• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Identifikasi dan Penilaian Faktor Internal

Hasil identifikasi faktor internal yang terdiri dari kekuatan (strenghts) dan kelemahan (weaknesses) berfungsi untuk melakukan penilaian tingkat kepentingan dari faktor-faktor tersebut. untuk hasil identifikasi kekuatan yang dimiliki oleh pengelolaan laskap Alam Sutera adalah sebagai berikut:

a. Pihak pengelola telah membuat program kerja sebagai acuan untuk rencana kegiatan pemeliharaan lanskap.

Pengelola landscape Alam Sutera membuat program kerja sebagai acuan dalam rencana dan pelaksanaan kegiatan pemeliharaan lanskap pada saat di lapangan. Program kerja terbagi dua yaitu jangka panjang dan jangka pendek. Program kerja jangka panjang meliputi penyusunan standar operasional pelaksanaan (SOP), rencana anggaran biaya, rencana kegiatan pemeliharaan lanskap (rencana jadwal pemeliharaan dan ketersediaan alat dan bahan). Program jangka pendek terdiri dari evaluasi kerja para TKH dan evaluasi kerja pengawasan, penanganan komplain, dan pengecekan jaminan lanskap. Hal ini membuktikan bahwa dengan adanya program kerja sangat memudahkan dan membantu pada saat pelaksanaan pemeliharaan lanskap sehingga pelaksanaan pemeliharaan lanskap dapat berjalan dengan lancar. Program kerja dari LEM ini merupakan kekuatan pengelolaan lanskap Alam Sutera karena menurut hasil wawancara hanya LEM yang memiliki program kerja dibandingkan bagian lain yang berada dalam sub-divisi operasional.

b. Pihak pengelola telah memiliki standar pemeliharaan dalam kegiatan pemeliharaan lanskap.

Pengelola landscape Alam Sutera telah membuat standar pemeliharaan yang tercantum dalam SOP. Standar pemeliharaan ini sangat membantu dan memudahkan pada saat pelaksanaan sehingga para TKH bekerja sesuai dengan standar pemeliharaan yang telah dibuat. Adanya standar pemeliharaan ini kawasan Alam Sutera terutama lanskapnya seragam mulai dari pemeliharaan rumput, pemeliharaan semak, dan pemeliharaan pohon. Menurut hasil wawancara standar pemeliharaan ini merupakan kekuatan yang dimiliki oleh LEM dalam pengelolaan lanskap di Alam Sutera karena dengan adanya standar pemeliharaan sebagai acuan dalam pelaksanaan pemeliharaan lanskap dan lanskap kawasan Alam Sutera terlihat rapi, indah, dan bersih.

c. Pelaksanaan kegiatan pemeliharaan lanskap berjalan lancar dan sesuai dengan rencana jadwal kegiatan pemeliharaan lanskap

Hasil analisis dan hasil wawancara bahwa pelaksanaan kegiatan pemeliharaan lanskap sudah berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana jadwal kegiatan pemeliharaan lanskap yang telah ditentukan. Walaupun pada saat pelaksanaan kegiatan pemeliharaan terjadi beberapa hambatan seperti kebanjiran dan

kekurangan air. Namun tidak menjadi halangan yang berat bagi pihak pengelola lanskap dalam melaksanakan kegiatan pemeliharaan ini sehingga semua kegiatan pemeliharaan dapat tetap berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana kegiatan pemeliharaan.

d. Memiliki nursery dan pemasok tanaman tetap dalam kegiatan pemeliharaan lanskap

Hasil wawancara bahwa nursery ini merupakan kekuatan dari bagian LEM jika pengelolaan nursery dapat dilakukan dengan baik dan dapat memenuhi semua kebutuhan tanaman untuk kawasan Alam Sutera. Namun pihak LEM telah memiliki pemasok tanaman tetap sehingga sangat memudahkan pada saat pelaksanaan pemeliharaan lanskap dan dapat memenuhi kebutuhan tanaman di kawasan Alam Sutera. Adanya pemasok tanaman ini sangat membantu dan tidak perlu mencari pemasok tanaman lain. Pihak kepala divisi menginginkan hanya

nursery yang dapat memenuhi kebutuhan tanaman dan bahan dalam pelaksanaan pemeliharaan karena dengan adanya nursery dapat menjadi kekuatan lebih kuat bagi LEM dan mengurangi biaya yang dikeluarkan tanpa harus bekerjasama dengan pihak pemasok tanaman.

e. Mengutamakan pelayanan dan kepuasan penghuni Alam Sutera.

