• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

4.3 Identifikasi Bahaya (Hazarad Identification)

4.3.5 Identifikasi Bahaya (Hazard Identification)

Setelah melakukan identifikasi penyebab kecelakaan kerja dan identifikasi potensi bahaya dengan menggunakan metode Structured What-If Chhecklist

Technique (SWIFT), berikut adalah rekapan data sumber bahaya yang ada dan

dampak risiko yang terjadi, dapat dilihat pada Tabel 4.9 sebagai berikut:

Tabel 4. 21 Tabel Identifikasi Sumber Bahaya

Faktor Penyebab Kode Risiko Sumber Bahaya Deskripsi

Faktor Manusia & Faktor Peralatan

R-1 Tertimpa pipa rol

Terjadi akibat pekerja yang mendekati area pipa rol dan kondisi penyimpanan pipa rol yang tidak stabil dan memiliki potensi terjatuh.

R-2 Terjepit pipa rol

Terjadi akibat pekerja berada dekat pipa rol, memindahkan pipa rol, dan berada di posisi yang tidak aman serta kondisi pipa yang tidak stabil.

R-3

Terkena lesatan kawat dari ikatan rol plat baja

Terjadi karena proses

pemotongan pada pipa rol yang menyebabkan defect, pekerja tidak menggunakan APD pada saat membersihka defect dan pekerja berada dekat dengan pipa rol

R-4 Terkena gram plat baja

Terjadi karena gram yang timbul akibat proses welding yang dilakukan secara manual dan pekerja tidak menggunakan APD atau pelindung mata

83

Tabel 4. 22 Tabel Identifikasi Sumber Bahaya (Lanjutan)

Faktor Penyebab Kode Risiko Sumber Bahaya Deskripsi

R-5 Terkena debu gram/defect baja

Terjadi karena akibat proses produksi yang menghasilkan defect berupa debu sisa plat baja.

R-6 Tejepit di dalam mesin

Terjadi karena pekerja berada disekitar mesin yang sedang beroperasi.

R-7 Terkena lesatan kawat plat baja

Terjadi karena proses

pemotongan pada pipa rol yang menyebabkan defect, pekerja tidak menggunakan APD pada saat membersihka defect dan pekerja berada dekat dengan plat baja

R-8 Tertimpa rol plat baja

Terjadi karena pekerja berada di bawah dan disekita plat baja R-9 Terjatuh ke mesin

Terjadi karena operator berada dan bekerja di atas mesin yang sedang beroperasi.

R-10 Tersengat listrik

Terjadi karena lingkungan kerja yang tidak menggunakan pelindung mesin dan sumber listrik serta pekerja yang berada disekut sumber listrik

R-11 Terkena gram mesin welding

Terjadi karena proses welding yang dilakukan oleh pekerja secara manual dan tidak menggunakan APD R-12 Terkena panas

pipa rol

Terjadi karena proses inspeksi yang dilakukan langsung pada saat keadaan pipa rol panas keluar dari mesin miling R-13 Terkena radiasi

mesin welding

Terjadi karena operator berada di area mesin

R-14 Terkena benda panas

Terjadi karena pekerja berada disekitar mesin, area pengelasan manual, dan berada di area pipa baja yang panas

R-15 Terkena scrap baja pada welding

Terjadi karena pekerja berada di sekitar mesin yang

menghasilkan defect scrap R-16 Tersangkut di

peralatan kerja

Terjadi karena posisi pekerja yang tidak sesuai dan terjebak di dalam mesin

R-17 Terjepit alat kerja

Terjadi karena operator yang melakukan inspeksi produk di mesin penguji

84

Tabel 4. 23 Tabel Identifikasi Sumber Bahaya (Lanjutan)

Faktor Penyebab Kode Risiko Sumber Bahaya Deskripsi

R-18 Terpotong Terjadi karena operator berada di area mesin cutting atau bevel R-19 Pipa rol terjatuh Terjadi karena kondisi pipa

yang tidak dalam kondisi aman R-20 Terpeleset Terjadi karena lingkungan kerja

yang tidak 5R

R-21 Terjatuh ke mesin Terjadi karena operator bekerja di ketinggian atau diatas mesin R-22 Terkilir Terjadi karena oprator yang

tidak 84iin dan lingkungan kerja

Faktor Lingkungan Kerja

R-23 Bahaya sesak napas

Lingkungan kerja yang berdebu berpotensi menyebabkan sesak

R-24

Bahaya bunyi yang sangat menggangu (>87 dB)

Lingkungan kerja yang menghasilkan kebisingan dengan tingkat kebisingan >87 dB selama jam kerja operator R-25 Bahaya meledak Lingkungan kerja yang

berpotensi meledak R-26 Bahaya terbakar

Lingkungan kerja yang mudah terbakar dan menimbulkan kebakaran

R-27 Bahaya tersangkut di mesin

Mesin yang tidak menggunakan pelingdung mesin dan tanda bahaya

R-28 Bahaya terpapar panas

Bahaya yang timbul akibat mesin yang mengasilkan panas R-29 Bahaya mesin

yang rusak

Bahaya yang timbul jika terjadi kerusakan mesin

R-30 Bahaya tidak ada tanda peringatan

Tidak ada peringatan tanda bahaya pada mesin yang menghasilkan potensi bahaya R-31

