BAB III NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN ASN DALAM
B. Peran Dan Kedudukan PNS
3. Pelayanan Publik
Menurut UU No. 25 tahun 2009 Pasal 1 ayat (1) disebutkan bahwa “Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik”. Terdapat 3 (tiga) unsur dalam pelayanan publik yaitu organisasi penyelenggara pelayanan publik, penerima layanan (pelanggan), kepuasan yang diberikan atau diterima oleh penerima layanan (LAN RI, 2017).
BAB IV
RANCANGAN AKTUALISASI
A. IDENTIFIKASI ISU DAN GAGASAN PEMECAHAN ISU
Adapun isu-isu aktual yang dapat ditemukan di SMP Negeri 1 Seberuang adalah sebagai berikut:
1. Kurangnya kepedulian peserta didik terhadap kebersihan lingkungan.
Kebersihan lingkungan sekolah memiliki peran penting bagi peserta didik maupun dewan guru di sekolah tersebut. Dengan terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat dapat memberikan dampak positif bagi kegiatan belajar mengajar. Untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih tentu diperlukan kerja sama antara guru dengan murid di sekolah tersebut, ketika guru atau sekolah berupaya bersosialisasi dan menciptakan lingkungan yang bersih maka tugas selanjutnya yang di lakukan oleh peserta didik yakni menjaga kebersihan lingkungan dengan cara senantiasa membuang sampah pada tempatnya.
Namun berdasarkan hasil pengamatan masih ditemukan kurangnya kepedulian peserta didik dalam menjaga kebersihan lingkungan.
2. Masih adanya peserta didik yang kurang disiplin di sekolah.
Masalah kedisplinan peserta didik menjadi sangat berarti bagi kemajuan sekolah. Di sekolah yang tertib akan selalu menciptakan proses pembelajaran yang baik. Mematuhi semua peraturan di sekolah merupakan suatu kewajiban bagi setiap peserta didik. Namun dilihat dari hasil pengamatan, masih terlihat adanya peserta didik yang sering terlambat datang ke sekolah dan tidak menaati peraturan tata tertib sekolah. Hal ini menunjukkan masih adanya peserta didik yang kurang disiplin di sekolah.
3. Rendahnya minat belajar peserta didik pada pembelajaran IPA di masa Pandemi Covid-19.
Dalam sistem pembelajaran yang sebelumnya menggunakan sistem tatap muka kini harus berubah semenjak terjadinya Pandemi Covid-19.
Kondisi seperti ini tentu menarik perhatian banyak pihak, terutama bagi guru dalam menjalankan proses kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik di sekolah. Peserta didik diharapkan dapat lebih banyak melakukan pembelajaran secara mandiri di rumah. Namun nyatanya hal tersebut bisa dibilang masih jauh dari yang diharapkan, dikarenakan rendahnya minat belajar peserta didik saat ini di masa Pandemi Covid-19.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, minat belajar peserta didik SMP Negeri 1 Seberuang tahun ajaran 2020/2021 di masa Pandemi Covid-19 tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat dari prestasi belajar yang dicapai masih belum optimal dan tidak jarang tugas belajar yang diberikan oleh guru diabaikan/tidak dikerjakan oleh peserta didik dengan berbagai alasan dan kesibukan masing-masing. Pada sistem pembelajaran jarak jauh, peserta didik menjadi kurang aktif dalam menyampaikan aspirasi dan pemikirannya, sehingga dapat mengakibatkan pembelajaran yang menjenuhkan. Seorang peserta didik yang mengalami kejenuhan dalam belajar akan memperoleh ketidakmajuan dalam hasil belajar. Oleh kerena itu diperlukan pendorong untuk menggerakkan peserta didik agar semangat belajar sehingga dapat memiliki prestasi belajar.
Faktor yang turut mendukung seorang peserta didik dapat berprestasi dalam belajar diantaranya minat belajar peserta didik.
Seseorang akan memetik hasil dari belajarnya manakala ia berminat pada sesuatu yang ia pelajari. Minat termasuk faktor psikologis yang berperan sebagai pendorong dalam mencapai tujuan. Kegiatan yang diminati peserta didik diperhatikan terus-menerus yang disertai rasa senang dan diperoleh rasa kepuasan. Minat memberikan sumbangan yang besar dalam mendukung seseorang memperoleh prestasi belajar yang tinggi. Sebaliknya, kurangnya minat menyebabkan kurangnya
perhatian, partisipasi dan usaha dalam proses pembelajaran. Akibat dari kurangnya minat belajar tentunya akan berdampak pada prestasi belajar peserta didik.
