• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Ketenagakerjaan Pemeliharaan Lanskap

Tenaga kerja pelaksanaan kegiatan pemeliharaan lanskap in house di lapangan merupakan tenaga kerja harian yang ditangani langsung oleh pihak LEM. Jumlah tenaga kerja harian (TKH) yang ditangani oleh LEM yaitu 103 orang. Secara umum TKH ini dibagi berdasarkan area pemeliharaan atau jenis pekerjaan. Berdasarkan area pemeliharaan TKH berjumlah beberapa orang. Misalnya, di daerah cluster Sutera Elok pemeliharaan lanskap dilakukan oleh tiga orang dan ketiga orang terebut harus mampu mengerjakan segala bentuk kegiatan pemeliharaan taman. Sedangkan berdasarkan jenis pekerjaan TKH hanya menangani satu jenis pekerjaan pada luas area tertentu. Misalnya area jalan perumahan bagian selatan (Cluster Sutera Cemara, Cluster Sutera Delima, dan

Cluster Sutera Elok), para TKH melakukan kegiatan penyiraman yang dilakukan oleh dua orang. Pembagian jumlah TKH LEM secara keseluruhan berdasarkan area pemeliharaan atau jenis kegiatan pemeliharaan lanskap yang berlangsung dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5 Tenaga kerja harian kegiatan pemeliharaan lanskap

No Area Pemeliharaan Jumlah

(orang)

Jenis Kegiatan Pemeliharaan Jalan

Jumlah (orang)

1 Cluster Elok 1 Penyapuan jalan 41

2 Cluster Flamboyan 2 Pembersihan jalan dengan mobil

sweeper 2

3 Cluster Gardenia 3 Pembuangan sampah 2

4 Cluster Harmoni 2 Penyiraman 5

5 Minimart 1 Pemangkasan 11

6 Taman Entry SE, SF, SG,

SH (1) 3 Pemupukan 2

7 Cluster Jelita 4 Pengendalian HPT 3

8 Cluster Kirana 3

9 Cluster Intan 3

10 Taman Entry SI, SJ, SK (2) 1 11 Kantor Pengelola 3 12 Cluster Cemara 2 13 Cluster Delima 1 14 Ruko SNi I, SNi II, SNi

III (3) 3

15 Taman Entry SC, SD (4) 3

16 Mesjid 2

Total 37 66

Total Keseluruhan 103

(1) Taman Entry SE, SF, SG, SH : Sutera Elok, Sutera Flamboyan, Sutera Gardenia, Sutera Harmoni (2)

Taman Entry SI, SJ, SK : Sutera Intan, Sutera Jelita, Sutera Kirana (3)

Ruko SNi I, SNi II, SNi III : Sutera Niaga I, Sutera Niaga II, Sutera Niaga III (4)

Taman Entry SC, SD : Sutera Cemara, Sutera Delima

31

Kinerja dari TKH dapat dihitung dengan kapasitas kerja. Menurut Arifin dan Arifin (2005) kapasitas kerja adalah besarnya kemampuan tenaga kerja untuk melakukan suatu pekerjaan dalam waktu satu jam. Kapasitas kerja dipengaruhi oleh luas lahan, jenis pekerjaan, kelengkapan peralatan dan pengawasan. Kapasitas kerja TKH in house di permukiman Alam Sutera diperoleh berdasarkan pengamatan dengan cara survei dan wawancara yang dilakukan di lapang, akan dibandingkan dengan kapasitas kerja berdasarkan teori Arifin dan Arifin (2005). Kapasitas tenaga kerja pemeliharaan lanskap dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6 Kapasitas tenaga kerja pemeliharaan lanskap

No Jenis Pekerjaan Pemeliharaan

Kapasitas Kerja (m2/jam) Pengamatan

lapangan Pustaka*

1 Penyapuan rumput 300 400

2 Penyiraman tanaman dengan mobil

tangki air 650 700

3 Penyiangan gulma dengan

kape/kored 32 40

4 Pemupukan penutup tanah dan semak 150 200

5 Penyapuan Jalan 1200 800

6 Pemangkasaan rumput dengan mesin

gendong 300 250

7 Pengendalian HPT 550 500

8 Penyulaman semak 5 2

9 Penyulaman rumput 10 10

10 Pembersihan jalan dengan mobil

sweeper 2500 -

Sumber : Arifin dan Arifin (2005)