Kepuasan penghuni terhadap pelayanan pengelolaan lanskap ini dilakukan wawancara kepada para penghuni Alam Sutera sebanyak 150 orang. Wawancara ini terbagi menjadi beberapa aspek yaitu kondisi lanskap, kebersihan, pengelolaan lanskap, kinerja TKH pemeliharaan lanskap in house, pelayanan, dan kepuasan penghuni. Berdasarkan hasil wawancara tersebut menyatakan bahwa 15% responden menyatakan sangat puas terhadap pengelolaan maupun pelayanan LEM, 63% menyatakan cukup puas, dan 22% menyatakan kurang puas (Gambar 21). Hal ini membuktikan bahwa para penghuni merasa cukup puas dengan pelayanan yang diberikan oleh pihak pengelola landscape dan terlihat bahwa pengelola landscape lebih mengutamakan pelayanan terhadap para penghuni Alam Sutera.

Gambar 21 Kepuasan penghuni Alam Sutera

Sedangkan hasil identifikasi kelemahan yang dimiliki oleh pengelolaan lanskap Alam Sutera sebagai berikut:

a. Tenaga kerja bukan tenaga kerja ahli pada bidangnya yang mengerti tentang kegiatan pemeliharaan taman.

Tenaga kerja yang dimiliki oleh pengelola landscape dalam kegiatan pemeliharaan ini merupakan tenaga kerja harian, hanya penghuni sekitar kawasan di Alam Sutera dan tidak memiliki keahlian di bidang tersebut hanya

15% 63% 22%

Kepuasan penghuni Alam Sutera

Sangat puas Cukup puas Kurang puas

51

mengandalkan pengetahuan terbatas yang mereka miliki. Hal ini menyebabkan terjadinya hambatan dan kurangnya kapasitas kerja para TKH. Selain itu, menjadi kelemahan bagi pengelola landscape Alam Sutera.

b. Beberapa TKH yang masih kurang disiplin.

Hasil analisis dan wawancara melihatkan bahwa masih ada beberapa TKH yang masih kurang disiplin menyebabkan tidak efektif dan efisien dalam kegiatan pemeliharaan lanskap. Hal ini menjadikan kelemahan bagi pengelolaan lanskap di kawasan Alam Sutera terutama dibagian in house.

c. Kurangnya TKH kegiatan pemeliharaan lanskap.

Menurut hasil wawancara pengelola landscape Alam Sutera masih kurang TKH karena mereka hanya memiliki TKH 103 orang. Terbukti dari hasil analisis yang telah dilakukan seharusnya TKH yang dibutuhkan sebanyak 220 orang dan masih kurang TKH sebanyak 117 orang. Kurangnya TKH mengakibatkan tidak efisiennya pengelolaan lanskap dan memberatkan TKH karena TKH harus bekerja secara 100% di lapangan dan tidak adanya libur kerja bagi para TKH. Hal ini mengakibatkan kelemahan pengelolaan landscape Alam Sutera.

d. Peralatan, armada, dan bahan masih belum memadai dalam kegiatan pemeliharaan lanskap.

Peralatan, armada, dan bahan masih belum memadai sehingga sangat menghambat kelancaran pekerjaan pada saat pelaksanaan pemeliharaan lanskap. Hal ini berakibat tidak efektif dan efisien dalam pengelolaan lanskap di Alam Sutera. Tidak efektif dan efisien ini mengakibatkan tidak maksimalnya pekerjaan pemeliharaan lanskap dan tidak mencapai tujuannya. Selain itu, menjadikan kelemahan bagi pengelolaan lanskap di Alam Sutera.

e. Kurangnya pengawasaan di lapangan kepada para TKH pada saat pelaksanaan.

