BAB IV RANCANGAN AKTUALISASI
A. Identifikasi Isu dan Gagasan Pemecahan Isu
Adapun isu-isu aktual yang dapat ditemukan di SMP Negeri 1 Seberuang adalah sebagai berikut:
1. Kurangnya kepedulian peserta didik terhadap kebersihan lingkungan.
Kebersihan lingkungan sekolah memiliki peran penting bagi peserta didik maupun dewan guru di sekolah tersebut. Dengan terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat dapat memberikan dampak positif bagi kegiatan belajar mengajar. Untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih tentu diperlukan kerja sama antara guru dengan murid di sekolah tersebut, ketika guru atau sekolah berupaya bersosialisasi dan menciptakan lingkungan yang bersih maka tugas selanjutnya yang di lakukan oleh peserta didik yakni menjaga kebersihan lingkungan dengan cara senantiasa membuang sampah pada tempatnya.
Namun berdasarkan hasil pengamatan masih ditemukan kurangnya kepedulian peserta didik dalam menjaga kebersihan lingkungan.
2. Masih adanya peserta didik yang kurang disiplin di sekolah.
Masalah kedisplinan peserta didik menjadi sangat berarti bagi kemajuan sekolah. Di sekolah yang tertib akan selalu menciptakan proses pembelajaran yang baik. Mematuhi semua peraturan di sekolah merupakan suatu kewajiban bagi setiap peserta didik. Namun dilihat dari hasil pengamatan, masih terlihat adanya peserta didik yang sering terlambat datang ke sekolah dan tidak menaati peraturan tata tertib sekolah. Hal ini menunjukkan masih adanya peserta didik yang kurang disiplin di sekolah.
3. Rendahnya minat belajar peserta didik pada pembelajaran IPA di masa Pandemi Covid-19.
Dalam sistem pembelajaran yang sebelumnya menggunakan sistem tatap muka kini harus berubah semenjak terjadinya Pandemi Covid-19.
Kondisi seperti ini tentu menarik perhatian banyak pihak, terutama bagi guru dalam menjalankan proses kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik di sekolah. Peserta didik diharapkan dapat lebih banyak melakukan pembelajaran secara mandiri di rumah. Namun nyatanya hal tersebut bisa dibilang masih jauh dari yang diharapkan, dikarenakan rendahnya minat belajar peserta didik saat ini di masa Pandemi Covid-19.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, minat belajar peserta didik SMP Negeri 1 Seberuang tahun ajaran 2020/2021 di masa Pandemi Covid-19 tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat dari prestasi belajar yang dicapai masih belum optimal dan tidak jarang tugas belajar yang diberikan oleh guru diabaikan/tidak dikerjakan oleh peserta didik dengan berbagai alasan dan kesibukan masing-masing. Pada sistem pembelajaran jarak jauh, peserta didik menjadi kurang aktif dalam menyampaikan aspirasi dan pemikirannya, sehingga dapat mengakibatkan pembelajaran yang menjenuhkan. Seorang peserta didik yang mengalami kejenuhan dalam belajar akan memperoleh ketidakmajuan dalam hasil belajar. Oleh kerena itu diperlukan pendorong untuk menggerakkan peserta didik agar semangat belajar sehingga dapat memiliki prestasi belajar.
Faktor yang turut mendukung seorang peserta didik dapat berprestasi dalam belajar diantaranya minat belajar peserta didik.
Seseorang akan memetik hasil dari belajarnya manakala ia berminat pada sesuatu yang ia pelajari. Minat termasuk faktor psikologis yang berperan sebagai pendorong dalam mencapai tujuan. Kegiatan yang diminati peserta didik diperhatikan terus-menerus yang disertai rasa senang dan diperoleh rasa kepuasan. Minat memberikan sumbangan yang besar dalam mendukung seseorang memperoleh prestasi belajar yang tinggi. Sebaliknya, kurangnya minat menyebabkan kurangnya
perhatian, partisipasi dan usaha dalam proses pembelajaran. Akibat dari kurangnya minat belajar tentunya akan berdampak pada prestasi belajar peserta didik.
Tabel berikut ini menggambarkan rendahnya minat belajar peserta didik yang ditunjukkan melalui data pengumpulan tugas peserta didik pada semester genap tahun ajaran 2020/2021, yaitu:
Tabel 4.1 Data Pengumpulan Tugas Peserta Didik
NO. NAMA 13 Magdalena Deskarni
Januaristi - - - - - - - √ 1
Dalam upaya menyikapi isu-isu aktual serta tantangan perubahan dan perkembangan yang terjadi berdasarkan tugas, pokok dan fungsi guru mata pelajaran, maka perlu ditentukan isu prioritas yang akan ditangani.