Berdasarkan tabel dapat dilihat bahwa ada beberapa kegiatan pemeliharaan yang belum sesuai dengan standar pustaka seperti penyapuan rumput, penyiraman tanaman dengan mobil tangki, penyiangan gulma dengan kape/kored, dan pemupukan penutup tanah dan semak. Hal ini disebabkan karena kurangnya armada dan peralatan yang digunakan oleh para TKH, untuk penyapuan rumput para TKH sudah berumur lebih dari 50 tahun, masih adanya beberapa TKH pada kegiatan penyapuan yang masih kurang disiplin, dan masih kurangnya pengetahuan para TKH dalam kegiatan pemupukan. Ada nilai kapasitas kerja yang sama dengan standar pustaka seperti penyulaman rumput. Namun, ada beberapa nilai kapasitas kerja yang lebih dari standar pustaka seperti penyapuan jalan, pemangkasan rumput dengan mesin gendong, pengendalian HPT, dan penyulaman semak. Hal ini karena TKH dalam kegiatan pemangkasan, pengendalian HPT dan penyulaman semak merupakan tenaga kerja harian yang telah memiliki pengalaman dan keterampilan dalam kegiatan pemangkasan dan pengendalian HPT, untuk penyapuan jalan memiliki lebih banyak TKH dan berumur masih di bawah 50 tahun. Sedangkan pembersihan jalan dengan mobil

sweeper belum ditemukan standar pustaka yang menentukan kegiatan tersebut. Hasil pengamatan di lapangan bahwa untuk ketenagakerjaan berdasarkan kriteria bahwa lebih banyaknya TKH yang telah berumur lebih dari 50 tahun

sehingga tidak efisien karena dengan umur lebih dari 50 tahun dapat mengurangi kapasitas kerja TKH dan tidak dapat bekerja secara maksimal. Namun telah efektif karena para TKH tetap melaksanakan pekerjaannya setiap hari dan kegiatan pemeliharaan berjalan dengan lancar. Kurang kondusifnya suasana kerja dan sosialisasi yang baik terhadap para TKH diperlukan peningkatan terhadap motivasi kerja dan tingkat keterampilan yang dimiliki. Kedisiplinan para TKH masih ada beberapa yang kurang disiplin sehingga tidak efektif dan efisien karena dapat menghambat kegiatan pemeliharaan, tidak mencapai tujuan yang maksimal, dan kapasitas kerja kegiataan pemeliharaan tidak maksimal atau tidak sesuai dengan standar. Selain itu, para TKH tidak memiliki keterampilan dan pengetahuan tentang kegiatan pemeliharaannya sehingga pekerjaanpun tidak mencapai standar kapasitas kerja sesuai dengan standar. Hal ini mengakibatkan tidak mencapai efisiensi kerja pemeliharaan atau tidak efisien. Walaupun para TKH tidak memiliki keterampilan dan pengetahuan tetapi para TKH tetap melakukan pekerjaan kegiatan pemeliharaan setiap harinya dengan lancar dan mencapai tujuan namun tidak maksimal.

