam Janice mendapat berita dari rumah sakit bahwa Ma meninggal.
Ketika sedang ditinngal pergi oleh Setyo bersama kedua anaknya dan juga nami ke Jakarta, Janice merasa ditinggalkan oleh orang-orang yang di sayanginya. Tanpa sengaja Janice melihat hal yang aneh pada diri Ipah. perutnya buncit, ia hamil. Janice mencoba bertanya tetapi Ipah tidak menjawab. Kesabaran Janice pun sampai batasnya. Janice mengambil teko berisi air mendidih dan menyiramkannya ketubuh Ipah. Ipah pun mengerang kesakitan. Oleh karena hal itu Janice dimasukan ke dalam penjara.
Bernice pun merasa kaget denga n ini buku harian sahabatnya tersebut. Ketika salasai membaca tiba-tiba ada tamu. Ternyata temunya tersebut adalah polisi yang mencari keberadaan Eric. Polosi tersebut menanyakan hubungan suami Bernice dengan Janice. Bernice merasa bingung. Setelah dijelaskan oleh polisi tersebut Bernice sangat terkejut. Ternyata sosok Eric yang ada dalam buku harian Janice adalah suaminya yang bernama Tan Yang Sheng atau panggilan akrabnya Eric Tan.
Biografi Penulis
Sumantri atau lebih akrab dipanggil Mantri adalah anak dari pasangan Bapak Supriyono dan Ibu Partiyem, dilahirkan di Sleman pada 29 Mei 1984. Pada tahun 1990 menmtkn taman kanak-kanak di TK Panca Bakti Tanen, kemudian melanjutkan Sekolah Dasar Negeri Banteng, Hargobinangun Pakem. Setelah lulus SD penulis kemudian melanjutkan di SLTP N 2 Pakem, setelah itu melanjutkan di SMK N 3 Yogyakarta. Setelah lulus sekolah menengah penulis mencalonkn diri sebagai mahasiswa dan diterima di Program Studi Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma.
Penulis akhirnya menyelesaikan kuliahnya dalam waktu 5 Tahun, dan pada November 2007 dapat menyelesaikan tugas akhir.