Skala penilaian ini berpedoman pada 3 (tiga) kriteria isu, yaitu: isu yang bersifat Aktual, Problematik, Khalayak dan Layak atau biasa disingkat APKL. Adapun penentuan isu aktualnya adalah sebagai berikut:
Tabel 4.2 Isu Aktual di SMP Negeri 1 Seberuang Analisis APKL
No Isu Aktual Kriteria
Total Peringkat A P K L
1
Kurangnya kepedulian peserta didik terhadap kebersihan lingkungan
3 4 4 4 15 III
2 Masih adanya peserta didik
yang kurang disiplin di sekolah 4 4 5 4 17 II
3
Rendahnya minat belajar peserta didik pada
pembelajaran IPA di masa pandemi Covid-19
5 5 5 4 19 I
Keterangan : I : Sangat Tinggi II : Tinggi
III : Sedang IV : Rendah
V : Sangat Rendah
Berdasarkan hasil analisis isu APKL dengan peringkat paling tinggi yaitu: “Rendahnya minat belajar peserta didik pada pembelajaran IPA di masa Pandemi Covid-19”.
Pembelajaran yang dimaksud dalam Isu Aktual di atas adalah pada mata pelajaran IPA, disebabkan oleh beberapa factor, yaitu sebagai berikut:
1. Kurangnya dorongan/motivasi belajar.
Motivasi atau dorongan dari dalam diri peserta didik untuk belajar merupakan hal yang seharusnya dimiliki peserta didik untuk dapat bersemangat mengikuti pembelajaran. Sehingga dengan sendirinya peserta didik akan lebih melibatkan diri dalam proses pembelajaran tanpa harus diminta guru. Kurangnya motivasi peserta didik terlihat dari cara peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan, peserta didik tidak peduli jika jawaban yang dituliskan salah. Peserta didik hanya sebatas mengerjakan tugas tanpa membaca uraian materi yang sesuai dengan tugas yang diberikan.
2. Metode pembelajaran yang kurang menarik.
Penggunaan metode pembelajaran yang variatif dan inovatif tentu akan menyenangkan bagi peserta didik saat melaksanakan pembelajaran. Namun di SMP Negeri 1 Seberuang metode pembelajaran yang digunakan masih terbilang monoton atau masih terfokus pada metode ceramah sehingga seringkali menimbulkan rasa jenuh bagi peserta didik.
3. Terbatasnya media pembelajaran.
Media pembelajaran sangat membantu guru dalam menyampaikan materi yang hendak disampaikan kepada peserta didik. Namun di SMP Negeri 1 Seberuang belum lengkapnya media pembelajaran untuk mendukung pembelajaran IPA sehingga peserta didik sulit memahami jika dijelaskan menggunakan papan tulis.
Untuk menentukan masalah pokok prioritas tersebut digunakan metode USG (Urgency, Seriuousness, Growth), dengan skala penilaian 1 sampai 5. Adapun penentuan masalah pokok prioritas adalah sebagai berikut:
Tabel 4.3 Analisis faktor penyebab isu utama dengan metode USG Analisis USG
No. Faktor Penyebab Kriteria
Total Peringkat U S G
1 Kurangnya dorongan/motivasi
belajar 4 3 3 10 III
2 Metode pembelajaran yang
kurang menarik 5 5 4 14 I
3 Terbatasnya media
pembelajaran 4 4 4 12 II
Keterangan : I : Sangat Tinggi II : Tinggi
III : Sedang IV : Rendah
V : Sangat Rendah
Dari analisis menggunakan metode USG maka dapat diperoleh penyebab utama dari isu aktual, yakni: “Metode pembelajaran yang kurang menarik”.
Berdasarkan hasil dari 2 (dua) sistem analisa tersebut, maka gagasan penyelesaian isu yang diajukan berjudul “Peningkatan Minat Belajar Peserta Didik Di Masa Pandemi Covid-19 Melalui Metode Pembelajaran Focus Group Discussion (FGD) pada Pembelajaran IPA di Kelas IX SMPN 1 Seberuang“.
Focus Group Discussion (FGD) adalah diskusi kelompok mengenai suatu isu, biasanya dalam satu kelompok terdiri dari 5-8 orang. FGD diartikan juga sebagai suatu metode pengumpulan data yang lazim digunakan pada penelitian kualitatif sosial. Dilaksanakannya FGD bertujuan untuk melihat minat serta kemampuan belajar peserta didik yang nantinya akan dinilai oleh guru. Secara umum, Focus Group Discussion (FGD) merupakan suatu diskusi yang dilakukan secara kelompok dan sistematis mengenai suatu permasalahan tertentu yang sangat spesifik.