Motivasi dalam bekerja belum dimiliki oleh TKH menyebabkan kapasitas kerja pun tidak maksimal sehingga tidak efisien dalam pekerjaan kegiatan pemeliharaan. Jika adanya motivasi dalam bekerja maka para TKH dapat memaksimalkan pekerjaan pemeliharaan lanskap dan kapasitas kerja. Adanya motivasi dapat memberikan semangat bagi para TKH untuk melakukan pekerjaan pemeliharaan lanskap. Pengawasan di lapangan telah efektif dan efisien karena pelaksanaan pengawasan dilakukan dua kali sehari sehingga pelaksanaan pengawasan telah berjalan dengan lancar dan sesuai serta mencapai tujuannya. Hal ini terlihat dari hasil kerja para pengawas setiap harinya yang melaporkan pekerjaannya kepada koordinator LEM dengan membuat checklist. Kelancaran komunikasi telah efektif dan efisien karena komunikasi antara pimpinan hingga bawahan atau para TKH pemeliharaan lanskap berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan komunikasi serta pekerjaan pemeliharaan pun dapat berjalan dengan lancar. Hasil analisis yang dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan bahwa ketenagakerjaan telah efektif namun belum efisien. Hal ini dikarenakan ketenagakerjaan melaksanakan kegiatan pemeliharaan lanskap dengan lancar dan mencapai tujuan, namun secara kuantitatif (terukur) belum mencapai karena kapasitas kerja para TKH masih banyak yang belum sesuai dengan standar kapasitas kerja.

Berdasarkan hasil kapasitas kerja dapat melihat kebutuhan hari orang kerja (HOK) kegiatan pemeliharaan lanskap dalam satu tahun (Tabel 6). HOK merupakan kemampuan orang melaksanakan pekerjaan dalam satu hari kerja yaitu selama tujuh jam dengan luasan tertentu. Akan tetapi jam kerja di Alam Sutera bagi TKH adalah 8,5 jam. Jam kerja TKH pemeliharaan lanskap di permukiman Alam Sutera dimulai pada pukul 07.30-16.00 WIB, dengan waktu istirahat pukul 12.00-13.00 WIB. Namun jam kerja TKH yang produktif yaitu 8 jam karena 0,5 jam merupakan waktu untuk menempuh area kerja dari kantor estate management

ke lokasi kerja maupun sebaliknya. Absensi TKH dilakukan oleh pengawas lapangan LEM yang memegang kawasan tersebut. absensi tenaga kerja harian dilakukan dua kali yaitu pada pukul 07.30 WIB dan pada pukul 16.00 WIB.

33

Tabel 7 Kebutuhan HOK kegiatan pemeliharaan lanskap dalam satu tahun

No Jenis pekerjaan Pemeliharaan Luas Area (m2) KK1 (m2/jam) Kebutuhan waktu (jam) HOK setahun HOK2 Frekuensi /tahun3 1 Penyapuan jalan 486 800,56 1200 405,67 50,71 365 18 508,56 2 Penyapuan rumput 35 233,60 300 117,45 14,68 365 5 358,44 3 Pembersihan jalan dengan mobil sweeper 486 800,56 2500 194,72 24,34 144 3 504,96 4 Penyiraman dengan mobil tangki 42 261,80 650 65,02 8,13 365 2 966,45 5 Pemangkasan rumput dengan mesin gendong 35 233,60 300 117,45 14,68 12 176,17

6 Penyiangan gulma dengan kape/kored 905,04 32 28,28 3,53 240 848,48 7 Pengendalian HPT 15 033,4 550 27,33 3,42 4 13,67 8 Pemupukan penutup tanah dan semak 1 003,6 150 6,69 0,84 4 3,34 9 Penyulaman rumput lempeng 70 10 7 0,87 - - 10 Penyulaman semak 36,6 5 7,32 0,91 - -

Keterangan : 1Kapasitas kerja pengamatan

2Hari orang kerja, dengan ketentuan 8 jam/orang/hari

3Perhitungan total 365 hari kerja selama satu tahun (7 hari/minggu)

Hasil HOK ini dapat digunakan untuk menghitungan kebutuhan tenaga kerja dengan jumlah jam kerja produktif 40 jam/minggu dan efektivitas kerja lapangan 70%. Efektivitas kerja diperoleh berdasarkan hasil pengamatan kondisi di lapangan.