Tabel berikut ini menggambarkan rendahnya minat belajar peserta didik yang ditunjukkan melalui data pengumpulan tugas peserta didik pada semester genap tahun ajaran 2020/2021, yaitu:
Tabel 4.1 Data Pengumpulan Tugas Peserta Didik
NO. NAMA 13 Magdalena Deskarni
Januaristi - - - - - - - √ 1
Dalam upaya menyikapi isu-isu aktual serta tantangan perubahan dan perkembangan yang terjadi berdasarkan tugas, pokok dan fungsi guru mata pelajaran, maka perlu ditentukan isu prioritas yang akan ditangani.
Skala penilaian ini berpedoman pada 3 (tiga) kriteria isu, yaitu: isu yang bersifat Aktual, Problematik, Khalayak dan Layak atau biasa disingkat APKL. Adapun penentuan isu aktualnya adalah sebagai berikut:
Tabel 4.2 Isu Aktual di SMP Negeri 1 Seberuang Analisis APKL
No Isu Aktual Kriteria
Total Peringkat A P K L
1
Kurangnya kepedulian peserta didik terhadap kebersihan lingkungan
3 4 4 4 15 III
2 Masih adanya peserta didik
yang kurang disiplin di sekolah 4 4 5 4 17 II
3
Rendahnya minat belajar peserta didik pada
pembelajaran IPA di masa pandemi Covid-19
5 5 5 4 19 I
Keterangan : I : Sangat Tinggi II : Tinggi
III : Sedang IV : Rendah
V : Sangat Rendah
Berdasarkan hasil analisis isu APKL dengan peringkat paling tinggi yaitu: “Rendahnya minat belajar peserta didik pada pembelajaran IPA di masa Pandemi Covid-19”.
Pembelajaran yang dimaksud dalam Isu Aktual di atas adalah pada mata pelajaran IPA, disebabkan oleh beberapa factor, yaitu sebagai berikut:
1. Kurangnya dorongan/motivasi belajar.
Motivasi atau dorongan dari dalam diri peserta didik untuk belajar merupakan hal yang seharusnya dimiliki peserta didik untuk dapat bersemangat mengikuti pembelajaran. Sehingga dengan sendirinya peserta didik akan lebih melibatkan diri dalam proses pembelajaran tanpa harus diminta guru. Kurangnya motivasi peserta didik terlihat dari cara peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan, peserta didik tidak peduli jika jawaban yang dituliskan salah. Peserta didik hanya sebatas mengerjakan tugas tanpa membaca uraian materi yang sesuai dengan tugas yang diberikan.
2. Metode pembelajaran yang kurang menarik.
Penggunaan metode pembelajaran yang variatif dan inovatif tentu akan menyenangkan bagi peserta didik saat melaksanakan pembelajaran. Namun di SMP Negeri 1 Seberuang metode pembelajaran yang digunakan masih terbilang monoton atau masih terfokus pada metode ceramah sehingga seringkali menimbulkan rasa jenuh bagi peserta didik.
3. Terbatasnya media pembelajaran.
Media pembelajaran sangat membantu guru dalam menyampaikan materi yang hendak disampaikan kepada peserta didik. Namun di SMP Negeri 1 Seberuang belum lengkapnya media pembelajaran untuk mendukung pembelajaran IPA sehingga peserta didik sulit memahami jika dijelaskan menggunakan papan tulis.
Untuk menentukan masalah pokok prioritas tersebut digunakan metode USG (Urgency, Seriuousness, Growth), dengan skala penilaian 1 sampai 5. Adapun penentuan masalah pokok prioritas adalah sebagai berikut:
Tabel 4.3 Analisis faktor penyebab isu utama dengan metode USG Analisis USG
No. Faktor Penyebab Kriteria
Total Peringkat U S G
1 Kurangnya dorongan/motivasi
belajar 4 3 3 10 III
2 Metode pembelajaran yang
kurang menarik 5 5 4 14 I
3 Terbatasnya media
pembelajaran 4 4 4 12 II
Keterangan : I : Sangat Tinggi II : Tinggi
III : Sedang IV : Rendah
V : Sangat Rendah
Dari analisis menggunakan metode USG maka dapat diperoleh penyebab utama dari isu aktual, yakni: “Metode pembelajaran yang kurang menarik”.