Bahaya tidak memakai APD yang sesuai

Pekerja yang tidak peduli akan keselamatan kerja R-32 Bahaya lingkungan kerja yang tidak ergonomis

Lingkungan kerja yang tidak ergonomis

R-33 Bahaya bahan kimia

Bahaya bahan kimia dromus pada proses forming

R-34 Akses

keluar/masuk sulit

Ruangan yang terbatas dan dekat dengan mesin dan bahan sehingga sulit untuk akses keluar masuk

85

Tabel 4. 24 Tabel Identifikasi Sumber Bahaya (Lanjutan)

Faktor Penyebab Kode Risiko Sumber Bahaya Deskripsi R-35 Ruang terbatas

Ruang kerja operator yang terbatas karena bekerja diantara mesin produksi

R-36 Penerangan buruk

Bekerja diantara mesin produksi sehingga cahaya yang masuk sulit

R-37 Kerja dekat crane dan lintasannya

Ruang kerja oprator yang berada dilintasan crane yang menganggut benda berat R-38 Fluida

bertegangan

Fluida yang bertegangan tinggi yang digunakan untuk

melakukan inspeksi pipa baja R-39 Bahaya mesin

bergerak

Operator yang melakukan inspeksi dan bekerja di mesin yang bergerak dan proses kerja mesin yang continius

R-40

Kerja di dekat jalur proses dan operasi

Operator yang bekerja di dekat jalur proses dan mesin operasi

Hasil identifikasi kecelakaan kerja yang sudah dilakukan kemudian dirangkum dengan memberikan kode dampak kecelakaan kerja. Berikut merupakan dampak risiko yang terjadi jika potensi kecelakaan kerja terjadi, dapat dilihat pada Tabel 4.10 berikut:

Tabel 4. 25 Tabel Identifikasi Dampak Kecelakaan Kerja

Faktor Dampak Kode Dampak Dampak

Kecelakaan Kerja Deskripsi

Pekerja

D-1 Patah Tulang

Terjadi akibat operator terjatuh, terjepit atau tertimpa alat produksi D-2 Dislokasi (Keseleo)

Terjadi akibat operator tergelincir, terpeleset, dan tersandung alat kerja D-3 Memar atau luka

dalam

Terjadi akibat operator terjatuh, terjepit atau tertimpa alat produksi

D-4 Amputasi

Terjadi akibat operator terjatuh, terjepit atau tertimpa alat produksi

D-5 Luka di permukaan kulit

Terjadi akibat operator terkena bahan panas atau benda tajam dari alat produksi

86

Tabel 4. 26 Tabel Identifikasi Dampak Kecelakaan Kerja (Lanjutan)

Faktor Dampak Kode Dampak Dampak

Kecelakaan Kerja Deskripsi

D-6 Iritasi mata

Terjadi akibat lingkungan kerja yang berdebu, gram akibat pengelasan

D-7 Remuk

Terjadi akibat operator terjatuh, terjepit atau tertimpa alat produksi D-8 Luka bakar

Terjadi akibat operator terkena bahan panas atau benda tajam dari alat produksi

D-9 Keracunan

Terjadi akibat operator tidak sengaja mengkonsumsi atau menghirup bahan kimia berbahaya

D-10 Meninggal

Terjadi akibat operator terjatuh, terjepit, tertimpa, tertusuk, atau terkena alat produksi

D-11 Pingsan Terjadi akibat kelelahan atau kecelakaan kerja

D-12 Tersengat listrik

Terjadi akibat operator berada pada lingkungan yang memiliki daya listrik tinggi

Perusahaan

D-13 Jumlah jam kerja yang hilang

Waktu produksi yang terhenti akibat kecelakaan kerja yang terjadi

D-14 Kerusakan

Alat kerja yang mengalami kerusakan yang menghambat proses produksi

D-15 Biaya pengobatan

Biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk

menanggulangi kecelakaan kerja

D-16 Kerusakan lingkungan

Kerusakan pada lingkungan yang terjadi akibat

kecelakaan kerja D-17 Biaya kompensasi

Biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menanggulangi kecelakaan kerja D-18 Performance dan kecepatan kerja operator menurun Produktivitas operator menurun akibat adanya kecelakaan kerja yang terjadi D-19 Biaya overtime

Biaya pekerja untuk tetap melakukan produksi usai kecelakaan kerja untuk memenuhi target produksi

87

Tabel 4. 27 Tabel Identifikasi Dampak Kecelakaan Kerja (Lanjutan)

Faktor Dampak Kode Dampak Dampak

Kecelakaan Kerja Deskripsi

D-20 Performansi produksi menurun

Produktivitas perusahaan menurun akibat adanya hambatan produksi

disebabkan oleh kecelakaan kerja yang terjadi

4.4 Pemetaan Risiko (Risk Assessment)

Pada sub-bab ini akan dijelaskan pemetaan bahaya dengan mengklasifikasikan kecelakaan kerja dengan menggunakan risk matrix. Penilaian dan pengendalian risiko dilakukan dengan membandingkan tingkat terjadinya suatu risiko

Dokumen terkait