Kurangnya pengawasan di lapangan ini karena pengelolaan lanskap in house

tidak memiliki mandor dalam mengawasi semua pekerjaan TKH pada saat pelaksanaan pemeliharaan lanskap. Hal ini mengakibatkan masih adanya TKH yang kurang disiplin. Pengawasan ini hanya dilakukan oleh pengawas lapangan LEM yang bertugas di area in house tersebut. Padahal cukup banyak area yang mereka awasi sehingga pengawasan terhadap TKH kurang. Kurangnya pengawasan ini sangat berdampak bagi pengelolaan lanskap dan menjadi kelemahan pengelolaan lanskap Alam Sutera terutama bagian in house.

f. Rendahnya upah kerja para TKH

Upah tenaga kerja yang didapatkan oleh para TKH masih di bawah UMR karena menurut UMR para TKH mendapatkan upah sebesar Rp 89.000,00/hari. Namun para TKH hanya mendapatkan upah sebesar Rp 40.000,00 hingga Rp 55.000,00/hari. Hal ini berdampak bagi kinerja para TKH karena degan upah tersebut tidak memotivasi mereka untuk bekerja dengan maksimal. Selain itu, rendahnya upah kerja juga menjadi kelemahan bagi pengelolaan lanskap Alam Sutera.

Tingkat kepentingan dari faktor internal yang telah dijelaskan maka setiap faktor internal akan diberikan nilai berdasarkan tingkat kepentingannya.

Pemberian tingkat kepentingan dilakukan kepada setiap faktor dengan kisaran nilai berikut (Kinnear dan Taylor 1991):

4 = sangat penting 3 = penting 2 = cukup penting 1 = kurang penting Tabel 13 Tingkat kepentingan faktor internal

Hasil nilai tingkat kepentingan, akan dilakukan pembobotan dari setiap faktor internal (Tabel 13). Penentuan bobot setiap variabel menggunakan skala 1, 2, 3, dan 4 dengan penjelasan sebagai berikut (David 2008):

1. bobot 1, jika indikator faktor horizontal kurang penting dibandingkan indikator faktor vertikal;

2. bobot 2, jika indikator faktor horizontal sama penting dibandingkan indikator faktor vertikal;

3. bobot 3, jika indikator faktor horizontal lebih penting dibandingkan indikator faktor vertikal;

4. bobot 4, jika indikator faktor horozontal sangat lebih penting dibandingkan faktor vertikal.

Kekuatan (Strenghts) Simbol Tingkat

Kepentingan Rating

1. Pihak pengelola telah membuat program kerja sebagai acuan untuk rencana kegiatan

pemeliharaan lanskap

S1 Sangat

Penting 4 2. Pihak pengelola telah memiliki standar

pemeliharaan dalam kegiatan pemeliharaan lanskap

S2 Penting 3 3. Pelaksanaan kegiatan pemeliharaan lanskap

berjalan lancar dan sesuai dengan rencana kegiatan pemeliharaan lanskap

S3 Penting 3 4. Telah memiliki nursery dan pemasok tanaman

tetap dalam kegiatan pemeliharaan lanskap S4 Penting 3 5. Mengutamakan pelayanan dan kepuasan

penghuni Alam Sutera S6

Sangat

Penting 4

Kelemahan (Weaknesses)

1. Tenaga kerja bukan tenaga kerja ahli pada bidangnya yang mengerti tentang kegiatan pemeliharaan taman

W1 Penting 3 2. Masih ada beberapa TKH yang kurang disiplin W2 Penting 3 3. Masih kurangnya TKH kegiatan pemeliharaan

lanskap W3

Cukup

Penting 2 4. Peralatan, armada, dan bahan masih belum

memadai dalam kegiatan pemeliharaan lanskap W4 Penting 3 5. Kurangnya pengawasan di lapangan kepada para

TKH pada saat pelaksanaan kegiatan pemeliharaan lanskap

W5 Cukup

Penting 2 6. Rendahnya upah kerja para TKH W6 Penting 3

53

Tabel 14 Pembobotan faktor internal

Simbol S1 S2 S3 S4 S5 W1 W2 W3 W4 W5 W6 Total Bobot

S1 2 2 3 2 1 2 1 2 2 2 19 0,0867580 S2 2 2 3 2 1 1 2 2 2 2 19 0,0867580 S3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 21 0,9589041 S4 1 1 2 2 1 1 1 2 1 2 14 0,0639269 S5 2 2 1 2 1 1 1 1 1 1 13 0,0593507 W1 3 3 2 3 3 3 2 2 2 2 25 0,1141552 W2 2 3 2 3 3 1 1 1 2 3 21 0,0958904 W3 3 2 2 3 3 2 3 3 2 2 25 0,1141553 W4 2 2 2 2 3 2 3 1 1 1 19 0,0867580 W5 2 2 3 3 1 2 2 2 3 3 23 0,1050228 W6 2 2 2 2 3 2 1 2 3 1 20 0,0913242 Total 219 1