Berdasarkan hasil dari 2 (dua) sistem analisa tersebut, maka gagasan penyelesaian isu yang diajukan berjudul “Peningkatan Minat Belajar Peserta Didik Di Masa Pandemi Covid-19 Melalui Metode Pembelajaran Focus Group Discussion (FGD) pada Pembelajaran IPA di Kelas IX SMPN 1 Seberuang“.
Focus Group Discussion (FGD) adalah diskusi kelompok mengenai suatu isu, biasanya dalam satu kelompok terdiri dari 5-8 orang. FGD diartikan juga sebagai suatu metode pengumpulan data yang lazim digunakan pada penelitian kualitatif sosial. Dilaksanakannya FGD bertujuan untuk melihat minat serta kemampuan belajar peserta didik yang nantinya akan dinilai oleh guru. Secara umum, Focus Group Discussion (FGD) merupakan suatu diskusi yang dilakukan secara kelompok dan sistematis mengenai suatu permasalahan tertentu yang sangat spesifik.
B. KETERKAITAN SUBSTANSI MATA PELATIHAN
Tabel 4.4 Rancangan Aktualisasi
UNIT KERJA SMP NEGERI 1 SEBERUANG
IDENTIFIKASI ISU UTAMA
1. Kurangnya kepedulian peserta didik terhadap kebersihan lingkungan 2. Masih adanya peserta didik yang kurang disiplin di sekolah
3. Rendahnya minat belajar peserta didik pada pembelajaran IPA di masa Pandemi Covid-19 ISU YANG DIANGKAT Rendahnya minat belajar peserta didik pada pembelajaran IPA di masa Pandemi Covid-19
GAGASAN PEMECAHAN ISU Peningkatan Minat Belajar Peserta Didik Di Masa Pandemi Covid-19 Melalui Metode Pembelajaran Focus Group Discussion (FGD) pada Pembelajaran IPA di Kelas IX SMPN 1 Seberuang
No. Kegiatan dan
Output/Hasil Kegiatan Tahapan kegiatan Proses Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan dengan Nilai-Nilai Dasar PNS
Kontribusi terhadap Visi-Misi (RPP) Mata Pelajaran IPA.
Output / Hasil Kegiatan : Tersusunnya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Mata Pelajaran IPA.
1. Berkonsultasi dengan Kepala Sekolah untuk menetapkan materi pembelajaran.
2. Menelaah Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Sekolah untuk menetapkan materi pembelajaran yang akan digunakan (Akuntabilitas : Jujur) (Pelayanan Publik : asas kejelasan)
2. Saya akan menelaah Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD) dan silabus untuk mendukung tercapainya tujuan pembelajaran (Akuntabilitas : Kejelasan Target) (Manajemen ASN : asas keterpaduan).
3. Saya akan membuat RPP sesuai dengan pedoman yang berlaku (Komitmen Mutu : Berorientasi Mutu)
4. Saya akan mencetak RPP sebagai persiapan sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas (Anti Korupsi :
Kontribusi terhadap visi-Misi Organisasi:
Dengan tersusunnya RPP akan mendukung pencapaian visi dan misi di SMP Negeri 1 Seberuang, yaitu:
Visi:
“Berprestasi dan mampu berkompetensi berdasarkan iman dan kepribadian”.
Misi:
Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga setiap siswa berkembang secara optimal.
Penguatan Nilai-nilai Organisasi:
5. Mengkomunikasikan RPP kepada kepala sekolah.
6. Meminta tandatangan kepala sekolah.
5. Saya akan mengkomunikasikan RPP kepada kepala sekolah perihal tata cara penerapannya (Nasionalisme : Menghormati keputusan) (WoG : asas koordinasi dan komunikasi).