Jam kerja perminggu =HOK 1 tahun × 8 jam∕orang/hari

56 jam/minggu

=31380,08∕orang × 8 jam∕orang/hari

56 jam/minggu = 4482,87jam/minggu KTK = jamkerja∕minggu jamkerjaproduktif∕minggu× efektifitaskerjaoptimum efektifitaskerjalapang = 4482,87 jam∕minggu 40 jam∕minggu × 100 70 = 220 orang

Hasil perhitungan menunjukan bahwa tenaga kerja yang diperlukan di permukiman Alam Sutera dalam kegiatan pemeliharaan lanskap untuk area in- house sebanyak 220 orang sedangkan tenaga kerja yang dimiliki hanya 103 orang sehingga membutuhkan tambahan tenaga kerja sebanyak 117 orang. Hal ini membuktikan efektivitas kerja TKH in house di permukiman Alam Sutera masih kurang efisien dalam pekerjaan kegiatan pemeliharaan lanskap. Karena terjadinya kekurangan tenaga kerja menyebabkan para TKH in house bekerja setiap hari tanpa ada hari libur, hal ini dapat dilihat dari hasil nilai HOK para pekerja setiap tahun. Padahal setiap orang memiliki batasan kapasitas kerja, seharusnya para TKH bekerja di lapangan 70% karena 70% merupakan standar efektivitas kerja para TKH di lapangan dan 30% jika para TKH terjadi hal yang tidak diduga seperti sakit. Jika pekerjaan dilakukan lebih dari 70% dapat menurunkan kedisiplinan, motivasi, dan kapasitas kerja sehingga tidak dapat efektif dan efisien. Hal ini dibutuhkan penambahan tenaga kerja bagi kegiatan pemeliharaan lanskap. Penambahan tenaga kerja ini dapat dibagi sesuai jenis pekerjaan yang masih kurang efisien maupun masih kurang tenaga kerja pada jenis pekerjaan kegiatan pemeliharaan tertentu. Pembagian tambahan tenaga kerja dapat diprioritaskan untuk jenis pekerjaan penyapuan rumput, penyiraman tanaman dengan mobil tangki, penyiangan gulma dengan kape/kored, dan pemupukan penutup tanah dan semak. Hal ini dapat lebih efektif dan kewajiban para tenaga kerja sesuai dengan standar kerja pada umumnya.

Kewajiban para TKH telah dilakukan maka para TKH memiliki hak untuk pekerjaan yang telah dilakukan. Hak dari para TKH yaitu mendapatkan upah kerja sesuai upah minimum regional (UMR), uang lembur, dan tunjangan kesehatan atau asuransi. Hak TKH dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 8 Hak tenaga kerja harian

Spesifikasi Ya Tidak

Upah kerja sesuai UMR √

Uang lembur √

Tunjangan kesehatan/ asuransi

Berdasarkan tabel di atas bahwa hak TKH mendapatkan upah kerja sesuai upah minimum regional (UMR) akan tetapi pada kenyataanya TKH tidak mendapatkan upah kerja sesuai dengan UMR. UMR provinsi Tangerang Selatan tahun 2015 adalah Rp 89.000,00/hari (Fauzi 2014). Para pekerja harian baik yang dikelola oleh LEM Alam Sutera mendapatkan upah kerja berkisar dari Rp 40.000,00/hari sampai dengan Rp 50.500,00/hari tergantung luas area pemeliharaan dan jenis pekerjaannya. TKH mendapatkan hak uang lembur dan tunjangan kesehatan atau asuransi TKH. Kewajiban TKH yaitu melakukan pekerjaan kegiatan pemeliharan lanskap di kawasan Alam Sutera. Tidak sesuainya pendapatan atau upah kerja yang diterima para TKH dapat menyebabkan kurangnya motivasi para TKH dalam bekerja karena para TKH merasa telah melakukan kewajibannya dengan baik namun tidak mendapatkan hak sesuai dengan upah UMR. Jika upah TKH sesuai dengan UMR maka dapat memberikan motivasi para TKH untuk bekerja dan memberikan tenaga mereka dengan maksimal sehingga pekerjaan dapat efisien dan mencapai kapasitas kerja yang

35

maksimal. Selain itu, kawasan Alam Sutera pun akan lebih terlihat bersih, dan indah karena para TKH memberikan pelayanan bagi pengelola Alam Sutera sebab mereka melaksanakan kerja dengan maksimal.