6. Setelah diperiksa dan disetujui, saya meminta kepala sekolah untuk menandatangani RPP tersebut. (Etika Publik : Hormat)
Output / Hasil Kegiatan : Tersedianya video pembelajaran
1. Memilih materi sebagai bahan membuat video untuk memastikan video sudah layak untuk
dijadikan bahan
pembelajaran
1. Saya akan mencermati materi yang akan dipilih sebagai bahan pembuatan video (Etika Publik : Cermat) (Pelayanan Publik : asas kejelasan)
2. Saya akan menyiapkan laptop dan hp untuk merekam/mengedit video
(Akuntabilitas : Tanggung jawab)
Saya akan menggunakan laptop dan hp milik pribadi dalam proses pembuatan video
(Anti Korupsi : Mandiri) (Pelayan Publik : mudah dan murah)
3. Saya akan berusaha semaksimal mungkin dalam proses pembuatan video untuk mendapatkan hasil terbaik (Nasionalisme : Kerja Keras). Saya akan berkreatifitas menggunakan ide inovatif dalam mengedit video (Komitmen Mutu : Inovasi).
4. Saya akan memastikan kualitas video yang telah dibuat sebelum disampaikan kepada Mentor dan Kepala Sekolah (Anti Korupsi : Mandiri) (Manajemen ASN : Asas keterpaduan)
Kontribusi terhadap visi-Misi Organisasi:
Dengan tersedianya video pembelajaran turut mendukung pencapaian visi dan misi di SMP Negeri 1 Seberuang, yaitu:
Visi:
“Berprestasi dan mampu berkompetensi berdasarkan iman dan kepribadian”.
Misi:
Meningkatkan semangat keunggulan secara intensif dalam tatanan demokrasi, integritas, kredibilitas dan akuntabiltas kepada seluruh warga sekolah.
Penguatan Nilai-nilai Organisasi:
Dengan tersedianya video pembelajaran turut menguatkan nilai-nilai organisasi sekolah, yaitu:
Berprestasi, Semangat, Aktif, Bertanggungjawab, Mandiri dan Disiplin.
dan Kepala Sekolah sebelum digunakan dalam pembelajaran (Nasionalisme : Hormat Menghormati) (WoG : Asas Koordinasi dan Komunikasi)
3.
Kegiatan :
Menyusun Instrumen Penilaian
Output / Hasil Kegiatan : Tersusunnya Instrumen Penilaian.
1. Menelaah indikator yang ada di RPP
2. Menyusun kisi-kisi soal
3. Menentukan spesifikasi Instrumen
4. Menyusun Lembar Observasi dan Lembar Penilaian
1. Saya akan menelaah indikator yang ada di RPP sebelum menyusun kisi-kisi soal (Nasionalisme : Kerja Keras) (Pelayanan Publik : asas kejelasan)
2. Saya akan menyusun kisi-kisi soal sesuai dengan indikator yang telah ditentukan di RPP (Akuntabilitas : Kejelasan Target) (Manajemen ASN : asas keterpaduan) 3. Saya akan mencermati spesifikasi Instrumen
yang akan digunakan (Etika Publik : Cermat) Saya akan memilih Instrumen yang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai (Komitmen Mutu : Berorientasi Mutu)
4. Saya akan menyusun Lembar Observasi dan Lembar Penilaian secara pribadi dengan kemampuan yang ada. (Anti Korupsi : Sederhana) (WoG : asas terintegrasi)
Kontribusi terhadap visi-Misi Organisasi:
Dengan tersedianya Instrumen penilaian akan mendukung pencapaian visi dan misi di SMP Negeri 1 Seberuang, yaitu:
Visi:
“Berprestasi dan mampu berkompetensi berdasarkan iman dan kepribadian”.
Misi:
Meningkatkan semangat keunggulan secara intensif dalam tatanan demokrasi, integritas, kredibilitas dan akuntabiltas kepada seluruh warga sekolah.
Penguatan Nilai-nilai Organisasi:
Dengan tersedianya Instrumen penilaian akan memperkuat nilai-nilai organisasi, yaitu:
bertanggungjawab dan mandiri.
4. Kegiatan :
Melaksanakan Kegiatan Pembelajaran dengan metode Focus Group Discussion (FGD)
Output / Hasil Kegiatan : Terlaksananya kegiatan pembelajaran dengan
1. Mengucapkan salam kepada peserta didik.
2. Berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
1. Saya akan mengucapkan salam saat menjumpai peserta didik ketika berada di tempat pembelajaran. (Nasionalisme : Hormat-Menghormati) (WoG : Asas Koordinasi dan Komunikasi)
2. Saya akan mengajak peserta didik untuk berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran. (Nasionalisme : Religius)
Kontribusi terhadap visi-Misi Organisasi:
Dengan terlaksananya kegiatan pembelajaran dengan metode Focus Group Discussion (FGD) akan mendukung pencapaian visi dan misi di SMP Negeri 1 Seberuang, yaitu:
3. Mengecek kehadiran Peserta Didik di tempat pembelajaran.
4. Membentuk kelompok belajar peserta didik.
5. Membimbing dan memberikan petunjuk kepada setiap kelompok belajar peserta didik
6. Mengamati dan melakukan penilaian terhadap peserta didik
7. Memberi waktu dan kesempatan kepada peserta didik untuk berdiskusi dalam manjawab pertanyaan yang terdapat pada video pembelajaran.
8. Meminta peserta didik untuk mengumpulkan lembar jawaban.
3. Saya akan mengabsensi peserta didik sebelum memulai kegiatan pembelajaran untuk mengetahui kehadiran peserta didik.
(Etika Publik : Cermat) (Pelayanan Publik : asas kejelasan)
4. Sebelum menonton video pembelajaran, saya akan membentuk kelompok belajar peserta didik. (Akuntabilitas : Adil) (Manajemen ASN : asas keterpaduan)
5. Saya akan membimbing dan memberikan petunjuk kepada setiap kelompok belajar peserta didik sebelum menonton video pembelajaran. (Komitmen Mutu : Efektifitas) (WoG : Asas Koordinasi dan Komunikasi) 6. Saya akan melakukan pengamatan dan
penilaian terhadap peserta didik saat menonton video pembelajaran.
(Etika Publik : Cermat) (Pelayanan Publik : asas kejelasan)
7. Saya akan memberi waktu dan kesempatan kepada peserta didik agar berdiskusi untuk menjawab pertanyaan yang terdapat pada video yang ditonton. (Nasionalisme : Kekeluargaan) (WoG : Asas Koordinasi dan Komunikasi)
8. Saya akan meminta peserta didik untuk mengumpulkan lembar jawaban yang telah didiskusikan oleh masing-masing kelompok setelah menonton video. (Anti Korupsi : Tanggung jawab) (Pelayanan Publik : asas kejelasan)
berkompetensi berdasarkan iman dan kepribadian”.
Misi:
Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga setiap siswa berkembang secara optimal.
Penguatan Nilai-nilai Organisasi:
Dengan terlaksananya kegiatan pembelajaran dengan metode Focus Group Discussion (FGD) akan memperkuat nilai-nilai organisasi, yaitu:
Religus, Berprestasi, Semangat, Aktif, Bertanggungjawab, Kerjasama, Disiplin.
pembelajaran. (Nasionalisme : Religius)
5. Kegiatan :
Melaksanakan evaluasi
pembelajaran dan
menyampaikan hasil evaluasi kepada Mentor dan Kepala Sekolah.
Output / Hasil Kegiatan : Terlaksananya kegiatan evaluasi pembelajaran.
1. Melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan peserta didik.
2. Melakukan analisis terhadap nilai dari masing-masing peserta didik.
3. Melakukan rekapitulasi nilai peserta didik.
4. Menyampaikan hasil evaluasi pembelajaran kepada Mentor dan Kepala Sekolah.
1. Saya akan melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan peserta didik secara cermat dan teliti. (Akuntabilitas : Tanggung jawab) (Pelayanan Publik : asas kejelasan)
2. Saya akan melakukan analisis terhadap nilai dari masing-masing peserta didik dengan sebenar-benarnya. (Nasionalisme : Jujur) Saya akan menganalisis nilai dari masing-masing peserta didik secara teliti.
(Etika Publik : Cermat) (Manajemen ASN : asas keterpaduan)
3. Saya akan melakukan rekapitulasi nilai untuk mengetahui capaian hasil belajar peserta didik. (Komitmen Mutu : Berorientasi Mutu) Saya akan melakukan rekapitulasi nilai peserta didik sebagai bentuk pertanggungjawaban. (Anti Korupsi : Tanggungjawab)
4. Saya akan menyampaikan hasil dari evaluasi pembelajaran dalam bentuk rekap nilai kepada Mentor dan Kepala Sekolah sebagai bentuk pertanggungjawaban. (Akuntabilitas : Transparan) (WoG : Asas Koordinasi dan Komunikasi)
Kontribusi terhadap visi-Misi Organisasi:
Dengan terlaksananya kegiatan Evaluasi Pembelajaran
akan mendukung pencapaian visi dan misi di SMP Negeri 1 Seberuang, yaitu:
Visi:
“Berprestasi dan mampu berkompetensi berdasarkan iman dan kepribadian”.
Misi:
Meningkatkan semangat keunggulan secara intensif dalam tatanan demokrasi, integritas, kredibilitas dan akuntabiltas kepada seluruh warga sekolah.
Penguatan Nilai-nilai Organisasi:
Dengan terlaksananya kegiatan Evaluasi Pembelajaran akan memperkuat nilai-nilai organisasi, yaitu:
Berprestasi, Semangat, Aktif, Bertanggungjawab, Mandiri,
Hilarius Sartono, S. Pd
Peserta Latsar,
Fanasha Harkampri, S.Pd
C. RANCANGAN JADWAL PELAKSANAAN
Dalam melaksanakan implementasi aktualisasi akan dijadwalkan pada waktu tertentu dan mempunyai output yang jelas agar dapat memudahkan Calon Pegawai Negeri Sipil membuat laporan hasil aktualisasi. Berikut jadwal rencana implementasi aktualisasi di SMP Negeri 1 Seberuang, yaitu:
Tabel 4.5 Jadwal Rencana Implementasi Aktualisasi Nama Peserta : Fanasha Harkampri, S. Pd
Unit Kerja / Instansi : SMP Negeri 1 Seberuang Tempat Aktualisasi : SMP Negeri 1 Seberuang
No. Tanggal Kegiatan Output
2021 Membuat video pembelajaran Tersedianya video pembelajaran Lembar Observasi dan Lembar Penilaian kepada Mentor dan Kepala Sekolah
Lembar hasil penilaian observasi, lembar jawaban dan rekapitulasi nilai peserta didik serta dokumentasi kegiatan.
Menyetujui :
Putussibau, 30 Juli 2021
Mentor,
Helarius Sartono, S. Pd NIP. 19650405 199303 1 012
Peserta Latsar,
Fanasha Harkampri, S.Pd NIP. 19871112 202012 1 005
BAB V
PELAKSANAAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS A. Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS
Pelaksanaan kegiatan Aktualisasi ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Seberuang Kecamatan Seberuang Kabupaten Kapuas Hulu, mulai tanggal 5 Agustus 2021 sampai dengan 7 September 2021. Berikut ini adalah deskripsi pelaksanaan kegiatan tersebut:
Tabel 5.1
Pelaksanaan Kegiatan Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada Mata Pelajaran IPA
Pada kegiatan 1 terjadi penambahan rentang waktu pelaksanaan. Rencana awal dilaksanakan mulai tanggal 5 Agustus sampai dengan 8 Agustus 2021, namun dikarenakan tanggal 7 Agustus 2021 Kepala Sekolah ada kegiatan Bimtek di Semitau dan tanggal 8 Agustus 2021 bertepatan dengan hari minggu, maka beberapa tahapan kegiatan dilaksanakan pada hari senin tanggal 9 Agustus 2021.
No. Kegiatan : 1
Nama Kegiatan : Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Mata
Pelajaran IPA Tanggal Pelaksanaan
Kegiatan
: 5 – 9 Agustus 2021
Daftar Lampiran : 1. Dokumentasi kegiatan pada lampiran 1 2. Dokumen RPP
3. Dokumen Silabus Uraian Pelaksanaan Tahap Kegiatan :
1. Deskripsi Proses Terhadap Nilai-Nilai Dasar Pelaksanaan Aktualisasi Kegiatan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada mata pelajaran IPA mulai dilakukan pada hari kamis tanggal 5 Agustus 2021. Hal pertama yang saya lakukan pada saat di sekolah yaitu berkonsultasi dengan Kepala Sekolah untuk menetapkan materi pembelajaran yang akan
digunakan serta membahas mengenai cara menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang digunakan di SMP Negeri 1 Seberuang dan memberi sekilas gambaran mengenai video pembelajaran yang akan saya buat (Akuntabilitas : Jujur) (Pelayanan Publik : asas kejelasan). Selain itu, saya juga menjelaskan terkait penggunaan metode pembelajaran Focus Group Discussion (FGD) yang nantinya diharapkan dapat mendukung ketertarikan peserta didik dalam proses pembelajaran. Pada pertemuan ini, saya juga meminta saran dan pendapat dari Kepala Sekolah mengenai pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), video pembelajaran serta metode pembelajaran yang akan saya gunakan untuk meningkatkan minat belajar peserta didik di masa pandemi covid-19 pada pembelajaran IPA kelas IX. Dalam berkomunikasi dengan Kepala Sekolah saya diterima dengan antusias, tentunya dikarenakan ketika saya berkomunikasi saya menggunakan bahasa yang santun dan pakaian yang sopan sehingga saya mendapatkan respon yang sangat baik. Sepulang dari sekolah sekitar pukul 12.00 Wib, sebelum saya melakukan pembuatan RPP, saya terlebih dahulu menelaah Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD) dan silabus yang digunakan untuk mendukung tercapainya tujuan pembelajaran (Akuntabilitas : Kejelasan Target) (Manajemen ASN : asas keterpaduan).
Keesokan harinya, jumat tanggal 6 Agustus 2021, sekitar pukul 08.00 Wib saya menemui Koordinator Pendidikan Kecamatan Seberuang yang sekaligus Mentor untuk mengantarkan surat penting yang harus diisi mengenai penilaian sikap dan perilaku peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan CXIV Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021. Kemudian saya menjelaskan terkait hasil konsultasi dengan Kepala Sekolah mengenai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan video pembelajaran yang akan saya buat. Saya juga meminta saran dan pendapat dari Koordinator Pendidikan/Mentor mengenai pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), video pembelajaran serta metode pembelajaran yang akan saya gunakan untuk meningkatkan minat belajar peserta didik di masa pandemi covid-19 pada pembelajaran IPA kelas IX SMPN 1 Seberuang.
Koordinator Pendidikan/Mentor memberikan saran mengenai cara membuat RPP dan memberikan masukan agar dalam membuat video pembelajaran sebisa mungkin harus menarik dan kreatif, bisa dengan cara membuat video yang baru, menggabungkan beberapa video/animasi dari berbagai sumber atau mengkolaborasikan video yang baru dengan video yang sudah ada.
Seusai menemui Koordinator Pendidikan, sekitar pukul 09.30 wib saya kembali ke sekolah untuk memulai pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai saran dan masukan dari Kepala Sekolah dan Mentor. RPP tersebut disesuaikan dengan RPP milik sekolah (Komitmen Mutu : Berorientasi Mutu). Tentunya RPP yang akan saya buat tidak lepas dari turunan Silabus Pembelajaran yang dimiliki oleh SMPN 1 Seberuang.
Saya pun segera menyesuaikan silabus pembelajaran IPA kelas IX dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). Setelah KI dan KD didapat, langkah selanjutnya saya menentukan indikator dan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan sumber ajar. Kemudian setelah media serta metode pembelajaran sudah saya tentukan maka RPP yang saya susun harus diperiksa kembali untuk disesuaikan dengan SK, KI, KD, indikator, silabus, sumber ajar serta alokasi waktu yang harus ditentukan secara tepat. Setelah semua saya periksa kembali dan saya anggap sesuai, maka selanjutnya RPP tersebut saya cetak (Anti Korupsi : Tanggung Jawab) (Pelayanan Publik : asas kemudahan akses).
Pada hari Senin tanggal 9 Agustus 2021, RPP yang sudah dicetak saya serahkan kepada kepala sekolah untuk diperiksa dan ternyata perlu sedikit perbaikan, maka saya segera melakukan perbaikan dan mencetak kembali RPP tersebut. Selanjutnya saya menyerahkan kembali RPP yang sudah saya perbaiki dan mengkomunikasikan kepada kepala sekolah perihal tata cara penerapannya (Nasionalisme : Menghormati keputusan) (WoG : asas koordinasi dan komunikasi). Setelah diperiksa dan disetujui, RPP tersebut
Pada hari Senin tanggal 9 Agustus 2021, RPP yang sudah dicetak saya serahkan kepada kepala sekolah untuk diperiksa dan ternyata perlu sedikit perbaikan, maka saya segera melakukan perbaikan dan mencetak kembali RPP tersebut. Selanjutnya saya menyerahkan kembali RPP yang sudah saya perbaiki dan mengkomunikasikan kepada kepala sekolah perihal tata cara penerapannya (Nasionalisme : Menghormati keputusan) (WoG : asas koordinasi dan komunikasi). Setelah diperiksa dan disetujui, RPP tersebut